Rabu, 21 Januari 2009

Apakah Munculnya Internet Akan Menggeser Buku?

Sewaktu saya masih duduk di bangku SMP ada sebuah tulisan, atau lebih tepatnya slogan yang tertulis besar diperpustakaan sekolah saya. Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya. Begitu bunyi slogan yang terpampang ditembok perpustakaan sekolah saya.

Sekarang, setelah 20 tahun lebih berlalu, setelah munculnya internet yang kata orang sebagai sumber informasi terlengkap dan terbesar di dunia apakah slogan tersebut masih tepat? Apakah tidak lebih tepat kata “Buku” diganti “Internet” menjadi seperti ini? Internet adalah jendela dunia dan browsing adalah kuncinya.

Jawabnya mungkin menggelitik, bisa “Ya” dan bisa juga “Tidak” tergantung situasi dan sudut pandang kebutuhannya. Tapi kalau menurut pendapat saya pribadi keberadaan buku dan internet tetap saling melengkapi. Artinya keberadaan dua-duanya saling melengkapi karena masing-masing punya kelebihan dan sisi kekurangannya sendiri. Mari kita ulas satu persatu.

Apa kelebihan internet dibanding buku?

Internet, siapapun tidak bisa menyangkal sangat cepat dalam menyajikan data atau informasi yang kita butuhkan dan lebih beragam karena disodorkan dari banyak sumber dibanding buku. Dengan hanya mengetikkan term kata kunci yang tepat di searh engine major seperti Google dan Yahoo, ribuan bahkan jutaan informasi yang kita butuhkan langsung disodorkan ke kita hanya dalam hitungan detik. Luar biasa! Coba bandingkan kalau kita di perpustakaan atau toko buku seperti Gramedia, bisa berjam-jam waktu kita habiskan untuk mencari-cari informasi dari sumber buku yang tepat.

Apa kelebihan buku dibanding internet?

Jujur, buku masih satu-satunya sebagai sumber informasi terpercaya dibanding internet. Karena apa? Pertama, pengarangnya jelas siapa orangnya dan terpercaya kredibilitasnya. Logikanya, kalau tidak terpercaya mana mau penerbit gambling keluar duit sampai ratusan juta untuk mencetak dan mempublikasikan bukunya. Betul tidak? Dan yang terpenting semua buku, contoh buku ilmiah (non fiksi) selalu menyebutkan daftar pustaka yang jelas sebagai referensi tulisannya.

Apa kekurangan internet dibanding buku?

Kekurangan internet yang paling, maaf boleh saya sebut “naif” justru karena dari sisi kelebihan internet itu sendiri . Nah, lho kok bisa dibalik gitu? Karena saking banyaknya informasi yang disajikan ke kita, justru jadi bumerang karena kita seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami (bila kita tidak tahu strateginya). Di internet bisa dikatakan antara informasi yang benar dan menyesatkan hampir dibilang berimbang. Coba lihat iklan-iklan teks atau banner yang ada di internet sama- sama gencarnya dengan iklan parpol di musim kampanye sekarang ini. Sama-sama menjanjikan mimpi yang belum tentu jadi kenyataan. Pesan saya berhati-hatilah terhadap apapun informasi yang ada di internet. Jangan mudah percaya.

Apa kekurangan buku dibanding internet?

Untuk mencari informasi dari buku butuh duit lebih dibanding cari informasi dari internet. Tidak percaya?! Berapa rata-rata harga buku yang tipis sekarang? Sekitar 20 ribuan, kan? Belum lagi yang agak tebal bisa mendekati 50 ribuan. Coba bandingkan dengan biaya akses internet ke warnet aja yang cuma 2 ribuan perjam. Terlebih sekarang bagi yang sudah punya komputer/laptop pribadi akses internet juga sangat murah. Dengan biaya langganan internet 100 ribuan perbulan anda bisa akses internet tak terbatas (unlimited) dimanapun dan kapanpun.

Terakhir, pertanyaan saya: “Apakah Munculnya Internet Akan Menggeser Buku?” Silahkan anda simpulkan sendiri. Ada yang bermaksud menambahkan atau mengomentari tulisan saya ini? Saya persilahkan?

Note: Tulisan ini spesial saya persembahkan buat Mas Windu Tampan, sahabat baik saya, seorang desainer cover buku.

2 komentar:

  1. saya rasa YA tetapi tetap buku akan bertahan juga karena kemudahannya membaca tanpa harus online ;)

    BalasHapus
  2. Andi Sakab:
    Artikel jadul sisa jaman belajar awal ngeblog, kok ya masih dikomentari Mas Andi? He2...
    Ya, prakteknya sampai sekarang masih bisa berdampingan keduanya.

    BalasHapus