Kamis, 31 Desember 2009

Hadiah Tahun Baru dari Google

google page rank
Hari ini, tepatnya pagi tadi saya buka blog ini, Google Toolbar di firefox saya sudah memberitahu saya ada yang berubah pada blog ini. Yaitu tanpa terduga tiba-tiba Google melakukan update Page Rank. Hem, sebuah kejutan hadiah tahun baru dipersembahkan Google pada penghujung tahun 2009 yang sebentar lagi akan kita tinggalkan bersama malam dini hari nanti. Google update Page Rank blog ini dari PR 2 menjadi PR 3. Alhamdulillah.

Saya kemudian juga mengamati beberapa blog kawan-kawan saya, ternyata juga sama, ada yang naik kelas Page Rank-nya. Ada yang awalnya dari PR 0 menjadi PR 1, ada yang dari PR 0 tiba-tiba langsung menjadi PR 3, dan ada yang PR 4 menjadi PR 5. Wow, terima kasih Paman Google, terima kasih buat para sahabat blogroll saya yang telah memberikan backlink berkualitas untuk menopang link popularity blog ini. Juga tak lupa terima kasih buat semua pengunjung yang selalu setia datang dan datang lagi menyambangi diptara blog. Tanpa anda semua, blog ini tidak berarti apa-apa.

Buat kawan saya yang Page Ranknya tetap atau bahkan malah turun, jangan bersedih hati. Masih ada kesempatan untuk mengejarnya kembali di awal tahun 2010 nanti. Yang penting tetap semangat untuk terus ngeblog dan berbagi. Mungkin konsistensi anda untuk ajeg update posting perlu ditingkatkan lagi di 2010. Ayo tetap semangat.

Dalam kesempatan berbahagia kali ini, saya selaku admin dan sekaligus owner dari diptara blog tak lupa mengucapkan:



Happy New Year 2010.
May this new year bring us a new
spirit to reach all your dreams, good health and a happiness forever….

Selamat tahun baru 2010.
Mari kita sambut tahun baru dengan spirit dan semangat yang baru.
Happy blogging! Mari terus berbagi untuk sesama.






Bookmark and Share

Rabu, 30 Desember 2009

Tips Memilih AC Hemat Energi

AC hemat energiMindset hemat energi, yang selama ini Anda pakai, yang memandang watt saja sebagai satu-satunya acuan atau alat ukur yang menentukan sebuah peralatan listrik dikatakan hemat energi atau tidak, perlu dirubah dengan membuat ratio perbandingan dari output capacity dibanding input power consumption-nya. Demikian saya pernah menulis dalam posting 5 Pemahaman Watt Yang Keliru. Silahkan Anda baca dulu artikel tersebut bagi yang belum baca.

Masih terkait dengan postingan saya tersebut, kali ini saya akan memberikan sedikit tips bagaimana cara memilih AC yang hemat energi. Mengapa perlu saya memberikan tips ini kepada Anda? Karena semakin banyaknya merk AC yang ditawarkan produsen di pasaran, dengan berbagai harga, variasi model dan feature yang menarik, tentunya ini menuntut Anda untuk pintar dan jeli memilih mana AC yang benar-benar tepat dan bisa memuaskan Anda sebagai konsumen. Dan yang terpenting adalah tetap hemat energi.

Mumpung momennya sekarang lagi digalakkan hemat energi karena kondisi pasokan listrik PLN mengalami defisit sehingga menyebabkan pemadaman bergilir dimana-mana, maka segala usaha, meski kecil, untuk melakukan penghematan energi listrik sangat berarti di negeri ini. Kalau bukan Anda yang peduli siapa lagi.

Saya telah melakukan survey terhadap beberapa merk AC terkenal yang ada di pasaran. Silahkan Anda lihat komparasi beberapa merk AC sesuai tabel berikut ini. Klik pada gambar jika Anda ingin memperbesar tampilan tabelnya.

tips hemat energi

Berikut saya berikan tips memilih AC yang hemat energi:

Ratio output dibanding input

AC bisa dikatakan hemat energi adalah AC yang mempunyai output cooling capacity (Btu/h) dibanding power consumption (Watt) angkanya paling besar. Artinya, semakin tinggi rationya berarti AC semakin hemat dan efisien.

Pada contoh diatas maka AC merk Panasonic type Alowa ½ PK lah yang terbukti paling hemat energi dan efisien, baik secara besaran konsumsi energinya (watt) maupun besaran arus daya listrik (ampere) yang dibutuhkan. Urutan kedua disusul oleh AC LG Neo Plasma.

Dan kalau pada kelas AC yang berkapasitas 1 PK, AC LG menduduki peringkat pertama sebagai AC yang paling hemat energi. Baru kemudian disusul beberapa merk lain, berturut-turut seperti: Daikin, Sharp dan TCL.

TCL, AC ini adalah produk buatan dari Cina. Saya lihat banyak juga rumah-rumah, perkantoran, ruang-ruang mesin ATM yang menggunakan AC merk ini. TCL ini secara harga memang murah, sebagaimana ciri rata-rata produk Cina pada umumnya. Namun ternyata AC TCL ini justru yang paling boros atau tidak efisien diantara merk-merk AC lainnya.Silahkan bandingkan AC TCL kapasitas 1 PK ternyata cooling capacitynya tidak jauh beda dengan merk Panasonic yang kapasitasnya cuma ¾ PK, bukan?

Sesuaikan capacity dengan kebutuhan

Sebelum membeli AC Anda harus tahu berapa luas ruangan yang akan didinginkan oleh AC. Dan rasio untuk mengukur kebutuhan ideal sebuah ruangan adalah sekitar 600 BTU/jam/m2, dengan catatan tinggi ceiling standart (kurang dari 3 meter). Contoh, jika luas ruangan kamar Anda misalnya ukuran 3 X 3 = 9 m2 maka kebutuhan AC-nya adalah sekitar 9 X 600 = 5.400 BTU/h atau 1.58 kW ( 1 kW = 3.412,14 BTU/h) atau setara dengan ½ PK.

Mengapa rasio kebutuhan dan kapasitas ini juga perlu diperhatikan? Karena kalau unit AC terlalu besar misalnya malah akan menyebabkan mubazir dan pemborosan energi karena AC malah lebih sering mati hidup terus menerus dengan frekuensi cukup tinggi. Sebaliknya, jika kapasitas AC terlalu kecil dari kebutuhan luas ruangan yang didinginkan akan menyebabkan AC kerjanya super ekstra dan tidak pernah mati atau cooling down.

Pilih AC dengan refrigerant yang ramah lingkungan

Pilihlah AC dengan refrigerant yang ramah lingkungan, seperti refrigerant dari jenis hidrokarbon. Jangan menggunakan AC dari refrigerant jenis freon. Karena refigerant dari hidrokarbon selain ramah lingkungan dan sangat mendukung pencegahan terhadap pemanasan global, juga terbukti lebih hemat energi sekitar 20% s/d 30% dibanding AC dengan refrigerant freon.

Demikian sedikit tips dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat. Jika ada tambahan, pertanyaan atau komentar silahkan Anda tambahkan di kolom komentar, terima kasih.



Bookmark and Share

Minggu, 27 Desember 2009

Pentingkah Mencantumkan About Me dalam Blog?

About Me
About Me atau About Us, siapa yang tidak pernah membaca halaman tentang saya yang menceritakan indentitas seorang blogger, yang biasanya dicantumkan di sebuah blog atau website? Biasanya linknya dipasang berderet di header blog dengan anchor text seperti: Home, Contact, Link, FAQ, Sitemap dll. Pertanyaan saya, pentingkah halaman About Me dicantumkan dalam sebuah blog? Mungkin diantara anda ada yang menjawab penting, tapi saya yakin ada juga yang menjawab tidak penting. Mengapa ada yang menjawab tidak penting? Karena tidak semua kawan blogger prakteknya mau mencantumkan halaman About Me dalam blognya. Kalau pun ada prakteknya tak jarang masih belum begitu jelas siapa profile atau identitas dari pemilik blognya.

Lewat posting ini saya tidak ingin memperdebatkan dengan anda tentang penting apa tidak penting perlunya mencantumkan halaman About Me ini di blog. Saya hanya ingin mengajak anda menyimak beberapa ulasan berikut ini terkait dengan About Me. Silahkan disimak ulasan saya berikut ini.

Apresiasi dari Google

Anda boleh saja meremehkan halaman About Me sebagai sebuah halaman yang tidak terlalu penting, hanya berisi basa-basi penulis blognya, bukan berisi artikel yang sangat menarik minat anda, tetapi menurut Google ternyata halaman About Me sama pentingnya dengan halaman sitemap yang menurut beberapa pakar Internet Marketing atau beberapa web master diwajibkan agar dicantumkan di sebuah blog atau website agar memudahkan Google dalam mengcrawler blog anda sehingga blog cepat terindex. Sekedar bukti saja bahwa About Me ternyata dianggap penting dimata Google, silahkan cek Page Rank halaman About Me diptara blog. Ternyata (saat posting ini) Google memberikan apresiasi PR 1 buat halaman About Me blog saya sehingga menjadi bagian pilar artikel blog ini. Baca juga artikel saya Pillar Article for Page Rank.

Fiksi atau nonfiksi

Anda belum bisa membedakan tulisan fiksi dan nonfiksi? Silahkan baca dulu tulisan Jonru disini. Terkait dengan fiksi dan nonfiksi, mengapa beberapa media, baik versi cetak dan versi elektoniknya di internet selalu mencantumkan nama dan apa latar belakang penulis dalam setiap kolom opini artikelnya? Pertanyaan ini mungkin sama dengan mengapa pada karya semacam artikel, opini, resensi buku, karangan ilmiah, skripsi, tesis, berita di koran/majalah/tabloid, film dokumenter, dll selalu mencantumkan siapa penulis dan daftar pustaka sumbernya. Jawabannya kurang lebih adalah sebuah tulisan nonfiksi (artikel blog adalah termasuk kategori tulisan nonfiksi) harus bisa dipertanggungjawabkan oleh penulisnya. Maka pencantuman siapa dan apa latar belakang penulisnya menjadi sesuatu yang sangat perlu, bahkan menurut saya malah wajib harusnya disertakan. Dan sebaliknya, jika tulisan anda di blog hanya sebuah karya fiksi, rasanya tidak penting mempertanggungjawabkan sebuah produk imajinasi anda dengan repot-repot menulis About Me.

Personal Branding

Personal Branding, beberapa kawan blogger ada yang membuat ini sebagai salah satu tujuan dia ngeblog. Apakah salah satunya termasuk anda? Jika ya berarti pencatuman anda siapa dalam halaman About Me blog, tentunya menjadi sebuah kebutuhan wajib yang perlu dicantumkan. Terdengar lucu kan kalau maksud anda untuk membranding diri tapi siapa diri anda tidak disebutkan? Sudah pasti tujuan anda tidak akan mengena sasaran.

Trust

Berbicara Trust, sedikit saya kutip tulisan dari blog Ndoro Kakung. Menurut pakar teori pemasaran Hermawan Kartajaya, kata beliau di era media sosial ini, narablog atau blogger adalah salah satu kunci mendekati konsumen karena opini mereka dipercaya oleh pembaca. Suara blogger bahkan lebih dipercaya ketimbang klaim sebuah merek.Survei perilaku blogger oleh Indopacific Edelman pada bulan Juni lalu mendukung pendapat Hermawan. Menurut survei tersebut, blog menempati peringkat keempat sumber informasi yang dapat dipercaya setelah koran, portal berita, dan televisi. Pertanyaan saya, bisakah anda mempercayai sebuah artikel seorang blogger kalau anda sendiri tidak kenal atau tak tahu jelas siapa yang menulis, misal apa latar belakang pendidikannya, apa profesinya, apa bidang keahliannya? Jangan-jangan karena saking absurdnya siapa yang nulis ternyata anda hanya berhadapan dengan seekor anjing. He…. He….Demikian sebuah guyonan seorang kawan blogger saya di blognya.

Pengarang buku

Anda gemar membaca buku? Perhatikan hampir setiap buku pasti mencantumkan biografi singkat dari siapa pengarangnya. Lantas apa hubungannya buku dengan blog? Ada, seperti halnya buku jika sebuah tulisan sangat menarik atau mengesankan para pembacanya maka siapa penulisnya menjadi sesuatu yang membuat penasaran dan dicari oleh para pembacanya. Demikian halnya tulisan di blog, kurang lebih halaman About Me fungsinya juga sama seperti itu.

Krisdayanti

Apakah anda berencana menulis biografi seperti biografi Krisdayanti yang pernah menggegerkan itu? Apakah anda adalah salah seorang publik figure? Jika ya, saran saya jangan menceritakan diri anda terlalu banyak dalam About Me. Mengapa? Saatnya nanti anda bisa jual tulisan tersebut dalam sebuah buku biografi anda.

Undang- Undang ITE

Anda termasuk blogger yang takut dengan undang-undang ITE, khususnya Pasal 27 ayat 3 yang mengekang kebebasan anda untuk berekspresi? Dan merasa tidak nyaman untuk menulis kalau mencantumkan About Me di blog? Jika jawabnya ya, anda termasuk yang tidak perlu mencantumkan About Me dalam blog. Tetapi, ada tetapinya ini. Anda tidak mau kan dicap sebagai seorang pengecut yang bisanya hanya lempar batu sembunyi tangan, bukan? Nah, pemcatuman About Me, setidaknya untuk menegaskan bahwa anda bukan termasuk golongan orang yang seperti itu.

Setelah anda baca ulasan ini, anda akan jadi sedikit lebih mengerti mengapa dan untuk apa sebuah identitas atau About Me ada dalam blog. Dan selanjutnya, pertanyaan: Pentingkah Mencantumkan About Me dalam Blog? Semoga bukan lagi sebuah pertanyan yang butuh jawaban tapi hanya pertanyaan retorik yang anda sendiri sudah tahu jawabannya.



Bookmark and Share

Jumat, 25 Desember 2009

7 Tips Memilih Template Blog

template blog gratisTemplate blog gratis, siapa yang tidak mau dengan barang gratisan? Namun karena saking banyaknya template blog gratis yang tersedia di internet, menuntut anda agar pintar-pintar memilih mana template blog yang paling cocok dan sesuai, yang dapat memenuhi keinginan anda sebagai blogger. Karena template yang menarik, terutama secara visual masih menjadi salah satu pilihan para blogger yang ingin memiliki blog yang menarik.

Tetapi, menarik saja, tentu saja tidak cukup jadi bahan pertimbangan anda untuk memutuskan memilih sebuah template, karena banyak faktor lain yang perlu juga anda pertimbangkan dalam memutuskan apakah sebuah template cocok buat blog anda apa tidak. Dan berikut ini saya berikan beberapa tips untuk memilih sebuah template blog:

1. Letak kolom artikel

Mau seperti apa model templatenya, usahakan agar model kolom templatenya memposisikan posting artikelnya berada pada posisi sebelah paling kiri. Jangan berada ditengah apalagi sebelah kanan. Mengapa harus disebelah kiri artikelnya? Alasannya, pertama, karena kalau mengacu pada kaidah SEO (search engine optimization) robot search engine dalam menelusuri sebuah halaman website atau blog dimulai dari kiri baru ke kanan. Dengan menaruh di sebelah kiri maka anda sudah memberikan kemudahan pada robot search engine untuk menelusuri artikel yang menjadi kekuatan dari blog anda. Kedua, kecenderungan manusia secara umum mulai melihat atau membaca tulisan kebanyakan dimulai dari sebelah kiri baru ke kanan. Nah, tentu saja anda tidak ingin kan pengunjung blog anda datang tanpa membaca postingan tapi langsung pergi begitu saja karena ngeklik lihat banner menarik partner anda yang nampang disana. Kecuali kalau banner itu yang memang menjadi tujuan anda agar diklik.

2. Pilih template 3 atau 4 kolom

Mengapa harus memilih template dengan format 3 atau 4 kolom, dan bukan yang 2 kolom saja? Ini alasannya, dengan memilih banyak kolom maka memudahkan anda untuk mengeksplorasi blog. Misalnya memasang beberapa widget semacam: Script iklan adsense, banner, widget statistik dll yang kecenderungan akan anda pasang suatu saat untuk mempercantik atau mengoptimalkan blog anda.

3. Compatible dengan semua browser

Tidak semua template bisa compatible atau friendly dengan semua browser yang ada. Ada template blog yang cukup bagus, sempurna tampilannya jika dibuka dengan browser Firefox misalnya, tapi tidak cukup bagus atau malah morat-marit tampilannya jika dibuka pakai browser Opera. Nah, dengan memilih dan menguji template yang friendly terhadap semua browser, minimal paling tidak dengan 3 besar browser seperti Firefox, Opera dan Internet Explorer, maka blog anda akan selalu tetap tampil cantik apapun browser yang dipakai para pengunjung blog anda.

4. Compatible dengan versi mobile

Dengan makin banyaknya pemakai mobile phone cerdas semacam BlackBerry, iPhone, dan smartphone lainnya maka satu yang harus dipikirkan adalah semakin banyak juga pengunjung blog yang datang menggunakan ponselnya untuk mengunjungi blog anda, maka sebaiknya anda pilih template blog yang juga bisa tampil sempurna saat diakses menggunakan browser versi mobile semacam Opera Mini atau browser dari bawaan ponselnya. Mungkin agak susah mencari template blog seperti ini karena rata-rata template blog hanya support buat browser komputer saja. Sebagai alternatif anda bisa install plugin mobile edition theme pada engine blog anda.

5. Tidak terlalu berlebihan tema templatenya

Sebuah template blog yang simpel alias sederhana, contoh lihat website Google, lebih nyaman dilihat mata pengunjung dibanding template blog yang terlalu ramai, penuh pernak- pernik dengan background pattern yang berwarna-warni, font yang tidak standart dsb. Karena pada intinya pengunjung datang untuk membaca artikel atau melihat postingan anda, bukan untuk melihat dan mengagumi design wah yang menjadi template blog anda. Mungkin saat pertama kali berkunjung, pengunjung blog bisa terkagum-kagum melihat blog anda yang designnya mewah. Tapi apakah pengunjung masih terus terkagum-kagum pada kunjungan ke-2, ke-3 dst? Tidak bukan? Kecuali kalau anda menghendaki mereka untuk tidak datang lagi berkunjung, itu lain soal.

6. Mewakili tema blog

Ada beberapa template blog gratis yang dibuat oleh pembuatnya untuk menyasar blog dengan tema tertentu. Misal tema military, musik, photography dll. Disamping juga anda template blog yang bersifat universal, cocok buat semua tema blog. Jika anda menghendaki template blog yang spesifik maka pilihlah template blog yang bisa mewakili tema dari blog anda. Dan sebaliknya, jangan gunakan template blog yang sama sekali tidak nyambung dengan tema blog anda.

7. Pilih template berbayar

Jika anda menghendaki sebuah template unik, lain daripada yang lain atau jarang dipakai blog lain maka pilihan pada template berbayarlah yang bisa mengakomodir keinginan anda tersebut. Karena pada template blog berbayar sudah pasti hanya dipakai oleh anda sendiri atau hanya sebagian kecil blog saja. Atau anda bisa juga menyewa jasa web designer yang banyak sekali menawarkan jasanya di internet untuk membuatkan template khusus buat anda.

Demikian beberapa tips dari saya. Mudah-mudahan tips ini bermanfaat buat anda, terima kasih.




Bookmark and Share

Rabu, 23 Desember 2009

Simbiosis Mutualisme Dalam Blog

simbiosis mutualisme

Simbiosis Mutualisme, Anda masih ingat dengan salah satu pelajaran biologi yang menerangkan hal ini, kan? Kalau saya kutip artinya dari Wikipedia, bisa baca disini, Simbiosis Mutualisme, artinya kurang lebih adalah hubungan sesama mahkluk hidup yang saling menguntungkan kedua pihak. Contohnya ada pada hubungan beberapa mahluk hidup seperti berikut ini:



  • Ikan Remora dan Ikan Hiu

  • Bunga Sepatu dan Lebah

  • Burung Jalak dan Kerbau

  • Kupu-kupu dan bunga.


Sekarang, lupakan dulu pelajaran biologi tersebut. Mari saya akan berbagi pengalaman saya yang ada kaitannya dengan Simbiosis Mutualisme seperti dalam mahluk hidup tersebut, tapi ini terkait dengan ilmu SEO (search engine optimization) dalam blog. Begini ceritanya, awalnya saya menemukan ini tanpa sengaja, yaitu jejak Feedjit sudah memberi tahu saya ada sebuah pengunjung blog saya datang dari search engine Google dengan kata kunci “foto Badai Salju di Amerika dan Eropa”, tidak tanggung-tanggung Google sudah melisting blog saya masuk dalam urutan ke-6 (masuk 10 besar Google) dari hasil pencarian total sebanyak 5.760 website di internet yang memuat kata kunci tersebut. Lucunya, saya sama sekali tidak pernah posting artikel dengan topik tersebut di blog saya. Aneh, kan?

Dan sebelum-sebelumnya saya juga pernah menemukan hal serupa, ada pengunjung datang dari search engine dengan kata kunci tertentu, maaf saya lupa apa kata kuncinya, tapi yang jelas kata kuncinya sama sekali tidak nyambung atau ada hubungannya dengan posting artikel di blog saya. Ini benar-benar aneh, pikir saya waktu itu. Sampai-sampai pikiran saya tentang ramalan akan kematian SEO sudah semakin dekat melintas kembali dalam benak saya. Betapa tidak? Sekarang ini, karena sudah terlalu banyak yang melakukan cara-cara curang black hat SEO maka Google seringkali menampilkan informasi yang tidak relevan dalam pencariannya. Anda tentu pernah kan mengalami seperti ini? Hasil pencarian tidak relevan dengan apa yang kita cari.

Balik lagi ke pokok bahasan Simbiosis Mutualisme tadi. Selidik punya selidik akhirnya saya baru “ngeh” apa yang yang menjadi penyebab mengapa blog saya bisa muncul di 10 besar Google dengan kata kunci yang tidak relevan dengan artikel postingan saya. Ini jawabannya. Gara-garanya adalah salah satu sahabat di blogroll saya, Ruang Hati, menulis artikel tersebut di blognya. Lho, kok bisa? Gimana caranya, kok bisa nyasar ke blog saya dulu dan bukan malah diarahkan oleh Google ke blog kawan saya langsung? Mungkin anda bertanya demikian. Hem, ternyata ini rahasia yang menjadi penyebabnya. Karena Preview Latest Update judul blog kawan saya tersebut mejeng di sidebar blogroll saya. Hal ini ternyata diendus oleh robot Google sehingga blog saya dianggap relevan dengan kata kunci tersebut.

Nah, ini adalah sisi yang tentu saja sangat menguntungkan buat blog saya, saya mendapatkan traffic gratis dari search engine tanpa melakukan usaha apa-apa. Menyenangkan, bukan? Dan kini tentu anda akan berpikir lagi, lantas apa ada sisi menguntungkan buat blog sahabat saya? Saya jawab ada. Karena seringkali saya juga menemukan, lagi-lagi dari jejak Feedjit yang sudah memberitahu saya, seringkali pengunjung yang datang ke blog saya juga pergi meninggalkan blog saya lewat klik pada link dari Preview Latest Update judul blog sahabat saya yang nampang di sidebar blog saya.

Sedikit akan saya ulas masalah Preview Latest Update pada blogroll ini, sengaja memang setting blogroll saya saya customize dengan menampilkan Preview 10 Latest Update judul blog sahabat saya dengan menampilkannya secara bergiliran berdasarkan update terbaru postingnya. Siapa yang sering atau baru update blog, otomatis sering mejeng di 10 besar blogroll di sidebar saya. Dulu saya berpikir dengan pertimbangan bahwa setting seperti ini lebih fair menurut saya ketimbang setting urut sesuai alphabetic (abcd) atau urut sesuai urutan waktu dari sahabat yang lama ke yang baru. Karena apa? Karena tentu saja yang rajin posting akan dapat appresiasi lebih dibanding dengan yang jarang update. Dan keuntungan bagi saya sendiri setiap kali saya online di blog saya, saya bisa tahu blog-blog sahabat saya yang mana aja, yang barusan update blognya, sehingga memudahkan saya sekaligus memberikan prioritas kepada saya mana yang lebih dulu harus saya kunjungi setiap harinya. Tips buat para sahabat saya: Buatlah judul yang menarik dan memancing agar saya dan pengunjung blog saya terpancing untuk datang ke blog anda.

Sekarang, boleh saya ambil sebuah kesimpulan bahwa hal seperti ini juga termasuk Simbiosis Mutualisme. Karena terjadi hubungan kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Dan anda boleh saja melakukan hal yang sama seperti yang sudah saya lakukan agar blog anda mendapatkan traffic gratis dari search engine. Dan terakhir, ini yang penting: "Pemilihan judul yang tepat dan mengandung kata kunci, serta kalau bisa yang sedikit memancing sangat berperan dalam ilmu SEO".

Demikian, mudah-mudahan sharing pengalaman ini bisa bermanfaat juga buat anda, terima kasih.



Bookmark and Share

Senin, 21 Desember 2009

Benarkah Backlink dari Blog Dofollow bisa Menaikkan PR?

DofollowBanyak kawan blogger yang berlomba-lomba mencari Backlink dengan berkomentar kedalam sebuah blog yang punya Page Rank tinggi dengan tujuan implisit agar mendapatkan backlink yang berkualitas atau link love sehingga bisa menaikkan Page Rank blog dia sendiri. Benarkah cara ini sangat efektif untuk bisa menaikkan Page Rank blog kita? Benarkah cara ini satu-satunya cara yang paling mudah untuk mendapatkan apresiasi PR tinggi dari Google? Baiklah, nanti kita ulas sama-sama apakah benar demikian adanya.

Mencari dan meninggalkan backlink dari sebuah blog, terutama yang dofollow memang kenyataannya banyak dilakukan oleh kawan-kawan blogger, terutama yang newbie, yang lagi getol untuk mengejar PR tinggi, sehingga karena saking banyaknya kawan blogger yang mengejar Page Rank ini, sering yang terjadi banyak yang melakukan dengan cara-cara kurang etis, yaitu dengan nyepam sana-sini. Kalau anda adalah pemilik blog dofollow tentu sangat paham hal ini, makanya beberapa kawan blogger kebanyakan memasang moderasi comment pada blognya untuk menfilter komentar spam ini. Dan inilah salah satu alasan saya mengapa sampai dengan hari ini, saat saya posting ini, blog ini tetap saya pertahankan nofollow. Saya tidak ingin direpotkan dengan harus memoderasi komentar serta harus mendelete banyaknya komentar spam yang masuk.

Kembali sekarang ke topik persoalan. Benarkah backlink komentar dari blog yang dofollow sangat efektif untuk bisa menaikkan Page Rank blog kita? Sebelum berbicara efektif apa tidak, sebaiknya anda baca dulu dan pahami, ulasan saya berikut ini. Dan memang faktanya tidak semudah itu bisa menaikkan PR dengan cara ini karena masih ada beberapa kriteria dan fakta yang mengganjal seperti berikut ini:

Kualitas link

Semakin tinggi PR yang anda inginkan pada blog anda, maka semakin banyak backlink yang harus didapat. Dan tentunya, ini perlu kerja ekstra dan tidak mudah mencari blog ber-PR tinggi di internet, terutama blog-blog yang ber-PR 3 keatas dan yang dofollow. Kalaupun ada tidak jarang tahu-tahu blognya sudah balik berubah jadi nofollow kembali karena terlalu ramai dibombardir spam.

Jumlah link dalam komentar

Backlink menjadi efektif dan sangat diperhitungkan Google apabila pengomentar di blog dalam suatu posting tidak lebih dari 10 pengomentar. Dan prakteknya, agak susah sepertinya mencari blog dofollow yang isi komentarnya ada dibawah 10. Terutama untuk blog yang ber-PR 3 keatas.

PR homepage tidak sama dengan artikelnya

Banyak kawan blogger yang langsung memvonis kalau PR sebuah blog tinggi maka otomatis kualitas backlink dari blog itu ikut tinggi. Apa benar? Jawabnya, tergantung, kalau PR tinggi itu ada pada setiap artikel postingnya, ya efektif. Tapi kalau PR artikelnya hanya 0 dan yang PR tinggi itu hanya di homepagenya saja (halaman depan), ya percuma. Ada efeknya tapi kecil sekali karena backlinknya tetap sama saja, kurang berkualitas.

Nah, anda sekarang paham, kan bahwa cara meninggalkan backlink dalam komentar di blog dofollow ternyata tidak terlalu efektif, bukan? Kalau saya boleh berpendapat, malah tidak sebanding dengan capeknya untuk browsing, blogwalking, membaca dan memahami artikelnya terus mikir untuk nulis kata-kata apa buat komentarnya. Mending energinya dialihkan buat mikir nulis buat postingan blog sendiri. Betul tidak?

Dan berikut adalah cara-cara efektif untuk menaikkan PR berdasarkan pengalaman saya sendiri serta pengamatan saya pada blog- blog blogger lain yang ber-PR tinggi:

  • Posting sebanyak-banyaknya artikel pilar di blog. Apa artikel pilar? Silahkan baca artikel saya Pillar Article for Page Rank kalau ingin tahu.

  • Ajeg atau rutin mengisi content artikel blog setiap harinya. Syukur-syukur bisa 3 sampai 4 artikel setiap harinya maka akan semakin cepat ber-PR tinggi.

  • Mengajak Tukar Link dengan blog-blog yang ber-PR tinggi atau ramai pengunjungnya. Dan ingat, pastikan link kita ditaruh di sidebar halaman utamanya atau boleh ditaruh di halaman lain tapi pastikan masih tinggi PR-nya.

  • Kebalikan dari point ke-3 diatas, jangan sekali-kali menerima tukar link dengan blog yang belum ber-PR, alias PR 0. Karena berpengaruh terhadap penurunan PR blog anda sendiri. Anda boleh tukar link tapi harus dengan blog yang minimal PR-nya 1.

  • Menulis sebanyak-banyaknya artikel serta menaruh one way link back menuju blog kita ke beberapa website directory artikel yang ber-PR tinggi.

Demikian kurang lebihnya, mudah-mudahan info ini bermanfaat, jika ada yang terlewat atau perlu ditambahkan, saya persilahkan tinggalkan dalam kolom komentar, terima kasih.


Bookmark and Share


Kamis, 17 Desember 2009

Antara Luna Maya, Etika dan Keyboard Rusak

Luna Maya

Antara Luna Maya, Etika Rusak dan Keyboard Rusak. Sebenarnya awalnya saya mau pakai judul dengan ada kata yang dicoret ini sebagai judul postingan ini, biar agak ngeflame gitu, tapi saya urungkan niat saya. Saya ngeper, nanti dibilang tidak berEtika lagi, seperti kasus Luna Maya di Twitter yang lagi hangat-hangatnya sekarang ini ditrending di Twitter. Bahkan di beberapa blog kawan saya malah sudah dibahas dalam postingan khusus. Baca di blognya Ndoro Kakung disini salah satunya.

Saya tidak akan posting panjang lebar membahas Luna Maya. Mungkin sedikit saya ulas sebagai latar belakang saja. Dan kali ini yang ingin saya bahas adalah tentang keyboard rusak yang ada kaitannya dengan Etika Berkirim Email, seperti posting saya sebelumnya. Silahkan baca disini dan juga disini kalau anda belum baca, karena pada posting kali ini, setidaknya ada benang merah yang saling menghubungkannya dengan kedua posting saya terdahulu.

Berbicara di dunia maya, baik di milis atau di social media seperti Facebook dan Twitter kadang orang suka lupa, tidak sadar, menyepelekan sesuatu dan melupakan etika. Contoh pertama, kasus misuh-misuh umpatan Luna Maya ke infotainment di Twitter baru-baru ini. Dengan mengumpat di Twitter apalagi orang sekelas artis terkenal seperti Luna Maya, yang punya follower sampai 125 ribu orang maka dia bak berteriak pakai megafon yang didengarkan oleh ribuan orang penggemarnya.

Itulah kehebatan Twitter kalau kita punya follower yang jumlahnya cukup banyak. Sekali update status, infonya langsung membroadcast ribuan follower yang menjadi pengikut kita. Anda bisa bayangkan sendiri kalau isi statusnya itu adalah sebuah hujatan, betapa dahsyat respondnya nanti yang akan diberikan para follower anda. Dan ini sudah dibuktikan oleh Luna Maya. Anda ingin membuktikan? Saran saya jangan, karena Luna Maya sekarang dituntut oleh PWI gara-gara ulahnya tersebut.

Dan ini contoh yang kedua, ada sebuah peristiwa menarik di salah satu milis yang saya ikuti. Ceritanya ada diskusi menarik membahas masalah hukum di negeri ini yang kaitannya dengan undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang terkait dengan kasus email Prita Mulyasari. Diskusinya cukup seru. Karena saking serunya sudah hampir mengarah ke debat panas sehingga ada kesalahan sedikit saja, yaitu salah satu author email milis ada yang kirim email seluruh kata-katanya menggunakan huruf Caps Lock semua, terkena tegur moderator. Kawan saya tersebut kemudian meminta maaf dan menjelaskan kalau keyboard komputernya sedang mengalami kerusakan pada tombol Caps Lock-nya.

Saya berharap ini memang hanya karena faktor keyboard rusak saja, bukan karena faktor yang disengaja atau karena tidak tahu etika. Anda tahu, kan nulis pakai huruf kapital diemail bisa diartikan marah-marah? Lalu diantara perdebatan tersebut salah satu author milis lainnya memberikan pertolongan pertama pada keybord rusak buat kawan milis saya tersebut dengan ngeshare, memberikan software freeware keyboard portable.

Saya termasuk orang yang ndeso, ada juga toh ternyata software semacam itu di internet? He….He….. Atau jangan-jangan anda juga belum tahu juga sama seperti saya? Tidak usah sungkan atau pekewuh mengakuinya. Kalau ada tertarik dan ingin melihat silahkan download softwarenya kemudian install di komputer anda. Siapa tahu suatu saat berguna dan anda butuhkan untuk memberikan pertolongan pertama pada keyboard anda yang tiba-tiba rusak ngadat seperti komputer kawan saya tersebut.

Setelah saya menjajal install software On-Screen Keyboard Portable ini, nama aplikasi software ini, di notebook saya, berikut saya berikan review saya tentang software ini sebagai berikut:


• Ringan. Seperti ciri jenis software portable umumnya, besar filenya cukup kecil, hanya 555 KB. Dan setelah diinstall di komputer, software ini foldernya makan space tidak lebih dari 350 KB.

• Interface sederhana. Tampilan dari software ini juga sederhana, yaitu mirip keyboard Qwerty pada umumnya, tapi tampil secara virtual on screen di layar monitor komputer.

• Mudah. Pengoperasian software On-Screen Keyboard Portable ini juga sangat mudah. Anda tinggal klik tombol-tombolnya pakai mouse komputer anda maka tuts-tuts keyboard virtualnya akan merespond dengan menuliskannya secara otomatis ke jendela word prosesor yang sedang anda buka atau email yang sedang melakukan compose surat baru.

Gimana, anda tertarik dengan software ini? Jika tertarik, berikut saya berikan linknya untuk mendownload software On-Screen Keyboard Portable ini. Silahkan anda unduh langsung ke situs pembuatnya, klik disini. Demikian info saya dan mudah-mudahan kedua pelajaran ini bisa kita ambil manfaatnya agar kita tidak disebut sebagai orang yang kurang beretika, terima kasih.



Bookmark and Share

Senin, 14 Desember 2009

Pillar Article for Page Rank

Page RankMeski saya sudah cukup lama mendalami dan belajar apa itu ilmu SEO (search engine optimization), tapi sampai dengan hari terkadang saya masih tetap belum mengerti betul apa yang menjadi algoritma Google dalam menentukan Page Rank sebuah blog atau website. Mengapa? Karena kriteria Google dalam menentukan sebuah Page Rank terkadang sering bertentangan antara sudut pandang kita sebagai manusia dengan cara pandang robot spider Google. Bahkan dengan Alexa saja yang sama- sama punya tujuan yang sama, yaitu sama- sama merangking sebuah website berdasarkan kepopulerannya di dunia maya, keduanya sering saya lihat tidak nyambung. Baca artikel saya Rahasia Rangking Alexa dan Google PR.

Masih terkait dengan Page Rank ini, saya akan berbagi pengalaman saya. Pertama, salah satu cara diantara sekian cara untuk mendongkrak Page Rank blog adalah dengan membuat beberapa sub domain pada blog atau website utama kita. Cara ini katanya cukup jitu untuk mendongkrak Page Rank blog yang menjadi domain utama kita dimata Google. Tapi syaratnya, sub domainnya juga harus di-optimasasi agar berPage Rank juga sehingga bisa mendongkrak domain utamanya. Contoh, karena saking banyaknya blog yang mengekor menjadi sub domain blogspot com dan wordpress com maka kedua website ini punya Page Rank yang cukup tinggi. Blogspot com saat saya posting artikel ini ber-Page Rank 6 dan Wordpress com ber-Page Rank 9.

Pengalaman kedua, kalau berbicara kepopuleran, yang dalam kaitannya buat meningkatkan traffic pengunjung yang datang ke blog, ada sebuah cara agar blog kita menjadi populer, banyak traffic, dan ber-Page Rank tinggi, yaitu dengan memposting sebanyak-banyaknya artikel pilar atau artikel- artikel yang berkualitas yang bisa menopang kepopuleran blog sehingga mendatangkan banyak banjir pengunjung ke blog kita.

Dari kedua pengalaman saya tersebut akhirnya saya bisa simpulkan demikian, mungkin inilah salah satu diantara sekian penyebab yang menyebabkan blog ini akhirnya bisa ber-Page Rank dan Alexa Rangkingnya terus dan terus naik peringkatnya hampir tiap hari, yaitu karena ada beberapa artikel saya yang menjadi pilar blog ini. Karena mungkin artikel saya ini dianggap punya kualitas kepopuleran di mata Google. Apa saja artikel tersebut? Berikut daftar 6 artikel posting saya yang ber-Page Rank dan menjadi pilar utama penopang Page Rank Diptara blog:


  1. PLN Mengalami Krisis Daya Pelanggan Dikondisikan Agar Naik Daya.

  2. PLN Mengalami Krisis Daya Pelanggan Dikondisikan Agar Naik Daya II.

  3. About Me.

  4. 9 Jangan Yang Harus Dihindari Di Dunia Blogging.

  5. Tukar Link.

  6. Bagaimana Jika Kehilangan Ide Menulis.



Silahkan anda cek dengan klik linknya satu persatu, dan buktikan sendiri Page Ranknya dari ke-6 artikel tersebut. Beberapa artikel, yaitu artikel nomor 4, 5, dan 6 saat saya posting ini malah sudah ber-Page Rank 2, bisa menyamai Page Rank homepagenya sendiri.

Nah, sebelum saya akhiri posting ini saya ada sebuah pertanyaan yang menggelitik saya. Pertanyaan yang menguatkan opini saya bahwa algoritma Google tidak semudah itu bisa ditebak dan dapat dipahami oleh kita, manusia. Contoh, saya punya beberapa artikel populer, diluar yang saya sebutkan diatas. Salah satunya artikel yang sangat populer dan menjadi Popular Post blog ini adalah artikel 10 Fakta Tentang PLN Yang Perlu Anda Tahu. Artikel ini sudah mencapai impression dan dibaca sebanyak total 1.200 pengunjung hanya dalam waktu cuma 3 minggu. Dan karena cukup populer, setidaknya sudah saya temukan 7 blogger secara diam-diam sudah men-Copas artikel tersebut, dan juga ada salah satu anggota forum, yaitu di forum detik, baca disini sudah ngeshare artikel tersebut. Baca juga artikel saya Getah Kepopuleran untuk mengetahui siapa-siapa saja yang sudah men-Copasnya.

Pertanyaan saya: Mengapa artikel itu tidak ber-Page Rank dan tetap dianggap tidak populer di mata Google? Padahal kriterianya dari sudut pandang manusia sudah sangat memenuhi syarat kalau dianggap sebagai posting berkualitas pilar. Ada yang tahu kira-kira jawabannya apa? Monggo saling sharing saja, terima kasih.




Bookmark and Share

Minggu, 13 Desember 2009

PLN Krisis, Yuk Kita Ramai-Ramai Naik Daya Agar Hemat

Naik daya, kok malah hemat? PLN Krisis daya, kok malah tambah mengajukan naik daya? Mungkin itu pertanyaan-pertanyaan anda barangkali saat membaca judul artikel ini. He… He….Ngeflame banget ya judulnya? Tapi ini benar, lho ini bukan omong kosong karena saya bisa jelaskan dengan angka-angka betapa saya tidak sekedar mengada-ada. It is real!

Pada Desember 2008 tahun lalu saya pernah posting artikel dengan tema seperti ini, baca PLN Mengalami Krisis Daya Pelanggan Dikondisikan Agar Naik Daya silahkan klik disini kalau anda belum membacanya. Pada artikel tersebut saya pernah menganalisa, hitung-hitungan, khususnya pada kategori tarif pelanggan golongan tarif R1 900 VA dan 1300 VA (pelanggan rumah tangga). Saya menemukan ada kebijakan timpang yang dilakukan oleh PLN yang merugikan kita sebagai pelanggan listrik.

Apa ketimpangan tersebut? Mari silahkan disimak penjelasan saya berikut ini. Saya akan jelaskan perhitungan dengan membandingan antara tarif Menyala pada daya golongan R1 900 VA dengan tarif TDL 2003 yang masih berlaku hingga sekarang, pada golongan daya R1 1300 VA keatas.

Saya ambil contoh jika sambungan daya rumah anda pakai R1 900 VA otomatis TDL yang diberlakukan adalah Tarif Menyala, yaitu seperti Tarif Multiguna pada golongan pelanggan Bisnis atau Industri, dengan memakai single tarif. Tarifnya adalah Rp 720 per KWH. Dan jika pemakaian listrik rumah anda sebulan sudah lebih dari 155 KWH per bulan maka Tarif Menyala sangat merugikan kita. Jadi ada baiknya anda bersiap-siap untuk mengajukan naik daya ke PLN dari 900 VA ke 1300 VA. Silahkan lihat komparasi perbandingannya sesuai tabel berikut:

Hemat EnergiDari tabel tersebut jelas, kan kalau semakin tinggi pemakaian listrik anda maka akan lebih hemat menggunakan daya R1 1300 VA daripada 900 VA.

Sekarang kita hitung-hitungan sekalian dengan BEP-nya jika kita hendak mengajukan naik daya. Contoh saja rumah anda misalnya sambungan dayanya R1 900 VA, pemakaian listriknya rata-rata 200 KWH per bulan. Selisih rupiahnya terhadap sambungan R1 1300 VA adalah sebesar RP 10.876. Terus kita asumsikan biaya naik daya dari 900 VA ke 1300 VA misalnya Rp 250 ribu, maaf angka tepatnya silahkan konfirmasi langsung ke kantor PLN setempat, maka berapa bulan BEP dari investasi anda?

Nah, dengan mengeluarkan investasi biaya untuk naik daya sebesar Rp 250.000 maka anda akan balik modal pada bulan ke-23 atau selama 1 tahun 11 bulan. Lumayan, kan tidak terlalu lama sudah balik modal? Dan yang terpenting, secara jangka pendek, setiap bulannya anda sudah saving beberapa ribu rupiah. Gimana, anda tidak tertarik untuk naik daya agar lebih hemat? Silahkan cek rekening listrik rumah anda dulu dan mari mulai berhitung. Ada pertanyaan? Silahkan ajukan ke saya lewat komentar, dengan senang hati saya akan membantu anda, terima kasih.

Ajakan naik daya ini bukan bermaksud untuk mengajak anda untuk makin boros dalam penggunaan listrik akibat daya rumah anda sudah berlebih. Tapi sebaliknya, untuk berhemat. Dan proses penghematan listrik tetap bisa anda lakukan meskipun daya listrik rumah anda makin tinggi.

Update 10 Juli 2010:
Ralat! Dengan telah diberlakukannya TDL 2010 per 1 Juli 2010 kemarin maka hitung-hitungan di artikel ini sudah tidak berlaku lagi atau tidak relevan dengan kondisi tarif TDL yang sekarang.


Bookmark and Share

Jumat, 11 Desember 2009

Era Baru Layanan Mobile Broadband

Mobile BroadbandPada Media Halo Telkomsel Edisi Desember 2009 bulan ini ada sebuah kabar yang cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan yang sangat menarik minat saya. Bagi yang bukan pelanggan Kartu Halo atau belum baca berita tersebut, inilah kabar atau news yang membuat saya senang dan appraised dengan inovasi teknologi yang telah dilakukan oleh Telkomsel. Rasanya tidak sia-sia kalau Telkomsel menyandang sebagai market leader perusahaan telekomunikasi seluler di negara kita. Berikut isi beritanya:

Era Baru Layanan Mobile Broadband Peluncuran Next Generation Flash

Seiring penambahan frekuensi 3G dan kesiapan network TELKOMSEL dalam memandu industri selular memasuki babakan baru era mobile broadband, pada tanggal 4 November 2009 lalu TELKOMSEL secara resmi meluncurkan proyek Next Generation Flash.

Next Generation Flash merupakan proyek peningkatan teknologi jaringan TELKOMSEL dari sebelumnya HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) 7,2 Mbps ke teknologi HSPA+ (High Speed Packet Access+), teknologi wireless broadband yang mampu menghadirkan kecepatan akses data hingga 21 Mbps.

Peluncuran proyek ini makin menguatkan komitmen TELKOMSEL dalam berinvestasi sekaligus memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di indonesia memasuki babak baru mobile broadband.

Seiring dimulainya babak baru ini, TELKOMSEL berkomitmen penuh untuk menyiapkan seluruh jaringan telekomunikasi dengan menghadirkan bandwith dengan kapasitas jaringan yang mampu melayani hingga 16 juta pelanggan data hingga akhir tahun, serta didukung jaringan 3G terluas dengan sekitar 4.000 Node B atau BTS 3G yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Tambahan frekuensi 3G ini ditandai dengan dikeluarkannya SK Menteri Komunikasi dan Informatika tanggal 1 September 2009, No: 268/KEP/M.KOMINFO/9/2009 tentang Penetapan Alokasi Tambahan Blok Frekuensi Pita Radio, Besaran Tarif dan Skema Pembayaran Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio bagi Penyelenggara Jaringan Bergerak Selular IMT-2000 Pada Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz.

Lewat Next Generation Flash, pelanggan kartuHALO akan diprioritaskan untuk memperoleh akses data berupa kemudahan mendapat koneksi dan kecepatan akses yang lebih tinggi dibanding pelanggan prabayar.

Untuk tahap awal, teknologi HSPA+ tersedia bagi pelanggan di Jakarta. Selanjutnya hingga akhir tahun akan hadir di Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya. Target selanjutnya, di tahun 2010 akan menjangkau 24 kota di seluruh Indonesia.

Kini jumlah pengguna TELKOMSELFlash meningkat 700 persen menjadi 1,4 juta dibanding jumlah di awal tahun 2009 yang hanya 200.000. Diperkirakan pada tahun 2010 jumlah ini akan menembus angka 150 juta dan pengguna internet 50 juta. Mobile selular dan internet akan berkonvergensi, di mana kehadiran mobile wireless internet broadband menjadi solusi para pengguna internet yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Potensi pengguna mobile broadband diperkirakan mencapai 5 – 6 juta di akhir 2010.


Demikian beritanya saya kutip dari Media Halo tanpa merubah sedikitpun isinya. Wow, luar biasa! Pada Next Generation Flash kecepatan teknologi HSPA+ (High Speed Packet Access+), teknologi wireless broadband-nya mampu menghadirkan kecepatan akses data hingga 21 Mbps. Saya tidak tahu apakah pelanggan di Jakarta sudah merasakan speed Flash ini, mohon sharingnya buat pelanggan Flash yang ada di Jakarta, karena walau Telkomsel sudah menyatakan akhir tahun 2009 ini akan hadir di Yogyakarta, tempat tinggal saya, tetapi sampai saat ini modem saya belum pernah menangkap speed secepat itu. Baca posting saya Modem Mubazir.

Sekedar ilustrasi saja tentang gambaran kecepatan jaringan HSPA kalau kita bandingkan dengan jaringan WCDMA atau 3G, berikut adalah tabel komparasi perbandingannya, saya kutip dari majalah Forsel Edisi Mei 2008 lalu:



Anda bisa bayangkan sendiri kecepatannya kalau kita bandingkan dengan kecepatan HSDPA existing yang sekarang 3.6 Mbps, selisihnya mencapai angka 6 kali lebih cepat. Dan tentu dengan kecepatan ini anda tidak perlu bertanya lagi apa benefit yang bisa anda dapat dalam hubungannya dengan akses internet, yang jelas kalau cuma mau nonton video Youtube dengan high resolution sudah tidak jadi masalah lagi, mau video call dengan SKYPE saya jamin tanpa ada delay lagi, mau download file besar dari internet tak ubahnya copy paste antar folder aja. Wow, sungguh menyenangkan sekali.

Namun saya ada sedikit ganjalan, benarkah ini semua akan kita rasakan dalam waktu dekat ini? Tanpa bermaksud apatis dengan inovasi yang sudah dilakukan oleh Telkomsel, betapa secara praktek dalam sejarah selama 6 bulan saya menikmati jaringan HSDPA Telkomsel, seumur-umur kecepatan tertinggi yang pernah saya dapat, berdasarkan laporan dari BitMeter, software open source yang saya pakai di notebook saya, kecepatan paling banter hanya menyentuh angka 1.8 Mbps, padahal Telkomsel sudah mengklaim kecepatan jaringannya sudah bertengger di angka 3.6 Mbps, dan di dalam Media Halo Desember ini malah sudah disebut kecepatan existingnya sudah 7.2 Mbps.

Hem, saya tidak ingin memperdebatkan ini dengan anda atau berusaha mencounter klaim yang sudah dirilis resmi oleh Telkomsel, tapi alangkah baiknya kita tunggu aja sama-sama. Saya rasa ini lebih bijaksana, terima kasih.



Bookmark and Share

Rabu, 09 Desember 2009

5 Pemahaman Watt Yang Keliru

WattWatt, yang ternyata sudah dipakai semua orang di seluruh dunia selama lebih dari seabad adalah satuan untuk daya, bukan satuan untuk energi. Tapi pertanyaan saya, mengapa untuk menghitung pemakaian energi listrik kita menggunakan satuan watt? Yaitu dengan mengalikan satuan daya (watt) dikalikan dengan satuan waktu (hour) lama peralatan beroperasi sehingga muncul satuan KWH (kilo watt hour).
Mengapa bukan satuan Joule, satuan untuk energi? Padahal Joule sudah diakui sebagai satuan standar untuk pengukuran energi dalam sistem metrik. Joule sudah luas dipakai di seluruh dunia dalam dunia kelistrikan, mungkin Anda belum pernah mendengarnya, karena selama ini Joule ditutupi oleh Watt. Demikian sebuah pernyataan yang pernah saya baca di sebuah website dan juga pernah ditulis dalam koran harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta tanggal 2 Oktober 2009 lalu.

Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah posting tentang watt ini dalam blog ini. Baca Satuan Watt Membohongi Publik. Dan berikut ini akan saya perjelas kembali tentang satuan watt tersebut sehubungan dengan adanya beberapa fakta pemahaman yang keliru mengenai satuan watt sebagai berikut:

1. Semua peralatan yang menggunakan listrik sebagai sumber dayanya selalu mencantumkan watt sebagai patokan konsumsi energinya. Sementara berbicara sumber daya listrik, orang di lapangan --termasuk orang-orang engineering di dalamnya-- banyak menyebutnya dalam satuan VA atau KVA, bukan watt. Sementara hanya sedikit orang awan yang mengerti bahwa satuan energi sebenarnya adalah Joule, bukan watt. Meskipun sebenarnya satuan watt sendiri bisa didefinisikan sebagai Joule per detik.

2. Orang sering menyebut salah sumber daya listrik rumah misalnya dengan satuan watt, padahal yang lebih tepat adalah VA, atau KVA untuk satuan yang lebih besar, baik sumber daya yang dihasilkan oleh sumber daya portable semacam generator set (genset) maupun sumber daya listrik dari PLN. Karena konversi VA menjadi Watt ada faktor Cos Phi yang menjadi variable pengalinya disana, sehingga 1 VA tidak sama atau ekivalen dengan 1 watt, tapi mendekati 1 watt karena bilangan Cos Phi tidak pernah muncul angka 1 tetapi 0,.. (nol koma sekian-sekian). Contoh sebuah rumah dengan sambungan R1 daya 450 VA tidak sama dengan 450 watt. dan secara praktek daya maksimum yang bisa dipakai rumah tersebut adalah sebesar 440 VA dengan catatan tegangan listrik atau voltase dari PLN tidak drop dari 220 V.

3. Satuan watt acapkali dianggap selalu punya konversi yang berbanding lurus dengan satuan daya atau tenaga lainnya seperti PK (power horse) misalnya, padahal adakalanya sebuah peralatan listrik dengan satuan PK yang sama tapi ada yang wattnya bisa lebih rendah. Contoh AC jenis inverter kapasitas ½ PK kalau menganut teori konversi 1 PK = 746 W seharusnya AC kapasitas ½ PK ekivalen dengan daya 350 watt tapi prakteknya AC jenis inverter ½ PK hanya mengkonsumsi daya (watt) lebih rendah, yaitu hanya 320 watt. Sebaliknya, ada AC merk Cina, maaf saya sebut saja merknya TCL. AC ini mematok konsumsi energinya sebesar 790 Watt untuk kapasitas AC-nya yang 1 PK.

4. Rata-rata orang awan menyakini bahwa semakin tinggi watt sebuah peralatan maka akan semakin boros konsumsi energi listriknya. Betul, tapi ternyata tidak selalu seperti itu. Contoh pada kulkas dengan kapasitas daya 70 watt ternyata kompresornya butuh bekerja sebanyak 3.000 detik per jam. Artinya, kompresor hanya bisa istirahat selama 600 detik per jam. Sementara kulkas dengan daya 100 watt kompresornya hanya butuh bekerja sebanyak 1.000 detik per jam. Artinya, kompresornya bisa beristirahat lebih lama selama 2.600 detik per jam. Nah, silahkan dihitung sendiri hasil perkaliannya kulkas 70 watt akan lebih tinggi, yaitu ketemu: 0.07 KW X 3000/3600 jam = 0.059 KWH per jamnya, sementara yang 100 watt kalau dihitung: 0.1 KW X 1000/3600 jam = 0.027 KWH per jam dalam mengahabiskan energi listriknya. Dari sini kesimpulannya tidak selalu peralatan yang wattnya tinggi selalu lebih boros energi dan kurang efisien dibanding yang wattnya lebih rendah tetapi terkadang malah sebaliknya.

5. Ada juga yang beranggapan sebuah bola lampu akan semakin terang jika wattnya semakin tinggi padahal ini anggapan yang tidak selalu benar karena prakteknya tidak selalu seperti itu. Yang benar adalah lampu dengan ratio lumen per wattnya lebih tinggi akan mempunyai daya pancar atau kekuatan cahaya (lux) lebih tinggi. Artinya, semakin tinggi rasionya berarti semakin terang dan efisien lampunya. Dan lampu seperti ini banyak ditemui dalam lampu hemat energi jenis PLS, PLC, TL dan Metal halide. Contoh, lampu pijar 25 watt secara konsumsi energi lebih tinggi dari lampu jenis PLC 11 watt, tapi secara kekuatan cahaya (lux) lampu pijar 25 watt lebih rendah dari lampu PLC 11 watt.

Kesimpulannya, mindset yang memandang watt saja sebagai satu-satunya alat ukur yang menentukan sebuah peralatan listrik itu dikatakan hemat atau tidak perlu dirubah dengan membuat ratio perbandingan dari output capacity dibanding input power consumption-nya. Semakin tinggi rasionya berarti sebuah peralatan akan semakin efisien dan hemat energinya.

Demikian kurang lebihnya beberapa pemahaman tentang satuan watt yang keliru di masyarakat awan. Semoga info ini bermanfaat, terima kasih.

Disclaimer: Untuk perbedaan cara pandang antara satuan Watt dan Joule sebagai alat ukur energi listrik sampai saat ini memang masih menuai perdebatan dan butuh pengkajian atau penelitian lebih lanjut. Mohon hal ini tidak diperdebatkan.



Bookmark and Share

Selasa, 08 Desember 2009

7 Etika Berkirim Email

Etika Email
Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah sedikit mengulas tentang Etika Berkirim Email ini dalam blog ini. Karena posting tersebut cukup banyak menarik pengunjung yang datang dari Search Engine ke blog saya, maka kali ini saya ingin tambahkan kembali beberapa point-point tentang Etika Berkirim Email ini berdasarkan pengetahuan dan pengamatan saya tentang beberapa kasus masalah email ini yang akhirnya bisa menimbulkan konflik dengan pihak lain, salah satunya adalah kasus Prita Mulyasari, yang terkena putusan Pengadilan Tinggi Banten membayar denda sebesar Rp 204 juta akibat adanya tuntutan dari Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera baru-baru ini gara-gara sebuah email.

Berkirim email, etikanya sebenarnya sama dengan seperti kalau kita berkirim surat biasa pada umumnya. Tentunya etikanya tidak jauh berbeda. Yang sedikit membedakan antara Etika Berkirim Email dengan surat biasa adalah kurang lebih sebagai berikut:

1. Kirimkanlah email secara singkat, padat dan langsung “to the point”.

Di internet tidak semua orang suka atau punya waktu luang untuk berlama-lama di internet. Disamping karena sibuk, juga tidak semua orang punya akses internet yang unlimited yang tidak punya beban lagi dalam menanggung biaya koneksinya. Jadi etikanya, berkirimlah email dengan kata-kata yang tidak terlalu panjang. Pertanyaannya, gimana kalau isi emailnya pointnya cukup banyak sehingga menuntut emailnya harus panjang sampai berlembar-lembar? Sebaiknya pisahkan ke dalam attachment.

2. Jangan mengirim attachment yang terlalu besar.

Meski akses internet sekarang sudah semakin cepat tapi kualitas internet belum merata ke semua daerah, terutama di negara kita, beberapa daerah malah masih mengandalkan kecepatan GPRS dalam koneksi internetnya. Jadi usahakan attachment yang dikirim besarnya tidak lebih dari 1 MB. Jika anda perlu mengirim file yang lebih besar ukurannya, usahakan pakai media lain semacam FTP (file transfer protocol) yang lebih cepat. Atau bisa lewat file sharing yang banyak disediakan di internet.

3. Jangan mem-forward sebuah CC atau BCC email.

Email yang boleh diforward kembali kepada orang lain adalah hanya yang To saja. Artinya CC dan BCC itu stop, harus berhenti di tempat anda. Karena informasinya sebatas buat kita sendiri jadi tidak boleh diteruskan ke orang lain. Boleh diteruskan tapi harus seijin dari authornya yang pertama atau kecuali kita masuk dalam daftar To-nya. Sekedar contoh aja, Roy Suryo dalam sidang kasus Prita Mulyasari memberikan kesaksian yang memberatkan Prita karena waktu itu Prita mengirim email keluhannya kepada 20 orang teman-temanya di kolom To semua, yang artinya dianggap boleh di-forward atau disebarkan sehingga akhirnya sampai menyebar ke milis-milis. Dan Prita dianggap bersalah meskipun tiga pakar, yaitu Chairul Huda (ahli hukum), Ruby Z Alamsyah (ahli analis forensik digital) dan Yasin Kara (mantan Wakil Ketua Pansus sekaligus Ketua Panja UU ITE ) tidak sependapat dengan pendapat Roy Suryo ini.

4. Jangan menggunakan “Caps Lock” atau huruf kapital.

Huruf kapital boleh digunakan sebatas pada kata-kata tertentu. Misal untuk penekanan atau perhatian pada kata yang perlu ditegaskan, tapi jangan sekali-kali digunakan seluruhnya dalam kata-kata emailnya. Karena apa? Karena anda akan dianggap marah oleh si penerima emailnya.

5. Jangan menghapus rekam jejak email.

Banyak orang yang suka mengforward email-email yang menarik, yang lucu-lucu, yang telah dikirimkan oleh orang lain kepada kita, tapi tidak jarang orang dengan begitu saja menghapus rekam jejak si pengirim atau author emailnya yang pertama. Jadi etikanya anda boleh meneruskan atau mem-forward email tapi tidak boleh menghapus rekam jejaknya. Mengapa demikian? Karena, pertama dengan menghapus berarti anda kurang menghargai si author yang sudah berbaik hati mengirimkannya kepada anda. Kedua, justru anda mendapatkan keuntungan jika terjadi tuntutan terhadap muatan isi emailnya. Anda bisa dibebaskan dari tuntutan karena anda bukan sebagai pembuat emailnya.

6. Tidak boleh mem-forward dengan mengubah isi emailnya.

Anda boleh saja mem-forward dan memberikan note tambahan dalam forward sebuah email, tapi etikanya anda tidak boleh mengubah atau mengedit sedikitpun muatan isi dari emailnya kecuali kalau anda sudah dapat ijin dari si authornya yang pertama.

7. Jangan sering mem-BCC orang lain.

Kegemaran sering mem-BCC adalah tidak baik atau kurang etis, terlebih ke milis atau mengirimkan BCC secara masal, baca penjelasan saya dalam artikel sebelumnya disini, karena kesan dari BCC adalah seperti bisik-bisik atau bergunjing. Dan yang lebih parah anda bisa disejajarkan sebagai seorang spammer email yang sering melakukan cara-cara BCC ini.

Demikian kurang lebihnya beberapa Etika Berkirim Email yang perlu kita patuhi agar kita terhindar dari konflik dan tidak dianggap sebagai orang yang kurang beretika sehingga ada baiknya anda perlu memperhatikan rambu-rambu tersebut.



Bookmark and Share

Senin, 07 Desember 2009

Cara Extrem Daftar Google Adsense

Google Adsense
Ada banyak cara untuk bisa cari duit di internet. Salah satunya yang paling populer dan sangat digemari para blogger yang mencoba make money online adalah lewat pasang iklan PPC (Pay Per Click) seperti Google Adsense. Cara ini, setidaknya adalah cara termudah kalau kita bandingkan dengan main Paid Review yang punya persyaratan tidak mudah, baca posting saya yang ini kalau ingin tahu, yang membuat para blogger newbie sulit untuk bisa ikutan main di bisnis ini. Dan masih terkait dengan Google Adsense ini, beberapa yang waktu yang lalu ada salah satu pengunjung blog saya yang bertanya kepada saya seperti ini dalam sebuah komentar:

"Hai ..aq pngin bgt belajar adsense Google.Aq sdh daftar tp ampe skarng gak di approved...hik..hik..hik...Kenapa ya? Nisa bantu aq gak?"


Saya tidak tahu apakah kawan blogger ini memang kesulitan benar karena memang sekarang Google Adsense lebih selektif dalam memberikan approve, ataukah karena blognya memang benar-benar belum memenuhi syarat untuk bisa daftar dan diterima oleh Google Adsense. Karena kita tahu kebanyakan para blogger sekarang, terutama yang motivasi ngeblognya hanya karena uang semata, inginnya serba instant. Blog belum apa-apa, umur juga masih sebulanan, posting juga belum banyak, traffic juga masih rendah sekali tapi sudah berani daftar Google Adsense.

Sekedar berbagi pengalaman aja. Dulu, dua setengah tahun yang lalu sewaktu saya daftar Google Adsense memang masih sangat mudah. Sekarang daftar, hanya beberapa jam kemudian, saya langsung sudah terima email dari Google Adsense, diapprove. Padahal saya pun waktu itu hanya menerapkan beberapa trik sederhana aja. Berikut beberapa trik sederhana saya dulu:

1. Daftar dengan menggunakan blog dari blogspot (Blogger Com)
2. Menggunakan account email dari Google (Gmail).
3. Blog diisi dulu dengan beberapa program afiliasi seperti dari Amazon, LinkShare, Commission Junction dll.
4. Bahasa dalam blog menggunakan bahasa Inggris.
5. Isi postingan artikel blog minimal sudah ada 10 artikel.

Ternyata triknya cukup mudah, kan? Tapi ada satu lagi satu trik yang katanya cukup ampuh juga agar bisa cepat diapprove. Yaitu sebelum ngedaftar Google Adsense, pasang iklan dulu di Google Adword. Katanya trik ini dijamin pasti berhasil. Namun sayangnya, trik ini tidak gratis karena kita mesti keluar uang dulu buat pasang iklan di Google Adword.

Nah, kemarin saya habis blogwalking dan menemukan sebuah Cara Extrem Daftar Google Adsense. Kenapa extrem? Karena cara ini tak lazim, dan saya nggak tahu cara ini apakah termasuk bisa dibenarkan apa tidak. Yaitu mendaftar Google Adsense dengan cara pakai blog orang lain kita akui sebagai blog kita. Memang, sih kalau dipikir-pikir pemilik blog yang kita comot blognya tidak terlalu dirugikan karena selanjutnya iklan Google Adsense nantinya toh akan dipasang di blog kita sendiri, bukan di blog orang itu, kecuali kalau pemilik blognya nantinya akan mendaftar Google Adsense juga, ya pasti akan dirugikan. Tapi kalau mau jujur cara ini sama saja seperti ngakali Google. Dan seandainya pemilik blog yang blognya kita catut tahu, saya ingin tanya apakah ya rela blognya dibegituin?

Terserah, sih. Saya tidak akan memperdebatkan cara ini benar apa tidak. Monggo saja kalau anda ingin menerapkan cara ini. Tapi tolong tanya hati nurani anda masing-masing jika anda adalah pemilik blognya apakah ikhlas blog anda dicatut tanpa ijin begitu? Dan seandainya anda dalam posisi sebagai Google, kira-kira cara ini termasuk cara jujur apa tidak? Saya yakin anda semua sudah tahu jawabannya.

Note: Saya hanya sekedar mengingatkan aja. Semoga tidak gara-gara ulah para publisher seperti ini akhirnya negara kita jadi seperti India yang diblack-list oleh Google Adsense karena maraknya ketidakjujuran dari para publishernya. Sekedar info aja bagi yang belum tahu, negara India pernah diblack-list oleh Google Adsense gara-gara click fraud (melakukan klik pada iklan adsense di website sendiri) banyak terjadi disana.




Bookmark and Share

Jumat, 04 Desember 2009

Modem Mubazir

ModemMenikmati internet dengan kecepatan tinggi adalah dambaan setiap orang dalam mengakses internet, tak terkecuali saya, makanya antara provider ISP (internet service provider) penyedia layanan internet dan vendor penyedia peripheral seperti modemnya akan terus berlomba-lomba menawarkan kecepatan akses internet yang cepat. Para vendor tak mau kalah dengan perusahaan ISP turut berlomba-lomba dengan perbaruan teknologi peripheral koneksinya yang terus diperbarukan. Namun sayangnya, keduanya sering tidak nyambung. Teknologi yang digunakan modem sudah jauh melesat kedepan tapi perusahaan ISP-nya kalau orang Jawa bilang masih tumuk-tumuk (jalan pelan-pelan, red) dengan teknologinya yang masih jauh dari yang kita harapkan.

Saya ambil contoh modem saya. Saya punya modem jenis USB merk SpeedUp tipe SU-9000U, kecepatan dowloadnya sudah HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) sebesar 7.2 Mbps dan kecepatan uploadnya sudah HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access) sebesar 2.1 Mbps. Dengan modem kecepatan ini, teknologi modemnya sudah sama dengan 3.75G atau orang bilang, banyak yang sudah menganggap setara teknologi 4G. Sementara koneksi ISP-nya saya menggunakan internet mobile broadband Flash punya Telkomsel. Pertanyaannya, mengapa saya bilang tidak nyambung? Karena kecepatan koneksi Flash Telkomsel baru mencapai angka 3.6 Mbps. Itu pun masih ada kata-kata Up to-nya sehingga prakteknya selama 6 bulan menggunakan modem tersebut rata-rata speednya hanya berkisar antara 500 s/d 750 Kbps. Pernah sampai tembus ke angka 1.8 Mbps, tapi itu hanya sekali dalam sejarah. Setelah itu tidak pernah lagi.

Ngomong-ngomong masalah kata Up to tadi, saya pernah protes ke Grapari Telkomsel Jogja, dan kemarin saya baru aja protes ke Grapari Solo. Dan protes saya dijawab persis seperti dugaan saya, kecepatan tergantung lokasinya ada dimana dan berapa banyak pengakses di lokasi tersebut. Oke, saya sangat paham dengan koneksi internet wireless, memang modelnya adalah network share jadi secara teori Telkomsel menjelaskan seperti itu memang tidak salah. Benar, tapi yang membuat saya tetap tidak puas dan mempertanyakan jawaban tersebut adalah, kok Up to-nya jauh banget dari 750 Kbps menuju angka 3600 Kbps? Coba anda hitung berapa, tuh ring selisihnya?

Ini yang saya sebut Modem Mubazir! Mubazir yang pertama. Dan masih ada mubazir yang kedua. Dulu harapan saya setelah 6 bulan masa promo gratis akses internet 500 MB/bulan habis, rencananya saya ingin melanjutkan untuk apply paket Telkomsel Flash Unlimited seperti pada Kartu Halo pada ponsel saya sekarang. Karena modem saya adalah modem lock dengan kartu GSM Telkomsel yang tidak bisa diganti dengan simcard operator lain, maka saya bilang itu adalah pilihan saya nanti setelah masa gratisnya selesai.Tapi apa prakteknya sekarang? Paket Telkomsel Flash Unlimited sudah ditutup secara nasional mulai bulan September 2009 lalu. Dan hanya dibuka khusus buat pelanggan Halo Priority aja. Atau kalau mau masih dibuka hanya khusus paket Telkomsel Flash Unlimited Pro, yang biaya abonemennya Rp 400 ribu/bulan. Alamak mahal kali biayanya?

Dan yang lebih gila lagi sewaktu saya tanya kepada CS Grapari apa syaratnya untuk bisa menjadi pelanggan Halo Priority? Syaratnya adalah ARPU (average revenue per user) yaitu rata-rata pemakaian pulsa kita selama 6 bulan terakhir adalah minimal sebesar Rp 1 juta/bulan. He….He… Saya sempat gedek-gedek. Saya bukan R. Budi dan Michael Hartono, pemilik grup rokok Djarum yang punya nilai kekayaan sebesar US$ 7 miliar yang menjadi orang kaya nomor 1 di Indonesia, atau pengusaha sekelas Aburizal Bakrie yang kayanya nomor 4 dalam jajaran Indonesia's 40 Richest, orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang dilansir pada tanggal 2/12/2009 kemarin. Juga bukan jajaran artis atau pejabat kaya yang tidak perlu menimbang-nimbang lama untuk mengeluarkan duit segitu gedenya setiap bulannya hanya sekedar untuk ber-Halo ria. Jadi rasanya ini pilihan yang tidak mungkin buat saya lakukan.

Kini saya menjadi bingung, mau saya apakan modem mubazir ini? Mau pakai layanan Flash yang reguler juga tetap tidak kalah mahalnya. Masih lebih mahal dari SMART yang sudah saya pakai sebagai modem kedua saya. Ah, bingung jadinya! Apakah anda ada saran atau urun pendapat buat saya? Monggo saya tunggu sharing pendapatnya untuk siapa saja yang kebetulan sudah membaca posting ini, terima kasih.



Bookmark and Share

Rabu, 02 Desember 2009

Dokter Juga Manusia

Dokter
Setiap orang, atau perusahaan pasti punya kecenderungan dalam memandang sesuatu hal dari sudut kepentingan dia sendiri, tak terkecuali seorang dokter, pasien dan perusahaan asuransi. Silahkan baca dulu posting saya 5 Pelajaran Dari Seorang Dokter, bagi anda yang belum baca posting tersebut. Karena kisah ini masih sedikit terkait dengan kisah saya yang dulu.

Dan petikan email dari perusahaan asuransi medicare saya di bawah ini setidaknya bisa menguatkan pendapat saya tentang adanya kepentingan-kepentingan masing-masing pihak tersebut.


Dear Bapak Joko,

Berikut kami lampirkan form klaim reimburse. Dengan pasien mengetahui diagnosa dari dokter yang merawat, pasien dapat memonitoring kondisi medis dirinya sendiri. Pasien berhak dan diharapkan dapat pro aktif untuk mengetahui diagnosa dari dokter yang merawat disesuaikan dengan anamnesa/keluhan pasien, jenis tindakan medis dan obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

Berdasarkan kutipan kalimat “Sesuai informasi dari dokter tersebut bahwa diagnosa adalah untuk kalangan medis dan tidak boleh dishare ke pasien karena bila terjadi kesalahan dalam mendiagnosa, dokter bisa dituntut penjara maksimal selama 1 tahun atau denda sebesar Rp 200 juta”. Jadi untuk menghindari kesalahan dokter dalam mendiagnosa atau merawat pasien, pasien sendiri harus pro aktif. Sehingga pasien mendapatkan tindakan medis dan obat-obatan sesuai dengan indikasi medis pasien.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Jika ada hal lain yang dapat kami bantu, Bapak dapat menghubungi kami kembali.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Regards,
Umi Haryanti
Customer Service
Global Assistance & Healthcare
PT Global Asistensi Manajemen Indonesia (GAMI)
Graha Simatupang Tower 1D 8th Floor, Jl. Letjend. T.B. Simatupang Kav 38, Jakarta 12540, Indonesia
Telephone +62 21 782 8040 Fax: +62 21 782 9332
E-mail : Customer.Services@Global-Assistance.net
Website : www.global-assistance.net



From: Maintenance Reg xxxx [mailto:maintenance.reg.xxxx@matahari.co.id]
Sent: Monday, November 30, 2009 9:44 AM
To: customer.service
Subject: Re: Laporan Pembayaran Klaim dari Global Assistance atas nama JOKO SUTARTO

Kepada Yth,
Customer Services
Plan Administrator, Employee Benefit Solutions
Global Assistance & Healthcare
di tempat

Dengan hormat,

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas informasi Laporan Pembayaran Klaim yang sudah di-email kepada saya.
Lewat email ini saya ada pertanyaan sehubungan dengan keberatan salah satu dokter untuk memberikan diagnosa setiap kali
saya berobat ke rumah sakit Panti Rapih Jogja, bersama ini saya ingin menanyakan apakah lampiran diagnosa tersebut tetap diperlukan
sebagai salah satu syarat klaim?

Sesuai informasi dari dokter tersebut bahwa diagnosa adalah untuk kalangan medis dan tidak boleh dishare ke pasien karena bila terjadi
kesalahan dalam mendiagnosa, dokter bisa dituntut penjara maksimal selama 1 tahun atau denda sebesar Rp 200 juta.

Demikian pertanyaan saya. Mohon penjelasannya dan bilamana tetap diperlukan mohon saya dikirimi standart formnya untuk pengisian diagnosanya.
Formnya, jika ada bisa dikirim softcopy PDF-nya via email, terima kasih.

Hormat saya,

Joko Sutarto


Perusahaan asuransi medicare saya ternyata sudah menyanggah pendapat dari dokter tersebut dan tetap mempersyaratkan lembar diagnosa dari dokter agar selalu dilampirkan dalam pengajuan klaim asuransi saya. Ini jelas berbeda dengan pendapat dokter tersebut yang menyatakan keheranannya dan malah mempertanyakan katanya tidak bener perusahaan asuransi sampai minta diagnosa segala. Mengapa? Karena, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya katanya diagnosa hanya untuk kalangan medis, pasien tidak diperkenankan untuk mengetahui diagnosa sakitnya.

Terlepas pendapat siapa yang benar, dokter ataukah perusahaan asuransi saya yang benar, saya berkesimpulan bahwa masing-masing pihak memang punya kepentingan yang berbeda. Dokter punya kepentingan agar tetap aman dari tuntutan hukum bilamana terjadi kesalahan dalam mendiagnosa pasien, sementara perusahaan asuransi juga punya kepentingan untuk meneliti kebenaran biaya klaim berdasarkan diagnosa dan obat-obatnya yang diberikan oleh seorang dokter.

Lantas bagi saya sendiri apa hikmahnya? Mohon maaf sebelumnya, tidak ada maksud saya hendak mendikte dokter apalagi ingin mendeskreditkan profesi dokter, tapi hikmah yang bisa saya ambil dari peristiwa ini adalah “Dokter Juga Manusia” yang tentu saja bisa aja salah. Dan dengan permintaan diagnosa ini dan adanya warning tuntutan hukum dalam pemberian diagnosa jika terjadi kesalahan dalam mendiagnosa, maka dokter mau nggak mau akan merasa tertuntut agar lebih teliti dan detil dalam memeriksa penyakit setiap pasiennya sehingga kemungkinan terjadi kesalahan diagnosa yang membahanyakan pasien bisa diminimalisir sekecil mungkin. Betul tidak?

Demikian kisah saya. Mudah-mudahan kisah ini bisa bermanfaat dan menjadi pelajaran bersama buat kita semua.



Bookmark and Share

Senin, 30 November 2009

Ngeblog, benarkah hanya trend sesaat?

Trend ngeblog
Ngeblog, benarkah hanya trend sesaat? Hem, terlepas ini benar atau tidak, setidaknya sudah ada dua pendapat pakar yang sudah mengatakan demikian bahwa Blog Hanya Trend Sesaat. Pertama, Roy Suryo. Maaf, saya sebut Roy Suryo pakar meskipun sebenarnya saya kurang sependapat dengan predikat tersebut disematkan kepada Roy Suryo. Sama seperti pendapat kawan-kawan saya di milis Telematika, tempat kumpulan pakar dan praktisi Telematika, yang didalamnya banyak orang-orang hebat sekelas Onno W Purbo, banyak juga yang mempertanyakan kompetensi dan kepakaran Roy Suryo ini. Dan kedua, ini yang menarik, ada pendapat dari jajaran Narablog atau blogger sendiri, yaitu seperti Nukman Luthfie.

Saya tidak akan membahas atau memperdebatkan tentang kepakaran Roy Suryo dalam posting ini, tapi hanya ingin menyampaikan unek-unek dan refleksi saya terkait fakta yang sudah diungkapkan Pak Nukman Luthfie. Benarkah Blog hanya trend sesaat? Dan pertanyaan saya, jika anda yang baca ini adalah seorang blogger, benarkah anda ngeblog hanya karena ikut-ikutan demi trend sesaat? Atau jangan-jangan benar mulai asyik ber-microblogging ria dengan Facebook, Twitter dan Plurk lalu mulai meninggalkan blog anda? Semoga saja tidak!

Seperti di dunia kerja, ada sebuah pendapat dari kawan saya di HRD yang mengatakan jika orang sudah betah bekerja di sebuah perusahaan sampai bertahan diatas 5 tahun, biasanya akan cenderung menetap disitu terus dan tidak pindah-pindah lagi. Sama seperti ngeblog, ada yang berpendapat biasanya orang ngeblog hanya tahan rata-rata sampai 2 tahun. Setelah itu akan cenderung berhenti dan meninggalkan blognya. Makanya Ndoro Kakung berpendapat dalam bukunya “Ngeblog dengan Hati” bahwa ngeblog adalah ibarat lari maraton, bahkan bisa lebih jauh dari itu karena perjalanannya sangat panjang. Bukan seperti lari cepat yang begitu peluit start dibunyikan langsung tancap gas berlari, berusaha mencapai finish paling duluan, selesai.

Sekali lagi bukan! Ngeblog lebih jauh dari itu, bahkan lebih jauh dari lari apapun namanya yang terjauh sekalipun.

Nah, karena tuntutan ngeblog harus seperti itu, makanya hanya yang punya passion tinggilah yang akan tetap bertahan untuk terus ngeblog. Jadi kalau menurut saya turunnya intensitas ngeblog para Narablog lebih karena faktor seleksi alam. Siapa yang setengah-setengah atau hanya sekedar latah ngeblog akan menyingkir. Siapa yang serius dan punya passion tinggi, kehadiran facebook, Twitter dan Plurk tetap tidak bisa menyurutkan niatnya untuk terus berkarya dan berbagi lewat ngeblog.

Posting ini adalah tulisan saya yang ke-100 lewat blog ini. Sekaligus saya sampaikan refleksi saya lewat posting ini. Saya bukan orang yang punya latar belakang pendidikan jurnalis apalagi berprofesi sebagai jurnalis beneran yang amat “gayeng” menulis sebagaimana kebanyakan kawan-kawan blogger saya yang rata-rata banyak dari para jurnalis. Saya hanya orang biasa yang kebetulan suka menulis, sama seperti kegemaran saya untuk membaca. Jadi menulis masih tetap sesuatu yang tidak mudah buat saya meskipun juga kini mulai tidak terlalu sulit. Dan sampai dengan hari ini, alhamdulillah saya masih tetap eksis, setidaknya ini sudah mencoba melawan arus fakta bahwa ngeblog hanyalah trend sesaat. Karena menginjak tahun ke-2 usia blog ini, saya justru mulai menemukan passion untuk menulis, yang dulu di awal-awal saya ngeblog sempat surut beberapa lama.

Harapan saya dunia blogosphere Indonesia semoga tetap ramai dan eksis. Dan harapan ini semoga menjadi harapan kita semua demi kemajuan bangsa ini. Lewat posting ini saya ingin bertanya kepada anda, sudahkah anda memberikan sesuatu yang terbaik dari diri anda untuk dipersembahkan buat kemajuan negeri ini? Mari terus berkarya, Sobat, salah satunya lewat blog dengan membagi apa yang kita miliki buat orang lain. Semoga dengan demikian negeri ini segera cepat maju mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain.



Bookmark and Share