Senin, 05 September 2011

Strategi Marketing Harga Tiket Pesawat Saat Lebaran

Post kali ini masih bercerita seputar Lebaran dan Mudik. Saya akan cerita pengalaman saya pesan tiket pesawat secara online. Dan pengalaman saya ini semoga bisa menjadi pembelajaran buat siapa saja yang barangkali suatu saat melakukan booking reservasi tiket pesawat secara online.

Seperti kita ketahui bersama sistem pertiketan pesawat tidak mengenal flat tarif, tapi fluktuatif tarif, bisa tinggi dan rendah tergantung hari H keberangkatannya kapan. Apakah hari biasa ataukah hari peakseason. Saat bertepatan peakseason seperti lebaran, natal dan long weekend harga tiket akan melambung tinggi sampai menyentuh batas atas. Sementara, saat hari-hari biasa harga tiket akan menyentuh level terendahnya. Ini yang umum terjadi di semua maskapai penerbangan.

Apa yang saya paparkan diatas saya yakin sebagian besar dari Anda kebanyakan sudah tahu kalau Anda sering bepergian dan booking tiket pesawat. Namun, pertanyaan saya apakah Anda juga tahu kalau maskapai penerbangan juga cukup cerdik menerapkan strategi marketing harga tiket? Yaitu akan membanting harga tiket saat semakin mendekati hari H-nya. Tak peduli itu hari peakseason sekalipun. Dan ini saya sudah mengalami sendiri waktu pesan tiket buat balik dari mudik lebaran kemarin. Maskapai penerbangan mengenjot harga tiket sampai batas atas pada jauh-jauh hari sebelum hari H saat saya booking tiket sebulan sebelumnya. Lalu membanting harga tiket pada saat semakin mendekati hari H keberangkatannya.

Ya, kemarin kebetulan saya habis mengurus reschedule penerbangan saya. Sebelumnya saya rencana balik ke Jogja tanggal 10 September 2011. Kemudian saya ajukan menjadi tanggal 7 September 2011 karena anak-anak mulai masuk sekolah tanggal 8 September 2011. Iseng-iseng sebelum mengajukan reschedule saya mengecek posisi site kursinya apakah masih ada atau tidak ke situs Batavia. Dan hasilnya, saya sangat terkejut. Site memang masih ada bahkan mulai dari yang site ekonomi, reguler sampai premium ada semua. Ini sungguh berbeda waktu saya booking sebulan sebelumnya waktu itu. Site yang tersisa tinggal premium.

Yang membuat saya semakin terkejut harga tiket sekarang terjun bebas dari sebelumnya waktu saya pesan Rp 600 ribu turun menjadi Rp 337 ribu per orang. Praktis untuk empat site total selisihnya saya harus rela melepaskan uang saya sampai lebih dari Rp 1 juta. Weleh-weleh! :(

Coba Anda lihat perbandingan harga tiketnya di bawah ini.

Tiket Pesawat Batavia_1
Issued Date 27 Juli 2011


Tiket Pesawat Batavia_2
Issued Date 5 September 2011


Hem, pengalaman ini sungguh berharga. Saya harap tahun depan saya tak terkecoh lagi untuk cepat-cepat booking tiket jauh-jauh hari sebelumnya kalau ternyata para maskapai menerapkan Strategi Marketing mengecoh seperti diatas. Membanting harga saat semakin mendekati hari H penerbangannya.


Bookmark and Share

24 komentar:

  1. Informasi yang sangat berharga, saya malah baru tahu Mas, tidak seperti harga tiket bis yang sudah menjadi rahasia publik dimana setiap menjelang hari H melonjak naik, namun harga tersebut tetap dan tidak ada penurunan sampai hari tertentu. Dengan kata lain pembelian tiket sebulan sebelum lebaran dan menjelang hari H harganya tetap. Itu yang saya tahu.

    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

    BalasHapus
  2. ya gitu deh pak tiket pesawat, mereka banting harga belakangan karena belum laku laku, biasanya mereka menyisakan satu atau dua kursi meski tiket pesawat laris manis, nah satu atau dua kursi itu biasanya dijual super duper mahal buat orang2 yang kepepet

    dalam kasus pak joko kelihatannya menjelang pemberangkatan masih ada banyak kursi kosong :)

    BalasHapus
  3. Jaman ekarang serba kecoh mengecoh, mirip operator selular semua...

    BalasHapus
  4. Setidaknya harga ini tertera jelas. Tadi saya ke Bandung naik bis biasa ongkos naik 100%. Pulangnya, naik bis AC onglos cuma naik 25% --sesuai harga resmi. Ongkos bis AC jadi lebih murah daripada bis biasa.

    Memang harganya murah, cuma belasan ribu. Tapi, rasa tertipunya itu yang bikin kesal.

    Semoga nanti Pak Joko punya helikopter sendiri. jadi, ga perlu ribet mikirin harga tiket.

    BalasHapus
  5. Sebagai pemudik Surabaya-Bandung, saya sangat memahami apa yang Pak Joko rasakan.
    Memang sakit hati, sudah jauh-jauh hari kita mengamankan tiket supaya kita kebagian, eeh..pas hari H maskapai menjatuhkan harga sampai limit terendah. Bikin gondok aja.

    Kalo sudah gitu saya mikir lagi, apakah pada waktu saya beli tiket jauh-jauh hari itu, saya mengeluarkan uang untuk beli tiket atau beli "rasa aman" karena sudah pasti kebagian tiket? Jika saya memilih berjudi dengan waktu, beranikah saya tidak beli tiket jauh-jauh hari, memilih merepet ke maskapai berharap harga murah menjelang keberangkatan di hari H, dan selama jeda waktu menunggu hari H itu apakah saya bisa tidur nyenyak padahal saya belum beli tiket pulang?

    Kadang-kadang yang kita beli itu adalah "rasa aman", bukan tiketnya. Kalau cuman mau tiket, nggak usah naik pesawat, ya naik kereta/bis aja toh?

    BalasHapus
  6. Yuda:
    Kalau tiket bis istilahnya Tuslah. Besaran kenaikannya sudah ditentukan oleh Dishub, kalau nggak salah 25%, tidak seperti pesawat yang ketentuannya pakai range batas atas dan batas bawah. Ini susahnya.

    Sama-sama, Mas Yuda.

    jarwadi:
    Kasus saya ini begitu, Mas. Banting harga! Apa mungkin gak laku, ya? Atau sitenya masih banyak sehingga banting harga. Padahal yang Lion habis terjual, tinggal premium aja waktu saya cek barusan.

    marsudiyanto:
    Iya, Pak Mars. Yang jelas-jelas mengecoh adalah waktu booking 44 hari sebelum hari H, tiket ekonomi dan reguler sengaja diblock seolah-olah habis terjual padahal site masih banyak. Begitu (mungkin) kurang laku langsung banting harga.

    Jeprie:
    Betul, Mas. Yang paling bikin sakit hati selain selisih uangnya, ya tertipunya itu. Kalau kasus tarif bis itu setahu saya bisa dicatat nomor bisnya dan dilaporkan ke Dishub, Mas kalau ada yang nakal menaikkan harga melebihi ketentuan tuslah resminya.

    Meski ndak mungkin bolehlah kalau saya aminkan, Mas Jeprie. :D

    Vicky Laurentina:
    Saat booking tiket 44 hari sebelum keberangkatan pertimbangan saya yang pertama, betul untuk membeli rasa aman, Mbak Vicky. Masalah harga saya nomor duakan. Karena gimana lagi kalau peakseason harga pasti gila-gilaan. Tiket KA Sancaka aja yang tahun lalu Rp 120 ribu, tahun ini naik menjadi Rp 180 ribu. Itupun hampir habis kalau saja saya tak cepat booking sebulan sebelumnya.

    Saya jadi ingat setahun yang lalu kalau nggak salah Mbak Vicky pernah menulis serupa di blog, tentang masalah tiket ini. Betul? Dan kasusnya hampir sama. Tiket diobral banting harga saat-saat mendekati hari keberangkatan. Kalau melihat pengalaman Mbak Vicky setahun yang lalu dan pengalaman saya tahun ini kayaknya ini memang trik marketing mereka. Jadi kita mesti pinter juga sering-sering cek posisi tiket dan sitenya setiap saat sebelum memutuskan booking.

    BalasHapus
  7. Secara teori sih bagus pak. Tulis nomor kendaraannya, laporkan, dst. Tapi, kita sudah sama-sama mafhum dengan kondisi negeri ini. Hukum sudah tidak bisa dipercaya lagi. :(

    Kabari lagi kalau helikopternya sudah ada di rumah ya pak. :)

    BalasHapus
  8. Ternyata.... Klau gak teliti bisa2 tekor ni,thx untuk artikelny mas...

    BalasHapus
  9. hi,
    beli tiket jauh2 hari,ada untungnya: memberikan rasa aman secure) dan rasa aman itulah diskrepansi harganya. apalagi kalau kita travel dengan anak anak.
    Beli pada hari mepet,ada resikonya: belum tentu dapat, dan probabilitas ini oleh supplier diterjemahkan kedalam pricing policy.

    Kapan kita boleh beli tiket mepet? kalau lagi travel sendirian, bolehlah ambil resiko tsb, kalau lagi travel sama anak istri, lebih baik kita kaji ulang.
    setuju friends?

    BalasHapus
  10. kiat yang menarik. :*kiat yang menarik. :*

    BalasHapus
  11. belum pernah naik pesawat pak...
    #memalukan

    BalasHapus
  12. Kalau mas Joko ga share artikel ini mungkin saya masih terkecoh untuk pesan tiket jauh hari sebelum hari H (khususnya untuk peak season). Teknik marketing seperti itu memang menyakitkan konsumen. Tapi itu hal yang biasa bagi maskapai penerbangan. Toh mereka hanya mengejar profit semata :(
    Thanks mas atas infonya. Great artikel

    BalasHapus
  13. Saya sepertinya juga menemukan hal serupa, makanya belakangan ini hanya memesan tiket sekitar seminggu atau beberapa hari sebelum hari H.

    BalasHapus
  14. Oooh.. begitu, ya....
    MEmang sih, dalam hal-hal tertentu, rasa aman itu memang mahal harganya, termasuk dalam hal tiket transpotasi ini.

    Saya sendiri belum pernah naik pesawat. Tapi informasi ini cukup berharga. Siapa tau aja suatu saat saya harus bepergian jauh dgn naik pesawat. Kalau dana terbatas, tentu saya harus pasang siasat untuk dpt tiket yg murah dgn sedikit mempertaruhkan "rasa aman", hehe....

    Salam :-)

    BalasHapus
  15. Jeprie:
    Iya, itu yang bikin males, Mas. Jalan terbaiknya mungkin lebih baik ditulis saja atau diupdate di social media. Meski ndak menyelesaikan masalah tapi minimal sudah menyebarluaskannya.

    DigieClub:
    Betul, sebagai konsumen kita harus teliti.

    Hendrik Lim, Jakarta:
    Kemarin salah satu alasannya betul itu, Pak. Rasa aman.Tahun depan saya mesti hati-hati bookingnya. Saya akan ambil jalan tengah. Tidak harus jauh-jauh hari booking tapi juga tidak terlalu mepet dan sambil lihat perkembangan site sekaligus cek pricenya. Penerbangan Surabaya-Jogja masih tersedia banyak pilihan flight, kok Pak. Ada Lion (Wings) dan Batavia. Total sehari sampai lima kali penerbangan.

    honeylizious:
    Kok sampai dua kali kalimatnya? :D

    Sriyono Semarang:
    Yang benar, Mas? Memang gak pernah kemana-mana, ya?

    Ella:
    Iya, saya juga terkejut waktu mengetahui selisihnya sedemikian besar, sampai Rp 1.1 juta. Misalnya saya tak dibayari kantor bisa lebih sakit hati lagi saya Mbak Ella.

    Harusnya, tuh kayak Air Asia. Kalau booking jauh-jauh hari dapat spesial price (tarif miring), bukan malah sebaliknya.

    Cahya:
    Nah, bener, kan?! Berarti strategi marketing seperti ini memang sudah sering sekali dilakukan oleh para maskapai. Terima kasih Mas Cahya untuk tambahannya.

    Ditter:
    Rasa aman itu yang ditangkap para maskapai buat memainkan harga tiket pesawat, Mas.

    Eh, belum pernah naik pesawat? Memang gak pernah bepergian jauh, ya Mas? Syukurlah, Mas berarti gak perlu keluar biaya besar buat naik pesawat. :)

    BalasHapus
  16. Bodohnya saya, hal seperti ini sempat terjadi 3X. Strategi marketing sempat membuat saya naik darah :(

    BalasHapus
  17. Kaget:
    3X, Mas? Wah, berarti praktek marketing seperti ini sudah sejak dulu dilakukan oleh para maskapai.

    BalasHapus
  18. Saya sudah cukup lama tahu strategi maskapai penerbangan ini. Soalnya saya sering dimintai tolong (saudara, dan teman) nyari tiket pesawat murah. :)

    BalasHapus
  19. Tongkonanku:
    Terima kasih Mas Fery sudah mau bagi pengalamannya. Berarti strategi ini sudah sering dilakukan oleh mereka, ya!? Good, kita harus belajar dari pengalaman semacam ini agar tak terkecoh lagi. :)

    BalasHapus
  20. Informasi yang sangat bagus, saya malah baru tahu Mas, tidak seperti harga tiket bis yang sudah menjadi rahasia publik dimana setiap menjelang lebaran naik, namun harga tersebut tetap dan tidak ada penurunan sampai sekarang. memang mau naikin tiket, cuma nunggu momen

    BalasHapus
  21. maaf ralat gan...
    kalau mau cek harga ticket pesawat, tanya2 harga ticket bs langsung via facebook lho...gak perlu susah-susah...

    sms : 085743455164
    ym : nelaticketing@yahoo.com
    pesan / chat FB : nela ticketing
    chatting group facebook : CARI TICKET PESAWAT

    Selalu update harga ticket :D

    BalasHapus
  22. Nice article, kebetulan saya sedang cari referensi tentang hal ini karena saya belum dapat tiket pesawat untuk pulang kembali ke Jakarta setelah lebaran Agustus nanti dan jika saya perhatikan saat ini semua masih memasang tarif dengan batas atas :(

    BalasHapus
  23. saya bekerja di meracle tour dan travel, jika ada yang minat penerbangan domestik dan international membuatan dokumen visa dan passport hu.i saya di 085741256320 atau pin bb 27BBADE1 mohon kerjasamanya... terima kasih

    BalasHapus
  24. informasinya sangat berharga ,,terima kasih

    BalasHapus