twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Senin, 19 Maret 2012

Saya Ingin Membeli Waktu

Waktu itu sungguh sangat relatif. Benar? Faktanya, saat ini dengan kesibukan yang saya jalani sekarang ini betapa waktu terlalu sempit buat saya. Waktu sedemikian sempit dan cepat berputar tak bisa mengimbangi agenda dan aktivitas saya sehari-hari yang teramat padat.
Buy Time
Saking padatnya sampai bulan ini ngeblog pun saya tak sempat. Lihat saja artikel posting blog ini di bulan Maret 2012 baru satu biji. He2… Biasanya paling tidak saya bisa menulis 2-3 artikel per minggu.

Fakta di sisi lain, ketika kita banyak waktu luang dan lagi menganggur, rasanya waktu itu seperti tidak berharga. Benar-benar tidak berharga! Bahkan dijual pun seolah tak laku. Siapa yang mau beli. Itu pasti pertanyaannya. Karena sulit untuk mencari orang yang bersedia membeli waktu kita saat kita lagi menganggur. Tak percaya? Coba tanya orang yang lagi nganggur karena belum punya pekerjaan, pasti mereka akan jawab begitu.

Kamis, 01 Maret 2012

Belajar Marketing Dari Kisah Cinta dan Orang China

Semakin seringnya saya melakukan transaksi Pembelian ke Luar Negeri di internet membuat saya makin mengenal banyak karakter orang dari berbagai negara. Dari sekian banyak orang yang pernah berkomunikasi dengan saya, orang China menurut saya mempunyai karakter sedikit berbeda dengan orang Asia lainnya, maupun orang Amerika, Eropa, dan orang dari negara kita dalam hal cara berkomunikasinya. Khususnya dalam hal komunikasi marketing.

Mengapa orang China berbeda? Apa perbedaannya? Sebelum saya bercerita, saya ingin menceritakan sedikit tentang kisah cinta saya di masa lalu yang mungkin bisa menjadi pelajaran buat Anda agar kisah cinta saya ini tak terjadi pada Anda. Anda mau mendengarnya?

Meet Women

Dulu, tahun 1997 saat saya masih muda pernah jatuh cinta kepada seorang gadis. Dan saya melihat gadis tersebut juga punya perasaan yang sama dengan saya. Kami sempat dekat dan hampir seperti sudah berpacaran. Namun akhirnya cinta tersebut kandas di tengah jalan karena gadis yang saya cintai tersebut diam-diam ternyata berpaling kepada pria lain. Dia lebih memilih pria yang lain ketimbang saya. Saya pun menjadi ragu apakah dia, gadis yang saya cintai itu punya perasaan yang sama dengan saya apa tidak. Dan akhirnya saya memutuskan melupakan gadis tersebut.

Sabtu, 25 Februari 2012

Benarkah Manusia Lahir Diciptakan Untuk Dilayani, Bukan Melayani?

Minggu kemarin saya baru saja mengikuti sebuah seminar motivasi saat Rakernas di Tangerang yang diadakan oleh kantor saya. Satu pernyataan yang saya ingat dan selalu terngiang di telinga saya adalah saat speakernya menyodorkan sebuah fakta menarik. Yaitu sebuah analogi menarik yang membandingkan antara bayi manusia dengan bayi binatang.

Apa perbandingannya? Bayi binatang begitu lahir secara naluri langsung bisa survive, bertahan hidup. Sementara bayi manusia tidak. Bayi manusia pasti akan mati kalau lahir dibiarkan begitu saja tanpa ada yang menolongnya. Betul? Contoh, coba Anda bandingkan anak ayam yang begitu menetas lahir langsung bisa jalan sendiri mengikuti induknya dan bisa mulai belajar cari makan sendiri. Manusia? Boro-boro mencari makan sendiri, jalan sendiri saja tak mampu. Makan pun butuh disuapi baru bisa makan dan bertahan hidup.

Ya, manusia memang mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna melebihi mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Semua tidak bisa menyangkal fakta ini. Namun fakta yang saya sampaikan di atas akan menjadi berbeda 180 derajat keadaannya kalau manusianya adalah bayi manusia yang baru lahir. Manusia justru mahluk paling lemah tak berdaya yang butuh bantuan pertolongan manusia lainnya untuk bisa bertahan hidup dibandingkan dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya.

Melayani

Jadi, tidak salah kalau saya menyimpulkan bahwa sejak lahir manusia memang dikondisikan atau ditakdirkan untuk dilayani, bukan untuk melayani. Secara kodrat semua manusia begitu. Meminta atau menuntut untuk dilayani secara terus menerus sepanjang hidupnya dari sejak dia lahir sampai tumbuh dewasa bahkan sampai mati.

Minggu, 19 Februari 2012

Jasa Forwarding Pengiriman Paket Luar Negeri Murah

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang salah satu kendala terbesar dalam berbelanja online ke situs e-commerce luar negeri. Contoh kendala berbelanja ke situs market place semacam Amazon dan eBay. Apa kendalanya? Yaitu sellernya mengecualikan, tidak mau kirim (shipping) ke Indonesia.

Anda ingin tahu hampir setiap hari ada saja pengunjung blog ini yang meninggalkan komentarnya maupun mengontak saya melalui halaman kontak menanyakan ke saya tentang kesulitan itu. Mereka banyak yang bertanya ke saya bagaimana Caranya Berbelanja ke Luar Negeri kalau situsnya tidak melayani buyer Indonesia. Begitu pertanyaan yang sering saya terima.

Jasa Forwarding
Jasa Forwarding


Kalau Anda sering browsing ke situs eBay melihat-lihat barang yang dilelang di sana tentu tidak asing lagi dengan kata-kata ini Not Available to Indonesia. Ini artinya apa? Artinya adalah barang yang dilelang tidak tersedia untuk bidder dari negara kita. Begitupun di Amazon jika sellernya mengecualikan Indonesia dalam daftar shippingnya pasti akan muncul message error saat Anda akan checkout. Inti pesannya sama, Anda diminta mengubah alamat pengirimannya karena tidak tersedia dalam daftar layanan shipping mereka. Nah, baru setelah alamat shipping dirubah pakai alamat USA proses pembelian bisa dilakukan.