Rabu, 30 November 2011

Maaf, Saya Kembali Memuja Dewa SEO

Business_Competition
Beberapa waktu yang lalu saya pernah mengeluarkan statement di blog, maaf saya lupa persisnya kapan dan di blog mana, kalau saya mulai meninggalkan dan berhenti memuja setan dewa bernama SEO (Search Engine Optimization). Hari ini rupanya saya perlu menjilat ludah saya kembali. He..He… Kenapa pasalnya? Dulu saya memandang mempraktekkan SEO saya ibaratkan seperti blogger yang sedang berlatih Ilmu Silat. Saya mengibaratkan diri saya seperti anak kecil yang lagi berlatih ilmu silat lalu suka mempertotonkan kesaktiannya dan bangga diri kalau menang berkelahi. Awal-awal ngeblog dan belajar SEO rasanya bangga sekali kalau artikel blog saya bisa mejeng di sepuluh besar atau halaman pertama pencarian Google.

Kenapa saya kembali memuja SEO? Kali ini saya kembali menerapkan SEO bukan untuk tujuan seperti di atas, untuk adu kesaktian dengan blogger lain di internet. Tidak. Tapi lebih ke tujuan bagaimana supaya blog saya agar bisa tetap survive, bertahan dari gempuran banyak blog baru yang terus bermunculan setiap hari di internet. Kedua, ini yang paling penting, saya melihat mulai banyak kompetitor yang mulai melirik niche bisnis online yang saat ini sedang saya geluti. Contoh kompetitornya, salah satunya pernah datang komen di blog saya nyepam di artikel ini, “Tips Memenangkan Lelang di eBay”.

Kemarin-kemarin saya tak begitu serius dengan SEO. Hanya menerapkan tips SEO yang ringan-ringan saja, seperti memberikan tautan internal (Internal Link Building) ke link-link artikel saya yang terdahulu. Contoh, pernah saya ceritakan di artikel ini “Cara Mudah Menguatkan Posisi Artikel Lama di SERPs Google”. Dan juga kalau mau nulis update blog, ya kebanyakan langsung nulis saja tidak fokus ke niche tertentu. Tapi kini terpaksa saya harus mengubah strategi.

Kalau Anda ingin tahu sekarang hampir tiap hari saya selalu mengecek posisi blog saya di SERP Google dari kata kunci tertentu. Dan alhamdulillah pertarungannya ternyata semakin hari semakin bertambah sengit. Blog saya dan blog kompetitor saya saling menyalib posisinya di 10 besar SERPs Google. Bukankah ini benar-benar real game pertarungan yang amat seru? :D

Ini memang bukan pertarungan SEO sebagaimana maraknya kontes-kontes SEO yang memperebutkan posisi nomor satu di Google untuk mendapatkan hadiah dari penyelenggara. Bukan. Tapi ini real pertarungan yang sesungguhnya untuk terus bertahan hidup bagaimana memperebutkan ikan-ikan yang banyak berenang di lautan luas lepas bernama internet. Anda mengerti maksud saya, kan? Bersaing untuk memperebutkan klien/ pelanggan yang datang dibawa oleh Google.

Nah, hari ini saya seperti diingatkan lagi. Kebetulan saya pagi tadi membaca artikel di blog Mas Jarwadi yang mengabarkan katanya situs jejaring sosial Friendster Sudah Mati. Sungguh menyedihkan sekali kabar ini, padahal dulu betapa populernya situs itu sebagai situs pertemanan yang paling digemari dan sering dikunjungi banyak orang di internet. Kini, sungguh mengenaskan sekali nasibnya, Friendster telah tewas. Rupanya munculnya kompetitor seperti Facebook, Twitter dll turut andil sebagai salah satu penyebabnya yang mengakibatkan Friendster tersungkur mati selamanya.

Ya, inilah hutan belantara persaingan di internet. Siapa yang tidak melakukan inovasi dan peka terhadap perubahan di sekelilingnya, ia perlahan namun pasti akan mati kalah bersaing dengan kompetitor. Jadi untuk tetap survive bertahan dalam persaingan bisnis, ini juga berlaku di internet, jangan pernah lelah untuk berinovasi. Jika tidak, bisnis Anda akan akan mati tenggelam untuk selama-lamanya.

Exit Kuldesak Be The Winner of Changes

Buku Exit Kuldesak Be The Winner of Changes


Saya jadi ingat dengan sebuah buku menarik yang pernah saya baca. Kebetulan saya dapat buku ini gratis langsung dari penulisnya, Hendrik Lim, MBA. Dalam sebuah bukunya “Exit Kuldesak Be The Winner of Changes” Hendrik Lim, MBA banyak memaparkan tentang masalah ini. Ia banyak memberikan contoh-contoh perusahaan besar yang harus kolap tergerus oleh arus perubahan jaman hanya karena ia tak peka dan siap melawan perubahan-perubahan yang ada di sekelilingnya sehingga akhirnya mati karena kalah bersaing.

Terima kasih hari ini saya kembali mendapatkan sebuah pelajaran berharga.


Bookmark and Share

26 komentar:

  1. memang benar apa yang ditulis pak joko, untuk blog atau web, bila untuk tetap mempertahankan apalagi meningkatkan traffic, maka SEO tetap menjadi panglima.

    banyak blog dan web milik teman saya yang artikel dan kontennya bagus bagus dan top level, secara mereka rata rata adalah candidate doktor dan phd dari bidang yang mereka tulis, tetapi kebanyakan pengunjungnya sangat minim.

    kenapa

    karena mereka tidak mencoba meng-embrace google :)

    BalasHapus
  2. Ada beberapa narablog berpendapat "....yang penting terus menulis artikel menarik dan unik sebanyak mungkin apapun itu untuk mendapatkan perhatian SE...". Untuk beberapa kasus hal itu memang benar, namun akan lebih sempurna jika diterapkan SEO pada tulisan tersebut.

    Menarik itu menurut siapa dan unik itu yang bagaimana? Saya pernah menulis di salah satu artikel di Link Sukses mengenai cara membidik kata kunci sebelum posting. Contoh ketika kita akan menulis tema "SEPAK BOLA", setelah dilakukan beberapa metode SEO sederhana, tema sedikit diubah menjadi "SEPAK BOLA INDONESIA" atau "PENONTON SEPAK BOLA".

    Pendapat saya, penerapan SEO yang wajar sangat penting untuk meningkatkan trafik pengunjung. Tapi tidak memuja lho... :D

    Saya yakin Diptara akan tetap survive, saya do'akan semoga tetap exist d dunia maya.

    BalasHapus
  3. jarwadi:
    Fakta yang ada di blog saya 83.32% pengunjung datang dari Google (SE) dan 89.33% pengunjung yang datang adalah New Visitor. Artinya, SEO punya peran strategis mendatangkan pengunjung ke blog saya.

    Kasus di blog teman Mas Jarwadi itu sama seperti dalam kasus pemasaran, ada produk bagus namun karena kurang pemasaran jadinya tidak dikenal orang sehingga kurang laku. Jaman sekarang persaingan sedemikian ketat, Mas. Apalagi di internet blog tiap hari terus bermunculan. Untuk tetap eksis saja berat terlebih bisa muncul terdepan di pencarian Google. Betul?

    Yuda:
    Setuju, Mas Yuda. Kedua hal itu, content yang menarik dan SEO sama-sama berperan penting. Keduanya kalau disinergikan akan dahsyat sehingga bila dilakukan dengan terpadu akan bisa memenangkan ketatnya persaingan di SERPs.

    Mudah-mudahan tidak ada yang menjudge saya kafir gara-gara saya bilang memuja Dewa SEO, ya Mas. :D

    Terima kasih doanya, Mas Yuda. Sukses juga untuk blog dan bisnis Mas Yuda. :)

    BalasHapus
  4. He he..., monggo Pak, agar lebih meningkat penghasilannya :).

    BalasHapus
  5. Aku selama ini masih santai main SEOnya.
    Lebih fokus ke content quality sih. Mungkin di blog jualan yg baru, baru SEOnya bener-bener diaplikasikan abis-abisan.

    Walau gimana, SEO tetap jadi bagian yang penting. Pertarungan sengit, itu tidak bisa dihindari. Mungkin untuk niche tertentu sekarang masih oke, tapi ke depan akan muncul pesaing-pesaing baru.

    Dinamis, itu yang kita butuhkan. Harus selalu siap dengan perubahan yang akan terjadi. Good luck mas JOko :)

    BalasHapus
  6. Hidup SEO! saya sendiri masukkan keyword sebanyak mungkin pada settingan H2 yang masih relevan tentunya dengan niche web/blog kita.

    BalasHapus
  7. Udah lama kenal dengan dunia blogging tapi hingga saat ini saya belum bisa mesra juga dengan yang namanya SEO...

    Selamat bertarung pak, hati-hati jangan terlalu memaksakan menerapkan ilmu SEO yang masuk kategori black, sehingga kena kungfu PANDA

    BalasHapus
  8. Wah, saya sangat setuju sekali nih dengan pilihan pak Joko untuk kembali menerapkan SEO. Memang SEO merupakan hal yang sangat vital bagi kelangsungan hidup suatu blog khususnya blog bisnis. Dengan menulis berbagai niche yang mengandung banyak keyword seperti Diptara (artikel yang sangat berkualitas), saya yakin diptara masih bisa tetap eksis di dunia internet ini pak.
    Happy blogging aja, pak.

    BalasHapus
  9. Melihat traffic yang sepertinya babak belur dari sebelumnya, dan SEO memang tak luput dari blogger. Ini penting Mas, jadi hanya sekedar nulis kalau tak ada yang membaca. Dan memang harapan terbesar dari mereka yang tersasar mesin pencari :)

    BalasHapus
  10. Harus belajar banyak neh tentang SEO di blogger senior

    BalasHapus
  11. setiap saat memang kita selalu disarankan untuk melakukan perubahan, bila menginginkan kehidupan yang lebih baik di dunia fana ini, demikian pula dengan dunia maya,
    terimakasih kawan sudah berbagi artikel inspiratif dan full motivation ini :)

    BalasHapus
  12. kemaren emang cukup banyak yang mulai mengesampingkan SEO, dan mengatakan klo going socially lebih penting, kini SEO kembali rame rame dioptimasi lagi, karena nggak mungkin kan misalkan pak Joko ask friends "Obat kuat yang paling bagus?"
    ask gugel lah pak, selain lebih cepat juga nggak perlu banyak komentar dari audience lah, hahahha...

    BalasHapus
  13. Harus diperhitungkan juga conversion ratenya pak. Kalau nomor 1 di google tapi sama sekali tidka menghasilkan pelanggan, sama saja bohong.

    Maksud saya, jangan menganggap SEO sebagai satu-satunya faktor.

    BalasHapus
  14. Cahya:
    Siap, Mas Cahya. Saya lanjutkan :D

    arief maulana:
    Terima kasih, Mas Arief. Iya, kita harus selalu dinamis mengikuti perkembangan. Para pesaing terus bermunculan jadi mau tak mau kita harus improve terus menerus agar terus survive dan memenangkan kompetisi.

    Excellentera:
    Iya, Mbak SEO. Sukses, ya Mbak untuk online shopnya.

    bro eser:
    Terim kasih, Bro. Saya masih menerapkan white SEO, tidak berani pakai black hat. Resikonya terlalu besar kalau sampai ketahuan dan dihukum oleh Google.

    om onny:
    Semoga, Mas Onny. Harapannya kita seperti itu, tetap eksis di internet dan bisa memenangkan kompetisi dengan blog lain, terutama blog bisnis yang lainnya. Amin.

    Kaget:
    Itulah, Mas jika trafik menurun sementara konten terus bertambah berarti ada sesuatu yang perlu dibenahi. Salah satunya dari segi SEO.

    IKA:
    Mari sama-sama kita belajar, Mbak. :)

    BlogS of Hariyanto:
    Sama-sama, Mas. Terima kasih juga atas kunjungannya.

    Sriyono Semarang:
    Ha2.... Betul-betul, Mas. Lebih enak dan tanpa pekewuh tanya ke Google aja daripada nanya ke teman. Contohnya mengena sekali. :D

    Jeprie:
    Tentu saja, Mas Jeprie. Saya memanfaatkan SEO hanya sebatas buat mendatangkan calon pelanggan supaya datang. Itu saja. Selanjutnya faktor seperti kemampuan marketing, cara menservice dan produk/jasanya bagaimana turut punya andil pengaruh dan harus saling mendukung satu sama lain kalau ingin konversi ratenya baik. Sejauh ini, sih di blog saya berbanding lurus. Kalau pageviews atau kunjungannya tinggi maka tinggi pula konversi penjualannya.Dan itu semua penyumbangnya adalah SEO karena advertorialnya muncul di 10 besar pencarian Google.

    BalasHapus
  15. Aku sampe sekarang g ngerti sama sekali lo mas :)

    BalasHapus
  16. Wah wah begitu sengitnya ya persaingan di dunia maya sampai-sampai mas joko kembali memuja dewa seo hehehe..
    yup bener banget karena tanpa sadar eksistensi blog kita pun akan diperhitungkan, kalau tidak bs survive ya pasti mati di tengah jalan..
    kayanya saya juga sekarang lagi muja dewa seo nih hehehe

    BalasHapus
  17. Honeylizious:
    SEO tidak perlu dimengerti. Yang penting dipraktekkan. He2... Blog Hani saya lihat sudah ramai dan banyak visitornya sekarang. Itulah tujuan SEO.

    crazyhusband:
    Mari, Mas kita sama-sama memujanya. Karena memang tidak ada pilihan lain kalau ingin blog kita tetap survive. :D

    BalasHapus
  18. saya hanya muja dewa di dunia maya aja..kalau akidah saya tetep memuja Allah subhanahu wa ta'ala :D
    saya akan berusaha mempelajari dan mempraktekkannya mas..lanjutkan!!

    BalasHapus
  19. crazyhusband:
    Sama, Mas. Memuja SEO, kan hanya makna kias saja, hanya di dunia maya. Bukan dalam konotasi gramatikal saya menyembahnya seperti menyembah Alloh SWT. Terima kasih sudah mampir kembali.

    BalasHapus
  20. Emang cara mempraktikkannya bagaimana mas?

    BalasHapus
  21. Honeylizious:
    Pagi tadi sudah kujawab, kan lewat Twitter. Coba lakukan itu minimal. Yaitu memberikan internel link building di setiap posting ke artikel2 terdahulu yang terkait.

    BalasHapus
  22. kalau mikir seo aja bisa2 kelupaan bikin posting gan.. mending tylis artikel selalu otomatis deh sedikit demi sedkit blog akn naik sndri

    BalasHapus
  23. Saiful:
    Alangkah lebih baik keduanya dilakukan secara beriringan, Mas. Ajeg (rutin) update artikel tapi juga menerapkan tips SEO supaya lebih terarah. Betul?

    * Maaf, Mas komennya sempat dimasukkan ke spam oleh blogspot. :)

    BalasHapus
  24. artikel yang bagus mas. saya sendiri menerapkan fusi antara SEO dan SMO di blog, dan ini ampuh menarik lebih banyak unique visitors

    BalasHapus
  25. ok artikelnya sangat bagus dan membantu banget

    BalasHapus
  26. Bagus banget artikelnya Sob,,

    BalasHapus