Minggu, 29 Juli 2012

Pengalaman Melakukan Telegraphic Transfer (TT) Ke Luar Negeri

Telegraphic Transfer
Dari sekian banyak metode kirim uang ke luar negeri, Wire Transfer atau Telegraphic Transfer (TT) yang paling jarang saya gunakan untuk mengirim uang ke luar negeri. Selama ini saya lebih prefer dan sering menggunakan PayPal atau kartu kredit yang murah tanpa biaya dan aman untuk mentransfer uang ke luar negeri.

Mengapa Telegraphic Transfer jarang saya lakukan? Selain karena ribet harus datang ke bank, tidak bisa melalui internet banking, juga charge biaya transfernya yang lumayan mahal sehingga sebisa mungkin saya tidak menggunakan opsi pembayaran ini buat mengirim uang ke luar negeri.

Berapa biaya transfer yang dikenakan bank lokal untuk mengirim uang ke luar negeri melalui TT? Di bawah ini adalah bukti slip setoran saya melalui bank Mandiri waktu mengirim uang pembayaran order buku Jasa Pembelian Online saya ke Selandia Baru kemarin. Bisa baca di artikel ini “Pengalaman Menarik Transaksi Dengan Situs E-Commerce Selandia Baru”.

Spirit Entreprenur dan Kemajuan Bangsa

Buku BOM Business Owner Mentality
Setelah beberapa waktu yang lalu saya pernah mereview sebuah buku dengan menulis posting "Mengapa Perusahaan Besar sering Ganti Kepemilikan" yang mereview buku BOM Business Owner Mentality yang ditulis oleh Hendrik Lim, MBA, maka kali ini saya ingin sharing kembali isi buku tersebut melalui posting ini. Rasanya kurang lengkap kalau saya tidak lanjutkan dengan share apa isi dari buku tersebut.
Berikut saya nukil sebagian isi dari bab-bab di buku BOM yang menurut saya sangat menarik karena mengungkap beberapa fakta menarik tentang Entreprenerurship dan kegagalan usaha yang dilakukan banyak perusahaan besar. Selamat membaca:

Siapapun bisa terbang kemana saja. Kalau ia lepas dari apa yang mengkukungnya saat ini. Dua dari tiga orang menjawab tertarik untuk menjadi entreprenur, dan 34.9 % diantaranya berkata siap terjun  "Bila ada kesempatan"[1].  Dari data tenaga kerja, jumlah pekerja formal kita saat ini ada sekitar 30 juta. Ini berarti ada sekitar 20 juta orang yang punya animo "Calon entreprenur". Mereka punya keinginan dan rasa salut terhadap jiwa dan spirit entreprenurship. Namun menurut Ciputra Foundation, saat ini hanya ada sekitar 0.18 %  penduduk indonesia yang jadi Entreprenur. Hanya 2 diantara 1,000 orang yang jadi entreprenur. Kalau banyak yang mau, sedikit yang  bisa. Itu berarti ada issue yang belum terungkap. Sebagian besar terjun ke dunia yang amat kompetitif ini dengan trial dan errror. Delapan dari 10 berhenti tengah jalan dan rugi. Boro-boro mau jadi kaya, yang ada malah jadi bangkrut. Halaman buku ini memastikan Anda tidak terjerat pada pola yang sama. Tidak itu saja. Jika spirit entrepreneurship ini dibawa kedalam kultur perseroan, maka perseroan Anda akan melesat, melampau batas penghalang selama ini.

Pengalaman Menarik Transaksi Dengan Situs E-Commerce Selandia Baru

Beberapa hari yang lalu saya transaksi e-commerce ke situs Selandia baru. Anda tahu? Orang Selandia baru ternyata sangat percaya dengan saya, orang Indonesia yang katanya di mata dunia luar dianggap paling banyak penipunya. Gudangnya scammer dan transaksi fraud kartu kredit.
Palpung Bookstore New Zealand

Bayangkan, saya belum membayar, tepatnya payment belum mereka terima tapi barangya sudah dikirim duluan. Bukankah ini menyalahi aturan transaksi e-commerce di internet yang umumnya pasti menganut sistem pre order. Ada uang baru barang dikirim. Betul?