Senin, 19 Maret 2012

Saya Ingin Membeli Waktu

Waktu itu sungguh sangat relatif. Benar? Faktanya, saat ini dengan kesibukan yang saya jalani sekarang ini betapa waktu terlalu sempit buat saya. Waktu sedemikian sempit dan cepat berputar tak bisa mengimbangi agenda dan aktivitas saya sehari-hari yang teramat padat.
Buy Time
Saking padatnya sampai bulan ini ngeblog pun saya tak sempat. Lihat saja artikel posting blog ini di bulan Maret 2012 baru satu biji. He2… Biasanya paling tidak saya bisa menulis 2-3 artikel per minggu.

Fakta di sisi lain, ketika kita banyak waktu luang dan lagi menganggur, rasanya waktu itu seperti tidak berharga. Benar-benar tidak berharga! Bahkan dijual pun seolah tak laku. Siapa yang mau beli. Itu pasti pertanyaannya. Karena sulit untuk mencari orang yang bersedia membeli waktu kita saat kita lagi menganggur. Tak percaya? Coba tanya orang yang lagi nganggur karena belum punya pekerjaan, pasti mereka akan jawab begitu.

Kamis, 01 Maret 2012

Belajar Marketing Dari Kisah Cinta dan Orang China

Semakin seringnya saya melakukan transaksi Pembelian ke Luar Negeri di internet membuat saya makin mengenal banyak karakter orang dari berbagai negara. Dari sekian banyak orang yang pernah berkomunikasi dengan saya, orang China menurut saya mempunyai karakter sedikit berbeda dengan orang Asia lainnya, maupun orang Amerika, Eropa, dan orang dari negara kita dalam hal cara berkomunikasinya. Khususnya dalam hal komunikasi marketing.

Mengapa orang China berbeda? Apa perbedaannya? Sebelum saya bercerita, saya ingin menceritakan sedikit tentang kisah cinta saya di masa lalu yang mungkin bisa menjadi pelajaran buat Anda agar kisah cinta saya ini tak terjadi pada Anda. Anda mau mendengarnya?

Meet Women

Dulu, tahun 1997 saat saya masih muda pernah jatuh cinta kepada seorang gadis. Dan saya melihat gadis tersebut juga punya perasaan yang sama dengan saya. Kami sempat dekat dan hampir seperti sudah berpacaran. Namun akhirnya cinta tersebut kandas di tengah jalan karena gadis yang saya cintai tersebut diam-diam ternyata berpaling kepada pria lain. Dia lebih memilih pria yang lain ketimbang saya. Saya pun menjadi ragu apakah dia, gadis yang saya cintai itu punya perasaan yang sama dengan saya apa tidak. Dan akhirnya saya memutuskan melupakan gadis tersebut.