![]() |
| Pajak Bea Masuk TNT |
Tampilkan postingan dengan label E-Commerce. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-Commerce. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 November 2012
Inilah 5 Alasan Saya Untuk Mendelete TNT Dari Daftar Kurir Forwarding Saya
Dari seringnya saya mengirim paket dari luar negeri, terkait bisnis Jasa Forwarding yang saya jalankan, kini saya mulai bisa memetakan mana-mana kurir yang bagus pelayanannya, dan mana-mana kurir yang standar pelayanannya, maupun kurir yang buruk pelayanannya.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Pengalaman Menarik Alami Lost Package di Amazon
Ini adalah pengalaman saya yang untuk pertama kalinya mengalami masalah saat transaksi Pembelian Online di situs Amazon. Saya mengalami dua masalah yang hampir beruntun setelah sekian lama transaksi di Amazon tidak pernah terjadi masalah.
Apa masalahnya? Masalah pertama, saya mengalami barang orderan saya hilang tidak diterima oleh klien saya. Dan masalah kedua, barang retur dan harus kirim ulang karena ditolak oleh penerimanya di German.
![]() |
| Amazon Fulfillment |
Apa masalahnya? Masalah pertama, saya mengalami barang orderan saya hilang tidak diterima oleh klien saya. Dan masalah kedua, barang retur dan harus kirim ulang karena ditolak oleh penerimanya di German.
Minggu, 12 Agustus 2012
3 Situs E-Commerce Bad Reputation Dari Inggris
Posting kali ini saya akan sharing pengalaman saya Transaksi Pembelian Ke Luar Negeri dengan situs e-commerce dari Inggris. 3 situs poor customer service yang mempunyai reputasi dan pelayanan buruk. Saya kurang tahu apakah tiga situs ini sudah cukup mewakili tipikal orang Inggris memang seperti ini, atau hanya kebetulan belaka?
Hem, entahlah, saya tidak bisa menggeneralisir kalau orang Inggris semua sifat-sifatnya sama seperti ini. Tapi, ya faktanya yang terjadi seperti itu. Ini berbeda dengan mayoritas orang USA, China dan Eropa lainnya yang rata-rata baik semua pelayanannya.
Berikut adalah 3 situs e-commerce Inggris yang mempunyai reputasi dan pelayanan buruk:
River Island
Hem, entahlah, saya tidak bisa menggeneralisir kalau orang Inggris semua sifat-sifatnya sama seperti ini. Tapi, ya faktanya yang terjadi seperti itu. Ini berbeda dengan mayoritas orang USA, China dan Eropa lainnya yang rata-rata baik semua pelayanannya.
Berikut adalah 3 situs e-commerce Inggris yang mempunyai reputasi dan pelayanan buruk:
River Island
![]() |
| River Island |
Minggu, 29 Juli 2012
Pengalaman Melakukan Telegraphic Transfer (TT) Ke Luar Negeri
![]() |
| Telegraphic Transfer |
Mengapa Telegraphic Transfer jarang saya lakukan? Selain karena ribet harus datang ke bank, tidak bisa melalui internet banking, juga charge biaya transfernya yang lumayan mahal sehingga sebisa mungkin saya tidak menggunakan opsi pembayaran ini buat mengirim uang ke luar negeri.
Berapa biaya transfer yang dikenakan bank lokal untuk mengirim uang ke luar negeri melalui TT? Di bawah ini adalah bukti slip setoran saya melalui bank Mandiri waktu mengirim uang pembayaran order buku Jasa Pembelian Online saya ke Selandia Baru kemarin. Bisa baca di artikel ini “Pengalaman Menarik Transaksi Dengan Situs E-Commerce Selandia Baru”.
Pengalaman Menarik Transaksi Dengan Situs E-Commerce Selandia Baru
Beberapa hari yang lalu saya transaksi e-commerce ke situs Selandia baru. Anda tahu? Orang Selandia baru ternyata sangat percaya dengan saya, orang Indonesia yang katanya di mata dunia luar dianggap paling banyak penipunya. Gudangnya scammer dan transaksi fraud kartu kredit.
Bayangkan, saya belum membayar, tepatnya payment belum mereka terima tapi barangya sudah dikirim duluan. Bukankah ini menyalahi aturan transaksi e-commerce di internet yang umumnya pasti menganut sistem pre order. Ada uang baru barang dikirim. Betul?
![]() |
| Palpung Bookstore New Zealand |
Bayangkan, saya belum membayar, tepatnya payment belum mereka terima tapi barangya sudah dikirim duluan. Bukankah ini menyalahi aturan transaksi e-commerce di internet yang umumnya pasti menganut sistem pre order. Ada uang baru barang dikirim. Betul?
Minggu, 17 Juni 2012
Pemahaman Yang Salah Dalam Memahami Kurs Valuta Asing
Sampai hari ini, terkait bisnis Jasa Importir Pembelian Barang Luar Negeri saya, tak jarang saya sering menemui pertanyaan dari klien yang belum bisa membedakan antara Kurs Jual dan Kurs Beli bank untuk penukaran valuta asing. Banyak orang yang bertanya ke saya kalau mau belanja ke situs e-commerce luar negeri yang menggunakan mata uang asing (dolar) itu yang digunakan pakai kurs apa. Pakai kurs bank jual apa kurs beli?
Maaf, tanpa bermaksud untuk menggurui atau merendahkan bagi yang kurang paham tentang masalah kurs ini apakah salah satunya termasuk Anda yang belum paham masalah kurs ini? He2… Baik, saya coba terangkan bagi yang belum mengerti.
Kalau Anda pegang mata uang rupiah (IDR) ingin membeli barang ke luar negeri yang pakai mata uang asing dolar (USD) maka kurs yang dipakai adalah kurs jual yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalau Anda punya dolar, contoh karena Anda bekerja online yang berpenghasilan dolar dan ingin menukar ke rupiah maka nilai kurs yang dikenakan adalah kurs beli.
![]() |
| Exchange Rate Valas |
Maaf, tanpa bermaksud untuk menggurui atau merendahkan bagi yang kurang paham tentang masalah kurs ini apakah salah satunya termasuk Anda yang belum paham masalah kurs ini? He2… Baik, saya coba terangkan bagi yang belum mengerti.
Kalau Anda pegang mata uang rupiah (IDR) ingin membeli barang ke luar negeri yang pakai mata uang asing dolar (USD) maka kurs yang dipakai adalah kurs jual yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalau Anda punya dolar, contoh karena Anda bekerja online yang berpenghasilan dolar dan ingin menukar ke rupiah maka nilai kurs yang dikenakan adalah kurs beli.
Jumat, 06 April 2012
Saya Kena Tipu di eBay Tapi Menang Dispute di PayPal
Keamanan dan kehandalan PayPal memang sudah tidak diragukan lagi untuk transaksi e-commerce di internet. Dibanding alat pembayaran lain, contoh seperti kartu kredit, Western Union, Wire Transfer atau Telegraphic Transfer (TT) dll, PayPal terbukti yang paling aman, cepat dan murah karena si pembayar tidak dikenakan charge fee/ biaya dan sekaligus bisa langsung masuk dananya secara langsung (realtime) ke rekening si penerimanya.

Dari banyaknya transaksi — entah sudah berapa ratus transaksi karena saya sudah tidak ingat lagi persisnya— yang sudah pernah saya lakukan via PayPal, kali ini saya akan cerita kembali pengalaman Bersengketa Transaksi di PayPal. Tepatnya, pengalaman kena tipu seller China di eBay. Kasusnya, saya sudah bayar tapi barang tak dikirim oleh sellernya. Kalau sebelum-sebelumnya masalah seperti ini bisa selesai di tahap negoisasi antara buyer dengan seller, belum sampai tahap eskalasi klaim PayPal, maka kali ini harus diselesaikan oleh PayPal. Mengapa?

Dari banyaknya transaksi — entah sudah berapa ratus transaksi karena saya sudah tidak ingat lagi persisnya— yang sudah pernah saya lakukan via PayPal, kali ini saya akan cerita kembali pengalaman Bersengketa Transaksi di PayPal. Tepatnya, pengalaman kena tipu seller China di eBay. Kasusnya, saya sudah bayar tapi barang tak dikirim oleh sellernya. Kalau sebelum-sebelumnya masalah seperti ini bisa selesai di tahap negoisasi antara buyer dengan seller, belum sampai tahap eskalasi klaim PayPal, maka kali ini harus diselesaikan oleh PayPal. Mengapa?
Minggu, 19 Februari 2012
Jasa Forwarding Pengiriman Paket Luar Negeri Murah
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang salah satu kendala terbesar dalam berbelanja online ke situs e-commerce luar negeri. Contoh kendala berbelanja ke situs market place semacam Amazon dan eBay. Apa kendalanya? Yaitu sellernya mengecualikan, tidak mau kirim (shipping) ke Indonesia.
Anda ingin tahu hampir setiap hari ada saja pengunjung blog ini yang meninggalkan komentarnya maupun mengontak saya melalui halaman kontak menanyakan ke saya tentang kesulitan itu. Mereka banyak yang bertanya ke saya bagaimana Caranya Berbelanja ke Luar Negeri kalau situsnya tidak melayani buyer Indonesia. Begitu pertanyaan yang sering saya terima.
Kalau Anda sering browsing ke situs eBay melihat-lihat barang yang dilelang di sana tentu tidak asing lagi dengan kata-kata ini Not Available to Indonesia. Ini artinya apa? Artinya adalah barang yang dilelang tidak tersedia untuk bidder dari negara kita. Begitupun di Amazon jika sellernya mengecualikan Indonesia dalam daftar shippingnya pasti akan muncul message error saat Anda akan checkout. Inti pesannya sama, Anda diminta mengubah alamat pengirimannya karena tidak tersedia dalam daftar layanan shipping mereka. Nah, baru setelah alamat shipping dirubah pakai alamat USA proses pembelian bisa dilakukan.
Anda ingin tahu hampir setiap hari ada saja pengunjung blog ini yang meninggalkan komentarnya maupun mengontak saya melalui halaman kontak menanyakan ke saya tentang kesulitan itu. Mereka banyak yang bertanya ke saya bagaimana Caranya Berbelanja ke Luar Negeri kalau situsnya tidak melayani buyer Indonesia. Begitu pertanyaan yang sering saya terima.
![]() |
| Jasa Forwarding |
Kalau Anda sering browsing ke situs eBay melihat-lihat barang yang dilelang di sana tentu tidak asing lagi dengan kata-kata ini Not Available to Indonesia. Ini artinya apa? Artinya adalah barang yang dilelang tidak tersedia untuk bidder dari negara kita. Begitupun di Amazon jika sellernya mengecualikan Indonesia dalam daftar shippingnya pasti akan muncul message error saat Anda akan checkout. Inti pesannya sama, Anda diminta mengubah alamat pengirimannya karena tidak tersedia dalam daftar layanan shipping mereka. Nah, baru setelah alamat shipping dirubah pakai alamat USA proses pembelian bisa dilakukan.
Minggu, 22 Januari 2012
Can I Trust You?
Sisi trust, lagi-lagi tentang kepercayaan transaksi e-commerce di negara kita. Saya ada pengalaman agak kurang menyenangkan pernah diinterogasi oleh calon klien saya. Saya sebut interogasi karena mirip benar dengan gaya bertanyanya Polisi waktu sedang Mem-BAP saya. He2...

Ada klien yang mau transaksi senilai $70-an USD dengan saya tapi tanyanya macam-macam. Inti pertanyaannya jelas, saya ini nipu apa tidak. Saya kutip sebagian pertanyaan dari klien yang pernah diajukan ke saya via Twitter:
Saya hanya tersenyum kecut kala menerima pertanyaan seperti itu. Antara wajar dan bisa menerima karena memang begitu banyak kasus scam di negara kita sehingga wajar saja jika ada orang yang begitu hati-hatinya dan curiga sama orang di internet. Namun, di sisi lain juga kurang bisa memahami kenapa ada orang yang begitu curiganya ke saya sementara orang yang bertanya seperti itu seorang intelektual muda yang sangat melek internet. Karena saya melihat dia juga sangat aktif di Twitter.

Broken Trust
Ada klien yang mau transaksi senilai $70-an USD dengan saya tapi tanyanya macam-macam. Inti pertanyaannya jelas, saya ini nipu apa tidak. Saya kutip sebagian pertanyaan dari klien yang pernah diajukan ke saya via Twitter:
# Kalau boleh tahu, anda berkediaman di mana, indonesia ataukah LN? :)
# Ok berapa lama anda bekerja seperti ini?
# Maaf yah, ada satu pertanyaan lagi, bagaimana saya bisa mempercayai anda, karena kan begitu banyak dusta dalam bekerja di dunia online?
Saya hanya tersenyum kecut kala menerima pertanyaan seperti itu. Antara wajar dan bisa menerima karena memang begitu banyak kasus scam di negara kita sehingga wajar saja jika ada orang yang begitu hati-hatinya dan curiga sama orang di internet. Namun, di sisi lain juga kurang bisa memahami kenapa ada orang yang begitu curiganya ke saya sementara orang yang bertanya seperti itu seorang intelektual muda yang sangat melek internet. Karena saya melihat dia juga sangat aktif di Twitter.
Jumat, 06 Januari 2012
Cost, Risk dan Benefit Dalam Berbisnis
Berbisnis itu penuh resiko. Hem, sepertinya kata-kata ini sudah sangat sering dan akrab kita dengar. Benar? Berbisnis bisa kena resiko ditipu, resiko rugi, resiko gagal dsb. Karena saking seringnya kita dengar dan takutnya akan resiko ini makanya banyak orang tak berani mulai berbisnis. Tak terkecuali saya, sampai sekarang di usia saya yang awal Januari 2012 ini genap menjadi 39 tahun, saya tetap takut memulai berbisnis. Saya tetap jadi seorang pengecut dengan tetap memilih jalan aman dengan penghasilan pas-pasan menjadi seorang karyawan.Ya, satu-satunya yang sedikit membanggakan dari diri saya di usia yang sudah tidak muda lagi ini adalah akhirnya saya berani mencoba berbisnis sambilan via internet. Saya berbisnis sambil multitasking kerja kantoran ikut orang. Sebuah pilihan yang sebetulnya tidak mudah juga untuk saya lakukan. Yang namanya kerja multitasking tak jarang membuat kepala saya cenut-cenut kalau harus diberondong banyak pekerjaan. Baik pekerjaan kantor yang menuntut untuk cepat diselesaikan, maupun serbuan order dari prospek yang ingin membeli barang dan minta bantuan Jasa Pembelian Online saya. Belum lagi nanti kalau ada masalah yang membuat hari-hari saya penuh interupsi. Malam-malam saya harus bangun dan tentu saja jadi sulit untuk tidur nyenyak.
Nah, berbicara resiko, boleh saya cerita sedikit tentang pengalaman saya berbisnis di internet. Pagi tadi saya sempat ngetweet di Twitter. Isi tweet saya menceritakan tentang transaksi besar pembelian barang ke luar negeri yang pernah saya lakukan di internet. Beberapa hari yang lalu sempat saya ceritakan di artikel ini “Standar Keamanan Transaksi Situs E-Commerce, Perbankan dan PayPal di Internet”. Tepatnya, sebelum liburan Natal dan tahun baru tahun ini (2012) kalau semua orang banyak yang bersuka cita menunggu perggantian tahun, tapi tidak demikian halnya dengan saya. Mengapa? Karena gara-gara holiday ini salah satu transaksi e-commerce saya dengan nilai 2231.04 USD jadi ikut terlambat. Barang harus pending menunggu liburan di Inggris usai baru bisa dikirim ke Indonesia.
Yang membuat saya kawatir toko onlinenya saya baru kenal dan belum tahu reputasinya seperti apa karena belum pernah transaksi di sana. Saya hanya melihat dari sisi trust secara online saja pakai parameter tool-tool online. Terus kedua, pembayaran barangnya sudah saya transfer via PayPal lunas di muka namun celakanya barangnya harus menunggu lumayan lama, sekitar 12 harian baru dikirim.
Bagaimana kalau ini hanya alasan dari merchantnya saja yang ingin mengulur-ulur waktu atau jangan-jangan ingin menipu saya. Sempat terbesit pikiran jelek seperti itu di benak saya. Dan saya pun sudah menyiapkan resiko paling buruk seandainya itu terjadi. Saya harus jual barang apa yang ada di rumah saya buat mengembalikan duit klien sebesar itu —maaf besar untuk ukuran saya mungkin bisa kecil untuk ukuran Anda— sebagai bentuk tanggung jawab moral saya kepada klien saya.
Dan malam tadi berita menggembirakan itu datang. Alhamdulillah akhirnya senam sport jantung deg-degan karena menunggu beberapa lama akhirnya mereda. Merchantnya memberi kabar ke saya via email akan mengirim barang pesanan saya. Saya diberi kabar tentang detil invoice dan verifikasi sekali lagi masalah alamat pengiriman dan barangnya yang saya pesan. Ah, lega saya terlebih nomor tracking FedEx yang diberikan ke saya statusnya saya cek sudah shipment atau mulai tracking jalan pengirimannya.
Tracking FedEx
Kembali ke masalah resiko berbisnis tadi. Cerita saya di atas hanya sekedar contoh kecil saja mengenai berbisnis. Dan dari contoh kecil ini kini saya mulai belajar untuk berkawan dengan resiko. Ada kelegaan yang sulit untuk saya lukiskan dengan kata-kata bagaimana saat saya bisa memenangkan pertarungan ini. Melawan resiko. Kelegaan setelah harap-harap cemas sekian lama akhirnya bisa terbayarkan lunas dengan reward yang cukup lumayan besarnya sebagai imbalannya.
Terakhir, Satu hal yang bisa saya petik dari pelajaran ini adalah dalam berbisnis, berlaku pada bisnis apapun, semakin besar resiko yang kita ambil, dalam artian semakin besar nilai transaksi bisnisnya, tentu rewardnya juga semakin besar pula. Jadi kalau Anda ingin berbisnis ambil untung (benefit) gede, sepertinya ini sudah hukum alam dan dalam bisnis juga berlaku, pasti butuh pengorbanan gede, biaya modal (cost) duit gede dan kita harus berjuang menempuh resiko (risk) gede pula. Betul?
Pertanyaan saya di akhir posting ini kepada Anda sudah kah Anda mulai berbisnis? Apa resiko terbesar yang pernah Anda lakukan? Silahkan, Anda boleh sharing atau berbagi dengan saya.
Kamis, 22 Desember 2011
Standar Keamanan Transaksi Situs E-Commerce, Perbankan dan PayPal di Internet

Semakin seringnya saya transaksi finansial via internet membuat saya belajar tentang banyak hal yang menyangkut sistem dan prosedur serta standar keamanan yang diterapkan beberapa situs e-commerce, maupun standar keamanan yang diberlakukan oleh pihak perbankan di internet. Pengalaman telah mengajarkan banyak hal kepada saya.
Hem, kalau sebagian besar orang banyak yang masih takut-takut akses finansial perbankan apalagi bertransaksi di internet pakai internet banking maupun transaksi online, semisal belanja barang online atau ke luar negeri pakai kartu kredit maupun PayPal, tidak demikian halnya dengan saya. Kok bisa? Karena transaksi e-commerce di internet sudah seperti mainan saya sehari-hari karena sudah menjadi profesi kedua saya dalam mencari makan, ngasong online di internet.
Nah, terkait masalah transaksi online ini, saya ingin bercerita kepada Anda. Kemarin ada salah satu pengomentar anonim meninggalkan komentarnya di salah satu artikel saya yang ini, “Tips Cara Mudah Belanja Barang di Amazon dan eBay”. Pengomentar tersebut bercerita katanya habis dibobol kartu kreditnya di Amazon. Ada transaksi ilegal yang dilakukan oleh pembobol yang memakai data kartu kreditnya untuk berbelanja di Amazon. Lalu dia bertanya ke saya bagaimana cara melaporkan hal ini ke Amazon.
Sebetulnya rata-rata standar keamanan situs e-commerce apalagi sekelas Amazon sudah sangat baik jadi saya pun ragu kalau semudah itu dibobol oleh pembobol. Kecuali kalau bobolnya akibat dari kecerobohan usernya sendiri yang kurang berhati-hati. Karena hampir semua situs e-commerce menggandeng pihak ketiga semacam Verisign yang sudah terkenal reputasinya untuk memastikan lalu-lintas dan kemanan data usernya aman dengan mengenkripsi datanya jadi sangat lah sulit untuk dibajak.
Alasan lainnya, setiap situs e-commerce maupun situs perbankan, baik bank lokal maupun bank sekelas PayPal selalu memberikan alert email setiap kali Anda selesai transaksi finansial. Jadi setiap ada penyalahgunaan account si pemiliknya akan langsung diberitahu via email. Contoh bank seperti BCA, BNI, Mandiri dan BRI yang sudah pernah saya coba pakai internet bankingnya pasti akan melaporkan ke nasabah via email setiap kali selesai transaksi. Yang paling secure bank BRI. Setiap selesai logout saya selalu dikirimi alert email berisi pemberitahuan aktivitas saya sewaktu login di internet banking bank BRI.
Contoh lainnya, PayPal. Kebetulan contohnya masih hangat. Kemarin saya baru saja transaksi e-commerce Jasa Pembelian Luar Negeri dengan nilai transaksi cukup besar, untuk ukuran saya, yaitu senilai $2231.04 USD. Hanya dalam hitungan beberapa menit pihak PayPal langsung mengkonfirmasi ke saya by phone untuk menanyakan atau verifikasi apakah benar transaksi yang barusan terjadi saya yang melakukannya.
Saya sampai kaget, maklum Inggris saya masih belepotan jadi sedikit panik waktu ada nomor asing dari nomor luar negeri bernomor +0060376638500 tiba-tiba menghubungi ponsel saya sekitar pukul 12:36 Wib, beberapa saat setelah 12 menit yang lalu habis transaksi menggunakan PayPal. Rupanya PayPal sangat concern terhadap keamanan akun nasabahnya sampai-sampai saat di Amerika sana lagi waktunya enak-enak tidur pun staff mereka tetap stand by ngawasi lalu lintas data nasabahnya sehingga langsung memverifikasi ke saya selaku pemilik accountnya.
Maklum, seumur-umur menggunakan PayPal semenjak tahun 2008, itu adalah transaksi terbesar yang pernah saya lakukan lewat PayPal. Sebelum-sebelumnya paling banter saya hanya transaksi maksimal $600 USD saja. Itupun saya menerima transfer PayPal Balance, bukan mengirim duit keluar.
Kalau melihat standar keamanan yang begitu ketat dan alert report yang realtime dalam memantau dan melaporkan lalu-lintas keuangan ke pemilik account yang diterapkan situs-situs e-commerce maupun situs perbankan di internet, apakah iya kita harus ragu dan takut untuk bertransaksi online?
Pertanyaan saya kepada Anda di akhir post ini, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk juga yang masih enggan atau takut-takut melakukan transaksi finansial via internet? Atau malah sudah sangat terbiasa karena sama-sama sudah tahu akan standar keamanan ini? Silahkan Anda boleh sharing dengan saya, terima kasih.
Minggu, 18 Desember 2011
6 Tips Memenangkan Lelang di eBay

Artikel ini sebetulnya adalah penyempurnaan artikel saya sebelumnya yang berjudul sama, “Tips Memenangkan Lelang di eBay”. Tapi karena ada yang perlu saya tambahkan maka untuk kali ini saya coba daur ulang dan sempurnakan lagi, siapa tahu ini berguna buat Anda yang ingin mencoba keberuntungannya agar bisa memenangkan lelang di eBay.
Sebelum saya sharing tips saya, saya akan tunjukkan dulu kepada Anda bukti kalau saya sudah pernah memenangkan lelang di eBay. Tidak lucu, kan kalau saya beri tips kepada Anda tapi saya tidak bisa menunjukan buktinya? :D Bukti yang pertama, saya pernah memenangkan lelang BlackBerry PlayBook 16 GB dengan harga cukup murah $232.50 USD di eBay. Dan bukti yang kedua, beberapa kali saya juga pernah memenangkan lelang pembelian sepatu milik klien Jasa Pembelian Online saya.

Menang Lelang Playbook di eBay
Hem, sebetulnya apa, sih rahasianya untuk bisa memenangkan lelang barang di eBay? Sulit kah untuk bisa memenangkan lelang di eBay? Tidak sulit, kok. Setidaknya, ini berdasarkan pengalaman saya yang sudah pernah berkali-kali ikut lelang dan menang di eBay. Ada 6 tips yang bisa Anda praktekkan agar bisa memenangkan lelang di eBay. Apa saja tipsnya? Berikut ini tips-tipsnya:
1. Koneksi internet harus cepat dan stabil
Syarat wajib yang pertama, koneksi internet Anda harus cepat dan stabil. Seberapa cepat? Tidak harus cepat sekali, sekitar 500 kbps saja sudah cukup. Yang terpenting stabil tidak naik turun, dan tidak mudah putus koneksinya. Ini penting, karena saat bidding jangan sampai ganguan internet, semisal tiba-tiba disconnect menghalangi proses lelangnya, terlebih di detik-detik terakhir yang sangat menentukan.
2. Perhatikan waktu berakhir lelang
Jika Anda berada di Indonesia dan lawan bidder Anda misalnya orang USA maka waktu lelang yang peluang menangnya tinggi adalah lelang yang berakhir sekitar pukul 11.00 s/d 17.00 Wib siang hari di Indonesia. Karena jam segini di USA sana lagi enak-enaknya tidur. He2… Seperti kita tahu selisih perbedaan waktu antara Indonesia dengan benua Amerika sekitar 12 jam. Kita di belahan timur lebih dulu melihat Matahari atau +7 jam dari GMT dibanding negara Amerika yang waktunya -5 s/d -8 jam dari GMT karena berada di belahan bumi bagian barat.
3. Pilih lelang dengan peserta terbatas
Jika Anda ingin peluang menangnya semakin tinggi, ini masih nyambung dengan tips nomor 2. Pilihlah penawaran lelang yang dibatasi untuk peserta atau bidder dari negara USA saja. Jangan pilih yang worldwide yang sangat ketat persaingannya karena bisa diikuti peserta dari semua negara. Mengapa? Tentu saja ini untuk memperbesar peluang Anda menang karena otomatis para peserta lelang akan sedikit sebab tersortir hanya dibatasi orang USA saja yang bisa ikut. Jika Anda orang Indonesia, bagaimana caranya untuk mendapatkan alamat Amerika supaya bisa ikut lelang? Baca artikel saya yang ini “Tips Cara Mudah Belanja Barang di Amazon dan eBay” jika ingin punya alamat di USA secara gratis.
4. Bidding di detik-detik terakhir
Biddinglah dengan harga minimal saat Anda ingin mengunci lelangnya untuk pertama kali. Tapi berikan bidding terbaik Anda saat 6 detik terakhir sebelum masa lelangnya habis. Mengapa harus di 6 detik terakhir? Angka ini berdasarkan pengalaman pengukuran saya mengikuti lelang di eBay. Karena waktu 6 -10 detik terakhir sebelum masa lelang berakhir adalah waktu seru-serunya perang bidding. Jadi berikan bidding Anda sekitar 6 detik sebelum lelang ditutup. Jika harga bidding Anda tertinggi maka lawan lelang Anda sudah tidak punya kesempatan lagi untuk melakukan bid ulang menyusul bidding Anda.
5. Buka eBay multitab di browser
Bukalah halaman penawaran barang yang Anda ikuti di eBay secara multitab, menjadi banyak jendela sekaligus. Satu tab untuk memantau history atau posisi bidding tertingginya berapa. Tab satunya lagi untuk menembak bidnya di detik-detik terakhir. Siapkan angka bidding di kolom isian bidding agar Anda hanya sekali klik waktu akan nembak di detik-detik terakhir.
6. Bidding lebih dari satu bid
Jika persaingan bidding sangat ramai dan ketat, Anda bisa terapkan strategi dengan membidding lebih dari satu bid langsung ke beberapa jendela (tab) sekaligus di browser Anda. Dan berikan harga bidding secara bertingkat. Contoh misalnya nilai bidding tertinggi saat lelang di angka $210. Maka buka beberapa tab sekaligus, misalnya dua tab. Tab pertama bidding di $218 dan bid kedua $220.05. Bidding secara berturut-turut yang rendah pada detik ke-10 sebelum berakhir dan bidding yang kedua sekitar 6 detik sebelum berakhir.
Anda tidak usah kuatir kemahalan jika bidding kedua Anda tadi masuk dan keluar sebagai pemenang. Bila bidding Anda secara berturut-turut menang dan berada di urutan nomor 1 dan 2 sebagai penawar tertinggi maka eBay akan memilih harga yang terendah ($218), bukan yang tertinggi.
Demikian tips dari saya. Selamat mengikuti lelang di eBay. Semoga Anda beruntung. Jika Anda ada tambahan dan pertanyaan, silahkan Anda tambahkan di kolom komentar. Terima kasih.
Sumber Foto: eBay Christmas
Senin, 12 Desember 2011
Buyer Pun Bisa Menipu di Internet, Tak Percaya?
Bagi orang awam, maksud saya yang bukan pebisnis online mungkin sering beranggapan yang sering melakukan aksi tipu menipu di internet adalah kebanyakan seller atau penjual toko online. Dan aksi penipuan yang sering terjadi dan menimpa buyer adalah pembeli sudah pre order dengan melakukan transfer pembayaran ke seller namun kemudian barang tidak kunjung datang atau sengaja tidak dikirim oleh sellernya.Ya, saya tak memungkiri memang banyak sekali seller gadungan di internet. Jadi berhati-hatilah setiap kali akan bertransaksi di internet. Anda harus selalu waspada sebelum memutuskan untuk belanja online. Saya pernah menulis ciri-ciri situs scamer (penipu). Baca artikel “Inilah 5 Ciri-ciri Situs E-Commerce Scam di Internet”. Silahkan Anda baca kalau Anda belum mengerti ciri-cirinya atau belum pernah membaca artikel saya tersebut.
Sekarang pertanyaannya, apakah bisa buyer menipu seller di internet? Bukankah yang umumnya menipu itu seller (penjual)? Bisa saja, kenapa tidak. Sekarang para penipu sudah semakin canggih dalam melakukan aksi tipu dayanya di internet. Kalau Anda yang kebetulan pelaku bisnis online tentu sudah tidak kaget lagi menjumpai fakta ini. Buyer menipu seller di internet.
Sebagai pelaku bisnis online yang Berjualan Barang dan Jasa di Internet, saya pun tak luput pernah punya pengalaman buruk. Pernah ditipu oleh salah satu buyer online saya. Celakanya, buyer yang menipu saya seorang wanita muslimah yang berasal dari daerah yang katanya paling islami dan disebut Serambi Mekkah. Tapi ini memang kesalahan saya, sih karena saya terlalu naif mudah mempercayai mulut manis buyer yang sebetulnya adalah jelas-jelas orang yang tidak ada itikad baik buat membayar transaksinya.
Kasus yang menimpa saya, buyer pre oder dengan membayar 50% dan sisanya yang 50% janjinya akan dibayar setelah barang sudah diterima. Dan ternyata buyernya ingkar janji. Hingga satu bulan berlalu sejak tanggal 10 November 2011 transaksi sampai dengan hari ini, saat saya tulis ini, orangnya tak mau melunasi pembeliannya. Beberapa kali saya coba kontak ke dia namun seribu satu macam alasan dikemukakannya ke saya. Intinya, dia berusaha ingkar tidak mau melunasi hutangnya.
Saya akhirnya nyerah. Mungkin saya harus belajar dari kasus penipuan ini supaya kedepan saya lebih berhati-hati lagi untuk bertransaksi di internet.
Dan kemarin saya sempat cerita-cerita dengan Sahabat saya. Rupanya pengalaman saya ini juga pernah dialami oleh sahabat saya juga. Dia juga pernah ditipu seorang wanita. Barang sudah dikirim namun buyernya tak mau membayarnya. Kedua, sahabat saya juga cerita ke saya, istrinya pernah transaksi PayPal Balance $500 USD dengan seorang wanita yang berasal dari Jogja di forum Adsense-ID. Istrinya ditipu, setelah uang ditransfer dan saldo PayPal Balance ditranfer masuk ke rekening PayPal istrinya tiba-tiba tidak berapa lama kemudian di-dispute, atau ditarik lagi ke PayPal sellernya.
Persamaan kasus antara penipuan yang menimpa saya dan kasus yang menimpa sahabat dan istri sahabat saya adalah penipunya, maaf semuanya adalah wanita. Itu yang pertama. Persamaan yang kedua dua dari penipunya dari daerah Sumatera. Sumatera? Iya, saya tidak ada maksud untuk memojokkan orang Sumatera itu penipu semua, ya karena bisa saja ini suatu kebetulan. Saya ditipu oleh orang Aceh, sementara teman saya ditipu oleh orang Medan. Dan kemarin saya juga hampir mau ditipu lagi oleh seorang wanita yang mengaku dari Palembang. Dia mengaku ke saya katanya kerja di PT Angakasa Pura Bandara Palembang.
Pelajaran yang bisa saya petik dari kejadian yang pernah menimpa saya ini adalah:
- Jangan mudah percaya dengan orang lain hanya karena melihat dia seorang yang kuat agamanya atau dia berasal dari daerah yang katanya paling agamis. Agama dan moralitas di negeri ini faktanya tak selalu berbanding lurus dan bukan jaminan untuk tidak berbuat jahat (menipu). Baca artikel Komaruddin Hidayat ini kalau Anda tak percaya “Keislaman Indonesia Hanya Ritual Semata, Benarkah?”
- Jangan mudah terkecoh. Trik para penipu biasanya pakai gaya memelas karena kesulitan keuangan sehingga minta diberi keringanan harga dengan menyicil atau minta bayar di belakang saat barang diterima.
- Penipu sering membalik fakta dengan dalih mengatakan dia tidak mungkin menipu. Karena beralasan seringnya kasus penipuan dilakukan oleh seller. Uang sudah ditransfer tapi barang tidak dikirim.
- Berhati-hatilah terutama terhadap buyer wanita. Maaf, bukan maksud saya untuk menggeneralisasi atau mendeskreditkan kaum wanita, tapi fakta atau pengalaman yang telah terjadi adalah kebanyakan para pelakunya (penipu) seorang wanita. Masih ingat dengan penipu yang pernah saya tulis di blog ini, lagi-lagi kebetulan mengaku seorang wanita bernama Rina Indria?
Pertanyaan saya di akhir post ini, Apakah diantara para pembaca pernah mengalami kejadian yang sama, pernah ditipu di internet? Silahkan sharing, ya. Terima kasih.
Catatan: Pengambilan gambar foto dalam artikel ini sekedar buat ilustrasi saja, samasekali atau tidak ada hubungannya dengan para penipu online. Sumber foto diambil dari sini
Rabu, 07 Desember 2011
5 Alasan Mengapa Saya Memilih BlackBerry PlayBook Daripada iPad

Sebetulnya saya membeli tablet PlayBook ini suatu kebetulan karena saya telah Memenangkan Lelang di eBay. Saya mendapatkan PlayBook harga murah dengan selisih harga yang lumayan jauh kalau saya bandingkan dengan harga PlayBook disini. Kebetulan? Tidak juga, sih karena sebelumnya saya memang sudah ada rencana buat membeli komputer tablet. Alasannya? Karena tuntutan pekerjaan online dan offline yang menuntut saya untuk always connected ke internet maka pilihan pakai komputer tablet yang paling mengakomodir.
Kalau saya pakai laptop atau netbook terlalu repot, kurang praktis untuk dibawa kemana-mana. Sementara saya orangnya sering mobile. Pakai BB juga sama. Layarnya yang hanya seuprit, terlalu kecil kalau dipakai browsing internet. Tampilan mobile version dengan fitur dan view terbatas di layar BB cukup menghambat aktivitas transaksi online yang butuh kehati-hatian dan ketelitian tinggi. Contoh, untuk transaksi transfer dan payment finansial internet banking, maupun untuk pembayaran Pembelian Online ke Luar Negeri yang sering buka PayPal, dan website e-commerce dengan tampilan penuh (desktop).
Sebelum saya memutuskan beli PlayBook awalnya saya memang berencana untuk membeli komputer tablet yang paling populer dan digandrungi orang saat ini. Dan pilihan itu jatuh kepada iPad. Kenapa iPad? Karena tampilannya yang elegan, keren, tipis dan ringan praktis dibawah kemana-mana membuat saya tertarik ingin membeli iPad.
Namun, kemudian saya urungkan untuk membeli iPad dan memutuskan beli PlayBook dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Saya punya alasan, ini mungkin subyektif saya meskipun fakta ini obyektif, mengapa saya lebih memilih PlayBook BlackBerry ketimbang iPad.
Berikut ini kelima alasan saya kalau Anda ingin tahu siapa tahu informasi ini berguna buat Anda bila suatu saat berencana membeli gadget tablet ini:
1. Harga iPad 3G cukup mahal
Saya sebelumnya sempat survey nanya-nanya ke beberapa toko gadget dan Apple Store di Jogja. Harga iPad 3G yang bisa dipakai mobile internet kemana-mana tanpa mengandalkan Wi-Fi, harga yang termurah masih di atas Rp 6 Jutaan. Hem, ini harga yang lumayan tinggi untuk ukuran kantong saya sehingga saya memutuskan untuk pikir-pikir dulu sebelum membelinya. Saya belum merasa harga segitu cukup pantas atau sepadan dengan fungsi dan kemudahan iPad yang diberikan ke saya. Harganya masih cukup mahal itu kesimpulan saya.
2. Saya pengguna gadget BlackBerry, bukan pengguna iPhone
Ini juga merupakan alasan saya meskipun bukan alasan utama. Saya sudah familiar dengan menu-menu yang ada BlackBerry karena saya pengguna gadget BlackBerry. Sementara iPhone saya belum pernah punya. Hanya beberapa kali pegang nyettingkan punya teman saja sehingga saya kurang familiar terhadap menu-menunya iPhone.
Nah, karena PlayBook keluaran dari vendor yang sama dengan BB, dari RIM Canada, tentu interfacenya akan mirip, tak jauh beda dengan menu-menu yang ada di BlackBerry sehingga tentu saja saya akan lebih mudah beradaptasi dengan PlayBook ketimbang saya memakai iPad yang menu-menunya sedikit asing karena belum familiar.
3. PlayBook bisa konek atau Bridge ke BlackBerry
Saya baru tahu belakangan ini setelah baca-baca di internet waktu mencari tablet, ternyata PlayBook bisa konek atau Bridge ke BlackBerry. Apa manfaatnya kalau bisa Bridge ke BB? Banyak. Anda bisa memainkan PlayBook layaknya BB namun dengan menu lega layar lebar 7 inch PlayBook. Bukankah ini menyenangkan? Anda bisa buka chat BBM, email, browsing yang biasanya hanya lewat layar kecil BlackBerry, sekarang dengan adanya PlayBook bisa Anda lakukan secara remote dari PlayBook. Apakah ini tidak menyenangkan?
4. Memaksimalkan biaya berlangganan BIS BlackBerry
Saya menganggap, lagi-lagi ini untuk ukuran kantong saya, biaya berlangganan BIS BB yang saya keluarkan Rp 99 ribu setiap bulan, bukan biaya yang cukup murah. Saya berlangganan BIS Unlimited Telkomsel. Mengapa tak murah? Karena dengan biaya segitu saya menganggap belum maksimal penggunaan BB saya kalau hanya buat chat BBM, YM, Pushmail dan sesekali download maupun browsing internet.
Dengan menggunakan PlayBook saya bisa memaksimalkan biaya berlangganan BIS saya. Saya bisa akses internet, browsing lewat PlayBook dengan numpang BB saya sebagai modemnya. Dan yang penting, catat gratis, tidak perlu bayar lagi biaya GPRS yang akan dicharge seperti halnya kalau saya misalnya menggunakan BB saya, saya pakai sebagai modem lewat bukan PlayBook yang akan kena biaya GPRS karena APN yang digunakan bukan APN RIM. Bukan kah ini benar-benar memaksimalkan biaya berlangganan BIS BlackBerry saya?
5. Menghemat biaya berlangganan internet
Yang ini sudah jelas, bisa menghemat biaya berlangganan internet saya. Kalau saya pakai iPad misalnya, saya harus berlangganan internet unlimited lagi setiap bulannya supaya iPad saya bisa dipakai akses internet dimanapun dan kapan pun tanpa perlu mencari Wi-fi. Kalau pakai PlayBook tidak, karena saya sudah ada BB di samping saya yang siap menjadi modemnya secara Bridge gratis bila sewaktu-waktu saya akan buka untuk konek ke internet.
Bayangkan, kalau misalnya saya jadi membeli iPad artinya saya harus nambah pengeluaran baru lagi setiap bulannya. Saat ini saja saya sudah lumayan berat untuk mengeluarkan biaya berlangganan internet saya. Saya tiap bulan harus membayar paket internet Flash saya Rp 250 ribu perbulan. Langganan BIS BB Rp 99 ribu perbulan. Itu belum termasuk pengeluaran pulsa untuk nomor BB saya dan HP kedua saya yang lainnya. Nah, kalau saya pakai iPad otomatis pengeluaran itu akan bertambah lagi.
Itulah ke-5 Alasan Mengapa Saya Memilih BlackBerry PlayBook Daripada iPad. Oh, ya diantara pembaca apa sudah ada yang menggunakan kedua gadget tablet tersebut? Silahkan sharing, ya. Terima kasih.
Minggu, 04 Desember 2011
Tips Cara Mudah Belanja Barang di Amazon dan eBay

Beberapa hari yang lalu saya sempat iseng-iseng mengecek negara mana-mana saja di Amazon yang menjadi tujuan pengiriman (shipping) atau bisa diterima untuk berbelanja disana. Dan saya kaget. Negara kita dan negara tetangga seperti Malaysia, Brunei dan Singapura yang masuk pengecualian, saat saya tulis ini, tidak dilayani oleh Amazon tapi ada satu negara baru tetangga kita yang justru secara ekonomi masih jauh dibawah kita malah sudah dilayani oleh Amazon.
Negara mana itu? Timor Leste atau Timor Timur, negara tetangga baru kita yang awalnya adalah propinsi ke-27 negara kita sewaktu masih bergabung dengan NKRI.
Sebagai orang Indonesia kita mungkin patut iri, kecewa dan bersedih hati atas diskriminasi Amazon, eBay dan para merchant online kepada negara kita. Mengapa? Karena alasan pengecualian tersebut bukan karena jasa pengirimannya tak melayani rute ke Indonesia. Bukan, tapi karena reputasi buyer (pembeli) dari Indonesia hingga saat ini memang belum begitu trust di mata para seller atau penjual dari situs-situs luar negeri. Itu yang menjadi penyebabnya.
Fakta diatas yang saya contohkan, di Amazon dan contoh lain di situs eBay yang beberapa sellernya mayoritas mengecualikan kolom shippingnya untuk kirim ke Indonesia, ini menjadi kendala kita yang akan berbelanja online ke luar negeri.
Berangkat dari kendala di atas saya akan memberikan tips kepada Anda bagaimana Cara Mudah Belanja Online ke luar negeri tapi terkendala situsnya tak mau menerima kita, orang Indonesia sebagai buyernya. Tips dan caranya bagaimana? Ada caranya, yaitu dengan menggunakan jasa drop shipping atau forwarding alamat di Amerika sebagai alamat transit untuk mensiasatinya.
Berarti jadi dua kali, dong pengirimannya? Benar, dari Amazon atau eBay kirim ke alamat Amerika untuk transit dulu, lalu baru forwarding kirim dari Amerika ke Indonesia. Tapi tenang, untuk mensiasatinya agar tetap murah ongkos kirimnya saya punya tips. Tipsnya adalah silahkan pilih produk atau seller di Amazon atau eBay-nya yang menggratiskan biaya kirim lokal ke Amerika. Beberapa seller di Amazon dan eBay tidak sedikit, kok yang menggratiskan biaya pengiriman lokal sesama USA. Kalau gratis artinya Anda, kan tetap hanya bayar biaya shipping satu kali. Benar, tidak? He2…
Saat Anda belanja tinggal gunakan alamat Amerika yang nanti akan saya berikan untuk alamat shipping pengirimannya. Alamatnya ini asli apa akal-akalan? Asli dong karena ini legal dari perusahaan Amerika yang membuka jasa ini. Kalau Anda ingin tahu situsnya yang rekomended dan jasa drop shippingnya murah, Anda bisa mendaftar dan pakai jasa drop shipping dari MyAmericanShipper yang beralamat di California USA. Gratis. Anda tak perlu bayar iuran keanggotaan untuk mendaftar dan memakai alamat USA di MyAmericanShipper. Anda hanya membayar setiap kali ada pengiriman paket saja. Dan perhitungan feenya sudah include di biaya kirimnya.
Cara Penghitungan Biaya Kirim
Bagaimana cara penghitungan biaya pengiriman dari California Amerika ke Indonesia? Mahal tidak kira-kira biayanya? Biayanya relatif murah, kok menurut saya. Dan yang terpenting biayanya transparan. Anda tinggal hitung berdasarkan estimasi berapa besar dan berat paket Anda.
Berikut saya berikan tabel perhitungan biaya pengiriman dari Amerika ke Indonesia saya kutip dari situs MyAmericanShipper. Di situsnya, MyAmericanShipper memberikan pilihan dengan menggunakan jasa pengiriman pakai DHL dan USPS.

Tabel perhitungan biaya pengiriman dari Amerika ke Indonesia
Jasa dalam tabel di atas masih gross, belum dikurangi discount yang diberikan oleh MyAmericanShipper sebesar 35%. Namun discount ini hanya berlaku pada saat pertama kali mendaftar atau untuk shipping pertama.
Cara menghitung atau mengestimasi besaran biaya kirim dari MyAmericanShipper ke Indonesia tentu Anda harus tahu berapa kira-kira besar, berat atau dimensi packing dari paketnya. Umumnya pengiriman paket luar negeri menggunakan satuan US Pounds (lbs), bukan kilogram. Cara menghitungnya Anda bisa gunakan rumus ini untuk menghitungnya.

Ship Diagram Kilogram dan Lbs
Saya akan berikan ilustrasi sebagai contoh. Misalnya Anda beli sepatu pria berapa lbs kira-kira besar paketnya? Saya pernah melayani klien Jasa Pembelian Online yang membeli sepatu Nike 2 pcs ke eBay beratnya seberat 1.86 Kg. Kalau dikonversi ke lbs besarnya hanya 4.10 lbs (Note 1 Kg = 2.2 lbs). Jadi Anda bisa kira-kira kalau besar paketnya sebesar dos sepatu pria dewasa maka kurang lebih bisa setengahnya atau sekitar 2 lbs.
Nah, bagaimana kalau Anda tak mau repot registrasi sendiri, atau misalnya terkendala karena Anda tak punya kartu kredit. MyAmericanShipper untuk sistem pembayarannya memang hanya menerima kartu kredit sebagai alat pembayarannya, Anda bisa memanfaatkan jasa saya. Anda tak perlu pusing repot-repot mengurus kartu kredit untuk urusan ini tapi tinggal serahkan semuanya saja ke saya. Saya tak mematok jasa mahal, kok untuk jasa ini. Selengkapnya Anda bisa baca melalui tautan ini Cara Belanja Online di Amazon dan eBay.
Alamat Forwarding di USA
Oh, ya ini saya berikan alamat saya di USA yang telah diberikan oleh MyAmericanShipper kepada saya. Anda bisa paste alamat di bawah ini sebagai alamat tujuan pengiriman Anda waktu belanja di Amazon dan eBay. Nanti selanjutnya saya yang akan membantu Anda mengatur semua proses forwarding pengirimannya ke Indonesia. Kirim barangnya kepada atas nama saya ke alamat USA sebagai berikut:
Joko Sutarto
7**0 Woodley Ave. Unit A
MailBox Number: 1****5
City: Van Nuys
State: CA - California
Postal Code: 91406
Tel: 818-647-1403
***Maaf alamat saya hidden. Jika Anda ingin menggunakan alamat ini silahkan hubungi saya melalui link Contact.
Sebelum Anda checkout melakukan pembelian barang dan mengalamatkan tujuan pengiriman (shipping) ke alamat saya di atas (USA), silahkan konfirmasi ke saya lebih dulu agar saya bisa cek apakah barang yang Anda order kategori barang yang diperbolehkan diimport apa tidak, sekaligus saya akan menginformasikan kepada Anda estimasi biaya forwardingnya ke Indonesia. Silahkan kirim link dan diskripsi barang yang akan Anda beli ke saya. Kemudian setelah saya menyetujuinya Anda bisa langsung proses pembelian barangnya dengan mengirimkan (forward) email bukti pembelian dari merchant (invoice) ke alamat email: admin[at]diptara.com.
Setelah barang Anda sampai di California USA, selanjutnya saya akan beritahukan biaya handling dan shippingnya ke Indonesia. Saya akan berikan kabar kepada Anda sekitar seminggu setelah proses pembelian Anda.
Demikian tips dan sekaligus penawaran yang saya berikan. Jika Anda perlu informasi lebih lanjut atau masih ada yang belum jelas, jangan segan silahkan kontak saya dan dengan senang hati saya akan membantu Anda. Selamat berbelanja.
Update 19 February 2012:
Setelah mencoba beberapa kali forwarding, saya tidak merekomendasikan lagi pakai MyAmerican Shipper. Karena sering terjadi masalah dalam pengiriman paketnya. Yaitu paket pernah terlambat kirim, paket pernah tertinggal, berat paket tidak sesuai (dibesarkan), dan salah dalam mengisi dokumen custom declaration sehingga menimbulkan pajaknya tinggi waktu masuk di pabean. Sebagai alternatif Anda bisa gunakan layanan forwarding berbayar dari Shipito yang saya tawarkan di sini.
Catatan: Barang yang saya jadikan contoh di Amazon yang tak mau shipping ke Indonesia adalah Kindle (tablet Amazon). Kalau barang semacam souvenir, food, buku, elektronik seperti kamera, monitor komputer saat saya tulis catatan ini (24/12/2011) Amazon sudah bisa melayani buyer dan shipping tujuan ke Indonesia.
Catatan: Barang yang saya jadikan contoh di Amazon yang tak mau shipping ke Indonesia adalah Kindle (tablet Amazon). Kalau barang semacam souvenir, food, buku, elektronik seperti kamera, monitor komputer saat saya tulis catatan ini (24/12/2011) Amazon sudah bisa melayani buyer dan shipping tujuan ke Indonesia.
Sabtu, 26 November 2011
7 Tips Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Agar Cepat Diapprove

Kartu kredit adalah satu diantara sekian banyak alat pembayaran yang dipakai untuk pembayaran e-commerce di internet. Semua tak bisa menyangkal pentingnya alat pembayaran kartu kredit ini untuk bertransaksi online. Kalau Anda seorang buyer terlebih seorang pebisnis online, contoh seperti saya yang buka Jasa Internet Buying Agen di internet, punya kartu kredit adalah syarat wajib. Karena kartu kredit adalah alat pembayaran yang paling banyak dipakai dan paling populer digunakan sebagai alat pembayaran toko online (seller) di internet.
Dari hasil investigasi saya ke beberapa teman yang tak punya kartu kredit, alasan yang paling banyak selain karena belum butuh adalah karena sulitnya untuk mengurus aplikasi kartu kredit ke bank. Seperti kita tahu syarat untuk punya akun PayPal yang verified (bisa dipakai belanja/berjualan) memang dibutuhkan kartu kredit VISA/Master untuk memverifikasinya. Kalau pakai kartu debit belum semua bank bisa diterima oleh PayPal.
Yang mengalami kesulitan mengurus kartu kredit umumnya adalah teman yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, atau belum punya pekerjaan tetap. Kedua, para pekerja freelance atau bukan pekerja kantoran. Sehingga, banyak yang memilih pakai VCC (Virtual Credit Card) ketimbang pakai kartu kredit sungguhan. Saya menjumpai banyak teman yang untuk verifikasi ke PayPal yang seharusnya pakai kartu kredit, berhubung karena kesulitan mengurusnya maka sebagian besar lebih memilih praktisnya, pakai VCC.
Saya bukannya merekomendasi jelek pakai VCC. Tapi menurut saya tanggung kalau hanya punya VCC. Kenapa tak langsung saja ngurus kartu kredit sekalian. Dan yang kedua, VCC itu punya banyak kelemahan serta sangat ribet jalurnya kalau misalnya akun PayPal Anda tiba-tiba di-limit aksesnya oleh PayPal. Contoh seperti kasus saya kemarin. Baca “Terkena Musibah PayPal Limited Access”. Juga, Anda punya ketergantungan yang tinggi dan perlu menghubungi pihak pembuat kartu VCC-nya secara reguler untuk perpanjangan masa berlaku kartunya, maupun bila sewaktu-waktu Anda ada masalah.
Sebetulnya apa yang membuat orang kesulitan mengurus kartu kredit? Apa karena tidak tahu caranya? Atau sudah frustasi karena sering ditolak?
Jika jawaban salah satu atau kedua pertanyaan di atas adalah iya, berarti Anda perlu baca tips saya ini. Saya akan berbagi tips kepada Anda bagaimana cara mengurus aplikasi kartu kredit agar cepat diapprove oleh pihak bank. Silahkan pakai tips-tips yang saya berikan berikut ini sebelum Anda mengajukan aplikasi kartu kredit ke bank.
1. Pilih bank yang kelas dua
Yang saya maksud bank kelas dua adalah, maaf saya tak bisa sebutkan nama-nama banknya, tapi intinya bukan bank dari deretan bank papan atas seperti bank BCA, Mandiri, BNI dan BRI. Bank papan atas ini kebanyakan sangat selektif dalam menerima calon nasabah kartu kreditnya. Kenapa? Karena mereka bank besar, yang jelas tidak mencari kuantitas nasabah tapi kualitas nasabah yang minim resiko kredit macet yang dicari. Contoh yang lain, bank asing juga termasuk yang punya seleksi ketat dalam menerima calon nasabahnya. Maka, agar mudah untuk mengurus aplikasi kartu kreditnya, untuk tahap pertama kali mengurus kartu kredit usahakan menghindari bank-bank ini kalau Anda ingin cepat diapprove.
2. Pilih bank yang sama dimana tempat Anda menyimpan uang di bank
Jika Anda termasuk orang yang berprofesi bukan karyawan tetap, bukan PNS/ABRI, atau bukan kalangan eksekutif profesional, bank sangat ketat dalam memberikan approval kepada Anda. Kenapa bisa begitu? Karena tidak ada pihak atau korporasi yang memberikan jaminan kepada Anda sehingga bank kebanyakan menolak permohonan aplikasi Anda. Tak peduli misalnya Ada seorang freelance berpenghasilan besar sampai ribuan dolar per bulan melebihi karyawan sekalipun tetap saja akan ditolak. Tak percaya? Saya punya teman yang berbisnis online penghasilannya besar jauh melebihi gaji saya sebagai chief engineer. Sampai sekarang teman saya ini masih kesulitan mengurus kartu kredit. Permohonan dia yang terakhir ke bank BCA sampai sekarang ditolak, tak ada kabar beritanya.
Tapi Anda tak perlu berkecil hati, bukan berarti tidak ada celah buat mensiasatinya agar pihak bank melirik aplikasi permohonan Anda. Tunjukkan kalau Anda adalah nasabah bank itu dimana tempat Anda menyimpan uang. Bank biasanya akan mempertimbangkan untuk mengapprove permohonan kartu kreditnya kalau pemohon adalah nasabahnya sendiri. Terlebih Anda nasabah giro atau yang punya deposito besar disana. Ingat tulisan saya sebelumnya di tulisan ini. Baca “Penagih Hutang Gaya Baru Dari BNI”, bank sangat segan dengan orang yang nyimpan banyak duit di banknya.
3. Usahakan cash flow keuangan di rekening Anda selama tiga bulan terakhir saldo dan lalu-lintasnya besar
Yang tips ini nyambung dengan tips nomor dua. Kalau Anda pekerja freelance atau pebisnis (enterpreneur), umumnya bank akan meminta rekening koran tiga bulan terakhir yang memuat data-data finansial Anda. Jadi, saat Anda hendak mengurus kartu kredit usahakan lalu-lintas (cash flow) keuangan Anda besar. Paling tidak di tiga bulan terakhir. Bank biasanya akan melihat ini untuk melihat kemampuan keuangan Anda sebagai bahan pertimbangan.
4. Cari referensi dari pemegang kartu kredit (card holder)
Bank penerbit kartu kredit tidak jarang sering melakukan promosi member get member (MGM) kepada para nasabah kartu kreditnya. Nah, jangan sia-siakan jika ada kesempatan semacam ini untuk ikut apply jika ada teman yang menawari Anda. Bank umumnya akan mempertimbangkan kalau pemohon kartu kreditnya ada yang merekomendasikannya. Bank menganggap Anda direferensikan oleh pemegang kartu lain maka layak dan jadi pertimbangan bank untuk mendapatkan kartu kredit.
5. Apply penawaran kartu kredit di mal
Kalau Anda sering berpergian ke mal tak jarang menemui marketing bank tertentu yang menawarkan aplikasi kartu kredit. Tidak ada salahnya Anda mencoba menerima tawaran semacam ini. Karena bank memberikan banyak kemudahan dan syarat yang tidak ribet. Biasanya bank hanya meminta foto copy KTP saja sudah cukup. Karena cukup mudah syaratnya maka tidak ada salahnya untuk dicoba.
6. Uruslah kartu kredit di kota dimana Anda tinggal sama seperti KTP Anda
Tidak semua ditolaknya permohonan aplikasi kartu kredit karena alasan finansial. Tak jarang penolakan karena masalah domisili juga jadi bahan pertimbangan bank. Bank biasanya langsung menolak permohonan aplikasi kalau alamat rumah (KTP) calon pemohon kartu kreditnya berasal dari luar kota. Karena bank tentu tak mau ambil resiko besar jika sampai terjadi kredit macet terus kesulitan mencari alamat nasabahnya karena jauh. Jadi, menguruslah kartu kredit di kota tempat tinggal Anda. Jangan di kota perantauan dengan pakai alamat kost atau kontrakan Anda.
7. Pasang telpon (PSTN) di rumah dan kantor Anda
Tips ketujuh ini juga tak kalah penting. Bank sebelum menyetujui permohonan aplikasi Anda biasanya dia akan crosscheck dengan menelpon ke rumah dan kantor Anda. Jika rumah dan kantor Anda ada telponnya dan mudah dihubungi, ini sangat membantu pihak bank untuk memutuskan menyetujui permohonan Anda. Kenapa harus telpon rumah (PSTN)? Karena nomor PSTN umumnya pasca bayar yang terdaftar jelas siapa pemiliknya di Telkom. Jadi lebih trust dibanding telpon seluler yang kebanyakan adalah nomor prabayar. Survey permohonan aplikasi (kartu) kredit, pihak bank akan cek via telpon lebih dulu ke alamat yang ada di data aplikasinya. Jika rumah dan kantor Anda sulit dihubungi maka bank tanpa pikir lebih panjang lagi akan langsung menolak permohonan aplikasi kartu kredit Anda.
Demikian beberapa sharing tips dari saya cara untuk mengurus kartu kredit. Semoga bermanfaat. Jika Anda ada pertanyaan jangan segan untuk bertanya dalam kolom komentar, terima kasih.
Labels:
BCA,
BNI,
E-Commerce,
Kartu Kredit,
Paypal,
Tips
Selasa, 25 Oktober 2011
Standar Keamanan Terbaru Belanja Online Dengan Kartu Kredit

Keamanan bertransaksi online memang masih menjadi ekspektasi terbesar orang dalam berbelanja online (e-commerce) di internet. Mudahnya kartu kredit dibobol dan disalahgunakan untuk transaksi online membuat banyak orang, pemegang kartu kredit, takut untuk bertransaksi secara online.
Bayangkan saja, hanya dengan berbekal tahu nama pemegang kartu, nomor dan masa berlaku kartu serta tiga angka dibalik kartu kredit seseorang, pembobol sudah bisa menyalahgunakan kartu kredit Anda untuk berbelanja online. Mudah, bukan?
Makanya, tak heran kalau sampai detik ini banyak orang yang tetap enggan atau tak berani transaksi online. Saya pun meski sudah sangat sering bertransaksi online —karena saya buka Jasa Internet Buying Agen— selama ini masih sangat berhati-hati sekali dan lebih memilih menggunakan Paypal ketimbang pakai kartu kredit secara langsung. Alasannya? Saya tak ingin mengobral data kartu kredit saya kepada para merchant online yang sangat rawan buat disalahgunakan.
Dan seperti menjawab tantangan tersebut beberapa bank penerbit kartu kredit kini mulai mengeluarkan inovasi terbarunya. Beberapa bank, saya ambil contoh Citibank dan bank BCA mulai care akan hal ini sehingga terus berupaya melakukan proteksi perlindungan kepada para nasabahnya.

Apa standar dan inovasi keamanan terbaru yang sudah dilakukan oleh Citibank dan BCA? Baiklah, langsung saya bahas mulai dari BCA dulu. Khusus BCA mulai 17 Oktober 2011 sudah mengeluarkan program baru dengan memberikan proteksi PIN buat melindungi transaksi online khusus pemegang kartu kredit BCA Visa. Perlindungan ini hampir mirip seperti perlindungan terhadap pemegang kartu debit (Tahapan) yang sudah cukup lama dilindungi dengan token PIN untuk setiap akses finansial perbankan via Klik BCA. Atau sedikit mirip seperti sistem PIN internet banking di bank CIMB Niaga — dikirim lewat ponsel.
BCA menyebutnya dengan Lima Langkah Mudah Belanja Online bersama BCA. Program ini memungkinkan pemegang Kartu Kredit BCA Visa untuk berbelanja online dalam 5 (lima) langkah mudah, yaitu dengan cara update informasi; input data; notifikasi; verifikasi; dan konfirmasi.
Berikut ini adalah rincian kelima langkah tersebut saya kutip dari situs resminya di BCA:
- Daftarkan informasi pribadi anda dengan memasukkan nomor ponsel anda ke Halo BCA (021) 500888. Pendaftaran nomor ponsel ini hanya bisa dilakukan oleh Pemegang Kartu Utama. Jika anda adalah Pemegang Kartu Tambahan, harap informasikan Pemegang Kartu Utama untuk melakukan update nomor handphone ke Halo BCA.
- Setelah memilih barang atau jasa yang diinginkan dan hendak melakukan transaksi, masukkan nomor kartu kredit; tiga angka di balik kartu (Card Verification Value); dan Expiry Date. Jika situs tempat anda berbelanja online terdaftar dalam program 3D Secure, akan muncul halaman pop-up setelah anda memilih "Continue" untuk langkah verifikasi.
- Selanjutnya, notifikasi Authorisation Code akan dikirim ke nomor ponsel yang telah anda daftarkan. Nomor Authorisation Code ini akan berganti setiap anda melakukan transaksi baru.
- Setelah itu, masukkan nomor tersebut ke slot Authorisation Code yang tersedia. Apabila nomor Authorisation Code yang dimasukkan salah satu hilang sebelum dimasukkan ke dalam layar tampilan, tekan tombol Resend Authorisation Code untuk mendapat nomor yang baru. Untuk dapat mengakses halaman verifikasi seperti diatas, pastikan settingan browser anda memperbolehkan (enable) halaman pop-up.
- Terakhir, jika proses verifikasi berhasil, anda akan mendapat konfirmasi bahwa transaksi anda sudah berhasil. Halaman akan kembali ke website asal anda saat bertransaksi.
Lima langkah diatas tentunya harus didukung oleh merchantnya juga. Merchant harus sudah support dengan sistem kemanan transaksi 3D Secure — istilah proteksi yang dipakai oleh BCA dari jaringan Visa dan Mastercard internasional.
Contoh yang kedua, di Citibank juga sama melakukan perlindungan hampir serupa dengan yang dilakukan di bank BCA. Bedanya kalau di Citibank tidak menggunakan PIN tapi transaksi diverifikasi secara langsung by phone dari Citibank Officer kepada nasabah.
Pengalaman saya pernah menggunakan kartu kredit Citibank buat transaksi online, saya langsung ditelpon oleh pihak Citibank begitu transaksi selesai saya lakukan. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit setelah transaksi selesai saya lakukan ponsel saya langsung berdering. Citibank langsung menghubungi saya untuk mengklarifikasi transaksinya apakah benar saya yang melakukan.
Saya pun sempat menanyakan hal ini kepada Citibank Officer apakah ini standar baru yang diterapkan oleh pihak Citibank? Jawabnya benar Citibank memang sudah menerapkan perlindungan ekstra seperti itu untuk melindungi para nasabahnya. Mereka secara realtime akan memantau dan melaporkan kepada pemegang kartu kredit setiap kali ada transaksi online tidak wajar atau diluar kebiasaan nasabah. Termasuk transaksi dengan nilai transaksi besar, misalnya sudah memakai limit sampai 50% akan diverifikasi kepada pemegang kartu.
Melihat inovasi bank BCA dan bagaimana langkah perlindungan yang sudah dilakukan Citibank, rasanya tidak ada alasan lagi sekarang ini untuk tetap takut berbelanja e-commerce di internet pakai kartu kredit. Selain karena alasan tersebut di atas, kartu kredit punya keunggulan tersendiri secara keamanan dibanding Anda menggunakan kartu debit. Apa kelebihan kartu kredit? Baca tulisan terdahulu saya “5 Alasan Mengapa Anda Lebih Aman Menggunakan Kartu Kredit Daripada Kartu Debit” kalau Anda ingin tahu lebih jelasnya.
Demikian, semoga sharing info ini bermanfaat. Jika Anda ada tambahan atau pertanyaan saya persilahkan tinggalkan dalam kolom komentar, terima kasih.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Resolution Center, Fasilitas Dispute Transaksi E-Commerce di Paypal

Pernah transaksi e-commerce di internet? Kalau pernah tentu Anda tak asing lagi dengan namanya alat pembayaran bernama Paypal. Paypal sebagai alat pembayaran e-commerce di internet sudah tidak diragukan lagi kehandalannya dibanding menggunakan kartu kredit, karena Paypal sangat terpercaya dan aman.
Nah, kali ini saya ingin sharing pengalaman saya menggunakan fasilitas dispute yang ada di Paypal. Apa itu fasilitas dispute? Kalau di Paypal dispute namanya Resolution Center. Yaitu fasilitas yang disediakan oleh Paypal buat menyelesaikan masalah yang terjadi diantara pihak buyer dan seller (merchant). Contoh, misalnya payment sudah dilakukan oleh buyer namun seller belum juga mengirim barang yang dipesan. Karena umumnya transaksi di internet sistemnya preorder dan tumpuan transaksi di internet sepenuhnya bergantung pada kepercayan, jadi masalah yang sering terjadi adalah uang sudah ditransfer namun barang belum juga dikirim oleh tokonya.
Setidaknya saya sudah dua kali mengalami kejadian di atas. Saya ada order pesanan dari klien yang memesan barang ke luar negeri ―saya buka Jasa Internet Buying Agen. Keduanya sudah lebih dari sepuluh hari namun seller tidak segera memberi kabar kapan barang akan dikirim. Padahal, waktu handling dan shipping umumnya adalah ―ini waktu yang saya pakai patokan situs e-commerce eBay.com dan Alibaba.com― rata-rata hanya tiga hari. Kalau pun paling telat maksimal tidak akan lebih dari seminggu.
Akhirnya terpaksa saya gunakan jurus terakhir. Saya dispute transaksinya via Resolution Center Paypal. Saya minta uang yang sudah saya transfer direfund lagi ke akun Paypal saya dan berhasil.
Berikut bukti transaksi saya ke situs e-commerce imosh.com. Saya dispute karena barang yang sudah dijanjikan tokonya selama lebih dari sepuluh hari tidak segera dikirim karena alasan stock barangnya lagi kosong.

Refund Dana ke Paypal
Dan ini contoh kedua, yang ini lagi proses penyelesaian di Paypal. Saya mendispute transaksi ke situs theblackcatcloset.com karena sudah sebelas hari sejak payment situsnya tidak segera memberi kabar kapan barangnya akan segera dikirim. Beberapa kali kami ―saya dan klien yang pesan barangnya ― coba kontak komunikasi via email dengan sellernya namun jawabannya selalu mbulet punya beberapa macam alasan.

Dispute Transaksi di Paypal
Semoga sharing pengalaman saya ini bermanfaat buat Anda yang akan melakukan transaksi e-commerce di internet. Tips dari saya selain melihat dari sisi trust apakah situsnya punya Ciri-ciri Scam, yang tak kalah penting adalah masalah service situsnya apakah bagus apa tidak. Ini penting Anda lihat sebelum memutuskan untuk bertransaksi.
Bagaimana cara melihat pelayanan sebuah situs itu bagus apa tidak? Test saja dengan mengajaknya chatting atau kirim email lebih dulu pura-pura nanya sebelum beli. Jika respond mereka cepat ada kemungkinan layanan mereka juga bagus. Tapi kalau respond mereka lambat, saran saya sebaikknya cari situs e-commerce lain yang sudah punya reputasi bagus.
Update 16 Oktober 2011: Klien saya yang memesan barang dari luar negeri memberitahu saya kalau barang pesanan dari situs theblackcatcloset.com akhirnya sudah dikirim sehingga saya meng-cancel disputenya di Paypal. Permasalahan otomatis selesai.
Sumber Foto: Dispute
Sabtu, 17 September 2011
Inilah 5 Ciri-ciri Situs E-Commerce Scam di Internet

Bagi Anda yang kurang mengerti internet marketing, mungkin masih agak sulit membedakan mana-mana situs e-commerce yang beneran dan mana situs e-commerce yang menipu di internet. Dan karena banyak yang belum bisa membedakan mana pedagang asli, dan mana pedagang penipu (scam) maka saya pun sebagai pedagang online sering tak luput dicurigai juga sebagai scammer. Pengalaman saya selama ini berjualan di internet sering sekali menjumpai beberapa klien yang tidak mudah percaya begitu saja kepada saya sehingga ini menjadi salah satu hambatan untuk berjualan barang dan jasa di internet.
Kebetulan selain saya berjualan barang di internet, saya juga membuka Jasa Internet Buying Agen. Karena sistem jasa yang saya berikan juga harus bayar di muka (preorder) baru pembelian bisa saya proses maka sering sekali saya mengalami kejadian ini. Klien takut kalau sudah transfer bayar ke saya tapi barang tidak saya belikan. Jadi, di internet memang perlu cara-cara pendekatan, diantaranya pakai cara Emotional Marketing agar customer mau percaya kepada kita. Dan ini bukan pekerjaan gampang.
Sebenarnya apa saja, sih ciri-ciri situs e-commerce scam? Ada beberapa kriteria yang menjadi ciri-ciri situs itu bisa Anda curigai sebagai scam apa tidak. Diantaranya yang patut Anda curigai adalah kalau Anda menjumpai situs e-commerce yang punya ciri-ciri sebagai berikut:
1. Harga barang yang ditawarkan situsnya terlalu murah
Anda perlu waspada dan pantas curiga kalau menjumpai situs e-commerce yang barang dagangannya dijual terlalu murah. Contoh, saya pernah dapat klien yang akan membeli PC tablet buatan China ukuran 10 inch ber-OS Windows 7. Anda ingin tahu berapa harganya? Waktu saya cek situsnya, harga yang ditawarkan hanya $34 USD. Gila, sungguh tidak masuk akal, bukan? Buat beli operating systemnya aja mana boleh harga segitu. Betul? Jadi intinya Anda boleh tergiur dengan penawaran harga murah tapi tetap harus waspada dan hati-hati. Pakai logika juga, yang namanya pedagang apa mungkin mau rugi, pasti semua cari untung, bukan?
Nah, kalau semua barang yang ditawarkan harganya tak masuk akal, itu jelas-jelas situs e-commerce scam. Penipu sering memanfaatkan kelemahan orang yang mudah tergiur dengan harga murah untuk menipu di internet. Ingat, dalam ilmu marketing ada yang namanya teknik Social Engineering Marketing. Manusia itu punya beberapa kelemahan dasar yang bisa dieksploitasi.
2. Umur situs masih terlalu muda atau baru berumur beberapa bulan
Umur situs e-commerce scam kebanyakan tidak akan berumur lama. Sebab setelah dapat korban situs akan dilaporkan sebagai scam oleh para korbannya di internet sehingga kebanyakan pelakunya langsung menutupnya terus ganti buat situs baru lagi. Dan kalau berbicara reputasi sebuah situs tentu sulit untuk menguji sebuah situs itu bisa dipercaya apa tidak kalau umur situsnya saja masih seumuran jagung, baru tiga bulan misalnya. Jadi Anda juga harus waspada kalau menjumpai situs e-commerce yang baru berdiri atau dibuat di internet. Semakin tua umur sebuah situs semakin trust. Kalau Anda mau aman lebih baik memilih berbelanja ke situs-situs e-commerce yang sudah terkenal dan punya reputasi baik semacam eBay, Amazon, Alibaba dll.
Lalu bagaimana cara mengecek umur sebuah situs? Mudah saja, silahkan cek data register nama domain situsnya ke Whois. Nanti disana Anda akan disodori oleh Whois dengan data-data kapan situsnya itu lahir, berapa umur situsnya dan siapa pemiliknya.
3. Situs tidak secure dan belum dienkripsi
Situs e-commerce ciri-cirinya data pasti (kebanyakan) dienkripsi. Karena situsnya pasti meminta data-data Anda. Yaitu nama, alamat shipping, data-data keuangan Anda, salah satunya kartu kredit. Akan sangat berbahaya kalau lalu-lintas datanya tidak dienkripsi. Data bisa dibajak oleh hacker. Jadi Anda patut mencurigai sebuah situs itu scam kalau situs e-commercenya tidak mengenkripsi data situsnya.
Bagaimana cara melihat sebuah situs itu dienkripsi atau tidak? Saat Anda sudah mulai masuk ke halaman login atau memasukkan data-data seperti nama, alamat (shipping), dan juga data pembayaran di form situsnya, coba cek address bar situs yang muncul di browser Anda harus berubah menjadi https, bukan tetap http tanpa huruf “S”. Contoh https://www.ebay.com.
4. Belum terintegrasi dengan payment gateway
Situs e-commerce pasti juga terintegrasi dengan payment gateway sebagai alat pembayaran. Yaitu pasti akan ngelink, contoh ke Paypal atau ke jaringan kartu kredit Visa dan Master. Nah, kalau sebuah situs cara pembayarannya masih menggunakan transfer secara manual, Anda patut curiga itu adalah situs scam.
5. Rangking Pagerank Google, Alexa dan trafik masih sangat rendah
Umur situs scam karena kebanyakan tidak berumur lama maka trafik dan reputasi di Google pasti masih rendah pula. Pagerank kebanyakan masih nol, Alexanya juga masih gemuk di atas jutaan. Silahkan gunakan pagerank checker yang banyak tersedia di internet kalau Anda ingin mengeceknya. Silahkan ketikkan saja kata kunci “Pagerank Checker” di Google nanti Anda akan disodori banyak situs yang menyediakan tool gratis buat mengecek rangking Google sebuah situs.
Itulah kelima poin minimal yang perlu Anda perhatikan jika Anda hendak transaksi e-commerce di internet. Kalau ciri-ciri di atas tidak ada satu pun terlihat di situsnya, Anda tak perlu was-was lagi akan tertipu. Karena situs e-commerce yang bukan scam umumnya tidak mempunyai kriteria-kriteria di atas.
Kalau Anda ada pertanyaan dan tambahan saya persilahkan tambahkan di kolom komentar. Semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat berbelanja dengan aman.
Rabu, 24 Agustus 2011
3 Peluang Korupsi Yang Sering Terjadi di Bea dan Cukai

Setelah membaca artikel Mas Aming di artikel “Stop Gratifikasi” saya jadi terusik untuk menuliskan hal yang sama. Yaitu kasus serupa tentang korupsi di Bea dan Cukai. Bedanya, kali ini yang akan saya ceritakan murni dari pengalaman saya sendiri, juga pengalaman sahabat saya yang sudah berkali-kali berurusan dengan petugas kantor Bea dan Cukai.
Kalau Anda sering belanja barang online (e-commerce) ke luar negeri tentu tidak asing lagi dan pasti akan berurusan dengan yang namanya kantor Bea dan Cukai. Jadi tidak hanya waktu berpergian ke luar negeri saja yang harus berurusan dengan Bea dan Cukai. Karena, alur pengiriman barang (paket) dari luar negeri sebelum sampai ke tempat tujuan Anda akan discreening pemerikasaan dulu di kantor Bea dan Cukai yang ada di kota Anda, baru kemudian dikirimkan ke alamat Anda.
Lalu apa saja peluang kecurangan atau korupsi yang sering terjadi di kantor Bea dan Cukai? Berikut ini adalah beberapa kecurangannya:
1. Barang ditilep
Peluang korupsi yang pertama ini bukan merugikan negara tapi merugikan wajib pajak. Ini yang pernah saya alami. Yaitu barang saya diutil (baca ditilep) 1 pcs saat diperiksa Bea dan Cukai sebelum dikirimkan Pak Pos ke alamat saya. Saya pernah pesan barang buat dagangan online saya ke situs Alibaba. Pesanan saya jumlahnya 10 pcs. Waktu saya buka di rumah ternyata quantitynya sudah berkurang satu, tinggal 9 pcs.
Pertanyaannya, apa mungkin pengirimannya dari Alibaba hanya 9 pcs? Saya pastikan tidak karena dipackingnya saya amati dengan seksama posisi dusnya untuk 10 pcs barang. Ada bukti dusnya sedikit longgar, pas untuk 1 pcs. Jadi saya bisa memastikan dari sananya memang sudah dikirim pas 10 pcs.
Tips untuk menghindari barang Anda ditilep. Saat kurir atau petugas Pos mengantar paket ke rumah Anda, silahkan langsung dibuka dengan disaksikan petugas Pos atau kurirnya yang kirim barang. Dokumentasikan dengan difoto dan bila perlu buatkan Berita Acara dengan ditandatangai bersama Pak Posnya jika barangnya berkurang. Ini untuk memudahkan Anda komplin keberatan ke kantor Bea dan Cukainya dan agar mereka tidak mengelak.
2. Besaran pajak dikecilkan
Peluang korupsi yang kedua, yaitu memainkan besaran harga di pajak bea masuknya. Karena, seperti kita tahu besaran pajak ditentukan berdasarkan prosentase angka taksiran harga barangnya. Lalu peluang korupsinya ada dimana? Ada di besaran pungutan pajaknya yang sengaja disunat. Caranya, laporan pajaknya dikecilin dari pengenaan pajak yang sesungguhnya.
Hem, Anda masih bingung? Saya ambil contoh barang paket senilai Rp 1.210.000 maka pajak Bea masuknya akan dikenakan PPN sebesar 10% kemudian terkena Pph Pasal 22 sebesar 7.5% sehingga total besaran pajak yang seharusnya disetorkan ke kas negara adalah sebesar Rp 212 ribu. Lalu, ini contoh, oleh Bea dan Cukai laporan nilai barangnya sengaja direduse menjadi, misalnya Rp 1 juta sehingga besaran pajaknya akan lebih rendah lagi. Selisihnya ditilep masuk kantong pribadi petugas Bea dan Cukainya.
Tips agar peluang korupsi ini tidak terjadi, bayarkan pajaknya langsung ke kantor Pos. Jangan melalui petugas Bea dan Cukainya. Sebab, kalau sudah Anda setorkan langsung ke kantor Pos maka uang setoran pajak Anda saya bisa pastikan akan aman masuk ke kas negara.
3. Kongkalikong dengan wajib pajak
Korupsi yang ketiga ini juga seringkali terjadi. Yaitu terjadi kongkalikong antara petugas Bea dan Cukai dengan wajib pajaknya. Seperti saya sebutkan di nomor dua, penentuan pajak bea masuk di Bea dan Cukai ditentukan oleh petugasnya dengan mentaksir nilai barangnya. Biasanya itu bisa dinego kalau kebetulan taksiran harganya keliru, misal kemahalan.
Nah, peluang korupsinya wajib pajak buat kesepakatan di bawah tangan dengan petugas Bea dan Cukai untuk mereduse (mengecilkan) nilai pajaknya menjadi bebas pajak. Wajib pajak hanya membayar senilai 50% dari pajak yang seharusnya dia bayarkan ke kas negara kepada petugas Bea dan Cukainya. Jadi negara tidak dapat apa-apa karena pajak tidak masuk kas negara tapi masuk ke rekening pribadi petugas Bea dan Cukainya.
Contoh, saya punya teman yang jadi importir barang dari Korea dan juga buka Jasa Pembelian Barang ke Luar Negeri dan melakukan kecurangan (kongkalikong) ini dengan kepala kantor Bea dan Cukainya. Teman saya ini cerita mengeluh ke saya. Sudah dapat untung dari hasil korupsi seperti itu, dan barangnya sering diutil tapi kepala Bea dan Cukainya masih juga minta upeti macam-macam. Weleh-weleh!
Itulah 3 Peluang Korupsi Yang Sering Terjadi di Bea dan Cukai. Semoga tulisan ini bermanfaat buat yang belum pernah atau tidak punya pengalaman belanja barang ke luar negeri. Dan apabila post ini dibaca oleh orang Bea dan Cukai, semoga Anda menjadi tersadar dan segera kembali ke jalan yang benar tidak korupsi lagi. Amin.
Sumber Foto: KPK-Bea dan Cukai
Langganan:
Postingan (Atom)












