Sabtu, 16 Mei 2009

Bagaimana Mencari Selamat Disaat Krisis

krisis ekonomi

Boleh saya ralat judulnya menjadi: Bagaimana Mencari Selamat, dalam tanda kutip "sendiri" Disaat Krisis.Maaf sebelumnya, saya bukan ahli ekonomi apalagi ahli perbankan jadi bilamana opini saya ini ada yang perlu diluruskan, saya persilahkan untuk beri komentar atau masukan.

Sejak krisis ekonomi global yang terjadi mulai kuartal 4 tahun 2008 lalu dan dampaknya sangat terasa di kuartal 1 tahun ini, yang baru saja kita lewati bersama, banyak perusahaan-perusahaan melakukan kebijakan, maaf boleh saya bilang "mencari selamat sendiri" untuk menghadapi krisis global ini.

Salah satu contoh saja pada mayoritas perusahaan perbankan di negara kita sekarang.
Lihat betapa sulitnya sekarang untuk mendapatkan kredit ke bank. Bank terlihat sangat over protektive untuk memilih calon debitur yang akan menerima kreditnya. Ketakutan bank untuk menghadapi resiko kredit macet sedemikian besarnya hingga sektor properti akhirnya benar-benar terpuruk sekarang karena sulitnya untuk mencari calon pembeli yang sesuai dan memenuhi kriteria perbankan.

Bisnis Property, meski mulai sedikit bergairah kini tapi kenyataannya banyak developer yang masih tetap mengeluh sulitnya menjual asset properti perumahan yang mereka bangun.

Terus terang, saya sebagai orang awam yang juga punya kredit KPR di bank merasa kecewa dengan kebijakan "Mencari Selamat Sendiri" yang diambil perbankan saat ini. Bagaimana tidak? Coba bayangkan meski posisi BI rate sekarang (pada saat posting ini saya tulis) pada posisi 7.25%, kalau ingin lebih valid silahkan cek ke BI klik disini, tapi perbankan masih mengenakan suku bunga kredit dalam kisaran dua digit. Contoh pada BNI masih di angka 14,5%.

Ini mungkin sebuah ironi, kalau untuk calon debitur baru, mereka sangat over protektive tapi kalau untuk debitur existing yang sudah ambil kredit, contoh seperti saya, mereka benar-benar nggak mau tahu dengan kesulitan orang. Bank mengenakan suku bunga kredit yang cukup mencekik debitur seperti saya. Bayangkan, sebelum krisis setahun yang lalu bank mengenakan suku bunga kredit sebesar 8,5%. Sekarang naik menjadi 14,5%. Luar biasa! Apalagi kalau kita bandingkan dengan BI rate, selisihnya sudah 100% sendiri.

Banyak berapa argumen yang disampaikan oleh pihak perbankan yang ditulis di media. Alasannya, karena makro ekonomi masih belum 100% pulih dan membaik jadi mereka tetap pasang kuda-kuda.

Oke, sebuah alasan yang logis memang. Namun bagi saya itu hanya sekedar alasan untuk mencari selamat sendiri. Sekarang pertanyaan saya. Mana bentuk keberpihakan anda kepada orang kecil?

Inilah yang saya simpulkan sebagai kebijakan "Bagaimana mencari Selamat Sendiri disaat Krisis"



Bookmark and Share

2 komentar:

  1. Per 3 Juni 2009 BI Rate malah turun lagi menjadi 7%.

    BalasHapus
  2. Per 3 Juli 2009 kembali BI Rate turun lagi menjadi 6.75%. Kapan bank-bank menyusul?

    BalasHapus