Jumat, 10 Juni 2011

Teknik Marketing Ala Gambar Porno dan Joger Bali

LingerieBanyak cara atau teknik-teknik marketing yang bisa diterapkan untuk sukses berjualan di internet melalui blog. Pertanyaan saya kepada Anda apa tantangan terbesarnya berjualan di internet? Tentu tantangan pertama adalah blog Anda harus bisa bersaing dan memenangkan pertarungan SEO agar muncul di halaman pertama pencarian Google, mengalahkan toko online yang lain. Betul? Kedua, Anda harus berjuang keras untuk meyakinkan pengunjung di sisi trust kepada (toko) Anda sehingga pengunjung mau membeli produk Anda.

Dua hal di atas adalah tantangan terbesarnya, dan itu bukanlah pekerjaan mudah. Terlebih jika situasinya, produk yang Anda jual di internet harus bersaing ketat dalam situasi ceruk market yang terlalu keruh (Red Ocean kalau istilah marketingnya). Kedua, apalagi berjualan dengan market Indonesia yang sisi trust-nya masih begitu rendah akibat banyaknya kasus scam (penipuan) ada di negara kita. Ketiga, blog tempat Anda jualan dari sisi branding belum begitu luas dikenal oleh pengunjung di internet.

Namun, bukan berarti tak ada celah untuk bisa menembus tantangan tadi. Masih ada cara-cara unik dan kreatif yang bisa Anda pakai untuk mencari peluangnya. Salah satunya yang akan saya bahas di artikel ini.

Marketing ala gambar porno

Marketing ala gambar porno? :D Sebetulnya ini istilah saya saja, sih. Kalau Anda cari di buku-buku marketing saya pastikan belum ada buku marketing manapun yang menjelaskan tentang teknik marketing ini. Teknik ini mengapa saya sebut ala gambar porno? Karena sedikit mirip sebab mencontoh bagaimana reaksi pria saat melihat gambar wanita telanjang dan membandingkannya dengan reaksi saat melihat wanita dengan pakaian, misalnya Lingerie seksi, sedikit mendekati telanjang.

Kalau saya tanya kepada Anda mana yang lebih memancing rasa penasaran Anda, apakah gambar wanita yang telanjang bulat atau yang semi telanjang? Saya yakin kebanyakan akan menjawab yang semi telanjang. Mengapa? Karena saat disodori gambar yang semi telanjang kebanyakan rasa penasarannya jauh lebih tinggi ketimbang gambar yang langsung telanjang bulat. Betul? :D

Contoh teknik marketing ala gambar porno ini sudah saya praktekkan di artikel ini, baca “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang”.

Saya sudah menguji teknik marketing ala gambar porno ini buat barang dagangan saya di internet. Di artikel tersebut sengaja saya tidak menyebutkan secara jelas bagaimana barangnya, berapa harganya. Bahkan, kalau Anda baca terkesan saya seperti jaim, tak niat jualan. Satu-satunya kekuatan marketingnya benar-benar hanya bertumpu kepada kata-kata pada artikel advertorialnya. Bukan bertumpu pada penampakan atau gambar barangnya, maupun pada bahasa sales letter yang kebanyakan berbusa-busa.

Anda ingin tahu apa reaksi pengunjung setelah baca artikel advertorial itu? Penasaran! Hampir setiap hari ada saja pengunjung yang SMS, nelpon dan kirim email ke saya melalui halaman Contact blog ini untuk menanyakan barang yang saya jual itu. Dan beberapa diantaranya akhirnya berakhir closing.

Itu yang baru lewat blog saya, belum termasuk yang dipublish kawan saya lewat notes facebook dan forum-forum di internet. Nah, Anda pun bisa terapkan teknik marketing ini jika barang yang Anda jual adalah barang yang unik, lain daripada yang lain, karena langka di pasaran.

Kedua, teknik marketing ini juga sangat pas buat Anda terapkan buat yang masih dalam taraf membangun branding toko online di blog. Contoh, blog personal yang baru pertama kali jualan online. Karena cara seperti ini membuat pengunjung lebih trust kepada Anda. Alasannya? Kesan jualannya tak nampak. Lebih jauh Anda tak akan terlihat memaksa seperti yang banyak dilakukan oleh sales letter yang kebanyakan merayu dengan banyak tipu dayanya. Dan maaf, tidak sedikit yang menipu beneran di internet.

Marketing ala Joger Bali

Pernah berkunjung ke toko Joger di Bali? Salah satu motto yang selalu saya ingat sampai sekarang adalah kata-kata di toko Joger ini: “Belanja Tidak Belanja Tetap Thank You!” Kata-kata ini sangat menarik. Artinya, toko Joger tetap memberikan pelayanan yang baik buat seluruh pelanggan tokonya. Baik yang beli maupun tidak. Perlakuan seperti ini sangat membekas di benak saya. Sebagai pengunjung saya merasa sangat dihargai.

Joger Bali

Nah, dalam berjualan online pun konsep toko Joger Bali itu bisa juga Anda terapkan. Anda tetap melayani calon pelanggan toko Anda. Baik yang berniat beli, maupun yang hanya sekedar tanya-tanya saja, belum berniat beli. Yakinlah pengunjung yang sudah Anda layani dengan sangat baik suatu saat akan kembali mencari Anda. Dan saya sudah beberapa kali membuktikannya.

Baiklah, untuk menguatkan opini ini saya berikan contoh pengalaman dari sahabat blogger saya, Mas Lintang. Dia dan istrinya seringkali jadi tempat curhat pelanggan toko onlinenya. Dan curhatnya itu tidak seputar barang dagangannya, lho tapi hal-hal yang bersifat pribadi. Tapi jangan salah, justru dengan seperti itu kebanyakan pelanggan tokonya merasa sangat dihargai karena ada kedekatan secara emosional sehingga tanpa diminta dan dipaksa secara marketing pun akhirnya mereka mau dengan suka rela membeli barang dagangannya di internet.

Gimana, mau coba teknik marketing ini? Satu pesan saya sebelum Anda mencoba, sama seperti software freeware release beta dan open source, anggap saja teknik marketing yang saya tawarkan ini sama seperti itu. Harap maklum, tentu teknik ini masih banyak bug kelemahan di sana-sini. Dan saya juga memberi kebebasan kepada Anda untuk mengembangkannya sendiri layaknya open souce sesuai kreativitas dan kebutuhan Anda. Toh, saya sudah memberikan source kodenya, kan? :D

Sumber Foto: Deriell Jaqueline|Joger


Bookmark and Share

38 komentar:

  1. waduh mas gambarnya bikin hot aja nih :D

    BalasHapus
  2. "Karena saat disodori gambar yang semi telanjang kebanyakan rasa penasarannya jauh lebih tinggi ketimbang gambar yang langsung telanjang bulat"

    Pengalaman pribadi ya, Mas? :D :D

    BalasHapus
  3. Saya kira tadi...... :D
    Tapi, yang namanya trik marketing hampir rata2 punya kesamaan. judulnya yang perlu dibesar2kan, kalau soal isi itu urusan konsumen. Punya barang bagus tapi trik ngga punya, bersiap2 barang didalam gudang. Ada juga yang terlalu jujur bahwa barangnya bagus yang akhirnya konsumen pun tak percaya dan menganggap kita ngibul :D

    Saya setuju, dan saya sendiri pun kalau dagang ngga harus 'open' semua isinya. Ya seperti itu, bikin tanda tanya :)

    BalasHapus
  4. Andi Sakab:
    Hot tapi masih sopan, kok Mas Andi. :D

    DewiFatma:
    Karena saya sudah menikah maka jawab saya: "Begitulah!" HaHaHa

    Justru wanita kalau pakai lingerie itu menurut saya malah lebih kelihatan seksi dan menarik ketimbang langsung toples. Tak ada seninya kalau langsung polos dibuka semuanya. :D

    Kaget:
    Kita sudah jenuh, Mas disuguhi oleh bahasa marketing yang terlalu berbusa-busa ngecap produknya sendiri. Betul, isi urusan konsumen. Dan konsumen cenderung sudah tak percaya lagi kalau disodori yang seperti itu. Terlalu jujur dan terbuka malah dianggap seperti mau menipu? Karena, memang banyak yang nipu pakai cara itu. :D

    Saya pun kalau disodori sales letter model gitu langsung tak close. Neg bacanya :)

    BalasHapus
  5. tapi belum ada yang nyoba ngirim peti isinya cewek ga pakai baju kan ya? hihiihiii

    BalasHapus
  6. Memang saya akui begitu besar daya saingnya untuk memasarkan barang yang langsung bisa dikenakan (contoh:pakaian),lewat media ONLINE harus pandai-pandai mencari alternatif dan terobosan model marketing, Setuju dengan ide Mas Joko (bahasa saya jangan terlalu ngablak) seperti kebanyakan iklan (kecap saya yang nomor satu).
    Lain halnya kalau barang yang di jual setengah jadi atau (bahan baku) mungkin akanlebih mudah karena menggunakan uji sample, jika di analisa melaui uji laboratorium hasilnya bagus dan cocok baru produk bisa di pergunakan.

    BalasHapus
  7. mmmm... terus terang sih postingan saya paling banyak dibaca judulnya ada kata telanjang... isinya sih kiamat sudah dekat... tapi cuman ya sekali itu aja

    BalasHapus
  8. Berarti "Emosional Marketing" ya mas :) I got the point, nice share mas.

    BalasHapus
  9. coba saya punya produk untuk dijual, tipnya pasti akan saya di blog saya.

    hampir semua popular post di blog saya mengarah ke konten porno. kalau ada yang bukan, itu karena perbuatan pengunjung dari lintasberita.

    BalasHapus
  10. giewahyudi:
    Gimana kalau saya usul Mas Gie aja yang kirim itu ke saya. :D

    Agus:
    Sama seperti tanggapan saya terhadap komentar Mas Anto (kaget.net), Mas Agus. Kita (pengunjung) butuh alternatif, sudah jenuh disuguhi oleh bahasa marketing yang terlalu berbusa-busa ngecap produknya sendiri. Konsumen cenderung sudah tak percaya lagi kalau disodori yang seperti itu. Terlalu jujur dan terbuka malah seringnya dianggap seperti mau menipu. Karena, memang banyak yang nipu pakai cara itu.

    Ami:
    Sesuatu yang mengandung kata kunci "Porno" atau "Telanjang" memang suka memancing orang, Mbak Ami. Mudah2an artikel saya tak disalahartikan Google sebagai content porno dan disodorin ke pengunjung yang nyari gambar porno-porno. :D

    MLH:
    Akhirnya yang dibahas muncul disini. :) "Emotional Marketing". Betul sekali, Mas Lintang.

    faceleakz:
    Lha dicoba aja, Mas jualan apa gitu. Coba nawarin barang di sela2 artikel postingannya. Siapa tahu bisa laku. Tidak ada salahnya, kan dicoba, Mas Imroee.

    BalasHapus
  11. ga mudeng :o
    tapi joger kadang kadang emang nyleneh, ato embak? :D

    BalasHapus
  12. Well, ya, itu benar. Saya sendiri lebih betah memandangi promosi yang berbau testimoni daripada yang terang-terangan menjual. Kedengarannya mereka lebih jujur, gitu lho..

    BalasHapus
  13. *angguk2*
    Maklum masih anak bawah umur...

    Kenalin, usia saya baru 16.5th

    *kaburngelemparKTP*

    BalasHapus
  14. menurut saya, teknik marketing semacam itu sudah banyak yang melakukannya, dalam bisnis online juga ada mas.

    BalasHapus
  15. Hehehehe, masalah pilih memilih tadi, saya setuju. Lebih memilih yg masih tertutup, bikin penasaran :D

    Oya, sebenernya saya dah punya draft ide postingan yg mungkin sama nih arah pembahasannya pak. Artikel ini bisa jadi referensi yg bagus :D

    BalasHapus
  16. Setengah telanjang menbuat pria menjadi penasaran..

    BalasHapus
  17. fonega:
    Yang mana yang nggak mudeng, Mbak? :D
    Kenylenehan Joger itulah yang menurut saya sisi menariknya. Betul?

    Vicky Laurentina:
    Terutama testimoni dari blogger, Mbak Vicky. Kalau dari media maupun dari sales letternya kebanyakan memang bahasa marketing semua.

    honeylizious:
    Angguk-angguk itu tandanya ngerti. Kalau geleng-geleng baru tidak mengerti. Berarti Hani ngerti. :)

    Guusn:
    Teknik marketing yang saya tulis ini dibilang baru memang tidak, Mas. Hanya saja masih lebih banyak yang pakai cara sebaliknya. Buka-bukaan.

    Darin:
    Tos dulu, Mas Darin. Berarti kita lebih suka yang ndak buka2an. Senang dengan yang intip-intip. :D

    Oh ya? Oke, Mas saya tunggu artikelnya.

    Nando:
    Berarti Mas Nando termasuk pria yang suka penasaran itu? :D

    BalasHapus
  18. Memasarkan dari hati ke hati.
    Itu yang saya inget dari mentor saya dulu. Memasarkan tidak perlu blak-blakan.

    Kalau kita paham apalagi pernah memakai produk yang dipasarkan, cerita saja soal manfaat dari sisi user experience.

    Dan saya juga suka banget dengan slogannya Jogger. Memang seharusnya seperti itu. Beli ga beli, pelayanan kudu tetep oke.

    Mungkin orang itu ga beli produk kita saat ini. tapi ketika ada orang lain bertanya padanya tentang produk (yg kebetulan sama dengan yg kita jual), boleh jadi karena terkesan dengan pelayanan kita, maka kita yang dipromosiin. :D

    BalasHapus
  19. Kunjungan perdana,
    Baru kali ini saya tahu kalau ada terobosan baru yaitu "marketing ala gambar porno"
    Mantap!

    BalasHapus
  20. waduh klo ada unsur porno2an takutnya di banned google & iBN pak :D

    #kunjunganperdana

    BalasHapus
  21. arief maulana:
    Ternyata, Mas Arief sependapat juga dengan saya. Terima kasih, Mas sudah menguatkan opini saya. Saya tunggu artikel tanggapan Mas Arief yang kemarin diupdate di Twitter itu. :)

    Rizdan:
    Baru tahu, ya Mas? He He. Terima kasih, Mas atas kunjungannya.

    bimasakti:
    Semoga tulisan ini tidak dianggap content porno, Mas meski ada gambar cewek seksinya :)

    Terima kasih, Mas Bima sudah mau mampir.

    BalasHapus
  22. seharusnya dalam pemasaran tidak diharuskan menggunakan ala marketing porno karena dapat menurunkan branding produk yang kita pasarkan

    BalasHapus
  23. Nah, kalau norma didahulukan, bisa-bisa banyak usaha yang gulung tikar karena saking jujurnya. Tapi ya kembali, semua ada risikonya, ada untung dan ruginya, ada baik dan buruknya, kecil ataupun besar.

    Hanya saja kadang, tidak semuanya pas di logika :(.

    BalasHapus
  24. Jasa Seo:
    Cara marketing yang saya ulas ini bukan pakai cara porno beneran, Mas. Konsep interesting orang terhadap gambar pornonya yang saya ambil dan ulas di artikel ini.

    Cahya:
    Ya, Mas Cahya itulah dilemanya sebagai pedagang. Kalau saya lebih memilih jujur tapi juga jangan terlalu terbuka. Ambil tengah-tengahnya saja.

    BalasHapus
  25. Penasaran dengan Tip mengembalikan keperawanan yang hilang. saya meluncur ke sana dulu. :)

    BalasHapus
  26. Ooooo... ternyata hymen. :)

    BalasHapus
  27. isnuansa:
    Ohnya, kok sepertinya gimana gitu, Mbak. Kalau sudah tahu pesan saya: Sssst..... Jangan bilang-bilang ke siapa-siapa, ya! :D

    BalasHapus
  28. nambah ilmu baru nih. jadi penasaran dengan toko onlinenya mas joko :

    BalasHapus
  29. joko m:
    Sesama marga "Joko" rupanya. :D Salam kenal, Mas Joko. Kalau pensaran bisa langsung dipraktekkan saja. :)

    BalasHapus
  30. iya sih prinsipnya seperti itu, tapi kebanyakan pedagang di beberapa pasar bukan di bali, sering aku lihat marah-marah saat ada seseorang wanita menawar terus.. hehehe. "mba, mba mau beli apa enggak" kn ada cara lain, mungkin bpknya belum makan.hehe

    BalasHapus
  31. igasbujang:
    Betul, umumnya begitu. Banyak yang marah-marah kalau hanya nawar2 terus tapi gak membeli. Disinilah kesabaran kita sebagai pedagang diuji.

    BalasHapus
  32. wah, cukup menarik dan bisa dipertimbangkan tekniknya,,,

    BalasHapus
  33. hmm.... saya suka istilahnya marketing ala situs porno......
    Kekuatan,term dan pengalaman seperti ini memang powerful. didunia online, top 100 visited, selalu porn site, setelah news, breaking news (berita). dan kalau itu efektif untuk situs porn, tentu menjadi amat manjur untuk dipakai dalam bidang komersial lainnya.
    Very good pak Joko. I like it

    BalasHapus
  34. Hendrik Lim, Jakarta:
    Sampai hari ini artikel ini terus menjadi popular post blog ini dan mendatangkan pengunjung dengan keyword paling tinggi. Artinya, content porno memang site yang terus dicari netter.

    Nah, konsep marketing ini bisa diadopsi ke bidang lain. Bagaimana membuat interesting orang agar mereka tertarik dengan bisnis kita. Betul, Pak?

    BalasHapus
  35. Wah... Ini memang ide gila. Gara-gara tulisan ini saya dapat ide. Dan sudah langsung saya praktekkan di blog saya. Langsung naik traffiknya gan
    http://kerjadataentry-sukses.blogspot.com/

    BalasHapus
  36. Perlu di coba buat blog saya...
    thank`s mas bro....

    BalasHapus
  37. haaa.. haaa aneh--aneh saja mas satu ini... pelajaran yang mantap yang sudah pernah saya lakukan tapi belum sadar kl cara seperti lebih mengena dan ternyata benar-benar saya rasakan ..

    kl bgitu trims banget deh akan semakin saya praktekkan "marketing ala pornonya" mas... heeee saya bukan "piktor" lho

    BalasHapus
  38. Wah asik bgt tulisany, aplg ad gambar yg kinclong,. buat para lelaki tertipu dengan gambarnya menarik Gan.. :)

    BalasHapus