Selasa, 31 Mei 2011

Promosi Marketing Menipu Pelanggan di Ultah Telkomsel ke-16

Ultah 16 Tahun Telkomsel
Masih hangat dan segar dalam pelupuk mata saya bagaimana meriahnya pesta pertunjukan musik akbar Konser 16 Tahun Telkomsel hari Sabtu 28 Mei 2011 kemarin. Gemerlap perayaan akbar ulang tahun Telkomsel yang ke-16 yang bertajuk “Konser 16 Tahun Paling Indonesia”, yang menampilkan banyak musisi Indonesia dan disiarkan on air langsung melalui stasiun Trans TV dan Trans 7 sungguh sangat meriah. Sampai-sampai di timeline Twitter saya bergetar karena saking banyaknya teman saya yang update status penuh hashtag mengabarkan acara tersebut. Baca liputannya di blog Mas Giewahyudi kalau Anda ingin tahu bagaimana meriahnya.

Di luar hingar bingar pesta ulang tahun itu, ironisnya ada sebuah kejadian tidak menyenangkan yang telah dilakukan oleh marketing pihak Telkomsel kepada teman saya. Telkomsel menipu pelanggan dengan SMS Marketing menyesatkan justru di hari ulang tahunnya.

Saya heran mengapa seringkali promosi marketing dari korporat selalu berujung mengecewakan pelanggan karena penggunaaan bahasa marketing yang menjebak, yang tentu saja ujungnya pasti membuat pelanggan kecewa. Salah satunya contoh kasus yang dialami oleh teman saya tersebut.

Kok bisa? Ya, ceritanya diawali dari sebuah SMS marketing, tepatnya SMS berisi sebuah undangan yang dikirim oleh Telkomsel. Isinya, maaf SMS-nya sudah terhapus sehingga tidak bisa saya kutip di sini. Inti pesannya adalah dalam rangka ulang tahun yang ke-16 Telkomsel menggelar acara gratis upgrade sistem operasi (OS) BlackBerry serta bagi-bagi gift menarik kepada pelanggannya. Bagi pelanggan yang terima SMS dipersilahkan datang untuk memenuhi undangan Telkomsel ke kantor Grapari Telkomsel Yogyakarta pada hari Sabtu 28 Mei 2011 mulai pukul 08:00 WIB dengan menunjukkan bukti SMS tersebut kepada Telkomsel.

Sekitar pukul 09:00 Wib pada hari H yang telah dijanjikan teman saya datang ke Grapari Yogyakarta. Singkat cerita, teman saya kemudian sangat kecewa sekali setelah mengantri lama akhirnya mendapati kenyataan kalau gratis upgrade OS BlackBerry tersebut ternyata hanya terbatas pada 50 orang pelanggan pertama yang datang mendaftar. Dan gift yang dijanjikan di SMS tersebut juga sama, hanya terbatas pada 16 orang pendaftar pertama.

Teman saya dan beberapa pelanggan lain yang merasa dibohongi akibat terima SMS undangan itu karena sudah jauh-jauh meluangkan waktu untuk datang ke Grapari mendapat perlakuan seperti itu tak urung ngomel-ngomel semuanya, ngedumel karena merasa sudah diapusi (dibohongi) oleh Telkomsel. Dibohongi dengan SMS marketing yang menyesatkan. Bagaimana tidak, karena Telkomsel di SMS Broadcast-nya samasekali tidak menjelaskan kalau ada syarat dan ketentuan berlaku seperti itu bahwa tawaran menarik itu dibatasi hanya buat beberapa pelanggan saja.

Ya, akhirnya, mungkin karena banyak yang complain pihak Grapari Telkomsel kemudian memberikan voucher discount 50% untuk upgrade OS BlackBerry ke counter BB Corner mitra Telkomsel. (*** Update [31/05/2011]: Akhirnya pihak Telkomsel merubah keputusannya dengan menggratiskan biaya upgradenya)

Pesan saya di akhir tulisan ini: Semoga posting ini dibaca oleh salah satu management Telkomsel sehingga kejadian marketing serupa yang menyesatkan pelanggan tersebut tak pernah terulang lagi di masa yang akan datang. Dan buat para korporat lainnya berhati-hatilah dalam memberikan promosi marketing kepada pelanggan Anda agar kejadian seperti di Telkomsel ini tidak pernah terjadi pada perusahaan Anda.


Bookmark and Share

Jumat, 27 Mei 2011

WhatsApp, Killer Application Untuk Chat Yang Wajib Anda Coba

WhatsApp
Saat awal kemunculannya, waktu itu diiklankan dengan teka-teki menghilangnya artis Carissa Puteri di awal bulan April 2011, WhatsApp sudah menyedot perhatian saya. Biasa, yang namanya iklan hampir kebanyakan suka begitu, kan? Bombastis dalam mengiklankan produknya. Tak terkecuali iklan WhatsApp ini. Namun, rasa penasaran saya tak urung juga ikut bermain di benak saya sehingga kalau belum menjajal sendiri tentu saya tak akan berani berkomentar.

Dan benar, setelah saya menginstall aplikasi WhatsApp ini di ponsel Nokia E63 saya, komentar saya: Hem, WhatsApp ini bisa jadi kedepan akan menjadi Killer Application yang bisa membunuh aplikasi chat lainnya, termasuk layanan SMS. Bagaimana tidak? WhatsApp yang punya motto “Break Free To Chat With Everybody”, ternyata setelah saya coba, tanpa bermaksud melebih-lebihkan, memang pantas menyandang predikat itu.

Terlebih, karena aplikasi ini yang mengeluarkan dari Nokia, vendor ponsel terbesar saat ini maka tanpa ragu-ragu lagi saya langsung menginstallnya di ponsel Nokia saya. Berikut adalah gambar tampilan WhatsApp di ponsel saat digunakan untuk chatting.

Tampilan WhatsAppApa yang menarik dari aplikasi WhatsApp ini? Yang menarik adalah ternyata ini satu-satunya aplikasi IM (instant messenger) yang memadukan aplikasi chatting dengan ponsel lewat nomor HP sebagai user ID-nya. Menjadikan nomor ponsel Anda layaknya PIN pada Blackberry, tanpa perlu ribet sebagaimana umumnya aplikasi IM yang harus menggunakan user ID dan password terpisah untuk login baru bisa menggunakannya untuk chat ke sesama penggunanya.

Di WhatsApp keribetan itu tidak pernah terjadi. Anda hanya perlu menginstalnya pertama kali di awal, kemudian bebas menggunakan aplikasi IM-nya layaknya seperti ber-SMS saja. Sangat praktis, bukan?

Selain kelebihan-kelebihan tersebut di atas apa saja kelebihan lain dari aplikasi chat WhatsApp ini? Berikut kelebihan selengkapnya setelah saya menjajal aplikasi ini:

  • Dengan Nokia + WhatsApp Anda bisa chat dengan siapapun tanpa perlu ribet seperti harus melalui invite dan approval dulu karena semua kontak di phonebook yang sudah pakai WhatsApp otomatis bisa langsung kedeteksi dan bisa diajak chat.
  • Pengguna WhatsApp Messenger bisa saling kirim dan berbagi foto, video, audio (voice note) dan berbagi lokasi melalui chatting.
  • Tidak perlu biaya/pulsa tambahan seperti halnya layanan SMS dan MMS karena aplikasi ini menggunakan layanan internet dari ponsel. Paling pas saya menyarankan Anda mengaktifkan Paket Internet Nokia Unlimited untuk menjamin online setiap saat, karena tarifnya murah mulai dari Rp 1500/hari.
  • Aplikasi ini, hebatnya lagi bisa chat dengan semua jenis ponsel apapun (cross platform). Menghubungkan dari ponsel Nokia ke pengguna BlackBerry, iPhone dan Android.
  • Aplikasi ini untuk tahun pertama gratis. Tahun kedua dan selanjutnya Anda hanya perlu membayar lisensinya cukup murah. Hanya sebesar $1.99 USD/tahun.

Gimana, Anda tertarik? Silahkan Anda mencobanya dengan mendownload aplikasinyanya langsung ke OVI Store melalui ponsel Nokia Anda. Atau bisa juga mendownloadnya melalui SMS dengan mengetikkan WhatsApp lalu kirim ke 3789. Dan kalau Anda bukan pengguna Nokia bisa juga download melalui menu aplication store yang ada di ponsel Anda, atau langsung menuju ke website pembuatnya di http://www.whatsapp.com.

Oh, ya sebagai tambahan info ada event WhatsApp challenge bagi pengguna ponsel Nokia yang sudah mengaktifkan aplikasi ini di ponselnya. Syaratnya, Anda hanya menunjukkan WhatsApp di ponsel Anda (dalam daftar teman yang pakai aplikasi ini) dengan jumlah paling sedikit 20 teman ke Nokia Store terdekat di kota Anda, maka Anda berhak untuk mengikuti Lucky Dip dan dapat hadiah dari Nokia.

Berikut daftar Nokia Store yang ikut serta program ini:

Area Jabodetabek

  1. NS Mal Kelapa Gading 3 Level LG Mal Kelapa Gading 3 Lt. LG #06
  2. NS Mal Taman Anggrek Level 3 Mal Taman Anggrek Lt. 3 Unit 318
  3. NS Metropolitan Mal Bekasi Level 2 Metropolitan Mall Lt. 2 No. 205-207 Bekasi
  4. NS Pondok Indah Mal (PIM) Level 2 Pondok Indah Mall - North Skywalk Lt. 2 N205
  5. NS Puri Indah Mal Level 2 Mall Puri Indah Lt. 2 no. 204.

Luar Jabodetabek

  1. NS BEC Bandung Level UG BEC, Lantai UG, Unit Nomor A-01 Bandung
  2. NS Galaxy Mal Surabaya Level 3 Mall Galaxy Lantai 3 No. 333 - 334, Surabaya
  3. NS Plaza Ambarukmo Yogya Level LG Plaza Ambarrukmo Lt.LG No.A12-14 Yogyakarta
  4. NS Golden Medan Komp.Golden Trade Centre No12A Medan
  5. NS Mal Panakukkang Makassar Level 1 Mall Panakukang Lt. 1 Blok BE I No. 10 – 11 Makasar.

Terakhir, saya menawarkan bantuan barangkali Anda ingin menjajal aplikasi WhatsApp ini tetapi kebetulan belum punya teman, Anda bisa save nomor saya ini ke ponsel Anda untuk selanjutnya bisa coba test chatting dengan saya. Silahkan masukkan nomor ini ke phonebook Anda: 081226948808 dan dengan senang hati saya akan membantu Anda. Oke, selamat mencoba!


Bookmark and Share

Kamis, 26 Mei 2011

Celah Keamanan Berbahaya Bagi Para Pengguna Google Apps Custom Domain Blogspot

Google AppsKemarin hari Sabtu (28/05/2011) saya sempat dapat berita sangat mengejutkan setelah baca artikel di blog Desaindigital. Bagaimana tidak? Google Apps ternyata punya celah keamanan yang sangat berbahaya. Yaitu domain yang dibeli lewat Google Apps apabila expired dan dibeli orang lain ternyata si pembeli bisa mengambil alih seluruh data-data email yang ada di domain tersebut.

Masih di hari yang sama, bersama dengan Mas Jeprie (author desaindigital) dan Mas Rismaka di Twitter, saya sempat bersahut-sahutan di timeline mendiskusikan masalah ini. Ini sungguh gila. Pikir saya. Celakanya, domain blog ini (diptara.com) saya beli lewat Google Apps. Yang artinya 5 (lima) email saya yang melekat di domain blog ini otomatis juga bernasib sama, karena satu paket dengan nama domainnya. Artinya, jika suatu saat domain blog ini misalnya sampai lupa saya perpanjang dan diserobot atau dibeli orang lain maka habislah saya karena semua data-data penting yang ada di seluruh email dalam domain tersebut bisa diambil alih si pembeli domain.

Saya tidak habis pikir raksasa sebesar Google bagaimana bisa seceroboh ini dalam melindungi sistem keamanannya. Dan ironinya, yang menemukan celah keamanan berbahaya ini justru adalah seorang Hacker remaja baru berusia 22 tahun bernama Ben Reyes dari London Inggris.

Nah, lewat posting ini saya memperingatkan kepada para pengguna blogspot yang kebetulan menggunakan Google Apps untuk mengcustom domainnya, berhati-hatilah jangan sampai Anda telat memperpanjang domain Anda.

Terkait hal itu saya ada tips bagaimana agar Anda tidak sampai lupa memperpanjang domain Anda. Yaitu gunakan falisitas automatic renewal (perpanjangan otomatis) seperti penjelasan dari Google di bawah ini:

Automatic renewal for domain name registration
This article applies to administrators who purchased their domain from one of our registration partners (GoDaddy.com or eNom.com) while signing up for Google Apps.

As you purchased your domain while signing up for Google Apps, your domain name is registered and hosted by one of Google's registration partners. Each registration purchase is valid for one year. If you want to continue to use Google Apps, you can renew your domain name registration though your Google Apps account at the end of the one-year subscription period.

You will find the option to automatically renew domain registration in your Google Apps control panel. If you choose to automatically renew your domain name registration, Google will charge the Google Checkout account associated with your Google Apps account for a one-year renewal.

If you do not renew domain registration, your domain name registration will expire and your Google Apps account will no longer be associated with your domain.

For more information on domain name renewals, please visit Payments & Renewals.

Terjemahan bebasnya kalau saya translate sebagai berikut:

Perpanjangan otomatis untuk registrasi nama domain
Artikel ini berlaku untuk administrator yang membeli domain mereka dari salah satu mitra pendaftaran kami (GoDaddy.com atau eNom.com) sementara sign up ke Google Apps.

Ketika Anda membeli domain Anda saat sign up ke Google Apps, nama domain Anda telah terdaftar dan diselenggarakan oleh salah satu mitra pendaftaran Google. Setiap pembelian pendaftaran ini berlaku selama satu tahun. Jika Anda ingin terus menggunakan Google Apps, Anda dapat memperbarui nama domain Anda registrasi meskipun Google Apps account Anda pada akhir masa berlangganan satu tahun.

Anda akan menemukan opsi untuk secara otomatis memperbarui pendaftaran domain dalam Anda panel kontrol Google Apps. Jika Anda memilih untuk secara otomatis memperpanjang registrasi nama domain Anda, Google akan mengisi account Google Checkout yang terkait dengan account Google Apps Anda untuk perpanjangan satu tahun.

Jika Anda tidak memperbaharui pendaftaran domain, domain registrasi nama Anda akan berakhir dan Anda Google Apps account tidak akan lagi dikaitkan dengan domain Anda.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perpanjangan nama domain, silakan kunjungi Pembayaran & Renewals.

Bagaimana cara mengaktifkan fasilitas automatic renewal? Anda tinggal masuk ke Control Panel (c-panel) domain blog Anda. Contoh blog ini masuk ke https://www.google.com/a/cpanel/diptara.com. Setelah tanda garis miring yang paling belakang silahkan ganti sesuaikan dengan nama domain Anda.

Setelah berhasil masuk pada c-panel silahkan masuk ke tab Domain Settings terus masuk ke sub tab Domains names seperti gambar di bawah ini. Lalu silahkan beri tanda centang pada kata-kata "Automatically renew my domain registration every year", lalu klik tombol Save changes.

renewal domain otomatis

Selanjutnya nanti setiap tahun rekening kartu kredit Anda yang connect ke Google akan didebet secara otomatis melalui Google Checkout untuk melakukan perpanjangan domainnya secara otomatis.

Demikian sekilas info dari saya. Semoga informasi ini bermanfaat buat Anda.


Bookmark and Share

Rabu, 25 Mei 2011

Menulis, Antara Menjadi Kolumnis Dan Kebutuhan Perut

Menulis
Apakah Anda seorang blogger (penulis)? Pertanyaan saya, apakah Anda memposisikan diri sebagai Kolumnis di blog Anda, atau sebagai pebisnis? Kolumnis, artinya kalau Anda menulis murni, pyur untuk menyalurkan hobi, pandangan, dan pikiran maupun idealisme Anda kedalam bentuk tulisan tanpa ada maksud kepentingan komersial di dalamnya. Pebisnis, kalau Anda menulis di blog bertujuan (akhir) untuk mencari duit. Entah sebagai sampingan (sambian) yang akhirnya menghasilkan uang, atau dari awal ngeblog memang karena tujuan monetize, berharap dapat uang.

Jujur, jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, saya pun akan bingung juga untuk menjawabnya. Mengapa? Karena khusus di blog ini sebetulnya tujuan saya menulis, mengisi content di blog hanya sebagai kolumnis, sebagai penyalur hobi menulis, untuk menyalurkan keresahan-keresahan, pandangan dan opini saya. Lain tidak. Jika Anda mengikuti blog ini sejak awal, awalnya memang terlintas pernah ingin mengkomersialkannya di awal-awal ngeblog. Kemudian dengan berjalannya waktu keinginan itu berubah haluan tidak untuk monetize sehingga tagline blog ini pun seperti Anda tahu dan baca hanya tertulis “Sebuah Opini dan Catatan Harian”. Bukan bertagline Bisnis Online seperti umumnya blog yang ditujukan untuk monetize, bertujuan untuk mencari duit dari internet.

Tapi kini, semuanya sudah berubah. Berubah? Ya, saya sudah tidak menjadi kolumnis murni lagi di blog ini. Karena demi kebutuhan perut, alasan klasik, seiring makin ramainya blog ini serta mampirnya beberapa tawaran job menulis dari beberapa produsen membuat saya terpaksa harus menulis iklan di sela-sela postingan-postingan saya untuk memenuhi pesanan dari para advertiser.

Lewat tulisan ini, jika Anda yang baca tulisan ini adalah pembaca rutin blog ini, baik yang berkunjung secara langsung maupun yang berlangganan lewat RSS dan email, saya dengan tulus memohon maaf kepada Anda atas ketidaknyamanan ini, bila suatu saat artikel yang Anda baca ternyata berupa iklan, tidak seperti artikel yang seperti biasanya saya tulis.

Hem, kedengarannya pemberitahuan ini sedikit telat, ya? Bukankah sebelum saya menulis ini sudah pernah beberapa kali menulis iklan Advertorial di blog ini? Benar, namun mungkin baru sedikit dan belum ajeg (rutin). Kedepan, karena beberapa advertiser sepertinya mulai melirik blog ini untuk meminta direview produknya maka dalam sebulan paling tidak, harapan saya, nantinya akan ada satu advertorial saya tulis di blog ini.

Lantas cara untuk membedakannya artikel dan iklan gimana? Gampang, antara artikel umum dan tulisan iklan, silahkan Anda lihat di bawah judul artikelnya. Untuk tulisan pesanan pengiklan, labelnya akan saya tandai dengan tanda khusus dengan label “Advertorial”. Jadi, apabila suatu saat Anda berkunjung ke blog ini menjumpai dan membaca ada postingan yang bertag Advertorial, itu adalah tulisan yang saya maksud. Tulisan iklan berbayar untuk memenuhi pesanan produsen atau pihak advertiser.

Akhirnya, sama seperti tulisan saya di artikel ini, baca “Antara Idealisme, Tuntutan Independen, dan Inkonsistensi Seorang Blogger”, meski saya beriklan tapi independensi dan kejujuran tetap akan saya junjung tinggi. Artinya, saya tetap konsisten memegang prinsip ini. Saya tak akan menulis A jika kondisinya B. Tak akan menulis review baik jika kondisinya buruk. Bahkan akan tegas menolak jika produk pengiklannya buruk sehingga tak pantas untuk direview. Saya tetap berkomitmen tak akan mengorbankan reputasi saya demi segebok uang dengan menggadaikan ini. Kejujuran. Ini janji sekaligus komitmen saya.

Meski saya berharap Anda tak keberatan akan perubahan ini tapi perlu juga saya tanyakan kepada Anda. Pertanyaan saya, apakah Anda tidak berkeberatan dengan pemasangan iklan di blog ini? Terima kasih sebelumnya saya ucapkan bagi siapa saja yang mau meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ini.


Bookmark and Share

Sabtu, 21 Mei 2011

Pelanggan Seluler Pasca Bayar Diantara Dominasi Pengguna Prabayar

Prepaid Cellular
Saat ini pengguna seluler pasca bayar (post paid) di negara kita angkanya memang masih sangat kecil. Masih di bilangan satu digit, tidak lebih dari 10% dari total semua pelanggan seluler. Sesuai data yang saya ambil dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada pertengahan tahun 2009, jumlah pelanggan selular di negara kita telah mencapai 147,44 juta pelanggan. Dengan perincian pelanggan pasca bayar sekitar 3,65 juta dan prabayar (prepaid) sekitar 143,78 juta pelanggan. Artinya, secara prosentase pelanggan pasca bayar hanya 2.48% jika dibandingkan dari pengguna prabayar yang angkanya mencapai 97.52%. Angka yang masih sangat kecil.

Hari gini menggunakan nomor pasca bayar? Mahal gitu loh. :D Iya, saya mengakui memang pakai nomor pasca bayar lebih mahal dari nomor prabayar. Namun bukan berarti pakai nomor pasca bayar tak ada keuntungannya samasekali. Tidak! Ada beberapa kelebihan pada nomor pasca bayar yang sebetulnya tidak dimiliki oleh prabayar. Diantaranya bisa saya sampaikan kepada Anda berikut ini.

Perbedaan lama waktu mendial

Secara teknis saya tidak bisa jelaskan berapa angka persis lama waktu perbedaannya. Tapi secara sistem nomor pasca bayar mempunyai selisih waktu lebih cepat daripada nomor prabayar dalam hal kecepatan mendial atau menelpon. Pada nomor prabayar sedikit lama karena ada jeda waktu untuk cek pulsa lebih dulu, apakah pulsa mencukupi apa tidak sebelum provider melakukan pairing sambungan telpon. Sementara pada pasca bayar tidak mengenal pengecekan itu di awal waktu akan menelpon. Proses dial akan langsung disambungkan, baru kemudian sistem billing provider seluler secara bersamaan dengan waktu panggilan berlangsung akan melakukan log pencatatan pemakaiannya.

Mungkin selisih waktu di atas tak terlalu significant atau kelihatan jelas perbedaannya. Namun akan terasa perbedaannya saat nomor prabayar mendekati habis pulsanya atau mendekati akhir masa aktif nomornya. Saat pulsa mendekati habis jika digunakan untuk menelpon sebelum proses dial disambungkan ke nomor tujuan akan dirunning dulu ke voicemail operator seluler. Anda diberi peringatan agar melakukan proses pengisian pulsa lebih dulu baru kemudian dial akan disambungkan. Hal ini tak pernah terjadi pada nomor pasca bayar.

Perbedaan prioritas dalam jaringan

Saya akan ambil contoh pada provider telpon seluler Telkomsel. Di operator Telkomsel ada segmentasi dalam hal skala prioritas dalam jaringan antara pengguna pasca bayar dan prabayar. Nomor pasca bayar akan didahulukan atau mendapatkan prioritas pertama secara kecepatan dalam menggunakan sharing network internet dalam jaringan dibandingkan dengan pelanggan prabayar. Artinya, kalau Anda pengguna prabayar akan mendapatkan prioritas yang kedua setelah pengguna pasca bayar.

Anda bisa lihat pada tabel pembagian kecepatan Telkomsel Flash di website Telkomsel. Di Telkomsel kalau Anda pengguna Kartu Halo maka Anda akan mendapatkan pembagian atau proritas kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna Flash reguler dari nomor prabayar simPATI dan Kartu As.

Secara praktek saya juga sudah membuktikannya sendiri. Baca artikel saya “Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer”. Di artikel tersebut saya menggunakan nomor prabayar simPATI freedom untuk berinternet. Dan kecepatannya memang dilock, paling banter hanya mentok dikisaran angka 500-an kbps. Sementara, kalau saya menggunkan Flash Kartu Halo Paket Advance kecepatannya sudah tidak di angka kbps lagi, tapi sudah bertengger di satuan Mbps. Waktu pengukuran kecepatan yang pernah saya dapat sudah menembus angka 5 Mbps. Baca review saya di artikel ini “Era Baru Layanan Mobile Broadband 3”.

Perbedaan prioritas dalam pelayanan

Perbedaan pelayanan ini jelas. Karena pelanggan pasca bayar adalah pelanggan premium, punya profiling sangat jelas, umumnya loyal, dan punya nilai ARPU (Average Revenue Per User) di atas rata-rata dan pemakaian minimumnya bisa dipatok nilainya berapa kalau dibandingkan pelanggan prabayar yang ARPU-nya tidak bisa dikalkulasi karena fluktuatif. Saya ambil contoh pada pelanggan pasca bayar Kartu Halo ada namanya Halo Priority, dimana pelanggan mendapatkan banyak sekali keistimewaan, salah satunya keistimewaan pelayanan kalau datang ke Grapari. Dilayani di loket khusus (VIP) tanpa perlu mengantri.

Contoh lain, Telkom juga memberikan tempat pelayanan khusus buat pelanggan pasca bayar korporat. Anda tak perlu mengantri lama tapi langsung dilayani secara personal. Saya pernah punya pengalaman waktu mengurus perubahan NPWP nomor Flexy Classy saya ke kantor Telkom Kotabaru Yogyakarta. Saya tak perlu mengantri lama dan langsung dilayani di ruangan VIP khusus pelanggan korporat.

Kesimpulannya, semua pada akhirnya memang masalah pilihan. Jika Anda memang tipe orang yang berprinsip sangat hitungan dalam mengeluarkan biaya komunikasi, maka nomor pasca bayar tidak tepat buat Anda. Tapi, kalau Anda adalah orang-orang korporat atau orang bisnis yang mementingkan kualitas jaringan dan layanan maka nomor prabayar tentu bukan pilihan. Karena tentu lancarnya komunikasi yang menjadi prioritas utama Anda, bukan? Dan itu pilihannya hanya ada di nomor pasca bayar.

Pertanyaan saya di akhir tulisan ini, kalau Anda pelanggan seluler apa jenis seluler yang Anda ambil, pasca bayar apa prabayar, dan apa alasan Anda memilih paket tersebut?

Sumber Foto: Prepaid Cellular


Bookmark and Share

Jumat, 20 Mei 2011

Fitur SMS 2.0 Terbaru Untuk Ponsel Symbian Dari Telkomsel, Keren

SMS 2.0Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada bulan Juli 2010 lalu saya sempat mereview salah satu aplikasi untuk SMS bernama SMS 2.0 di blog ini. Baca artikel saya “SMS 2.0, Fitur SMS Terbaru Dari Telkomsel Yang Patut Anda Coba”. Apa itu aplikasi SMS 2.0? Yaitu semacam fitur pada ponsel yang membuat SMS menjadi lebih menarik dan atraktif karena adanya tambahan fasilitas seperti emoticon (smileys), text colur dan background colour, serta fasilitas RSS yang memungkinkan melihat update berita-berita terbaru dari situs-situs berita.

Setelah aplikasi SMS 2.0 mengalami kesuksesan, Telkomsel berkerjasama dengan Affle, perusahaan mobile media dari Singapura melakukan upgrade pada aplikasi SMS 2.0 ini. Release version terbaru aplikasinya saat review ini saya tulis sudah version 3.0.43. Telkomsel memperbarui dengan beberapa penambahan fitur baru sehingga secara tampilan dan fasilitas di dalam aplikasinya sedikit berbeda dengan tampilan SMS 2.0 yang awal dulu pertama kali dilaunching.

Karena saya sebelumnya sudah menjajal Fitur SMS 2.0 ini di ponsel Nokia E63 saya, maka saya jadi tahu beberapa inovasi yang ditambahkan dalam fitur ini. Berikut diantaranya beberapa penambahan fitur yang menjadi kelebihan SMS 2.0 terbaru:

Tab Icon Baru

Penambahan beberapa menu tab icon baru di bawah pesan SMS berupa menu-menu seperti: Reply, Forward, Delete, My Facebook, My Twitter, Move To Folder, Font Size, Recommend SMS2.0, dan About.

Tab Icon SMS 2.0

Menu Option Baru

Ada penambahan menu lebih banyak dalam setting optionnya yang sebelumnya belum ada. Seperti menu: Add Social Contact, What’s Hot, Facebook/Twitter, Search ke Google dan Wikipedia maupun directory, Windows Live Messenger dan Hotmail.

Menu Option SMS 2.0

Send Message Later

Fitur yang memungkinkan Anda kirim SMS secara otomatis dan terjadwal sesuai setting tanggal dan jam yang Anda tentukan. Dan hebatnya bisa dijadwal berkala. Contoh, untuk mengirimkan ucapkan selamat ulang tahun terjadwal setiap tahun ke teman/relasi Anda.

Send Message Later SMS 2.0

Dengan adanya tambahan menu-menu itu, terutama yang ke social media lewat aplikasi SMS 2.0 maka secara otomatis Anda akan dimudahkan dan sewaktu-waktu bisa terhubung ke social media seperti Facebook dan Twitter lewat aplikasi ini.

Keren, bukan tampilannya? Tertarik? Jika Anda pengguna ponsel Nokia atau ponsel berplatforms Symbian Series 60 2nd & 3rd Edition dan Java 2 bisa mencoba Layanan SMS 2.0 ini gratis. Anda hanya dikenakan biaya SMS normal (kartu HALO Rp 125, simPATI Rp 100 dan Kartu As Rp 88), dan tentunya biaya GPRS sewaktu mendownload aplikasi ini.

Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan fitur ini? Cara mendapatkannya masih tetap sama seperti yang dulu. Yaitu Anda tinggal melakukan download client SMS 2.0 melalui SMS dengan mengetikkan pesan SMS berisi pesan SMS2 lalu kirim ke 9089.

Setelah SMS Anda berhasil terkirim, Anda akan mendapat reply SMS dari Telkomsel yang berisi link untuk mendownloadnya. Contoh format linknya seperti ini:

http://202.150.217.75/couffable/php/downloadtophone.php?ph=628121709044

Yang nomor pada barisan paling terakhir dalam linknya nanti akan berubah menyesuaikan sesuai nomor ponsel Anda. Selanjutnya, klik linknya dan ikuti intruksi wizardnya. Setelah proses instalnya berhasil, silahkan restart ponsel Anda. Dan cek tampilan inbox SMS di ponsel Anda, maka akan tampak perubahannya, tampilan SMS di ponsel Anda akan menjadi beda dan menarik. Okey, selamat mencoba!

Catatan:
Tulisan ini bukan Advertorial dan saya tidak mendapatkan bayaran apa-apa dari Telkomsel dengan menulis review ini. Tulisan ini murni hanya sekedar sharing dari seorang pengguna saja.


Bookmark and Share

Selasa, 17 Mei 2011

Apakah Pria Boleh Menangis?

Bae Yong JoonSaya pernah mendapat pertanyaan yang intinya sama dengan judul di atas. Apakah Boleh Seorang Pria Menangis? Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang penyiar dari sebuah radio melalui pesan Yahoo Messenger. Dan jawab saya kala itu, seingat saya, saya jawab “Boleh”. Mengapa saya jawab boleh? Alasan saya berargumen: Sekedar membuktikan bahwa pria juga punya hati. Itu alasan saya waktu itu, menjawabnya.

Masih opini tentang pria menangis. Ada yang bilang katanya Crying is not a crime. Memang pria itu bukan manusia sehingga tak boleh menangis? Apakah menangis itu hanya boleh dilakukan oleh wanita saja? Menangis itu, kan masih manusiawi sekali. Betul?

Ada satu opini menarik yang saya baca di VIVAnews tentang masalah pria menangis ini:

Tak masalah jika seorang pria bisa menangis dalam segala situasi emosional atau mungkin saat menonton film. Justru itu merupakan gambaran kalau dirinya adalah pribadi yang seimbang. "Itu menunjukkan ia adalah orang yang seimbang, antara sisi maskulinitas dan emosional. Kemungkinan ia bisa jadi komunikator yang baik," kata Kudia. Pria tipe ini juga tidak bermasalah dalam menunjukkan perasaan dan emosinya. Bisa jadi ia tipe pria yang romantis dan sangat mudah diajak berbicara.

Oh, romantis katanya VIVAnews.

Di Korea sebaliknya. Pria Korea dididik oleh orang tuanya tidak boleh menangis. Saat kemarin saya berkunjung ke negeri Ginseng Korea, saya dapat cerita begitu. Katanya, jadi pria Korea itu harus strong (kuat). Salah satunya, pantang bagi pria Korea untuk menangis. Laki-laki Korea itu dididik hanya boleh menangis 3 kali seumur hidupnya. Menangis saat ia lahir, saat orang tuanya meninggal dan satunya, maaf, saya lupa apa yang ketiga. Makanya, orang Korea terlihat sangat keras.

Karena pria Korea dididik sangat keras apakah hati pria Korea tak lembut? Tidak juga. Kalau berbicara masalah hati berbeda. Pria Korea katanya sangat lembut dan romantis dalam berpacaran, mirip pria Perancis. Setidaknya, ini bisa tercermin dari kisah di film-filmnya yang rata-rata unsur drama percintaanya begitu kuat. Sanggup mengaduk-aduk perasaan dan mengharubirukan penonton yang gemar menonton filmnya.

Gara-gara berpergian ke Korea, sepulang dari Korea kemarin, saya sempat membeli kaset DVD dan nonton film drama Korea Winter Sonata. Benar, ceritanya sangat bagus, romantis dan mengharu biru.

Komentar saya: Pantas, saat saya melihat Bae Yong Joon, pemeran tokoh Cun Siang lagi sedih dalam film Winter Sonata, ia samasekali tak pernah menangis. Walau hatinya hancur berkeping-keping menyaksikan setiap kenyataan demi kenyataan pahit dalam hidupnya yang amat tragis untuk bisa memiliki wanita yang dicintainya, Yu Cen (diperankan Choi Ji Woo). Bae Yong Joon cukup menangis dalam hati dan membiarkan air matanya meleleh sendiri tanpa ekspresi, tidak seperti umumnya orang menangis.

Meski sama-sama pria, sama seperti Bae Yong Joon, saya sempat berdecak kagum. Akh, inilah wajah pria terseksi yang pernah kulihat. Saat melihat Bae Yong Joon menitikkan air matanya di film itu.

Sekarang pertanyaan saya kepada Anda. Apa pendapat Anda kalau menjumpai pria menangis?

Sumber Foto: Bae Yong Joon


Bookmark and Share

Sabtu, 14 Mei 2011

Tips Menulis Advertorial

Tips Menulis AdvertorialJika Anda seorang blogger yang merangkap sebagai publisher, satu keahlian yang perlu Anda kuasai selain pandai menulis artikel adalah harus bisa menulis artikel advertorial. Apa itu artikel advertorial? Bagi yang belum tahu definisinya, silahkan baca dulu tulisan saya “Etika Menulis dan Memasang Iklan di Blog” yang pernah menjelaskan arti kata advertorial.

Keahlian menulis artikel advertorial ini penting sekali Anda kuasai kalau memang Anda serius ingin mendapatkan penghasilan lewat blog Anda. Keahlian menulis advertorial itu gunanya tidak melulu untuk mengiklankan produk dari para pengiklan atau produsen, tapi suatu saat akan sangat berguna untuk mengiklankan produk Anda sendiri di internet.

Sebelum saya memberikan tips ini kepada Anda, saya perlu jelaskan dulu. Saya belum seorang penulis advertorial yang baik, namun sedikit pengalaman saya menulis beberapa advertorial yang pernah saya tulis ini semoga bisa menjadi bahan belajar bersama bagaimana, sih cara menulis advertorial yang baik dan bisa menarik serta disukai oleh pembaca. Dan yang terpenting, ujungnya bisa berakhir closing, dapat menarik penjualan setelah orang lain membaca advertorial Anda.

Saya mempunyai tiga contoh artikel review dan advertorial. Yang pertama dan kedua sama-sama mereview tentang salah satu produk dari provider telpon seluler Telkomsel. Yang pertama berupa advertorial dan berbayar. Bisa dilihat di artikel “Tawaran Menarik Dari simPATI freedom, Mau?” Dan artikel yang kedua “Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer”, yang ini murni berupa review dari saya selaku pengguna, tidak dibayar. Artikel ketiga, “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang” adalah advertorial pesanan dari kawan saya yang sampai dengan tulisan ini saya tulis advertorialnya cukup banyak membuat closing penjualan di internet.

Saya mulai dari artikel yang pertama dan kedua. Sesuai laporan dari Google Analytics, meski kedua artikel mengulas topik yang sama, ternyata artikel pertama dan kedua hasilnya jauh berbeda. Baik jumlah pageviewnya maupun jumlah comment yang masuk dalam artikelnya. Silahkan Anda lihat data statistik artikel “Tawaran Menarik Dari simPATI freedom, Mau?” dibawah ini.

Staistik Advertorial simPATI freedom

Total pageview artikel “Tawaran Menarik Dari simPATI freedom, Mau?” sampai dengan tanggal 13 Mei 2011 sebanyak 325. Jumlah comment sampai dengan saya tulis artikel ini yang masuk sebanyak 30 komentar.

Statistik Review Gratis Internet Berjam-jam simPATI

Coba bandingkan sama data statistik di atas! Ternyata jumlah pageview artikel “Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer” jumlahnya jauh lebih banyak, 797 pageview, dan comment-nya juga sudah mencapai 38 komentar.

Nah, sekarang artikel yang ketiga, “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang”. Saya akan perlihatkan bukti screenshot jumlah email yang masuk dari pembaca melalui form contact setelah membaca advertorial tersebut. Maaf untuk data penjualan dari advertorialnya saya tak bisa share disini. HeHe.

Screenshot email masuk

Advertorial “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang” yang melalui blog saya sudah menuai respond sebanyak 21 komentar dari pembaca, 11 email masuk, 13 kontak melalui telpon/SMS, dan 2 invite contact melalui Blackberry. Data ini belum termasuk respond melalui notes facebook dan blog kawan saya yang juga mempublish advertorial tersebut.

Kesimpulan yang bisa saya tarik dari ketiga artikel tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tulisan dengan gaya review dari sudut pandang Anda sebagai konsumen ternyata lebih kuat untuk menarik minat pembaca. Ini berbeda dengan tulisan yang ditulis hanya berupa informasi dari sudut pandang produsen.
  2. Untuk menghasilkan tulisan advertorial yang memikat, ternyata syarat wajib ini tidak bisa ditawar. Anda harus menjajal lebih dulu barang yang Anda iklankan sebelum menuliskannya kedalam sebuah artikel.
  3. Pemberian data-data hasil test atau pengujian Anda di dalam artikel advertorial terbukti sangat membantu menarik ketertarikan dari para pembaca.
  4. Proporsional antara advertisement (iklan) dan editorial dalam sebuah artikel advertorial perlu diperhatikan. Yaitu harus lebih kuat unsur editorialnya ketimbang muatan iklannya. Pemberian persuasi atau tawaran iklannya secara halus terbukti lebih efektif ketimbang bahasa iklan yang terlalu berlebihan.

Demikian setidaknya 4 (empat) poin tips yang bisa saya simpulkan dalam menulis advertorial. Jika Anda ada tambahan, sanggahan, atau pertanyaan, saya persilahkan tambahkan dalam kolom komentar. Oke, selamat menulis advertorial.


Bookmark and Share

Apakah Anda Selalu Jujur Dalam Tulisan-tulisan Anda?

Mahatma_GandhiAda tulisan menarik yang ditulis Mas Hoeda Manis di blognya yang berjudul Mahatma Gandhi Suka Gulali. Dalam tulisannya itu mengisahkan kisah Mahatma Gandhi yang pernah dimintai oleh sorang ibu untuk menasihati anaknya agar tak makan permen gulali. Hanya untuk menasihati dan mengajarkan kepada seorang anak kecil agar tak makan gulali saja, dia (Mahatma Gandhi) perlu tiga bulan lamanya sebelum memberi nasihat kepada anak tersebut. Mengapa? Masalahnya Mahatma Gandhi juga sangat suka makan gulali. Bagi Mahatma Gandhi dia tak mau melakukan kebohongan kecil yang menurut dia sangat besar seperti itu. Hanya memberi nasihat sementara dia masih melakukan apa yang dinasihatkannya kepada orang lain.

Saya jadi berpikir, bukankah ini kondisinya sama juga kalau kita memposisikan sebagai seorang blogger (penulis). Seringkali kita hanya pintar menasihati orang lain dengan tulisan-tulisan kita yang menginspirasi dan memotivasi orang lain, tapi di sisi lain kita, sang penuturnya, justru masih melakukan apa yang kita nasihatkan kepada orang lain (pembaca) tersebut. Betul?

Saya tercenung lama selesai membaca kisah itu. Saya tak berniat mensejajarkan dengan tindakan Mahatma Gandhi dalam kisah itu. Saya tak seagung, dan sebaik Mahatma Gandhi yang bisa menyejukkan semua orang seperti kata Rhenald Kasali, sehingga saya tidak cukup pantas untuk bersanding dengan Mahatma Gandhi. Faktanya, karena memang sulit untuk menjaga konsistensi dan keselarasan antara tulisan dan tindakan kedalam kehidupan kita.

Apakah Anda juga pernah merasakan kondisi seperti itu? Atau hanya cuek saja, menulis ya menulis, tindakan di kehidupan nyata ya sesuatu yang tak ada hubungannya. Tak perlu disangkutpautkan. Benarkah bisa demikian?

Kalau Anda adalah seorang penulis, yang mana dalam tulisan Anda sering menginspirasi orang lain, sering memotivasi pembaca Anda. Pendeknya, selalu mengajak berbuat baik kepada sesama, apa jadinya jika Anda ternyata bukan orang baik, suka melakukan kebohongan bahkan kejahatan?

Saya memang tak mahir untuk menulis. Lebih tak mahir lagi kalau harus disuruh menuliskan sebuah ketidakjujuran, terlebih sampai berkali-kali, termasuk suatu ketika diminta menulis advertorial yang harus bertentangan dengan prinsip kejujuran, saya pasti akan menolak. Berapapun saya dibayar. Silahkan baca contoh pertentangan batin saya dalam artikel ini “Antara Idealisme, Tuntutan Independen, dan Inkonsistensi Seorang Blogger”.

Kalau Anda seorang blogger atau penulis, pertanyaan saya, apakah Anda selalu jujur dalam tulisan-tulisan Anda?

Sumber Foto: Dreamstime.com


Bookmark and Share

Senin, 09 Mei 2011

TV Tabung Mulai Ditinggalkan

LED TVEra televisi tabung atau teknologi CRT (Cathode Ray Tube) sepertinya akan benar-benar berakhir, karena mulai ditinggalkan oleh konsumen pemakainya. Kalau pada komputer, saat ini monitor CRT malah sudah lebih dulu ditinggalkan. Baca artikel saya sebelumnya “Teknologi Tidak Bersahabat Dengan Orang Kreatif”. Karena, semua sudah beralih pada monitor LCD (Liquid Colour Display). Tak percaya? Silahkan Anda berkunjung ke toko-toko komputer dan tanya ke penjualnya. Saat ini sangatlah susah untuk mencari monitor komputer yang berjenis tabung (CRT). Semua toko rata-rata pasti merekomendasikan dan memberikan pilihan monitornya pakai LCD.

TV digital menggantikan TV analog

Sama seperti teknologi pada komputer, hadirnya teknologi baru TV digital tak bisa dihindari juga. Kini kehadiran TV digital mulai menggantikan TV analog. Televisi digital yang umumnya sudah berlayar flat, seperti Plasma TV, LCD TV, dan yang paling baru LED TV membuat televisi tabung semakin kurang diminati para konsumen. Lihatlah hypermarket dan toko-toko elektronik sekarang! Hampir semuanya saya lihat sekarang ini pajangan raknya lebih banyak didominasi display TV LCD dengan berbagai ukuran dan merk, sementara TV tabung semakin sedikit pilihan model dan merk pabrikan yang masih mengeluarkannya.

Diantara ketiga pilihan layar teknologi TV digital (Plasma TV, LCD TV, dan LED TV), yang paling terakhir, yaitu LED TV katanya diklaim mempunyai teknologi paling unggul.

Apa, sih kelebihan TV digital seperti LED TV ini kalau dibandingkan dengan TV tabung konvensional? Berikut adalah keunggulan-keunggulan dari LED TV:

  • Menghasilkan warna yang lebih realistis
  • Teknologi anti glare (tanpa bayangan)
  • Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar
  • Tidak ada radiasi yang dipancarkan
  • Dapat digunakan sebagai monitor komputer
  • Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma.

Itulah kelebihan-kelebihan LED TV. Namun begitu, bukan berarti LED TV tanpa kelemahan. Kelemahannya tetap ada, yaitu harga LED TV lebih mahal satu setengah kali lipatnya dibanding TV LCD biasa, dan tentu lebih mahal lagi kalau pembandingnya adalah TV tabung biasa. Selengkapnya tentang perbandingan ketiga TV: Plasma TV, LCD TV, dan LED TV silahkan Anda baca artikelnya disini.

TV fitur internet

Kemarin saya sempat iseng-iseng melihat-lihat TV LCD dan nanya-nanya kepada pramuniaga di salah satu hypermarket. Satu hal yang belum pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya adalah ternyata TV terbaru saat ini sudah sedemikian canggihnya. Selain kontras ketajaman gambarnya sudah sangat tinggi dan sudah berteknologi 3D, kini sudah dibenamkan pula fitur internet di dalamnya. Saya ambil contoh merk Panasonic VT 30, dilengkapi dengan fitur internet dan bisa koneksi pakai internet wifi dan local area network (LAN) untuk akses internet langsung tanpa bantuan komputer.

Pada TV Panasonic ada fitur Viera Cast yang berfungsi untuk menghubungkan dengan berbagai layanan streaming movie/TV di internet. Contoh yang paling populer seperti menonton video dari Youtube. Terus ada fitur Viera Connect yang bisa menghubungkan pengguna ke situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Dan satu lagi, ini yang hebat bisa digunakan untuk berkomunikasi video calling melalui Skype.

Televisi kedua yang tak kalah hebat adalah merk Sony, akses internetnya malah sudah dilengkapi dengan remote yang bentuknya seperti keyboard QWERTY, sehingga kita bisa mengoperasikan TV layaknya keyboard pada komputer saja. Bukan hanya sampai disitu, TV Sony memiliki fitur Bravia Internet Widgets yang menyediakan update real time berita-berita dari Yahoo. Dan fitur Bravia Internet Video yang diklaim memiliki lebih dari 30 saluran hiburan streaming. Dan sesuai klaim resminya katanya memiliki kemampuan internet cukup lengkap karena sudah dibundling bersama paket Google TV.

Dalam perangkat lunak Internet TV itu banyak sekali fitur streaming movie/video internet yang dibenamkan ke TV Sony. Yaitu seperti Hulu yang merupakan TV iklan gratis, Amazon video on demand, Qriocity layanan hiburan streaming dari Sony, Netflix, Youtube, NPR, dan Pandora internet radio ke layar TV Anda. Dan tentu saja kemampuan mesin pencari Google tak ketinggalan ada juga dibesut di dalamnya yang memungkinkan pencarian dan menemukan pilihan acara televisi, film dari layanan internet atau dari TV kabel dari penyedia satelit yang mereka tawarkan.

Dan merk yang lainnya yang sempat saya survei adalah TV Sharp, LG dan Samsung. Fiturnya juga tak kalah dengan TV Panasonic dan Sony karena rata-rata sudah mendukung fitur internet juga.

Hem, saya tidak bisa membayangkan misalnya nonton video HD high resolution dari Youtube dan ditonton lewat TV LCD layar lebar (wide screen) yang besar serta didukung lengkap dengan sound sistem home teaternya, pasti akan mengasyikkan sekali.

Selain fitur-fitur diatas, TV digital terbaru sekarang ini semua sudah dilengkapi colokan atau port USB, yang mana dulu ini hanya ada di komputer saja. Jadi, misalnya Anda berniat melihat foto-foto yang ada di flashdisk bisa dilihat melalui TV. Hebat, bukan?

Itulah perkembangan teknologi terbaru pada pesawat televisi saat ini. Pertanyaan saya apakah Anda sudah siap meninggalkan televisi tabung Anda dan beralih ke TV digital berlayar datar?

Sumber Foto: Samsung LED TV


Bookmark and Share

Selasa, 03 Mei 2011

PLN Tersorot, Dahlan Iskan, dan Amplop

PLN Tersorot!
Pernah membaca puisi seperti ini dipajang di kantor PLN? PLN Tersorot! Puisi yang awalnya ditulis oleh Dahlan Iskan sebagai memo di internal PLN ini akhirnya kini menjadi jargon komitmen PLN. Di awal tahun 2010 sempat pernah dimuat di Harian Kontan dan Kompas. Dan kini menyebar dan dipajang di seluruh kantor PLN di seluruh Indonesia. Saya sendiri sempat melihat dan memotretnya di kantor PLN Kalasan Yogyakarta.

PLN Tersorot!

Tidak semua sorotan yang dialamatkan kepada kita, warga PLN, adalah benar.
Banyak juga yang hanya emosional.
Tapi itulah kenyataannya.
Kenyataan dunia modern saat ini.
Yang disebut juga zaman marketing.
Persepsi segala-galanya.
Persepsi sering mengalahkan fakta.
Tidak ada gunanya bantahan lisan.
Tak ada gunanya marah.
Tidak ada jalan lain.
Kita harus kalahkan persepsi itu.
Dengan tekad baru kita.
Kita nyalakan Indonesia seluruhnya.
Kita senyumkan konsumen secepatnya.
Dengan tekad baru.
Semangat baru.
Cara baru
Bebaskan Indonesia dari kegelapan Bebaskan konsumen dari keluhan.
Bebaskan warga PLN dari cap yang hina ini.
Cap sebagai perusahaan yang selalu rugi Cap sebagai pengemis subsidi.
Penghisap uang negeri.
Tahun 2010 kita mulai sepenuh hati
Tahun 2013 kita akhiri penderitaan ini.


Dan satu hal yang menurut saya juga cukup menarik adalah beberapa langkah berani setelah itu yang telah diambil oleh Dahlan Iskan dalam membuat terobosannya demi membebaskan PLN dari banyaknya tuduhan-tuduhan miring (negatif) sebagaimana umumnya cap melekat yang banyak disandang oleh perusahaan plat merah bernama BUMN. Sarang korupsi!

Berikut saya berikan kutipan kata-kata Dahlan Iskan yang pernah dimuat di Harian Kontan:

Inilah puisi berjudul “PLN Tersorot!” yang saya tulis di bulan pertama saya menjadi CEO PLN Januari 2010 lalu. Puisi tersebut kini sudah berubah menjadi poster yang dipasang di seluruh kantor unit PLN di seluruh Indonesia. Inilah puisi yang kemudian menggerakkan tekad baru karyawan PLN.

Misalnya, tekad membersihkan diri dari citra sarang korupsi. Inilah citra negatif yang paling sulit dihapus dari benak masyarakat. Ketidak percayaan masyarakat sudah demikian dalamnya. Karena itu, pidato dan slogan saja sudah tidak memadai. Harus ada action nyata untuk melawannya.

Itu sebabnya direksi baru PLN datang ke KPK untuk mendeklarasikan diri anti korupsi. Kami minta KPK mengawasi pengadaan barang dan jasa di PLN yang bernilai triliunan rupiah.

PLN juga melibatkan PBKP memproses transaksi yang sensitif. Misalnya, transaksi seluruh listrik swasta (IPP) terkendala. PLN juga menempuh cara baru dalam tender. Selain mengubah sistem tender PLN juga melibatkan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah). Setiap dokumen tender yang berpotensi menimbulkan persoalan dikonsultasikan ke LKPP. Jangan sampai ada dokumen tender yang di dalamnya mengandung kecenderungan memenangkan salah satu pihak.

PLN masih ingin telanjang lebih bulat lagi. Awal Juni 2010, PLN menjalin hubungan khusus dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bentuknya sangat mengejutkan: BPK bisa mengakses komputer keuangan PLN secara live atau real time. BPK bisa masuk ke komputer PLN secara otomatis sampai ke komputer keuangan yang paling rinci. PLN menjadi BUMN pertama di Indonesia yang menempuh cara ini.

Konsekuensinya, proses keuangan di PLN harus benar-benar telanjang.

Memang, kelihatannya upaya-upaya tersebut berlebihan. Tapi saya berkeyakinan, untuk melawan sesuatu yang sudah sangat parah harus dengan cara extra ordinary. Cara biasa-biasa saja tak memadai untuk meyakinkan masyarakat yang tingkat ketidakpercayaanya pada PLN sudah demikian dalamnya.

Puisi itu dan langkah-langkah konkrit di bidang pengadaan dan keuangan juga penting mengubah citra di internal PLN sendiri. Dengan langkah-langkah itu, sebagian karyawan PLN yang selama ini muak dengan praktik korupsi di PLN mendapat angin segar. Lalu membuat gelombang dari dalam yang lebih kuat untuk melakukan perbaikan. Misalnya, dalam menyukseskan program melawan pemadaman bergilir di seluruh Indonesia itu.

Semula kalangan PLN pesimistis mampu mengatasi pemadaman bergilir di seluruh wilayah Indonesia yang sudah demikian parahnya. Tapi dengan semangat baru, ternyata bisa. Kini tinggal Pulau Lombok yang belum beres. Di kota-kota lain, upaya melawan pemadaman bergilir sudah berhasil. Listrik cukup tersedia di semua wilayah, meski baru pas-pasan. Lombok juga akan beres akhir Juni ini.

Kini kepercayaan itu mulai muncul. Setidaknya di kalangan interen PLN.

Akh, saya tidak pesimistis apalagi sampai berapriori dengan langkah Dahlan Iskan ini meski prakteknya saya melihat langkah ini tak mudah diikuti oleh semua jajaran pegawai PLN di tingkat bawahannya sampai yang di daerah-daerah. Mengapa? Coba baca salah satu kejadian yang dulu pernah menimpa saya sewaktu mengurus naik daya di PLN Yogyakarta ini. Baca “Gila, Sejak Kapan di PLN Ada Tawar Menawar?

Dan contoh yang kedua, yang ini masih hangat saya ambil dari kejadian kemarin di hari Sabtu malam tanggal 30 April 2011, ada kerusakan jaringan di salah satu toko tempat saya bekerja tetapi para pegawai PLN dengan santainya karena alasan libur membiarkan kerusakan jaringan 20 kV ngepong yang sebetulnya amat berbahaya, tapi dibiarkan terkatung-katung lama sampai baru hari Senin kemarin siang selesai diperbaiki.

Ya, prakteknya saya melihat ada kemalasan dari petugas di lapangan dalam menangani complain dari pelanggannya karena sebagaimana himbauan PLN kami tak boleh memberi uang tip buat anak buahnya di lapangan. Dulu sewaktu mereka masih dibolehkan menerima amplop mereka dengan sigapnya datang dan mengatasi gangguan yang kami laporkan.

Terakhir harapan saya, sebagai pelanggan saya hanya bisa berharap semoga PLN terus berbenah menjadi lebih baik sesuai dengan komitmennya.


Bookmark and Share