twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Paypal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paypal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

Pemahaman Yang Salah Dalam Memahami Kurs Valuta Asing

Sampai hari ini, terkait bisnis Jasa Importir Pembelian Barang Luar Negeri saya, tak jarang saya sering menemui pertanyaan dari klien yang belum bisa membedakan antara Kurs Jual dan Kurs Beli bank untuk penukaran valuta asing. Banyak orang yang bertanya ke saya kalau mau belanja ke situs e-commerce luar negeri yang menggunakan mata uang asing (dolar) itu yang digunakan pakai kurs apa. Pakai kurs bank jual apa kurs beli?
Exchange Rate Valas

Maaf, tanpa bermaksud untuk menggurui atau merendahkan bagi yang kurang paham tentang masalah kurs ini apakah salah satunya termasuk Anda yang belum paham masalah kurs ini? He2… Baik, saya coba terangkan bagi yang belum mengerti.

Kalau Anda pegang mata uang rupiah (IDR) ingin membeli barang ke luar negeri yang pakai mata uang asing dolar (USD) maka kurs yang dipakai adalah kurs jual yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalau Anda punya dolar, contoh karena Anda bekerja online yang berpenghasilan dolar dan ingin menukar ke rupiah maka nilai kurs yang dikenakan adalah kurs beli.

Sabtu, 09 Juni 2012

Pengalaman Nelpon PayPal Ke Luar Negeri Pakai VOIP SLI 01017

Kemarin pada hari Jumat saya baru saja nelpon ke luar negeri. Tepatnya nelpon kantor cabang PayPal di Singapura. Dan Anda tahu ini adalah pengalaman pertama saya menelpon ke luar negeri. Pertama kali? He2... Iya, yang sering malah dari luar negeri nelpon keluarga di Indonesia. Kalau sebaliknya malah belum pernah saya.
VOIP

Kenapa tak pernah nelpon ke luar negeri? Apa tidak ada yang ditelpon? Tidak juga. Justru sebetulnya banyak sekali yang kadang butuh saya telpon ke luar negeri. Karena seringkali saya butuh koordinasi dan negoisasi dengan klien atau mitra saya di luar negeri terkait bisnis Jasa Forwarding Import Barang Luar Negeri saya, Namun karena ada kendala kefasihan saya dalam berbahasa asing (Inggris), jadinya saya kurang Pede kalau mau nelpon ke luar negeri. Maklum, saya tidak malu mengakui, Inggris saya cukup belepotan kalau disuruh ngomong dalam bahasa Inggris. Selama ini saya hanya memaksimalkan komunikasi via email saja.

Waktu kemarin nelpon ke PayPal Singapura sebetulnya juga terpaksa karena tidak ada cara lain selain menelpon kalau ingin masalah saya cepat clear. Kenapa? Akun PayPal saya ada sedikit masalah karena diblok oleh salah satu seller di eBay. Tepatnya seller memblok transaksi payment dari akun PayPal non USA yang awalnya saya pikir PayPal saya kena masalah seperti terkena limitasi. Saya baru tahu setelah nelpon dan dijelaskan customer service PayPal bernama Ibu Rini yang kebetulan fasih berbahasa Indonesia. Jadi lumayan lah Inggris saya tertolong, tidak perlu pakai ngomong bahasa Inggris lagi.

Jumat, 06 April 2012

Saya Kena Tipu di eBay Tapi Menang Dispute di PayPal

Keamanan dan kehandalan PayPal memang sudah tidak diragukan lagi untuk transaksi e-commerce di internet. Dibanding alat pembayaran lain, contoh seperti kartu kredit, Western Union, Wire Transfer atau Telegraphic Transfer (TT) dll, PayPal terbukti yang paling aman, cepat dan murah karena si pembayar tidak dikenakan charge fee/ biaya dan sekaligus bisa langsung masuk dananya secara langsung (realtime) ke rekening si penerimanya.

Security Center PayPal

Dari banyaknya transaksi — entah sudah berapa ratus transaksi karena saya sudah tidak ingat lagi persisnya— yang sudah pernah saya lakukan via PayPal, kali ini saya akan cerita kembali pengalaman Bersengketa Transaksi di PayPal. Tepatnya, pengalaman kena tipu seller China di eBay. Kasusnya, saya sudah bayar tapi barang tak dikirim oleh sellernya. Kalau sebelum-sebelumnya masalah seperti ini bisa selesai di tahap negoisasi antara buyer dengan seller, belum sampai tahap eskalasi klaim PayPal, maka kali ini harus diselesaikan oleh PayPal. Mengapa?

Jumat, 06 Januari 2012

Cost, Risk dan Benefit Dalam Berbisnis

Cost_Risk dan BenefitBerbisnis itu penuh resiko. Hem, sepertinya kata-kata ini sudah sangat sering dan akrab kita dengar. Benar? Berbisnis bisa kena resiko ditipu, resiko rugi, resiko gagal dsb. Karena saking seringnya kita dengar dan takutnya akan resiko ini makanya banyak orang tak berani mulai berbisnis. Tak terkecuali saya, sampai sekarang di usia saya yang awal Januari 2012 ini genap menjadi 39 tahun, saya tetap takut memulai berbisnis. Saya tetap jadi seorang pengecut dengan tetap memilih jalan aman dengan penghasilan pas-pasan menjadi seorang karyawan.

Ya, satu-satunya yang sedikit membanggakan dari diri saya di usia yang sudah tidak muda lagi ini adalah akhirnya saya berani mencoba berbisnis sambilan via internet. Saya berbisnis sambil multitasking kerja kantoran ikut orang. Sebuah pilihan yang sebetulnya tidak mudah juga untuk saya lakukan. Yang namanya kerja multitasking tak jarang membuat kepala saya cenut-cenut kalau harus diberondong banyak pekerjaan. Baik pekerjaan kantor yang menuntut untuk cepat diselesaikan, maupun serbuan order dari prospek yang ingin membeli barang dan minta bantuan Jasa Pembelian Online saya. Belum lagi nanti kalau ada masalah yang membuat hari-hari saya penuh interupsi. Malam-malam saya harus bangun dan tentu saja jadi sulit untuk tidur nyenyak.

Nah, berbicara resiko, boleh saya cerita sedikit tentang pengalaman saya berbisnis di internet. Pagi tadi saya sempat ngetweet di Twitter. Isi tweet saya menceritakan tentang transaksi besar pembelian barang ke luar negeri yang pernah saya lakukan di internet. Beberapa hari yang lalu sempat saya ceritakan di artikel ini “Standar Keamanan Transaksi Situs E-Commerce, Perbankan dan PayPal di Internet”. Tepatnya, sebelum liburan Natal dan tahun baru tahun ini (2012) kalau semua orang banyak yang bersuka cita menunggu perggantian tahun, tapi tidak demikian halnya dengan saya. Mengapa? Karena gara-gara holiday ini salah satu transaksi e-commerce saya dengan nilai 2231.04 USD jadi ikut terlambat. Barang harus pending menunggu liburan di Inggris usai baru bisa dikirim ke Indonesia.

Yang membuat saya kawatir toko onlinenya saya baru kenal dan belum tahu reputasinya seperti apa karena belum pernah transaksi di sana. Saya hanya melihat dari sisi trust secara online saja pakai parameter tool-tool online. Terus kedua, pembayaran barangnya sudah saya transfer via PayPal lunas di muka namun celakanya barangnya harus menunggu lumayan lama, sekitar 12 harian baru dikirim.

Bagaimana kalau ini hanya alasan dari merchantnya saja yang ingin mengulur-ulur waktu atau jangan-jangan ingin menipu saya. Sempat terbesit pikiran jelek seperti itu di benak saya. Dan saya pun sudah menyiapkan resiko paling buruk seandainya itu terjadi. Saya harus jual barang apa yang ada di rumah saya buat mengembalikan duit klien sebesar itu —maaf besar untuk ukuran saya mungkin bisa kecil untuk ukuran Anda— sebagai bentuk tanggung jawab moral saya kepada klien saya.

Dan malam tadi berita menggembirakan itu datang. Alhamdulillah akhirnya senam sport jantung deg-degan karena menunggu beberapa lama akhirnya mereda. Merchantnya memberi kabar ke saya via email akan mengirim barang pesanan saya. Saya diberi kabar tentang detil invoice dan verifikasi sekali lagi masalah alamat pengiriman dan barangnya yang saya pesan. Ah, lega saya terlebih nomor tracking FedEx yang diberikan ke saya statusnya saya cek sudah shipment atau mulai tracking jalan pengirimannya.

Tracking FedEx


Tracking FedEx



Kembali ke masalah resiko berbisnis tadi. Cerita saya di atas hanya sekedar contoh kecil saja mengenai berbisnis. Dan dari contoh kecil ini kini saya mulai belajar untuk berkawan dengan resiko. Ada kelegaan yang sulit untuk saya lukiskan dengan kata-kata bagaimana saat saya bisa memenangkan pertarungan ini. Melawan resiko. Kelegaan setelah harap-harap cemas sekian lama akhirnya bisa terbayarkan lunas dengan reward yang cukup lumayan besarnya sebagai imbalannya.

Terakhir, Satu hal yang bisa saya petik dari pelajaran ini adalah dalam berbisnis, berlaku pada bisnis apapun, semakin besar resiko yang kita ambil, dalam artian semakin besar nilai transaksi bisnisnya, tentu rewardnya juga semakin besar pula. Jadi kalau Anda ingin berbisnis ambil untung (benefit) gede, sepertinya ini sudah hukum alam dan dalam bisnis juga berlaku, pasti butuh pengorbanan gede, biaya modal (cost) duit gede dan kita harus berjuang menempuh resiko (risk) gede pula. Betul?

Pertanyaan saya di akhir posting ini kepada Anda sudah kah Anda mulai berbisnis? Apa resiko terbesar yang pernah Anda lakukan? Silahkan, Anda boleh sharing atau berbagi dengan saya.


Bookmark and Share

Kamis, 22 Desember 2011

Standar Keamanan Transaksi Situs E-Commerce, Perbankan dan PayPal di Internet

PayPal
Semakin seringnya saya transaksi finansial via internet membuat saya belajar tentang banyak hal yang menyangkut sistem dan prosedur serta standar keamanan yang diterapkan beberapa situs e-commerce, maupun standar keamanan yang diberlakukan oleh pihak perbankan di internet. Pengalaman telah mengajarkan banyak hal kepada saya.

Hem, kalau sebagian besar orang banyak yang masih takut-takut akses finansial perbankan apalagi bertransaksi di internet pakai internet banking maupun transaksi online, semisal belanja barang online atau ke luar negeri pakai kartu kredit maupun PayPal, tidak demikian halnya dengan saya. Kok bisa? Karena transaksi e-commerce di internet sudah seperti mainan saya sehari-hari karena sudah menjadi profesi kedua saya dalam mencari makan, ngasong online di internet.

Nah, terkait masalah transaksi online ini, saya ingin bercerita kepada Anda. Kemarin ada salah satu pengomentar anonim meninggalkan komentarnya di salah satu artikel saya yang ini, “Tips Cara Mudah Belanja Barang di Amazon dan eBay”. Pengomentar tersebut bercerita katanya habis dibobol kartu kreditnya di Amazon. Ada transaksi ilegal yang dilakukan oleh pembobol yang memakai data kartu kreditnya untuk berbelanja di Amazon. Lalu dia bertanya ke saya bagaimana cara melaporkan hal ini ke Amazon.

Sebetulnya rata-rata standar keamanan situs e-commerce apalagi sekelas Amazon sudah sangat baik jadi saya pun ragu kalau semudah itu dibobol oleh pembobol. Kecuali kalau bobolnya akibat dari kecerobohan usernya sendiri yang kurang berhati-hati. Karena hampir semua situs e-commerce menggandeng pihak ketiga semacam Verisign yang sudah terkenal reputasinya untuk memastikan lalu-lintas dan kemanan data usernya aman dengan mengenkripsi datanya jadi sangat lah sulit untuk dibajak.

Alasan lainnya, setiap situs e-commerce maupun situs perbankan, baik bank lokal maupun bank sekelas PayPal selalu memberikan alert email setiap kali Anda selesai transaksi finansial. Jadi setiap ada penyalahgunaan account si pemiliknya akan langsung diberitahu via email. Contoh bank seperti BCA, BNI, Mandiri dan BRI yang sudah pernah saya coba pakai internet bankingnya pasti akan melaporkan ke nasabah via email setiap kali selesai transaksi. Yang paling secure bank BRI. Setiap selesai logout saya selalu dikirimi alert email berisi pemberitahuan aktivitas saya sewaktu login di internet banking bank BRI.

Contoh lainnya, PayPal. Kebetulan contohnya masih hangat. Kemarin saya baru saja transaksi e-commerce Jasa Pembelian Luar Negeri dengan nilai transaksi cukup besar, untuk ukuran saya, yaitu senilai $2231.04 USD. Hanya dalam hitungan beberapa menit pihak PayPal langsung mengkonfirmasi ke saya by phone untuk menanyakan atau verifikasi apakah benar transaksi yang barusan terjadi saya yang melakukannya.

Saya sampai kaget, maklum Inggris saya masih belepotan jadi sedikit panik waktu ada nomor asing dari nomor luar negeri bernomor +0060376638500 tiba-tiba menghubungi ponsel saya sekitar pukul 12:36 Wib, beberapa saat setelah 12 menit yang lalu habis transaksi menggunakan PayPal. Rupanya PayPal sangat concern terhadap keamanan akun nasabahnya sampai-sampai saat di Amerika sana lagi waktunya enak-enak tidur pun staff mereka tetap stand by ngawasi lalu lintas data nasabahnya sehingga langsung memverifikasi ke saya selaku pemilik accountnya.

Maklum, seumur-umur menggunakan PayPal semenjak tahun 2008, itu adalah transaksi terbesar yang pernah saya lakukan lewat PayPal. Sebelum-sebelumnya paling banter saya hanya transaksi maksimal $600 USD saja. Itupun saya menerima transfer PayPal Balance, bukan mengirim duit keluar.

Kalau melihat standar keamanan yang begitu ketat dan alert report yang realtime dalam memantau dan melaporkan lalu-lintas keuangan ke pemilik account yang diterapkan situs-situs e-commerce maupun situs perbankan di internet, apakah iya kita harus ragu dan takut untuk bertransaksi online?

Pertanyaan saya kepada Anda di akhir post ini, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk juga yang masih enggan atau takut-takut melakukan transaksi finansial via internet? Atau malah sudah sangat terbiasa karena sama-sama sudah tahu akan standar keamanan ini? Silahkan Anda boleh sharing dengan saya, terima kasih.


Bookmark and Share

Rabu, 07 Desember 2011

5 Alasan Mengapa Saya Memilih BlackBerry PlayBook Daripada iPad

iPad dan BlackBerry PlayBook
Sebetulnya saya membeli tablet PlayBook ini suatu kebetulan karena saya telah Memenangkan Lelang di eBay. Saya mendapatkan PlayBook harga murah dengan selisih harga yang lumayan jauh kalau saya bandingkan dengan harga PlayBook disini. Kebetulan? Tidak juga, sih karena sebelumnya saya memang sudah ada rencana buat membeli komputer tablet. Alasannya? Karena tuntutan pekerjaan online dan offline yang menuntut saya untuk always connected ke internet maka pilihan pakai komputer tablet yang paling mengakomodir.

Kalau saya pakai laptop atau netbook terlalu repot, kurang praktis untuk dibawa kemana-mana. Sementara saya orangnya sering mobile. Pakai BB juga sama. Layarnya yang hanya seuprit, terlalu kecil kalau dipakai browsing internet. Tampilan mobile version dengan fitur dan view terbatas di layar BB cukup menghambat aktivitas transaksi online yang butuh kehati-hatian dan ketelitian tinggi. Contoh, untuk transaksi transfer dan payment finansial internet banking, maupun untuk pembayaran Pembelian Online ke Luar Negeri yang sering buka PayPal, dan website e-commerce dengan tampilan penuh (desktop).

Sebelum saya memutuskan beli PlayBook awalnya saya memang berencana untuk membeli komputer tablet yang paling populer dan digandrungi orang saat ini. Dan pilihan itu jatuh kepada iPad. Kenapa iPad? Karena tampilannya yang elegan, keren, tipis dan ringan praktis dibawah kemana-mana membuat saya tertarik ingin membeli iPad.

Namun, kemudian saya urungkan untuk membeli iPad dan memutuskan beli PlayBook dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Saya punya alasan, ini mungkin subyektif saya meskipun fakta ini obyektif, mengapa saya lebih memilih PlayBook BlackBerry ketimbang iPad.

Berikut ini kelima alasan saya kalau Anda ingin tahu siapa tahu informasi ini berguna buat Anda bila suatu saat berencana membeli gadget tablet ini:

1. Harga iPad 3G cukup mahal

Saya sebelumnya sempat survey nanya-nanya ke beberapa toko gadget dan Apple Store di Jogja. Harga iPad 3G yang bisa dipakai mobile internet kemana-mana tanpa mengandalkan Wi-Fi, harga yang termurah masih di atas Rp 6 Jutaan. Hem, ini harga yang lumayan tinggi untuk ukuran kantong saya sehingga saya memutuskan untuk pikir-pikir dulu sebelum membelinya. Saya belum merasa harga segitu cukup pantas atau sepadan dengan fungsi dan kemudahan iPad yang diberikan ke saya. Harganya masih cukup mahal itu kesimpulan saya.

2. Saya pengguna gadget BlackBerry, bukan pengguna iPhone

Ini juga merupakan alasan saya meskipun bukan alasan utama. Saya sudah familiar dengan menu-menu yang ada BlackBerry karena saya pengguna gadget BlackBerry. Sementara iPhone saya belum pernah punya. Hanya beberapa kali pegang nyettingkan punya teman saja sehingga saya kurang familiar terhadap menu-menunya iPhone.

Nah, karena PlayBook keluaran dari vendor yang sama dengan BB, dari RIM Canada, tentu interfacenya akan mirip, tak jauh beda dengan menu-menu yang ada di BlackBerry sehingga tentu saja saya akan lebih mudah beradaptasi dengan PlayBook ketimbang saya memakai iPad yang menu-menunya sedikit asing karena belum familiar.

3. PlayBook bisa konek atau Bridge ke BlackBerry

Saya baru tahu belakangan ini setelah baca-baca di internet waktu mencari tablet, ternyata PlayBook bisa konek atau Bridge ke BlackBerry. Apa manfaatnya kalau bisa Bridge ke BB? Banyak. Anda bisa memainkan PlayBook layaknya BB namun dengan menu lega layar lebar 7 inch PlayBook. Bukankah ini menyenangkan? Anda bisa buka chat BBM, email, browsing yang biasanya hanya lewat layar kecil BlackBerry, sekarang dengan adanya PlayBook bisa Anda lakukan secara remote dari PlayBook. Apakah ini tidak menyenangkan?

4. Memaksimalkan biaya berlangganan BIS BlackBerry

Saya menganggap, lagi-lagi ini untuk ukuran kantong saya, biaya berlangganan BIS BB yang saya keluarkan Rp 99 ribu setiap bulan, bukan biaya yang cukup murah. Saya berlangganan BIS Unlimited Telkomsel. Mengapa tak murah? Karena dengan biaya segitu saya menganggap belum maksimal penggunaan BB saya kalau hanya buat chat BBM, YM, Pushmail dan sesekali download maupun browsing internet.

Dengan menggunakan PlayBook saya bisa memaksimalkan biaya berlangganan BIS saya. Saya bisa akses internet, browsing lewat PlayBook dengan numpang BB saya sebagai modemnya. Dan yang penting, catat gratis, tidak perlu bayar lagi biaya GPRS yang akan dicharge seperti halnya kalau saya misalnya menggunakan BB saya, saya pakai sebagai modem lewat bukan PlayBook yang akan kena biaya GPRS karena APN yang digunakan bukan APN RIM. Bukan kah ini benar-benar memaksimalkan biaya berlangganan BIS BlackBerry saya?

5. Menghemat biaya berlangganan internet

Yang ini sudah jelas, bisa menghemat biaya berlangganan internet saya. Kalau saya pakai iPad misalnya, saya harus berlangganan internet unlimited lagi setiap bulannya supaya iPad saya bisa dipakai akses internet dimanapun dan kapan pun tanpa perlu mencari Wi-fi. Kalau pakai PlayBook tidak, karena saya sudah ada BB di samping saya yang siap menjadi modemnya secara Bridge gratis bila sewaktu-waktu saya akan buka untuk konek ke internet.

Bayangkan, kalau misalnya saya jadi membeli iPad artinya saya harus nambah pengeluaran baru lagi setiap bulannya. Saat ini saja saya sudah lumayan berat untuk mengeluarkan biaya berlangganan internet saya. Saya tiap bulan harus membayar paket internet Flash saya Rp 250 ribu perbulan. Langganan BIS BB Rp 99 ribu perbulan. Itu belum termasuk pengeluaran pulsa untuk nomor BB saya dan HP kedua saya yang lainnya. Nah, kalau saya pakai iPad otomatis pengeluaran itu akan bertambah lagi.

Itulah ke-5 Alasan Mengapa Saya Memilih BlackBerry PlayBook Daripada iPad. Oh, ya diantara pembaca apa sudah ada yang menggunakan kedua gadget tablet tersebut? Silahkan sharing, ya. Terima kasih.


Bookmark and Share

Sabtu, 26 November 2011

7 Tips Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Agar Cepat Diapprove

Apply Credit Card
Kartu kredit adalah satu diantara sekian banyak alat pembayaran yang dipakai untuk pembayaran e-commerce di internet. Semua tak bisa menyangkal pentingnya alat pembayaran kartu kredit ini untuk bertransaksi online. Kalau Anda seorang buyer terlebih seorang pebisnis online, contoh seperti saya yang buka Jasa Internet Buying Agen di internet, punya kartu kredit adalah syarat wajib. Karena kartu kredit adalah alat pembayaran yang paling banyak dipakai dan paling populer digunakan sebagai alat pembayaran toko online (seller) di internet.

Dari hasil investigasi saya ke beberapa teman yang tak punya kartu kredit, alasan yang paling banyak selain karena belum butuh adalah karena sulitnya untuk mengurus aplikasi kartu kredit ke bank. Seperti kita tahu syarat untuk punya akun PayPal yang verified (bisa dipakai belanja/berjualan) memang dibutuhkan kartu kredit VISA/Master untuk memverifikasinya. Kalau pakai kartu debit belum semua bank bisa diterima oleh PayPal.

Yang mengalami kesulitan mengurus kartu kredit umumnya adalah teman yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, atau belum punya pekerjaan tetap. Kedua, para pekerja freelance atau bukan pekerja kantoran. Sehingga, banyak yang memilih pakai VCC (Virtual Credit Card) ketimbang pakai kartu kredit sungguhan. Saya menjumpai banyak teman yang untuk verifikasi ke PayPal yang seharusnya pakai kartu kredit, berhubung karena kesulitan mengurusnya maka sebagian besar lebih memilih praktisnya, pakai VCC.

Saya bukannya merekomendasi jelek pakai VCC. Tapi menurut saya tanggung kalau hanya punya VCC. Kenapa tak langsung saja ngurus kartu kredit sekalian. Dan yang kedua, VCC itu punya banyak kelemahan serta sangat ribet jalurnya kalau misalnya akun PayPal Anda tiba-tiba di-limit aksesnya oleh PayPal. Contoh seperti kasus saya kemarin. Baca “Terkena Musibah PayPal Limited Access”. Juga, Anda punya ketergantungan yang tinggi dan perlu menghubungi pihak pembuat kartu VCC-nya secara reguler untuk perpanjangan masa berlaku kartunya, maupun bila sewaktu-waktu Anda ada masalah.

Sebetulnya apa yang membuat orang kesulitan mengurus kartu kredit? Apa karena tidak tahu caranya? Atau sudah frustasi karena sering ditolak?

Jika jawaban salah satu atau kedua pertanyaan di atas adalah iya, berarti Anda perlu baca tips saya ini. Saya akan berbagi tips kepada Anda bagaimana cara mengurus aplikasi kartu kredit agar cepat diapprove oleh pihak bank. Silahkan pakai tips-tips yang saya berikan berikut ini sebelum Anda mengajukan aplikasi kartu kredit ke bank.

1. Pilih bank yang kelas dua

Yang saya maksud bank kelas dua adalah, maaf saya tak bisa sebutkan nama-nama banknya, tapi intinya bukan bank dari deretan bank papan atas seperti bank BCA, Mandiri, BNI dan BRI. Bank papan atas ini kebanyakan sangat selektif dalam menerima calon nasabah kartu kreditnya. Kenapa? Karena mereka bank besar, yang jelas tidak mencari kuantitas nasabah tapi kualitas nasabah yang minim resiko kredit macet yang dicari. Contoh yang lain, bank asing juga termasuk yang punya seleksi ketat dalam menerima calon nasabahnya. Maka, agar mudah untuk mengurus aplikasi kartu kreditnya, untuk tahap pertama kali mengurus kartu kredit usahakan menghindari bank-bank ini kalau Anda ingin cepat diapprove.

2. Pilih bank yang sama dimana tempat Anda menyimpan uang di bank

Jika Anda termasuk orang yang berprofesi bukan karyawan tetap, bukan PNS/ABRI, atau bukan kalangan eksekutif profesional, bank sangat ketat dalam memberikan approval kepada Anda. Kenapa bisa begitu? Karena tidak ada pihak atau korporasi yang memberikan jaminan kepada Anda sehingga bank kebanyakan menolak permohonan aplikasi Anda. Tak peduli misalnya Ada seorang freelance berpenghasilan besar sampai ribuan dolar per bulan melebihi karyawan sekalipun tetap saja akan ditolak. Tak percaya? Saya punya teman yang berbisnis online penghasilannya besar jauh melebihi gaji saya sebagai chief engineer. Sampai sekarang teman saya ini masih kesulitan mengurus kartu kredit. Permohonan dia yang terakhir ke bank BCA sampai sekarang ditolak, tak ada kabar beritanya.

Tapi Anda tak perlu berkecil hati, bukan berarti tidak ada celah buat mensiasatinya agar pihak bank melirik aplikasi permohonan Anda. Tunjukkan kalau Anda adalah nasabah bank itu dimana tempat Anda menyimpan uang. Bank biasanya akan mempertimbangkan untuk mengapprove permohonan kartu kreditnya kalau pemohon adalah nasabahnya sendiri. Terlebih Anda nasabah giro atau yang punya deposito besar disana. Ingat tulisan saya sebelumnya di tulisan ini. Baca “Penagih Hutang Gaya Baru Dari BNI”, bank sangat segan dengan orang yang nyimpan banyak duit di banknya.

3. Usahakan cash flow keuangan di rekening Anda selama tiga bulan terakhir saldo dan lalu-lintasnya besar

Yang tips ini nyambung dengan tips nomor dua. Kalau Anda pekerja freelance atau pebisnis (enterpreneur), umumnya bank akan meminta rekening koran tiga bulan terakhir yang memuat data-data finansial Anda. Jadi, saat Anda hendak mengurus kartu kredit usahakan lalu-lintas (cash flow) keuangan Anda besar. Paling tidak di tiga bulan terakhir. Bank biasanya akan melihat ini untuk melihat kemampuan keuangan Anda sebagai bahan pertimbangan.

4. Cari referensi dari pemegang kartu kredit (card holder)

Bank penerbit kartu kredit tidak jarang sering melakukan promosi member get member (MGM) kepada para nasabah kartu kreditnya. Nah, jangan sia-siakan jika ada kesempatan semacam ini untuk ikut apply jika ada teman yang menawari Anda. Bank umumnya akan mempertimbangkan kalau pemohon kartu kreditnya ada yang merekomendasikannya. Bank menganggap Anda direferensikan oleh pemegang kartu lain maka layak dan jadi pertimbangan bank untuk mendapatkan kartu kredit.

5. Apply penawaran kartu kredit di mal

Kalau Anda sering berpergian ke mal tak jarang menemui marketing bank tertentu yang menawarkan aplikasi kartu kredit. Tidak ada salahnya Anda mencoba menerima tawaran semacam ini. Karena bank memberikan banyak kemudahan dan syarat yang tidak ribet. Biasanya bank hanya meminta foto copy KTP saja sudah cukup. Karena cukup mudah syaratnya maka tidak ada salahnya untuk dicoba.

6. Uruslah kartu kredit di kota dimana Anda tinggal sama seperti KTP Anda

Tidak semua ditolaknya permohonan aplikasi kartu kredit karena alasan finansial. Tak jarang penolakan karena masalah domisili juga jadi bahan pertimbangan bank. Bank biasanya langsung menolak permohonan aplikasi kalau alamat rumah (KTP) calon pemohon kartu kreditnya berasal dari luar kota. Karena bank tentu tak mau ambil resiko besar jika sampai terjadi kredit macet terus kesulitan mencari alamat nasabahnya karena jauh. Jadi, menguruslah kartu kredit di kota tempat tinggal Anda. Jangan di kota perantauan dengan pakai alamat kost atau kontrakan Anda.

7. Pasang telpon (PSTN) di rumah dan kantor Anda

Tips ketujuh ini juga tak kalah penting. Bank sebelum menyetujui permohonan aplikasi Anda biasanya dia akan crosscheck dengan menelpon ke rumah dan kantor Anda. Jika rumah dan kantor Anda ada telponnya dan mudah dihubungi, ini sangat membantu pihak bank untuk memutuskan menyetujui permohonan Anda. Kenapa harus telpon rumah (PSTN)? Karena nomor PSTN umumnya pasca bayar yang terdaftar jelas siapa pemiliknya di Telkom. Jadi lebih trust dibanding telpon seluler yang kebanyakan adalah nomor prabayar. Survey permohonan aplikasi (kartu) kredit, pihak bank akan cek via telpon lebih dulu ke alamat yang ada di data aplikasinya. Jika rumah dan kantor Anda sulit dihubungi maka bank tanpa pikir lebih panjang lagi akan langsung menolak permohonan aplikasi kartu kredit Anda.

Demikian beberapa sharing tips dari saya cara untuk mengurus kartu kredit. Semoga bermanfaat. Jika Anda ada pertanyaan jangan segan untuk bertanya dalam kolom komentar, terima kasih.


Bookmark and Share

Rabu, 23 November 2011

Terkena Musibah PayPal Limited Access

Hari ini saya benar-benar ketiban sial. Sial yang pertama, pagi-pagi buta harus terbangun mendadak oleh suara ponsel yang berdering karena ada orang iseng yang coba-coba mau menipu saya. Kedua, saya sial karena mengalami kejadian yang membuat saya hampir shock. Akun PayPal saya tiba-tiba limited (dibatasi aksesnya) tidak bisa dipakai untuk transaksi.

Untuk sial yang pertama, modus penipuan via telpon next akan saya ceritakan. Kali ini yang akan saya ceritakan tentang PayPal Limited dulu.

Saya sempat bingung dan ketar-ketir juga karena mengalami kejadian PayPal Limited, sebab ini baru untuk pertama kalinya semenjak daftar PayPal di tahun 2008 saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Bingung? Bagaimana tidak, saldo di dalam PayPal saya kalau sampai dibekukan saya bisa nangis darah karena uang yang ada di dalam PayPal saya jumlahnya tak sedikit (untuk ukuran saya). Kedua, uang itu adalah modal usaha saya dalam bisnis Jasa Internet Buying Agen.

Dengan dibekukannya akun PayPal saya otomatis roda bisnis Jasa Pembelian Luar Negeri saya akan ikutan terganggu. Khususnya pembelian ke situs-situs yang hanya menerima pembayaran via PayPal saja. Contoh seperti di situs market place semacam eBay yang hanya mau menerima pembayaran via PayPal.

Apa yang menyebabkan akun PayPal saya tiba-tiba limited access? Berikut saya kutip penjelasan resmi dari PayPal yang dikirim via email ke saya:


Yth. Joko Sutarto,

Kami memerlukan bantuan untuk mengatasi masalah pada rekening Anda. Kami memerlukan waktu agar dapat menangani masalah ini, karenanya untuk sementara kami telah membatasi tindakan yang dapat Anda lakukan pada rekening hingga masalah teratasi.

Kami memahami bahwa Anda mungkin kesal karena tidak memiliki akses penuh ke rekening PayPal. Kami ingin bekerjasama dengan Anda untuk mengembalikan rekening seperti semula secepat mungkin.

Apa masalahnya?

Kami melihat aktivitas log in yang tidak normal di rekening Anda. Pastikan tidak ada pengguna yang log in ke rekening Anda tanpa izin.

Luangkan waktu untuk mengubah sandi dan membuat pertanyaan keamanan baru serta periksa perubahan atau pembayaran yang tidak diketahui pada informasi rekening dan transaksi terakhir.

Jika terdapat pembayaran yang tidak dikenali, kunjungi Pusat Penyelesaian, lalu laporkan dengan mengklik "Sengketakan Transaksi".

Nomor ID Kasus: PP-001-563-636-765

Cara yang dapat dilakukan untuk membantu

Biasanya cukup mudah untuk mengatasi masalah ini. Biasanya, kami hanya memerlukan sedikit informasi tambahan tentang rekening atau transaksi terakhir.

Untuk membantu kami dengan masalah ini serta mengetahui tindakan yang dapat dan tidak dapat Anda lakukan pada rekening hingga masalah teratasi, log in ke rekening, lalu buka Pusat Penyelesaian.

Salam Hormat,
PayPal



Semua itu biang keladi awalnya adalah gara-gara koneksi Telkomsel Flash yang bermasalah. Entah kenapa pagi tadi — kebetulan saya lagi ada acara meeting kantor keluar kota selama dua hari di kota Salatiga —jaringan data Flash bermasalah, samasekali tidak bisa dibakai browsing internet. Sehingga saya terpaksa login PayPal menggunakan BlackBerry. Dan sial, PayPal menganggap login itu ilegal. Dianggap bukan saya karena IP Address-nya yang berbeda dan juga diluar kebiasaan saya yang selalu login PayPal via laptop.

Dan kali ini PayPal tak tanggung-tanggung dalam memblokir. Dua akun sekaligus langsung diblokir jadi limited. Akun saya dan akun seorang teman yang akan menerima transfer balance dari saya kena imbas ikut diblokir PayPal menjadi limited.

PayPal memang sangat ketat dalam mengawasi aktivitas seluruh usernya dalam menggunakan akunnya. PayPal tanpa ragu akan memblok akses yang dianggapnya mencurigakan karena berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan oleh usernya.

Tapi untunglah akun limited saya tidak lama akhirnya terus dibuka kembali oleh PayPal setelah saya penuhi syarat-syaratnya sore tadi. Saya cukup lega waktu terima alert seperti di bawah ini waktu buka akun saya.

PayPal Limited Access
PayPal Limited Acces Telah Dibuka

Semoga pengalaman merepotkan ini, Paypal Limited Access tidak sampai menimpa Anda. Oh, ya ada yang sudah pernah mengalami kejadian PayPal Limited? Silahkan sharing, ya. Terima kasih.


Bookmark and Share

Rabu, 12 Oktober 2011

Email Phishing Coba Membobol Account PayPal Saya

PayPal Phishing
Kejahatan cyber memang terus mengancam para pengguna internet. Para pelakunya tak henti-hentinya terus mencari celah buat membobol akun kita yang ada di internet. Terutama akun yang berhubungan dengan data finansial. Baru-baru ini ada sebuah email phishing (palsu) nyelonong ke akun email saya. Sebuah email pemberitahuan yang sempat membuat saya sedikit kaget. Betapa tidak? Akun PayPal saya diberitahu limited. Yaitu semacam peringatan kalau akun saya bermasalah atau kena Suspend sehingga tidak bisa dipergunakan lagi.

Namun, sebelum saya mempercayai email tersebut, lewat browser saya coba masuk login dulu ke PayPal apa benar akun saya kena limited. Saya masuk lewat bookmark di browser saya, bukan lewat anchor link yang ada di email tersebut. Dan hasilnya akun PayPal saya ternyata aman-aman saja tidak limited. Akh, lega rasanya.

Bayangkan seandainya itu benar kena limited kepala saya bisa cemot-cemot karena otomatis saldo PayPal balance saya tidak bisa saya tarik atau gunakan buat belanja e-commerce. Tentu saja ini akan membuat pusing tujuh keliling karena saya tidak bisa melakukan pembayaran-pembayaran dari para klien yang menggunakan Jasa Pembelian e-commerce via PayPal saya.

Dari awal sebetulnya saya sempat curiga kalau ini email phishing. Karena melihat ciri-cirinya, pertama dijebloskan ke folder spam oleh Gmail. Kedua, anchor text yang mengandung link untuk perintah aktivasinya, waktu saya cek mengarah ke situs asing ini http://laure-b.com/US/paypal.com, bukan ke situs PayPal.com. Meskipun sender emailnya seolah-olah asli — yang ini, sih memang mudah dipalsukan, saya pernah menuliskannya di artikel “3 Cara Menipu di Internet”. Ketiga, akun email yang terima email phishing tersebut bukan akun email yang saya pakai buat buka rekening di PayPal.

Berikut saya kutip email yang masuk ke folder spam Gmail saya.

Information Regarding Your account:
Dear PayPal Member:

Attention!

Your PayPal account has been limited!

As part of our security measures, we regularly screen activity in the PayPal system. We recently contacted you after noticing an issue on your account.We requested information from you for the following reason:

Our system detected unusual charges to a credit card linked to your PayPal account.

Reference Number: PP-259-187-991

This is the Last reminder to log in to PayPal as soon as possible. Once you log in, you will be provided with steps to restore your account access.

Once you log in, you will be provided with steps to restore your account access. We appreciate your understanding as we work to ensure account safety.

Click here to activate your account

We thank you for your prompt attention to this matter. Please understand that this is a security measure intended to help protect you and your account. We apologise for any inconvenience.

Sincerely,
PayPal Account Review Department

Dan penampakan situsnya waktu saya buka di browser Chrome muncul pesan warning seperti di bawah ini. Rupanya Google Chrome sudah memblok sekaligus memperingatkan saya kalau situs tersebut adalah situs phishing.

Phishing
Warning dari Google Chrome


Penasaran kemudian saya coba buka lagi lewat Firefox. Hasilnya, lewat Firefox masih bisa kebuka. Firefox ternyata masih kalah dibanding Chrome untuk urusan yang satu ini ( masalah keamanan). Ini screnshoot penampakan situsnya.

Situs Phishing
Situs PayPal Palsu


Bagaimana? Benar-benar mirip dengan situs PayPal yang asli, bukan?

Sumber Foto: Madtomatoe.com


Bookmark and Share

Sabtu, 08 Oktober 2011

Resolution Center, Fasilitas Dispute Transaksi E-Commerce di Paypal

Dispute
Pernah transaksi e-commerce di internet? Kalau pernah tentu Anda tak asing lagi dengan namanya alat pembayaran bernama Paypal. Paypal sebagai alat pembayaran e-commerce di internet sudah tidak diragukan lagi kehandalannya dibanding menggunakan kartu kredit, karena Paypal sangat terpercaya dan aman.

Nah, kali ini saya ingin sharing pengalaman saya menggunakan fasilitas dispute yang ada di Paypal. Apa itu fasilitas dispute? Kalau di Paypal dispute namanya Resolution Center. Yaitu fasilitas yang disediakan oleh Paypal buat menyelesaikan masalah yang terjadi diantara pihak buyer dan seller (merchant). Contoh, misalnya payment sudah dilakukan oleh buyer namun seller belum juga mengirim barang yang dipesan. Karena umumnya transaksi di internet sistemnya preorder dan tumpuan transaksi di internet sepenuhnya bergantung pada kepercayan, jadi masalah yang sering terjadi adalah uang sudah ditransfer namun barang belum juga dikirim oleh tokonya.

Setidaknya saya sudah dua kali mengalami kejadian di atas. Saya ada order pesanan dari klien yang memesan barang ke luar negeri ―saya buka Jasa Internet Buying Agen. Keduanya sudah lebih dari sepuluh hari namun seller tidak segera memberi kabar kapan barang akan dikirim. Padahal, waktu handling dan shipping umumnya adalah ―ini waktu yang saya pakai patokan situs e-commerce eBay.com dan Alibaba.com― rata-rata hanya tiga hari. Kalau pun paling telat maksimal tidak akan lebih dari seminggu.

Akhirnya terpaksa saya gunakan jurus terakhir. Saya dispute transaksinya via Resolution Center Paypal. Saya minta uang yang sudah saya transfer direfund lagi ke akun Paypal saya dan berhasil.

Berikut bukti transaksi saya ke situs e-commerce imosh.com. Saya dispute karena barang yang sudah dijanjikan tokonya selama lebih dari sepuluh hari tidak segera dikirim karena alasan stock barangnya lagi kosong.

Refund Dana Paypal
Refund Dana ke Paypal


Dan ini contoh kedua, yang ini lagi proses penyelesaian di Paypal. Saya mendispute transaksi ke situs theblackcatcloset.com karena sudah sebelas hari sejak payment situsnya tidak segera memberi kabar kapan barangnya akan segera dikirim. Beberapa kali kami ―saya dan klien yang pesan barangnya ― coba kontak komunikasi via email dengan sellernya namun jawabannya selalu mbulet punya beberapa macam alasan.

Dispute Transaksi
Dispute Transaksi di Paypal


Semoga sharing pengalaman saya ini bermanfaat buat Anda yang akan melakukan transaksi e-commerce di internet. Tips dari saya selain melihat dari sisi trust apakah situsnya punya Ciri-ciri Scam, yang tak kalah penting adalah masalah service situsnya apakah bagus apa tidak. Ini penting Anda lihat sebelum memutuskan untuk bertransaksi.

Bagaimana cara melihat pelayanan sebuah situs itu bagus apa tidak? Test saja dengan mengajaknya chatting atau kirim email lebih dulu pura-pura nanya sebelum beli. Jika respond mereka cepat ada kemungkinan layanan mereka juga bagus. Tapi kalau respond mereka lambat, saran saya sebaikknya cari situs e-commerce lain yang sudah punya reputasi bagus.

Update 16 Oktober 2011: Klien saya yang memesan barang dari luar negeri memberitahu saya kalau barang pesanan dari situs theblackcatcloset.com akhirnya sudah dikirim sehingga saya meng-cancel disputenya di Paypal. Permasalahan otomatis selesai.

Sumber Foto: Dispute


Bookmark and Share

Kamis, 04 Agustus 2011

Tips Bertransaksi Paypal Gratis Tanpa Fee

Paypal
Ini adalah pengalaman saya menggunakan Paypal selama tiga tahun sejak tahun 2008. Saya menggunakan Paypal sebagai alat pembayaran e-commerce di internet. Saya tidak tahu apakah ada yang salah dengan Paypal sehingga saya mengalami kejadian aneh ini. Aneh? Ya, bagaimana tidak, selama tiga tahun lebih saya tak pernah dicharge fee oleh Paypal, baik setiap kali melakukan transaksi transfer Paypal balance maupun Pembayaran e-commerce.

Khusus yang transaksi e-commerce, umumnya, selama posisi kita sebagai buyer maka kita tidak dikenakan charge fee oleh Paypal. Karena fee yang nanggung dari pihak merchant atau sellernya. Tapi kalau untuk transfer balance Paypal umumnya pasti dikenakan fee.

Coba silahkan Anda lihat bukti capture print screen ini. Saya benar-benar tidak terkena charge dari Paypal waktu mentransfer Paypal balance sebesar 100 USD.

Rincian Transaksi Paypal

Saya juga sudah sering menggunakan Paypal buat belanja-belanja di eBay, beli aplikasi berbayar di BlackBerry Aplication World, perpanjangan domain dan sewa hosting. Dan memang free tanpa bayar fee kalau buat berbelanja karena kita sebagai buyer. Awalnya, saya beranggapan hanya transaksi withdraw atau narik uang saja yang dikenakan biaya. Eh, ternyata untuk kirim uang atau transfer balance pun juga harus membayar fee.

Lalu apa rahasia saya bisa tidak terkena charge biaya di Paypal?

Sebentar, akan saya jelaskan setelah ini. Sebelum saya menulis artikel ini saya sempat googling di internet bagaimana trik menggunakan Paypal agar tidak dikenakan fee. Dan triknya: Pertama, melakukan pembayaran dengan pilihan pakai Pembayaran Pribadi, bukan pakai pilihan Pembelian Online. Tapi pilihan ini katanya mengandung resiko. Yaitu account bisa dibanned oleh Paypal kalau keseringan. Terlebih misalnya account Paypal Anda belum genap setahun. Teman saya pernah lima kali transaksi pakai Pembayaran Pribadi langsung dibanned Paypal.

Kedua ― kebetulan cara kedua ini ada sahabat saya yang memberitahu saya karena sudah pernah mempraktekan pakai cara ini ― Yaitu transaksi Paypal via aplikasi Paypal di BlackBerry. Cara ini juga tidak kena charge transfer fee katanya. Silahkan kalau Anda tertarik bisa baca reviewnya disini “Keuntungan Paypal For Blackberry”.

Nah, sekarang rahasia saya. Mengapa saya tidak pernah dikenakan charge fee oleh Paypal? Rahasianya apa? Yang saya lakukan adalah tiga hal ini:

  1. Saya menyambungkan account Paypal terverifikasi ke kartu kredit Citibank VISA Gold saya.
  2. Setiap bertransaksi saldo di Paypal lebih kecil dari nilai transaksi pembayaran atau transfer yang saya lakukan.
  3. Setiap transaksi saya menggunakan pilihan Pembelian Online.

Yang nomor 3 kebalik, kan dengan kedua tips yang pertama di atas? Justru kalau pakai pilihan Pembayaran Pribadi Paypal malah mengenakan biaya transfer. Aneh, kan? Silahkan lihat bukti screnshootnya di bawah ini.

Transaksi Pembayaran Pribadi Paypal-1

Transaksi Pembayaran Pribadi Paypal-2

Contoh pertama diatas saya menggunakan pilihan Pembayaran Pribadi saat akan transfer balance Paypal sebesar 100 USD. Dan dikenakan fee sebesar 3.70 USD.

Transaksi Pembelian Online Paypal-1

Transaksi Pembelian Online Paypal-2

Contoh kedua saya menggunakan pilihan Pembelian Online saat akan transfer balance Paypal sebesar 200 USD. Dan ternyata malah gratis tidak dikenakan biaya fee samasekali.

Itulah trik sederhana saya selama ini menggunakan Paypal yang saya lakukan selama tiga tahun ini sehingga sepeser pun saya tak pernah membayar fee ke Paypal.

Anda mau mencoba tips ini? Silahkan mencoba. Mudah-mudahan Anda pun bisa gratis terus sama seperti saya. :D

Oh ya, lewat posting ini sekalian saya ingin menawarkan bantuan kepada siapa saja yang mungkin membutuhkan Paypal balance. Saya menawarkan kepada Anda saldo Paypal dengan rate penukaran terhadap rupiah dengan kurs bersaing. Minimum pertukaran saya tidak membatasi. 1 USD pun saya layani. Dan maksimumnya saya bisa menyediakan dana Paypal sampai 2000 USD. Jika ada yang berminat silahkan hubungi saya melalui link Contact blog ini, terima kasih.


Bookmark and Share

Minggu, 24 Juli 2011

Cara Mudah Belanja E-Commerce ke Luar Negeri

E-Commerce
Setelah selesai menulis artikel advertorial Jasa Pembelian Barang ke Luar Negeri saya jadi ingin mengecek kembali account saya di eBay yang sudah lama mangkrak tidak pernah saya tengok. Dulu, sekitar bulan Maret 2010 saya sempat daftar dan pernah ikut lelang di eBay. Dan saya pernah sekali berhasil menang lelang! Saya pernah memenangkan lelang ponsel BlackBerry Curve 8830 second dengan harga murah dari eBay.

Namun sayangnya account saya kemudian secara tiba-tiba disuspend oleh eBay. Saya tak tahu persis alasannya karena apa. Saya pernah menulisnya di artikel ini, baca “Mudahnya Daftar Paypal Tapi Makin Sulit Daftar di eBay.”

Waktu itu eBay hanya minta syarat agar saya ngefax ID card saya bersama billing tagihan kartu kredit saya ke kantor eBay di Amerika untuk membuka suspendnya. Saya kemudian lakukan sesuai permintaan eBay. Saya fax KTP dan tagihan kartu kredit saya. Namun tanpa menyebutkan alasannya dengan jelas pihak eBay tetap menolak buka suspendnya. Bahkan sampai dengan hari ini waktu saya cek masih muncul pesan pemblokirannya seperti ini.

eBay Blocked

Kalau sudah diblocked seperti itu praktis saya hanya bisa login tapi sebatas untuk lihat-lihat saja di eBay, Untuk ngebid (nawar) lelang tidak bisa.

Ya, sepertinya kita sebagai orang Indonesia patut kecewa dan bersedih hati atas diskriminasi para merchant online buat negara kita ini. Mengapa? Karena reputasi buyer dari Indonesia belum begitu dipercayai (trust) oleh para seller dari luar negeri. Buktinya, account Paypal verified milik saya pun tetap bukan jaminan bagi mereka (eBay) maupun semua merchant online asing agar percaya kepada kita.

Saya mengatakan itu bukan tanpa dasar. Faktanya, sampai sekarang jika Anda belanja e-commerce di eBay atau Amazon banyak sekali para penjual disana yang tak mau melayani pembeli dari negara kita. Dalam kolom shipping banyak tercantum kata-kata menyakitkan ini “Not Available to Indonesia

Saya sering dibuat kesal waktu buka eBay, meski saya sudah sort barangnya di option shipping wolrdwide tapi giliran negara Indonesia ternyata tak masuk dalam daftar negara tujuannya. Sellernya mengecualikan tak mau kirim ke Indonesia. Bukankah ini cukup menyakitkan?

Berangkat dari banyak kendala sulitnya berbelanja e-commerce di internet maka bisnis Jasa Pembelian Barang ke Luar Negeri, baik itu untuk tujuan pembeliannya maupun hanya untuk sekedar drop site shippingnya saja, sepertinya masih cukup menjanjikan prospeknya ke depan. Bagi yang tak mau repot tinggal tunjuk saja barangnya, nanti tinggal bayar jasa orang buat transaksi sekaligus mengirimkannya kepada Anda. Di internet banyak para makelar yang mau menawarkan jasa seperti ini.

Ada banyak contoh beberapa situs luar negeri yang melayani jasa pembelian sebagai makelar e-commerce ini. Silahkan Anda Googling saja dengan kata kunci International Checkout. Nanti akan banyak rekomendasi dari Google tentang situs-situs broker jasa pembelian barang ke luar negeri.

Saya belum pernah nyoba, sih. Tapi info dari teman yang pernah pakai beberapa situs yang terpercaya salah satunya adalah situs dua ini:

  • http://www.internationalcheckout.com
  • http://www.myamericanshopper.com

Eh, ngomong-ngomong apakah Anda sudah pernah mencoba transaksi pembelian e-commerce lewat internet ke luar negeri? Jika pernah silahkan sharing, ya.

Terakhir, saya menawarkan bantuan kepada para pembaca barangkali ada yang kesulitan dan membutuhkan bantuan saya terkait pembelian barang ke luar negeri ini, saya juga bersedia untuk membantu Anda. Silahkan buka link ini Jasa Pembelian Barang ke Luar Negeri, terima kasih.


Bookmark and Share

Senin, 10 Mei 2010

Tips Memenangkan Lelang di eBay

Tips Memenangkan Lelang di eBaySaat pertama kali saya ikut lelang di eBay. Saya sempat heran dengan penawaran barang yang ditawarkan di eBay karena harga yang ditawarkan sangat murah-murah. Juga saya heran karena yang nge-bid (nawar) kok kelihatan malu-malu atau seperti banyak yang tak berminat. Padahal, harga barang lelangnya kalau saya compair ke Amazon atau lewat Google Product Search masih jauh dari harga pasaran.

Ada apa? Mengapa orang tak banyak yang tertarik? Itu pertanyaan saya dalam hati. Dan saya sempat jadi curiga jangan-jangan ini ada yang tak beres. Pikir saya bertambah penasaran.

Diantara rasa bimbang dan penasaran saya, kemudian iseng-iseng saya nge-bid, nawar harga diatas harga minimun lelangnya. Dan betul, langsung penawaran saya muncul sebagai penawar tertinggi kala itu.

Saya tunggu sampai beberapa saat posisi saya tetap tak berubah. Unggul jadi penawar tertinggi. Sampai akhirnya beberapa jam kemudian saya baru ngeh setelah dapat alert email dari eBay yang memberitahu saya kalau ada penawar tertinggi diatas saya. Saya kemudian nawar kembali, jadi penawar tertinggi beberapa saat kemudian kalah lagi karena ada yang berani nawar lebih tinggi dari saya. Begitu terus berulang-ulang sampai beberapa kali.

Finalnya, pertarungan itu semakin seru saja waktu menjelang menit-menit akhir penutupan lelangnya. Para penawar begitu agresif saling susul menyusul nge-bid dengan harga terbaiknya. Dan saya akhirnya kalah.

Dari pengalaman itu saya bisa belajar, perlu strategi untuk memenangkan lelang barang di eBay. Dan strategi untuk memenangkan lelangnya sangat ditentukan pada menit-menit akhir lelang akan ditutup. Itu strategi yang pertama. Tips strategi yang kedua, karena situs eBay berada di USA maka pilih waktu penutupan lelangnya pada malam hari waktu Amerika atau pagi hari waktu Indonesia sehingga tak banyak para penawarnya yang nge-bid. Tips ketiga, perlu koneksi internet yang cepat dan tidak mudah putus agar Anda bisa memenangkan lelang. Sebab jika tidak, Anda akan kalah cepat sewaktu submit harga lelangnya dengan peserta lain.

Demikian sekedar sharing pengalaman dari saya. Dan kini, saya jadi ingin membandingkan pengalaman saya lelang di eBay itu dengan penawaran lelang Voucher Google Adwors milik saya. Sampai hari ke-2, kok baru satu orang saja yang berminat dan meninggalkan komentarnya. Yang lainnya apa tak berminat, ya?

Pertanyaan saya: Apakah memang tak ada yang berminat, atau memang menunggu detik-detik akhir penawaran tersebut ditutup seperti halnya lelang barang di eBay?

Saya tidak tahu. Mungkin ada yang bisa menjawab mengapa banyak yang tak berminat dengan Voucher tersebut? Padahal, bagi yang merasa kesulitan daftar Google Adsense, bukankah salah satu triknya agar cepat di-approve adalah dengan pasang iklan Google Adwords dulu di Google?

Masih juga Anda tak berminat?




Bookmark and Share

Rabu, 10 Maret 2010

Mudahnya daftar Paypal tapi makin sulit daftar di eBay

Paypal and eBayAnda belum punya account Paypal dan berniat ingin daftar di Paypal? Jika belum, sekarang daftar Paypal semakin mudah. Mengapa mudah? Karena bisa menggunakan bank lokal untuk verifikasi. Tidak perlu pakai kartu kredit atau VCC (Virtual Credit Card) seperti dulu lagi. Saya tidak akan bahas cara daftarnya gimana dalam posting ini. Jika Anda kebetulan belum punya account Paypal dan berniat daftar silahkan baca-baca petunjuknya di blog kawan saya Link Sukses dan download freeall. Atau bisa juga di blog Andaka com. Silahkan Anda kunjungi dan pilih cara yang paling gampang menurut Anda.

Kemudahan ini, selayaknya memang patut disambut gembira buat yang belum punya account Paypal dan berniat daftar karena dulu agak susah daftar Paypal kalau belum punya kartu kredit. Kalaupun punya jika kartu kreditnya diterbitkan oleh bank lokal juga sulit diterima. Mintanya kartu kredit VISA bank asing.

Namun satu yang menjadi ganjalan saya sekarang. Salah satu syarat untuk ikut lelang di eBay adalah harus punya account Paypal. Dan meski banyak pihak mengatakan Paypal aman, tapi eBay sekarang tetap menerapkan syarat berlapis untuk menghidari SCAM dari setiap usernya dengan harus Fax ID Card dan billing statement kartu kredit kita ke eBay lebih dulu baru bisa verified dan mengikuti lelang di eBay.

Berikut saya Quote screenshot dari eBay yang saya maksud, yang mensyaratkan agar kita nge-Fax dulu ID Card dan billing statement kartu kredit kita:


Attention!

Your account is currently suspended. Below you’ll find information on why and what to do next.
 
*Why did we suspend your account?
 
From experience we know that certain items and actions are more associated with fraudulent activity on eBay than others. As a precaution, we suspend an account if it gives us cause for concern. We then ask for more information before we reinstate the account.
 
An account suspension in these circumstances is covered in the eBay User Agreement under the heading "Abusing eBay". You can read the entire User Agreement here:

http://pages.ebay.com/help/policies/user-agreement.html

*Here's what you should do now:

Please send us all of the following information and we'll review your account:

1) A copy of your driver's license or other government-issued ID that shows your name and address.

2) A copy of a recent credit card statement, bank statement, or utility bill statement clearly showing your name and billing address.
 
Be sure to include on all documents the user ID and email address for the suspended account you're appealing. You can fax the information to:

US: 877-349-1798
INTL: 001 + 801-545-2700
eBay, Attention: eBay Suspension Appeals
 
*What happens next?
 
Please allow three days for us to review your account after we have received your documents. We'll then contact you via email. Your account will remain suspended until we receive and review these documents.
We appreciate your cooperation and look forward to your response so that we can resolve this matter as soon as possible.



Pertanyaan saya apakah ini berarti verifikasi online dengan memberikan account Paypal saja belum cukup di mata eBay? Bukankah dengan status Paypal sudah terverifikasi ini artinya kan alamat kita ada (tidak fiktif), bukan?
 
Hem, saya tidak tahu apakah ini ada hubungannya dengan karena sekarang begitu mudahnya orang buat account Paypal sehingga ini membuka peluang SCAM di eBay sehingga verifikasi alamat yang telah dibuat Paypal tetap dianggap kurang oleh eBay.




Bookmark and Share

Jumat, 30 Oktober 2009

Mengapa perlu PayPal di internet?

PayPalMungkin bagi para netter yang sudah lama surfing atau menjelajahi dunia maya, apalagi para pelaku bisnis online Internet Marketing, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya PayPal. Yaitu sebuah alat pembayaran internasional yang berlaku di internet, paling populer, dan banyak dipakai seluruh netter dan merchant di seluruh dunia. Reputasi, kehandalan, dan yang paling penting keamanan PayPal sudah tidak diragukan lagi dalam hal memproses transaksi financial anda di internet.

Pernah ada seorang kawan menanyakan kepada saya mengapa sebaiknya kita perlu punya account di PayPal? Bukankah kartu kredit Visa atau MasterCard saja sudah cukup untuk transaksi di internet? Betul, tapi kartu kredit tidak memberikan kelebihan-kelebihan seperti berikut ini jika dibandingkan dengan PayPal.

Nah, apa saja kelebihan itu? Mari kita lihat sama-sama kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh di PayPal dibawah ini:

Transaksi online

Selain lebih save atau aman daripada transaksi menggunakan kartu kredit langsung, juga jika dibandingkan dengan layanan pihak ketiga lain, saya contohkan misal pakai Google Checkout, PayPal punya kelebihan karena username dan password tersendiri atau terpisah, tidak menyatu dengan semua layanan dari Google yang kita gunakan. Dan yang ketiga, PayPal adalah satu-satunya yang paling populer dan banyak dipakai seluruh merchant di internet jika dibandingkan dengan layanan pihak ketiga sejenis seperti dari Clickbank, Egold dll

Donasi online

Anda seorang dermawan dan ingin menyumbang di internet? PayPal bisa mengakomodir jiwa sosial anda dengan menyalurkan donasi anda lewat bantuan PayPal. Atau anda termasuk orang yang peduli dan ingin berpartisipasi dengan pengembangan sebuah software opensource atau freeware yang bebas anda pakai di internet? PayPal juga bisa memberikan jalan donasi online yang biasanya dilink oleh para pengembang softwarenya saat anda mau mendownload.

Transfer uang online

Selain Western Union, pengiriman cek internasional, PayPal juga bisa berfungsi seperti bank yang bisa dipakai untuk transfer menerima dan mengirimkan uang elektronik buat sesama pengguna account PayPal di seluruh dunia. Kalau pakai Western Union atau cek mungkin bisa memerlukan waktu beberapa hari baru transfer sampai di tujuan, tapi dengan PayPal bisa secara realtime diterima pemilik account PayPal yang bersangkutan mirip transfer lewat Internet Banking.

Kurs Fleksible

Mata uang yang dipakai di PayPal kursnya adalah menggunakan dolar US. Keuntungannya menggunakan PayPal, jika anda mau melakukan Withdraw (istilah mencairkan uang di PayPal) dengan catatan anda sudah memiliki saldo yang cukup di PayPal, maka anda bisa menunggu atau menyesuaikan dengan kurs dolar saat sedang naik. Dan sebaliknya, bisa melakukan pembayaran dengan PayPal menunggu saat dolar turun. Fleksibelitas yang seperti ini tidak pernah dimiliki oleh kartu kredit yang hanya memberikan pilihan menyesuaikan kurs dolar saat transaksi berlangsung saja.

Bank online

Alternatif lain daripada menyimpan uang di bank konvensional yang bisa bangkrut seperti kasus bank Century, PayPal juga bisa dipakai sebagai bank alternatif untuk menyimpan uang anda secara online dengan reputasi internasional yang sudah teruji.

Lelang di eBay

Mau ikut lelang pembelian barang murah dan menarik di internet seperti di eBay? Nah, dengan punya account di PayPal anda tidak perlu khawatir akan tertipu atau tidak diperbolehkan ikut lelang disana karena dengan punya account di PayPal reputasi anda akan diterima dan diakui orang sedunia. Alamat pengguna PayPal yang bertransaksi disana sudah diverifikasi oleh PayPal sehingga kecil kemungkinannya terjadi penipuan.

Demikian kurang lebih manfaat dari PayPal. Jika dirasa ada yang kurang atau terlewat silahkan ditambahi, terima kasih dan mudah-mudahan info ini bermanfaat.



Bookmark and Share