Selasa, 09 Juni 2009

Kartu Kredit, Masih Perlukah?

kartu kreditAda pertanyaan mengusik dari seorang kawan “Kartu Kredit, Masih Perlukah?”

Pertanyaan itu dilontarkan salah seorang kawan karena melihat saat ini hampir semua fungsi Kartu Kredit sudah tergantikan fungsinya oleh Kartu Debit. Ya, memang kedua jenis kartu ini sekarang adalah sebuah solusi untuk bisa melakukan pembayaran tanpa perlu repot-repot bawa uang tunai lagi. Tapi benarkah demikian? Kartu Kredit sudah tidak diperlukan lagi sekarang?

Baiklah, mari coba kita bahas bersama-sama. Pada kelompok yang menganggap Kartu Kredit tidak perlu, boleh saya sebut sebagai kubu yang pertama dan bagi yang menganggap Kartu Kredit masih perlu saya sebut sebagai kubu yang kedua. Mari coba kita tinjau apa masing-masing alasannya antara kubu pertama dan kubu kedua.

Bebera fakta berikut ini adalah alasan utama bagi kubu pertama mengapa tidak mau menggunakan Kartu Kredit:

  • Mendidik orang menjadi konsumtif karena sulit mengontrol dan tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
  • Tidak suka dan takut terbelit hutang.
  • Takut accountnya dibobol, terutama bila menggunakannya dalam transaksi online.
  • Bunga Kartu Kredit cukup tinggi sehingga orang takut menggunakannya.
  • Harus keluar biaya untuk membayar iuran tahunan Kartu Kredit.
  • Fungsi Kartu Kredit bisa digantikan dengan Kartu Debit.

Dan berikut adalah fakta yang menjadi alasan bagi kubu kedua mengapa masih tetap mempertahankan Kartu Kredit:

  • Kartu Kredit menjadi bagian dari gaya hidup atau Lifestyle modern dan sebagai bagian prestise penggunanya.
  • Kartu Kredit memberikan apresiasi seperti reward poin, penawaran-penawaran eklusif di merchant-merchant tertentu yang menarik bagi penggunanya.
  • Ada perlindungan asuransi pembelian pada setiap transaksi pembelian barang dengan menggunakan Kartu Kredit.
  • Kartu Kredit bisa dimanfaatkan untuk meringkas pembayaran semua tagihan rutin bulanan seperti listrik, PAM, telepon, internet, TV kabel, asuransi dll kedalam satu rekening tagihan.
  • Bisa menunda pembayaran selama satu bulan.
  • Dengan tergabungnya dalam jaringan Visa dan Master internasional, kartu kredit adalah satu-satunya alat pembayaran universal yang bisa diterima di seluruh merchant yang ada di semua negara.
  • Dana di kartu kredit bagi pemegang kartu bisa dimanfaatkan sebagai dana emergency yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan dalam keadaan darurat.

Dan terlepas dari perlu tidaknya Kartu Kredit bagi Anda, berikut adalah beberapa tips, baca juga posting saya sebelumnya tentang Tips Aman Belanja di Internet, berkaitan dengan Kartu Kredit:

Jika Anda pemegang Kartu Kredit, ubahlah sistem pembayaran kartu Anda menjadi autodebit dari rekening bank Anda untuk menghindari lupa membayar yang bisa berakibat terkena late charge atau bunga. Dan dengan di-autodebit secara penuh Anda akan selalu mengukur antara batas kemampuan bayar dan pengeluaran Anda setiap belanja menggunakan Kartu Kredit.

Gunakan Kartu Kredit yang bank penerbitnya sama dengan account rekening simpanan uang Anda di bank untuk menghindari biaya kliring antar bank setiap Anda melakukan pembayaran.

Nah, dari beberapa fakta diatas rasanya Anda bisa menyimpulkan sendiri apakah Kartu Kredit masih tetap diperlukan atau tidak sebagai salah satu pilihan alat pembayaran Anda.



Bookmark and Share

2 komentar:

  1. Saya memilih gak pake uang plastik mas, bener pendapat mas, takut hutang ---- :)

    BalasHapus
  2. Lintang Hamidjoyo:
    Pilihan bijak, Mas Lintang. Kalau memang tak butuh mending tidak usah pakai kartu kredit

    BalasHapus