Sabtu, 30 Oktober 2010

2 Juta Pounds Inggris Diberikan ke Saya, Anda Mau?

email spam

Apakah Anda tak terkejut jika tanpa ada hujan, tanpa ada angin, tanpa disangka-sangka ada orang yang tidak Anda kenal tiba-tiba bilang mau menghibahkan dana sangat besar kepada Anda? Tak tanggung-tanggung nilainya sebesar £ 2,000,000 GBP. Jangan ditanya uang sebesar ini kalau dirupiahkan nilainya sangat gede. Mencapai hampir 30 milyar rupiah. Apa ini tidak terlalu besar untuk pemberian sebuah hibah yang akan diberikan kepada orang yang tidak saling kenal?

Ini jelas-jelas scam. Ini jelas penipuan sama seperti Rina Indria dulu. Sama seperti cerita kawan saya di milis, Pak Roestam, ada spammer bernama Retno Ningsih, maaf, saya heran lagi-lagi mengapa selalu wanita namanya, dengan alamat email retno_ningsih68@yahoo.com yang isi emailnya penuh dengan gambar-gambar porno nyepam ke 100 mailing list 10 kali setiap hari.

Semoga Anda tak terbelalak kalau tahu berapa jumlah email spam yang dikirim para spammer setiap harinya. Ternyata jumlah email spam di dunia ini sudah sangat besar sekali jumlahnya, sekitar 300 Milyar email spam per hari, dan jumlah ini dapat mencapai puncaknya sampai 500 Milyar per hari. Luar biasa!

Coba Anda bayangkan jumlah itu sungguh suatu jumlah yang sangat besar yang sangat menghambat lalu-lintas data di internet seluruh dunia. Dan kini, salah satunya ada orang Indonesia sebagai spammernya. Sayang regulasi di negara kita belum seperti Australia yang dengan tegas menindak pelakunya. Di Australia para pelaku spam akan dikenakan denda sampai jutaan dolar kalau ketahuan menyebarkan email spam.

Berikut petikan emailnya yang dikirim oleh para spammer itu, yang lagi-lagi mampir ke email admin blog ini:




from hj*******<rosdiana@centrum.sk>
to a****@diptara.com
date Fri, Oct 29, 2010 at 10:16 AM
subject TOLONG DILIHAT.

10:16 AM (5 hours ago)


Salam Kenal.

Saya Rosdiana. A.C. Saya tinggal dan bekerja di London . Saya menikah dengan seorang warga negara Amerika. Kami hidup menetap di London . Suami saya menikah dengan istri lain, seorang warga negara Amerika sebelum dia bertemu saya. Dia tidak membawa ini untuk memberitahu saya sebelum kami menikah. Jadi saya berstatus istri kedua.

Saya hidup bahagia dengan dia tapi jujur istri pertamanya memberi saya neraka di rumah kami. Saya berencana untuk memindahkan uang suami saya ke Indonesia, negara asal saya. Jika saya tidak bertindak cepat sekarang, saya akan kehilangan segalanya dalam satu detik.

Saya bekerja di perusahaan suami saya sebagai akuntan. Saya memegang bagian account. Saya berencana untuk memindahkan jumlah total sebesar £ 2,000,000.00 GBP [Dua Juta Pounds Inggris] keluar dari perusahaan ini untuk masa depan.

Apabila saya tidak bertindak sekarang, akan ada masalah ketika suami saya meninggal dunia nanti karena istri pertamanya memiliki semua koneksi di perusahaan kami ini.

APAKAH ANDA MAMPU MENERIMA DANA UNTUK INVESTASI DAN MENYIMPANNYA SAMPAI SAYA TIBA DI INDONESIA ?

Saya butuh orang terpercaya yang tidak akan pernah mengkhianati saya.

Saya telah mengurus semua pengaturan tentang bagaimana dana tersebut akan tiba di Indonesia tanpa masalah. Kesepakatan ini 100% bebas masalah. Jika Anda siap untuk membantu, langsung balas email ini ke rosdiana@hotmail.com karena tidak ada waktu lagi yang dapat disia-siakan. Silahkan juga hubungi saya di +447031802657 atau +447024025158

INI PENTING TOLONG DILIHAT.

Diana London


Gimana kira-kira? Masihkah Anda tertarik dengan tawaran saya ini? He..... He....


Sumber Foto: Philanthropy Gift

Bookmark and Share

Minggu, 24 Oktober 2010

DNS Nawala: Free Internet Filter & Parental Control Yang Perlu Anda Coba

Internet Filter & Parental Control Sejak intruksi KOMINFO untuk melakukan pemblokiran situs porno yang telah diimplemantasikan kepada semua ISP di negara kita awal puasa, tepatnya tanggal 11 Agustus 2010 lalu, kini untuk mengakses situs porno efeknya menjadi tak sebebas dulu lagi. Perlu diakal-akali dulu, semisal lewat gateway Proxy atau VPN baru bisa menembus akses ke situs porno.

Waktu awal-awal pemblokiran kala itu sekitar semingguan saya sempat merasakan betapa leletnya akses internet. Penyebabnya, karena server ISP overload, belum siap menerima beban banyaknya request URL pengguna yang harus dicek satu per satu di database filter ISP.

Saya seringkali kesal karena beberapa situs yang bukan mengandung konten porno malah diblokir. Sementara yang harusnya diblokir malah masih bebas diakses. Baca posting saya "Apakah Cinta Itu Porno?"

Dan hari Jumat, 22 Oktober 2010 kemarin saya sempat mengalami kejadian serupa, salah satu situs, yaitu blog directory Lefthit Indonesia tiba-tiba tanpa ada sebab apa-apa tahu-tahu diblock oleh filter dari ISP saya, Telkomsel. Dan saya baru tahu ternyata Telkomsel untuk filteringnya ternyata menggunakan database filter DNS punya Nawala, yang di milis saya, Telematika sudah tidak asing lagi karena sering disebut oleh kawan-kawan saya.

Saya baru tahu filternya pakai punya Nawala karena sewaktu saya buka di browser komputer saya muncul pesan seperti di bawah ini:

Nawala

Saya kemudian cepat-cepat melakukan pengaduan ke Nawala. Dan yang membuat saya terkejut dan sangat appraised dengan Team Nawala adalah responnya yang sangat cepat dalam menerima pengaduan saya. Selesai saya kirim email, dalam hitungan waktu hanya 7 menit email saya sudah langsung dijawab dan blokirnya langsung dibuka. Berikut petikan emailnya.



from Nawala Project Team <i***@nawala.org>
to admin@diptara.com
date Fri, Oct 22, 2010 at 11:42 AM
subject Re: Info Pemblokiran Situs LeftHit Indonesia

hide details Oct 22 (2 days ago)

Hi Joko,

Terima kasih atas informasinya. mungkin awalnya situs ini mengandung
konten pornografi atau adult. Saat ini situs tersebut sudah kami hapus
dari sistem kami.
Jika sekiranya masih ada situs yang seharusnya tidak diblokir, silakan
email kami kembali.

Salam,
Tim Nawala

2010/10/22 Joko Sutarto <a****@diptara.com>:
- Hide quoted text -
> Dh,
>
> Mohon info untuk situs LeftHit Indonesia dengan url di http://id.lefthit.com mulai hari kenapa diblock, ya. Karena setahu saya situs ini adalah blog directory jadi tidak mengandung unsur yang harus diblokir.
>
> Demikian info dari saya. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya.
>
> Hormat saya,
>
> Joko Sutarto
> Powered by Telkomsel BlackBerry®



Lewat posting ini saya ingin mengucapkan terima kasih banyak buat team Nawala. Dan bagi Anda yang mungkin suatu saat membutuhkan internet filter atau parental control buat komputer anak Anda saya menyarankan Anda untuk menggunakan DNS Nawala di nomor berikut ini:
  • NS #1: 180.131.144.144
  • NS #2: 180.131.145.145

Satu kelebihan dari Nawala ini adalah, selain pelayanannya yang gratis, tanpa perlu registrasi, cepat dalam menerima pengaduan seperti contoh kasus yang saya alami di atas, juga Anda bisa turut berpartisipasi aktif melaporkan situs-situs porno, atau yang mengandung kekerasan dan situs-situs berbahaya lainnya, yang luput dari filter ISP kepada Nawala setiap saat. Dan Nawala akan memblokirnya mengikuti permintaan Anda.

Untuk petunjuk cara setting selengkapnya silahkan Anda kunjungi situsnya di sini http://nawala.org

Sumber Foto: Nanny2





Bookmark and Share

Sabtu, 23 Oktober 2010

6 Alasan Mengapa Anda Perlu Memberikan Gambar Dalam Blog

HumanBeberapa blogger banyak yang masih beranggapan pemberian gambar dalam sebuah blog dianggap kurang memberikan manfaat, tak penting. Dan faktanya, saya tak jarang menemui beberapa blog yang sangat minim dengan adanya gambar di dalam blognya. Pertanyaannya, mengapa perlu memberikan gambar dalam blog? Sebegitu pentingkah peran gambar dalam sebuah blog? Sebelum saya uraikan lebih lanjut Anda bisa baca dulu artikel saya yang sedikit terkait dengan topik ini. Baca Pentingkah Mencantumkan About Me dalam Blog?

Jika Anda termasuk yang masih meragukan betapa pentingnya memberikan gambar dalam sebuah blog, okey, tanpa berpanjang lebar saya persilahkan Anda membaca beberapa ulasan saya di bawah ini:

1. Membuat blog menjadi lebih manusiawi

Secara psikologis manusia merasa takut dan kurang nyaman apabila pergi ke tempat-tempat yang tidak ada manusianya. Dan sebuah blog dibuat untuk dikonsumsi seorang manusia, bukan buat antara komputer dengan komputer, antara mesin dengan mesin. Agar pengunjung manusia —maaf, saya sebut pengunjung manusia karena pada prakteknya memang ada juga pengunjung bukan manusia, yaitu mesin robot search engine— betah berlama-lama di blog maka buatlah blog Anda agar menjadi lebih Humanis atau manusiawi. Salah satu caranya? Pasanglah gambar-gambar atau foto manusia di blog Anda.

2. Memberikan diskripsi tulisan pada blog

Saya ingin membuat sebuah perbandingan antara blog di internet dan buku. Dulu sampul buku (cover) di Indonesia nyaris hanya menjadi sarana memajang judul saja. Namun seiring perkembangan teknologi cetak dan visual, sampul buku kini mengalami pergeseran dalam fungsinya. Selain digunakan oleh penerbit sebagai daya tarik untuk menarik minat beli pembaca, gambar sampul buku sekarang juga dituntut harus bisa mendiskripsikan isi sebuah buku. Nah, begitu pun fungsi penyisipan gambar di blog, terutama di awal tulisan punya fungsi yang hampir mirip dengan gambar dalam sampul buku. Bukankah terkadang gambar visual punya efek marketing yang jauh lebih menjual ketimbang kata-kata?

3. Membangun Trust

Jika Anda seorang blogger saya ingin bertanya kepada Anda, sudahkah Anda memasang halaman About Me di blog Anda? Jika sudah apa yang menjadi alasan Anda? Saya coba tebak bukankah fungsi memasang halaman About Me dan penyisipan gambar terutama adanya foto Anda di sebuah blog kurang lebih juga sama, sangat baik untuk membangun Trust kepada pengunjung? Ada sebuah guyonan yang menarik dari kawan saya terkait keanoniman seorang blogger di sebuah blog. Jangan-jangan karena saking absurdnya siapa sang empunya blog semoga saya tidak sedang berinteraksi dengan seekor anjing yang lagi ngeblog.

4. Koneksi internet sekarang ini sudah semakin cepat

Banyak blogger tidak mau menyisipkan gambar kedalam blog karena alasan agar kecepatan muat (loading) blognya agar bisa lebih cepat. Karena adanya gambar di blog dianggap membuat akses blog menjadi lambat. Pendapat ini memang tak sepenuhnya salah, tetapi seiring dengan perkembangan kecepatan akses internet di negara kita saya rasa pendapat ini kini sudah mulai tak relevan lagi. Karena kecepatan internet sekarang ini sudah semakin cepat. Saya ambil contoh saja, hanya dengan berlangganan Flash Unlimited Telkomsel yang paket basic Rp 125 ribu/ bulan kini Anda sudah bisa menikmati kecepatan akses internet sampai dengan 1000 kbps. Jangan ditanya, dengan kecepatan secepat ini Anda mau buka Youtube sudah tidak menjadi masalah, apalagi kalau hanya untuk membuka gambar di blog.

5. Area untuk relaksasi bagi pembaca

Gambar memberikan efek relaksasi bagi pengunjung? Yang ini tak bisa dipungkiri lagi. Penyisipan beberapa gambar di sela-sela artikel posting bisa memberikan pembaca untuk tarik nafas, berhenti sejenak untuk istirahat. Terlebih tulisan Anda sangat panjang lebih dari 700 kata itu cukup melelahkan bagi pembaca. Karena pembaca di internet berbeda dengan pembaca buku. Kalau membaca buku orang biasanya bisa betah berlama-lama dalam membaca, sementara di internet waktu orang sangat terbatas karena tersedianya banyak pilihan informasi yang bisa dibaca.

6. Gambar sangat baik untuk mendukung SEO

Kalau Anda biasa Googling di internet ada banyak modus pencarian yang disediakan oleh mesin pencari. Secara default modus pencarian search engine adalah pencarian teks. Tetapi selain modus pencarian teks ada juga modus pencarian lain berdasarkan seperti pencarian gambar, video, produk dll. Dengan menyisipkan gambar di sebuah posting blog dan mendiskripsikannya sesuai kata kunci yang Anda bidik maka blog Anda mempunyai dua peluang untuk muncul di hasil pencarian (SERP) Google. Pertama, muncul dalam modus pencarian teks, kedua muncul dalam modus pencarian gambar.

Demikian kurang lebih alasannya mengapa kita perlu memberikan gambar kedalam sebuah blog. Semoga bermanfaat. Jika Anda punya pendapat atau tambahan, saya persilahkan tambahkan di kolom komentar, terima kasih.

Sumber Foto: Visualrefstudio


Bookmark and Share

Ekspresi Seni dalam Sampul

ExistereDulu kover atau sampul buku di Indonesia nyaris hanya menjadi sarana memajang judul saja. Seiring perkembangan teknologi cetak dan visual, sampul buku kian beragam sesuai selera desainer dan penerbit.

Lihat saja kover novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka kita, yang diterbitkan ulang oleh Lentera Dipantara tahun 2006. Buku ketiga dari tetralogi karya Pulau Buru ini pernah diterbitkan Hasta Mitra tahun 1980-an dan dilarang pada zaman Orde Baru.

Sampul itu berwarna coklat pastel dengan fokus seorang laki-laki sedang mengetik. Latar belakangnya, sebuah bangunan dengan sejumlah orang sibuk berdiskusi. Samar-samar terselip juga halaman koran Medan Prijaji.

Rangkaian gambar itu segera mengajak kita berimajinasi tentang penulis. Kerumunan orang menggambarkan suatu pergerakan. Sementara bangunan bergaya Indies mengingatkan kita pada masa penjajahan.

Memang, novel ini mengisahkan kehidupan pemuda bernama Minke. Dia merintis pendirian koran dan menggalang pemberdayaan masyarakat pribumi.

”Saya ingin mengajak pembaca langsung masuk ke atmosfer saat itu, sekaligus menunjukkan semangat juang masyarakat pribumi,” kata Ong Hari Wahyu (50), perancang sampul buku Jejak Langkah.

Kreasi

Kreasi visual itu muncul setelah Ong berdiskusi dengan Pramoedya Ananta Toer. Suatu ketika, pengarang itu mengunjungi Ong di rumahnya di Kampung Nitiprayan, Yogyakarta. ”Dia meminta dibuatkan kover yang memberi semangat. Katanya, orang pribumi harus bekerja, jangan inferior, jangan malas,” kata desainer itu mengenang.

Dengan pendekatan serupa, Ong membuat kover untuk tiga buku lain, yaitu Bumi Manusia, Anak semua Bangsa, dan Rumah Kaca. Sampul masing-masing buku itu mengolah foto-foto lama yang digarap lagi dengan teknologi digital komputer. Dengan begitu, kekuatan rupa lokal tersajikan dalam bahasa rupa modern.

Ong, yang mulai merancang sampul buku sejak awal tahun 1980-an, termasuk salah satu desainer yang konsisten mewarnai buku-buku di Tanah Air. Karyanya mewarnai buku-buku terbitan Bentang, Pustaka Pelajar, LKiS, Hastra Mitra, atau Lentera Dipantara. Selain menonjolkan ekspresi seni, karyanya banyak menyuguhkan khazanah lokal Nusantara.

Ong kerap berangkat dari foto-foto lama. Kadang, dia mengolah lukisan karya seniman lokal. ”Lokal itu keren, tak ada duanya di tempat lain, dan itu mencerminkan kekuatan diri kita sendiri,” katanya.

Digital

Berbeda dengan Ong, beberapa desainer kover buku lebih muda memilih bersikap lebih terbuka pada citra visual global. Mereka enteng saja mengunggah foto-foto baru, gambar digital dari internet, atau ikon lain yang jamak berseliweran di dunia maya. Gambar-gambar itu diolah dengan teknologi digital.

Salah satunya, sebagian buku terbitan Mizan atau anak penerbitan di bawah kelompok ini, seperti Hikmah dan Lingkar Pena. Sebagian kover buku-buku itu cenderung futuristik dan menonjolkan corak visual digital.

Ambil contoh saja novel Existere: Betapa Dia Memahami Getirnya Sebuah Pilihan tulisan Sinta Yudisia (penerbit Lingkar Pena, tahun 2010). Buku ini mengisahkan perempuan yang terseret dalam dunia prostitusi di kawasan Dolly, Surabaya. Tokoh itu terjebak di antara jerat bisnis berahi, keinginan menjadi ibu, dan tampil sebagai perempuan baik-baik.

Novel itu diluncurkan dengan sampul wajah perempuan cantik. Wajah itu tampak seperti diukir dengan ornamentasi yang melingkar-lingkar dan berlapis. Warna dasar toska mengesankan sifat feminin, sementara ornamen mengentalkan kesan rumit.

”Itu tafsir saya atas tarik-menarik kepribadian perempuan dalam novel. Saya selalu ingin menggambarkan sosok tokoh yang menjadi pusat drama. Bukankah itu bahasa visual yang mudah dipahami masyarakat umum?” kata Windutampan (34), perancang sampul buku itu.

Tipografi

Di antara kover buku yang dipenuhi permainan gambar, masih ada buku- buku yang lebih mengacu pada permainan tipografi atau bentuk aksara judul saja. Salah satunya, Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang ajek menerbitkan sebagian buku dengan kover berisi judul dengan huruf-huruf besar. Nyaris tanpa gambar atau foto.

”Kalau judulnya sudah informatif, kami langsung memainkan teks pada sampul. Itu lebih cepat terbaca dan sampai di benak calon pembeli ketimbang memainkan bahasa gambar yang butuh perenungan lama,” kata Agus Purwanto, salah seorang desainer kover buku Gramedia.

Agus memberi contoh buku The 8th Habit: Melampaui Efektivitas, Menggapai Keagungan tulisan Stephen R Covey (terbit tahun 2005). Kover buku ini mengandalkan teks judul. Berlatar putih bersih, aksara itu ditulis dalam font Palatino berukuran besar dengan warna hitam, biru, dan merah untuk angka ”8”.

Desainer lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa Jurusan Desain Grafis Yogyakarta itu mengaku sengaja tak menampilkan wajah pengarang. Dia juga tak memunculkan gambar. ”Judulnya sudah sangat kuat sehingga tak perlu dibantu foto atau gambar. Font Palatino pas karena indah, tetapi tegas,” kata Agus yang merancang kover buku Gramedia sejak tahun 1991. (Ilham Khoiri, Sumber: Kompas Cetak 17 Oktober 2010)

Sumber Foto: Existere

Catatan kaki:
Salah satu pembuat kover buku yang disebut dalam artikel Kompas ini, Windu Tampan adalah sahabat terbaik saya. Beliau ini adalah salah satu sumber inspirasi buat saya. Saya banyak berdiskusi tentang banyak hal dengan beliau dan menemukan ide-ide baru dalam menulis di blog ini banyak dari Mas Windu Tampan ini.



Bookmark and Share

Kamis, 21 Oktober 2010

3 Alasan Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memonetasi Blog

Get paid bloggingKapan sebaiknya mulai memonetasi blog? Kapan waktu yang tepat? Ada yang bilang nanti jika trafik blog sudah ramai itulah waktu yang paling tepat untuk mulai memonetasi blog. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua, ada yang berpendapat lagi tak ada salahnya, kan sekali berlayar dua tiga pulau terlampaui? Betul juga, sambil mulai belajar ngeblog dan nulis sekalian pasang iklan saja di blog.

Tetapi ada yang berpendapat berbeda, saya ngeblog tidak untuk cari uang, hanya untuk menyalurkan hobi saya saja? Apa pendapat Anda? Tentu saja tak apa-apa dan sah-sah saja, kan Ngeblog Tanpa Tujuan demi uang, meskipun menurut saya kata-kata ini, maaf sedikit munafik kalau menurut saya.

Anda jangan gusar dulu dengan saya kalau kebetulan Anda termasuk blogger yang saya sebut terakhir, ngeblog bukan karena cari uang. Coba baca tulisan saya yang ini dulu "Benarkah, Personal Branding Seperti Lomba Burung?" Bukankah ngeblog sedikit mirip dengan lomba burung?

Kembali ke topik kapan waktu yang tepat untuk memonetasi blog. Kalau saya boleh berpendapat karena kebetulan blog ini berbahasa Indonesia maka waktu yang tepat untuk mulai pasang iklan di blog adalah sebagai berikut:

  1. Jika saatnya nanti Google Adsense untuk konten sudah support untuk konten berbahasa Indonesia.
  2. Saat PPC lokal sudah mulai lebih profesional dari yang sekarang ini. Tak suka mengubah TOS dengan seenak perutnya sendiri. Baca "AdsenseCamp Tidak Profesional?" Dan yang paling penting kalau menurut saya adalah jika muatan iklannya tidak terus nawari untuk cepat menjadi kaya mendadak dari internet seperti sekarang ini.
  3. Ada bisnis online lain selain pasang iklan PPC yang lebih mudah, tanpa banyak syarat dan cepat menghasilkan duit dari internet.


Anda punya pendapat lain tentang waktu yang paling tepat untuk memonetasi blog? Atau barangkali punya bisnis online paling gampang dan cepat menghasilkan duit? Silahkan kalau mau sharing dengan saya, terima kasih.


Sumber Foto: Get Paid to Blog


Bookmark and Share

Benarkah Gaya Tulisan Saya Subyektif dan Bombastis?

blogKemarin saya baru saja menulis opini tentang blogging: "Ngeblog Tanpa Tujuan, Buat Apa?" Dan hasilnya setidaknya saya menuai tiga reaksi yang cukup menarik menurut saya. Satu komentar datang dari Mas Darin yang kemudian tertarik untuk melanjutkan diskusi dengan menanggapi opini saya dari blognya. Jika Anda ingin baca artikelnya silahkan baca postingnya di sini.

Tanggapan kedua datang dari Mas Bayu. Sungguh diluar dugaan. Mas Bayu ini justru punya opini yang membuat saya terkejut. Dia dalam komentarnya bilang sebaiknya kita ngeblog tanpa tujuan. "Lalu tujuannya apa? Gak usah pake tujuan, ikhlas dan bermanfaat. Hoho," katanya. Bahkan saya semakin menjadi sangat kaget saat mengunjungi blognya. Jargon blognya benar-benar Ngeblog Tanpa Tujuan.

Komentar ketiga datang dari Mas Iskandaria. Kalau Mas Iskandaria ini berbeda 180 derajat dengan Mas Bayu. Keberatan kalau ada blog disebut tanpa tujuan. Dia protes dan tak setuju dengan opini saya. Protes kalau blog yang punya ciri-ciri tanpa iklan dianggap blog tidak jelas dan tak punya tujuan. Dan yang kedua, tak setuju jika menutup kolom komentar blog dikaitkan dengan tujuan ngeblog.

Nah, lewat tulisan ini saya tak bermaksud untuk memperpanjang perbedaan pendapat ini. Karena yang namanya opini memang selalu rawan untuk diperdebatkan. Dan saya bisa menerima dan menghargai kalau ada blogger lain yang coba berbeda pendapat dengan saya.

Hem, namun saya sedikit terusik saat baca komentar Mas Bayu di halaman About Me blog saya ini. Mas Bayu dalam komentarnya bilang kalau gaya menulis saya Subyektif dan Bombastis.

Benarkah? Benarkah gaya tulisan saya demikian? Saya tak ingin mengamini atau menolak pendapat tersebut. Biarlah pembaca saja yang menilainya.

Terkait dengan gaya tulisan ini, saya ingin mengemukakan sebuah opini menarik terkait hal ini. Katanya, tulisan seseorang bisa mencerminkan siapa diri dia sesungguhnya. Darimana asal suku dan daerahnya. Apa latar belakang profesi dan pendidikannya. Dan satu lagi, biasanya tingkat emosi tulisannya berkaitan erat dengan umur dan kedewasaan penulisnya. Benarkah begitu? Anda boleh percaya boleh tidak.


Bookmark and Share

Sabtu, 16 Oktober 2010

Ngeblog Tanpa Tujuan, Buat Apa?

Tujuan ngeblogNgeblog tanpa tujuan, buat apa? Itu pertanyaan di kepala saya yang sempat terlintas akhir-akhir ini. Buat apa ngeblog kalau tak punya tujuan. Hem, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seorang blogger juga? Sudah jelas kah tujuan Anda ngeblog? Dan masihkan Anda konsisten dengan tujuan Anda tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tadi penting untuk Anda tanyakan pada diri Anda sendiri jika kebetulan Anda mulai merasakan tidak nyaman (enjoy) dan kehilangan gairah (passion) dalam ngeblog. Karena, tidak ada hal yang paling menyedihkan di dunia ini jika melakukan perbuatan sia-sia tanpa ada satu pun tujuan (goal) ada di dalamnya. Bukankah begitu?

Jika Anda sedang jalan-jalan di internet (blogwalking) dan menemukan blog dengan ciri-ciri yang akan saya sebutkan di bawah ini, Anda patut curiga kalau bloggernya memang tak serius, tidak punya tujuan jelas dalam ngeblog. Alias hanya ngeblog untuk membunuh waktu luangnya saja. Dan jangan berharap akan lama umur blog yang seperti ini. Saya bisa memastikan blognya adalah calon penghuni Kuburan Dunia Maya di masa depan. Percayalah!

Ciri-ciri blog yang tak punya tujuan jelas biasanya akan memenuhi kriteria-kriteria seperti berikut ini:



  1. Tanpa ada satu pun banner atau teks iklan komersial ada terpasang di blognya.
  2. Tema blog campur aduk, tak spesifik atau tidak ada hubungannya samasekali dengan lingkaran profesi, pendidikan dan hobi dari bloggernya.
  3. Menutup semua kolom komentar blog tanpa ada alasan yang jelas.
  4. Posting blognya tak banyak, tidak teratur dan sangat jarang update.
  5. Hanya menulis posting dan tak pernah peduli dengan komentar apalagi membalas komentar yang datang.
  6. Postingnya hanya berupa tulisan (content), maaf Artikel Sampah yang kurang memberikan manfaat buat orang lain.
  7. Bloggernya tak jelas (anonym), alias tak mau menyebutkan jelas siapa jati dirinya.

Jika Anda menjumpai blog yang memenuhi paling tidak tiga saja dari ciri-ciri yang saya sebutkan seperti di atas, hanya ada satu sebutan yang pantas disandang oleh bloggernya. Yaitu, Blogger Aneh, blogger yang ngeblog tak punya tujuan jelas. Titik.

Kalau Anda tidak ingin disebut blogger yang aneh dan ngeblog tak punya tujuan jelas, sebaiknya Anda hindari ketujuh ciri-ciri di atas. Okey, tetap semangat ngeblog, Keep Blogging!


Sumber Foto: Goal Setting

Bookmark and Share

Rabu, 13 Oktober 2010

Benarkah Berbahasa Indonesia Dengan Baik Dan Benar Itu Hanya Untuk Orang Asing?

Kamus Besar Bahasa IndonesiaBerbahasa Indonesia dengan baik dan benar itu hanya untuk orang asing, bukan untuk orang Indonesia tulen. Pernah dengar ungkapan ini? Atau jangan-jangan Anda termasuk yang demikian? Orang Indonesia yang lebih suka bertutur dan menulis dalam bahasa asing ketimbang berbahasa Indonesia seperti keengganan para generasi muda sekarang ini yang tak suka menggunakan bahasa ibu mereka dalam bahasa sehari-harinya. Baca tulisan saya sebelumnya "Bahasa Ibu, Anak Tiri Yang Kini Benar-benar Dianaktirikan".

Terkait kebiasaan berbahasa ini, saya jadi ingat dengan salah satu direktur di perusahaan saya dalam suatu kesempatan raker nasional di perusahaan kami. Direktur tersebut menyampaikan kesulitannya presentasi dalam bahasa Indonesia. Kesulitan mencari idiom-idiom kata yang pas dalam bahasa Indonesia untuk menerjemahkan kata-kata tertentu. Maklum mayoritas direktur bahkan CEO di perusahaan kami memang adalah bule. Sehari-harinya di lingkungan kerja sudah terbiasa ngomong, rapat dan presentasi dalam bahasa Inggris jadi bahasa Indonesianya akhirnya menjadi sedikit kaku, kurang luwes karena kurang digunakan.

Cerita tentang direktur itu mungkin masih bisa kita maklumi karena lingkungan yang mengkondisikannya harus seperti itu. Tapi bagaimana dengan fenomena 5 tahun terakhir ini? Sejak maraknya situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Friendster, my space dan maraknya blogging di tanah air kita, banyak orang bertutur, update status dan menulis posting blog dengan bahasa Indonesia yang jauh dari aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), yang tentu saja karena tak baku hanya bisa dipahami oleh kelompok tertentu saja.

Contoh yang paling memprihatinkan, saya pernah menjumpai blog berbahasa Indonesia, ditulis oleh blogger Indonesia, segmentasi pengunjungnya juga untuk orang Indonesia tapi artikelnya banyak diselipi dengan idiom atau istilah-istilah asing hampir menyebar di sepanjang artikelnya. Dan celakanya, standar penulisannya tidak mengacu seperti standar penulisan baku umumnya karena tanpa disertakan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Kesan saya pada saat pertama kali berkunjung ke blog itu: Wah, hebat bloggernya pasti sangat mahir berbahasa asing kalau melihat dari cara dia menulisnya.

Pertanyaan saya: Bagaimana dengan pengunjung blognya yang mayoritas orang Indonesia? Apakah yakin semuanya bisa menangkap isi dari pesan yang ditulisnya? Saya yakin pengunjung blog tidak semuanya mahir berbahasa asing. Meskipun sudah ada beberapa fasilitas penerjemah online di internet tapi hasil terjemahannya rata-rata masih banyak yang kacau, kurang pas. Kalau tujuan nulis memang untuk menyampaikan pesan mengapa mesti dibuat sulit? Bukankah esensi menulis adalah menyampaikan pesan penulis kepada pembaca?

Saya bukan penutur bahasa Indonesia yang baik. Tapi lewat tulisan ini tentu tak ada salahnya, kan kalau saya ingin mengajak Anda. Mari kita gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tak perlu lah nggaya dengan nulis status di Facebook dan Twitter serta nulis artikel posting blog dengan bergaya sok keinggris-inggrisan yang hanya karena alasan agar Anda biar disebut intelek. Kecuali, kalau komunitas pertemanan di sosial media dan pengunjung blog Anda adalah seluruh dunia, maka silahkan Anda gunakan bahasa Inggris. Dan khusus yang blog jika Anda memang mahir berhasa asing mengapa tidak membuat blog dwi bahasa sekaligus seperti kebanyakan website korporasi dewasa ini? Saya rasa itu lebih baik.

Sumber Foto: KBBI IV



Bookmark and Share

Rabu, 06 Oktober 2010

Cara Menebak Karakter Teman di Social Media Dari Foto Profilenya

Karakter TemanKalau Anda sering bermain dalam social media seperti di Facebook dan Twitter. Atau sering beinteraksi di dunia blogging, chatting dengan teman-teman Anda dalam komunitas online di internet, seringkali kita menjumpai banyak teman yang tak mau menunjukkan siapa jati diri dia sesungguhnya. Cirinya, dengan menyembunyikan latar belakang dirinya siapa, apa profesinya, umur dan tahun kelahirannya kapan, serta tak mau memasang foto profile atau avatar dengan foto dirinya.

Sebenarnya, mengapa banyak orang yang suka menyembunyikan identitasnya dalam pertemanan di dunia maya? Terlepas apa pun yang menjadi alasan mereka, saya ada cara untuk menebak karakter atau bahkan umur seseorang kalau melihat dari foto yang ada di dalam profile avatarnya.

Berikut adalah ketujuh macam tipe teman di social media dilihat dari cara dia memasang foto profilenya:

1. Memasang foto diri sendiri
Untuk orang yang memasang avatar foto dia sendiri dalam profilenya ini adalah ciri orang-orang yang punya sifat percaya diri, terbuka dan tidak suka pilih-pilih dalam berteman atau suka bersikap apa adanya dalam berteman. Tipe orang seperti ini adalah ciri secara umum orang-orang yang hobi dengan relationship atau pertemanan.

2. Memasang foto diri tapi sering bergonta-ganti foto
Orang-orang model begini mudah ditebak biasanya kurang mempunyai rasa percaya diri yang cukup, cenderung Narsis, punya pribadi yang rada labil, dan sifatnya sangat perfeksionis sehingga cenderung mengekspose kelebihannya dan berusaha menutup rapat-rapat apa yang menjadi kekurangannya.

3. Memasang foto berupa nama merk, karakter atau simbol tertentu
Pada jenis teman yang seperti ini biasanya adalah ciri seorang teman yang sedang membangun sebuah personal branding dengan berusaha memisahkan antara profile dia yang sesungguhnya dengan branding yang berusaha dia ciptakan, khususnya di dunia maya. Teman yang seperti ini biasanya menjadikan sebuah pertemanan di social media sebagai alat untuk marketing dan memperluas network bisnisnya.

4. Memasang foto orang lain
Kebalikan dari orang yang memasang foto diri sendiri, pada tipe orang ini justru sebaliknya, biasanya karena orangnya kurang percaya diri, introvert atau lebih tertutup dan lebih selektif serta sangat berhati-hati untuk menerima pertemanan dari orang-orang yang kurang begitu dikenalnya di dunia maya. Tipe orang semacam ini biasanya punya alasan tertentu yang sangat kuat sehingga tidak mau memasang foto dirinya.

5. Memasang foto diri dan pasangan
Pada tipe orang seperti ini bisa ditebak biasanya punya usia yang relatif masih sangat muda. Masih dalam taraf senang-senangnya berpacaran, atau jika orangnya kebetulan sudah menikah biasanya usia perkawinannya masih tergolong sangat muda dan belum dikaruniai seorang anak di dalam usia perkawinannya.

6. Memasang foto anak
Pada tipe orang yang suka memasang foto anaknya di dalam profilenya bisa ditebak biasanya adalah orang-orang yang masih cukup muda usianya, yaitu di usia dalam kisaran angka 30 tahunan dan baru senang-senangnya mempunyai anak pertama dalam usia perkawinannya.

7. Memasang foto diri dan keluarga
Tipe orang yang memasang foto diri dan keluarga umumnya adalah tipe orang yang sangat bersahaja, mempunyai usia sudah tergolong tidak muda lagi, dan yang jelas sudah tidak ingin coba-coba ngelaba cari pasangan baru lagi lewat dunia maya. He… He….

Gimana? Dari ketujuh tipe teman yang ada di atas adakah salah satu diantaranya yang cocok dengan ciri-ciri dari teman Anda? Okey, selamat menebak karakter teman Anda!

Sumber Foto: Character collection



Bookmark and Share