Rabu, 31 Maret 2010

Kuburan Dunia Maya

GraveKalau Anda disuruh memilih enakan mana? Lari Maraton? Lari Cepat? Ataukah lari-lari kecil, yang penting alon-alon asal klakon , maaf kalau Anda bukan orang Jawa, maksudnya adalah jalan pelan-pelan tapi yang penting tetap nyampek di tujuan?

Jika Anda pernah membaca bukunya Mas Wicak atau di dunia blogosphere lebih terkenal dengan nama Ndoro Kakung, dalam bukunya "Ngeblog Dengan Hati", ngeblog bisa diibaratkan seperti lari Maraton, bahkan katanya bisa lebih jauh dari itu. Bukan seperti Lari Cepat, begitu pluit dibunyikan Anda langsung tancap gas berlari sekencang-kencangnya berusaha untuk mencapai Finish duluan, selesai. Bukan!

Saya menulis artikel ini, terus terang karena sedih sebab beberapa sahabat blogger saya ternyata ada yang seperti itu. Ada yang seperti Lari Cepat, rajin sekali update posting, tapi itu dulu, bahkan sehari bisa sampai mencapai 3 posting, sangat rajin sekali. Tapi sekarang, sepertinya dia sudah mencapai finish sehingga tidak pernah update posting lagi. Alias sudah berhenti ngeblog.

Ngeblog memang tidak seperti pekerjaan lainnya. Selama Anda tidak benar-benar menjalankan sesuai dengan hati Anda, tidak dengan passion, biasanya yang sering dan sering terjadi ya seperti itu. Tiba-tiba berhenti ngeblog di tengah jalan tanpa sebab. Tanpa ada alasan yang jelas. Dan biasanya lagi, kalau motivasi ngeblognya memang hanya untuk Make Money Online, selagi pendapatan masih terus mengalir dari blognya, biasanya ngeblog akan tetap semangat alias jalan terus. Tetapi bila uang yang dia harap sudah tidak mengalir lagi dari blognya, maka berhentilah dia ngeblog.

Jika Anda kebetulan seorang blogger, harapan saya semoga Anda dan saya juga bukan termasuk yang seperti itu. Karena kalau tidak, saya prihatin! Kuburan Dunia Maya akan bertambah banyak. Blog-blog yang dulu ramai, rajin sekali diupdate dan dimoderasi komentarnya oleh bloggernya akhirnya ditinggal begitu saja dan akhirnya tak ada bedanya dengan Kuburan Dunia Maya.

Makanya, jujur saya sangat menghargai blog yang berbayar, terlebih yang sudah pakai hosting sendiri dan berbayar daripada blog gratisan yang mengekor atau menjadi subdomain di blogspot atau wordpress. Mengapa? Maaf, bukan saya kurang menghargai jenis blog yang gratis seperti itu. Karena prakteknya ada juga blogger yang serius ngeblog tapi masih tetap menggunakan blog gratis. Tetapi fakta yang lebih banyak, saya melihat kalau blog dibuat dengan pilihan berbayar kecenderungannya adalah akan eksis lama di dunia maya sebab bloggernya memang serius ngeblog. Kalau tidak serius mana mungkin dia mengeluarkan uang percuma buat ngeblog? Tentu akan sayang, bukan mengeluarkan uang sia-sia buat bayar dan perpanjangan domain dan hosting tiap tahun. Betul tidak?

Dan ini yang terpenting, kebiasan blogger kebanyakan kalau berhenti ngeblog, kebanyakan ya langsung ditinggal begitu aja. Tidak didelete sehingga akhirnya blognya menjadi Kuburan Dunia Maya. Sedihnya, ujung-ujungnya akhirnya menuh-menuhin dan menjadi sampah di dunia maya. Ya itu tadi karena gratis dan mengekor di blogspot atau wordpress sehingga terhapusnya akan tergantung kapan blogspot atau wordpress melakukan update. Dan mungkin itu butuh waktu lama, tak sebanding dengan penetrasi jumlah blog baru yang terus muncul setiap hari di internet.

Seperti yang pernah dikemukakan oleh Rick Klau, Manager produk Google:

“Dalam dua tahun terakhir saja, jumlah orang yang berkontribusi ke blog telah melonjak lebih dari dua kali lipat, dan setiap detik setiap harinya blog baru dibuat di Blogger.com.”


Anda bisa bayangkan betapa banyaknya blog lahir setiap harinya dan nantinya berpotensi menjadi Kuburan Dunia Maya kalau ujung-ujungnya blog hanya ditelantarkan oleh pemiliknya.

Coba Anda bandingkan dengan blog berbayar, dengan domain dan hosting sendiri. Begitu bloggernya ada niatan berhenti ngeblog maka otomatis perpanjangan domain dan hosting tentu tidak akan dilakukan lagi sehingga otomatis blog akan delete secara otomatis saat masa sewanya habis. Karena proses delete akan dilakukan oleh admin server tempat blog Anda di-hosting.

Akhirnya, sama seperti tulisan saya terdahulu, baca posting Ngeblog, Benarkah Hanya Trend Sesaat? Harapan saya semoga dunia blogosphre Indonesia tetap ramai dan eksis. Dan sahabat-sahabat saya yang kebetulan gairah ngeblognya mengalami masa surut, kembali bersemangat untuk melanjutkan ngeblog lagi. Amin.

Note:
Buat para sahabat blogger saya yang blognya tidak diupdate lebih dari satu bulan lamanya, saya akan tunggu maksimal satu minggu setelah posting ini. Jika dalam batas waktu tersebut blog Anda belum juga di-update maka saya mohon maaf dengan amat terpaksa saya akan delete link blog Anda dari blogroll saya. Karena saya tidak ingin outbond link dari blog ini keluar dengan sia-sia. Dan tawaran persahabatan dari saya tetap terbuka kembali jika suatu saat nanti Anda datang kembali untuk ngeblog. Silahkan Anda Contact saya, maka link Anda akan saya pasang kembali.




Bookmark and Share

Minggu, 28 Maret 2010

Profesi apa yang paling banyak menjadi Blogger?

bloggerProfesi apa yang paling banyak menjadi blogger? Seorang kawan pernah menodong saya dengan pertanyaan ini. Hem, ini pertanyaan yang menarik sekaligus agak susah saya jawab. Karena saya belum pernah melakukan survey tentang hal ini di dunia maya. Saya sempat mengernyitkan dahi, berpikir sejenak. Dan tetap saja saya belum ada gambaran apa-apa tentang profesi apa yang paling banyak menjadi blogger di internet.

"Memang apa ada hubungannya sebuah profesi dengan kegiatan ngeblog?" Tanya saya balik.

"Tidak ada hubungannya, sih. Hanya sekedar iseng nanya aja," tukas kawan saya tersebut enteng sambil nyengir.

Menjawab pertanyaan tersebut, saya kemudian mencoba flashback, mengingat-ingat kembali diantara sekian blogger yang pernah saya kunjungi blognya, baik yang sudah saya kenal baik di dunia maya maupun bukan, kemudian saya list. Dan hasilnya, saya bisa kelompokan profesinya sebagai berikut.

Mohon maaf sebelumnya, saya hanya bisa bahas profesi-profesi yang umum saja. Jika ada Profesi yang terlewat atau belum saya sebut di sini, saya persilahkan Anda tambahkan di kolom komentar. Okey, bisa saya mulai dari profesi yang sesuai dengan background saya dulu.

  • Engineer. Saya dulu di saat-saat awal ngeblog sempat berharap banyak bertemu dengan para blogger Engineer di dunia maya. Dan saya sedikit kecewa, ternyata blogger yang profesinya sebagai Engineer rasanya juga tidak banyak di internet. Berdasarkan pengalaman selama 3 tahun ngeblog, googling dan blogwalking kesana kemari, profesi Engineer tidak banyak yang nyambi ngeblog. Apa karena profesi Engineer lebih identik dan senang dengan bermain angka-angka dan hal teknis ketimbang mengarang sehingga ogah menulis? Entahlah.
  • Dokter. Kalau profesi Dokter sedikit lebih banyak dibanding Engineer. Bahkan sampai dengan hari ini saya masih sering berkunjung ke blog kawan-kawan saya di dunia maya yang berprofesi sebagai Dokter ini. Kawan Dokter yang sering saya kunjungi blognya diantaranya adalah dr. Vicky Laurentina, dr. Deddy Andaka dan dr. Nasir. Bahkan di blognya dr Deddy di Andaka Com, saya lihat blogroll-nya cukup banyak memuat jajaran para Dokter yang ngeblog.
  • Pengajar. Yang saya kelompokkan di profesi ini termasuk didalamnya adalah seorang guru, dosen, seorang trainer motivator. Sama seperti profesi Dokter, profesi pengajar juga cukup banyak saya lihat yang ngeblog di internet. Beberapa kali saya blogwalking dan membaca About Me sebuah blog yang saya kunjungi, bloggernya banyak yang punya latar belakang profesi sebagai pengajar.
  • IT. Profesi IT juga lumayan banyak yang menjadi blogger. Karena profesi IT sehari-harinya banyak berkutat dengan komputer, progaming, jaringan, web dll sehingga kegiatan ngeblog yang juga tidak jauh dengan bidang komputer dan internet dipilih juga sebagai kegiatan yang dilakukan di sela-sela aktifitas profesi offline-nya.
  • Jurnalis. Diantara sekian profesi yang sudah saya sebutkan di muka, sepertinya profesi Jurnalis yang menduduki peringkat paling sering dan banyak saya temui ngeblog. Mungkin karena profesi Jurnalis begitu dekat dengan dunia kepenulisan, yang merupakan satu syarat utama untuk bisa ngeblog, maka profesi Jurnalis sangat banyak saya jumpai ngeblog di internet. Terus terang, bahkan sampai dengan hari ini saya masih terus belajar dari blogger-blogger Jurnalis karena kepiawaian mereka dalam mengolah dan merangkai kata-kata menjadi bentuk tulisan yang sangat menarik dibaca pengunjung.
Kesimpulannya, lantas Profesi apa yang orangnya paling banyak ngeblog. Apakah profesi Jurnalis?

Tidak! Ternyata faktanya justru adalah diluar semua profesi-profesi yang telah saya sebutkan di atas. Yaitu, yang paling banyak adalah blogger yang menjadikan kegiatan ngeblognya sebagai profesi, menjadikan kegiatan ngeblog untuk mengais rejeki dari internet, atau bahasa kerennya adalah Internet Marketer. Justru blogger seperti inilah kalau menurut saya yang paling banyak bertebaran di blogosphere internet. Bukan blogger dengan profesi-profesi yang saya sebut diatas.

Pertanyaan saya diakhir posting ini: Jika Anda yang baca tulisan ini kebetulan adalah seorang blogger, Anda termasuk blogger yang mana? He....He.... He....




Bookmark and Share

Sabtu, 27 Maret 2010

6 Alasan Mengapa Orang Mempunyai Ponsel Banyak

Nokia E88Artikel ini saya tulis bukan bertujuan semata-mata sebagai pembenaran terhadap diri saya yang secara kebetulan memang memiliki tiga ponsel, tetapi saya tulis berdasarkan sedikit riset dan investigasi saya kepada beberapa orang kawan tentang fakta-fakta yang menjadi alasan secara umum mengapa sampai mempunyai nomor ponsel banyak lebih dari satu. Kalau Anda pernah membaca artikel saya sebelumnya, baca “7 Alasan Mengapa Sebaiknya Kita Punya Account Email Lebih Dari Satu” maka sama seperti Email, jaman sekarang jika orang hanya mempunyai satu nomor ponsel saja rasanya ada yang masih kurang.
 
Dulu saat awal-awal munculnya ponsel CDMA, banyak orang akhirnya ndobel ponselnya, saku kiri bawa ponsel GSM, saku kanan mengantongi ponsel CDMA. Karena nelpon pakai CDMA pulsanya jauh lebih murah dibanding GSM, makanya ponsel GSM saja rasanya belum cukup.
 
Dan kini, memiliki ponsel GSM dan CDMA saja tanpa memegang BlackBerry rasanya ada yang masih kurang juga. Meski bagi sebagian orang ada yang menganggap memiliki beberapa ponsel katanya membuat ribet dan sangat tidak praktis, saya sebut ini golongan orang yang pertama, tapi sebagian orang lagi, saya sebut ini golongan kedua, ada yang menganggap ponsel satu saja tidak bisa mengakomodir semua keinginan pemiliknya. Salah satu alasan diantaranya seperti yang akan saya kemukakan berikut ini.
 
Saya tidak tahu Anda termasuk tipe orang yang mana. Tapi terlepas Anda tipe orang pertama atau yang kedua, berikut saya kemukakan beberapa alasan umum yang mendasari orang mengapa bisa sampai mempunyai nomor ponsel banyak lebih dari satu:

  1. Komunitas. Manusia adalah mahluk sosial sehingga keberadaan dirinya tidak akan lepas dari komunitas para manusia lain disekelilingnya. Contoh sederhana jika komunitas Anda rata-rata adalah para pengguna BlackBerry sementara ponsel Anda bukan BB maka agar Anda bisa bergabung dalam komunitas grup Blackberry Messenger (BBM) kawan-kawan Anda, mau tidak mau akhirnya Anda harus pakai BlackBerry. Saat ini biaya berlangganan BIS termurah adalah dari operator 3 (Rp 88 ribu/bulan), urutan kedua adalah operator AXIS (Rp 120 ribu/bulan). Sementara mayoritas nomor ponsel kebanyakan orang adalah bukan dari kedua operator pendatang baru tersebut sehingga pilihannya otomatis tetap mempertahankan nomor dari ponsel lamanya kemudian menambah nomor ponsel baru khusus untuk berlangganan BlackBerry.
  2. Berhemat. Sampai saat ini kebijakan semua operator telekomunikasi seluler di negara kita masih menerapkan kebijakan dengan biaya nelpon murah kalau melakukan panggilan sesama operator saja, bukan untuk panggilan lintas operator. Sehingga kalau ingin Hemat orang terpaksa harus memegang lebih dari satu nomor ponsel dengan beberapa operator sekaligus yang berbeda agar bisa hemat dan berlama-lama nelponnya. Baca artikel saya “Saya Mirip Tukang Rombeng Apa Orang Smart?
  3. Public Figure & Privacy. Seorang public figure, entah itu artis atau orang yang karena jabatannya menjadi dikenal banyak orang, mempunyai ponsel satu saja juga tidak cukup untuk mendukung aktifitas sehari-harinya yang super sibuk sehingga perlu memisahkan daftar kontaknya ke beberapa ponsel agar lebih mudah untuk memanage komunikasi antara teman-teman bisnis/kantor dengan teman dalam urusan pribadinya.
  4. Lifestyle. Dulu, bahkan mungkin sampai sekarang, saat awal kemunculan Blackberry, rata-rata orang menggunakan BB hanya demi Lifestyle belaka agar terlihat keren dan modern, bukan karena kepincut oleh fitur bisnis BlackBerry yang memang powerful. Ponsel bagi tipe orang seperti ini dianggap atau disejajarkan sebagai barang fashion, sebagai aksesoris pendukung penampilan pemiliknya disamping fungsinya untuk berkomunikasi. Maka jenis orang seperti ini tentu ponsel satu saja juga belumlah cukup.
  5. Bisnis & Privacy. Ada tipe orang tertentu yang tidak ingin mencampur-adukkan urusan bisnis atau kantor dengan urusan pribadinya sehingga urusan kantor atau bisnis akan menggunakan nomor telpon kantor, dan urusan pribadi akan menggunakan nomor pribadi sehingga mau tidak mau orang seperti ini akan memakai ponsel lebih dari satu.
  6. Selingkuh. Ini juga salah satu alasan mengapa orang punya ponsel banyak. Selingkuh! Beberapa waktu yang lalu salah satu sahabat blogger wanita saya pernah mengatakan dalam sebuah komentarnya, bisa baca komentarnya disini. Katanya, orang kalau ponselnya banyak biasanya kebanyakan selingkuhannya. He…He….
Itulah diantaranya 6 Alasan Mengapa Orang Mempunyai Ponsel Banyak. Untuk point alasan yang pertama, Komunitas, itulah yang akhirnya menjadi alasan saya dan terpaksa membuat saya harus menjilat ludah saya kembali, mengingkari tulisan saya pada artikel 10 Alasan Mengapa Saya Tidak Suka BlackBerry.

Nah, bagaimana dengan Anda, adakah diantarnya ke-6 alasan diatas yang salah satunya termasuk menjadi alasan Anda? Ataukah, jangan-jangan Anda termasuk golongan orang yang pertama, yang tetap setia seumur hidup dengan satu-satunya nomor ponsel yang Anda miliki sekarang, seperti jargon yang dimaui iklan provider CDMA dalam posting saya sebelumnya? Gratis Sepuasnya Seumur Hidup!




Bookmark and Share

Selasa, 23 Maret 2010

Balas Dendam Ala Blogger

Perfect MoneyBukan maksud hati untuk balas dendam meskipun rasanya balas dendam pun sah-sah aja saya lakukan karena, toh Perfect Money sudah mengecewakan saya. Dan kemarin saya sempat kaget waktu cek statistik kata kunci yang masuk ke blog ini. Saya tidak menyangka kalau akhirnya optimisasi SEO pada artikel saya. Baca Perfect Money Scam akhirnya berhasil sukses membuat blog saya nangkring di halaman pertama 10 Besar Hasil Pencariaan Google Indonesia dengan kata kunci Perfect Money, berhasil mengalahkan 108.000.000 website lain yang mengandung kata kunci yang sama.

Perfect Money

Dan celakanya lagi, begitu frasa kata kunci yang saya ketik ingin saya rubah menjadi Perfect Money Scam, saya sempat kaget waktu mengetikkan frasa Perfect Money, ternyata jejak Google dalam kotak pencariannya memberitahu saya, ada juga orang yang sama dengan unek-unek saya kemarin, mencari dengan kata kunci Perfect Money Scam. He…. He….. Silahkan lihat hasil copi Print screen berikut ini:

Perfect Money

Apakah ini yang dinamakan Balas Dendam Ala Blogger? Saya tidak tahu, yang jelas Google sepertinya tanggap dan berusaha memberi warning kepada orang-orang yang membutuhkan informasi tentang Perfect Money dari mesin pencariannya agar lebih berhati-hati dan tidak mengalami nasib sama seperti yang menimpa saya. Terima kasih Mbah Google. Tidak terima kasih untuk Perfect Money. Dan terima kasih buat Anda yang sudah meluangkan waktu untuk membaca posting yang tidak penting ini. Hi… Hi….

Note:
Dengan menulis review negatif dan dioptimisasi di mesin pencari, terlebih bisa sukses di halaman pertama pencarian Google, saya sudah seperti melakukan Balas Dendam Ala Blogger.




Bookmark and Share

Sabtu, 20 Maret 2010

Berapa Perkiraan Umur Hidup Anda?

Promo SMARTApakah Anda tidak tergoda dengan salah satu iklan provider telpon CDMA ini? Sebuah Iklan yang sangat bombastis kalau menurut saya. Betapa tidak? Penawaran yang diberikannya sungguh sangat menggiurkan. Gratis! Sepuasnya Seumur Hidup untuk akses Facebook, Chatting dan Browsing.

Penawaran tersebut bukan penawaran main-main tapi memang benar, tapi syaratnya asal Anda browsing dan akses Facebook-nya menggunakan Opera Mini dengan menggunakan ponsel dan simcard dari operator CDMA yang diiklankan tersebut. Kalau Anda ingin tahu detil selengkapnya silahkan baca disini. Dan jika tertarik buruan apply karena promo ini hanya berlaku untuk aktivasi sampai dengan 31 Maret 2010.

Terlepas penawaran ini menarik, yang perlu saya garis bawahi adalah kata-kata yang cetak tebal gede warna merah yang mengatakan Gratis! Sepuasnya Seumur Hidup. Kalau yang dimaksud seumur hidup adalah seumur hidup Anda atau saya, si pemakainya, dan yang menjadi parameter adalah AHH (angka harapan hidup) orang Jogja, luar biasa. Itu artinya bisa gratis selama 73 tahun. Bukankah ini tidak luar biasa?

Anda boleh saja berbeda pendapat dengan saya dan menerjemahkan kata-kata iklan tersebut tidak sesuai gambaran saya diatas, yaitu Gratis! Sepuasnya Seumur Hidup orangnya. Tetapi kalau saya sendiri menginterpretasikan iklan tersebut, memang bukan seperti itu. Bukan gratis seumur hidup umur orang atau pemakainya, tapi cuma gratis seumur hidup dari umur ponselnya aja.

Mengapa bisa begitu? Ponsel adalah jenis barang elektronik. Berapa, sih paling banter umur sebuah barang elektronik? 5 tahun? 10 tahun? 50 tahun? Atukah bisa sampai 100 tahun?

Rasanya mustahil ada barang elektronik apalagi ponsel bisa tetap awet dan tidak rusak-rusak dipakai diatas 10 tahun? Tak terkecuali ponsel buatan Samsung tersebut. Itu alasan pertama.

Alasan kedua, Saat ini boleh jadi Facebook memang masih sangat populer sehingga masih bisa menjadi daya tarik. Tapi adakah teknologi yang tetap abadi selamanya? Atau tidak mengalami perubahan sama sekali selama 5 atau 10 tahun kedepan?

Kalau Anda adalah orang IT atau pengamat teknologi, rasanya hampir tidak ada teknologi yang tetap diam di tempat, statis tanpa perubahan apapun selama rentang waktu selama itu, tak terkecuali Facebook dan Opera Mini yang dibundling dalam ponsel tersebut. Karena Facebook dan Opera Mini adalah sebuah produk teknologi. Bisa jadi 5 atau 10 tahun kedepan teknologinya bisa menjadi jadul dan ganti dengan situs social media atau browser lain yang terbarukan. Siapa yang bisa menjamin Facebook dan Opera Mini tetap eksis selama itu?

Kesimpulannya, karena kedua alasan tersebut, bolehlah saya menyimpulkan bahwa kata-kata yang dimaksud seumur hidup tersebut adalah seumur hidup ponselnya, bukan seumur hidup saya atau Anda. Jadi pertanyaan yang ada dalam judul artikel ini: "Berapa Perkiraan Umur Hidup Anda?" Saya harap Anda tidak perlu lagi repot-repot apalagi coba main tebak-tebakan dengan saya tentang umur hidup Anda. He.... He....He......


PS: Semoga Anda tetap bijak menyikapi tawaran menarik tersebut.




Bookmark and Share

Jumat, 19 Maret 2010

Perfect Money Scam

Perfect Money ScamPerfect Money Scam! Itu ungkapan rasa kecewa, sakit hati dan kekesalan saya setelah dua bulan lamanya Perfect Money tidak membayarkan earning yang seharusnya mereka bayarkan kepada saya pada tanggal 17 Maret 2010 kemarin. Bagaimana tidak kesal? Bukannya earning yang saya  terima tapi malah surat cinta palsu yang dikirimkan ke saya. He.... He.... 

Berikut saya kutip email penjelasan dari Perfect Money yang menerangkan alasannya secara sepihak mengapa pembayaran kepada saya belum dibayarkan:


Dear member of the PM for Business program!

Your web site has been excluded from the list of program members by the
decision of the Perfect Money administration which reserves a right to
exclude web sites from the member list of the PM for Business program
without giving reasons.

Please note, that if you have applied for programm(s) other than
"Reward to site owners with logo of Perfect Money", you are still
participating.

Also, if you linked us with special referral link you will continue
getting payments
according our standard referral program. Terms of referral program can be found here:
https://perfectmoney.com/promotion_materials.html

Taking a chance we would like to inform about another feature we implemented, which can be useful for web-masters, especially for bloggers.
From now you have an opportunity to place a special button on your website/blog and start accepting payments or donations in Perfect Money e-currency immediately.
To create a payment button go to: http://perfectmoney.com/create_button.html


Best Regards,
Administration of Perfect Money



Sebelumnya memang saya lewat email menanyakan mengapa pembayaran ke saya belum juga dibayarkan padahal banner Perfect Money sudah saya pasang mulai tanggal 17 Januari 2010 lalu, sejak permohonan saya telah diapproved oleh Perfect Money, baca artikel saya Apa godaan terbesar NgeBlog?

Apakah Perfect Money Scam? Kalau dibilang Scam beberapa kawan blogger saya, beberapa diantaranya sampai saat ini banyak yang masih dibayar, meskipun tidak sedikit juga kawan blogger saya ada juga yang dikecewakan seperti kasus saya ini.

Lantas bolehkah Perfect Money disebut Scam? Scam apa tidak, kenyataannya sekarang untuk join dengan Perfect Money syaratnya makin diperketat. Kalau dulu blog gratisan pakai wordpress dan blogspot bisa, sekarang sudah tidak bisa lagi. Terus syarat Page Rank yang awalnya 2 kemudian naik jadi PR 3 (saat saya daftar masih PR 3). Dan sekarang, syaratnya minimal blog harus sudah ber-Page Rank 5.

Anda bisa mengira-ngira sendiri arahnya kemana, dalam waktu relatif singkat syarat makin diperketat. Itu artinya, bisa jadi bandarnya jebol alias mulai tidak mampu bayar lagi karena penetrasi blog yang semakin banyak ikutan dalam program ini. Jadi berhati-hatilah kemungkinan suatu saat benar-benar tidak dibayar, bisa saja terjadi kalau keuangan mereka makin defisit, tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk membayar blogger yang ikutan join dalam program ini.

Mungkin saja langkah yang diambil oleh Perfect Money bisa jadi sebuah langkah yang tepat, karena meski mereka sudah melakukan promosi segencar itu, mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk biaya afiliasi marketing dengan para blogger, tapi eksistensi Perfect Money sampai tulisan ini saya tulis, keberadaannya tetap tidak bisa mengalahkan dominasi  Paypal, sebagai satu-satunya alat pembayaran virtual universal terbesar, yang banyak dipakai oleh merchant di seluruh dunia yang melakukan transaksi E-Commerce di internet.

Dan dalam kasus saya ini kalau saja Perfect Money, bisa sedikit lebih proaktif dengan menjelaskan kepada membernya seperti saya, tanpa menunggu ditanya dulu baru menjawab, rasanya saya tidak akan sekecewa ini. Memang, sih posisi Perfect Money pasti akan menang dari saya karena mereka yang mengeluarkan programnya maka sudah pasti saya harus tunduk dengan TOS (term of service) yang dikeluarkan oleh mereka, tetapi sebagai perusahaan jasa yang harusnya mengutamakan service apakah memang sudah semestinya mereka berbuat seperti itu, memperlakukan para patnernya dengan seenaknya. Maaf, saya sebut partner karena mereka menyebut saya sebagai partnernya.

Dari peristiwa ini saya yakin Anda bisa menyimpulkan sendiri, mereka, maksud saya Perfect Money, apakah profesional apa tidak? Dan bagi Anda yang sudah mempunyai account di Paypal, silahkan Anda bandingkan, lebih profesional mana antara Perfect Money dan Paypal?

Adakah diantara Anda yang sudah dikecewakan oleh Perfect Money sama seperti saya?




Bookmark and Share

Selasa, 16 Maret 2010

Modem Fenomenal

Modem InternetSebenarnya ini Modem hanya Modem biasa. Modem jenis USB merk SpeedUp tipe SU-9000U, dengan kecepatan dowloadnya sudah HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) sebesar 7.2 Mbps dan kecepatan uploadnya sudah HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access) sebesar 2.1 Mbps. Tapi kejadian demi kejadian yang saya alami dengan Modem ini sejak awal beli sampai sekarang yang penuh dengan kejutan bolehlah saya sebut fenomenal, karena seringkali mengejutkan saya akibat munculnya kejadian yang tanpa bisa saya duga sebelumnya.

Kejadian pertama, pada bulan Desember 2009 lalu saya sempat mengatakan dan menulis artikel tentang modem tersebut sebagai Modem Mubazir. Betapa tidak? Karena percuma saya beli modem dengan teknologi peripheralnya yang sudah tinggi, tetapi speed Telkomsel Flash yang menjadi pasangannya ternyata masih jauh tertinggal dibelakangnya.

Terus Mubazir yang kedua, saat masa pemakaian awal selama enam bulan dari promo pembeliannya yang mendapatkan bonus sebesar 500 MB/ bulan sudah habis, rencananya saya ingin lanjut dengan apply paket Telkomsel Flash Unlimited. Tapi apa? Ternyata programnya sudah ditutup. Saya kecele. Saya akhirnya kecewa.

"Terus modemnya mau dipakai apa?" Sungut saya kala itu.

Kemudian demi agar tidak Mubazir akhirnya saya terpaksa apply paket Telkomsel Flash Reguler volume base 500 MB/ bulan dengan biaya abonemen sebesar Rp 125 ribu/ bulan. Maklum, modemnya memang modem lock sehingga tidak bisa saya pakai dengan menggunakan simcard operator lain.

Dan alamak, pada pemakaian bulan pertama pada Januari 2010 atau tagihan Februari, saya dibuat terkejut setengah mati. Angka tagihan Flash-nya meledak ke angka Rp 405.065,-

Mungkin bagi Anda yang banyak duit angka segitu tidak terlalu besar, tapi bagi saya itu sudah lumayan cukup membuat saya terkaget-kaget, terlebih itu bukan tagihan internet saya satu-satunya. Karena saya juga masih harus keluar duit lagi untuk bayar tagihan Flash pada Kartu Halo di ponsel saya. Terus juga harus ngopeni pulsa untuk Modem SMART saya, yang saya pakai sebagai secondary modem saya.

Akhirnya bulan Februari 2010 akhir, Flash-nya terpaksa saya tutup karena saya takut makainya kebablas lagi sehingga dipertengahan Februari saya mulai stop tidak menggunakan modem tersebut. Dan pada tanggal 1 Maret 2010 saya datang ke Grapari Jogja untuk melalukan penutupan kartu Halo-nya.

Pada hari Senin, 15 Maret 2010 kemarin tagihan Halo buat Flash yang sudah saya tutup tadi baru nyampek kantor saya dan saya terima. Lagi-lagi saya terkejut begitu saya buka tagihannya. Ternyata masih tinggi angkanya, yaitu sebesar Rp 280.750.

"Ini aneh?" Pikir saya. Lha, wong saya sudah nggak pakai kok masih setinggi itu. Saya mulai curiga dan su'udon dengan Telkomsel.

"Jangan-jangan ada yang tidak beres ini?" Saya bertambah curiga. Kok, perincian pemakaiannya tidak dilampirkan? Terus muncul biaya voice di billing statementnya, padahal saya tidak pernah pakai buat nelpon. Wong itu hanya khusus buat modem jadi mana pernah saya pakai buat nelpon.

Akhirnya, terpaksa saya putuskan kembali mendatangi Grapari untuk menanyakannya. Dan setelah di Grapari saya dijelaskan ternyata memang ada kesalahan pada sistem billing di Telkomselnya sehingga data pada angka tagihannya memang tidak valid. CS Grapari-nya menjelaskan kepada saya seharusnya yang benar tagihan saya hanya bayar abonemen saja, tidak sebesar itu.

Saya lantas punya pikiran jelek: "Kok, bisa perusahaan gede sekelas Telkomsel punya sistem billing kacau begini? Jangan-jangan ini disengaja? Buktinya perinciannya sengaja tidak dilampirkan di tagihannya," pikir saya kembali ber-su'udon.

Saya tiba-tiba jadi ingin membandingkan antara perusahaan Telekomunikasi dengan PLN. Keduanya sama-sama perusahaan pelayanan publik tapi setidaknya PLN, meski banyak orang yang tidak puas dengan pelayanan PLN, tapi sistem pencatatan billing pada PLN lebih baik dan transparan dibanding Telkom atau Telkomsel. Mengapa? Karena PLN pasang KWH di rumah pelanggan, sementara Telkom tidak sehingga transparansi perhitungannya lebih terbuka punya PLN.

Begitulah cerita tentang Modem Fenomenal saya. Kini akhirnya terpaksa harus saya pensiunkan kembali modem saya tersebut. Karena saya nggak kuat ngopeni biaya internetnya. Jadi saya mending pakai Flash Unlimited saya, sama modem SMART saja.




Bookmark and Share

Senin, 15 Maret 2010

The Power of Giving

The Power of GivingMENULIS identik dengan berbagi, dengan memberi. Ada yang bilang BERBAGI itu indah, bikin Hidup jadi lebih Hidup. Benarkah? Kalau misalnya benar, mengapa ada banyak orang pintar sekarang ini tapi tidak sedikit yang masih beranggapan jika saya membagi ilmu saya, bukankah itu berbahaya buat diri saya sendiri, karena bisa membuat saya bisa tidak dibutuhkan lagi, berbahaya karena mereka yang akan saya bagi ilmu suatu saat akan menjadi pesaing saya.

Atau, saya juga sering menjumpai ada orang yang gemar membaca tapi enggan untuk menulis. Anda masih ingat dengan point ke-8 pada salah satu tulisan saya 10 Alasan Mengapa Orang Enggan Ngeblog? Silahkan Anda baca dulu tulisan saya tersebut jika kebetulan Anda belum sempat membacanya.

Terkait dengan MEMBERI atau bahasa kerennya The Power of Giving. Saya ada cerita menarik yang menggambarkan tentang kekuatan memberi. Saya kutip dari tulisan seorang Life Inspirator, Johanes Arifin Wijaya dari Majalah Intisari, ada cerita menarik yang menggambarkan tentang hal memberi, dari buku The Man Nobody Knows karya Bruce Barton. Dalam buku tersebut diceritakan, di Palestina ada dua laut, laut yang pertama bernama Laut Mati dan yang kedua bernama Laut Galilea. Keduanya sangat berbeda jauh meskipun sebenarnya berasal dari aliran sungai yang sama, yaitu berasal dari sungai Yordan.

Apa perbedaan dari kedua laut tersebut? Kalau Laut Mati, rasanya sangat asin karena kandungan garamnya sangat tinggi, lebih tinggi dari asinnya air laut pada umumnya. Sehingga karena saking asinnya menebarkan bau yang sangat tidak sedap ke sekeliling pantainya sehingga tak ada orang yang ingin atau mau tinggal di sekitar lautnya apalagi hidup didalamnya, karena mahluk hidup akan mati kalau hidup di dalamnya.

Sementara laut yang satunya bernama danau Galilea atau sering disebut Laut Galilea. Mengapa disebut laut dan bukan danau? Karena saking luasnya maka banyak orang menyebutnya laut. Berbeda dengan Laut Mati yang memang mati beneran karena tidak menebarkan kehidupan di sekitarnya, kalau Laut Galilea ini airnya sangat jernih, bisa diminum, banyak ikan, dan manusia suka berenang di dalamnya. Danau itu juga dikelilingi ladang dan kebun hijau dan banyak orang yang mendirikan rumah di sekitarnya.

Kalau keduanya berasal dari sungai yang sama, mengapa keduanya bisa jauh berbeda 180 derajat? Apa penyebabnya? Penyebabnya ternyata disebabkan karena karena laut yang satu, yaitu Laut Mati hanya mau menerima tapi tidak mau Memberi, sementara laut yang satunya, Laut Galilea mau menerima tapi juga mau memberi. Aliran air dari sungai Yordan yang mengalir ke Laut Galilea dari dasarnya dialirkan juga ke danau lain yang kemudian memanfaatkan airnya, sementara Laut Mati serakah, air yang masuk hanya ditampung di lautnya sendiri tidak pernah keluar lagi.

Luar biasa! Bukankah ini sebuah gejala alam yang diberikan tuhan untuk mengingatkan kita semua agar kita mau BERBAGI, TIDAK SERAKAH dan mau MEMBERI kepada sesama?

Hem, kalau ada kata MEMBERI, saya jadi ingat dengan tulisan dalam posting saya terdahulu. Baca BerQurban, Benarkah Hanya Untuk Orang Kaya? Didalam tulisan saya tersebut saya mengutip tulisan pada buku difference for excellence karangan Ashoff Murtadha. Di buku tersebut ada kata-kata seperti ini:

“Untuk menolong si miskin, seseorang tidak perlu menunggu jadi kaya. Untuk menolong orang susah, ia tidak perlu menunggu hidupnya mudah. Untuk menolong orang bodoh, ia tidak perlu menunggu menjadi pintar dulu. Untuk melakukan kebaikan, ia tidak harus menunggu segala sesuatu pada dirinya sempurna dulu. Justru penyempurnaan akan dicapai saat kebaikan itu dijalankan. Penyempurnaan itulah yang akan terus berkembang bersamaan dengan berkembangnya amal kebaikan.”

Saya bukan seorang inspirator, juga bukan seorang motivator, tapi lewat tulisan ini tidak ada salahnya, kan saya ingin mengajak Anda untuk BERBAGI, bisa berbagi dengan cara memberi sesuatu yang tidak selalu bersifat materi. Contoh salah satunya dengan MENULIS atau ngeblog seperti saya misalnya, yang siapa tahu bisa memberi manfaat buat orang lain.




Bookmark and Share

Sabtu, 13 Maret 2010

6 Syarat yang perlu diperhatikan sebelum Tukar Link

Tukar LinkAkhir-akhir ini saya banyak mendapat tawaran dari kawan blogger yang ingin bersahabat dengan blog saya, alias ingin mengajak ber-Tukar Link. Kalau menurut Anda apakah hanya Tukar Link satu-satunya cara untuk bersahabat di dunia maya? Apakah tidak ada cara lain selain hanya sekedar Tukar Link? Contohnya, dengan cara saling mengunjungi atau saling meninggalkan komentar secara reguler misalnya.
 
Maaf, kalau saya sendiri mengartikan ajakan Tukar Link sebenarnya bisa bermakna ganda. Makna yang pertama, ini yang secara eksplisit terang-terangan disampaikan oleh kebanyakan kawan blogger, ingin menjalin persahabatan di dunia maya. Makna yang kedua, ini yang tidak pernah disampaikan secara terus-terang, yaitu ingin mendapatkan backlink untuk meningkatkan link popularity blognya dia.

Mengapa saya berani menyimpulkan demikian? Selama hampir 3 tahun saya ngeblog, rata-rata blog yang getol untuk ngajak Tukar Link adalah kebanyakan blog yang punya Page Rank rendah, yaitu tidak lebih dari PR 2. Yang banyak malah blog yang belum apa-apa alias belum ber-PR atau ber-PR 0. Saya belum pernah mendapati ada kawan blogger yang blognya ber-PR 3, 4, 5 keatas berniat mengajak Tukar Link dengan blog ini. Karena blog yang sudah punya PR 3 keatas biasanya memang sudah cukup terkenal di internet sehingga bloggernya sudah tidak perlu cari-cari backlink untuk menaikkan popularitas blognya dia karena blognya biasanya sudah cukup populer dan eksis di dunia maya.

Pertanyaan saya, benarkah Tukar Link atau mengumpulkan backlink bisa menaikkan popularitas blog kita di internet? Jawabnya tergantung, kalau berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya, tergantung dengan beberapa syarat. Apa saja syaratnya? Berikut adalah 6 syarat yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk mengajak ber-Tukar Link:

  1. Apakah ada relevansi tema dan topik antara blog Anda dengan blog yang ingin Anda ajak ber-Tukar Link? Jika tidak ada, percuma karena tidak terlalu berpengaruh significant untuk menaikkan link popularity blog Anda.
  2. Page Rank dan Alexa-nya minimal sama atau lebih tinggi peringkatnya dari blog Anda. Ini sudah jelas kalau sebuah blog PR-nya tinggi pasti populer di internet sehingga backlink dari blog seperti ini berpotensi untuk menaikkan traffic blog Anda, juga bisa buat mendongkrak PR blog Anda.
  3. Maksimal outbond link blogroll dari blog yang akan diajak Tukar Link tidak lebih dari 50 link. Bahkan ada yang berpendapat katanya malah cuma 10 link. Terlepas ini mana yang benar, intinya, semakin banyak outbond linknya maka semakin rendah kualitas backlink yang kita dapat dari sebuah blog.
  4. Blogroll Anda harus ditaruh di sidebar atau homepage halaman utama blognya. Jangan mau kalau Anda diajak Tukar Link tapi link ke blog Anda ternyata ditaruh di halaman blog atau di sub domainnya. Karena kebanyakan yang tinggi Page Rank-nya adalah halaman utamanya, bukan sub domainnya.
  5. Jangan ber-Tukar Link dengan blog yang tidak serius atau blog yang jarang diupdate, karena blog begini bisa membebani atau merugikan blog Anda. Blog Anda bisa terkena imbas ikut turun Page Rank-nya. Kecuali kalau blog yang dimaksud memang PR-nya tinggi, boleh dikecualikan.
  6. Jangan ber-Tukar Link dengan blog yang mengandung segala sesuatu yang dilarang seperti content yang mengandung unsur pelanggaran hak cipta, content porno, content hacking dan Tindakan-tindakan Ilegal sejenis lainnya yang sangat dibenci oleh Google. Karena ber-Tukar Link dengan blog begini sangat merugikan blog Anda sendiri. Blog Anda bisa kecipratan getah negatifnya.
  7. ………..
Dan masih banyak lagi. Silahkan Anda tambahkan jika dirasa ada yang masih kurang dan terlewat di point 7 dst.

Demikian, mudah-mudahan posting ini bisa sedikit menjawab pertanyaan dari kawan blogger yang permohonan Tukar Link-nya, maaf, belum bisa saya kabulkan karena salah satunya adalah karena alasan seperti yang saya sebutkan diatas. Namun jika keenam syarat-syarat ini ternyata cocok dan bisa Anda penuhi, silahkan Anda tinggalkan komentar dan link blog Anda di posting ini, insya Alloh secepatnya akan saya link balik, terima kasih.




Bookmark and Share

Jumat, 12 Maret 2010

Blog Peduli Energi

Energy saving modeManusia peduli energi mungkin sudah terlalu biasa dan tentu sudah seharusnya, tetapi bagaimana kalau yang peduli energi itu adalah sebuah Komputer, atau tepatnya sebuah webblog di internet?

Saya coba menebak ide awal Blog Peduli Energi ini bisa jadi karena melihat kebiasaan orang dalam berinternet. Karena hampir semua browser saat ini sudah support untuk dipakai browsing secara multitab sekaligus, saya yakin rata-rata Anda yang sering berinternet pasti langsung membuka atau browsing beberapa halaman sekaligus. Kebiasaan ini memang lebih efisien untuk menghemat waktu dan lebih efektif daripada membuka halaman web satu persatu. Mengapa? Karena tidak semua halaman web bisa cepat dibuka, entah karena load dari server webnya yang memang lama atau bisa juga karena Speed Koneksi Internet Anda yang memang lemot, sehingga agar proses berinternet tidak menjemukan maka saat waktu menunggu loading bisa disambi sambil melihat halaman web yang lain. Makanya, ada pendapat yang mengatakan agar blog Anda tidak ditinggal atau di-close pengunjung, usahakan waktu loading blog Anda tidak lebih dari sepuluh detik.

Kebiasaan tersebut mungkin sedikit mirip dengan kebiasaan Anda menonton TV. Yaitu saat TV menampilkan jeda iklan, kebiasaan orang secara umum juga akan pindah-pindah channel untuk menengok acara stasiun TV yang lainnya.

Terkait dengan kebiasaan berinternet dan menggunakan komputer tadi kalau dilihat dari kaca mata Energy Saving justru malah sebaliknya, bukan efektif dan efisien lagi tapi malah menjadi boros energi. Jika sebuah komputer dipakai untuk multitasking, membuka banyak aplikasi sekaligus atau meload halaman web lebih dari satu maka kerja prosesor akan menjadi lebih berat. Itu artinya prosesor dipaksa kerja ke level yang lebih tinggi dari level performance normalnya sehingga otomatis butuh Energi yang juga lebih tinggi pula.

Dan rupanya, perilaku itu kemudian ditangkap oleh salah seorang master blogger lewat blognya. Kemarin saat saya blogwalking ke blognya Paman Tyo tanpa sengaja saya melihat tampilan blognya memunculkan tampilan blank Energy Saving Mode saat beberapa detik saya tinggal untuk browsing ke halaman web lain. Saya sempat terkejut saat menggerakkan mouse tiba-tiba blank screen di komputer saya bergerak memunculkan halaman web kembali setelah sejenak tampilannya sempat blank.

Kalau Anda penasaran atau sekedar ingin tahu tampilan Blog Peduli Energi itu seperti apa, silahkan langsung aja berkunjung kesana.




Bookmark and Share

Rabu, 10 Maret 2010

Mudahnya daftar Paypal tapi makin sulit daftar di eBay

Paypal and eBayAnda belum punya account Paypal dan berniat ingin daftar di Paypal? Jika belum, sekarang daftar Paypal semakin mudah. Mengapa mudah? Karena bisa menggunakan bank lokal untuk verifikasi. Tidak perlu pakai kartu kredit atau VCC (Virtual Credit Card) seperti dulu lagi. Saya tidak akan bahas cara daftarnya gimana dalam posting ini. Jika Anda kebetulan belum punya account Paypal dan berniat daftar silahkan baca-baca petunjuknya di blog kawan saya Link Sukses dan download freeall. Atau bisa juga di blog Andaka com. Silahkan Anda kunjungi dan pilih cara yang paling gampang menurut Anda.

Kemudahan ini, selayaknya memang patut disambut gembira buat yang belum punya account Paypal dan berniat daftar karena dulu agak susah daftar Paypal kalau belum punya kartu kredit. Kalaupun punya jika kartu kreditnya diterbitkan oleh bank lokal juga sulit diterima. Mintanya kartu kredit VISA bank asing.

Namun satu yang menjadi ganjalan saya sekarang. Salah satu syarat untuk ikut lelang di eBay adalah harus punya account Paypal. Dan meski banyak pihak mengatakan Paypal aman, tapi eBay sekarang tetap menerapkan syarat berlapis untuk menghidari SCAM dari setiap usernya dengan harus Fax ID Card dan billing statement kartu kredit kita ke eBay lebih dulu baru bisa verified dan mengikuti lelang di eBay.

Berikut saya Quote screenshot dari eBay yang saya maksud, yang mensyaratkan agar kita nge-Fax dulu ID Card dan billing statement kartu kredit kita:


Attention!

Your account is currently suspended. Below you’ll find information on why and what to do next.
 
*Why did we suspend your account?
 
From experience we know that certain items and actions are more associated with fraudulent activity on eBay than others. As a precaution, we suspend an account if it gives us cause for concern. We then ask for more information before we reinstate the account.
 
An account suspension in these circumstances is covered in the eBay User Agreement under the heading "Abusing eBay". You can read the entire User Agreement here:

http://pages.ebay.com/help/policies/user-agreement.html

*Here's what you should do now:

Please send us all of the following information and we'll review your account:

1) A copy of your driver's license or other government-issued ID that shows your name and address.

2) A copy of a recent credit card statement, bank statement, or utility bill statement clearly showing your name and billing address.
 
Be sure to include on all documents the user ID and email address for the suspended account you're appealing. You can fax the information to:

US: 877-349-1798
INTL: 001 + 801-545-2700
eBay, Attention: eBay Suspension Appeals
 
*What happens next?
 
Please allow three days for us to review your account after we have received your documents. We'll then contact you via email. Your account will remain suspended until we receive and review these documents.
We appreciate your cooperation and look forward to your response so that we can resolve this matter as soon as possible.



Pertanyaan saya apakah ini berarti verifikasi online dengan memberikan account Paypal saja belum cukup di mata eBay? Bukankah dengan status Paypal sudah terverifikasi ini artinya kan alamat kita ada (tidak fiktif), bukan?
 
Hem, saya tidak tahu apakah ini ada hubungannya dengan karena sekarang begitu mudahnya orang buat account Paypal sehingga ini membuka peluang SCAM di eBay sehingga verifikasi alamat yang telah dibuat Paypal tetap dianggap kurang oleh eBay.




Bookmark and Share

Selasa, 09 Maret 2010

Antara Penipuan dan Pentingnya Asuransi

asuransi medicareMungkin Anda pernah mendengar modus penipuan seperti ini. Yaitu ada orang yang mengaku-ngaku dokter sebuah Rumah Sakit lewat telpon mengabarkan suami atau anggota keluarga Anda mengalami kecelakaan dan dirawat di sebuah rumah sakit, terus mau dioperasi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Kemudian Anda diminta transfer sejumlah uang untuk proses operasi suami atau keluarga Anda tersebut.

Modus ini biasanya dilakukan kepada calon korban (kebanyakan) wanita yang kebetulan mempunyai suami bekerja atau tinggal di luar kota yang berbeda dengan tempat istrinya tinggal, sehingga sang istri biasanya akan langsung panik, tanpa berpikir panjang langsung percaya dengan kabar yang disampaikan. Terlebih nomor ponsel si suami calon korban biasanya terus tidak bisa dihubungi karena sudah diblokir atau di-jamme oleh si pelaku sehingga calon korban akan kesulitan untuk mencrosscek berita kepada suaminya apakah beritanya benar atau tidak.

Sang penipu dengan tipu dayanya akan mengatakan suaminya sedang koma dan jika tidak segera dioperasi maka suami tidak akan tertolong lagi, alias bisa meninggal. Istri mana yang tidak akan panik jika mendengar berita begini?

Dan tiga hari yang lalu kejadian ini menimpah saudara dari kawan saya. Suami dari saudara kawan saya tersebut kebetulan lagi ke Semarang sementara istrinya lagi di rumah di daerah Batu Malang. Untungnya, istri dari saudara kawan saya tersebut tidak sempat transfer ke rekening penipunya meskipun sebelumnya juga sempat panik karena mencoba menghubungi semua nomor ponsel suaminya tapi tidak bisa-bisa.

Mengetahui ponsel suaminya tidak bisa dihubungi, saudara kawan saya tersebut diantara kepanikannya masih sempat berpikir jernih dan akhirnya mencoba menghubungi ponsel salah satu kawan suaminya yang ada di Semarang. Dan ternyata, suaminya sehat-sehat saja tidak kurang suatu apa bersama kawannya yang ditelpon tadi, tidak mengalami kecelakaan sebagaimana kabar yang diterima dari orang yang mengaku-ngaku Dokter tersebut.

Satu yang menjadi pertanyaan saya apakah modus kejahatan seperti ini melibatkan oknum dari operator seluler, ya? Kok, mereka (penipu) bisa tahu lokasi seseorang, nomor-nomor ponsel semua calon korbannya? Darimana coba mereka mendapatkan data-data itu? Terus mereka juga bisa melakukan blokir atau jamming nomor ponsel sasaran agar tidak bisa dihubungi untuk beberapa saat secara remote jarak jauh.

Ternyata meski mempunyai banyak nomor ponsel tetap tidak menjamin lolos dari incaran penipuan model begini. Saya jadi berpikir membandingkan dengan diri saya sendiri, saya pun juga mempunyai tiga nomor ponsel. Dua nomor sudah terpublikasi di tempat kerja bahkan salah satunya di internet, menjadi nomor telpon Contact blog ini, dan satu nomor lainnya hanya keluarga dan teman dekat saja yang tahu. Apakah ini menjamin penipu tidak bisa menemukan nomor saya?

Kalau belajar dari kasus tadi ternyata ponsel banyak tetap tidak menjamin aman dari modus penipuan begini karena penipu bisa tahu dan memblokir semua nomor-nomor ponsel para calon korbannya. Mungkin satu-satunya tindakan preventif untuk menangkal modus penipuan begini adalah kita ikut program Asuransi Medicare.

Apa hubungannya ikut asuransi medicare dengan penipuan? Hubungannya adalah dengan ikut asuransi medicare jika suatu saat Anda misalnya mengalami kecelakaan pihak rumah sakit tidak akan pernah minta deposit biaya rumah sakit atau biaya operasi kepada istri atau keluarga Anda karena semua biaya sudah dicover oleh perusahaan asuransi medicare Anda.

Dan ini yang penting, jika suatu saat ada penipu model begini yang minta transfer biaya operasi, Anda bisa tersenyum enteng dan bilang: "Maaf Anda salah alamat, Bung. Silahkan cari korban lain." He....He.... He....

Hem, untungnya saya tanpa harus keluar duit banyak bisa ikut asuransi medicare ini karena perusahaan tempat saya bekerja sudah mengasuransikan saya. Dan untung yang kedua, belum ada penipu yang sempat tertarik mencoba menipu saya. He…. He…..




Bookmark and Share

Sabtu, 06 Maret 2010

Lempar Batu Sembunyi Tangan

beda pendapat
Lempar Batu Sembunyi Tangan. Saya rasa Anda pasti pernah dengar peribahasa ini, bukan? Dulu sewaktu saya masih kanak-kanak saya juga pernah melakukan ini. Melempar batu ke seorang teman dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan. Karena saya takut kalau sampai ketahuan saya pasti akan dipukul oleh kawan saya tersebut. Tapi itu dulu. Lain dulu lain sekarang. Saya tidak berharap ini masih menjadi kebiasaan saya dan Anda juga yang tetap dilakukan meskipun saya dan Anda sudah tidak kanak-kanak lagi.

Bagi para sahabat blogger saya yang pernah berkomentar di blog ini, pasti pernah membaca kata-kata ini:

"Terima kasih sudah mau repot untuk memberi comment. Silahkan tinggalkan nama anda agar saya bisa memastikan bahwa anda bukan mesin tapi manusia juga, sama seperti saya."



Barangkali ada yang bertanya, apa memang ada bukan manusia, mesin maksudnya, bisa berkomentar di blog? Saya jawab tentu ada. Dan jika Anda barangkali bertanya lagi ke saya gimana caranya, saya hanya bisa jawab, maaf saya tak tahu caranya karena saya tidak punya software semacam ini.

Prolog diatas komentar diatas saya tulis sebenarnya secara implisit lebih saya tujukan agar siapapun yang akan berkomentar di blog saya, terutama komentar yang bernada kritik atau ingin berbeda pendapat dengan saya mau meninggalkan sebuah nama, bukan dengan anonymous yang tidak ada bedanya seperti Lempar Batu Sembunyi Tangan.

Dengan menulis di blog, artinya saya perlu menegaskan diri bahwa saya membuka diri lewat tulisan saya di blog ini untuk dikoreksi dan dikritik oleh siapapun, tak terkecuali Anda yang baca tulisan ini sekarang. Saya tetap membuka dan menerima jika Anda yang kebetulan tidak setuju atau beda pendapat 180 derajat dengan opini saya yang saya tulis di blog ini. Jadi jangan ragu atau sungkan untuk mengkritik saya. Saya akan terima dan tidak akan mendelete komentar Anda (kecuali komentar spam) asal Anda juga gentle menyebutkan identitas nama atau profile dan URL Anda.

Sekedar contoh komentar yang saya maksud, silahkan Anda bisa lihat komentar anonymous pada posting Cara Extrem Daftar Google Adsense dan Pilih Facebook atau Twitter. Pada posting tersebut ada salah satu pengomentar yang tidak setuju dengan opini tulisan saya. Namun sayangnya, dia tidak cukup gentle dengan meninggalkan sekedar sebuah nama buat saya.

Satu note yang menjadi catatan saya lewat tulisan ini, dengan makin terbukanya arus informasi dan keterbukaan sekarang ini, yang artinya semua orang, siapa pun bebas untuk berbicara dan mengkritik tetapi hendaknya kaidah sopan santun dan etika bukankah tetap harus dijaga, bukan? Dan bukan malah melakukan dengan cara-cara seperti Lempar Batu Sembunyi Tangan.

Pertanyaan saya buat Anda. Gimana reaksi Anda kalau mendapati komentar negatif? Apa yang akan Anda lakukan?



Bookmark and Share

Rabu, 03 Maret 2010

Value Added Service

value added serviceKalau kita berbicara sebuah pelayananan perusahaan jasa, yang namanya Value Added Service, atau nilai tambah sebuah pelayanan, sudah menjadi menu wajib untuk meningkatkan daya saing sebuah perusahaan terhadap para kompetitor lainnya, selain sebuah pelayanan atau customer service yang baik dan ramah tentunya. Saya ambil contoh misalnya memberikan minum, snack dan bacaan koran dan majalah ke customer saat menunggu di bengkel karena kendaraan Anda sedang diservice, menunggu antri di salon atau klinik kecantikan, menunggu layanan di sebuah rumah sakit, menunggu antrian di bank, menunggu layanan di sebuah kantor pelayanan publik, atau saat berbelanja ke sebuah toko show room atau butik misalnya.

Nah, untuk contoh yang terakhir, berbelanja di toko atau show room, saya ada pengalaman mendampingi Bos saya berbelanja batik di sebuah toko batik yang ada di kota Solo. Tepatnya hari Selasa (2/03/2010) kemarin siang sekitar pukul 13:00 Wib di sebuah hari yang amat terik saya bersama teman kantor dan Bos saya mencari baju batik di sebuah kampung sentra batik di daerah Kauman Solo.

Karena hari sangat panas cuacanya sebab kebetulan sudah beberapa hari ini kota Solo sama seperti Jogja tidak diguyur hujan maka sebuah tegukan air minum menyegarkan di siang hari akan sangat menyenangkan kalau diteguk saat panas terik begini, pikir saya saat mengamati sebuah minuman yang disediakan oleh toko batik yang saya kunjungi.

Dari sejumlah lima toko batik yang sudah kami masuki hampir semua tokonya menyediakan Value Added dengan memberikan suguhan air minum mineral buat customer tokonya.

Namun sayangnya, tak satu pun pramuniaga toko batiknya ada yang basa-basi mencoba nawarin saya dan rombongan untuk minum. Sebagai orang Jawa yang amat kental dengan budaya “Ewuh Pakewuh” (rasa sungkan, maksudnya) saya tidak mungkin langsung ujug-ujug ambil minum sendiri kalau tidak ditawari oleh pramuniaganya. Beda situasinya kalau di ruang tunggu rumah sakit, klinik kecantikan Natasha atau di Grapari Telkomsel misalnya karena disediain minuman botol di freezer atau di dispenser dan gelas maka begitu saya haus tanpa rasa sungkan langsung bisa ambil sendiri.

“Jangan-jangan minuman-minuman ini hanya sekedar pajangan doang,” batin saya.

“Kok, dari semua toko yang kami datangi tidak ada satu pun yang coba nawari minum. Atau jangan-jangan menunggu kami membeli dulu baru ditawari minum?” Tanya saya dalam hati.

Pada toko ke-5, yaitu toko terakhir yang saya kunjungi, setelah hampir satu jaman memilih-milih akhirnya Bos saya membeli batik di toko tersebut karena kebetulan salah satu motif kain batiknya cocok dengan selera yang diinginkan oleh Bos saya.

Dan apa yang saya batin tadi di muka ternyata jadi kenyataan. Saat Bos saya selesai membayar dan rombongan kami hendak keluar meninggalkan tokonya, pramuniaganya kemudian nawarin kami minum.

“Pak, monggo silahkan diminum dulu minumannya. Ini ada teh, jamu beras kencur, wedang kunir asem. Silahkan, Pak,” kata Pramuniaga tersebut mempersilahkan dengan ramah.

“Ah, lega rasanya. Kerongkongan saya tidak kering lagi.” Hati saya berteriak girang.

Saya tiba-tiba jadi teringat dan ingin membandingkannya dengan toko Joger di Bali yang punya motto “Beli tidak beli tetap thank you”. Dan kali ini tanpa ber-su’udon (berprasangka buruk) seharusnya juga berlaku sama, “Beli tidak beli tetap dapat minum” He…. He….

Itulah pengalaman saya berbelanja di toko batik kota Solo. Mudah- mudahan dugaan saya diatas tadi salah. Yaitu tokonya hanya nawarin minum buat customer yang beli aja, bukan buat semua pengunjung yang datang ke toko tersebut.




Bookmark and Share