Selasa, 30 November 2010

Ingin Bisnis Online, Ngapain Capek-capek Bikin Blog?

Bisnis Lingerie

Kalau Anda termasuk yang terpancing setelah membaca judul ini, sebelumnya saya ingin katakan kepada Anda bahwa judul ini bukan flaming. Bukan pula hendak menjebak Anda. Samasekali tidak. Tak percaya? Silahkan Anda teruskan untuk membaca dan menyimak tulisan saya di bawah ini.

Kalau kita berbicara bisnis online hampir tidak bisa tidak tentu tak bisa lepas dari yang namanya mesin pencetak uang bernama blog. Karena selama ini blog masih diyakini cukup ampuh sebagai salah satu media penjaring uang paling ampuh di internet.

Mengapa berani saya bilang blog hanya sebagai salah satunya saja? Memang masih ada yang lain?

Saya jawab dengan sangat mantap Ya, masih banyak. Dan lewat opini ini saya ingin Anda mengerti, Anda keliru kalau meyakini fakta bahwa hanya dengan berbekal punya blog, keahlian komputer, sedikit keahlian tulis-menulis mengisi content blog, keahlian mengutak-atik kode HTML atau CSS blog, menerapkan teknik SEO sudah selesai semua perkaranya. Uang akan mengalir dengan sendirinya ke blog Anda.

Anda sudah salah besar kalau punya keyakinan seperti itu. Anda pikir hanya berbekal dengan kemampuan itu saja Anda akan sukses untuk berbisnis online?

Ironinya, banyak blogger yang justru membuat kesalahan besar seperti itu, tak terkecuali saya. Terlalu asyik dengan kutak-katik pernak-pernik blog, mengedat-edit template dan widget yang berisi kode-kode gila HTML tapi tak pernah fokus dan melupakan tujuan semula yang untuk Memonetasi Blog-nya. Untuk berbisnis online.

Memang, saya tak bisa memungkiri topik seputar blog adalah topik paling gurih dan renyah untuk dibaca, menarik untuk dikomentari dan didiskusikan dengan pengunjung yang mayoritas sesama blogger juga. Tapi apa dengan begitu terus Anda harus melupakan tujuan Anda semula?

Oke, mungkin Anda sudah tidak sabar untuk tahu lantas keahlian apa seharusnya yang harus dimiliki oleh seorang blogger selain keahlian-keahlian yang saya sebut di muka tadi? Jawabnya hanya satu keahlian, yaitu keahlian Marketing. Inilah poin terpenting yang seharusnya Anda kuasai dan bisa jadikan modal utama berbisnis online. Bukan keahlian-keahlian komputer dan ngeblog seperti saya ulas di muka tadi. Karena keahlian itu bukan yang terpenting tapi itu sebetulnya hanya keahlian pendukung saja.

Nah, paradigmanya akan saya balik sekarang. Hanya berbekal dengan keahlian marketing, tanpa blog pun saya berani menjamin Anda akan bisa sukses jualan dan menghasilkan duit dari internet.

Menjamin? Saya ingin memberi contoh kongkritnya saja agar Anda bisa percaya. Saya punya teman yang sangat sukses jualan di facebook. Anda tahu, hanya berbekal dengan network atau teman-teman yang banyak, yang sudah mencapai ribuan di facebook dia sudah berhasil menjual barang apa pun lewat internet. Bahkan terakhir dia cerita ke saya berhasil menjual, maaf kondom dengan sangat laris manis lewat forum Kaskus.

Teman saya ini memang cukup ulet dan punya insting bisnis yang sangat tajam. Tahu membidik market kalau umumnya pria banyak yang malu membeli kondom secara offline. Ini sama kasusnya dengan pria yang malu-malu membelikan lingerie untuk pacarnya. Atau sama seperti gadis-gadis yang tersipu malu karena kepergok teman prianya membeli barang jeroannya (underwear) di mall sehingga trendnya sekarang terjadi pergeseran, banyak orang justru suka beli underwear secara online. Silahkan Anda baca kolom Paman Tyo di detikinet di sini, yang pernah mengulas tentang hal ini.

Fakta tentang teman saya di atas itu sebagai contoh kecil saja bahwa kalau Anda ingin sukses bisnis online tanpa bikin blog pun sebetulnya kita sudah bisa mencetak uang lewat internet, asal Anda jeli membidik peluang dan mau jualan. Dan contoh teman saya ini, sekali lagi sudah menegaskan fakta tentang berbisnis online bahwa kalau ingin bisnis online, ya harus jualan, bukan hanya sekedar main adsense saja.

Dan lagi-lagi, faktanya selama ini memang justru kebalik-balik, banyak blogger newbie yang baru berbisnis online kebanyakan lebih suka bermain PPC (Paid Per Click) karena lebih mudah, ketimbang mengasah kemampuan marketingnya dengan mencetak uang lewat bisnis PPS (Pay Per Sale) yang notabene sebetulnya duitnya lebih gede dan lebih menjanjikan daripada mengandalkan pendapatan dari adsense yang sebetulnya kurang bisa diandalkan karena penghasilannya tak pasti sebab naik turun.

Terakhir, satu pesan saya kepada Anda. Tulisan ini tak bermaksud untuk menyurutkan niat Anda blogging. Samasekali tidak. Hanya mengingatkan Anda saja. Jika Anda memang serius ingin berbisnis online, sekali lagi fokuskan kepada tujuan itu. Jangan keasyikan ngeblog terus akhirnya Anda melalaikan tujuan semula. Hem, terkecuali kalau dari awal Anda ngeblog memang tak berharap untuk mencari uang, ya itu lain soal.

Pertanyaan dejavu saya: Apa iya jaman sekarang masih ada blogger yang tak doyan duit? Jangan-jangan Anda termasuk salah satunya? :D


Sumber Foto: Lingerie


Bookmark and Share

Sabtu, 27 November 2010

Antara Red Ocean, Artikel Aktual, Artikel Sampah dan Artikel Pilar, Pilih Mana?

Red Ocean

Kalau saya mengamati tulisan-tulisan di blog, terutama personal blog banyak sekali yang terjebak untuk ikut-ikutan menulis tema-tema informasi mainstream media, tema-tema artikel aktual. Apa itu artikel aktual? Terjemahan bebasnya yaitu artikel headline news, artikel gaya koran, artikel yang menyajikan opini atau berita-berita hangat terkini.

Apakah ada yang salah dengan situasi tersebut? Apakah salah seorang blogger menulis artikel jenis aktual di blognya?

Jawabnya, tentu tidak! Anda tidak salah kalau menulis jenis artikel-artikel yang seperti itu. Tetapi, ini ada tetapinya, jika Anda ingin tulisan-tulisan Anda tetap menarik untuk dibaca dan bisa menopang eksistensi blog Anda secara jangka panjang seperti Artikel Pilar, maka Anda perlu melihat beberapa fakta yang akan saya sampaikan berikut ini, yang barangkali luput dari pemikiran Anda.

Apa itu faktanya? Anda tahu tulisan yang seperti itu, berbentuk artikel aktual prakteknya tidak berumur lama, cepat basi setelah beberapa hari atau beberapa minggu kemudian karena sudah ditimpa oleh headline news yang baru. Sedihnya, tulisan Anda tanpa bisa Anda hindari akan bernasib sama seperti artikel sampah yang samasekali tidak menarik untuk dibaca orang lagi. Mirip dengan koran lama yang beritanya sudah basi yang hanya cocok untuk dikilo saja daripada dibaca.

Satu lagi, mengapa saya berani mengatakan artikel seperti itu bisa bernasib sama seperti artikel sampah? Karena kalau artikel Anda ternyata tak lebih menarik cara ngemasnya, tak lebih menarik dari media, tak lebih unik dan hanya terkesan seperti copy paste saja, dan blog Anda yang memuat artikelnya ternyata tak lebih populer dari beberapa situs mayor berita, Google pun sudah barang tentu akan ogah untuk melist blog Anda masuk dalam 10 besar hasil pencarianya. Karena, tulisan Anda di mata Google dipandang seperti ikan kecil yang harus bersaing dengan banyaknya ikan besar media di lautan luas lepas di internet.

Itu artinya, sama saja Anda seperti bersaing dalam suasana niche market yang terlalu keruh atau situasi Red Ocean kalau dalam istilah marketing. Blog Anda bisa sangat berdarah-darah untuk memenangkan ketatnya persaingan.

Sebaliknya, banyak blogger yang suka mencibir dan mencaci model-model tulisan curhat di personal blog sebagai tulisan tak menarik, tak penting, sebagai sampah padahal justru sebaliknya. Tulisan yang berupa curhat atau cerita pengalaman penulis justru punya peluang untuk eksis selamanya di blog kalau Anda bisa mengemas curhatnya dengan menarik seperti halnya model-model cerita yang penuh hikmah di website KickAndy yang pernah saya singgung beberapa waktu yang lalu di blog ini. Baca "Mengapa Anda Perlu Membaca Cerita"

Tulisan berupa cerita itu punya kekuatan seperti jenis tulisan How-to, Tips, Tutorial dan karya sastra yang secara umum akan eksis lama bahkan punya peluang eksis sepanjang zaman karena tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan zaman. Contoh, saya punya beberapa artikel yang masuk Top 10 Artikel Diptara blog atau Popular Post blog ini. Kalau Anda lihat tanggal publishnya sudah berumur cukup lama, lebih dari satu tahun tapi tetap bertahan, menarik untuk dibaca, dikomentari, dicari dan dikunjungi oleh pengunjung yang datang mengalir cukup deras dari Google maupun dari forum-forum mayor lokal seperti dari Kaskus, Indowebster, detik dan Lintas Berita.

Dan contoh sebaliknya, saya juga punya beberapa artikel berlabel News yang berisi artikel berita aktual yang kini nasibnya seperti artikel sampah karena hanya memenuhi database blog saja tapi tak pernah menyumbang page view apalagi mendatangkan trafik.

Nah, terakhir kesimpulannya: Jika Anda memang serius dalam blogging maka Anda jangan mengabaikan betapa pentingnya memilih topik tulisan yang mengandung unsur Artikel Pilar di blog daripada hanya sekedar update blog seperti kejar setoran dengan menulis artikel-artikel aktual sebanyak-banyaknya, yang hanya menarik untuk waktu sesaat tapi hanya berumur pendek. Kecuali, kalau genre blog Anda memang blog berita dan Anda punya energi besar untuk ajeg posting rutin lebih dari tiga posting artikel atau lebih setiap harinya, saya persilahkan Anda mengabaikan opini ini.

Semoga setelah membaca tulisan ini Anda sudah bisa memilih dan menjawab pertanyaan saya di judul artikel ini.


Sumber Foto: Ship in blue ocean


Bookmark and Share

Selasa, 23 November 2010

Apa Tujuan Anda Blogging?

Tujuan blogging

Mau pakai dalih apa pun, sebetulnya saya tetap tak percaya kalau ada orang yang bilang ngeblog tak ada tujuannya. Itu jelas-jelas bohong! Semua pasti ada tujuannya. Entah ngeblog sekedar ingin mengeluarkan unek-unek isi kepala, menyalurkan hobi, belajar menulis, sekedar ingin sharing, atau sekedar mau cari perhatian, narsis, ingin jadi terkenal dan lain sebagainya.

Apakah itu semua bukan sebagai tujuan?

Memang, tujuan akhir ngeblog tak melulu selalu karena cari uang, meski mohon maaf, sebetulnya kata-kata ini menurut saya sedikit munafik dan juga sebuah ironi. Mengapa munafik? Sebelum Anda membantah pernyataan ini saya persilahkan baca dulu artikel saya yang ini. Baca "Benarkah Personal Branding Seperti Lomba Burung?"

Dan mengapa pula saya sebut sebuah ironi? Karena, di luar sana betapa banyak orang miskin kelaparan tak bisa makan. Betapa banyak orang yang tak mau melewatkan waktu produktifnya sedetik pun untuk banting tulang siang dan malam cari duit sekedar untuk mencari sesuap nasi. Masak kita malah enak-enakan buang-buang waktu buat nulis di blog tanpa tujuan apa pun? Buang-buang duit untuk beli laptop dan berlangganan internet, yang prakteknya tak murah untuk orang kebanyakan?

Masih ada yang mau mengelak lagi?

Jika Anda menjawab "Tidak", yuk mari bersama-sama kita fokuskan tujuan blogging kita mulai dari sekarang, apa pun itu tujuan Anda.

Namun, bilamana Anda tetap kekeh menjawab Ngeblog Tanpa Tujuan, cepat segera close halaman blog ini dan lupakan kalau Anda pernah membaca tulisan ini! Karena, Anda sudah membuang-buang waktu Anda untuk membaca tulisan sampah yang samasekali tak berguna buat Anda.

Catatan:
Opini ini saya tulis karena saya tergelitik setelah membaca posting sahabat blogger saya, Mas Darin di artikel yang berjudul "Cheshire Cat is Right" dan sekaligus melanjutkan artikel saya sebelumnya, baca "Ngeblog Tanpa Tujuan, Buat Apa?" yang sempat menuai polemik pro dan kontra dari beberapa blogger lain.


Sumber Foto: Blogger Hell

Bookmark and Share

Selasa, 16 November 2010

Era Baru Layanan Mobile Broadband 3

HSPA+

Saat ini era internet mobile broadband kecepatan tinggi benar-benar sudah bisa kita rasakan di negara kita. Khususnya, bagi Anda pelanggan Flash Kartu Halo Telkomsel, sebagaimana klaim resminya di akhir tahun 2009 lalu. Baca "Era Baru Layanan Mobile Broadband". Kini bagi Anda yang tinggal di pusat-pusat kota berikut: Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya sudah bisa menikmati kecepatan internet mobile broadband berkecepatan tinggi dengan teknologi HSPA+ atau setara dengan teknologi hampir 4G.

Kemarin, hari Senin, 15 November 2010 pukul 08:00 WIB bertempat di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan jalan Malioboro saya telah melakukan test speed kecepatan internet saya. Saya melakukan test dengan bantuan SpeedTest.Net mencoba Ping server dari Yogyakarta ke Semarang.

Dan hasilnya, sungguh mengejutkan. Kecepatan internet saya sempat menyentuh level tertinggi di angka 5 Mbps. Jauh melesat tinggi melebihi kecepatan internet tertinggi yang pernah saya capai pada bulan Januari 2010 lalu, yang sempat nembus ke angka 3 Mbps. Baca "Era Baru Layanan Mobile Broadband 2"

Silahkan Anda lihat bukti capture print screennya di bawah ini:


Speed Mobile Broadband HSPA+

Bagi Anda yang punya mobilitas tinggi dan ingin mendambahkan kecepatan internet mobile broadband berkecepatan tinggi, saatnya kini Anda bisa beralih dan menjajal kemampuan Flash Kartu Halo dari Telkomsel. Kalau Anda ingin tahu detilnya silahkan bisa baca-baca dulu introduction-nya dari situs Telkomsel di sini


Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lebih dulu sebelum Anda memutuskan untuk memilih sebuah layanan internet mobile broadband, apa pun itu ISP-nya. Yaitu: Kekuatan sinyal di lokasi Anda, seberapa banyak jumlah pengakses internet mobile broadband yang sama di lokasi Anda, lokasi server internet yang sering Anda akses atau tuju kemana, dan jenis paket internet yang akan Anda pilih apa, prabayar apa pasca bayar. Mengapa? Karena faktor-faktor inilah yang akan mempengaruhi kecepatan internet Anda. Dan yang terakhir, yang tak kalah penting adalah teknologi peripheral modem dan spesifikasi komputer Anda tentunya juga turut berpengaruh.


Catatan: Artikel ini bukan sebuah Advertorial. Hanya murni review dari seorang pemakai saja. Dan saya menulis review ini samasekali tidak dibayar oleh Telkomsel.


Sumber Foto: Maxmobile


Bookmark and Share

Kamis, 11 November 2010

Hati-hati Transaksi Pulsa di ATM BCA!

Transaksi Pulsa

Masih sedikit berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya, baca "5 Alasan Mengapa Anda Lebih Aman Menggunakan Kartu Kredit Daripada Kartu Debit". Ini sekedar contoh saja betapa transaksi menggunakan kartu ATM debit sangat perlu sikap kehati-hatian dan juga teliti. Mengapa? Karena terkadang kitanya sudah sangat hati-hati tapi celakanya sistem dari banknya yang justru bermasalah. Tak peduli walau bank tersebut bank besar sekelas bank BCA sekalipun.

Ini adalah kali kedua saya ada masalah dengan pihak perbankan, yang lagi-lagi dengan bank yang sama, bank BCA. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 1 Juni 2010 yang lalu internet banking BCA sempat error. Baca "Astaga, Uang Saya Raib Dari Rekening BCA!" Uang saya di rekening BCA tiba-tiba raib alias saldonya menjadi nol tak tersisa. Dan celakanya, jika ini disebabkan karena sistem banknya yang error mengapa samasekali tak ada message apa pun tentang kejadian tersebut.

Kala itu saya sempat share dan bercanda di milis Telematika, untung karena saya tak punya uang milyaran rupiah di rekening BCA sehingga tak perlu sampai shock lalu pingsan apalagi mau bunuh diri menyaksikan uang saya raib tiba-tiba dari rekeningnya, alias saldonya menjadi NOL besar. Bagaimana kalau misalnya yang mengalami kejadian itu orang yang uangnya triliunan Rupiah dan punya sakit jantung, apa tidak mati mendadak?

Dan kejadian yang saya alami hari Jumat, 5 Novemper 2010 kemarin juga hampir sama. Saya melakukan pembelian pulsa lewat ATM BCA di ATM center bank BCA pusat jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta. Rekening saya sudah didebit (dipotong), bahkan sampai dua kali tapi pulsa tak pernah nyampai atau masuk ke ponsel saya. Padahal di mesin ATM-nya pesan yang disampaikan di mesinnya jelas-jelas menyatakan transaksi tidak bisa diproses, alias transaksinya gagal.

Sekedar info aja, setelah kejadian itu hari Sabtu dan Seninnya saya kemudian mengontak ke Halo BCA. Namun sampai dengan pagi hari ini, Kamis 11 November 2010 refund atau pengkreditan kembali uang saya masih dalam proses di bank BCA. BCA memberikan batas waktu maksimal sampai 10 hari untuk memproses kesalahan ini. Hem, 10 hari sebuah waktu yang lumayan lama untuk sebuah kesalahan yang bukan disebabkan oleh saya.

Pesan saya buat Anda: Berhati-hatilah transaksi di ATM atau melakukan pembayaran transaksi dengan kartu ATM debit di merchant! Sering-seringlah cek saldo, cetak buku atau cek mutasi rekening Anda sehingga bila ada transaksi yang bermasalah cepat Anda ketahui. Atau, kalau ingin aman tidak usah menggunakan kartu ATM aja sekalian. Pakai uang tunai saja. Kecuali tentunya untuk nilai transaksi-transaksi besar baru sebaiknya Anda pakai kartu kredit atau kartu debit.



Bookmark and Share

Senin, 08 November 2010

5 Alasan Mengapa Anda Lebih Aman Menggunakan Kartu Kredit Daripada Kartu Debit

Chip Card

Banyak para penasihat keuangan yang menyarankan agar Anda tak usah menggunakan kartu kredit jika Anda memang tak benar-benar perlu atau membutuhkannya. Alasannya? Karena kartu kredit lebih banyak memberi efek mudaratnya, yaitu mendidik orang menjadi konsumtif, ketimbang asas manfaatnya. Anda ingin contoh? Coba baca artikel yang ditulis Mas Giewahyudi disini.

Selain itu, karena hampir semua Fungsi Kartu Kredit kini fungsinya sudah bisa tergantikan oleh kartu debit sehingga kalau karena alasan untuk memudahkan pembayaran tanpa perlu bawa uang tunai kemana-mana, kini kartu kredit bukan satu-satunya solusi karena kartu debit juga bisa melakukan fungsi kartu kredit.

Kedua alasan di atas memang benar, tidak salah. Namun ada sisi lain yang perlu Anda ketahui juga bahwa ternyata menggunakan kartu kredit ternyata jauh lebih aman ketimbang menggunakan kartu debit.

Hem, kok bisa? Berikut kelima alasannya. Silahkan Anda simak fakta-faktanya berikut ini:

  1. Teknologi kartu kredit lebih baik dibanding kartu debit karena sudah menggunakan chip pada kartunya, sementara kartu debit rata-rata masih menggunakan magnetic yang mudah sekali digandakan atau dibobol orang lain. Ingat kejadian maraknya Pembobolan Rekening beberapa waktu yang lau
  2. Transaksi menggunakan kartu debit langsung memotong saldo di rekening di bank Anda, sementara traksaksi menggunakan kartu kredit ada jeda waktu satu bulan sebelum transaksi ditagihkan kepada Anda. Jika terjadi transaksi ilegal pada pemakaian kartu kredit, Anda masih punya waktu untuk menyanggah sebelum transaksi tersebut Anda bayar tagihannya, sementara pada kartu debit sebaliknya uang Anda terdebet dulu dan baru bisa dikreditkan kembali setelah Anda memberikan surat keberatan kepada pihak bank.
  3. Pada kartu debit bank tertentu, saya ambil contoh bank CIMB Niaga sangat rawan untuk disalahgunakan oleh pihak lain selain pemegang kartu karena tanpa perlu PIN, tanpa perlu tanda tangan kartu bisa dipakai buat berbelanja di seluruh merchant-merchant seperti dept store dan supermarket yang menerima pembayaran dengan kartu debit.
  4. Kartu debit history transaksi harus sering Anda cek sendiri secara manual, baik lewat Internet Banking maupun cetak buku rekening ke bank Anda, sementara kartu kredit tidak karena selalu dilaporkan oleh pihak bank kepada Anda setiap bulan secara rutin bersamaan dengan billing Anda sehingga kartu kredit lebih mudah terkontrol kalau terjadi transaksi tak wajar dibanding kartu debit.
  5. Berdasarkan beberapa kasus transaksi pembayaran di merchant, kartu debit seringkali mempunyai tingkat masalah lebih banyak dibanding kartu kredit. Contoh kasus yang sering terjadi di dept store tempat saya bekerja, mesin EDC (Electronic data card) seringkali melakukan pendebetan dua kali ke rekening customer terhadap satu kali transaksi yang sama.


Jadi, pesan saya berhati-hatilah kalau Anda sering transaksi menggunakan kartu debit. Sering-seringlah mengontrol saldo dan histori transaksi Anda. Dan gantilah PIN Anda secara berkala agar aman. Terakhir, bagi pengguna kartu kredit silahkan baca tips-tips dari saya bagaimana menggunakan kartu kredit agar tak terjebak dari hutang yang akan membelit Anda. Baca "Tips Agar Terhindar Dari Belitan Hutang Kartu Kredit". Demikian sedikit tips dari saya. Semoga bermanfaat.


Sumber Foto: Chip Card



Bookmark and Share

Rabu, 03 November 2010

Mengapa Anda Perlu Membaca Cerita?

Taste

Sebagian orang menganggap membaca cerpen, novel, karya sastra atau lebih luasnya membaca sebuah cerita dianggap sebagai sesuatu yang remeh, tak penting, hanya membuang-buang waktu saja. Untuk apa baca cerita, atau baca seperti cerita curhat-curhat orang lain seperti di blog misalnya? Mending baca-baca buku How-to, tentang Tips atau tentang ilmu pengetahuan yang bisa menambah wawasan kita.

Saya ingin bertanya kepada Anda: Benarkah? Benarkah Anda juga punya pendapat seperti itu? Jika Anda menjawab "Ya" untuk apa, mungkin Anda perlu membaca kisah-kisah inspiratif dari Andy Noya di KickAndy. Betapa isi di dalam websitenya semuanya adalah tentang cerita semuanya. Tapi Anda jangan meremehkan. Cerita-cerita di KickAndy sangat inspiratif dan mencerahkan bagi siapa pun yang membacanya. Bahkan terkadang saya sampai berkaca-kaca saat membacanya tatkala kisah yang ditulis benar-benar menyentuh hati saya.

Tidak berlebihan kalau saya sebut seperti itu karena kenyataannya tulisan KickAndy banyak berisi tentang pelajaran atau nilai-nilai tentang hidup yang sekarang ini pelajaran itu mulai banyak dikesampingkan oleh sebagian besar orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Sama seperti nasib jurusan sastra dimata para orang tua modern yang dianggap hanya melahirkan sastrawan dan seniman saja, yang dianggap tak menjanjikan finansial di masa depan, dibanding jurusan kedokteran, ekonomi atau teknik.

Ada salah satu tulisan KickAndy yang cukup menohok atau menyindir saya. Judulnya: "Kaca Spion". Tulisan itu bercerita tentang kebencian KickAndy kepada orang kaya. Gara-garanya di masa kecilnya KickAndy pernah mematahkan kaca spion mobil orang kaya kemudian dia disuruh menggantinya.

Saya tak bermaksud untuk mensejajarkan diri dengan KickAndy dengan membandingkan kisah hidup saya dengan KickAndy. Saya perlu tegaskan, tidak. Saya tidak sekaya dan sesukses KickAndy. Tapi pengalaman hidup KickAndy, terutama di masa kecilnya seperti cermin buat diri saya. Mengingatkan masa kecil saya yang dulu pernah hidup sangat susah dan selalu iri kalau melihat orang kaya.

Dan cerita yang sedikit menyindir saya adalah tentang makan gado-gado itu. Gado-gado yang dulu semasa kuliah KickAndy selalu membuatnya ngiler. Namun katanya: Mengapa kini baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda? Tulisnya di KickAndy

Saat KickAndy menceritakan kegundahannya itu kepada istrinya. Istrinya hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. Dulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak. Citarasamu sudah meningkat,’’ ujarnya.

Saya jadi tercenung lama selesai membaca tulisan itu. Ingatan saya jadi melayang ke masa 12 tahun yang lalu, masa awal-awal saya bekerja. Dulu, ingat saya rumah makan Wapo di pojok dekat Unair jalan Airlangga Surabaya saya anggap sebagai tempat makan satu-satunya yang paling lezat dan tak ada duanya, selain masakannya enak juga bisa sebagai tempat asyik nongkrong karena di sana banyak cewek-cewek cantik makan di sana.

Tetapi setelah 5 tahun kemudian saya kembali ke sana mengapa citarasa masakannya berubah, saya merasa tastenya tak seenak dulu lagi. Saya baru nyadar kemudian setelah membaca kisah KickAndy tersebut. Mungkin saja selama ini saya sudah terlalu sering makan bufe di hotel-hotel berbintang, restoran mahal dan kuliner kemana-mana waktu mobile di pekerjaan saya yang sering keluar kota sehingga lidah saya pun juga ikutan berubah jadi lebih sensitif mencicipi taste (citarasa) makanan.

Hal yang sama, juga saat saya mudik lebaran ke Surabaya dan pulang ke desa saya di Lamongan. Saya merasa begitu tersiksa karena merasakan udaranya yang sangat panas, banyak nyamuk, di kedua kota itu, berbeda dengan rumah tinggal saya sekarang ini di Jogja yang sangat sejuk dan nyaman karena sudah ada AC di rumah saya.

Ya, ternyata saya juga ikutan berubah seperti KickAndy. Tubuh saya menjadi sangat manja sekarang. Mudah sekali kegerahan kalau harus hidup tanpa AC. Padahal sejak kecil selama tiga puluhan tahun saya tidur tanpa AC pun ya tak masalah. Kini, saya sudah berubah. Tak urung saya juga ikutan sedih karenanya. Semoga saya tak menjadi sombong karena perubahan ini. Semoga saya tetap punya kepekaan sosial dan rasa empati dengan kesusahan hidup orang lain.

Semoga judul di posting ini "Mengapa Anda Perlu Membaca Cerita?", bukan lagi jadi sebuah pertanyaan tapi sebuah pertanyaan sekaligus jawaban bahwa betapa perlunya kita membaca cerita, kisah-kisah hidup orang lain untuk mengingatkan diri kita. Arswendo Atmowiloto pernah menulis di bukunya betapa pentingnya kita untuk membaca karya sastra karena dalam setiap karya sastra selalu ada tawaran nilai-nilai baru yang disodorkan oleh pengarangnya. Dan katanya, tidak ada hal yang paling menyedihkan bagi kita, seorang manusia jika kita hanya mau belajar tentang hidup hanya dari pengalaman sendiri dan tak mau mencoba bercermin dan belajar dari pengalaman hidup orang lain.


Sumber Foto: Touch smell lick taste


Bookmark and Share