Senin, 28 Juni 2010

Bahkan Korupsi Itu Sudah Dimulai Dari Recehan

CoinKorupsi di negara kita memang sudah sangat mendarah daging. Kalau korupsi itu sejenis penyakit maka korupsi sudah setara dengan penyakit menular. Penyakit menular yang sangat kronis. Betapa tidak? Hampir semua pelayanan di negeri ini sulit lepas dari yang namanya korupsi.

Tak usah bicara muluk-muluk dengan membahas korupsi yang milyaran bahkan membahas yang triliunan rupiah seperti korupsi Eddy Tanzil dulu yang hingga kini tak ada kabarnya. Biarkan, itu semua sudah ada yang mengurusnya. Kali ini saya akan cerita pengalaman saya saja betapa korupsi itu sudah dimulai dari recehan.

Anda tak percaya? Ini bukti-bukti nyata di kehidupan sehari-hari yang sering terjadi di depan Anda.

  1. Saya beberapa kali mengisi BBM di SPBU milik Pertamina. Jarang sekali duit kembalian receh dibawah Rp 500 perak dikembalikan kepada saya.
  2. Saya Sabtu kemarin dengan anak saya ke Surabaya naik bis dari Terminal Giwangan Jogja. Kembalian bayar peron Rp 100 perak juga diembat, tidak dikembalikan kepada saya.
  3. Kemarin malam, hari Minggu saya dari Surabaya hendak balik pulang ke Jogja. Di terminal bis Purabaya Surabaya juga sama, saat bayar peron uang Rp 500 perak hanya dikembalikan Rp 200 perak, sisanya yang Rp 100 perak dientit (dikorupsi) oleh petugasnya.
  4. Dua minggu yang lalu saya mengurus Naik daya listrik rumah saya ke PLN Kalasan Yogyakarta. Sudah jelas-jelas biaya naik dayanya terpampang resmi gede di website PLN sebesar Rp 251.300 tapi oknum petugas PLN mencoba memainkan harga kepada saya dengan menaikkan harganya menjadi Rp 450 ribu. Apa ini namanya? Bukankah ini masih saudara sekandung dari korupsi juga?


Weleh-weleh itu lah Indonesia. Sudah, tidak usah bukti banyak-banyak, saya rasa bukti empat saja sudah cukup. Saya, kan tidak sedang membeberkan dosa warisan negara kita, hanya menegaskan fakta-fakta bahwa korupsi itu di negeri ini sebenarnya sudah dimulai dari uang recehan dan sangat membudaya hampir di semua perusahaan layanan publik . Korupsi itu masih sangat mendarah daging dan diminati para pelakunya. Sama diminatinya seperti nyalon untuk menjadi ketua KPK. Ha.....Ha......Ha.......

Jika ada orang berkata uang sejuta kalau tak ada uang Rp 100 perak di dalamnya maka belum lah genap satu juta, maka analoginya sama, jika korupsi yang kecil-kecil saja masih membudaya dan sulit diberantas tentu lebih sulit lagi dong memberantas korupsi gede yang masuk KPK. Makanya banyak pihak mati-matian membela KPK dan berharap tetap ada sampai benar-benar saatnya nanti KPK tidak dibutuhkan lagi.

Menurut Anda kapan dan tahun berapa kira-kira KPK sudah tidak dibutuhkan lagi?



Bookmark and Share

Sabtu, 26 Juni 2010

Bahasa Ibu, Anak Tiri Yang Kini Benar-benar Dianaktirikan

Bahasa ibuKalau Anda pernah tinggal di Surabaya dan pernah bergaul dengan orang etnis Tionghoa maka satu yang membedakan antara etnis Tionghoa Surabaya dengan orang Jawa (pribumi) kalau dilihat dari cara mereka ngomong adalah dari logat bicaranya yang berbeda. Dan bagi saya yang sudah pernah bergaul lama dengan etnis Tionghoa, selain dari ciri-ciri fisik, maka saya bisa membedakan mereka dari cara mereka ngomong meskipun itu sama-sama ngomong dalam bahasa Indonesia. Karena mereka punya logat bicara yang khas.

Itu kalau di Surabaya, di Medan etnis Tionghoa berbeda lagi. Sewaktu saya tinggal di Medan saya menjumpai orang Tionghoa sana tak pernah ngomong dalam bahasa Indonesia logat Melayu seperti orang Medan pada umumnya. Mereka baru ngomong bahasa Indonesia kalau lawan bicaranya adalah bukan sesama etnis mereka. Mereka sehari-hari benar-benar ngomong dalam bahasa ibu mereka, yaitu bahasa Mandarin. Aneh juga terdengarnya waktu itu, saya jadi sempat berpikir apa sedang di Hongkong, kok orang-orang Tionghoa di sini banyak yang ngomong dalam bahasa Mandarin. Pikir saya heran.

Saya coba bandingkan orang Tionghoa Medan dengan orang Tionghoa Surabaya. Setahu saya di Surabaya hanya orang Tionghoa kakek-kakek atau nenek-nenek yang sudah tua yang masih ngomong pakai bahasa Mandarin. Kalau jatuh pada anak-anaknya, jarang saya menemui mereka ngomong pakai bahasa Mandarin. Di Medan berbeda. Orang Tionghoa Medan masih sangat setia dengan bahasa ibu mereka meskipun sudah tidak tinggal di China lagi.

Lain lagi Surabaya, lain lagi Medan, lain pula Tionghoa Jogja atau Jawa Tengah pada umumnya. Di sini (Jogja) saya beberapa kali tertipu. Di kantor saya, saya punya beberapa teman dan relasi dari etnis Tionghoa. Saya tertipu karena saya pikir teman saya tersebut adalah orang Jawa tulen tapi nggak tahunya adalah orang etnis Tionghoa.

Kenapa pasalnya? Kenapa saya bisa sampai salah? Gara-garanya logat bicara kawan dan relasi saya tersebut tak ada yang mencirikan orang Tionghoa sama sekali. Terus didukung juga oleh ciri-ciri fisik yang kebetulan tak seperti orang Tionghoa kebanyakan yang matanya kebanyakan sipit. Saya salah karena terkecoh oleh logat Jawa teman saya yang memang sangat medok, fasih, luwes berbahasa Jawa seperti logat orang Jawa Jogja pada umumnya.

Kembali saya jadi ingin membandingkan antara Orang Jawa di Jogja dengan dengan orang Tionghoa di Surabaya. Keduanya sama, dalam konteks cara mereka berbicara. Jika ngomong dalam bahasa Indonesia, sama-sama tak bisa menyembunyikan asal mereka darimana karena logatnya yang sangat kental mengikuti cara mereka berbicara. Saya pun waktu tahun 1998 tinggal di Samarinda Kalimantan dalam sebuah pembicaraan lewat telpon pernah ditebak orang sana karena logat Jawa saya yang sangat medok.

Kalau kita mau sedikit merenung dan mau belajar dari para etnis Tionghoa, terus terang saya jadi sedikit malu sekaligus prihatin dengan para orang tua sekarang yang lebih mengutamakan ngajari anaknya dengan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris tapi menganaktirikan bahasa ibu mereka sendiri. Seharusnya kita belajar dari etnis Tionghoa Medan. Meski mereka tinggal di negara asing yang mayoritas berbahasa Indonesia, terlebih di Medan yang sehari-hari pakai bahasa melayu tetapi, toh mereka tetap setia dan tak melupakan bahasa ibu mereka, yaitu bahasa Mandarin.

Kedua, kalau kita mau belajar dari para etnis Tionghoa di Jogja yang begitu pandai berbahasa Jawa dan logatnya yang benar-benar luwes menyatu seperti orang Jawa, saya jadi malu kembali, mengapa kita para orang tua justru mengajari anak kita dengan bahasa Indonesia dan mengesampingkan bahasa ibunya sendiri, bahasa Jawa? Bukankah idealnya kedua bahasa itu seharusnya diajarkan sejajar pada anak kita? Sedih rasanya kalau saya mengamati keluarga Jawa sekarang yang anak-anaknya sudah tidak bisa boso kepada para orang tua.

Sedih, bahasa ibu kini benar-benar seperti anak tiri yang benar-benar sudah dianaktirikan. Maaf, untuk kasus keluarga dengan perkawinan multi etnis mungkin bisa saya kecualikan. Karena orang tua seperti ini mungkin akan kesulitan mengajarkan tiga bahasa sekaligus, dua bahasa ibu kedua orang tuanya dan bahasa Indonesia sekaligus kepada anak-anaknya.



Bookmark and Share

Jumat, 25 Juni 2010

Alasan Goenawan Mohamad Mengembalikan Bakrie Award Membuat Saya Jadi Sedih

Goenawan MohammadSebenarnya luka lama itu sudah mengering. Dendam kesumat itu juga sudah kukubur dalam-dalam. Karena kata para orang tua tak baik menyimpan dendam sampai berlama-lama. Namun, apa lacur, betapa terkejutnya saya. Saya benar-benar tak menyangka, tak bisa menyembunyikan rasa kecewa saya, sama seperti halnya Goenawan Mohamad yang tak bisa membiarkan rasa kecewa itu berlarut-larut lama. Sehingga, terpaksa mengembalikan Bakrie Award yang pernah diterimanya kepada Aburizal Bakrie.

Kalau Anda belum sempat membaca beritanya, silahkan Anda baca dulu apa yang menjadi alasan mengapa Goenawan Mohamad mengembalikan Bakrie Award yang dimuat Tempo di sini.

Sebenarnya apa yang membuat Goenawan Mohamad sampai sekecewa itu kepada Aburizal Bakrie? Dan apa hubungannya ini dengan saya, kok saya tiba-tiba ikut-ikutan kecewa dan menjadi sedih? Apakah saya masih ada hubungan famili dengan Goenawan Mohamad? Kalau Anda belum kenal siapa saya, saya persilahkan baca dulu siapa saya di About Me blog ini.

Saya memang sama sekali tak ada hubungan dengan peristiwa pengembalian Bakrie Award itu. Saya hanya ada hubungan dengan salah satu alasan yang membuat Goenawan Mohamad menjadi kecewa kepada Aburizal Bakrie. 

Dan Anda patut tahu alasan itu adalah sebuah pernyataan dari Bakrie yang menyatakan tidak merasa bersalah dalam kasus Lumpur Lapindo saat berdialog dengan para blogger di Langsat, Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Hal yang membuat saya jadi sedih, jika Bakrie tetap bersikukuh mengaku tak bersalah itu artinya dia secara eksplisit terang-terangan tetap tak ikhlas untuk memberi ganti rugi kepada para korban Lapindo, termasuk kepada saya.

Padahal, kalau mengutip apa yang pernah ditulis Anindya Bakrie, anak Aburizal Bakrie, sesuai amanat Ibunda Roosniah, Ibu Aburizal Bakrie, katanya pernah berpesan bahwa ini adalah bencana yang berada di luar kehendak dan kuasa semua orang. Tak perlu lagi meributkan apakah ini kesalahan manusia atau akibat bencana alam. Yang jelas, warga sudah demikian menderita akibat musibah ini. Oleh karenanya, Ibunda Roos meminta agar pihak keluarga berusaha sebaik mungkin menolong mereka yang terkena dan berhak mendapatkan bantuan. Demikian amanat Ibunda Roos, yang katanya oleh Anin akan dijaga baik-baik.

Dan kini amanat itu sepertinya hanya tinggal janji belaka. Toh, prakteknya Aburizal Bakrie tetap bersikukuh tetap tak mau mengaku salah. Tetap meributkan pentingnya bersalah apa tidak dalam musibah Lumpur Lapindo ini dengan mengeluarkan pernyataan itu kepada blogger Langsat.

Akh, mungkin itu alasannya mengapa hingga kini Bakrie tak menuntaskan apa yang menjadi komitmennya. Menuntaskan ganti rugi kepada korban Lumpur Lapindo yang menjadi tanggung jawabnya.

Dan hal yang membuat saya jadi makin bertambah sedih setelah mengetahui beberapa alasan Goenawan Mohamad yang lain, saya jadi merasa apa bedanya uang yang saya terima dengan uang yang diterima Goenawan Mohamad? Yang jelas uang yang saya terima itu jauh dari uang barokah untuk beli rumah mengingat sepak terjang bisnis dan politik Aburizal Bakrie yang tidak jujur.

Apakah saya harus mengembalikan uang itu juga kepada Aburizal Bakrie?



Bookmark and Share

Rabu, 23 Juni 2010

Membaca Kreatif Untuk Kreatif Menulis

Membaca Kreatif

Masih menyambung artikel saya sebelumnya tentang Tips Menulis, seperti janji saya kemarin di akhir artikel, untuk kali ini akan saya sambung kembali tips cara mudah untuk menulis sebuah artikel. Kalau kemarin pada poin pertama saya sebutkan Membaca Cermat sebagai salah satu poin untuk memudahkan Anda menulis, maka di artikel ini akan saya ulas lagi lebih dalam tentang seberapa penting kah peran membaca buat menulis.

Anda masih ingat dengan 4 tingkatan membaca? Yang sempat saya ulas sedikit di kolom komentar karena menanggapi komentar dari Mas Anis Fahrunisa JabarView di artikel 5 Tips Mudah Menulis Artikel? Yaitu membaca elementer (membaca tingkat dasar), membaca inspeksional (membaca sekilas/cepat), membaca analitis (membaca pemahaman) dan membaca sintopikal (membaca perbandingan).

Nah, yang terakhir, yaitu membaca sintopikal itulah yang tersulit. Sulit karena prosesnya kita tidak hanya sekedar membaca biasa tapi sudah dalam taraf pemahaman yang lebih tinggi dan mendalam dengan melakukan perbandingan buku satu dengan banyak buku lainnya dari subyek tertentu.

Contoh kasus, Mas Yuda Link Sukses di posting artikel Komentar Bunglon menyoroti tentang adanya "Blogger Bunglon" akibat komentarnya yang tampak seperti idiot, berusaha ingin terlihat populer dengan bikin ulah meninggalkan comment seenaknya yang tak nyambung dengan artikelnya. Saya bisa simpulkan orang semacam itu kemungkinan besar melewatkan proses membaca dengan pemahaman yang lebih dalam seperti dalam proses membaca analitis apalagi sintopikal. Atau kalau tidak, ya memang tujuannya untuk cari gara-gara.

Balik lagi ke topik membaca sintopikal. Kalau umumnya orang membaca seperti murid yang sedang belajar kepada guru dengan mengganggap buku sebagai gurunya, maka pada tingkatan membaca sintopikal sebaliknya, Anda lah yang berkuasa. Justru buku yang menjadi murid dan harus melayani Anda.

Sekali lagi, itulah tingkatan tersulit dalam membaca. Sulit tapi buahnya manis karena proses ini membuat Anda jadi bisa menulis dengan mudah, kritis, analitis dan akhirnya punya sudut pandang dengan perspektif berbeda-beda yang jauh lebih lengkap. Cara inilah yang banyak dilakukan para penulis buku atau penyusun sebuah karangan ilmiah.

Sekarang akan saya bahas tentang bagaimana "Membaca Kreatif" yang sangat berkaitan erat dengan menulis. Sebelumnya ingin saya sampaikan, membaca kalau kita klasifikasikan berdasarkan kedalaman pemahaman terhadap teks bacaan atau berdasarkan tingkatannya, cara membaca dibedakan atas membaca literal (reading the lines), membaca kritis (menganalisa bacaan), serta membaca kreatif.

Apa itu membaca kreatif? Yaitu sebuah proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan baru yang terdapat dalam sebuah bacaan. Kemudian melakukan komparasi perbandingan dengan pengetahuan-pengetahuan yang pernah kita dapatkan sebelumnya.

Dalam kasus membaca kreatif ini Anda tidak hanya dituntut mengerti dan memahami tapi sudah menganalisa lebih lanjut, memperbanding-bandingkannya, yang akhirnya ini bisa Anda telorkan kembali pengetahuan itu kedalam bentuk sebuah pemahaman baru yang bisa, salah satunya menjadi sebuah tulisan. Mungkin ini rada mirip dengan kasus mengikuti training for the trainer. Yaitu ikut traning untuk menjadi seorang trainer.

Dengan membaca, kita dapat menerapkan berbagai knowledge baru yang kita peroleh untuk mengembangkan karier Anda, atau bisa meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan masing-masing. Jadi, bermacam-macam manfaat penting dapat dipetik dari proses "Membaca kreatif", salah satunya untuk menulis.

Kesimpulannya: Jika ada orang yang bilang tanpa membaca bisa mahir menulis, itu adalah omong kosong belaka. Bahkan salah seorang blogger pernah berani terang-terangan berkata demikian: "Berhentilah menjadi blogger kalau Anda tidak suka membaca." Begitu pernyataan provokatifnya yang pernah saya baca. Dan kalau itu saya hubungkan dengan ulasan tentang "Membaca kreatif" diatas rasanya sulit untuk menyangkal kalau misalnya Anda bukan orang yang gemar membaca tapi bisa mudah untuk menulis apalagi yang samasekali tanpa membaca.

Masihkah Anda meragukan pentingnya membaca untuk menulis?

Catatan:
Artikel ini salah satu contoh saja dari tulisan yang dihasilkan dari proses membaca kreatif. Materi ini saya sadur dan sarikan dari banyak sumber serta dari pengalaman penulis sendiri.



Bookmark and Share

Minggu, 20 Juni 2010

5 Tips Mudah Menulis Artikel

writing tipsSebelum saya mengulas tentang 5 Tips Mudah Menulis Artikel di posting saya kali ini, saya ingin bertanya kepada Anda dengan pertanyaan saya kemarin di artikel "Saran Saya: Berhentilah Ngeblog!" Apakah Anda benar-benar serius ingin berhenti ngeblog? Apakah bad mood itu benar-benar menghinggapi Anda hingga saat ini? Jika jawabannya "Ya" mungkin Anda perlu membaca tulisan saya yang ini.

Tips ini mungkin tak murni seratus persen baru. Tapi saya yakin secara tanpa sadar Anda pasti sudah pernah melakukannya dalam kegiatan Anda sehari-hari namun mungkin Anda belum menyadarinya. Apa saja ke-5 Tips Mudah Menulis Artikel tersebut? Mari kita bahas bersama-sama:
  1. Membaca Cermat. Banyak orang yang bilang tanpa banyak membaca orang akan susah untuk menulis. Sebaliknya, kalau orang suka membaca maka lebih mudah untuk menulis. Betul? Jawabnya, tergantung dulu bagaimana cara Anda membaca. Kalau cara Anda membaca cenderung tergesa-gesa atau speed reading ya percuma. Tetap susah untuk menghasilkan sebuah letikkan ide yang bisa membuat Anda mudah untuk menulis. Belajarlah jadi pembaca yang cermat. Cermat disamping mengamati isi dari tulisan yang Anda baca, juga yang tak kalah penting adalah cermat mengamati gaya atau style dan detil-detil kata per kata,  kalimat per kalimat, paragraf per paragraf yang ditulis oleh penulisnya dari sudut pandang Anda sesama penulis. Dari sini nanti mudah-mudahan, Insya Alloh Anda jadi lebih mudah untuk menulis.
  2. Teknik Menulis dengan Mind Map. Apakah Anda pernah membaca buku-buku "Mind Map" dari Tony Buzan? Jika belum saya menyarankan kepada Anda untuk membaca buku tersebut. Di buku tersebut banyak diajarkan bagaimana cara-cara membangkitkan dan mengembangkan sebuah ide, membuat Anda akan menjadi tercengang betapa banyak bergelimangan ide di sekitar Anda siap dijadikan sebuah bahan tulisan. Saya tak perlu bicara panjang lebar lagi untuk membahas buku tersebut, nanti dikira saya lagi jualan buku Tony Buzan lagi. Lol. Silahkan Anda beli dan buktikan sendiri.
  3. Lupakan Teori Menulis. Banyak buku sudah mengajarkan teknik-teknik cara menulis yang baik, sekolah-sekolah yang mengajarkan bagaimana teknik mudah untuk menulis. Bukannya saya tak suka apalagi tak percaya dengan buku dan sekolah-sekolah tersebut. Tidak. Tetapi terlalu banyak teknik atau teori justru semakin membuat Anda semakin minder dan susah untuk menulis. Itu faktanya. Percayalah teori itu bisa dipelajari pelan-pelan sambil Anda praktek menulis. Keahlian menulis sebenarnya hanya masalah jam terbang saja. Semakin sering Anda menulis insting dan skill menulis Anda akan semakin terasa tajam. Percayalah!
  4. Menulis Artikel Tutorial. Menulis tutorial lebih mudah dari menulis sebuah opini, esai atau sebuah cerita seperti cerpen dan novel, yang murni berbasiskan keahlian Anda untuk mengolah kata, meramu masalah, mengolah argumen, mengelola plot seperti dalam cerita dan lain sebaginya untuk menjadi sebuah tulisan yang menarik, yang tentu saja ini sangat menuntut full skill kreativitas menulis yang baik agar tulisan Anda tampak menarik untuk dibaca. Ini berbeda dengan menulis tutorial. Menulis tutorial lebih menekankan ke arah teknis, bukan skill menulis itu sendiri, teknis tentang bahasan dari tutorial topik yang sedang Anda usung. Jadi jika Anda masih kesulitan menulis, mulailah menulis tutorial atau tips-tips yang menjadi bidang keahlian atau hobi Anda. Contoh, menulis tutorial tentang blogging dengan segala macam pernak-perniknya. Jangan melakukan hal sebaliknya, menulis hal yang kurang Anda kuasai dan sukai. Contoh yang lain, meski tulisan ini bukan berupa tutorial tapi anggap saja ini juga tulisan berupa tutorial yang berisi tips-tips untuk menulis. He...He....
  5. Menulis dari Catatan Harian. Anda pernah membaca buku fenomenal Karya A. Fuadi "Negeri 5 Menara" yang menjadi best seller itu? Anda perlu tahu si penulisnya pernah bilang di Goodread kalau Novel itu ditulis karena dinspirasi kehidupan pribadi penulisnya sendiri. Dan itu benar-benar mengambil dari kumpulan catatan harian dari penulisnya sendiri yang pernah dibuatnya di masa lalu. Nah, belajar dari cerita penulis Novel Negeri 5 Menara, bukankah Catatan Harian atau diary bisa menjadi sumber ide tulisan yang bisa dituangkan dalam artikel? Tapi tentunya dengan sedikit modifikasi sehingga menjadi lebih menarik. Dan Anda tahu banyak penulis besar melakukan cara-cara ini. Mengapa cara ini tidak Anda lakukan juga agar Anda bisa mudah untuk menulis?

Demikian kelima tips dari saya kali ini yang bisa saya sharing kepada Anda. Next akan saya sambung tulisan ini dengan tips-tips menulis lain yang lebih menarik lagi. Semoga artikel ini bermanfaat. Happy blogging!

Catatan:
Jika ada yang bertanya kepada saya apakah saya penulis profesional dengan menulis tips ini, sebagaimana umumnya artikel semacam ini biasanya ditulis oleh penulis profesional, saya bisa jawab "Bukan", saya hanya blogger biasa yang kebetulan memang suka tulis menulis. Artikel ini saya tulis murni dari pengalaman saya sendiri dan sudah saya praktekkan pada blog ini.



Bookmark and Share

Jumat, 18 Juni 2010

Saran Saya: “Berhentilah Ngeblog!”

Writing SpiritMenjadi seorang penulis atau lebih spesifiknya menjadi seorang blogger pasti pernah mengalami kedua hal ini. Yaitu yang pertama masa-masa kehilangan ide untuk menulis. Dan yang kedua masa-masa kehilangan mood, gairah, atau passion untuk menulis. Pernahkah Anda mengalami kedua hal ini pada blog Anda? Jika misalnya pernah lalu apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya?

Banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan oleh blogger untuk membangkitkan ide kembali. Dan caranya bisa bermacam-macam untuk tiap-tiap blogger. Kalau A.A. Navis, sastrawan dari Padang, Sumatra Barat yang dikenal dengan julukan "Sang Kepala Pencemooh" sangat unik, suka mengurung diri atau berdiam cukup lama di kakus untuk mencari ide. Kalau Anda saya yakin juga punya cara tersendiri dalam membangkitkan ide. Untuk kali ini saya tak akan bahas bagaimana cara untuk membangkitkan ide tersebut. Silahkan kalau mau Anda bisa baca tulisan lama saya Bagaimana Jika Kehilangan Ide Menulis. Di artikel itu sudah saya tulis tips-tips bagaimana cara untuk menggali ide.

Bagi blogger gaek yang sudah lama malang melintang di blogosphere mungkin sudah merasa tak sulit untuk membangkitkan ide ini karena semakin tinggi jam terbang Anda dalam ngeblog dan menulis, apapun bisa ditulis. Nah, bagaimana kalau yang hilang adalah mood, gairah, atau passion untuk menulis? Bagaimana cara membangkitkan kembali mood tersebut? Apa yang harus Anda lakukan?

Terus terang itu pertanyaan sulit, karena bagi saya masih lebih mudah untuk membangkitkan ide daripada membangkitkan mood untuk menulis dalam ngeblog. Mengapa? Kalau lagi malas berhubungan intim dengan istri mungkin bisa banyak cara untuk memancing mood-nya kembali. He...He... Tapi bagaimana kalau urusan yang satu ini, mood tiba-tiba menghilang untuk menulis di blog? Saya belum menemukan cara yang ampuh selain cara-cara klasik yang biasa saya lakukan ini.

Salah satu cara membangkitkan mood menulis di blog biasanya saya hanya bertanya 3 hal berikut ini pada diri saya sendiri. Dan daftar pertanyaan saya tersebut adalah seperti ini:

  1. Apakah saya masih punya tujuan untuk ngeblog?
  2. Apakah saya masih dapat manfaat dengan ngeblog?
  3. Apakah masih penting ngeblog itu buat saya?

Saya akan selalu menanyakan itu berulang-ulang terus sambil merenung ke diri saya. Jika jawaban yang muncul pada poin satu, dua dan tiga semuanya kompak jawabannya “Masih” maka saya harus tetap memaksa diri saya untuk terus ngeblog dan menulis. Tak peduli walaupun misalnya besok akan kiamat, ngeblog akan tetap jalan terus. Lol.

Kalau urusan untuk paksa memaksa diri, bukankah segala sesuatu memang terkadang harus begitu, kadang perlu dipaksa. Seorang militer pun sebelum akhirnya penuh disiplin juga dulu awalnya juga dipaksa. Contoh lain, sebelum orang bisa tertib dengan aturan, entah itu sebuah norma di masyarakat, tata tertib di tempat kerja atau sekolah, bahkan hukum sebuah negara sekalipun, bukankah awalnya orang pun harus dipaksa dulu agar mau patuh?

Namun, saya tak menutup mata adakalanya saat Anda merenung ternyata jawaban Anda pada ketiga pertanyaan saya tersebut ternyata sudah mulai tidak kompak. Ada yang jawabannya “Masih” dan ada sebagian lagi yang jawabannya “Tidak”, bahkan bukan tidak mungkin suatu saat ketiga jawabannya kompak “Tidak” semuanya. Kalau sudah begitu percuma bukan diteruskan ngeblog? Percuma, kan melakukan sesuatu pekerjaan yang kita sendiri tak tahu tujuannya kemana, terus tak dapat manfaat apapun dari pekerjaan itu, dan sudah tak penting lagi buat kehidupan kita?

Jika keadaan yang terakhir itu nanti benar-benar terjadi pada diri Anda, dengan sangat terpaksa saya ingin mengatakan ini kepada Anda. Saran Saya: “Berhentilah ngeblog!”

Lho-lho, saya, kok tak memotivasi malah berkata seperti itu kepada Anda. Mengapa? Jawab saya sederhana: “Toh, dunia tak akan berhenti berputar dan tiba-tiba menjadi kiamat seketika hanya gara-gara Anda berhenti ngeblog, bukan?”

Semoga Anda tak kehilangan motivasi dan benar-benar terus Berhenti ngeblog hanya gara-gara membaca judul nge-flame yang ada di atas tulisan ini. He…..He…..




Bookmark and Share

Rabu, 16 Juni 2010

Antara Jalan Macet, Kecepatan Internet dan Kenaikan TDL

Hidup SabarUntung saja saya pernah tinggal di Surabaya, merasakan bagaimana macetnya jalan Ahmad Yani sampai jalan Embong Malang Surabaya saat jam berangkat dan pulang kantor. Untung saya pernah tinggal juga di Jakarta, merasakan betapa macetnya semua jalan-jalan di Jakarta. Dan untungnya lagi saya pernah merasakan saat awal-awal belajar mengakses apa itu namanya internet sekitar 12 tahun yang lalu. Maaf, kalau Anda umurnya lebih muda dari saya, betapa Anda mungkin belum merasakan betapa sangat nunak-nunuk-nya (lambat aksesnya) koneksi internet kala itu. Tapi jika Anda sebaya bahkan lebih tua dari umur saya maka saya hanya bisa bilang keluhan saya mungkin tak seberapa dengan pengalaman lebih tak menyenangkan yang pernah membuat Anda jauh lebih sabar dari saya saat mengalami masa dimana komputer kala itu masih merupakan barang mewah, sulit dimiliki oleh perorangan, apalagi yang namanya ngakses internet.

Coba Anda bayangkan dan bandingkan, modem saya waktu itu kecepatannya hanya 32 kbps, didukung juga oleh putus nyambungnya koneksi dial up Telkom yang amat buruk. Sekali lagi, bayangkan dan bandingkan dengan kecepatan internet broadband sekarang ini yang sudah kian cepat. Buka video YouTube saja bisa tanpa tersendat. Artinya kecepatan internet Anda sudah diatas 384 kbps, setara kecepatan teknologi 3G mobile broadband saat ini. Bahkan modem saya kini pernah bisa nembus angka 3141,8 kbps. Angka tertinggi yang pernah saya capai sepanjang umur hidup saya, terukur BitMeter dan tertangkap modem di notebook saya. Baca artikel saya Era Baru Layanan Mobile Broadband Sudah Dimulai.

Hanya satu kata kesimpulannya: Sabar. Sabar. Sabar. Mungkin kata itu yang paling tepat jika Anda mengeluh dengan buruknya koneksi internet di daerah Anda yang kebetulan jauh dari namanya kecepatan Internet broadband. Namun masih mending kecepatan internet sekarang. Selambat-lambatnya mungkin masih jauh lebih baik dari kecepatan 32 kbps modem saya tahun 1998 kala itu.

Ah, barangkali Anda ingin berkaca ke negara Korsel yang speed internetnya tertinggi di dunia, sampai 20,4 Mbps? Jangan, ah saya jadi tersindir dengar ucapan Dahlan Iskan baru-baru ini di stasiun TV swasta. Banyak orang mengeluhkan Kenaikan TDL di satu sisi, termasuk saya, dan barangkali juga Anda. Mempermasalahkan mahalnya bayar listrik sebulan tapi tak pernah mengeluh dan mempermasalahkan ngopeni pulsa handphone sampai beberapa buah dan mampu berlangganan BIS Blackberry, bahkan langganan internet DSL atau mobile broadband unlimited yang harganya tak murah.

Satu yang perlu Anda renungkan, terkadang kita baru merasakan betapa menyenangkan dan enaknya tinggal di daerah yang jalanannya selalu lancar, tidak macet seperti halnya jalan-jalan di kota besar Jakarta yang tak pernah terlepas dari namanya macet setiap hari. Sama seperti terkadang kita baru bersyukur jika pernah mengalami pengalaman jaman bahula yang jauh dari kehidupan modern menyenangkan seperti saat ini, dimana listrik sudah ada, akses internet cepat broadband mungkin sudah tidak dalam angan-angan lagi seperti dulu.

Masihkah Anda menanyakan makna arti sabar kepada saya?




Bookmark and Share

Selasa, 15 Juni 2010

Benarkah Ide Listrik Gratis Itu Gila Dan Tak Rasional?

Dahlan IskanSaat mendengar lontaran pendapat dari Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan yang mengusulkan listrik gratis buat pelanggan rumah tangga atau golongan pelanggan R1 daya 450 VA. Yang kemudian menemui banyak tanggapan kontra, sinis dari banyak kalangan, termasuk dari para wakil rakyat di DPR atas usulan nyeleneh itu, saya jadi tergelitik untuk menulis sekedar note opini ini.

Bukannya saya sok membela Dahlan Iskan dan PLN yang kemarin sempat saya teriaki Gila, Sejak Kapan di PLN Ada Tawar Menawar?, gara-garanya ada oknum pegawainya yang coba mbeling ke saya, tapi coba dengar dulu apa yang menjadi alasannya?

Alasan Dahlan Iskan: Selama ini yang selalu jadi dalih atau argumen para pemrotes kenaikan TDL adalah selalu rakyat miskin yang jadi alasannya. Bagaimana dengan pengguna listrik lain yang jumlah dan value rekeningnya lebih besar, yang jumlahnya justru lebih banyak dan lebih gede dari golongan yang belum mampu bayar listrik? Contoh seperti industri, Mal-mal, rumah-rumah perumahan menengah dan rumah real estate. Jika listrik buat orang miskin (pelanggan R1/450 VA) digratiskan, di satu sisi itu sangat menolong orang miskin sementara pada sisi lain, pada orang yang mampu bayar jika diberikan tarif listrik yang tidak sesuai, lebih rendah dari harga yang semestinya, yaitu seharusnya Rp 1000/KWH sesuai harga pokok dari PLN, bukankah ini justru subsidi yang tak mengena sasaran, seperti nguyahi segoro (menggarami laut) saja?

Saya beri sedikit gambaran, contoh tarif pada pelanggan bisnis golongan B3/TM di TDL 2004 yang berlaku sampai sekarang ini, harga per KWH-nya masih Rp 452 pada LWBP (Luar Waktu Beban Puncak) dan Rp 904 pada WBP (Waktu Beban Puncak). Artinya apa itu bukan berarti harga retail listriknya masih 50% dari harga pokok PLN kalau tarifnya pada waktu jam normal di waktu LWBP (pukul 22:00 – 18:00)?

Atau Anda ingin tahu sekedar contoh berapa besaran rekening listrik sebuah perusahaan padat karya? Biaya listrik sebulannya bahkan bisa lebih gede dari membayar gaji karyawannya. Bisa lebih gede dari total listrik yang dibayar warga sekampung yang hidup sederhana seperti tipe pelanggan R1/450 VA di desa. Taruhlah listrik rumah tangga sederhana rata-rata rekeningnya Rp 30.000 sebulan. Jika jumlah orang sekampung misalnya ada 500 KK. Berapa totalnya? Hanya Rp 15.000.000 bukan? Bandingkan dengan satu perusahaan Dept Store saja yang sebulan bayar listriknya ada yang sampai Rp 250-an juta sebulan.

Dahlan Iskan sudah memberikan hitung-hitungan matematisnya. Jika akan menggratiskan listrik pada pelanggan 450 VA. Setelah dihitung-hitung, toh PLN hanya rugi Rp 1.5 triliun dan benefitnya secara quantity itu lebih banyak menjangkau meringankan banyak orang pelanggan, sampai 20 juta pelanggan. Sementara di sisi lain malah PLN bisa menerima pendapatan baru sekitar Rp 30 triliun dengan memberikan harga yang benar pada pelanggan listrik yang mampu, salah satunya dari pelanggan bisnis dan industri tadi.

Bukankah itu sesuatu yang patut dipertimbangkan? Gimana kalau menurut pendapat Anda? Sekali lagi, bukankah ini sebuah ide brilian meskipun teknis pelaksanaannya tak semudah itu akan bisa dilaksanakan? Mengapa? Karena sesuatu yang gratis memang tidak selamanya mendidik sebab rawan sekali terhadap tindak kecurangan dan keserakahan.

Pertanyaan saya: Masihkah Anda menganggap ide ini gila, kurang waras dan tak rasional? Atau Anda punya ukuran tersendiri mengenai arti gramatikal kata waras dengan perspektif yang berbeda?




Bookmark and Share

Minggu, 13 Juni 2010

Siluman Internet Itu Bernama BlackBerry

Blackberry StormPernahkah Anda main game Star Wars? Yaitu game perang yang membuat Anda seolah-olah sedang mengemudikan pesawat di luar angkasa. Kemudian pesawat Anda harus melewati berbagai macam ranjau yang siap meledakkan pesawat Anda. Melewati desingan tembakan peluru dari musuh-musuh Anda yang tak henti-hentinya ditembakkan berusaha untuk menghancurkan Anda.
 
Kalau Anda ingin tahu, ada satu strategi agar Anda bisa memenangkan game Star Wars, yaitu pesawat Anda, Anda setting dengan mode Invincibility on sehingga pesawat Anda akan meluncur secara Shield gone, atau invisible tak tampak oleh musuh-musuh Anda. Pesawat Anda akan menjadi tak terlihat atau mirip dengan siluman yang tak bisa terdeteksi.

Berbicara tentang invisible pada game Star Wars tadi saya jadi ingat dengan ponsel Blackberry. Kasusnya hampir sama. Jika Anda browsing internet menggunakan browser Blackberry maka keberadaan Anda sulit terdeteksi. Mengapa sulit terdeteksi? Karena tidak semua aplikasi web statistik bisa melihat dan merekam jejak kedatangan Blackberry.

Kalau Anda pernah membaca artikel saya sebelumnya IP Spy Alert, Tool Penting Untuk Mata-Mata maka Anda akan sulit mendeteksi pengunjung yang datang menggunakan browser Blackberry kalau misalnya Anda berniat untuk memata-matai IP Addressnya. Sulit karena IP Addressnya selalu berubah-ubah terus sebagaimana ciri koneksi internet mobile broadband pada umumnya, juga sulit karena tak semua aplikasi web statistik bisa mendeteksi kehadiran Blackberry.

Beberapa aplikasi web statistik yang saya maksud, yang tak bisa mendeteksi kunjungan browser Blackberry contohnya seperti: Feedjit, Whos Amung, Histats dan Indostats. Khusus untuk AddFree Stats kadang masih bisa terlacak, tapi kadang juga tak bisa mendeteksi kehadiran Blakberry. Aneh memang. Ini sungguh berbeda dengan Opera Mini, walau keduanya sama-sama mobile browser tapi kalau Opera Mini masih bisa terbaca hampir oleh semua aplikasi web statistik seperti diatas.

Saya pernah mereview kehebatan browser Opera Mini dan Blackberry yang dimanfaatkan cukup cerdik untuk promosi marketing operator SMART di artikel Berapa Perkiraan Umur Hidup Anda? Dan juga menulis tentang bagaimana operator Telkomsel berusaha mengarahkan gateway internet pada semua pelanggan Blackberrynya agar lewat kanal data RIM, vendor Blackberry dalam tulisan saya terdahulu. Silahkan Anda baca artikel saya Antara Opera Mini, Blackberry dan Kecerdikan Operator di blog Jabarview kalau ingin melihat detilnya.

Mungkin barangkali ada yang bertanya ke saya, lantas apa keuntungan lebihnya browsing pakai BB dan bisa tak terlihat? Jawab saya, keuntungannya banyak. Keuntungannya antara lain sebagai berikut:

  1. Saat Anda browsing akan lebih aman dari serangan seperti virus, trojan dan program jahat lainnya yang coba disusupkan dalam web yang Anda kunjungi ke ponsel Anda. Mengapa? Karena ada server RIM yang menjadi bemper ponsel Blackberry Anda, yang sekaligus menjadi pemisah seperti layaknya browsing internet menggunakan Proxy.
  2. Beberapa web sewaktu diakses menggunakan Blackberry tampilannya menjadi berubah mobile version secara otomatis meski tanpa dipasangi plugin mobile edition di blognya. Dan muncul beberapa menu seperti Skip to main content secara otomatis sewaktu diakses menggunakan Blackberry. Contoh, blog ini saya samasekali tak memasang plugin mobile edition tapi akan nampak seperti web mobile version saat saya buka menggunakan browser BB.
  3. Sama seperti browsing menggunakan Opera Mini yang mengalami kompresi, pada BB juga hampir sama, server RIM melakukan kompresi data untuk setiap akses data yang lewat servernya sehingga ini sangat mempercepat loading akses web yang Anda buka. Anda bisa lihat pada beberapa seri Blackberry lama dari mulai seri Curve sampai Javelin dan yang terbaru Gemini, masih mengandalkan sinyal GPRS dan EDGE tapi kecepatan aksesnya tak kalah jauh dengan smartphone yang berteknologi 3G dan HSDPA.
  4. Keuntungan keempat, ini sisi negatif, jika Anda berniat untuk berkomentar Anonim misalnya, seperti dalam tulisan saya Lempar Batu Sembunyi Tangan, atau yang lebih dari itu misalnya Anda berniat untuk nyepam maka akan sulit terlacak atau membanned IP Address Anda kalau Anda menggunakan browser BB.
  5. Atau kalau tidak untuk keempat-empatnya diatas, paling tidak Anda juga bisa berkunjung secara diam-diam ke blog orang lain, jika blog itu adalah blog bisnis saingan Anda, tanpa bisa diketahui si admin dari blognya, tanpa memberikan kontribusi impresion dan statistik apa-apa yang mempengaruhi Alexa dan PR blognya karena tak terlacak. He….He…..
Satu lagi kelebihan Blackberry kembali bisa saya review buat Anda. Bagi Anda yang belum pemakai Blackberry, pertanyaan saya apakah Anda tak tertarik untuk menggunakan Blackberry dengan melihat banyaknya kelebihan yang ada pada Blackberry tersebut? Maaf, saya hanya sekedar bertanya, ini bukan promosi. Saya tak dibayar sepeser pun oleh RIM dengan menulis review ini. Hi….Hi….




Bookmark and Share

Gila, Sejak Kapan di PLN Ada Tawar Menawar?

PLNGila, Sejak kapan di PLN ada tawar menawar? Itu pertanyaan kaget saya waktu kemarin, Sabtu 11 Juni 2010 pukul 09:30 WIB saya mendatangi kantor UPJ PLN Kalasan Yogyakarta. Betapa tidak, untuk urusan naik daya sebagaimana yang terpampang resmi di website PLN Jateng sudah jelas biayanya berapa tapi mengapa seorang petugas loket PLN terang-terangan menawarkan ke saya kalau biaya naik daya dari R1/900 VA ke 1300 VA dengan biaya sangat tinggi, yaitu sampai Rp 450 ribu. Padahal biaya resminya hanya Rp 251.300.

Silahkan Anda lihat simulasi perhitungannya sesuai tabel Simulasi Tambah Daya dari PLN berikut ini:

Simulasi Tambah Daya

"Pak, saya pernah nanya orang PLN UPJ Mangkubumi Yogyakarta, katanya biaya naik dayanya hanya sekitar Rp 250 ribuan. Dan saya ini juga orang teknik, Pak. Kalau naik daya setahu saya selain bayar selisih penyesuaian UJL (Uang Jaminan Langganan), kan hanya ganti MCB saja. Harga MCB di pasaran tak lebih dari Rp 50 ribu. Bagaimana mungkin biayanya bisa setinggi itu?" Sergah saya kritis kepada petugasnya.

Mendengar pertanyaan kritis saya petugasnya tersentum kecut dan mengatakan ke saya kalau biaya Rp 250 ribu seperti yang terpampang resmi itu hanya biaya untuk PLN-nya saja belum biaya untuk petugasnya yang masang.

Begitu penjelasan petugasnya ke saya. Dan kemudian petugasnya memberikan tawarannya kembali dan menurunkan biaya naik dayanya menjadi Rp 350 ribu.

Weleh-weleh! PLN oh PLN gimana Anda bisa profesional di mata pelanggan seperti saya kalau petugas Anda saja begitu. Percuma Anda pasang tarif resmi gede terpampang di website Anda tapi petugas Anda dengan seenaknya memberikan harga sendiri.

Hem, saya tidak tahu apakah saya saja yang telat, tidak tahu tentang ketentuan ini di PLN, bahwa untuk urusan naik daya listrik memang umumnya harus nego dulu dengan petugasnya seperti halnya kita beli barang di pasar. Bagaimana kalau di daerah Anda? Mungkin Anda punya pengalaman lain tentang hal ini?

Akhirnya hari itu saya urungkan niat saya untuk naik daya. Saya putuskan untuk pikir-pikir dulu. Selain saya juga sudah tak mood lagi untuk tawar menawar dengan petugasnya kembali. Terima kasih saya ucapkan buat Anda yang sudah membaca keluhan saya yang tak penting ini.




Bookmark and Share

Rabu, 09 Juni 2010

Siapa Bilang Ngajak Ke Surga Tak Perlu Beriklan?

Iklan Adsense
Coba, deh amati iklan yang saya lingkari itu! Saya, kok tiba-tiba menjadi heran dan ingin bertanya kepada Anda. Pertanyaan saya:

  1. Sejak kapan ngajak Sholat pakai beriklan Google Adwords
  2. Apakah ini tidak aneh menurut Anda?
  3. Bukankah pakai ceramah-ceramah agama saja biasanya sudah cukup untuk mengajak orang Sholat?
  4. Katanya iklan Google Adsense selalu relevan. Itu iklannya cuma dua tapi mengapa tak kompak?

Coba Anda bandingkan dengan kehebatan iklan PPC lokal dari Kumpul Blogger di bawah ini!

Iklan lokal

Dan pertanyaan saya kepada Anda adalah:
  1. Mengapa PPC lokal iklannya banyak tapi bisa kompak? Yaitu kompak ngajak-ngajak kaya semuanya?
  2. Apakah tak takut sekarang banyak orang mati mendadak gara-gara jantungan? Bagaimana kalau mereka kaget lalu tiba-tiba mati karena kaya mendadak?
  3. Apakah para advertiser lokal memang isinya orang kaya semua sehingga karena saking kayanya mesti ngajak-ngajak orang lain untuk menjadi kaya juga?
  4. Apakah internet di Indonesia sebagian besar pengaksesnya adalah dipenuhi oleh orang-orang yang cari informasi untuk menjadi kaya dari internet sehingga hanya iklan seperti itu yang paling laku di internet?
Sama-sama iklan, sih. Yang namanya iklan ya sama saja, tetap pada akhirnya ya jualan. Yang menarik, sama-sama dari jenis iklan PPC (Pay Per Click) mengapa bisa beda seratus delapan puluh derajat?



Bookmark and Share

Selasa, 08 Juni 2010

Inilah Top 10 Artikel DIPTARA blog

Top 10 artikelHari ini, Selasa 8 Juni 2010 tanpa terasa sudah terpublikasi sebanyak 200 artikel di blog ini. Angka 200 mungkin tak seberapa, tak terlalu banyak kalau pembandingnya adalah blog-blog populer yang rajin sekali diupdate postingnya setiap hari.

Sejak pertama kali blog ini lahir pada tanggal 15 November 2008 lalu, dan sempat mengalami namanya masa-masa sulit, stagnan dalam ngeblog. Masa-masa kritis kehilangan passion untuk menulis di bulan-bulan awal, setidaknya saya sedikit lega, tak menyangka akhirnya hari ini bisa menghasilkan tulisan sebanyak itu. Sampai 200 posting.

Mungkin tak banyak yang bisa saya berikan buat Anda para pengunjung setia blog ini dari tulisan-tulisan saya. Namun izinkan saya sekedar menyampaikan refleksi kepada Anda begini: Seperti yang pernah saya singgung di artikel "Antara Luna Maya, Mesin Dan Komentar Spam", tidak mudah bagi saya untuk bisa memuaskan dan mengakomodir semua keinginan pengunjung, pembaca setia blog ini. Namun bagaimana pun saya tetap harus memilih. Jika saya tak bisa memuaskan semuanya, minimal saya harus berusaha memuaskan mayoritas pengunjung blog ini. Berusaha menulis artikel-artikel yang diminati pengunjung mayoritas tersebut. Itu janji saya, setidaknya untuk 100 artikel kedepan.

Jika Anda bertanya kedepan arah blog ini hendak dibawa kemana? Saya hanya bisa jawab: Saya akan menulis artikel-artikel bertema seperti 10 Besar Artikel Populer di bawah ini untuk memenuhi keinginan Anda. Sekali lagi itu janji sekaligus komitmen saya. Doakan saya, ya agar tetap eksis di dunia blogospher!

Berikut adalah summary Top 10 Artikel yang menjadi Popular Post blog ini sepanjang enam bulan terakhir. Saya urutkan dari urutan yang paling populer dibaca oleh pengunjung:

  1. Tips Memilih AC Hemat Energi. Artikel ini berupa tips-tips dari saya yang saya tujukan buat orang awan yang belum mengerti benar dengan sistem refrigerasi pada mesin pendingin. Saya tak hanya memberi contoh komparasi merk-merk AC terkenal di artikel ini tapi juga membeberkan apa-apa saja yang perlu dilihat pada spesifikasi teknis AC untuk menentukan sebuah AC bisa dikatakan hemat energi apa tidak. Karena kepopuleran artikel ini oleh salah seorang pengunjung sempat dishare ke mayor forum Indowebster.
  2. 10 Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Blackberry. Artikel ini berisi sisi lain dari Blackberry yang banyak tidak diketahui orang tentang kekurangan Blackberry. Meski akhirnya saya kemudian memutuskan untuk pakai BB bukan berarti ke-10 alasan tersebut tak relevan lagi, tapi hampir dari ke-10 alasan ini adalah fakta yang sulit ditampik karena demikian lah kenyataannya. Makanya tak heran karena kepopuleran artikel ini tetap bertahan sebagai Pilar artikel blog ini meski telah sekian lama dipublish sejak 10 November 2009 lalu. Dan sempat juga di-share oleh pengunjung ke mayor forum di Kaskus.
  3. Negeri 5 Menara, Sebuah Trilogi Idealis Atau Komersial. Artikel ini sebenarnya boleh dibilang review pendek saya terhadap buku Negeri 5 Menara. Saya mencoba membandingkan Buku ini dengan Trilogi Laskar Pelangi dan Trilogi pada film. Berdasarkan data dari Google Analytics pada blog saya, artikel ini impressinya paling tinggi di SERP Google sehingga meski persaingan kata kunci Buku Negeri 5 Menara cukup ketat, alhamdulillah artikel ini masih mendapatkan trafik pengunjung dari Google yang cukup lumayan hingga artikel ini bisa menjadi popular post blog ini.
  4. 5 pemahaman Watt Yang Keliru. Artikel ini berisi 5 pemahaman tentang watt yang salah, yang paling sering disebut pada orang awam yang kurang mengerti tentang kelistrikan. Saya membeberkan contoh-contoh yang salah tersebut di artikel ini. Artikel ini karena kepopulerannya juga sempat dishare oleh pengunjung ke mayor forum indowebster di sini.
  5. Cara Membobol Bank Dengan Kartu ATM KABA. Saat maraknya kasus pembobolan rekening bank artikel ini saya publish ke blog ini. Bukan karena aji mumpung karena kata kuncinya lagi ramai banyak dicari orang tapi sebelum kasus itu ramai mencuat saya pernah menerima tawaran dari seseorang berupa ATM KABA yang katanya dijanjikan bisa bebas menarik uang di ATM manapun di seluruh dunia tanpa punya rekening. Modus yang ditawarkan ini ternyata persis sama seperti modus pembobolan rekening yang marak diberitakan.
  6. Tips Hemat Energi Listrik Disaat Krisis. Saat lagi maraknya pemadaman listrik di negara kita, artikel ini saya buat. Artikel ini sebagai bentuk kepedulian saya tentang pentingnya menghemat energi listrik agar beban defisit listrik PLN bisa terkurangi. Di artikel ini saya memberikan banyak tips seputar penghematan energi listrik pada peralatan-peralatan listrik rumah tangga. Mungkin karena momennya juga tepat, pas krisis energi sehingga artikel ini banyak dicari dan menjadi popular post blog ini.
  7. 10 Fakta Tentang PLN Yang Perlu Anda Tahu. Artikel ini sebenarnya juga sudah cukup lama saya publish. Saya tulis di bulan November 2009 lalu. Artikel ini saya tulis murni berdasarkan pengalaman saya sebagai Chief Engineer, berisi tantang fakta-fakta pada PLN yang jarang diketahui oleh orang awan.  Sempat dishare oleh salah satu pengunjung dan menjadi Top 10 di Lintas Berita sehingga menyebabkan banjir pengunjung ke blog ini. Karena kepopuleran artikel ini oleh salah seorang pengunjung sempat di-thread juga ke mayor forum di detik forum.
  8. PLN Krisis, Yuk Kita Ramai-Ramai Naik Daya Agar Hemat. Pada artikel ini saya memberikan sebuah analisa hitungan komparasi bahwa ternyata pada listrik rumah tangga R1 daya 900 VA dengan pemberlakuan Tarif Menyala prakteknya pada pemakaian angka KWH dengan angka diatas 150 KWH per bulan, bayarnya lebih mahal dibanding tarif TDL R1 1300 VA sehingga saya menyarankan agar naik daya. Mungkin juga seperti artikel Tips Hemat Energi Listrik, karena momennya juga tepat pas krisis energi sehingga artikel ini banyak dicari dan menjadi populer post blog ini.
  9. Blackberry World Edition Dual Mode Murah. Artikel ini berupa review saya tentang Blackberry World Edition seri 8830 dan Blackberry Tour 9630 . Sama seperti artikel-artikel saya pada umumnya yang mengulas tentang Blackberry, yang rata-rata banyak dicari pengunjung, artikel ini juga termasuk menjadi salah satu artikel populer yang banyak dibaca dan dicari pengunjung.
  10. 9 Kriteria Teman Yang Pantas Diremove di Facebook. Sama seperti artikel tentang PLN, artikel ini juga cukup lama saya tulis di blog ini, sejak Oktober 2009 lalu. Artikel ini berisi tentang tip-tip saya bagaimana seharusnya kita berteman di Facebook. Karena kepopuleran artikel ini sempat secara diam-diam sampai beberapa kali dishare oleh pengunjung ke Facebook dan Twitter. Terakhir sempat di-thread oleh pengunjung ke mayor forum Kaskus.
Itulah deretan ke-10 artikel Diptara blog yang menyandang sebagai Top 10 artikel populer blog ini. Tak lupa dalam kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih untuk dukungannya buat blog ini, buat semuanya saja, para sahabat-sahabat blogger saya, dan seluruh pengunjung setia blog ini. Hanya karena Anda saya bisa dan tetap eksis di blogosphere. Tak lupa kritik dan saran, masukan positf dari Anda selalu saya nantikan demi kemajuan blog ini.




Bookmark and Share

Minggu, 06 Juni 2010

IP Spy Alert, Tool Gratis Untuk Mata-Mata

Banner AddFreePernahkah Anda memata-matai pengunjung blog Anda? Maaf, memata-matai bukan berarti konotasinya selalu negatif, lho seperti memata-matai musuh layaknya dalam peperangan saja. Tidak! Tapi boleh, kan kita memata-matai kehadiran pengunjung yang merupakan seseorang yang amat penting buat kita?

Namun tak menutup kemungkinan juga suatu saat Anda perlu dan sangat membutuhkannya untuk memata-matai pengunjung blog yang Anda anggap musuh tersebut. Bukankah tidak semua pengunjung blog Anda semuanya bermaksud baik?

Bagi blog dengan domain dan hosting sendiri memang agak lebih mudah untuk melakukan pemetaan pengunjung seperti dari mana IP address-nya berasal, masuk dari search engine, direct URL, apa referral dari blog orang lain dsb. Sebab semua data tersebut bisa dilihat dan dianalisa dengan melihat pada data statistik pengunjung blog yang ada di server hosting Anda. Semua tool-tool semacam ini biasanya selalu include disediakan secara gratis oleh server hosting blog Anda dengan sangat detil.

Nah, bagaimana kalau blog yang masih belum punya hosting sendiri alias masih ndompleng di Wordpress atau Blogspot? Apakah tidak bisa melakukan analisa data statistik pengunjung blog, termasuk melakukan IP Spy, seperti memata-matai pengunjung blog diatas?

Saya jawab bisa. Caranya? Anda tinggal pasang script AddFree Stats di sidebar blog Anda, melakukan sedikit settingan dengan menginput nomor IP Address pengunjung blog yang hendak Anda mata-matai tersebut pada setting IP Center Visitors yang ada di dashboard account Anda di AddFree Stats, nanti selanjutnya tugas itu akan dilakukan oleh AddFree Stats dengan memberitahukan berupa alert pesan yang akan dikirimkan ke alamat email Anda setiap kali ada pengunjung yang hendak Anda mata-matai tersebut datang ke blog Anda. Hebatnya, bisa dikirim secara realtime ke email Anda seketika itu juga.

Dan hebatnya lagi IP Spy Alert dari AddFree Stats ini bisa memata-matai pengunjung sampai 10 IP Address pengunjung. Mirip dengan Blackberry yang juga bisa disetting buat menerima email sampai 10 account alamat email sekaligus. Memang apa ada, ya orang butuh email sampai 10 jumlahnya? He....He...

IP Spy

Gimana, Anda tertarik? Jika Anda berminat bisa daftar gratis melalui link ini.

Semoga tool ini bisa bermanfaat. Maaf, saya tidak sempat memberikan tutorialnya kepada Anda tentang cara daftar dan bagaimana tutorial  mengaktifkannya. Jika Anda nanti menemui kesulitan waktu mengaktifkan fitur IP Spy Alert-nya bisa tinggalkan pesan di kolom komentar posting ini, atau bisa kirim email ke saya melalui halaman Contact, terima kasih.




Bookmark and Share

Sabtu, 05 Juni 2010

Change Your Life

Change Your LifeSebenarnya ini tulisan lama yang pernah ditulis Rhenald Kasali 5 tahun yang lalu saat selesai merelease buku "Change!" ke publik. Saya ambil tulisan ini dari salah satu Forum Alumni Fisip Unpar. Artikelnya cukup menarik. Menarik karena mengulas tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi sebuah perubahan. Menarik karena Rhenald Kasali menyindir fakta secara umum bagaimana rata-rata orang kebanyakan enggan menerima sebuah perubahan. Enggan untuk mau mengakui sebuah realita yang baru di depan kita.

Rhenald Kasali kali ini tak hanya sekedar menyindir kita tapi juga membeberkan contoh-contoh kongkritnya di kehidupan nyata dalam tulisannya ini. Selamat membaca dan semoga Anda bisa lebih siap menerima perubahan setelah membaca tulisan ini.

Menyangkal Realita Baru
Oleh: Rhenald Kasali

Saya mohon maaf harus absen mengisi kolom ini beberapa kali. Sejak buku Change beredar, Saya terpaksa harus mempertanggung-jawabkan pemikiran-pemikiran Saya kepada publik. Banyak kisah nyata tentang perubahan yang Saya temui dan tentu saja ribuan curhat dari mereka yang rela dicaci-maki demi perubahan.

Menjadi Change Maker memang tidak mudah. Surat kaleng, SMS palsu, fitnah, sampai upaya-upaya fisik yang mematikan kerap harus dihadapi. Kepada kelompok ini, Saya hanya bisa mengatakan, Gandhi saja yang wajahnya begitu baik dan perilakunya menyejukkan, mereka bunuh, apalagi Anda yang bukan siapa-siapa.

Persoalan terbesar manusia di era yang berubah ini sebenarnya hanya satu, yaitu tidak berani menerima realita-realita baru. Sebagian besar karyawan, eksekutif dan birokrat yang Saya temui masih terbelenggu pada kisah sukses di masa lalu. Mereka berpikir solusi yang mereka temukan di masa lalu itulah solusi yang sesungguhnya.

Buktinya ada, yaitu bonus dan kesejahteraan. Makan siang disediakan dan karyawan bisa bergantian memainkan alat musik. Mengapa kita tidak pakai cara yang sama untuk mengatasi masalah hari ini?

Seperti menemui jalan buntu, banyak orang yang tiba-tiba mulai menggunakan kata "Dulu ......" ketika memulai pembicaraannya untuk mengacu ke masa lalu.

Sinar terang yang menyinari suatu usaha bisa berarti manfaat, tapi juga bisa menjadi mudharat. IBM contohnya, sukses dengan komputer mainframe di tahun 70'an membuatnya menyangkal realita baru pasar PC. Motorola bahkan lebih gawat lagi. Setelah sukses dengan celluler analog, ia menyangkal kehadiran digital handphone dengan melakukan investasi-investasi baru pada bidang analog. Xerox juga sempat terengap-engap saat menyangkal kenyataan munculnya pasar personal-copier yang dirilis Minolta, Canon dan Ricoh. Ensiklopedia Britanica juga menyangkal realita baru membaca buku pintar yang diputar oleh Microsoft (Encarta).

Di Indonesia sendiri ada ribuan pelaku usaha yang juga menyangkal realita-realita baru. Teman-teman di perkebunan teh tengah menyangkal kenyataan bahwa masyarakat dunia sudah mulai minum teh tanpa daun teh sama sekali. Sekarang ini, pergulatan terbesar justru tengah dihadapi universitas-universitas negeri. Ada demikian banyak realita-realita baru yang bermunculan dan mereka terus berdebat dengan menggunakan ukuran-ukuran lama untuk menilai hari esok. Mereka menggunakan pengalaman- pengalaman lamanya kala bersekolah yang penuh dengan kesulitan untuk dibingkaikan pada generasi baru yang bergerak dengan cara yang berbeda.
Padahal kepada mereka, Albert Einstein pernah menyatakan, "the measure of intelligence is the ability to change" (ukuran kecerdasan Anda adalah kemampuan Anda untuk berubah, menerima kenyataan baru).

Sulit dibayangkan dewasa ini masih ada banyak orang yang hidup di jaman kemarin dan dibiarkan terus mengepalai kegiatan untuk membawa organisasi ke masa lalu, tetapi semua ini juga terjadi karena organisasi dibiarkan dikuasai oleh kalangan "pedalaman" yang sepanjang hari menghabiskan waktunya di dalam kantor tanpa berinteraksi dengan dunia luar sama sekali.

Dalam setiap institusi kita dengan mudah membedakan, mana kalangan "pedalaman" dan mana yang "pesisir". Kalangan pesisir selalu berinteraksi dengan dunia luar, tetapi ia banyak membawa hal-hal baru. Ia lebih mudah menerima fakta-fakta baru. Sebaliknya kalangan pedalaman cenderung memelihara tradisi. Seorang usahawan senior membisiki Saya, sekarang ini, katanya, "tradition is a number one killer!". Saya pikir ini ada betulnya.

Catatan Kaki:
Apakah Anda sudah siap berubah? Jika Anda tak harus benar-benar berubah, ada baiknya Anda juga perlu Belajar dengan China bagaimana cara negara China menyikapi sebuah perubahan akibat adanya arus globalisasi di satu sisi, tapi di sisi lain China tetap teguh memegang prinsip dan warisan budayanya. Dan hasilnya, Anda bisa lihat bagaimana kemajuan pesat ekonomi negara China seperti sekarang ini.

Semoga Anda tak bosan membaca artikel kutipan-kutipan saya, sama seperti Pelajaran Buat Sang Pramugari kemarin, dan juga kali ini lagi-lagi tentang pernyataan Rhenald Kasali. Anggap saja ini posting trilogi tentang Rhenald Kasali. Ngomong-ngomong, barangkali ada yang belum tahu atau Anda ingin mengetahui lebih detil siapa sosok Rhenald Kasali, bisa baca Biografi singkatnya di sini.




Bookmark and Share

Kamis, 03 Juni 2010

Tips Membackup Contact Blackberry Messenger

BlackberryApakah Anda pengguna Blackberry? Dan berencana akan ganti handset Anda dengan seri yang terbaru? Apakah Anda merasa takut dan masih menganggap ganti handset BB itu ribet karena harus ganti PIN, kehilangan data contact, dan harus input ulang contact BBM Anda satu-persatu? Jika jawabannya “Ya” takut dan menganggap ribet, Anda keliru. Karena ganti handset Blackberry ternyata sangat mudah, semudah kalau Anda ganti handset ponsel biasa. Karena semua contact BBM bisa direstore otomatis dari gadget Blackberry Anda. Hebatnya lagi, tanpa bantuan perangkat apapun seperti komputer misalnya tapi bisa langsung restore memanggil data yang tersimpan di RIM, vendor Blackberry.

Namun syaratnya dengan catatan sebelumnya Anda memang sudah melakukan backup data contact BBM Anda ke accout email Anda ke RIM lewat gadget Anda. Atau sebelumnya telah melakukan backup data ke Memory Card BB Anda lebih dulu.

Gimana cara membackup data contact BBM Blackberry Anda? Caranya sangat mudah, jika versi BBM Anda sudah versi 5.0.0.57 (versi terbaru saat saya posting ini) maka Anda tinggal ikuti instruksi pesan yang biasanya dikirim oleh RIM ke chat BBM Anda sewaktu habis upgrade dari versi BBM 4 ke versi 5. Anda tinggal ikuti wizard setup yang diberikan, dan data contact Anda akan aman tersimpan di RIM sampai saatnya nanti bisa Anda panggil sewaktu-waktu lewat email yang Anda daftarkan ke RIM.

Nah, lewat artikel ini saya ingin sedikit meralat pada posting saya "10 Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Blackberry", terutama pada poin alasan ke-8 yang berbunyi:

8. Maniak Gadget
Saya bukan tipe orang yang setia dengan ponsel, meskipun juga bukan tipe orang yang sering gonta-ganti ponsel setiap kali ada model baru. Tetapi dengan lebih memilih ponsel bukan Blackberry, paling tidak, saya tidak menemui keribetan seperti pada Blackberry setiap kali akan ganti ponsel karena handset dan simcard seperti sengaja dipasangkan seumur hidup (dilock) sehingga menjadi ribet kalau suatu saat harus ganti ponsel. Tidak seperti ponsel biasa yang tinggal ganti handset, pasang simcard, selesai.

Maaf, saya terpaksa meralat posting itu karena ternyata kini prakteknya tidak seperti itu lagi.

Tips Membackup Contact Blackberry Messenger ini saya tujukan bagi yang awam atau belum tahu saja. Bagi yang sudah tahu Anda bisa melewatkan baca postingan ini. Okey, langsung saja, berikut ini adalah langkah-langkah membackup contact BBM Anda:

  1. Buka aplikasi Blackberry Messenger (BBM) Anda.
  2. Setelah aplikasi terbuka tekan Menu kemudian pilih Options
  3. Pada jendela Options yang sudah terbuka, cari ke bawah pada Contact List, di menu Save a copy of your contact list silahkan tekan Back Up
  4. Ada dua pilihan untuk Back Up Contact List. Pilih salah satu. Yang pertama, Back up files remotely (ini kalau ingin memback up ke server RIM), pilihan ini dianjurkan kalau Anda berniat ingin ganti handset. Lalu lanjutkan ke langkah nomor 6 jika Anda pilih opsi yang ini.
  5. Jika pilihan Anda yang kedua Back up files locally (kalau ini ingin memback up langsung ke Device atau Media Card). Kalau hanya berniat upgrade bisa pilih salah satu dari keduanya, tapi kalau berniat ganti handset, pilih yang ke Memory Card lalu tekan Back up Now.
  6. Jika misalnya Anda ambil langkah nomor 4, setelah itu lanjutkan pilih salah satu email Anda yang ada di listnya lalu tekan enter.
  7. Selesai.

Gimana cara merestore kembali? Jika Anda hanya upgrade software maka langkah-langkahnya seperti langkah diatas. Hanya pada langkah nomor 3, pada Contact List di menu Restore a previously saved copy of your contact list Anda pilih atau tekan Restore. Kemudian muncul dua pilihan: Restore using email dan Restore using a backup file from device. Pilih salah satu sesuai langkah awal Anda tadi memback up di atas.

Khusus yang memback up lewat email ke RIM biasanya akan langsung muncul sendiri wizard setup-nya saat Anda pertama kali mereboot BB Anda sehabis upgrade atau saat ganti handset baru. Hebatnya, pada kasus bila Anda ganti handset baru, yang mana PIN BB Anda juga ikut berubah, jika restore Anda berhasil maka list contact BBM Anda akan tercopi dan muncul sama persis seperti saat pada contact handset lama. Dan teman-teman BBM Anda tidak akan terpengaruh samasekali atas perubahan ini. Nomor PIN Blackberry Anda di contact list teman Anda akan update, berubah dengan sendirinya secara diam-diam tanpa perlu saling menginvite ulang lagi. Ini hebatnya.

Demikian Tips dari saya kali ini. Mudah-mudahan tips ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan atau ada yang belum jelas, Anda bisa tinggalkan pesan di kolom komentar di bawah posting ini, terima kasih.




Bookmark and Share

Rabu, 02 Juni 2010

Bagaimana Menjadi Blogger Ideal?

Rhenald KasaliMencari seorang calon pemimpin ideal bukan berarti orangnya harus bisa diterima oleh semua golongan. Karena orang yang mempunyai karakter kuat yang bisa dijadikan calon pemimpin ideal biasanya justru selalu punya musuh. Begitu pernyataan Rhenald Kasali dalam kesempatan wawancara di salah satu stasiun televisi swasta baru-baru ini.

Dalam konteks ngeblog pun sama. Meski sebagian orang masih menganggap kegiatan ngeblog sebagai sesuatu yang remeh, penulis amatir, atau wartawan tanpa koran, atau apalah yang lebih rendah dari itu, sebagai sebuah kerjaan orang iseng ngganggur tak ada kerjaan. Namun yang namanya resistensi, Kritik dan cemoohan bukan berarti samasekali tak ada, mampir ke sebuah blog.

Silahkan Anda baca dulu artikel sahabat saya Mas Anis di artikel Ngeblog Ala PSK. Betapa di artikel tersebut, tidak sedikit blogger yang berbagi pengalamannya, karena pernah mengalami namanya masa-masa sempat down gara-gara dimusuhi, dikritik dan dicemooh habis-habisan. Jika Anda termasuk yang pernah juga mengalami nasib seperti itu, berbahagialah. Itu artinya karakter yang Anda bangun dan eksistensi Anda di blogosphere mulai diakui dan diperhitungkan oleh orang lain.

Tetapi jangan terus berkecil hati dengan menganggap diri Anda belum punya karakter menyikapi pendapat Rhenald Kasali diatas kalau ternyata blog Anda sampai dengan hari ini masih adem ayem saja tanpa pernah mengalami yang namanya kritik pedas. Bisa jadi si pengkritik sangat menghormati atau segan dengan Anda sehingga orang akan berpikir seribu kali sebelum mengkritik Anda. Kalau sudah begitu Kritik Anonim lah biasanya yang akan muncul di blog Anda.

Atau alasan lain, bisa jadi di dunia nyata dan dunia maya Anda dikenal sebagai orang yang terlalu baik hati sehingga orang lain pun merasa tak mau mengusik orang baik seperti Anda. Meskipun dalam tanda kutip orang baik juga tak menutup kemungkinan punya musuh. Mahatma Gandhi yang orangnya begitu baik dan perilakunya menyejukkan semua orang tetap ada yang memusuhi dan akhirnya dibunuh.

Akhirnya, saya hanya berharap bagi siapapun saja yang membaca artikel ini dan kebetulan salah satunya yang hendak menuntut kesempurnaan pada blog saya, saya hanya bisa bilang: Menjadi blogger adalah sebuah pilihan saya, tapi bukan sama seperti pilihan kalau Anda menghendaki sebuah pelayanan sempurna pada perusahaan jasa atau instansi publik yang memang dituntut harus sempurna, profesional dan bisa memuaskan semua pihak yang harus dilayani.

Jika Anda sebagai blogger tak bisa memuaskan semua pengunjung apakah itu artinya Anda dicap sebagai blogger yang tak patut untuk ngeblog? Tidak bukan? Anggap saja kata Kesempurnaan, kata Blogger Ideal sebagai sebuah proses. Sama seperti Anda lahir tak mungkin langsung ujug-ujug bisa berlari seperti sekarang ini, bukan? Semua tetap melewati proses.

Terakhir, kalau Anda tetap bertanya kepada saya “Bagaimana Menjadi Blogger Ideal?” seperti dalam judul artikel ini, biarlah judul itu tetap sebagai pertanyaan retoris yang tak perlu dijawab karena kesempurnaan itu hanya ada pada manusia-manusia pilihan yang memang diciptakan sempurna oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukan saya atau barangkali Anda yang jauh dari sosok manusia sempurna. Selamat ngeblog dan berkarya. Happy blogging!




Bookmark and Share

Selasa, 01 Juni 2010

Astaga, Uang Saya Raib Dari Rekening BCA!

Mumpung masih hangat dan tidak keburu basi. Ini sungguh-sungguh asli keluar dari Internet Banking Bank BCA. Celaka tapi untung! Celaka karena uang saya hilang. Untung karena saya tak punya uang milyaran rupiah di rekening BCA sehingga tak perlu sampai shock lalu pingsan apalagi mau bunuh diri menyaksikan uang saya raib tiba-tiba dari rekeningnya, alias saldonya menjadi NOL besar.

Mudah-mudahan ini hanya sedang error saja alias tak benar-benar hilang uang saya karena dibobol orang seperti maraknya Pembobolan Rekening beberapa waktu yang lalu. Karena setengah jam yang lalu saya baru dari ATM BCA menarik uang dan mendapati uang saya masih ada, kok.

Apakah Anda juga punya rekening di BCA? Silahkan Anda cek dulu ke Klik BCA. Tapi jangan pingsan, ya kalau tiba-tiba menjumpai uang Anda ternyata raib seperti uang rekening saya! LOL.




Bookmark and Share

Maaf, Saya Sudah Mengecoh Anda

Maaf MengecohApakah Anda pernah menjumpai Iklan di blog berupa anchor text yang sengaja disisipkan dalam sebuah artikel postingan? Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah ini bisa disebut sebagai tindakan mengecoh pengunjung, sama seperti penempatan dua atau lebih anchor text yang berbeda dalam sebuah halaman postingan yang sama namun ternyata linknya mengarah ke satu halaman artikel yang sama. Dan sebaliknya, bagaimana pendapat Anda kalau menjumpai sebuah anchor text yang sama di dalam sebuah postingan tapi linknya ternyata merujuk ke beberapa halaman web yang berbeda-beda? Apakah ini bisa juga disebut mengecoh pengunjung meski masih mempunyai relevansi topik bahasan yang sama?

Bebeberapa waktu yang lalu salah seorang pengomentar di blog ini pernah ada yang protes pada salah satu posting artikel saya gara-garanya ada dua anchor text berbeda di dalam satu posting yang sama tetapi kenapa linknya tertuju ke halaman yang sama. Maaf, saya tak perlu sebut siapa dia karena tujuan saya nulis ini bukan untuk memperuncing perbedaan pendapat dengan dia. Tapi sebaliknya, justru karena pendapat itu lah maka rasanya saya perlu menulis ini.

Banyak blogger kenyataannya, terutama pada blog engine Wordpress sering men-disable fungsi Snap shots pada anchor text-nya daripada membiarkannya dalam kondisi default-nya. Mengapa? Saya tak tahu alasan persisnya apa. Yang jelas mudah-mudahan bukan karena tujuan untuk mengecoh pengunjung —dengan dibenamkannya banyak pilihan link dalam anchor text yang ada di dalam postingannya— karena sengaja mematikan fasilitas Snap shorts-nya. Sebaiknya saya tak berprasangka buruk dengan menuduh begitu. Mudah-mudahan alasannya lebih karena untuk menaikkan impression halaman blognya saja. Titik.

Dalam pelajaran ilmu SEO memang menganjurkan perlunya memberikan sebanyak-banyaknya tautan-tautan link internal mengarah ke postingan Anda yang terdahulu untuk mengoptimisasi blog Anda. Bahkan konsep website Wikipedia juga saya lihat begitu, banyak terdapat anchor text yang mengarah ke artikel-artikel Wikipedia yang lain.

Dan terkait urusan mengecoh tadi jika kebetulan Anda adalah seorang pengunjung blog, dan atau bukan seorang blogger, saya menyarankan perlunya Anda membekali browser Anda dengan software yang bisa Mengintip anchor text di halaman blog/website di internet agar Anda tak bisa terkecoh. Contoh saya menggunakan Add-on Interclue pada Firefox saya untuk mempreview sebuah link sebelum saya putuskan untuk lanjut klik atau tidak. Dan ini sangat membantu saya untuk mem-preview atau bisa langsung baca lewat jendela pop up preview yang ditampilkan oleh software Interclue tersebut tanpa susah-susah ngeklik lebih dulu.

Akhirnya, sebelum ada yang membalik saya dengan pertanyaan kritis mengapa saya juga sama, tak mengaktifkan fasilitas Snap shorts pada blog ini? Tanpa bermaksud untuk ngeles, terus terang, pada blog dengan engine Blogspot saya belum tahu caranya gimana. Jika kebetulan Anda ada yang tahu caranya, saya mohon bisa membagi ilmunya buat saya, insya Alloh nanti akan saya aktifkan fasilitas Snap shots-nya, terima kasih.




Bookmark and Share

Pelajaran Buat Sang Pramugari

Pramugari ChinaDalam sebuah kesempatan training motivasi yang pernah saya ikuti awal tahun 2007 lalu di Jakarta, Krishnamurti pernah mengatakan pada kami agar jangan pernah memberikan senyum tak tulus kepada seorang pelanggan. Mengapa? Sebab senyum tak tulus atau palsu bisa terlihat di mata orang lain. Senyum tak tulus bisa ditangkap karena auranya terpancar berada di sekitar Anda. Begitu pesannya.

Sama seperti perkataan Krishnamurti, pesan moral dalam cerita dari email yang dikirim oleh seorang kawan saya ini juga hampir sama, ada baiknya Anda juga jangan memandang rendah orang dari penampilan luarnya saja tetapi harus tetap menghargai setiap orang dengan tulus apapun penampilannya. Tulisan curhat dari seorang Pramugari China ini saya nggak tahu apakah Anda sudah pernah membacanya atau belum. Jika misalnya belum, saya persilahkan Anda untuk membacanya! Semoga tulisan ini bisa menggugah hati Anda.

Pelajaran Buat Sang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga
.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya.
Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang
.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang modern, yang kaya raya, yang pejabat, yang pengusaha, yang sangat terhormat, yang sangat terpelajar, ternyata mereka banyak tingkah, cerewet, angkuh, senyum dan ucapan terimakasihnya hanya basa-basi belaka, penuh kepalsuan dan lain-lain,
tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua miskin yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih yg tulus, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya,
perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dengan tulus dan mensyukuri apa yang sudah kita dapat.
Sungguh luar biasa berharga pelajaran yg sudah saya terima………
.




Bookmark and Share