Sabtu, 10 Januari 2009

Teori Ilmu Silat

ilmu silat

Kalau berbicara tentang teori ilmu silat mungkin pernah dengar sebuah ungkapan diatas langit masih selalu ada langit. Artinya, sesakti mandragunanya seorang pendekar silat suatu saat akan selalu ada orang yang lebih sakti lagi melebihi dirinya. Makanya dicerita-cerita komik silat kita sering dengar sorang guru sebuah padepokan silat tidak akan menurunkan semua ilmu yang dimilikinya pada murid-muridnya. Masih ada satu ilmu atau satu jurus pamungkas yang tetap ia simpan sampai saatnya nanti akan diturunkan pada salah satu murid yang menjadi pewaris ilmunya. Karena apa? Singkat jawabnya, Sang guru tidak ingin para murid-muridnya bisa mengalahkan dirinya.

Lantas apa relevansinya dengan kontek kehidupan sekarang?

Tidak bisa kita pungkiri sering kita melihat orang-orang seperti sang guru ini. Yang amat mencolok biasanya dalam lingkungan kerja sebuah perusahaan. Kenapa sebab? Jawabanya mungkin hampir sama, sebagian orang enggan sharing ilmu yang dimilikinya bersama orang lain dengan alasan mereka tidak mau suatu saat nanti orang lain akan jadi pesaingnya dalam meraih jenjang karir yang lebih tinggi. Mereka tidak mau keberadaan dirinya diganti apalagi digeser oleh orang lain.

Namun diluar itu, terkadang meskipun sebenarnya tidak banyak jenis orang-orang seperti ini, masih ada orang yang selalu ikhlas berbagi ilmunya tanpa rasa kuatir kalau suatu saat nanti akan jadi pesaingnya. Bagi dia berbagi ilmu adalah sebuah ibadah. Dengan berbagi ilmu bagi orang macam ini adalah sebuah proses belajar juga yang akhirnya bukan membuat dia makin bodoh, tapi sebaliknya makin pintar karena ilmunya selalu terasah terus menerus.

Di dunia internet para Blogger tidak sedikit yang mempunyai jiwa seperti ini. Boleh saya sebut para Blogger seperti ini mirip pekerja sosial. Karena apa? Karena tak jarang dia menularkan skill atau keahlian dan bahkan pengetahuan berharganya yang dia miliki tanpa mengkomersialkannya, semuanya diberikan dengan gratis. Baca juga Menjual Rugi Untuk Mendapatkan Untung

Oke…Selanjutnya keputusan tetap saya serahkan pada Anda. Mau jadi seperti sang guru silat sah-sah aja tapi kalau mau jadi orang tipe yang kedua seperti para Blogger pekerja sosial akan lebih baik.


Bookmark and Share

1 komentar:

  1. Namanya juga guru silat, jarang banget muridnya bisa lebih jago. Kecuali berhasil mencuri kitab saktinya hehehe ...

    -Setiaji-
    www.kodokijo.netundoodi

    BalasHapus