Kamis, 03 Februari 2011

Inilah 3 Siklus Blogger Berdasarkan Pola Membaca dan Menulisnya

Kuda Informasi
Pada saat kita sudah memegang gadget yang koneksi internetnya "always on", sebut saja seperti smartphone BlackBerry, iPhone, PDA dan komputer tablet seperti Galaxy Tab, iPad dsb, sadar atau tidak sebetulnya kita sudah seperti "Menunggang Kuda Informasi". Kita berada dalam keadaan berpacu dalam informasi. Kadang kita bisa mengejar informasi, tapi yang lebih sering malah kita lah yang benar-benar dikejar-kejar oleh informasi itu sendiri.

Bandingkan! Kalau dulu kita mengenal pullmail untuk menarik dan membaca email, baru tahu informasinya, maka kini eranya sudah berubah menjadi pushmail, informasi lah yang benar-benar menghampiri kita. Betul?

Sekedar cerita, saya pernah dihadapkan dalam situasi dimana begitu melimpahnya sebuah arus informasi dan saya sangat-sangat kewalahan menghadapinya. Mengapa? Karena saya tak punya waktu cukup sehingga tak sempat membaca informasinya walau sekedar baca sekilas saja.

Waktu itu sekitar mendekati pertengahan bulan Januari 2011 lalu, ketika lagi maraknya isu akan diblokirnya BB oleh pemerintah kalau RIM tidak segera melaksanakan tuntutan RI untuk memfilter content porno di BlackBerry. Dan Anda tahu, gempuran alert interupsi ke HP saya dari diskusi kawan-kawan milis Telematika begitu gencar hampir tiap menit selama 24 jam, selama seminggu lebih, memberi banyak informasi seputar fakta, data dan polemik tentang penutupan BlackBerry itu.

Dan, saya menjadi terengah-engah, ngos-ngosan mengikuti alur diskusinya. Ujung-ujungnya kegiatan menulis (blogging) saya pun ikut terganggu. Karena interupsi itu sepanjang waktu terjaga saya sudah mengganggu konsentrasi menulis saya sekaligus aktivitas kegiatan offline saya sehari-hari.

Contoh di atas hanya sebagai gambaran saja, dalam konteks blogging atau menulis pada umumnya, seharusnya siklusnya memang kembali berputar. Anda bukan sebagai pengkonsumsi informasi tapi sebaliknya sebagai content maker yang menjadi pencipta informasi itu sendiri yang ditujukan buat dikonsumsi untuk orang lain. Betul?

Kalaupun Anda tetap butuh informasi, itu pun yang benar-benar Anda butuhkan saja. Tidak ada semacam keserakahan dengan berusaha melahap semuanya. Mengapa? Karena jika Anda tetap memaksakan diri untuk mengambil semuanya bisa muntah dan ujungnya Anda tak akan dapat apa-apa karena informasi akan lewat begitu saja tanpa mengendap sedikitpun di otak Anda. Dan tentu dalam kondisi seperti ini akan membuat Anda sulit menulis.

Terkait kebiasaan membaca dan menyerap informasi ini saya sudah mengelompokkan ada 3 (tiga) fase blogger kalau saya lihat dari aspek ini. Maaf, fase ini hanya pengkotakan atau subyektif menurut pendapat saya pribadi. Anda boleh tak sependapat, pun tak perlu repot-repot harus pusing memikirkan Anda berada di fase mana. Yang jelas, saya berharap tulisan ini bisa buat refleksi untuk kita semua kira-kira kita sudah berada di fase yang mana sejauh ini.

Berikut adalah ketiga fasenya. Yaitu pertama Blogger Low Content Maker, Kedua Blogger Intermediate Content Maker dan ketiga Blogger Full Content Maker. Mari kita bahas satu persatu.

Blogger Low Content Maker

Pada fase ini sang narablog (blogger) aktivitasnya lebih didominasi banyak membaca dan menyerap informasi ketimbang menciptakan (make content) informasi itu sendiri. Porsinya membaca, blogwalking mendominasi lebih dari 50% seluruh aktivitas bloggingnya ketimbang aktivitas menulis dalam blog itu sendiri.

Blogger Intermediate Content Maker

Pada fase ini sang narablog aktivitasnya boleh saya sebut cukup berimbang antara aktivitas membaca dan menyerap informasi dengan kegiatan mencipta content (menulis) di blognya. Porsinya berjalan dalam angka relatif seimbang (50-50).

Blogger Full Content Maker

Terakhir, Blogger fase Full Content Maker. Blogger tipe ini kegiatan mencari dan membaca informasi sudah terbatas pada Membaca Sintopikal saja. Yaitu membaca untuk keperluan menulis saja. Dan dominasi menyerap informasinya lebih terfokus dan cenderung lebih rendah dari waktu membuat content di blog itu sendiri. Artinya, dalam fase ini sang narablog boleh dibilang sudah tidak perlu banyak blogwalking kesana-kemari hanya untuk mencari bacaan apalagi untuk tujuan trafik dan memburu komentar balik, tapi lebih fokus di blognya sendiri. Kalaupun masih blogwalking itu pun sekedar buat relationship atau pertemanan saja.

Nah, terakhir jika Anda tak keberatan untuk menjawab, boleh saya bertanya? Pertanyaan saya, kalau dilihat dari kacamata pengelompokan seperti di atas, Anda kira-kira lebih sering berada di fase blogger yang mana?

Sumber Foto: Horse


Bookmark and Share

17 komentar:

  1. wah manteb itu. iya saya setuju. pendapat saya kotak kotak itu bisa dari jam terbangnya. bagi pemula mereka masih mencari informasi sana sini dan blog walking, tapi bagi para senior blogger, mereka lah yang menciptakan pasar. topik apa yang di tulis terkadang malah menjadi rujukan para blogger untuk menulis hal yang sama. salam kenal juga dari saya

    BalasHapus
  2. Kalau saya sepertinya masuk yang pertama pak. Walaupun posting saya banyak, 4 kali seminggu, tapi bacaan saya lebih banyak lagi.

    BalasHapus
  3. Pak Joko, sepertinya saya masuk fase kedua dan kadang berganti menjadi fase ketiga. Saya sudah tidak kesetanan blogwalking lagi ke sana ke mari. Tak pula rakus lagi melahap segala macam informasi. Saya sudah fokus pada informasi yang sesuai kebutuhan saya saja.

    Untuk menghasilkan sebuah posting, rata-rata saya butuh waktu agak lama guna merampungkannya.

    Namun ada kalanya saya perlu menyimak beberapa tulisan terkait topik yang akan saya angkat. Dari situ, biasanya saya akan coba menyarikannya dan memperkaya dengan pikiran saya sendiri.

    Oya, soal fase ketiga, saya rasa blogernas (Bung EA) adalah contoh nyata yang sudah jelas-jelas masuk fase itu. Produktivitas menulisnya luar biasa!

    BalasHapus
  4. sya gak tau termasuk yang mana ini.. saya orangnya moody dalam nulis dan belum bisa menulis yang baik agar bisa dinikmati oleh semua pembaca... jadi nulisnya apa adanya.. kadang klo males ya blog walking aja :D

    BalasHapus
  5. ternyata pertamaxnya berhasil...

    hahahahahahah....

    walaupun tadinya nggak yakin soalnya jaringannya minta ampun lemotnya

    saya siklus yang kedua... 50%-50%

    hahhahhahayayyyy...

    :D

    BalasHapus
  6. Saya nggak yakin masuk tipe mana. Tapi sepertinya mayoritas blogger akan melewati fase-fase itu ya. Seperti manusia menjalani masa kanak-kanak, puber, lalu dewasa.

    BalasHapus
  7. saya pilih aman saja...50-50..tapi sepertinya saya kebanyakan membacanya..
    untuk mengejar ketertinggalan , saya memang harus banyak membaca mas...

    BalasHapus
  8. Kalo aku serakah.. nggragas.. apalagi kalo ada Hany.. :D Dengan hati yang ikhlas tanpa keberatan sama sekali...Pluung masuk kotak Nomer satu Pak.. Kayaknya ini fase yang cocok buat saya.. Tapi suatu saat nanti saya juga ingin masuk ke kotak No.2 yang 50-50%..

    BalasHapus
  9. Aku gak tahu diriku masuk pada fase mana, karena bagiku ngeblog bukan untuk menjadi seleb blog dan berduit dari ngeblog tapi sekedar hobi ngelayap kemana-mana dan pemuas hati saja.
    Masalah blogwalking bagiku cuma sekedar menjalin silahturahmi antar blogger. Trafic, meski senang dengan banyaknya kunjungan naun bukan yang utama karena masalah trafic itu juga tergantung seberapa sering kita BW.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  10. kalo di liat mungkin saya ada di bagian fase Low Content Maker atau pertama. mudah2an kedepan bisa terus meningkat

    BalasHapus
  11. for the moment the 3rd fase is suitable for me, thanks for update.

    BalasHapus
  12. Menurut penerawangan saya secara pribadi sepertinya saya berada pada posisi "Blogger Intermediate Content Maker".....
    Disatu sisi saya membutuhkan berbagai informasi yang dapat menunjang aktifitas saya baik saat bekerja maupun saat ngeblog yang saya dapatkan dari blogwalking ke blog sahabat, ataupun dengan membeli beberapa buku. Namun disisi lain saya juga ingin berbagi informasi epada orang lain tentunya lewat media blog yang saya kelolah...

    BalasHapus
  13. Hmm... kalau saya lebih tepat di posisi intermediate kayaknya. Tapi nggak pasti juga. Kalau order penulisan lagi full, sebagian besar waktu saya habis buat menjelajah web luar negeri. :)

    BalasHapus
  14. erwinsusetya:
    Secara umum siklusnya begitu, Mas. Betul.

    Jeprie:
    Berarti Mas Jeprie memang sangat gila membaca. Sangat produktif menulis tapi juga masih banyak baca juga.

    iskandaria:
    Mas Iskandaria kayaknya hampir mirip dengan saya. Saya pun juga begitu mulai mengurangi bacaan, dengan salah satunya mulai mengurangi blogwalking. Lebih banyak menghabiskan waktu buat menulis. Baca-baca untuk cari bahan atau referensi buat nulis saja.

    Ya, Bung Anas saya lihat sudah contoh blogger yang fase ketiga. Dia sendiri pernah bilang di blognya kalau nggak salah, katanya sangat kesetanan menulis.

    sibair:
    Berarti Mas Bair contoh blogger yang diluar kotak itu sepertinya. Benar, ya Mas? :)

    Rohani Syawaliah:
    50-50 aja masih sangat produktif menulis tiap hari. Saya tidak bisa bayangin berapa lembar bacaan yang dihabiskan Hani setiap harinya. :)

    Hoeda Manis:
    Kalau saya amati Mas Hoeda termasuk orang yang sangat produktif menulis. Hanya apakah membacanya juga gitu, ini Mas Hoeda sendiri yang tahu.

    widodo:
    50-50 itu memang jawaban yang paling aman. He He He.

    BalasHapus
  15. tonykoes:
    Kayaknya mulai kesengsem sama Hani juga, ya? HaHaHa... Ada saatnya nanti juga naik, kok Mas Tony. Mungkin sekarang masih belum gila nulis aja.

    Sugeng:
    Berarti Mas Sugeng termasuk blogger yang diluar kotak juga sepertinya, Mas. :)

    Andi Sakab:
    Masak, Mas Andi? Padahal setahu saya Mas Andi sudah sangat produktif menulis, lho. Atau mungkin bacaannya yang lebih buanyaak lagi? :)

    excellentera:
    Berarti sekarang sudah di posisi 2, Mas Agus karena nextnya 3? :)

    bro eser:
    Itu kondisi yang balance, Bro. Berarti banyak baca dan banyak menuliskannya juga.

    Agus Siswoyo:
    Kalau kondisinya seperti yang Mas Agus ceritakan, berarti itu antara 2 dan 3. Yang terakhir banyak membaca itu, kan untuk keperluan menulis (Membaca Sintopikal)

    BalasHapus
  16. wah, ilmunya sangat bermanfaat om. thanks atas infonya ya

    BalasHapus