Selasa, 24 Desember 2013

Terompet Tahun Baru; Waktunya Resolusi Keuangan

Resolusi Keuangan 2014
Selain terompet, yang banyak dipersiapkan orang menjelang malam Tahun Baru adalah resolusi. Perkara akan mereka tepati atau tidak selama 2014, resolusi tetap dibikin. Siapkan malam Tahun Baru dengan kemeriahan dan resolusi keuangan, tentunya Anda harus berkomitmen dalam menjalankannya.

Setelah mengevaluasi seluruh aspek kehidupan Anda di tahun 2013, perkembangan atau perubahan apa yang Anda alami dalam segi keuangan Anda? Jika Anda sudah berkeluarga, kira-kira apa lagi yang harus Anda siapkan untuk masa depan keluarga, terutama anak Anda? Apalagi yang akan Anda beli, atau apakah Anda punya rencana berlibur? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin muncul di benak Anda berikut segala renacana lainnya, namun bukankah tujuan resolusi adalah untuk menjadikan hidup Anda lebih baik? Berikut tips sederhana untuk resolusi keuangan Anda di tahun 2014.


1. Raport 2013 

Lakukan evaluasi keuangan sebelum Anda menentukan apalagi yang akan Anda lakukan di tahun 2014. Melakukan evaluasi sama seperti mengukur kekuatan keuangan Anda, mengetahui berapa yang Anda hasilkan, dan berapa yang Anda belanjakan. Kumpulkan lagi slip gaji, dan catatlah pengeluaran yang Anda buat selama tahun 2013. Cari kembali kwitansi atau nota pembelian yang Anda punya. Evaluasi juga apakah Anda masih berhutang pada orang lain atau bank, atau malah orang lain berhutang pada Anda. Jika Anda sudah berkeluarga, ajak pasangan Anda untuk melakukan evaluasi. Dengan hal ini Anda bisa menemukan pengeluaran apa yang terbesar? Adakah alokasi pengeluaran yang tidak begitu penting, namun cukup menyerap kocek Anda? Bagaimana Anda melakukan pengeluaran untuk anak Anda? Anda juga bisa melihat pengeluaran mana yang penting dan tidak penting. Kegiatan ini nantinya akan membantu dalam menentukan keputusan di langkah-langkah berikutnya.

2. Alokasikan Dana Anda 

Sesuai hasil evaluasi Anda pasti bisa menentukan kira-kira berapa rupiah yang Anda butuhkan dalam sehari. Ingat, mulailah dengan pengeluaran pasti, atau pokok sebelum Anda menentukan kebutuhan sekunder. Tentukanlah pengeluaran harian Anda. Mulailah dari angka yang pas, misalnya untuk belanja harian, uang jajan anak, transportasi, dan makan siang. Setelah itu, lebihkan sedikit alokasi pengeluaran Anda untuk antisipasi kebutuhan tidak terduga. Setelah itu, tentukan pengeluaran bulanan yang akan Anda lakukan, seperti belanja kebutuhan bulanan, tabungan, listrik, cicilan rumah, uang sekolah anak, dan reparasi kendaraan. Seperti kebutuhan harian, tambahkan sedikit dari jumlah alokasi dana untuk antisipasi kebutuhan yang tidak terduga. Satu hal lagi, mengalokasikan kebutuhan tidak terduga bukan berarti dana itu boleh habis saat itu juga walaupun tidak ada keadaan darurat. Sisihkan sisa uang harian dan bulanan, Anda bisa menggunakan dana ini untuk menabung, atau rencana liburan keluarga.

Selama setahun tentunya ada kebutuhan rutin yang juga harus Anda rencanakan, seperti pajak tahunan, pengeluaran hari raya, dan jika Anda berhutang segera alokasikan dana untuk menyicil atau melunasi hutang Anda. Jika tahun ini Anda bisa tidak berhutang, maka Anda telah berhasil mengatur keuangan Anda.

3. Belajar Menggunakan Fasilitas 

Anda pasti sudah tahu bagaimana cara menggunakan fasilitas perbankan Anda, seperti kartu kredit atau debit. Namun, apakah fasilitas ini sudah digunakan dengan bijak? Tidak ada salahnya untuk belajar lagi agar bijak dalam menggunakan fasilitas yang ada. Menggunakan fasilitas dengan bijak akan membantu Anda dalam berhemat. Tanyakan pada diri Anda saat bertransaksi, apakah Anda harus menggunakan kartu kredit, debit, atau tunai. Siapkan buku untuk mencatat pengeluaran harian Anda, sehingga jika Anda melakukan pembelanjaan online, atau menggunakan kartu kredit, atau debit, Anda bisa segera mencatat dan mengetahui berapa rupiah yang berkurang dari tabungan Anda. Satu hal lagi, jangan pernah membelanjakan uang Anda untuk hal yang nantinya Anda sesali.

4. Mulailah Sesuatu yang Baru

Di tahun yang baru, tidak ada salahnya untuk memulai gaya hidup baru. Dari hasil evaluasi sebelumnya, Anda pasti bisa melihat kekuatan keuangan Anda dan kebutuhan yang pastinya akan meningkat di tahun berikutnya. Anda dapat menentukan beberapa langkah untuk membantu keuangan keluarga, misalnya dengan mencari pekerjaan sampingan. Jangan lupa juga untuk menjadikan berhemat bagian dari resolusi Anda.

Jika Anda adalah ibu rumah tangga, lakukan evaluasi diri apa yang mampu Anda lakukan untuk keluarga. Jika Anda memiliki keterampilan atau keahlian tertentu, tidak ada salahnya membuat usaha kecil atau rumahan. Jika keahlian Anda dibidang jasa, seperti mengajar, komputer, atau menulis, carilah pekerjaan paruh waktu atau jadilah pekerja lepas dimana Anda masih memiliki kebebasan waktu dan tambahan pendapatan.

Bawa bekal dan naik kendaraan umum merupakan tindakan bijaksana dalam berhemat. Tidak ada salahnya bangun lebih pagi untuk menyiapkan bekal dan mengejar bis. Hal ini tidak harus Anda lakukan setiap hari, tiga kali seminggu cukup memberi dampak pada penghematan yang Anda lakukan.

Jadikan 2014 permulaan untuk kebiasaan baru, agar Anda menjadi lebih bijaksana dan efisien dalam mengatur keuangan. Semoga bermanfaat.

Sumber dari iMoney Indonesia

Bookmark and Share

1 komentar: