Senin, 11 Mei 2009

Apakah Anda Termasuk Orang Narsis?

Narsis

Pernah dengar sebuah ungkapan seperti ini? “Mulailah dengan sebuah pujian.” Oke, bagi yang belum pernah dengar berikut ini penjelasannya.

Pada dasarnya semua orang suka akan pujian. Orang akan merasa tersanjung kalau dipuji orang lain, terlebih diucapkan dari hati yang tulus. Dengan memuji maka biasanya sebuah kebekuan dalam sebuah hubungan pertemanan yang kaku akan bisa dicairkan. Dalam sebuah training pelatihan pengembangan kepribadian malah menganjurkan sapaan ini sebagai basa-basi wajib yang harus kita ucapkan saat bertemu pertama kali dengan teman atau relasi anda.

Namun sebaliknya berhati-hatilah, jangan pernah suka memuji-muji diri sendiri di depan orang lain karena hampir semua orang merasa kurang suka berteman dengan orang yang suka ngecap terhadap dirinya sendiri.

Orang yang suka memuji-muji diri sendiri atau melebih-lebihkan dirinya sendiri adalah biasanya orang yang punya tingkat kepercayaan diri dan sifat Narsis yang sangat berlebihan.

Narsis asal kata dari Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis.

Jadi berhati-hatilah jangan sampai Anda menjadi Narsis agar orang lain tidak menjauhi diri Anda.


Bookmark and Share

1 komentar:

  1. Sedikit tambahan masukan dari Mas Windu.Kalau menurut pendapat saya penyebab orang Narsis yang akut bisanya masalah jam terbang hidup aja dan pengalaman hidup yang masih minim sepertinya. Karena semakin tua umur seseorang dan makin luas pergaulannya maka kita dengan sendirinya akan sadar bahwa hakeketnya manusia tidak ada yang sempurna 100% dan pasti masih membutuhkan orang lain untuk menutupi kekurangan kita.

    Dan jalan keluar dari orang yang sudah terlanjur mengidap Narsis akut adalah pertama mungkin perlu merenung,instropeksi dulu dan bertobat mendekatkan diri kepada tuhan. Kedua, mulai membuka wawasan dengan banyak bergaul serta banyak membaca.

    Mungkin kurang lebihnya seperti itu. kalau ada yang bermaksud menambahkan saya persilahkan.

    BalasHapus