Rabu, 28 Juli 2010

10 Kriteria Tulisan Layak Disebut Sebagai Artikel Pilar Blog

Artikel pilarBagaimanakah sebuah tulisan layak atau pantas disebut sebagai Artikel Pilar sebuah blog? Ciri-cirinya seperti apa sebuah tulisan pantas atau layak menyandang artikel pilar? Maaf, saya lebih suka menyebut artikel pilar untuk tulisan yang punya kualitas daripada menyebut artikel berkualitas. Mengapa? Kalau menyebut berkualitas berarti konotasinya tentu ada yang kurang berkualitas bahkan ada yang bilang tidak berkualitas. Padahal, sejelek apa pun sebuah tulisan, selama itu mengandung pesan dari penulisnya, tentu tak baik mengatakan artikel jelek apalagi tak berkualitas. Yang ada, mungkin hanya artikel yang sedikit kurang menarik saja.

Saya sudah mengumpulkan, setidaknya ada 10 Kriteria Tulisan Layak Disebut Sebagai Artikel Pilar Blog. Kesepuluh kriteria atau ciri-ciri tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Memberi nilai tambah bagi siapa pun yang membaca artikelnya.
  2. Artikelnya bisa mencerahkan atau menginspirasi banyak orang yang membacanya.
  3. Isi artikelnya idealnya tidak hanya dibutuhkan oleh sebagian orang atau komunitas tertentu saja tapi lebih universal dan sangat dibutuhkan dan dicari oleh banyak orang.
  4. Isi atau tema dari artikelnya sangat original, sedikit sekali atau bahkan belum pernah ada yang menulisnya.
  5. Artikelnya banyak dikutip, dibuat rujukan dan di-copas atau dipublish oleh orang lain.
  6. Artikelnya banyak disharing diam-diam oleh pengunjung tanpa Anda minta, ke banyak forum, milis dan social media seperti facebook dan twitter.
  7. Artikelnya tak mengenal masa expired atau tetap relevan sepanjang masa meskipun dibuat cukup lama.
  8. Mengundang datangnya banyak komentar langsung maupun tidak langsung (trackback) dari blogger lain.
  9. Artikel punya hits impression cukup tinggi atau mempunyai data statistik dengan request page paling tinggi melebihi artikel blog Anda pada umumnya.
  10. Halaman atau URL artikelnya berpagerank.

Itulah setidaknya menurut pengalaman saya ke-10 point kriteria tulisan yang layak menyandang sebagai artikel pilar blog. Semakin banyak kriteria itu Anda penuhi di artikel-artikel blog Anda maka akan semakin bagus.

Dan sedikit nyambung dengan artikel saya sebelumnya yang berjudul "6 Alasan Mengapa Anda Perlu Menunda Posting Blog", jika Anda termasuk part time blogger, yang artinya tak bisa ajeg atau rutin update blog setiap hari maka sepatutnya Anda harus bisa mengimbangi berkurangnya intensitas update posting blog Anda dengan menulis sebanyak-banyaknya artikel pilar tersebut di blog Anda agar blog Anda tetap eksis, stabil PR dan alexanya serta tetap punya trafik yang tinggi.

Demikian opini saya. Anda punya pendapat lain atau tambahan? Jika ada, saya persilahkan Anda menambahkannya di kolom komentar di bawah artikel ini, terima kasih.



Bookmark and Share

Minggu, 25 Juli 2010

SMS 2.0, Fitur SMS Terbaru Dari Telkomsel Yang Patut Anda Coba

SMS 2.0Anda pengguna ponsel Symbian Nokia dengan kartu Telkomsel? Jika "Ya" Apakah Anda sudah mencoba Layanan SMS terbaru dari Telkomsel ini? Jika belum, mungkin Anda patut mencoba layanan yang satu ini. Sebuah layanan SMS yang bisa membuat tampilan SMS di ponsel Anda akan tampak menjadi lebih menarik dan atraktif tampilannya. Karena disertai banyak RSS informasi terkini seperti berita terbaru, berita olahraga, berita hiburan, berita teknologi, dan sebagainya yang akan diterima secara gratis. Selain itu aplikasi SMS ini juga memperkenalkan fitur-fitur baru seperti warna font, emoticon, dan tampilan muka yang lebih fresh bagi pengguna.

Nama fitur terbaru ini bernama SMS 2.0, dapat digunakan di semua ponsel Nokia dengan platforms Symbian Series 60 2nd dan 3rd Edition Platforms. Untuk mengetahui tipe ponsel Nokia yang sudah mendukung aplikasi ini atau ingin tahu lebih detil apa itu SMS 2.0, silahkan Anda bisa baca-baca langsung ke website Telkomsel di sini.

Nah, bagaimana cara untuk mendapatkan fitur ini? Untuk mendapatkan layanan atau fitur SMS 2.0 sangat mudah. Anda tinggal melakukan download client SMS 2.0 terlebih dahulu. Caranya? Anda dapat download client SMS 2.0 melalui SMS dengan ketik SMS2 lalu kirim ke 9089.

Setelah SMS Anda berhasil terkirim, Anda akan mendapat reply SMS dari Telkomsel yang berisi link untuk mendownloadnya. Lalu klik dan ikuti intruksi wizardnya. Setelah proses instalnya selesai, silahkan restart ponsel Anda. Selanjutnya, Anda sudah bisa menikmati layanan ini. Silahkan cek tampilan inbox SMS di ponsel Anda, maka akan nampak perubahannya, tampilan SMS di ponsel Anda akan menjadi beda dan menarik. Oke, selamat mencoba!

Catatan:
Maaf, ini bukan Advertorial dan saya tidak dibayar oleh Telkomsel dengan menulis review ini. Tulisan ini murni hanya sekedar sharing dari seorang pengguna saja.



Bookmark and Share

Benarkah ini Sekedar Ganti Nama?

Ganti nama
"Begitulah kalau nama brand sudah sangat kuat. Petunjuk jalan pun pakai nama merk bukan nama daerah. Tapi benarkah hanya karena itu alasannya, Paman? Apakah tidak ada permainan dibalik pemasangan nama perumahan tersebut sebagai petunjuk jalan?"

Itu adalah petikan komentar saya di blognya Paman Tyo di sini. Saya tertarik berkomentar karena seperti biasa sodoran artikel gaya memo dari Paman Tyo kali ini memang cukup menggelitik saya, sehingga saya pun berkomentar seperti itu.

Anda boleh saja melihat biasa, tapi coba lihat betapa hebatnya nama perumahan "Pondok Indah" bisa muncul sebagai petunjuk jalan. Dan satunya lagi "BSD City" muncul di papan petunjuk jalan itu sampai beberapa lama meski akhirnya kini harus berubah dari "BSD City" menjadi "Serpong", nama daerah menuju kawasan tersebut.

Kalau Anda orang marketing, bukankah itu sebuah Personal Branding yang sangat sukses secara marketing? Bukankah banyak merk atau brand yang dianggap sebagai nama? Contohnya? Banyak orang menyebut air mineral atau air suling dengan AQUA. Padahal AQUA adalah nama merk air mineral. Setahu saya, dulu akhir tahun 80-an merk air mineral AQUA lah yang pertama kali populer di negara kita, meski asal nama AQUA sendiri sebenarnya adalah kependekan dari aqua destillata. Aqua = air, dest (destillata) = destilasi/penyulingan.

Ingin contoh lain? Sampai saat ini teman-teman kantor saya banyak yang masih salah sebut terhadap istilah pertukaran file antara dua komputer, yaitu antara server kami yang di kantor pusat (HO) dengan komputer kami di daerah, menyebutnya dengan FileZilla, bukan FTP (file tranfer protocol). Padahal, FiliZilla juga sama, nama merk juga.

Contoh yang lain? Silahkan Anda cari karena masih banyak contoh yang lain.

Itulah hebatnya sebuah merk atau Personal Branding yang sukses, bahkan sampai bisa mempengaruhi petunjuk jalan. Silahkan kalau Anda tetap berpendapat lain. Anda boleh berimajinasi apapun, termasuk apakah kontrak dengan DLLAJR sudah berakhir sehingga dibusek (maksudnya, dihapus) tulisan "BSD City"-nya. Sementara yang "Pondok Indah" karena rumah tempat orang kaya dan pejabat sehingga tetap dipertahankan. Atau Anda barangkali takut mengatakan jangan-jangan pencatuman nama perumahannya sebagai petunjuk jalan dulu berbau KKN sehingga harus diganti karena takut diendus KPK?

Bagaimana kalau menurut pendapat Anda?



Bookmark and Share

Rabu, 21 Juli 2010

6 Alasan Mengapa Anda Perlu Menunda Posting Blog

Break NgeblogBanyak tips blogging yang menyarankan pentingnya untuk selalu ajeg atau rutin update posting blog setiap hari. Alasannya, tentu demi trafik. Dan selebihnya, dengan alasan katanya untuk memuaskan haus informasi pengunjung blog. Namun, hanya sedikit saya menjumpai, atau bahkan mungkin Anda belum pernah menjumpai ada tips blogging yang menyarankan sebaliknya. Yaitu menyarankan agar jangan terlalu sering update posting blog setiap hari.

Pertanyaan saya: Benarkah rutin update posting blog setiap hari sangat baik untuk trafik blog, dan juga bisa memuaskan dahaga informasi pengunjung blog Anda?

Bagaimana dengan fakta yang ada di blognya Kang Yudiono ini? Katanya, ia punya blog berbahasa Inggris. Pada masa tiga bulan pertama sering diupdate dan jumlah artikelnya sudah dilipatkandakan dari 90 artikel menjadi 180 artikel, tapi toh prakteknya jumlah visitor blognya tetap, stagnan tak nambah-nambah dari angka 100 orang visitor per hari. Jadi, siapa bilang rajin update blog selalu baik untuk trafik?

Berdasarkan pengalaman saya mengelola beberapa blog saya selama ini, peristiwa di blog Kang Yudiono itu sebetulnya agak jarang terjadi. Namun, terlepas dari fakta itu, kalau saya boleh beropini, adakalanya alasan atau kondisi seperti dibawah ini mungkin bisa Anda jadikan rujukan untuk menunda update posting blog:

  1. Karena Anda sudah bisa mengimbangi berkurangnya kuantitas posting blog Anda dengan kualitas artikel atau Pillar article yang lebih banyak.
  2. Anda capek karena terlalu sibuk, tak cukup punya waktu luang dan energi untuk ngeblog dan update posting terlalu sering.
  3. Artikel terbaru Anda di homepage ternyata punya hits tinggi dan Anda tak ingin artikel tersebut cepat-cepat dilewatkan pengunjung karena tergusur artikel Anda yang baru.
  4. Boleh kan sesekali meniru kebiasaan nyentrik Sapardi Djoko Damono yang perlu menimbang-nimbang dulu karyanya cukup lama apakah masih cukup patut dibaca oleh orang lain sebelum dipublikasikan?
  5. Anda ingin break sejenak dan menjauhkan kejenuhan pembaca blog Anda akibat gerujukan artikel Anda setiap hari.
  6. Sesekali bolehlah Anda membuat sebuah kerinduan buat pengunjung blog Anda untuk menanti terbitnya artikel baru.

Sudah. Cukup saya berikan enam alasan saja. Jangan banyak-banyak. Hem, Anda ada tambahan? Jika ada, saya persilahkan tambahkan di kolom komentar, terima kasih.



Bookmark and Share

Senin, 19 Juli 2010

Tips IM: Inilah Cara Marketing Amatir Tapi Cukup Jitu

Spam EmailBeberapa hari yang lalu ada Email dari seseorang di milis. Awalnya saya sempat abaikan dan tak su'udon atau berprasangka buruk kalau orang itu sebenarnya seorang Spammer dan berniat nyepam lewat email di milis. Karena terus terang orangnya memang seolah-olah bertanya beneran. Dia bertanya ke milis Telematika cara mengaktifkan sebuah software game komputer yang katanya dilock oleh pembuatnya, karena tidak bisa dipakai di beberapa komputer.

Dan saya baru ngeh kalau itu benar-benar nyepam setelah ada salah satu anggota milis membalas emailnya dengan kata-kata seperti ini:



ini nanya apa iklan? :-)
udah 3x kirim email ke milis ini koq isinya semua mengarah ke web yang sama.

cara marketing baru ya :-)

salam,
Wieok

Meta Tion wrote:
> senior smuanya.....
>
> gw baru beli software di salah satu toko komputer di mangdu. kyk game tuk anak kecil gitu. tp keren dhe dpt ada 1 alat yg mirip flash disk gitu. di manual dibilang itu tuk aktifin software nya.
>
> tadinya beli buat ponakan gw. trus sodara gw yg laen minta di copy. tp gak bisa nih. bisa sih cdnya di copy. tp gak bisa dijalanin di computer sodara gw i



Itu penggalan emailnya. Saya jadi kaget kemudian tertarik ingin membuktikan sendiri apakah benar kalau email dari orang tersebut memang sebuah Spam email. Saya kemudian coba buka email saya lewat web. Dan hasilnya benar. Tiga kali email dari orang tersebut muncul di inbox saya —yang satu email mengandung link yang sengaja dimasking. Dan dua URL link di email lainnya berbeda. Tapi, semuanya kalau dibuka ujungnya sama, mengarah ke salah satu website pembuat security sistem, yaitu securemetric.com.

Dan saya makin bertambah geleng-geleng kepala setelah salah satu kawan milis kembali mereply email tersebut.



He he he, bener Pak, semuanya mengarah ke securemetric.
Saya menemukan dia posting ke sedikitnya 8 milis berbeda.

Sudah masuk ke list spammer di saya :-)

Sam Ardi wrote:
>
> Ini orang di beberapa (tidak hanya telematika) milis postingannya sama
> semua, soal link ini dan itu dan kesemuanya soal produk....tiada
> posting tanpa link,
>
> Pada 14 Juli 2010 14:24, Meta Tion > menulis:
>
> senior smuanya.....
>



Terlepas cara itu tidak etis dan tidak bisa dibenarkan tapi saya baru tahu sekarang ternyata ada cara internet marketing kreatif dan nakal seperti itu. Pura-pura bertanya tapi diam-diam nitip link dengan nyepam ke banyak milis sekaligus. Selama ini setahu saya Spammer email biasanya nyepam secara acak ke beberapa email saja, tak sampai ribuan sekaligus apalagi ke milis.

Coba Anda bayangkan, kalau satu milis saja anggotanya 5000-an orang dan dikali 8 milis, wah lumayan jitu trik internet marketing itu membrondong puluhan ribu anggota milis di internet. Bahkan mungkin ini efeknya lebih dasyat dari SMS Broadcast yang biasanya dikirim corporate besar kepada pelanggannya, yang paling banter jumlahnya sekali kirim hanya dalam kisaran ratusan. Benar-benar cara marketing, maaf amatiran tapi hasilnya sangat jitu dan mengena sasaran.

Just sharing. Meski judul artikel ini saya sebut sebagai Tips Internet Marketing, semoga setelah membaca artikel ini, Anda tidak benar-benar terus tertarik dan mencoba ikut-ikutan pakai cara marketing amatir dan tidak etis ini untuk nyepam ke Milis.



Bookmark and Share

Sabtu, 17 Juli 2010

Tabel Tarif Dasar Listrik (TDL) 2010

Di artikel saya sebelumnya, terkait kenaikan TDL 2010 saya sudah pernah menyinggung tentang adanya 4 Kabar Gembira Dibalik Kenaikan TDL 2010. Dan kabar gembira tersebut bukan isapan jempol belaka, karena sesuai pengumuman resmi dari PLN telah ditetapkan bahwa salah satunya pelanggan listrik dengan daya dibawah 900 VA, terjadi pada semua golongan (sosial, rumah tangga, bisnis, industri dan pemerintah), diumumkan resmi benar-benar tidak mengalami kenaikan.

Berikut tabel TDL 2010 saya ambil sesuai pengumunan resmi dari PLN. Silahkan Anda klik tabelnya kalau Anda ingin memperbesar tampilannya atau bisa tekan tombol "Ctrl" lalu tahan dan tekan tombol "+" di keyboard komputer Anda secara berulang-ulang.

Tabel TDL 2010-Pelangan Rumah Tangga
Golongan Pelanggan Rumah Tangga


Tabel TDL 2010-Pelangan Sosial

Golongan Pelanggan Sosial


Tabel TDL 2010-Pelangan Bisnis

Golongan Pelanggan Bisnis


Tabel TDL 2010-Pelangan Industri

Golongan Pelanggan Industri


Tabel TDL 2010-Pelanggan Pemerintah

Golongan Pelanggan Pemerintah


Itulah tabel tarif TDL 2010. Untuk detil tabel TDL 2010. Selengkapnya, silahkan Anda klik link downloadnya ke PLN di sini.

Nah, kalau dicermati pada TDL 2010 untuk pelanggan diatas 1300 VA semua terjadi perubahan tarif harga per KWH-nya dan kalau dayanya masih dibawah 6600 VA (Contoh, pelangan Rumah Tangga) berubah menjadi single tarif seperti tarif pelanggan multiguna, tidak ada tarif progesive seperti halnya pada TDL 2003 (TDL lama). Dan sebagai perimbangannya PLN menghapus biaya beban. Biaya Beban akan dikenakan kepada pelanggan kalau jumlah tagihan rekening pelanggan kurang dari rekening minimum yang telah ditentukan oleh PLN. Yaitu 40 Jam Nyala.

Demikian, semoga posting ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan atau ada yang belum jelas, Anda bisa tinggalkan pertanyaan di kolom komentar di bawah artikel ini, atau bisa hubungi ke cabang PLN terdekat di kota Anda, terima kasih.


Bookmark and Share

Jumat, 16 Juli 2010

Inilah 15 Ciri Pembaca Kreatif

Membaca KreatifArtikel ini saya tulis untuk melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul: "Membaca Kreatif Untuk Kreatif Menulis", sekaligus ingin menanggapi artikel Mas Jeprie yang berjudul 5 Langkah Meningkatkan Kemampuan Menulis Anda. Saya tertarik dan ingin mengomentari terutama pada point tentang pentingnya standar tulisan dan perlunya membaca sebagai langkah meningkatkan kemampuan menulis.

Terus terang, saya sendiri tak pernah mematok standar dalam tulisan saya. Mematok tulisan saya harus bisa mencapai standar seperti tulisan si A atau si B misalnya.Yang ada saya hanya melakukan continuos improvement saja tanpa henti dalam menulis. Saat masa diawal-awal saya menulis atau ngeblog, saya sering mencermati gaya menulis orang lain, dengan salah satunya menerapkan teknik "Membaca Kreatif".

Kalau berbicara style atau gaya menulis, pada dasarnya saya tak punya kiblat, fokus untuk mengagumi kepada penulis tertentu. Selama ini saya lebih menitikberatkan pada isi dari tulisan atau bukunya daripada fanatisme kepada seorang pengarang tertentu. Namun, saya juga adakalanya melihat siapa pengarangnya sebagai salah satu alasan saya sebelum untuk memutuskan membeli sebuah buku.

Kembali kepada Membaca Kreatif, Apa itu Membaca Kreatif? Seperti sudah saya singgung di tulisan saya sebelumnya, Membaca Kreatif adalah sebuah proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan baru yang terdapat dalam sebuah bacaan. Kemudian melakukan komparasi perbandingan dengan pengetahuan-pengetahuan yang pernah kita dapatkan sebelumnya.

Dalam sudut pandang penulis, teknik membaca yang seharusnya kita lakukan adalah tidak hanya sekedar membaca dan memahami isinya, tapi harus sudah lebih jauh dari itu, yaitu dengan menarik benang merah semua bacaan-bacaan yang pernah kita baca, kemudian bersikap analitis, kritis dan memperbandingkan semua bacaan-bacaan yang pernah kita baca sebelumnya. Termasuk, pengalaman-pengalaman hidup yang pernah kita alami. Ini baru namanya proses Membaca Kreatif.

Bagaimana teknis membaca yang baik bagi penulis? Teknisnya seperti apa? Kalau membaca biasa, bukan untuk kepentingan menulis tuntutan hanya pada memahami isi bacaannya saja sudah cukup. Namun kalau pada membaca untuk tujuan menulis, yang harus Anda lakukan adalah dengan mencermati lebih dalam dan detil tulisannya. Contoh, mengamati seperti: Cara penulisnya memaparkan, cara penulis menyusun alur kalimat dan alinea, cara penulis membuat plot (kalau dalam cerita fiksi), cara penulis membuat judul, cara penulis membuat dan menyimpulkan ide dsb, disamping Anda juga harus memahami dari isi bacaannya.

Proses Membaca Kreatif itulah yang terpenting sejatinya sebagai modal awal untuk menulis yang sebenarnya. Jangan hanya sekedar membaca untuk memahami isinya saja. Kecuali kalau tujuan membaca Anda memang tidak untuk menulis.

Dan kalau berbicara standar tulisan, Anda pada akhirnya nanti, entah kapan, standar orang lain itu justru seharusnya Anda buang jauh-jauh semuanya dan Anda harus punya standar atau karakter sendiri dengan style tulisan sendiri.

Hem, saya rasa semua penulis sepertinya rata-rata akan melewati proses seperti itu.

Saya sebelumnya pernah menulis tentang ini dan pernah mengatakan: Lupakan Teori Menulis. Kebanyakan teori justru malah bikin kita mumet dan minder untuk menulis. Yang harus Anda lakukan dan lebih penting adalah langsung praktek menulis dan terus praktek menulis sambil pelan-pelan diiringi sedikit belajar teori bagaimana cara menulis yang baik.

Karena prakteknya, tak ada orang yang pintar menulis hanya karena belajar teori tok dengan sedikit praktek apalagi tanpa praktek menulis. Tapi sebaliknya, tak sedikit orang yang piawai menulis justru karena otodidak dan karena sudah sering menulis.

Jadi kesimpulannya, kegiatan membaca memang sangat penting buat modal menulis. Tapi membaca saja tanpa melakukan sebuah proses Membaca Kreatif, itu belum cukup untuk memudahkan Anda untuk menulis apalagi bisa terus-menerus kreatif menulis.

Nah, bagaimana dengan Anda? Bagaimana cara Anda membaca dalam kaitannya untuk tulis menulis? Apakah sudah melakukan dengan cara-cara seperti Pembaca Kreatif? Jika sudah, paling tidak, 15 ciri  Pembaca Kreatif yang ditulis oleh Amiruddin Zuhri di bawah ini tentunya ada pada diri Anda. Berikut ciri-ciri dari Pembaca Kreatif:
  1. Kegiatan membaca yang dilakukan tidak berhenti sampai pada saat ia selesai membaca buku.
  2. Ia mampu menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari
  3. Muncul perubahan sikap serta tingkah laku setelah proses membaca dilakukan.
  4. Hasil membaca akan berlaku dan diingat sepanjang masa.
  5. Mampu menilai secara kritis dan kreatif bahan-bahan bacaannya.
  6. Mampu memilih atau menentukan bahan bacaan yang tepat sesuai dengan kebutuhan atau minatnya.
  7. Mampu memecahkan masalah kehidupan sehari-hari yang dihadapi dengan menggunakan bacaan sebagai pegangan.
  8. Tampak kemajuan dalam cara berpikir atau cara pandang terhadap suatu masalah.
  9. Terbentuk kematangan dalam cara pandang, sikap, dan cara berpikir.
  10. Tampak wawasan semakin jauh ke depan dan mampu membuat analisis sederhana terhadap suatu persoalan.
  11. Ada peningkatan dalam prestasi atau profesionalisme kerja.
  12. Semakin berpikir praktis dan pragmatis dalam segala persoalan.
  13. Semakin kaya ide baik dalam meningkatkan mutu maupun membuat terobosan baru dalam memecahkan persoalan.
  14. Semakin kuat dorongan untuk membaca dan mencari terus sumber-sumber baru.
  15. Semakin enak diajak bertukar pikiran atau pengalaman karena ia semakin kaya wawasan.

Itulah gambaran dari Pembaca Kreatif. Dari 15 ciri yang ada dalam Pembaca Kreatif, kira-kira Anda sudah memenuhi berapa point?



Bookmark and Share

Rabu, 14 Juli 2010

5 Hal Yang Paling Tidak Saya Sukai Dalam Tukar Link

Tukar LinkPerpisahan terkadang selalu menyisakan guratan kesedihan. Kesedihan yang beberapa waktu yang lalu sempat membuat mood ngeblog saya sampai hilang beberapa saat. Itu adalah curhat saya beberapa hari kemarin. Tapi sudahlah, saya tak perlu bahas lagi tentang kesedihan itu akibat sebuah perpisahan. Saya akan bahas tentang akibat sebuah perpisahan ada hal yang kurang saya sukai tapi tetap harus saya lakukan. Dan ini sedikit ada hubungannya mengapa saya banyak menolak ajakan untuk ber-Tukar Link yang akhir-akhir ini entah mengapa banyak kembali mampir ke blog saya.

Maaf, Anda jangan salah sangka dulu dengan saya kalau kebetulan permohonan Tukar Link Anda termasuk yang belum saya kabulkan. Dan jangan pula berkata ke saya begini: "Memang apa hebatnya DIPTARA blog sampai jual mahal tak mau diajak Tukar Link dan sok pilih-pilih teman."

Saya tak melarang bila Anda tetap mengatai saya demikian. Silahkan itu hak Anda! Tapi saya pun berhak untuk menyampaikan hak dan alasan saya. Dan berikut ini adalah beberapa penjelasan yang menjadi keberatan saya mengapa saya tidak bisa bertukar link dengan sembarangan blog. 5 Hal Yang Paling Tidak Saya Sukai Dalam Tukar Link inilah yang menjadi dasarnya:
  1. Bloggernya berbohong. Katanya ingin bersahabat di dunia maya tapi secara implisit ternyata hanya untuk mengejar backlink saja. Saya pernah sedikit membahasnya di artikel "6 Syarat Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Tukar Link". Ini alasan yang pertama.
  2. Alasan kedua, Mengajak Tukar Link tapi setelah itu kabur alias tak pernah datang-datang lagi ke blog saya apalagi meninggalkan komentar. Jadi tepatnya Tukar Link hanya jadi pajangan dan Narsis doang.
  3. Alasan yang ketiga, hal yang paling saya benci adalah me-remove link di blogroll karena sahabat blogroll saya tiba-tiba berhenti ngeblog atau menelantarkan blognya menjadi Kuburan Dunia Maya alias berhenti ngeblog tanpa pamit.
  4. Alasan keempat, pekerjaan yang sama dan membuat saya malas melakukannya, yaitu mengedit rujukan artikel termasuk membuang broken link di artikel lama saya karena outbond link-nya sudah mati akibat blognya sudah meninggal dunia.
  5. Saya penganut paham kebebasan dalam ngeblog. Dengan banyak Tukar Link membuat saya jadi tidak bisa menjadi Blogger Non-Blok yang tidak bisa bebas untuk tidak blogwalking karena saya punya kewajiban harus berkunjung secara reguler ke sahabat blogroll saya. Dan Anda bisa bayangkan jika sahabat blogroll saya terus bertambah banyak, mungkin aktivitas ngeblog saya banyak jalan-jalannya daripada update postingnya. Ini alasan kelima saya mengapa saya enggan bertukar link.

Dan selebihnya, terus terang saya bukan dukun apalagi seorang futuris sekelas Arthur Charles Clarke yang bisa menebak seorang blogger sampai jauh kedepan sehingga saya merasakan kesulitan untuk menilai bahwa seseorang serius ngeblog apa tidak jika mendapati sebuah blog yang umurnya masih kurang dari enam bulan dan artikelnya pun masih belum ada seratus posting, dan blognya dari blog yang gratisan pula. Sulit bagi saya untuk menilai apakah dia serius atau tidak ngeblognya jika kondisinya seperti itu. Yang ada dalam benak saya, jangan-jangan hanya ngeblog karena trend sesaat karena ingin cari duit di internet, setelah tahu prakteknya bisnis online di internet itu tak mudah lalu ditinggal dan tak ada kabarnya lagi.

Itulah penjelasan saya. Entah Anda bisa menerimanya atau tidak, tapi yang jelas saya tak mengada-ada apalagi sok cari-cari alasan. Kesemua alasan di atas itu saya sudah pernah mengalaminya sendiri semuanya di blog ini. Dan saya berusaha untuk menghindari pekerjaan membuang-buang waktu untuk me-remove link blogroll yang kurang mengenakkan saya.

Demikian penjelasan saya. Semoga posting ini bisa menjadi penjawab rasa penasaran Anda mengapa saya selektif atau pilih-pilih dalam Tukar Link.



Bookmark and Share

Selasa, 13 Juli 2010

Antara Opera Mini, BlackBerry dan Kecerdikan Operator

Opera Mini & BlackberryApakah Anda termasuk salah satu dari pengguna browser Opera Mini? Dan juga, termasuk salah satu diantara sekian orang pengguna BlackBerry yang sering melakukan browsing lewat gadget Anda? Jika "Ya" mungkin tidak semuanya tahu kalau Anda sebenarnya sudah di-bodohi, maaf, oleh kecerdikan operator ponsel dan BIS (BlackBerry Internet Service) Anda? Kenapa pasalnya? Berikut adalah fakta-faktanya yang perlu Anda tahu. Silahkan Anda simak ulasan saya ini berdasarkan pengalaman saya menggunakan Opera Mini, gadget BlackBerry, dan mengamati ketentuan dan persyaratan berlangganan BIS beberapa operator seluler di negara kita.

Opera Mini

Opera Mini, siapa yang tidak tahu dan mengenal dengan kehebatan browser ponsel yang satu ini? Hampir bisa dipastikan browser besutan Opera inilah yang paling populer dipakai browsing lewat ponsel. Dan kalau saya amati hampir sama populernya dengan dominasi Firefox yang menjadi browser desktop yang paling banyak dipakai netter di seluruh dunia untuk surving di internet.

Apa hebatnya Opera Mini? Selain karena gratis alias bebas kita unduh, juga kecepatan akses browsingnya yang terkenal sangat cepat, serta interface atau antar mukanya yang sangat friendly digunakan oleh semua user serta kompatible dengan semua jenis merk ponsel terkini. Dan satu lagi, ini yang paling hebat menurut saya, Opera Mini menyediakan servernya yang berada di San Jose California Amerika dan di Oslo Norwegia secara gratis sebagai portal untuk menfasilitasi browsing para pengguna Opera Mini di seluruh dunia dengan melakukan kompresi load data hingga 90% sehingga ini tentu saja sangat menghemat besarnya transfer data GPRS pada ponsel Anda. Dan yang kedua, tentu saja bagi operator juga sangat membantu untuk menghemat besaran dan lebar bandwidth yang diberikan kepada semua pelanggannya.

Ini yang saya sebut sebagai kecerdikan operator yang pertama. Dan Anda bisa lihat buktinya, baca artikel saya sebelumnya "Berapa Perkiraan Umur Hidup Anda?" Ternyata sisi ini kemudian ditangkap oleh Operator CDMA SMART yang mem-bundle ponselnya dengan gratis browsing seumur hidup buat calon pelanggannya dengan ketentuan: Asal menggunakan browser Opera Mini.

BlackBerry

BlackBerry, kalau boleh saya bilang sedikit mirip juga dengan kasus Opera Mini. Pada BlackBerry, perusahaan RIM Canada, vendor BlackBerry juga memfasilitasi semua pengguna BlackBerry di seluruh dunia dengan memberikan servernya buat akses email, chatting dan juga browsing kepada semua pengguna BlackBerry secara gratis. Dengan catatan tentunya yang sudah berlangganan BIS ke operator yang sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan RIM.

Sebagai pemakai gadget BlackBerry, saya sudah beberapa kali eksperimen dengan mencoba membandingkan langganan BIS beberapa operator yang ada di negara kita. Dan hasilnya, kembali saya menemukan kecerdikan operator Telkomsel dalam memanfaatkan hal ini. Silahkan Anda baca pada Ketentuan berlangganan Layanan BlackBerry Unlimited, BlackBerry Lifestyle dan BlackBerry Business. Pada point 2 Ketentuan unlimitednya. Bisa Anda baca juga di sini.

Berikut saya kutip sebagian kata-katanya dari website Telkomsel:

2. Ketentuan Unlimited* :

Pelanggan akan dikenakan biaya tambahan GPRS untuk penggunaan BlackBerry dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Layanan BlackBerry digunakan di luar negeri akan dikenakan biaya tambahan GPRS sesuai dengan tariff GPRS international roaming yang berlaku di Operator yang digunakan.
  2. Layanan BlackBerry digunakan untuk membuka website yang mengandung streaming baik audio maupun video seperti youtube dan website musik akan dikenakan biaya normal GPRS yang berlaku Rp.5/KB.
  3. Layanan BlackBerry digunakan sebagai modem akan dikenakan biaya normal GPRS yang berlaku Rp.5/KB.
  4. Layanan BlackBerry digunakan untuk browsing menggunakan browser selain browser bawaan dari BlackBerry itu sendiri.
  5. Layanan BlackBerry untuk browsing, chatting, dan akses data lainnya dengan menggunakan handset selain BlackBerry akan dikenakan biaya normal GPRS yang berlaku Rp.5/KB.
  6. Settingan browser BlackBerry di option > advanced option > browser > default browser configuration > bukan "Internet Browser" atau "BlackBerry Browser" akan dikenakan biaya normal GPRS yang berlaku Rp.5/KB.

Nah, Anda bisa baca pada ketentuan tersebut, terutama pada point nomor 4, 5 dan 6. Yaitu Anda akan dikenakan biaya tambahan GPRS kalau browsing dari BlackBerry tapi menggunakan browser lain selain browser bawaan BlackBerry atau settingnya Anda rubah tidak sesuai default-nya. Termasuk juga dikenakan biaya tambahan apabila nomor ponsel Anda sudah berlangganan BIS tapi gadgetnya bukan BlackBerry.

Mengapa hal tersebut diberlakukan oleh operator Telkomsel? Ini faktanya, dengan menggunakan browser bawaan BlackBerry artinya lalu-lintas transfer data GPRS-nya melewati portal server RIM dulu sebelum masuk ke BlackBerry Anda, mirip seperti Opera Mini tadi. Karena RIM juga melakukan kompresi data maka besaran data dan lebar bandwidth yang menjadi beban operator Telkomsel, selaku operator yang menjadi gateway antara RIM ke Blackberry Anda secara otomatis akan menjadi lebih ringan bebannya, dan tentu operator akan diuntungkan. Ini yang saya sebut sebagai cerdik juga, cerdik yang kedua.

Kesimpulannya, sebenarnya sama-sama untung, sih kalau dipikir. Pelanggan dan operator saling diuntungkan dengan kedua situasi diatas, baik pada kasus Opera Mini dan Blackberry, tapi sisi yang menguntungkan operator sayangnya tidak terekspose dan belum tentu semua orang tahu dan paham, hanya sisi yang menguntungkan pelanggan saja yang ditonjolkan, contoh dalam iklan operator CDMA SMART kata-kata gratis seumur hidup itu sangat menjual secara marketing padahal seandainya Anda tahu dan menyadari, dengan memakai Opera Mini sebagai browsernya operator hanya modal 10% saja, bukan? Karena data yang 90% sudah dikompresi dan ditanggung oleh Opera.

Dan pada kasus kedua, ketentuan di BIS operator Telkomsel, Telkomsel juga cerdik. Mereka tidak mau terbebani dengan menanggung besaran data dan bandwidth tinggi akibat interpretasi yang salah pada kata unlimited browsing pada BlackBerry. Dan berusaha mengarahkan data lewat gateway RIM. Bukankah ini juga cerdik namanya?
 
Pertanyaan saya: Gimana kasus ini kalau menurut pendapat Anda? Apakah Anda punya pendapat lain?

Catatan:
Artikel ini sebenarnya sudah pernah saya publish di Jabarview.com beberapa waktu yang lalu. Berhubung blog Jabarview sudah ditutup per 1 Juli 2010 maka saya publish ulang di blog ini.



Bookmark and Share

Senin, 12 Juli 2010

11 Tips Membuat Judul Artikel Agar Menarik

Tips MenulisSalah satu unsur yang paling penting dalam menulis sebuah artikel kalau menurut pendapat saya, selain isinya yang menarik, yang tidak boleh Anda abaikan adalah pemilihan judulnya. Sebuah judul kalau menurut pengalaman saya menulis atau membuat artikel di blog menempati peran paling penting. Karena sebuah artikel sebelum diputuskan untuk diklik atau dibaca oleh pengunjung biasanya karena diawali oleh ketertarikan mereka karena melihat judulnya yang menarik.

Kalau Anda jeli, coba Anda cermati dan lihat judul-judul artikel di media cetak, blog, maupun media online. Anda bisa lihat judulnya pasti akan memenuhi salah satu unsur atau lebih kriteria yang akan saya utarakan kepada Anda dibawah ini.

Oke, tanpa berpanjang lebar lagi, berikut adalah ke-11 Tips Membuat Judul Artikel Agar Menarik yang merupakan point penting yang harus Anda perhatikan dalam membuat judul sebuah artikel blog agar artikel Anda bisa menarik minat atau dibaca oleh pengunjung:

  1. Buatlah judul yang kontroversial. Judul yang kontroversial sangat memancing rasa keingintahuan pembaca sehingga pemilihan judul ini efeknya sama persis seperti penawaran marketing yang tidak bisa ditolak. Contoh: 10 Alasan Mengapa Saya Tidak Suka BlackBerry.
  2. Buatlah judul yang mengandung kata kunci “Gratis” atau “Rahasia”. Sama seperti point nomor satu sebuah kalimat yang mengandung kedua kata kunci ini membuat pembaca sulit untuk menolaknya. Karena pada dasarnya semua orang suka dan sangat tertarik kalau diberi sesuatu yang gratis dan rahasia. Contoh: Voucher Gratis Dari Google, Mau?
  3. Buatlah judul yang berisi dua pernyataan yang saling bertolak-belakang. Tidak ada hal yang lebih menarik dan bisa memancing rasa keingintahuan pembaca terlebih itu sebuah sodoran tentang fakta dari dua hal yang saling bertolak belakang. Contoh: Inilah 4 Kabar Gembira Dibalik Kenaikan TDL 2010 Atau Bahasa Ibu, Anak Tiri Yang Kini Benar-Benar Dianaktirikan.
  4. Buatlah judul yang berisi persamaan dari dua atau lebih hal yang jauh berbeda. Sebuah persamaan dari dua hal yang jauh berbeda juga tak kalah bisa juga memancing rasa penasaran pembaca untuk ingin tahu lebih lanjut. Contoh: Benarkah, Personal Branding Seperti Lomba Burung? atau Antara Memborong Media, Pangeran Sidharta Gautama dan Film Indonesia.
  5. Buatlah judul yang mengandung point angka di depannya. Pemberian point angka 1, 2, 3 dst di depan judul akan memberikan efek penting, klimak dan lebih menarik yang bisa memancing rasa ingin tahu pembaca daripada point berupa bullet atau tanpa menyebutkan jumlahnya. Contoh: 8 Tips Memilih Notebook.
  6. Buatlah judul yang berupa seperti dialog percakapan. Sebuah tulisan adalah manivesto dari kata atau dialog penulis kepada pembacanya. Dengan menulis berupa dialog memberi kesan dekat, lebih akrab dan menyapa kepada pembaca sehingga pembaca pun akan tertarik untuk membaca artikel Anda. Contoh: Gila, Sejak Kapan di PLN Ada Tawar Menawar?
  7. Buatlah judul yang berisi sebuah pertanyaan retoris. Kalimat retoris adalah pertanyaan yang tak butuh jawaban karena semua orang sebenarnya sudah pada tahu jawabannya. Sebuah pertanyaan retoris secara psikologis seperti berusaha ingin meyakinkan sesuatu kepada pembaca. Dan pembaca biasanya cukup tergelitik dengan pertanyaan retoris seperti ini. Contoh: Benarkah Ide Listrik Gratis Itu Gila dan Tak Rasional?
  8. Buatlah judul yang ada kata atau kalimat pernyataan dari seorang tokoh. Jika ada seorang tokoh disebut-sebut maka itu akan memberikan magnet yang cukup kuat ke pembaca untuk ingin tahu lebih lanjut. Contoh: Alasan Goenawan Mohamad Mengembalikan Bakrie Award Membuat Saya Jadi Sedih.
  9. Buatlah judul yang berisi pernyataan tak setuju kepada seorang tokoh penting. Sama seperti point nomor 8, apalagi ini sebuah pernyataan yang tak setuju dengan seorang tokoh penting, tentu ini akan sangat memancing keingintahuan pembaca. Contoh: Maaf, Pak SBY, Mimpi Anda Terlalu Dini!
  10. Buatlah judul yang mengandung kata kunci yang lagi “in” atau banyak dicari orang saat ini. Kata kunci yang banyak dicari pembaca disamping sangat berperan dalam ilmu SEO, juga sangat menarik bagi pembaca yang lagi hunting mencari berita atau artikelnya. Contoh: Bahkan Kurupsi Itu Sudah Dimulai Dari Recehan.
  11. Buatlah judul yang berisi kalimat yang memuat sesuatu yang mengejutkan. Sesuatu yang mengejutkan bisa bikin kaget pembaca sehingga sangat memancing rasa keingintahuan pembaca untuk ingin tahu lebih jauh. Contoh: Astaga, Uang Saya Raib Dari Rekening BCA.


Itulah ke-11 tips yang patut Anda perhatikan dalam membuat judul sebuah artikel agar tulisan Anda menjadi menarik. Dan sebuah judul akan semakin menarik bila dalam satu judul tersebut mengandung lebih dari satu point tips diatas. Semakin banyak memenuhi kriteria tipsnya maka akan semakin baik.

Demikian posting saya kali ini. Selamat membuat judul artikel yang menarik. Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika ada yang terlewat atau Anda punya tips yang lebih menarik lagi, saya persilahkan Anda menambahkannya di kolom komentar, terima kasih.



Bookmark and Share

Minggu, 11 Juli 2010

Salam Perpisahan

Foto Kenang-kenanganSaat saya tulis tulisan ini umur saya sudah menginjak di usia 37 tahun. Usia yang bagi saya tergolong tidak muda lagi. Meskipun, saya juga tak mau Anda sebut saya tua. Inginnya saya, Anda sebut muda terus. He...He.... Walaupun mungkin juga saya tidak dibilang terlalu tua untuk sekedar ngeblog dan bercengkrama dengan Anda kawan-kawan saya semuanya yang ada di blogospher, yang rata-rata umurnya kebanyakan masih muda-muda, karena prakteknya masih ada blogger gaek yang umurnya lebih tua dari saya juga masih ngeblog.

Umur boleh saja sudah 37 tahun. Boleh mengalami namanya pindah kost dan rumah sampai 18 kali. Pernah hidup dan merasakan tinggal di 8 kota di Indonesia, namun satu hal yang tak pernah bisa mendewasakan saya adalah menyikapi sebuah perpisahan. Selalu saja ada guratan kesedihan setiap kali ada kata perpisahan diucapkan seseorang kepada saya. Padahal, dengan sering berpindah-pindah tempat dan pekerjaan sampai 18 kali bukankah telah banyak orang yang, mungkin, sedih saya sakiti juga tanpa sengaja karena saya tinggalkan akibat sebuah perpisahan.

Saya masing ingat 10 tahun yang lalu waktu saya bekerja di Samarinda Kalimantan Timur, tepatnya awal tahun 2000 saya pernah lihat mata berkaca-kaca seorang teman kerja karena saya tinggalkan pulang ke tanah Jawa. Saya ikutan sedih terharu menyikapi perpisahan itu.

Dan satu lagi kesedihan saya akibat sebuah perpisahan, yaitu pada tahun 2007 lalu, yang mungkin tidak akan pernah bisa saya lupakan sepanjang umur hidup saya adalah ketika harus berpisah dengan rumah saya, saudara dan tetangga-tetangga saya di Sidoarjo akibat diusir paksa oleh Lumpur Lapindo yang dengan pelan namun pasti akhirnya menenggelamkan rumah saya.

Ehm, Anda jangan salah sangka. Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengucapkan perpisahan yang sama seperti halnya peristiwa 10 tahun yang lalu itu atau seperti tahun 2007 yang lalu waktu saya kehilangan rumah akibat Lumpur Lapindo. Bukan juga hendak mengucapkan perpisahan kepada Anda. Sekali lagi bukan. Namun, tak menutup kemungkinan saatnya nanti, entah kapan, saya pun harus pensiun dari blogging ini dan mengucapkan salam perpisahan kepada Anda semuanya. Bukankah lahir, hidup dan mati adalah sudah garis kehidupan yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa? Siapa yang bisa menolak perpisahan karena maut?

Lewat tulisan ini saya ingin mengucapkan selamat jalan buat sahabat blogger saya, yaitu Mas Anis Fahrunisa yang kini telah berhenti dari ngeblog. Selamat jalan, Mas Anis. Selamat jalan sahabat. Saya doakan Mas Anis berhasil dan sukses meraih cita-citanya yang sempat tertunda. Terima kasih buat foto kenang-kenangannya, dan izinkan saya untuk memuat fotonya di blog ini untuk mengenang Mas Anis.




Bookmark and Share

Sabtu, 10 Juli 2010

Antara Blogger Non-Blok dan Komentar

NgeblogSetelah sekian lama saya ngeblog dan sering mengadakan blogwalking kesana-kemari, saya jadi sedikit tahu dan bisa membedakan ternyata ada banyak kelompok blogger di blogosphere ini. Dan masing-masing kelompok blogger punya komunitas atau blok blogger dalam ngeblognya.

Saya lihat solidaritas diantara mereka cukup kuat, bahkan sangat kuat menurut saya, layaknya komunitas pertemanan dalam komunitas social media maupun komunitas dalam dunia offline umumnya. Ini bisa terlihat dari aktivitas mereka yang sangat kompak untuk saling berkunjung, saling berkomentar dan tak jarang terlibat dalam diskusi yang cukup seru.

Biasanya mereka berkelompok karena punya ketertarikan dalam bidang atau topik blogging yang sama. Contoh misalnya ketertarikan tentang tema Bisnis Online atau tema blogging dengan segala pernak-perniknya, yang memang kenyataannya selalu menarik untuk dibahas dan didiskusikan sesama blogger di komunitas mereka.

Atau jika tidak, karena mereka biasanya sudah saling memfollow atau sudah saling ber-Tukar Link sehingga masing-masing bloggernya punya keterikatan pertemanan dalam bloggingnya dengan saling mengunjungi.

Satu hal yang saya amati biasanya mereka seperti sudah ada kesepakatan tak tertulis untuk saling mengunjungi secara reguler dan saling meninggalkan komentar. Makanya, saya sering menemukan sebuah blog tak jarang isi komentatornya adalah itu-itu saja orangnya. Yaitu dari komunitas mereka sendiri. Jarang atau sedikit sekali isi komentator blognya adalah orang yang berbeda-beda di setiap artikelnya.

Bagi yang awan, atau bukan seorang blogger, termasuk anggapan saya dulu waktu di awal-awal saya ngeblog, jika sebuah blog dipenuhi dengan banyak komentar di setiap artikelnya, saya beranggapan bahwa blog itu pastilah blog populer dan sangat terkenal di internet layaknya seperti Blog Seleb. Dan pasti artikelnya sangat berbobot, menarik-menarik semua sehingga mendapat sambutan apresiasi luar biasa dengan datangnya banyak komentar ke blog.

Ternyata, dugaan saya salah. Untuk ngeblog dan membuat artikel blog agar banyak dikomentari bukan selalu harus karena artikelnya memang bagus dan dituntut harus berbobot sehingga selalu dapat apresiasi banyak komentar. Karena tak jarang saya menemui artikel-artikel blognya justru biasa-biasa saja, bahkan terkadang hanya berupa cerita tentang pengalaman kehidupan sehari-hari dari narablognya sendiri tetapi sudah cukup menarik untuk mengundang datangnya banyak komentar.

Dan sebaliknya, jika artikel blog temanya berat justru malah sedikit komentarnya. Karena kalau artikel terlalu berat biasanya orang justru akan ragu-ragu dan bingung apa yang mau dikomentari dan ditambahkan dalam komentar di artikelnya. Saya pun kadang begitu kesulitan meninggalkan komentar pada artikel yang temanya berat seperti itu.

Jika ada yang bertanya bagaimana caranya agar blog bisa selalu ramai dikomentari? Jawaban kuncinya sebenarnya hanya satu. Aktiflah di sebuah komunitas blogger, pilih salah satu dan rajin-rajinlah selalu meninggalkan komentar Anda di sana, tentu komentar yang positif, maka saya jamin Anda pun akan mendapatkan sebaliknya, artikel-artikel blog Anda akan ramai juga dikomentari oleh blogger teman-teman komunitas Anda.

Dan setelah sekian lama saya ngeblog saya sedikit mulai hafal blogger-blogger mana yang selalu rajin membalas kunjungan dengan melakukan kunjungan balik dan sekaligus berkomentar. Dan blogger mana yang mau menerima komentar tapi tak pernah berkunjung balik atau jarang meninggalkan komentar balik.

Nah, seiring dengan jam terbang Anda ngeblog dan seringnya blogwalking saya yakin nanti pasti Anda akan tahu mana blogger-blogger yang saya maksud tersebut.

Jika Anda kebetulan termasuk blogger yang punya blog tapi tidak banyak komentarnya seperti blog ini dan menghendaki agar blog Anda ramai dikomentari, silahkan pakai cara di atas. Saya bisa menjamin, maaf tapi tanpa garansi, ya. He.... He......, blog Anda akan ramai dikomentari.

Terakhir, jangan menjadi Blogger Non-Blok seperti saya, atau tak punya komunitas dan jarang blogwalking supaya blog Anda ramai dikomentari. Kecuali, jika Anda sejak lahir ngeblog memang seleb sehingga tak perlu melakukan cara-cara ini tapi tetap akan mendapatkan banyak komentar.



Bookmark and Share

Selasa, 06 Juli 2010

Inilah 4 Kabar Gembira Dibalik Kenaikan TDL 2010

TDL 2010Ini ada kabar gembira buat Anda terkait pengumuman resmi pemerintah tentang kenaikan TDL 2010. Kabar gembira? Apa saya tak salah judul, nih? Sebelum Anda meng-counter penyataan saya ini, saya persilahkan Anda simak dan cermati baik-baik dulu ke-10 point pengumuman resmi yang saya kutip resmi dari Press release PLN dibawah ini:

  1. Pemerintah diwakili Menteri ESDM telah mengumumkan penyesuaian TDL yang diatur di dalam Peraturan Menteri ESDM No. 07 tahun 2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. TDL baru ini mulai berlaku untuk pemakaian listrik bulan Juli 2010. Penetapan TDL 2010 telah mendapat persetujuan DPR dalam Rapat Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi VII DPR RI pada tanggal 15 Juni 2010.
  2. Penyesuaian TDL 2010 merupakan langkah untuk mengendalikan besaran subsidi listrik yang harus disediakan oleh negara seperti telah ditetapkan pada UU No. 2 tahun 2010 tentang APBN-Perubahan sebagai perubahan dari UU No. 47 tahun 2009.
  3. Dalam TDL 2010, pelanggan 450 VA dan 900 VA seluruh golongan tarif (Sosial, Rumah Tangga, Bisnis, Iindustri, dan Bangunan Pemerintah) tidak mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, lebih dari 33,2 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA dari total seluruh pelanggan sejumlah 40,1 juta tidak mengalami kenaikan TDL.
  4. Dalam TDL 2010 tidak ada perubahan golongan tarif listrik, tetap terdiri dari 37 golongan tarif. Sedangkan kenaikan TDL untuk pelanggan di atas 900 VA untuk setiap golongan tarif, berkisar antara 6 % - 20 % dengan sebaran sebagai berikut :
    a) Sosial, naik rata-rata 10%,
    b) Rumah Tangga, naik rata-rata 18%
    c) Bisnis, naik rata-rata 16%
    d) Industri, naik rata-rata 6% s/d 12 %
    e) Bangunan Pemerintah, naik rata-rata 15% s/d 18%
    f) Traksi, Curah, dan layanan Khusus, naik rata-rata 9% s/d 20%.
  5. Dengan diberlakukannya TDL 2010 ini, maka kebijakan pengendalian beban puncak (Dayamax Plus) tidak diberlakukan lagi sejak 01 Juli 2010. Selain itu, kebijakan pengenaan tarif Multiguna yang selama ini dianggap diskriminatif terhadap pelanggan baru, dicabut dan dikembalikan kepada tarif sesuai TDL 2010.
  6. Dalam hal adanya permintaan pelanggan industri dan bisnis yang memerlukan layanan khusus dan tingkat keandalan tertentu, PLN dapat melayani dengan skema business to business, namun pelaksanaannya harus seijin dan dikoordinasikan PLN Kantor Pusat.
  7. Pada TDL 2010 ini, juga ditetapkan tarif listrik untuk Pra Bayar yang besarnya sama dengan tarif listrik Pasca Bayar. Dengan demikian, terdapat tarif Pasca Bayar (Reguler) dan tarif Pra Bayar.
  8. Selain mengatur tentang tarif listrik, Peraturan Menteri ESDM Nomor : 07 Tahun 2010 ini juga menetapkan biaya-biaya lain, yaitu:
    a) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh);
    b) Biaya Penyambungan Tenaga Listrik;
    c) Uang Jaminan Langganan;
    d) Biaya Keterlambatan Pembayaran;
    e) Tagihan Susulan atas penertiban pemakaian listrik tidak sah.
  9. Peraturan Menteri ESDM Nomor : 07 Tahun 2010 juga menegaskan, bahwa PLN harus meningkatkan pelayanan dengan ditetapkannya beberapa indikator tingkat mutu pelayanan, antara lain lama gangguan, jumlah gangguan dan atau kesalahan baca meter. Apabila tingkat mutu pelayanan tersebut tidak terpenuhi, maka PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan.
  10. Kenaikan TDL ini memberi sinyal yang baik bagi calon investor kelistrikan untuk berinvestasi di Indonesia, dan memberi sinyal positip bagi pelanggan untuk berhemat.

Dan 4 kabar gembira yang saya maksud di judul artikel dan pernyataan saya di awal tadi adalah sebagai berikut:

  1. Sesuai pengumuman pada point nomor 3 jika Anda adalah pelanggan Rumah Tangga R1 daya 450 VA atau 900 VA maka Anda patut lega karena tidak ada kenaikan tarif TDL pada golongan tarif Anda.
  2. Pelanggan Bisnis dan Industri yang selama ini membayar denda Disinsentif patut bergembira mulai bulan Juli 2010. Mengapa bergembira? Kita tahu mulai bulan Nopember tahun 2005 s/d bulan Juni 2010 banyak perusahaan sulit untuk tidak terkena ketentuan tarif Dayamax Plus atau denda Disinsentif yang cukup memberatkan sektor usaha karena ada beban biaya tambahan rekening listrik dengan besaran antara 15% s/d 25%. Jika rekening Anda kemarin terkena denda Disinsentif tinggi diatas 16% maka otomatis kenaikan TDL ini tak ada efek memberatkan, malah Anda akan diuntungkan karena kenaikan TDL 2010 pada pelanggan Bisnis hanya rata-rata 16%, sementara pelanggan Industri lebih diuntungkan lagi karena kenaikan rata-rata hanya 6% s/d 12 %, yang tentu saja ini masih jauh lebih rendah dari denda Disinsentif Anda kemarin.
  3. Pada point nomor 9 bahwa PLN harus meningkatkan pelayanan dengan ditetapkannya beberapa indikator tingkat mutu pelayanan, antara lain lama gangguan, jumlah gangguan dan atau kesalahan baca meter. Apabila tingkat mutu pelayanan tersebut tidak terpenuhi, maka PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan. Sedikit saya bandingkan dengan layanan Telkom, pada Telkom jika sambungan telpon Anda mengalami gangguan dan pihak Telkom tidak bisa menyelesaikan dalam batas waktu yang ditentukan (max. 24 jam) maka Telkom akan mengenakan pembebasan biaya abonemen pada sambungan telpon yang rusak tersebut di bulan tersebut. Mudah-mudahan pihak PLN juga akan memberlakukan sama seperti halnya pada Telkom.
  4. Yang poin ini khusus saya. Untung kemarin saya membatalkan naik daya dari 900 VA ke 1300 VA. Kalau misalnya kemarin saya tidak ketemu dengan oknum petugas PLN nakal yang mempermainkan saya maka mungkin daya listrik rumah saya sudah naik menjadi 1300 VA dan terkena kenaikan TDL ini. Tapi bagi Anda yang daya listrik rumahnya kebetulan sudah di atas 1300 VA, ada baiknya Anda berhitung kembali dan melakukan Time Management agar daya listrik rumah Anda bisa dihemat, sehingga syukur-syukur bisa diturunkan dibawah 1300 VA sehingga tidak terkena imbas kenaikan TDL.
Demikian kabar gembira yang bisa saya note dan sharingkan kepada Anda dibalik tentu saja rasa keberatan beberapa orang yang merasa terbebani bahkan yang menolak dengan kenaikan TDL ini. Baca artikel saya sebelumnya Benarkah Ide Listrik Gratis Itu Gila dan Tak Rasional? Di artikel itu sudah saya paparkan betapa tidak sedikit pihak-pihak yang menolak kenaikan TDL dan menganggap ide Dahlan Iskan tersebut tak rasional.
 
Pesan saya, sama seperti juga pesan dari PLN: “Gunakan listrik secara bijak dan berhematlah untuk menyikapi kenaikan TDL ini!”

Update 16 Juli 2010:
Untuk mendownload tabel TDL 2010. Silahkan download ke PLN lewat link di sini


Bookmark and Share

Kamis, 01 Juli 2010

Antara Memborong Media, Pangeran Siddhārtha Gautama dan Film Indonesia

Siddharta GautamaDalam suatu kesempatan Garin Nugroho pernah mengatakan membuat film di Indonesia katanya tidak sebebas seperti film di luar negeri. Yaitu seperti film Mandarin, film Hollywood, atau film Bollywood yang bisa bebas berkreasi. Di Indonesia kita tidak mengenal atau tidak boleh membuat film dengan mengantagoniskan tokoh seperti polisi, seorang militer dan pejabat negara. Beda dengan film-film luar negeri yang katanya bisa bebas, tak ada pembatasan. Makanya, kalau Anda pernah nonton film barat misalnya, tidak jarang ada tokoh polisi jahat, seorang Jendral militer makar atau seorang menteri korupsi dsb muncul di film-filmnya.

Dan faktanya, sepanjang pengalaman saya menonton dan mengamati wajah perfilman negara kita, bahkan hingga hari ini memang saya belum pernah menjumpai satu pun tokoh polisi, militer, dan pejabat negara jahat pernah muncul dan ditokohkan ada di cerita film atau sinetron Indonesia. Kecuali, hanya ada di film sejarah G30S-PKI yang memang diangkat dari kisah nyata sebuah sejarah.

Ah, saya jadi berpikir, alangkah rendah dan terhinanya kah orang sipil biasa seperti saya ini di film Indonesia. Bisa dengan bebas ditokohkan sebagai orang jahat, tukang Korupsi, pencuri, perampok, pemerkosa, pembunuh dsb. Sementara Anda Pak polisi, tentara, pejabat yang terhormat bak malaikat yang tak pernah punya salah. Bukankah polisi, tentara atau pejabat negara juga seorang manusia? Seorang yang karena kealphaannya juga suatu saat mungkin saja bisa berbuat salah?

Saya bukan orang film dan juga bukan polisi, tentara, atau pejabat negara sehingga kurang tahu dan paham apa maksud dari ketidakbolehan mengantagoniskan tokoh-tokoh tersebut di film Indonesia. Apakah maksud dari tidak bolehnya ini sama seperti tujuan mulia Ayah dari Pangeran Siddhartha Gautama untuk menjauhkan sang pangeran dari 4 (empat) hal: Orang tua, orang sakit, orang mati dan seorang pertapa karena khawatir pangeran Siddharta Gautama meninggalkan istana dan menjadi pertapa dengan melihat banyak hal yang tidak menyenangkan yang sebenarnya ada di kehidupan nyata ini?

Apakah sama seperti tujuan mulia itu agar kita dibiasakan melihat hal yang baik-baik saja agar kita menjadi orang baik meskipun kenyataannya tidak semua di kehidupan nyata ini baik-baik saja? Bukankah selalu saja ada hal-hal yang tidak menyenangkan yang merupakan sisi kehidupan yang lain, yang sebenarnya juga perlu kita saksikan sebagai sebuah kenyataan pahit hidup yang perlu dilihat? Apakah memang semua polisi, tentara dan pejabat negara itu baik-baik saja, tak ada yang nyeleweng, Korupsi misalnya?

Saya jadi ingin membandingkan aksi memborong majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010 lalu bukankah itu juga hampir sama? Sebagai aksi untuk memblokir fakta karena tidak ingin berita yang dimuat dalam Tempo tersebut sampai jatuh dan diketahui oleh publik? Bahkan dalam editorialnya Koran Tempo menegaskan siapa pun pelakukanya, polisi atau bukan, itu tak penting. Tapi motif mereka yang memborong sudah terbaca, ingin membendung agar majalahnya tak jatuh ke tangan publik, karena ada berita yang sengaja di-keep karena merugikan pemborongnya.

Saya menjadi heran setelah melihat ulasan media, mengapa polisi justru marah ketika majalah Tempo menyajikan laporan investigasi tentang adanya indikasi korupsi di tubuh POLRI karena adanya Aliran dana mencurigakan di rekening beberapa perwira polisi. Mengapa pula mesti mencak-mencak seperti Aburizal Bakrie yang juga pernah marah mempermasalahkan cover fotonya dikarikaturkan oleh majalah Tempo? Bukankah seharusnya malah bersyukur dan hal itu bisa dijadikan momentum untuk menindak oknum polisi-polisi, maaf, brengsek nakal yang berlindung dibalik korps POLRI? Sudah saatnya POLRI menyikapi dewasa tanpa arogansi dalam menyikapi kasus seperti ini. Arogansi hanya makin menyebabkan masyarakat makin antipati kepada polisi.

Antara Memborong Media, Pangeran Siddharta Gautama dan Film Indonesia memang tak ada hubungannya, selain hanya analogi kebetulan saya saja bahwa dalam hidup ini tentu tidak selamanya kita harus menafikan, mengingkari dan mencoba menutup-nutupi sebuah kenyataan yang sebenarnya ada dan nyata dalam hidup ini.



Bookmark and Share