Rabu, 30 November 2011

Maaf, Saya Kembali Memuja Dewa SEO

Business_Competition
Beberapa waktu yang lalu saya pernah mengeluarkan statement di blog, maaf saya lupa persisnya kapan dan di blog mana, kalau saya mulai meninggalkan dan berhenti memuja setan dewa bernama SEO (Search Engine Optimization). Hari ini rupanya saya perlu menjilat ludah saya kembali. He..He… Kenapa pasalnya? Dulu saya memandang mempraktekkan SEO saya ibaratkan seperti blogger yang sedang berlatih Ilmu Silat. Saya mengibaratkan diri saya seperti anak kecil yang lagi berlatih ilmu silat lalu suka mempertotonkan kesaktiannya dan bangga diri kalau menang berkelahi. Awal-awal ngeblog dan belajar SEO rasanya bangga sekali kalau artikel blog saya bisa mejeng di sepuluh besar atau halaman pertama pencarian Google.

Kenapa saya kembali memuja SEO? Kali ini saya kembali menerapkan SEO bukan untuk tujuan seperti di atas, untuk adu kesaktian dengan blogger lain di internet. Tidak. Tapi lebih ke tujuan bagaimana supaya blog saya agar bisa tetap survive, bertahan dari gempuran banyak blog baru yang terus bermunculan setiap hari di internet. Kedua, ini yang paling penting, saya melihat mulai banyak kompetitor yang mulai melirik niche bisnis online yang saat ini sedang saya geluti. Contoh kompetitornya, salah satunya pernah datang komen di blog saya nyepam di artikel ini, “Tips Memenangkan Lelang di eBay”.

Kemarin-kemarin saya tak begitu serius dengan SEO. Hanya menerapkan tips SEO yang ringan-ringan saja, seperti memberikan tautan internal (Internal Link Building) ke link-link artikel saya yang terdahulu. Contoh, pernah saya ceritakan di artikel ini “Cara Mudah Menguatkan Posisi Artikel Lama di SERPs Google”. Dan juga kalau mau nulis update blog, ya kebanyakan langsung nulis saja tidak fokus ke niche tertentu. Tapi kini terpaksa saya harus mengubah strategi.

Kalau Anda ingin tahu sekarang hampir tiap hari saya selalu mengecek posisi blog saya di SERP Google dari kata kunci tertentu. Dan alhamdulillah pertarungannya ternyata semakin hari semakin bertambah sengit. Blog saya dan blog kompetitor saya saling menyalib posisinya di 10 besar SERPs Google. Bukankah ini benar-benar real game pertarungan yang amat seru? :D

Ini memang bukan pertarungan SEO sebagaimana maraknya kontes-kontes SEO yang memperebutkan posisi nomor satu di Google untuk mendapatkan hadiah dari penyelenggara. Bukan. Tapi ini real pertarungan yang sesungguhnya untuk terus bertahan hidup bagaimana memperebutkan ikan-ikan yang banyak berenang di lautan luas lepas bernama internet. Anda mengerti maksud saya, kan? Bersaing untuk memperebutkan klien/ pelanggan yang datang dibawa oleh Google.

Nah, hari ini saya seperti diingatkan lagi. Kebetulan saya pagi tadi membaca artikel di blog Mas Jarwadi yang mengabarkan katanya situs jejaring sosial Friendster Sudah Mati. Sungguh menyedihkan sekali kabar ini, padahal dulu betapa populernya situs itu sebagai situs pertemanan yang paling digemari dan sering dikunjungi banyak orang di internet. Kini, sungguh mengenaskan sekali nasibnya, Friendster telah tewas. Rupanya munculnya kompetitor seperti Facebook, Twitter dll turut andil sebagai salah satu penyebabnya yang mengakibatkan Friendster tersungkur mati selamanya.

Ya, inilah hutan belantara persaingan di internet. Siapa yang tidak melakukan inovasi dan peka terhadap perubahan di sekelilingnya, ia perlahan namun pasti akan mati kalah bersaing dengan kompetitor. Jadi untuk tetap survive bertahan dalam persaingan bisnis, ini juga berlaku di internet, jangan pernah lelah untuk berinovasi. Jika tidak, bisnis Anda akan akan mati tenggelam untuk selama-lamanya.

Exit Kuldesak Be The Winner of Changes

Buku Exit Kuldesak Be The Winner of Changes


Saya jadi ingat dengan sebuah buku menarik yang pernah saya baca. Kebetulan saya dapat buku ini gratis langsung dari penulisnya, Hendrik Lim, MBA. Dalam sebuah bukunya “Exit Kuldesak Be The Winner of Changes” Hendrik Lim, MBA banyak memaparkan tentang masalah ini. Ia banyak memberikan contoh-contoh perusahaan besar yang harus kolap tergerus oleh arus perubahan jaman hanya karena ia tak peka dan siap melawan perubahan-perubahan yang ada di sekelilingnya sehingga akhirnya mati karena kalah bersaing.

Terima kasih hari ini saya kembali mendapatkan sebuah pelajaran berharga.


Bookmark and Share

Selasa, 29 November 2011

Benarkah Pagerank Google Berpengaruh Significant Terhadap SERPs dan Trafik?

Hari Selasa (8/11/2011) tiga pekan yang lalu Google baru saja melakukan update pagerank. Seperti biasa kalau Google melakukan update selalu diwarnai dengan suka cita sebab ada beberapa blog yang naik peringkat. Dan juga, kekecewaan karena ada beberapa blog yang malah turun pageranknya. Contohnya blog ini. Dari awalnya PR 3 tiba-tiba oleh Google dilorot menjadi turun satu peringkat balik ke PR 2.

Seperti kita ketahui bersama bagi yang masih melihat pagerank itu sebagai acuan dan dianggap penting maka momen update pagerank ini selalu ditunggu-tunggu oleh beberapa blogger. Mitos yang beredar selama ini dalam SEO adalah semakin tinggi pagerank sebuah situs/blog maka semakin baik pula peringkat blognya di SERPs mesin pencari Google.

Pertanyaan saya benarkah pagerank sangat berpengaruh terhadap SERPs? Benarkah pagerank sangat berpengaruh terhadap trafik?

Pertanyaan-pertanyaan di atas yang akan saya coba bahas kali ini. Saya akan bahas setidaknya dari kacamata blog saya (diptara.com). Benarkah demikian?

Berikut saya berikan data statistik blog saya sebelum dan sesudah update pagerank di bulan Oktober - November 2011. Saya ambil dari data Google Analytic.

Data_Google_Analytics_Before_Update_Pagerank
Data Google Analytics Sebelum Update Pagerank


Data_Google_Analytics_After_Update_Pagerank
Data Google Analytics Setelah Update Pagerank


Kesimpulan yang saya ambil kalau membaca data perbandingan statistik antara sebelum dan sesudah Google update pagerank ternyata update pagerank Google samasekali tidak berpengaruh significant terhadap SERPs dan trafik, khususnya di blog saya. Meski pagerank saya turun tapi faktanya trafik tetap stabil bahkan kecenderungan malah sedikit naik. Sebelum update pagerank rata-rata visitor harian 689 visit/day. Sementara setelah upadate pagerank, PR turun rata-rata visitor harian blog naik menjadi 711 visit/day.

Terakhir, pendapat dalam kesimpulan saya di atas bukan justifikasi bahwa itu berlaku terhadap semua blog, sama seperti blog ini. Tidak. Namun fakta ini bisa menjadi penjawab untuk mematahkan mitos itu bahwa masih banyak faktor lain selain hanya mempermasalahkan PR sebagai satu-satunya yang mempengaruhi SERPs dan trafik. Apa faktor tersebut? Biarlah itu tetap menjadi misteri Tuhan dan Google. Kita cukup menebak-nebaknya saja. :D


Bookmark and Share

Sabtu, 26 November 2011

7 Tips Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Agar Cepat Diapprove

Apply Credit Card
Kartu kredit adalah satu diantara sekian banyak alat pembayaran yang dipakai untuk pembayaran e-commerce di internet. Semua tak bisa menyangkal pentingnya alat pembayaran kartu kredit ini untuk bertransaksi online. Kalau Anda seorang buyer terlebih seorang pebisnis online, contoh seperti saya yang buka Jasa Internet Buying Agen di internet, punya kartu kredit adalah syarat wajib. Karena kartu kredit adalah alat pembayaran yang paling banyak dipakai dan paling populer digunakan sebagai alat pembayaran toko online (seller) di internet.

Dari hasil investigasi saya ke beberapa teman yang tak punya kartu kredit, alasan yang paling banyak selain karena belum butuh adalah karena sulitnya untuk mengurus aplikasi kartu kredit ke bank. Seperti kita tahu syarat untuk punya akun PayPal yang verified (bisa dipakai belanja/berjualan) memang dibutuhkan kartu kredit VISA/Master untuk memverifikasinya. Kalau pakai kartu debit belum semua bank bisa diterima oleh PayPal.

Yang mengalami kesulitan mengurus kartu kredit umumnya adalah teman yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, atau belum punya pekerjaan tetap. Kedua, para pekerja freelance atau bukan pekerja kantoran. Sehingga, banyak yang memilih pakai VCC (Virtual Credit Card) ketimbang pakai kartu kredit sungguhan. Saya menjumpai banyak teman yang untuk verifikasi ke PayPal yang seharusnya pakai kartu kredit, berhubung karena kesulitan mengurusnya maka sebagian besar lebih memilih praktisnya, pakai VCC.

Saya bukannya merekomendasi jelek pakai VCC. Tapi menurut saya tanggung kalau hanya punya VCC. Kenapa tak langsung saja ngurus kartu kredit sekalian. Dan yang kedua, VCC itu punya banyak kelemahan serta sangat ribet jalurnya kalau misalnya akun PayPal Anda tiba-tiba di-limit aksesnya oleh PayPal. Contoh seperti kasus saya kemarin. Baca “Terkena Musibah PayPal Limited Access”. Juga, Anda punya ketergantungan yang tinggi dan perlu menghubungi pihak pembuat kartu VCC-nya secara reguler untuk perpanjangan masa berlaku kartunya, maupun bila sewaktu-waktu Anda ada masalah.

Sebetulnya apa yang membuat orang kesulitan mengurus kartu kredit? Apa karena tidak tahu caranya? Atau sudah frustasi karena sering ditolak?

Jika jawaban salah satu atau kedua pertanyaan di atas adalah iya, berarti Anda perlu baca tips saya ini. Saya akan berbagi tips kepada Anda bagaimana cara mengurus aplikasi kartu kredit agar cepat diapprove oleh pihak bank. Silahkan pakai tips-tips yang saya berikan berikut ini sebelum Anda mengajukan aplikasi kartu kredit ke bank.

1. Pilih bank yang kelas dua

Yang saya maksud bank kelas dua adalah, maaf saya tak bisa sebutkan nama-nama banknya, tapi intinya bukan bank dari deretan bank papan atas seperti bank BCA, Mandiri, BNI dan BRI. Bank papan atas ini kebanyakan sangat selektif dalam menerima calon nasabah kartu kreditnya. Kenapa? Karena mereka bank besar, yang jelas tidak mencari kuantitas nasabah tapi kualitas nasabah yang minim resiko kredit macet yang dicari. Contoh yang lain, bank asing juga termasuk yang punya seleksi ketat dalam menerima calon nasabahnya. Maka, agar mudah untuk mengurus aplikasi kartu kreditnya, untuk tahap pertama kali mengurus kartu kredit usahakan menghindari bank-bank ini kalau Anda ingin cepat diapprove.

2. Pilih bank yang sama dimana tempat Anda menyimpan uang di bank

Jika Anda termasuk orang yang berprofesi bukan karyawan tetap, bukan PNS/ABRI, atau bukan kalangan eksekutif profesional, bank sangat ketat dalam memberikan approval kepada Anda. Kenapa bisa begitu? Karena tidak ada pihak atau korporasi yang memberikan jaminan kepada Anda sehingga bank kebanyakan menolak permohonan aplikasi Anda. Tak peduli misalnya Ada seorang freelance berpenghasilan besar sampai ribuan dolar per bulan melebihi karyawan sekalipun tetap saja akan ditolak. Tak percaya? Saya punya teman yang berbisnis online penghasilannya besar jauh melebihi gaji saya sebagai chief engineer. Sampai sekarang teman saya ini masih kesulitan mengurus kartu kredit. Permohonan dia yang terakhir ke bank BCA sampai sekarang ditolak, tak ada kabar beritanya.

Tapi Anda tak perlu berkecil hati, bukan berarti tidak ada celah buat mensiasatinya agar pihak bank melirik aplikasi permohonan Anda. Tunjukkan kalau Anda adalah nasabah bank itu dimana tempat Anda menyimpan uang. Bank biasanya akan mempertimbangkan untuk mengapprove permohonan kartu kreditnya kalau pemohon adalah nasabahnya sendiri. Terlebih Anda nasabah giro atau yang punya deposito besar disana. Ingat tulisan saya sebelumnya di tulisan ini. Baca “Penagih Hutang Gaya Baru Dari BNI”, bank sangat segan dengan orang yang nyimpan banyak duit di banknya.

3. Usahakan cash flow keuangan di rekening Anda selama tiga bulan terakhir saldo dan lalu-lintasnya besar

Yang tips ini nyambung dengan tips nomor dua. Kalau Anda pekerja freelance atau pebisnis (enterpreneur), umumnya bank akan meminta rekening koran tiga bulan terakhir yang memuat data-data finansial Anda. Jadi, saat Anda hendak mengurus kartu kredit usahakan lalu-lintas (cash flow) keuangan Anda besar. Paling tidak di tiga bulan terakhir. Bank biasanya akan melihat ini untuk melihat kemampuan keuangan Anda sebagai bahan pertimbangan.

4. Cari referensi dari pemegang kartu kredit (card holder)

Bank penerbit kartu kredit tidak jarang sering melakukan promosi member get member (MGM) kepada para nasabah kartu kreditnya. Nah, jangan sia-siakan jika ada kesempatan semacam ini untuk ikut apply jika ada teman yang menawari Anda. Bank umumnya akan mempertimbangkan kalau pemohon kartu kreditnya ada yang merekomendasikannya. Bank menganggap Anda direferensikan oleh pemegang kartu lain maka layak dan jadi pertimbangan bank untuk mendapatkan kartu kredit.

5. Apply penawaran kartu kredit di mal

Kalau Anda sering berpergian ke mal tak jarang menemui marketing bank tertentu yang menawarkan aplikasi kartu kredit. Tidak ada salahnya Anda mencoba menerima tawaran semacam ini. Karena bank memberikan banyak kemudahan dan syarat yang tidak ribet. Biasanya bank hanya meminta foto copy KTP saja sudah cukup. Karena cukup mudah syaratnya maka tidak ada salahnya untuk dicoba.

6. Uruslah kartu kredit di kota dimana Anda tinggal sama seperti KTP Anda

Tidak semua ditolaknya permohonan aplikasi kartu kredit karena alasan finansial. Tak jarang penolakan karena masalah domisili juga jadi bahan pertimbangan bank. Bank biasanya langsung menolak permohonan aplikasi kalau alamat rumah (KTP) calon pemohon kartu kreditnya berasal dari luar kota. Karena bank tentu tak mau ambil resiko besar jika sampai terjadi kredit macet terus kesulitan mencari alamat nasabahnya karena jauh. Jadi, menguruslah kartu kredit di kota tempat tinggal Anda. Jangan di kota perantauan dengan pakai alamat kost atau kontrakan Anda.

7. Pasang telpon (PSTN) di rumah dan kantor Anda

Tips ketujuh ini juga tak kalah penting. Bank sebelum menyetujui permohonan aplikasi Anda biasanya dia akan crosscheck dengan menelpon ke rumah dan kantor Anda. Jika rumah dan kantor Anda ada telponnya dan mudah dihubungi, ini sangat membantu pihak bank untuk memutuskan menyetujui permohonan Anda. Kenapa harus telpon rumah (PSTN)? Karena nomor PSTN umumnya pasca bayar yang terdaftar jelas siapa pemiliknya di Telkom. Jadi lebih trust dibanding telpon seluler yang kebanyakan adalah nomor prabayar. Survey permohonan aplikasi (kartu) kredit, pihak bank akan cek via telpon lebih dulu ke alamat yang ada di data aplikasinya. Jika rumah dan kantor Anda sulit dihubungi maka bank tanpa pikir lebih panjang lagi akan langsung menolak permohonan aplikasi kartu kredit Anda.

Demikian beberapa sharing tips dari saya cara untuk mengurus kartu kredit. Semoga bermanfaat. Jika Anda ada pertanyaan jangan segan untuk bertanya dalam kolom komentar, terima kasih.


Bookmark and Share

Rabu, 23 November 2011

Terkena Musibah PayPal Limited Access

Hari ini saya benar-benar ketiban sial. Sial yang pertama, pagi-pagi buta harus terbangun mendadak oleh suara ponsel yang berdering karena ada orang iseng yang coba-coba mau menipu saya. Kedua, saya sial karena mengalami kejadian yang membuat saya hampir shock. Akun PayPal saya tiba-tiba limited (dibatasi aksesnya) tidak bisa dipakai untuk transaksi.

Untuk sial yang pertama, modus penipuan via telpon next akan saya ceritakan. Kali ini yang akan saya ceritakan tentang PayPal Limited dulu.

Saya sempat bingung dan ketar-ketir juga karena mengalami kejadian PayPal Limited, sebab ini baru untuk pertama kalinya semenjak daftar PayPal di tahun 2008 saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Bingung? Bagaimana tidak, saldo di dalam PayPal saya kalau sampai dibekukan saya bisa nangis darah karena uang yang ada di dalam PayPal saya jumlahnya tak sedikit (untuk ukuran saya). Kedua, uang itu adalah modal usaha saya dalam bisnis Jasa Internet Buying Agen.

Dengan dibekukannya akun PayPal saya otomatis roda bisnis Jasa Pembelian Luar Negeri saya akan ikutan terganggu. Khususnya pembelian ke situs-situs yang hanya menerima pembayaran via PayPal saja. Contoh seperti di situs market place semacam eBay yang hanya mau menerima pembayaran via PayPal.

Apa yang menyebabkan akun PayPal saya tiba-tiba limited access? Berikut saya kutip penjelasan resmi dari PayPal yang dikirim via email ke saya:


Yth. Joko Sutarto,

Kami memerlukan bantuan untuk mengatasi masalah pada rekening Anda. Kami memerlukan waktu agar dapat menangani masalah ini, karenanya untuk sementara kami telah membatasi tindakan yang dapat Anda lakukan pada rekening hingga masalah teratasi.

Kami memahami bahwa Anda mungkin kesal karena tidak memiliki akses penuh ke rekening PayPal. Kami ingin bekerjasama dengan Anda untuk mengembalikan rekening seperti semula secepat mungkin.

Apa masalahnya?

Kami melihat aktivitas log in yang tidak normal di rekening Anda. Pastikan tidak ada pengguna yang log in ke rekening Anda tanpa izin.

Luangkan waktu untuk mengubah sandi dan membuat pertanyaan keamanan baru serta periksa perubahan atau pembayaran yang tidak diketahui pada informasi rekening dan transaksi terakhir.

Jika terdapat pembayaran yang tidak dikenali, kunjungi Pusat Penyelesaian, lalu laporkan dengan mengklik "Sengketakan Transaksi".

Nomor ID Kasus: PP-001-563-636-765

Cara yang dapat dilakukan untuk membantu

Biasanya cukup mudah untuk mengatasi masalah ini. Biasanya, kami hanya memerlukan sedikit informasi tambahan tentang rekening atau transaksi terakhir.

Untuk membantu kami dengan masalah ini serta mengetahui tindakan yang dapat dan tidak dapat Anda lakukan pada rekening hingga masalah teratasi, log in ke rekening, lalu buka Pusat Penyelesaian.

Salam Hormat,
PayPal



Semua itu biang keladi awalnya adalah gara-gara koneksi Telkomsel Flash yang bermasalah. Entah kenapa pagi tadi — kebetulan saya lagi ada acara meeting kantor keluar kota selama dua hari di kota Salatiga —jaringan data Flash bermasalah, samasekali tidak bisa dibakai browsing internet. Sehingga saya terpaksa login PayPal menggunakan BlackBerry. Dan sial, PayPal menganggap login itu ilegal. Dianggap bukan saya karena IP Address-nya yang berbeda dan juga diluar kebiasaan saya yang selalu login PayPal via laptop.

Dan kali ini PayPal tak tanggung-tanggung dalam memblokir. Dua akun sekaligus langsung diblokir jadi limited. Akun saya dan akun seorang teman yang akan menerima transfer balance dari saya kena imbas ikut diblokir PayPal menjadi limited.

PayPal memang sangat ketat dalam mengawasi aktivitas seluruh usernya dalam menggunakan akunnya. PayPal tanpa ragu akan memblok akses yang dianggapnya mencurigakan karena berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan oleh usernya.

Tapi untunglah akun limited saya tidak lama akhirnya terus dibuka kembali oleh PayPal setelah saya penuhi syarat-syaratnya sore tadi. Saya cukup lega waktu terima alert seperti di bawah ini waktu buka akun saya.

PayPal Limited Access
PayPal Limited Acces Telah Dibuka

Semoga pengalaman merepotkan ini, Paypal Limited Access tidak sampai menimpa Anda. Oh, ya ada yang sudah pernah mengalami kejadian PayPal Limited? Silahkan sharing, ya. Terima kasih.


Bookmark and Share

Senin, 14 November 2011

Keislaman Indonesia Hanya Ritual Semata, Benarkah?

Komaruddin Hidayat
Membaca tulisan menarik yang berjudul “Keislaman Indonesia” yang ditulis oleh Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta di Harian Kompas Sabtu 5 November 2011 lalu —yang mengutip peletakkan Indonesia dalam sebuah penelitian di urutan ke-140 dari 208 negara di dunia yang paling islami— saya jadi ingat dengan pengalaman saya berkunjung ke negeri ginseng Korea pertengahan Maret tanggal 12-19 Maret 2011 lalu. Bagaimana tidak? Apa yang ditulis Komaruddin Hidayat ini jadi mengingatkan saya akan perilaku orang Korea yang benar-benar lebih islami meskipun Korea bukan negara Islam, ketimbang negara kita yang mayoritas penduduknya Muslim. Sedih!

Ini saya kutip sebagian tulisan saya pada poin ke-3 dalam tulisan “Fakta-fakta Unik Tentang Negara Korea (1)” terdahulu yang menceritakan perilaku sosial dan kehidupan beragama orang Korea.

Berbeda dengan kebanyakan orang di negara kita yang rata-rata mengenal dan menganut agama sejak kecil karena agama adalah kebanyakan warisan didikan dari orang tua, tetapi di Korea justru tidak. Pendidikan agama di Korea itu nomor yang kesekian, atau tidak dalam skala prioritas kalau dibandingkan dengan mata pelajaran pendidikan umum. Terdengar aneh, kan?

Jadi jangan heran kalau orang Korea kebanyakan belum beragama atau baru menganut agama setelah mereka dewasa. Namun, satu hal yang patut saya apresiasi dari orang Korea adalah meski mereka kurang kuat dalam hal agama tapi jangan ditanya moralitas orang Korea rata-rata sangat baik dan sangat disiplin melebihi akhlaq orang yang beragama. Ini bisa saya amati dari perilaku mereka saat berkendara di jalan, tidak membuang sampah dan merokok di sembarang tempat, serta kepatuhan mereka pada norma dan hukum yang berlaku di negaranya tinggi. Ya, mungkin ini ciri-ciri umum negara yang sudah maju. Berbeda dengan negara kita yang masih berkembang sehingga masih butuh proses menuju ke arah ini.

Saya juga pernah sedih dan sempat menulis kegundahan hati saya dalam tulisan ini “Mengapa Sholat Itu Tak Penting?” Dan di artikel ini sempat menerima banyak komentar beragam datang mengomentari artikel saya. Salah satu diantaranya banyak yang bilang katanya Sholat itu tetap penting dan wajib dilakukan tak peduli meski kelakuan kita, maaf tetap bejat.

Kalau Anda seorang Muslim saya tanya pilih mana menjalankan Sholat tapi kelakuan tidak bermoral, ataukah tidak Sholat tapi kelakuan Anda baik? Mana yang akan Anda pilih? Jika Anda terjebak memilih jawaban pertama, Sholat tapi kelakuan tetap bejat, maka tak heran kalau hasil penelitian “How Islamic are Islamic Countries” dari Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari hasilnya seperti itu. Apa bedanya Anda dengan orang-orang dari negara Islam anggota OKI lainnya yang dalam penelitian rata-rata muncul di urutan ke-139, betul? Ya, Islam hanya dijadikan sebagai simbol dan ritual belaka, karena samasekali tidak tercermin dalam perbuatan kita.

Hem, kalau saya terus terang jika ditanya seperti itu saya tak mau menjawabnya. Jelas saya tak milih dua-duanya.

Sebetulnya apa yang salah dengan pendidikan agama (Islam) di negara kita? Apa yang salah dengan negara kita yang waktu saya kecil guru saya sering cerita bilang ke saya bahwa Indonesia adalah negara timur yang sangat santun perilaku penduduknya, suka tolong menolong dan membantu sesama. Tapi kini? Saya tidak tahu. Silahkan baca sendiri tulisan menarik dari Komaruddin Hidayat di bawah ini untuk mencari jawabannya.

Keislaman Indonesia
Oleh Komaruddin Hidayat

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, Ulama besar Mesir setelah berkunjung ke Eropa.”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di Dunia Arab,” Katanya.

Kalau saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia akan menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru. Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak dimana-mana. Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama. Terlebih lagi selama Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama. Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

Namun, pertanyaan yang dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan hadis.

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tak merata, persamaan hak bagi setiap warga untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir. Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat. Kedua peneliti itu menyimpulkan : ….it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings-at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and governance policies.

Dari 56 negara OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistan (147), Yaman (198), dan terburuk adalah Somalia (206). Negara Barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke -7,Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Serikat (25).

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding. Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya ataukah pada sistem pemerintahannya? Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah? Namun, satu hal yang pasti, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih Islami.

Semarak Dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

Tampaknya keberagamaan kita lebih senang di level dan semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam-syahadat, shalat, puasa,zakat, haji-dia sudah merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya. Padahal misi Rasulullah SAW itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama : Keilmuan, Ketakwaan, dan Akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah,menurut penelitian Rehmen dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan. Jadi, jika ada pertanyaan : How Islamic are Islamic Polotical Parties? Menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan hadis. Lalu diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya. (Harian Kompas, Sabtu 5 November 2011)


Bookmark and Share

Rabu, 09 November 2011

Personality Test Gratis Dari Hendrik Lim, MBA

Personality Test
Beberapa hari yang lalu saya dapat info menarik ini dari Pak Hendrik Lim, MBA. Yaitu tentang adanya metode Personality Test Gratis yang bisa digunakan untuk mengetahui personality kepribadian kita. Kata Pak Hendrik dalam pesan BBM-nya yang dikirimkan ke saya, kalau biasanya test seperti ini Anda harus membayar Rp 500 ribu buat membayar seorang Psikolog, namun kali ini di blog Hendrik Lim diberikannya secara gratis.

Gratis? Ya, benar-benar gratis. Kalau Anda penasaran dan tertarik ingin mencoba testnya silahkan langsung berkunjung ke sini http://pesona.hendriklim.com.

Bagaimana cara menggunakan testnya? Sangat mudah. Anda tinggal ikuti step by step langkah-langkah yang disediakan di sana, menjawab semua pertanyaan yang ada dengan mengklik beberapa pilihan jawaban dalam kuisionernya secara online. Selanjutnya, resume akan langsung disodorkan kepada Anda di akhir testnya. Menarik, bukan?

Berikut saya berikan kepada Anda screnshootnya saat kemarin saya sempat mencobanya.

Hasil Personality Test
Hasil Personality Test


Dan secara lebih detil inilah resume hasil personality test saya:

Hasil Personality Test untuk Joko Sutarto

Kepribadian melankolik yang sempurna, sering juga disebut type compliance. Sifat utama: Introvert, pemikir, dan pesimistik. Seorang analitis yang mendalam dan penuh pikiran. Serius dan tekun, teratur, cenderung jenius. Berbakat dan kreatif, bisa juga artistik dan musikal. Menghargai keindahan, keteraturan, filosifis dan puitis. Sensitif alias perasa terhadap perasaan orang lain, suka berkorban dan idealis.

Profile anda dalam kehidupan pribadi

Seseorang yang menetapkan standar yang tinggi, ingin semuanya dikerjakan dengan benar dan rapih. Senang dengan keindahan dan kerapihan, baju yang tersetrika rapih, meja kerja dan lemari dan laci bersih teratur. Tidak segan untuk mengorbankan keinginan sendiri untuk orang lain, dan senang mendorong orang mengapresiasi kemampuan intelegensi dan optimalisasi bakat. Seorang melankolik, sangat hati-hati dalam memilih teman, namun amat setia dan penuh perhatian pada teman dekatnya. Senang bergerak di belakang layar, dan menghidari panggung perhatian, tenggelam dalam pekerjaannya sendiri. Ia bisa memecahkan masalah orang lain, tanpa banyak bicara. Efektif dan efisien. Ia memiliki sifat sensitif, memperhatikan orang lain, mencari teman hidup yang ideal. Akurasi, data, fakta dan tidak sembarangan adalah nama tengah dari kaum melankolik.

Profil anda di pekerjaan

Cocok untuk pekerjaan yang beroritentasi pada jawdal, teratur dan pengulangan atau yang memerlukan updates berkelanjutan. memiliki tuntutan perfeksionisitk, sesuatu mesti dikerjakan dengan baik, bersih dan rapih. Senang akan perincian, gigih dan cermat, menuntut kualitas, tidak bisa menerima pekerjaan yang dikerjakan seadanya. Segala sesuatu mesti tertib, terorganisir teratur, dan bersifat ekonomis. Sangat efisien, menyelesaikan semua pekerjaan yang dimulai. tidak bisa menerima selingan canda dalam pekerjaan, semuanya bergerak serius. Sanggup menyelesaikan masalah, suka dengan presentasi diagram tables, bagan dan daftar. cocok untuk pekerjaan:

  • Ahli riset IT
  • Analis data
  • Akuntan, Finance
  • Kritikus, Auditor
  • Inovator

Titik kekuatan

Seorang melankolik akan maksimal ditempatkan pada pekerjaan atau profesi yang menuntut kecermatan tinggi, dan situasi yang pasti, atau dapat diramalkan, yang memiliki norma baku yang jelas. Ia memiliki kemampuan yang cerdas teliti dan telaten, dan dapat menyelesaikan tugas yang dimulainya. Termasuk dalam kategori berpikir serius, dan mengutamakan atau mengharapkan orang berpikir dahulu sebelum memberikan jawaban. namun pekerjaan dengan kondisi yang menuntut improvisasi, keserba daruratan dan chaotic bisa membuatnya stress.

Catatan

Meskipun amat setia dan sensitif, kaum melankolik yang sempurna ini bisa menjadi pengingat atau dendam terhadap hal hal yang menyakitkan mereka, dan tanpa disadari, kecenderungan ini bisa membuat mereka tidak maksimal. Melankolik dalam cuaca hati yang baik bersikap: hati-hati, penuh perhitungan, tepat, kritis dan formal. Namun pada saat sebaliknya, ketika ia sedang stress atau bad mood, ia akan bersikap: kuno, ortodok, kaum tradisional, tidak bisa berubah, tidak menunjukkan gairah apapun, tidak percaya orang, dingin dan kepala batu dan tidak bisa berubah pendiriannya.

Resume profile

  • Senang pada situasi yang dapat diramalkan
  • Senang dalam situasi yang terkontrol
  • Menyukai jaminan keamanan
  • Berpikir kritis/mengikuti aturan
  • Suka membaca
  • Tidak suka perubahan yang mendadak
  • Serius dan persisten, tidak ada ruang untuk bercanda
  • Diplomatis/dihormati
  • Senang akurasi

Selamat mencoba!


Bookmark and Share

Sabtu, 05 November 2011

Benarkah Google Lebih Menyukai Artikel Baru?

Google
Di artikel saya sebelumnya, baca “Cara Mudah Menguatkan Posisi Artikel Lama di SERPs Google”, saya telah membuat kesimpulan bahwa Google lebih suka dengan artikel-artikel baru yang lebih fresh dan up to date. Google kurang menyukai artikel-artikel jadul (baca basi) yang sudah lama sekali publish di blog (internet).

Dan ada satu komentar menarik datang dari pengunjung yang menanggapi artikel saya tersebut.

“Sejauh artikel kita yang paling relevan saya pikir baru tidaknya artikel tidak berpengaruh sob :)”

Pertanyaan saya apakah benar Google hanya mementingkan relevan saja tanpa melihat umur artikelnya? Ternyata jawabnya adalah tidak benar, karena Google juga melihat umur artikelnya. Meskipun, tidak benar disini tetap ada pengecualian dalam kasus-kasus tertentu. Contoh kasus pada artikel lama pada situs Wikipedia. Kedua, meskipun antara relevan dan up to date-nya sebuah artikel itu kebanyakan (selalu) berkorelasi postif.

Mengapa saya berani yakin mengatakan tidak benar? Jawabnya, berita terbaru resmi dari orang Google yang saya baca pagi ini bahwa Google telah melakukan pembaharuan algoritma pemeringkatan dasar mesin pencarinya — yang intinya akan melihat baru dan tidaknya artikel, tidak hanya melihat aspek relevansi dari kata kuncinya saja. Salah satu karyawan Google, Amit Singhal dalam postingan blognya menyebutkan pembaruan algoritma ini dilakukan mengingat begitu pentingnya kecepatan penyampaian informasi di zaman sekarang.

"Algoritma itu harus bisa mendeteksi jika hasil pencarian itu berasal dari sumber yang mempostingnya sepekan lalu, sementara yang dibutuhkan pengguna adalah informasi tentang tayangan TV yang sedang terjadi sekarang misalnya," jelas Singhal seperti saya kutip dari detikINET dari IT Pro Portal, Sabtu (5/11/2011).

Dengan algoritma baru ini, Google akan memprioritaskan hasil pencarian terbaru soal peristiwa yang sedang terjadi. Jadi ketika ada event sepak bola misalnya, Google akan memprioritaskan berita terbaru untuk ditaruh di deretan teratas hasil pencarian.

Ternyata jawaban saya ke Mas Gardino, nama pengomentar tersebut, bahwa baru tidaknya artikel sangat berpengaruh di SERPs, diperkuat oleh orang Google. Artinya fakta ini memang benar. Artikel lama akan cenderung ditenggelamkan kalah dengan artikel baru.

Apa dampak dari perubahan ini? Tentu kita perlu memutar otak bagaimana caranya menyiasati hal ini agar artikel lama Anda di blog bisa terus populer dan masuk di sepuluh besar SERPs Google. Jika acuan yang dipakai adalah up to date waktu publishnya maka tentu sulit artikel lama bisa bertahan karena tidak sesuai dengan algoritma Google yang sudah mengecualikan artikel lama dalam list pencarian terdepannya.

Lalu bagaimana cara mensiasatinya tanpa perlu mencurangi Google dan sekaligus mencurangi pengunjung?

Jawabannya, salah satunya kemarin sudah saya paparkan di artikel saya yang berjudul “Cara Mudah Menguatkan Posisi Artikel Lama di SERPs Google”. Dan ini nyambung dengan pertanyaan pengkomentar lainnya yang bertanya ke saya mengapa situs Wikipedia sering muncul nomor satu di SERPs Google. Jawabnya, karena Google masih memberikan pengecualian dalam kondisi-kondisi tertentu.

Pengecualian? Ya, setidaknya ada 3 (tiga) kondisi yang akan dikecualikan Google: Pertama, situs contoh model seperti Wikipedia karena kepopulerannya di internet. Kedua, situs yang bermain dalam niche Blue Ocean, sedikit pesaing. Ketiga, situs yang mempunyai banyak artikel pilar yang kontennya tidak cepat basi, dibutuhkan banyak orang, dan tetap relevan sepanjang zaman.

Anda masih ingat dengan artikel lama saya yang pernah menulis masalah artikel tidak cepat basi itu? Silahkan baca “Antara Red Ocean, Artikel Aktual, Artikel Sampah dan Artikel Pilar, Pilih Mana?” kalau Anda ingin lebih jelas.

Sumber Foto: Flickr.com


Bookmark and Share