Sabtu, 10 Oktober 2009

10 Alasan Mengapa Saya Tidak Suka Blackberry

BlackBerry

Berikut ini adalah opini dan alasan pribadi saya mengapa saya tidak suka, bahkan tidak pernah mau pakai Blackberry. Nah, ini alasan-alasan saya serta fakta yang perlu anda tahu tentang Blackberry jika kebetulan anda sama seperti saya, belum sebagai pengguna Blackberry. Saya urutkan mulai dari atas dari yang paling tidak saya sukai:

1. Kepemilikan
Kalau pada ponsel biasa kita hanya mengenal IMEI, International Mobile Equipment Identity saja yang mengidentifikasi atau sebagai nomor seri ponsel kita maka kalau pada Blackberry masih ditambah satu lagi, yaitu Personal Identification Number (PIN) yang mengidentifikasi handset dan siapa pemilik Blackberrynya. Akibat adanya PIN ini, urusannya menjadi ribet jika kita akan menjual dan membeli Blackberry second. Mengapa? Karena account pada PIN Blackberry ini harus direlease dulu ke perusahaan Research In Motion Limited (RIM) Kanada, vendor Blackberry, lewat operator tempat kita berlangganan Blackberry Internet Service (BIS) agar status kita selaku pemilik yang lama didelete, sebelum kita berniat menjualnya. Sebab jika tidak, pembeli Blackberry second kita akan ditolak RIM sewaktu create email baru saat pertama kali mengaktifkan push email pada Blackberrynya.

2. Harga
Meski dari hari ke hari harga Blackberry makin turun, tetapi biaya operasional untuk menggunakan Blackberry masih terbilang cukup mahal menurut saya untuk rata-rata kantong orang Indonesia. Karena ada tambahan abonemen biaya mulai dari 100 ribu hingga 180 ribu untuk berlangganan BIS agar bisa berchatting ria lewat BBM atau menikmati Push email menggunakan Blackberry. Harga tersebut belum termasuk biaya pemakaian pulsa untuk nelpon dan SMS yang juga perlu anda bayar pada pemakaian Blackberry anda.

3. Robot
Bagi anda yang kebetulan salah satu orang penting, yang termasuk karena jabatan stategisnya bisa mendapatkan fasilitas Blackberry gratis dari kantor, jangan keburu senang dulu dan berbangga hati atas penghargaan ini. Mengapa? Dengan memegang Blackberry, siap-siaplah anda menjadi robot atau mesin yang bisa diremote pimpinan anda sewaktu-waktu, melebihi umumnya 8 jam orang kerja per harinya. Karena dengan memegang Blackberry, nantinya tidak ada alasan lagi buat anda untuk tidak menerima atau mengabaikan email atau instruksi penting dari Bos anda karena email bak SMS akan dikirim dan diterima secara realtime lewat Blackberry anda.

4. Cewek Bispak
Sama seperti alasan nomor tiga. Jika anda seperti saya, tipe orang yang tidak suka meng-On-Off ponselnya setiap hari, silahkan siap-siap juga, maaf, menjadi seperti ‘Cewek Bispak’ yang siap menservis 24 jam siapa saja. Bisa teman, relasi atau bahkan atasan anda sesama pengguna Blackberry, yang trendnya lebih senang menggunakan YM dan BBM yang gratis daripada SMS yang mesti harus bayar pulsa lagi. Kalau pada ponsel biasa kita masih punya alasan untuk mengabaikan dan tidak membalas SMS teman dengan alasan kehabisan pulsa misalnya, maka kalau pada pengguna Blackberry, alasan ini sudah tidak berlaku lagi.

5. Autis
Dengan memakai Blackberry, siap-siaplah bergabung dengan komunitas para manusia Autis pemakai ponsel cerdas atau smartphone lainnya. He…He… Seorang Reynald Kasali bahkan dalam sebuah seminar motivasi yang diikuti seluruh jajaran manager dari seluruh cabang pada company di perusahaan tempat kami bekerja, pernah menyindir kami demikian karena banyaknya menjumpai orang sekarang yang lebih asyik mengutak-atik ponselnya daripada membaca buku atau memperdulikan orang lain disekitarnya. Ingin tahu lebih jauh ciri-ciri orang Autis itu seperti apa? Baca artikel saya Hati-Hati Terkena Syndrom Autis

6. Interupsi setiap waktu
Dengan memakai Blackberry, siap-siaplah sepanjang hari waktu anda akan selalu mendapat alert interupsi berupa pemberitahuan ada Chatt BBM atau YM masuk, maupun adanya email masuk yang tak henti-hentinya memberondong anda sepanjang waktu terjaga anda setiap hari. Kalau dulu jamannya kita yang harus pull, menjemput informasi, dengan menenteng Blackberry, arus informasi yang ngepush ke kita setiap hari, suka atau tidak suka.

7. Rahasia Penting
Dengan memakai push email seperti dari layanan Blackberry, Ini juga berlaku pada semua layanan push email vendor lainnya, tanpa dihindari ada pihak ketiga selain pihak kedua penyedia layanan email anda tentu saja, punya hak akses dan bisa membaca dan mengetahui rahasia penting pada isi email anda, selain anda sendiri. Bayangkan account Paypal anda tahu-tahu dibobol hanya gara-gara passwordnya dibaca atau dicuri oknum orang dari RIM yang tidak bertanggung jawab misalnya. Atau bisa aja data anda meski sudah dienskripsi lalu lintas datanya oleh RIM tiba-tiba para Cracker membajak datanya. Ini tentu saja berbahaya, terlebih anda adalah orang penting seperti Presiden Obama misalnya.

8. Maniak Gadget
Saya bukan tipe orang yang setia dengan ponsel, meskipun juga bukan tipe orang yang sering gonta-ganti ponsel setiap kali ada model baru. Tetapi dengan lebih memilih ponsel bukan Blackberry, paling tidak, saya tidak menemui keribetan seperti pada Blackberry setiap kali akan ganti ponsel karena handset dan simcard seperti sengaja dipasangkan seumur hidup (dilock) sehingga menjadi ribet kalau suatu saat harus ganti ponsel. Tidak seperti ponsel biasa yang tinggal ganti handset, pasang simcard, selesai.

9. iPhone
Saya kalau disuruh memilih malah lebih kepincut iPhone 3G daripada Blackberry, selain lebih powerful featurenya, canggih, juga lebih punya gengsi daripada Blackberry yang sekarang sudah jadi ponsel pasaran. Tidak usah terlalu jauh membandingkan dengan iPhone 3G, deh, dengan Nokia aja kalau diadu malah banyak yang kalah dalam hal feature dan kecanggihannya. Terlebih, Nokia juga punya Email Nokia yang juga bisa menyamai Push emailnya Blackberry. Dan hebatnya, gratis tanpa berlangganan BIS kecuali hanya bayar biaya GPRS saja.

10. Alim Markus
Pernah lihat iklan Alim Markus, Bos Maspion itu? “Cintailah produk-produk Indonesia,” begitu katanya, dengan lidah cedalnya, saat mengkampanyekan pembelian produk factorynya, Maspion, dalam sebuah iklan TV Swasta. Lalu apa ada hubungannya dengan Blackberry? Ya ada, Blackberry adalah produk asing. Terlebih RIM, vendornya sangat egois, harus dipaksa Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Depkominfo dulu baru mau buka service centernya di negara kita. Jika saja dia bisa seperti Nokia yang begitu banyak service centernya di indonesia, paling tidak kue bisnisnya, kan tidak dikemaruki (dimakan sendiri, Red), bisa melibatkan orang kita yang ikut mencicipi kue bisnisnya dengan ikut terlibat di companynya seperti umumnya bisnis waralaba asing yang ada di negara kita.

Nah, barangkali ada yang penasaran bertanya lalu ponsel saya apa, dong kalau gitu? Apa iPhone 3GS yang membuat kepincut saya di alasan saya no-9? Saya jawab jujur, NO. Saya hanya pakai ponsel cerdas buatan Nokia yang sekarang harganya hanya 2.5 jutaan dan saya pasangkan dengan Flash unlimitednya Telkomsel.

Tanpa bermaksud 'Kemlinthi' hampir semua fungsi Blackberry ada di ponsel saya. Mungkin hanya fasilitas BBM aja yang tidak ada tapi sudah tergantikan Fring yang memfasilitasi fungsi canggih mirip Blackberry. Mau YM saya bisa. Mau Gtalk saya bisa. Mau memBroadcast atau ngeTweet saya bisa. Mau Facebookan bisa. Mau call me dengan Skype bisa. Mau ngepush email saya bisa. Mau Sharing location dengan saya pakai Google Maps Latitude bisa. Bahkan khusus yang Google Maps tanpa menjadi teman dan harus approve dengan saya, anda bisa cek My Location saya secara realtime lewat blog saya. Coba lihat sidebar saya! Itu adalah posisi saya sekarang. Tapi ssst....Kalau kebetulan anda yang baca ini adalah teman saya dalam satu company, jangan bilang-bilang ke atasan saya, ya. Nanti saya bisa dicek kemanapun saya pergi. Hi....Hi.....

Demikian sharing dan opini saya. Jika anda kebetulan belum pemakai Blackberry, semoga ini bisa menambah wawasan buat anda sebelum memutuskan untuk beli dan berlangganan Blackberry. Tetapi apabila yang membaca posting ini kebetulan orang yang sudah pakai dan berlangganan Blackberry. Maaf, kalau kata-kata saya mungkin menyinggung anda. Mohon koreksi atau pencerahannya bila ada yang terlewat atau mungkin keliru dengan fakta yang ada. (Bersambung)


Update 10 Juli 2010:
Dengan berjalannya waktu dan adanya perubahan-perubahan yang telah dilakukan oleh operator BlackBerry maka beberapa diantara item alasan diatas, kini prakteknya ada yang tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang. Beberapa diantaranya yang sudah tidak relevan adalah alasan sbb:

1. Kepemilikan. Release PIN sudah mudah sekarang.
2. Harga. Biaya langganan BIS semakin murah dan banyak pilihan paket.
3. Maniak Gadget. Saat ini ganti handset BB semakin mudah dan tak ribet.



Bookmark and Share

70 komentar:

  1. IPHONE 3GS LBH OKE, TAPI MUAHALLL

    BalasHapus
  2. klu saya pribadi merasa belum butuh, disamping juga gak mampue beli dan membiayai :)
    Pake HP dan Laptop aja dah OK

    BalasHapus
  3. belum minat pake blackberry, 160ribu/bulan mendng buat langganan internet di rumah

    BalasHapus
  4. setuju mas..
    gtw knpa ya kok bnyk yg pake blackberry..
    kalo ak pribadi gk suka bentuknya..
    gedhe cuy,nglebar..
    susah bwt di kantongin,hehe..
    mnding IPhone3G,tpi y gtu mahal,hehe..
    aku jga pernah baca koran,kalo hp blackberry mnjadi alasan bnyk org yg bunuh diri gara2 alasan yg mas tulis nomer 3..mereka stress karena kerjaan yg diberikn oleh bos..gtw d negara mana,lupa aku,hehe..
    pdhl blackberry diluar negeri katanya gak laku..tpi kok di indonesia laku keras ya??hmm...

    BalasHapus
  5. sejujurnya...
    saya ndaaak sanggup beli.. :(( :((
    jd saya pake hape yg tnpa merek tp berfitur lgkp, jd ga pake mahal gituh..hihihihihi

    duh gitu, BB pasaran bgt bok..
    di tmpt saya tinggal ajeh.. *masih kota kecil loh anak SMA ajah dah pegang BB.. wuaaaaa.... kalah saing saya..

    BalasHapus
  6. Dari semua yang komentar disini, kok teman saya tidak ada satupun yang suka dengan Blackberry?
    Ditunggu komentar lainnya, yang mewakili suka dengan Blackberry.

    BalasHapus
  7. ga minat juga pake blackberry coz ga da duit na... hehehe... :-P

    BalasHapus
  8. Sekedar menanggapi saja, berbagi pengalaman. :)

    1. PIN merupakan proteksi atas kepemilikan device, tak perlu tambahan software. Sementara untuk device lain yang harganya mahal biasanya diproteksi dengan software anti-theft yang harganya lumayan.

    2. BIS 180 ribu mahal? Tergantung melihat dari mana. Unlimited browsing, upload, download, dan pushmail dari mana saja dan kapan saja. Sementara menggunakan non-BlackBerry masih harus membayar semua hal tadi.

    3. Robot? Itu bergantung pada posisi dan sikap kita. Jika Bos mengirim sms dan kita tidak meresponnya dengan alasan tak ada pulsa maka bersiaplah untuk 'diam di tempat' atau bahkan di-phk.

    4. Saya adalah seorang business consultant, dengan client paling banyak dari luar negri dan itu artinya akan banyak message berdatangan di malam hari. Hal ini tak mengganggu sama sekali sebab tak ada suatu aturan bahwa message harus dibaca dan dibalas seketika masuk ke dalam BlackBerry. Sementara alert bisa diatur secara otomatis kapan berbunyi dan kapan silent.:)

    5. Dengan atau tanpa BlackBerry seseorang dapat menjadi 'autis'. Ini bukan masalah BlackBerry-nya melainkan masalah sikap pemilik device. Dengan device apa saja (meski hp jadul) seseorang bisa menjadi 'autis'. Tak memiliki device pun bisa menjadi 'autis' dengan terbenam di warnet asyik nge-blog atau facebook. Kemajuan teknologi harus disikapi dengan kedewasaan.

    6. Bentuk alert untuk setiap pesan email, messenger, dan sms, dapat di-set berbeda sehingga kita bisa mengetahui apa bentuk pesan yang masuk. Dan kita pun dapat mengatur profile waktu jam berapa sampai jam berapa device silent secara otomatis. Tak perlu melakukan on/off manual karena bisa diatur untuk otomatis on dan off.
    Ini adalah masa informasi, tertinggal informasi merupakan sebuah 'kekalahan' terutama dalam dunia bisnis.

    7. Ketakutan yang berlebihan untuk masalah berkaitan dengan PayPal. PayPal saya tak pernah terganggu sejak awal mula (tanpa BlackBerry) dan hingga kini (dengan BlackBerry). Dalam BlackBerry ada satu feature yang luar biasa yaitu PIN message dimana message langsung dikirim ke BlackBerry tujuan tanpa 'disimpan' di server atau (RIM). Hal ini sangat berbeda dengan sms yang 'disimpan' oleh server provider (kalau tak salah selama 2 tahun).

    8. Simcard di BlackBerry dapat diganti dengan mudah. Saya sudah tiga kali mengganti simcard di BlackBerry. Kecuali masih termasuk dalam kelompok gaptek tentu akan menemui kesulitan dalam mengganti simcard. Bahkan untuk aktivasi saja harus datang ke service provider card, padahal dengan mudah dapat dilakukan dari device. :)

    9. Saya pernah memakai Nokia N95 dan sekarang juga masih memakai TouchPro. Beaya GPRS untuk browsing internet, upload, download dan pushmailn darimana saja dan kapan saja adalah lebih mahal daripada menggunakan BlackBerry.

    10. :) well, jika kita memiliki
    device dan service yang sebaik Nokia atau BlackBerry tentu sewajarnya kita memakai produk dalam negeri. Masalahnya Nokia pun bukan produk dalam negeri.

    Menggunakan TelkomFlash Unlimited (saya menggunakan TelkomFlash Unlimited juga untuk akses internet dari notebook) adalah sebuah solusi untuk mengatasi beaya GPRS yang mahal.
    Dulu saya pun tak ingin menggunakan BlackBerry karena mengira bahwa 'hanya pushmail' tetapi ketika sudah melihat dan memahami mengapa BlackBerry maka BlackBerry adalah sebuah device yang sangat perlu untuk bisnis, kecuali kita hanya ingin sekedar menjadi karyawan saja...
    Mohon maaf jika ada kata yang menyinggung, saya hanya bermaksud berbagi pengalaman.
    Salam, Arkand.

    BalasHapus
  9. Terima kasih sebelumnya, Mas Arkand meskipun anda orang sibuk tapi tetap bisa meluangkan waktu untuk berbagi pengalamannya dengan saya dengan mengomentari posting ini. Setidaknya ini bisa sebagai masukan buat saya dan pembaca blog ini dari sudut pandang berbeda, dari orang yang sudah memakai dan dimudahkan urasannya oleh BlackBerry. Sebenarnya komentar yang seperti ini yang saya tunggu dan harapkan agar ada fakta sebagai penyeimbang posting ini.

    Namun saya perlu sedikit menjelaskan kembali beberapa point opini saya yang sebagaian sudah anda tanggapi dengan interpretasi yang berbeda. Berikut penjelasan saya terkait tanggapan dari anda.

    1. Benar sekali, kalau pada handset biasa, non BB kita harus beli lagi untuk memproteksi kepemilikan ini. Namun sayangnya tidak semua orang membutuhkan software atau feature semacam ini seperti yang ada di BB, disamping salah satunya alasannya mahal seperti kata anda (Ada yang berharga sekitar $ 10) juga sayang karena software semacam ini hanya melekat pada handsetnya, bukan simscardnya. Yang tentu saja ini bertolak belakang dengan kegemaran kebanyakan orang yang lebih sering ganti handset sampai beberapa kali per tahun tapi tetap setia dengan nomor ponselnya. Dan kalau pada BB, suka atau tidak suka, butuh atau tidak butuh, fasilitas ini ada dan melekat pada BB-nya, hal yang bagi sebagian orang dianggap membuat ribet (contoh saya) tapi ada sebagian lagi (contoh anda) malah menguntungkan.

    2. Benar sekali, saya setuju dengan anda, mahal atau tidak tergantung sudut pandang dan tingkat kebutuhannya. Kalau saya pribadi biaya segitu tak jauh beda dengan biaya Flash yang saya keluarkan setiap bulannya.

    3.Jangan terlalu extrem, dong Mas sampai di-PHK segala. Itu sudah menyalahi aturan dari Disnaker karena tidak ada PP di perusahaan mana pun bisa memPHK orang demikian mudahnya hanya karena tidak merespond sms atau email di luar jam kerja. Kalau pun bisa ada tahap-tahapannya yang cukup panjang untuk bisa sampai proses ke arah sana.

    4, 6. Benar, tidak ada keharusan pada kita, terlepas kita seorang karyawan atau seorang business man, untuk membalas sesegera mungkin chatt atau email yang masuk. Tapi secara umum orang akan tergerak, penasaran ingin segera membaca jika ada pesan baru dan jika sudah membaca apa isi pesannya, otomatis otak kita akan merespondnya. Dan bilamana itu pesan penting yang perlu segera kita execute karena menyangkut sesuatu yang penting, kebiasaan orang juga akan membalasnya segera. Ini faktanya.

    BalasHapus
  10. 5. Benar sekali.

    7. Bukan masalah ketakutan, Mas, hanya warning agar waspada. Kebetulan disamping saya sebagai karyawan, disela-sela kegiatan saya sehari-hari saya juga seorang pelaku bisnis online di internet (Internet Marketer) dan punya account di Paypal juga yang menampung semua penghasilan saya dari internet. Sampai sekarang, alhamdulillah aman2 saja meskipun menggunakan push email. Maksud saya hanya memberikan pemahaman saja barangkali ada yang kurang memahami bagaimana alur data atau sistem kerja email pada layanan push email. Karena di internet tidak ada satu pun pihak yang bisa menjamin data kita bisa 100% secure, aman. Kalau kita jeli kata-kata ini banyak dicantumkan di Disclaimer sebelum kita mengaktifkan sebuah layanan.
    Nah, pada kasus push email, kita tahu bahwa pada saat kita create email baru pada BB atau push email lainnya, suka atau tidak suka, kita sebenarnya sudah memberikan kuasa penuh kepada pihak ketiga untuk mengakses email kita lewat username dan password email yang sudah kita berikan. Dan username dan password ini akan selalu direcord di server push emailnya sana sesuai data yang kita berikan saat create push email pertama kali. Untuk sekedar ngetest apakah benar direcord, silahkan ubah password email anda dengan login ke server emailnya langsung, jangan lewat BB. Setelah itu BB akan mengalami error dan tidak bisa ngepush emailnya lagi, selama anda tidak memperbaruhi password email bersangkutan pada BB anda. Jadi maksud saya yang tidak aman dan patut diwaspadai adalah ini, selain juga muatan isi emailnya yang dipush. Mungkin analoginya sedikit mirip dengan akses internet pakai Proxy kalau di PC, jejak kita akan direcord oleh server Proxy. Dan Proxy bisa dibuka oleh adminnya. Sekedar perbandingan pada push email gratisan seperti Seven fasilitas PIN message ini juga ada.Jadi tidak hanya BB, satu-satunya yang bisa seperti ini.

    8. Kalau saat ganti simcard mungkin tidak ada bedanya antara ponsel biasa dan BB, Mas. Maksud saya yang berbeda adalah saat ganti handset, yang mana pada ponsel biasa tidak ada keribetan seperti ini. Kalau pada BB jika kita ganti handset otomatis PIN akan ikut berubah mengikuti handset yang baru. Artinya, kontak nama kita dalam BBM yang tercatat di address book semua relasi kita akan ikut berubah juga, sehingga kita perlu meminformasikan kembali ke semua relasi agar ikut diperbaruhi. Ini yang saya maksud ribet kecuali kalau kita chatnya lewat layanan pihak ketiga seperti YM, Skype dll ya tidak masalah. Atau PIN bisa dibuat tetap sama meskipun handsetnya berubah-ubah ya tidak jadi masalah.

    10. Benar sekali, Mas Nokia dan BB sama-sama kita tahu adalah produk asing. Yang berbeda adalah Nokia sudah banyak service centernya, hampir di seluruh kota-kota besar sudah ada sehingga banyak orang Indonesia yang ikut menggantungkan periuk nasinya kepada Nokia. Sementara BB berbeda, baru ada di beberapa kota aja, tidak sebanyak Nokia. Itu pun nunggu disomasi atau dipaksa dulu oleh BRTI baru mau buka service centernya di Indonesia. Ini yang saya maksud, Mas.

    Demikian penjelasan saya menanggapi komentar dari anda, mudah-mudahan bisa memuaskan semua pihak dan dialog ini bisa dibaca dan dipahami dengan interpretasi sesuai yang kita harapakan. Dan selanjutnya, biar pembaca sendiri lah yang memutuskan apakah tetap mau pakai BlackBerry atau tidak. Karena tujuan saya posting ini tidak ada niatan untuk menjelek-jelekkan Blackberry apalagi medeskreditkan pemakainya, tapi berusaha mengemukakan fakta, sisi lain yang jarang diungkap tentang BlackBerry, ditengah euforia kegandrungan orang pada gadget ini yang semata-mata demi gengsi belaka, bukan demi manfaat besar yang diberikannya seperti yang sudah anda rasakan.

    Kalau anda baca posting saya yang ini justru saya merekomendasikan gadget ini sebagai salah gadget wajib yang harus dibeli. Terima kasih

    BalasHapus
  11. Saya bangga punya teman secerdas anda,bnyk hal positif bisa kita pelajari.
    Menanggapi BB saya mau comment mewakili pribadi saja,saya pemakai BB karena semua fasilitas by Company baik handset maupun langganannya jadi tidak terlalu dipusingkan dengan budget BB.Kebetulan ada commitment dari company bhw diluar jam kerja tdk wajib menanggapi email dsb,email sebatas informasi dan bersifat say hello antara satu dengan lainnya.
    Saya juga sedikit Gaptek sehingga penggunaan FB.YM,BBM dll hanya sebatas refreshing saja sesama keluarga hehehe
    Sukses Pak Joko see you at Jogjakarta...

    BalasHapus
  12. Waduh, Pak Ruddy! He...He...
    Saya jadi malu dan merasa tersanjung dipuji begitu. Terima kasih sudah mampir dan memberi sharing pengalamannya sebagai orang yang mewakili, selaku pengguna BlackBerry.
    Saya tunggu kedatangannya di Jogja.

    BalasHapus
  13. Halo, sumbang pendapat ya Mas :)

    1. PIN. Membeli BB second memang tidak terlalu disarankan. Merepotkan atau tidaknya sangat relatif, karena sebenarnya release PIN hanya tinggal menghubungi CS Operator.

    2. Harga. Sebelum pakai BB, tagihan GPRS saya sekitar 200-300 ribu per bulan untuk pull email & browsing ringan. Total tagihan selalu melebihi Rp 500rb.
    Sekarang, dengan 180 ribu, saya dapat push email plus browsing unlimited, tagihan telepon pun tidak pernah melebihi Rp 500rb. BB sangat ekonomis bagi user seperti saya. Sebaliknya, tentu akan sangat boros bagi yang tidak membutuhkannya.

    3. Robot. Etika tetap berlaku di dunia BB. Saya tidak akan mengirim email ke rekan kerja saya tengah malam & berharap mendapat jawaban saat itu juga. Lagipula, kalau memang benar-benar diperlukan, saya akan menelepon, meskipun dia tidak memakai BB. Tidak ada bedanya.

    Banyak user BB membiarkan signature standar "sent from my Blackberry", karena itu artinya: maaf saya tidak sedang di meja, saat ini saya memiliki akses terbatas terhadap pekerjaan, jadi anda bertanya bagaimanapun, jawaban saya akan sangat singkat.
    Jangan berharap jika rekan anda punya BB, urusan komunikasi selalu lebih lancar dengannya, belum tentu. Waktu, sikon, & etika tetap bicara.

    4. Cewek Bispak. YM bisa di-sign out. Memang BBM tidak bisa. Namun sama saja, fungsi & etikanya sama seperti sms.

    5. Autis. Tergantung orang sebenarnya. Novel Harry Potter juga bisa bikin autis, tidak harus Blackberry.

    6. Interupsi setiap waktu
    Email bisa difilter mana yang ingin di-push ke handset, mana yang tidak. Bisa kelihatan pula masuk folder mana. Bisa disetting juga alertnya. Jadi anda bisa tahu perlu tidaknya membuka email hanya dengan melihat folder mana yg ada tanda bintang, atau bunyi alert apa yang terdengar. Saya tidak merasa ter-interrupt dengan melakukan setting sederhana ini.

    7. Rahasia Penting
    Saya tidak mengerti bagian ini, because it never happens.

    8. Maniak Gadget
    As I said before, ribet atau tidak sangat relatif. Banyak rekan saya yang dulunya maniac gadget akhirnya berhenti setelah memakai Blackberry. Lagipula maniac gadget sejati tinggal menambah saja koleksi handphone-nya, tidak perlu menjual dulu BB-nya kan? :)

    9. iPhone. Kalau ini sudah masalah preferensi & kebutuhan. Jelas Mas tidak membutuhkan Blackberry & lebih menyukai multimedia phone, dan itu sah-sah saja. iPhone atau Nokia-pun memang handset bagus untuk pangsa pasar masing-masing. Namun push email BB belum ada tandingannya. Saya pernah kok pakai push email Nokia yang anda maksudkan. Kompresi Nokia masih belum maksimal, akibatnya proses send/receive masih "ngos-ngosan".

    10. Alim Markus
    Benar, RIM memang terlambat & sempat memandang sebelah mata pasar Indonesia. Namun sudah beres toh masalahnya?

    Blackberry itu handset yang didesain mainly untuk keperluan pekerjaan. Membandingkannya tentu harus dengan handset "serupa" seperti Palm, keluarga Htc, atau Nokia E series. Membandingkan dengan iPhone tentu kurang tepat. Nice posting by the way, isinya memang mewakili pendapat non BB user kebanyakan :)

    Salam,
    Pandu

    BalasHapus
  14. Terima kasih Mas Pandu sudah mampir di blog saya dan memberikan sumbang pendapat buat saya dan pembaca blog ini.

    Saya sampai saat ini masih sebagai pemakai Nokia E series. Sebenarnya saya ingin mencari handset yang feature bisnisnya bisa powerfull seperti BB dan juga powerfull feature multi medianya menyamai iPhone. Tapi sayangnya, belum ada HP yang bisa mengakomodir dua keinginan saya itu sekaligus kedalam satu handset.

    BB dan iPhone tetap punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan memang benar seperti kata anda tidak bisa diperbandingkan karena bukan dalam satu tipe dan peruntukan yang sama. Karena masing2 beda segmentasinya.

    BalasHapus
  15. pake M600i + im2 unlimited 100rb/bln

    jau lebi murah dan hemat ketimbang HP 2.5jt an anda + flash


    smw fitur msk~ + aplikasi :D
    gaya dg touchscreen n warna putih~~

    kerenn kan XDD XDD

    BalasHapus
  16. tulisannya inspiratif. Saya suka minder dikelilingin bleki user, ada tulisan ini jadi tambah pede. terimakasih

    BalasHapus
  17. yang saya amati menu2 di blackberry tampilannya kebanyakan berupa vektor garis, jauh dibanding handphone sekarang yang banyak menonjolkan sisi graphicnya.

    BalasHapus
  18. Donor Darah: Ah, Blackberry sekarang saya rasa sudah jadi HP pasaran banget sehingga tidak perlu minder lagi.

    Javaloka: Mungkin karena BB cenderung menonjolkan sisi fitur bisnisnya, dibanding multimedianya sehingga tampilannya kurang menarik. Beda sama iPhone yang memang menyasar pelanggan non bisnis karena lebih menonjolkan sisi fitur multimedianya

    BalasHapus
  19. Kenapa sih rata2 pengguna Iphone suka menjelek2an Blackberry..???

    Padahal jarang sekali pengguna Blackberry menjelek2an pengguna Iphone...

    Sirik karena Blackberry lebih laku di Indonesia dengan segala fiturnya yang lebih memudahkan segala urusan bisnis, atau pun sekedar hiburan????


    So, ga penting suka Blackberry or Iphone, toh bukan lo juga yang punya pabriknya..ngapain lo ngejelek2in salah satunya..!!!!

    BalasHapus
  20. Wah, rupanya Anda belum baca kelanjutan artikelnya, ya? Saya tidak menjelek-jelekkan. Ini adalah review apa adanya. Silahkan baca juga artikel saya tentang iPhone dan artikel saya yang lain disini.

    BalasHapus
  21. tak kenal maka tak sayang....coba dulu baru komen

    BalasHapus
  22. Tak kenal maka tak sayang. Betul! Tapi tak baca selengkapnya artikel dan semua komen2-nya diatas juga bikin Anda tak tahu kalau saya akhirnya sudah "Sayang" dengan Blackberry sekarang ini. He....He.....

    BalasHapus
  23. mas boleh tanya hp yg mas gunakan skrg..,membaca artikel mas buat saya hal yg menarik, dan saat ini saya lagi nyari hp asalnya mau BB cuman saya pikir kalo g langganan BIS kan repot g bisa konek (no offense yah BB user :))..thanks

    BalasHapus
  24. Primary HP saya saat ini masih tetap sama, pakai ponsel seperti yang saya ceritakan dalam artikel ini. Yaitu hanya HP Nokia E63 yang harganya kini tak sampai dua juta. Secondary ponselnya saya akhirnya pakai BB

    BalasHapus
  25. Hanya ingin menambahkan nih :
    Teknologi BLACKBERRY itu adalah teknologi lama, bahkan sangat lama sekali yang telah beredar hanya saja pihak BB menggunakan packaging yang bagus untuk menarik customer terutama yang baru melek teknologi (maaf kalau ada yang tersinggung).

    Kita bahas satu persatu :
    1. membayar abodemen 180rb itu sebenarnya sebagai biaya pengganti gprs biasa. Anda tinggal berlangganan unlimited internet aja. Malah bisa menggunakan non BB anda bisa melakukan Video call dan mendapatkan koneksi data yang cepat.
    2. fasilitas email yang realtime sebenarnya berupa push email yang periodenya dipercepat.
    3. Chatting? FB? itu bukan sesuatu yang perlu dibanggakan di BB, karena semua handset yang terkoneksi ke internet bisa melakukan hal tersebut.
    4. Peraturan sekarang yang akan menyimpan semua log percakapan dan message anda kedalam server BB akan melunturkan fungsi BB yang sebenarnya, yaitu enkripsi voice (antisadap) yang terdapat di handset BB.
    5. Model handset BB terinspirasi dari HP Nokia lama E61 yang mempunyai alphanumeric keypad.

    Masih banyak kekurangan2 yang terdapat di BB apalagi apabila dibandingkan nantinya dengan Android Phone (Go go android :D )

    BalasHapus
  26. My name is Joseph Hopper I was browsing internet and found your blog. The author did a great job. I will subscribe to your RSS feeds. Thank you for your contribution. I am a web designer myself. And here some examples of the websites that I designed for cash advance online payday loan company.

    BalasHapus
  27. Saya seorang pemakai BB pak... mau memberikan sedikit sudut pandang yg agak berbeda dengan opini bapak. Opini saya ngikutin topik bahasannya bapak ajah.. :)

    1. Sekarang RIM udah upgrade ke BIS 3.0 pak.. ganti kartu atau ganti operator akan otomatis release PIN.

    2. Harga, sekarang relatif pak.. Klo bapak bisa beli iphone, mestinya BB bisa kebeli jg dong. FYI, saya skrg pake BB type huron 8800 harga cuman sejuta doang, handsetnya baru (BNIB) garansi setahun indosat)..
    Untuk layanan BIS-nya sekarang sdh banyak alternatif, BIS gaul atau BIS mail, bisa dipilih sesuai keperluan, harganya jauhh dibawah BIS unlimited. masa aktifnya juga macam2, ada harian, mingguan dan bulanan. Silakan dicek situs operator seluler kesayangan bapak.. hehe

    3 & 4. Saya klo sdh malem tinggal Turn OFF Wireless Connection, udah ga bakal ada gangguan lagi.

    5. Hati-hati dgn istilah autis, pak.. Ntar bisa dituntut sama Yayasan Autis lho.. (suer ini pernah kejadian di milis2 BB). Menurut saya tergantung pribadi masing2 pak.. parahnya, orang indonesia suka ga kontrol diri klo pake barang bagus.. mau dikutak-kutik ajaa.. *termasuk user iphone juga lhoo.. :)

    6. Kan ada profile pak.. bisa disetel vibrate/tone/silent notifikasinya. lagian klo ga mau notifikasi sama sekali, ya jangan pake BB-nya buat apa-apa..cukup tilpun ma sms aje.. ya kan? hehe..

    7. Bapak belum ada sumber data dan faktanya untuk masalah ini.. jadi saya ga komen poin ini..

    8. Lihat poin 1 jawaban saya pak.. saya aja udah gonta-pakti BB berapa kali.. ga masyalah..

    9. saya pake nokia E72 dan E90 untuk internet selain BB untuk penggunaan internet full (chat, email, browsing, dll) malah jatohnya lebih mahal daripada BIS unlimited.

    10. Alasan klasik pak.. hehe..


    Oiya, silakan mampir juga ke blog saya.. siapa tau kita bisa temenan.. Saya bersedia berbagi ilmu klo bapak ada yang ditanyakan seputar BB.


    Salam hangat,
    Jerry Ramdhana

    http://mtwkid.wordpress.com

    BalasHapus
  28. Jerry Ramdhana:
    He....He....Anda mengomentari artikel ini karena belum membaca artikel sambungannya, ya? Dan membaca related artikel saya yang saya tulis kemudian tentang BB.

    Terima kasih Anda sudah menanggapi artikel ini. Sebetulnya artikel ini sudah saya publish cukup lama. Sejak 10 November 2009 lalu. Praktis sudah 7 bulan berlalu. Dan prakteknya kini memang beberapa poin sudah ada yang tak relevan lagi 100%. He...He.... Saya tak tahu apakah RIM dan para operator akhirnya berbenah setelah membaca (salah satunya) tulisan saya ini. Hi2....

    Salah satunya yang kurang relevan adalah harga BB dan langganan BB sudah tak semahal dulu lagi. Benar seperti kata Anda, sekarang semua operator rata-rata mengeluarkan 3 paket langganan BIS: Paket ekonomis, Paket sedang dan Paket Unlimited. Dan urusan release PIN juga sudah lebih dipermudah sekarang, meskipun mudah disini dalam tanda kutip tidak untuk pengguna awam yang hanya terbiasa pakai ponsel biasa.

    Untuk istilah Autis itu Reynald Kasali yang melontarkannya ke kami dalam suatu training motivasi yang pernah saya ikuti di Jakarta.

    Demikian tanggapan saya, terima kasih untuk uluran pertemanannya. Saya sekarang juga pengguna Blackberry sama seperti Anda. Oke, Mas kapan-kapan kita bisa saling sharing.

    BalasHapus
  29. saya sedang menunggu iphone di tangan, sementara mencintai nokia e63 putih yang lengkap fasilitas untuk bisnis online saya.
    tidak pilih bb karena membatasi diri untuk bisa dihuibungi 24 jam, jadi saya bos atas waktu saya.freedom!

    BalasHapus
  30. fariella:
    Maaf, fariella blogspot lagi error sehingga comment Anda gagal tampil di kolom komentar. Ini saya salin dari alert email yang masuk ke inbox saya namun saya tak bisa memunculkan blogger profile atau URL-nya karena tidak tahu saya.

    Oh ya, sampai saat ini primary ponsel saya juga masih Nokia E63, selain akhirnya pakai BB untuk pushmail dan BBM. Betul sekali E63 sangat powerful fiturnya. Dan harganya pun sangat terjangkau sekarang. Dulu saya beli harganya masih Rp 3,4 Juta, setara dengan harga BB Javelin sekarang mungkin.

    BalasHapus
  31. simple nya menurut saya hanya masalah kebutuhan saja ya sepertinya :)

    kenapa saya pake BB bukan iPhone? karena saya butuh fitur push mail nya *yg menurut saya sampai saat ini untuk fitur push mail memang saya blm menemukan yang bisa sehandal BB

    kenapa saya pake iPhone bukan BB? karena saya membutuhkan fitur multimedia iPhone dan saya agak maniak dengan aplikasi2 iPhone *yg menurut saya jg emang aplikasi2 yg di-release iPhone bagus2 banget :)

    kenapa saya hanya pakai nokia biasa dan bukan BB atau iPhone? karena saya menggunakan handphone hanya untuk telp dan sms *juga gprs nya, email tidak wajib, dan ga gila sama aplikasi2 HP..

    jadi apapun gadget yg dipake, semua tergantung kebutuhan..kita ga bisa meng-claim "ngapain sih pake BB? ga guna tau..cuma menang gaya aja" jujur saya suka sebel sama orang2 yg asal 'njeplak' ngomong bgitu, padahal banyak sekali orang2 yg menggunakan BB karena benar2 mengandalkan fitur canggihnya..kecuali ngomong seperti itu sama para pengguna BB yg hanya menggunakannya utk fasilitas social networking (chatting, facebook, twitter, dll), itu baru saya setuju...hehe

    overall, karena saya butuh fitur utama nya BB yg handal dan saya suka fitur multimedia nya iPhone, jadi saya beli BB Gemini (yg harganya tergolong tidak terlalu mahal) dan saya beli iPod touch (yg punya fitur multimedia sebagus iPhone, hanya bedanya tidak bisa telp&sms dan harganya tentu saja jauh lebih murah dari iPhone)...hehehe :)

    btw, nice posting mister :)

    BalasHapus
  32. blu3vanda:
    Terima kasih buat point tambahannya, Mbak Gita. Betul sekali semua tergantung kebutuhannya.

    BalasHapus
  33. banyak smartphone lain yang fungsinya sama dengan BB. Tapi kenapa di Indonesia harus BB? dianggap aneh kalo ga punya PIN BB? apa semua pemakai BB di Indonesia yang buanyak banget itu semuanya butuh?

    peer pressure Pak.. kalo sudah kena peer pressure, kita bisa ajukan puluhan ribu alasan untuk mendukung keputusan kita untuk pakai BB.. terlepas dari butuh atau ga butuh..

    BalasHapus
  34. Yang menang dari BB sekarang ini dibandingkan dengan handset lainnya adalah BBM, messenger yang nggak perlu login logout kapan pun dimana pun.
    Aplikasi penangkalnya sudah lumayan banyak meskipun kebanyakan baru membuat untuk iPhone, Blackberry, dan Android saja. Ada WhatsApp, PingChat, dll.

    Satu lagi, satu-satunya koneksi internet mobile yang stabil di Indonesia cuma BIS. Hanya karena provider Indonesia cuma mau duit, kurang jaga kestabilan koneksi

    BalasHapus
  35. Mampir dulu ya pak bos.
    Saya suka pakai bb. .karena pake bb, kita bsa lgsg nympein pesan or message yg ptg dan btuh bgt utk djwb. .lebi fleksibel. N bener lo klo gprs tu jatohnya lebi mahal. Klo yg unlimited internet yg plat merah jg mahal paling kecil 125rb kalau ga salah. Sdgkan untuk blackberry layanannya aja macam2 yg plg murah ada 79rb dr plat item-orange. .
    Anyway, ga nyesal ko punya bb. .biar pasaran jg. .heee

    Salam,
    Widya

    BalasHapus
  36. Saya juga pengguna BlackBerry. Namun sejauh ini aman-aman saja. Tidak ada masalah. Yang saya tau, untuk fasilitas BBM itu tidak dapat terbaca oleh server RIM. Setuju dengan pendapat cerdas dari Anda semua. Untuk kalangan bisnis seperti saya, blackberry sangat membantu sekali, terutama saat mendapatkan email penting dari luar negeri. Saya pernah mencoba menggunakan fitur push mail dari nokia (Nokia Messaging) saat saya menggunakan nokia. Namun hal yang berbeda adalah kompresi data jauuuuuuh sekali. Waktu mendapat email berupa slide presentasi yang jumlahnya puluhan (Sampai ratusan MB), sangat lama sekali (bahkan koneksi error) saat mendownload via Nokia Messaging. Namun dengan blackberry, semua itu sangat mudah dan cepat. Karena itulah saya lebih memilih blackberry dibandingkan merk lain seperti iPhone.

    BalasHapus
  37. Salam hangat

    Point penting di bb bukan dipush mail, bukan diunlimitednya, justru ketertarikan sy di bb adalah koneksinya yg stabil, coba anda memakai handset lain selain BB pasti koneksinya "putus nyambung" serta kemampuan BB dalam mengkompresi data, sehingga membuak internet bak didepan komputer,,, cepat(walau hanya gprs apalagi 3g) sy dulu maniak nokia E71 dan dulu sy juga mendeskriditkan BB, tapi setelah memakai BB ternyata ketangguhannnya tidak tertandingi dlm hal : 1)kestabilan koneksi 2)kompresing data....tks

    BalasHapus
  38. Dari pro-con BB di atas sedikit sekali yang menyinggung tentang fungsi/peruntukan BB ataupun lainnya (Iphone dsb). Banyak orang sinis terhadap orang yang memakai BB karena dianggap cuma gaya-gayaan. Hal itu tidak bisa dipungkiri namun saya rasa bukan mayoritas dan sekarang juga banyak orang yang pakai Iphone atau HP Android cuma untuk bergaya (fungsinya juga gak lebih untuk chatting, telepon, sms dan game) . Saya sendiri tidak anti atau pro terhadap merek atau produk tertentu. Saya memakai BB (meskipun awalnya cuma seri 81xx) karena saya mengelola 3 akun email korporat yang non pop mail. Dari situ saya tidak perlu memperdebatkan merek/produk handphone mana yang paling handal (tentunya BB karena tanpa harus instal aplikasi2 tambahan langsung tarik dan juga sangat stabil). Jadi buat saya jelas fungsi utama BB berbeda dengan Iphone, Android atau lainnya. Tapi saya juga pakai themes Iphone di BB saya karena saya akui antar muka Iphone memang yang paling mudah dan cepat untuk membuka aplikasi (hanya sebatas itu dan bukan terobsesi lho). Sekarang saya pake BB Torch karena layarnya lebih lebar. Mata saya cepat lelah pake BB seri 88xx yang layarnya sempit. Mungkin ada yg nanya kenapa gak pake Storm... Terus terang saya termasuk orang yang gaptek dan kikuk kalo pake keyboard virtual. Lagipula kalo pake keyboard virtual kan gak jadi layar lebar lagi karena layar kepake sebagian sama keyboard virtualnya.

    BalasHapus
  39. Anonim:
    Ya, BB sudah sangat populer sekarang. Dianggap aneh memang kalau ada orang bisnis yang nggak punya PIN BB.

    WeirdlyChosen:
    Koneksi internet BB memang relatif stabil karena adanya kompresi data dan hanya dengan sinyal GPRS saja BIS sudah jalan.

    Widya:
    BIS yang 79 ribu itu saya juga pernah nyoba. Sayang sinyalnya tak stabil, rada lemot tak sekuat yang merah.

    Nung Greimas:
    Saya sebelum akhirnya memutuskan pakai BB, sebelumnya juga pakai email Nokia. Ya, kompresi datanya masih kalah dengan BB, apalagi sekarang pakai email Nokia juga mesti bayar, tanggung, mending pakai BB sekalian kalau sama2 harus bayar.

    henhen:
    Kestabilan BB tak terlepas dari dukungan RIM yang memfasilitasi akses BB pada semua pelanggannya sehingga peran operator sedikit lebih ringan.

    Jiko:
    Terima kasih, Jiko. Komentar seperti dari Anda inilah yang saya harapkan, cerdas, bijak dan menyejukkan. Ya, rasanya tidak ada produk yang sempurna bisa menjangkau semua segmen dan kepentingan.

    BalasHapus
  40. Yang sering saya alami adalah...

    Yang baik untuk orang lain belum tentu baik untuk saya...

    dan

    Yang baik untuk saya, ternyata belum tentu baik untuk orang lain...

    Jadi,
    Kalau saya suka sesuatu, ya biasa-biasa saja...
    Kalau saya tidak suka sesuatu, ya biasa-biasa saja...

    Trims,

    BalasHapus
  41. Saya menggunakan Blackberry karena sesuai dengan kebutuhan saya, bukan karena Blackberry lebih bagus dari iPhone, Nokia, Palm, atau yang lain.

    Saat operator belum memberikan unlimited package untuk akses internetnya, BIS sudah berharga flat untuk segala kebutuhan: browsing, emailing, chating, dll. GPS dan Maps tidak pernah saya pergunakan.

    Sekarang saya belum dapat meninggalkan BB karena banyak sekali teman saya sekarang pakai BB.

    BalasHapus
  42. Kombor:
    Kini saya akhirnya juga menggunakan BB. Alasannya, seperti Anda juga karena komunitas kawan saya di kantor pada pakai BBM-an semua jadi saya terpaksa pakai.

    BalasHapus
  43. Saya ga suka BB juga mas
    terutama ngga ada Radio nya
    hehehe

    HP saya sama seperti Mas, cuman 1 jutaan dan saya pasangkan dengan internet Unlimited dari 3.
    Email ngepush, chatting semua client dengan palringo, ngetweet gampang, fesbukan juga bisa, ngeblog lancar (kecuali ide tulisannya), dan ada Radio nya

    BalasHapus
  44. @bangsaid:
    Saat saya bales komen ini, sama seperti dulu waktu menulis posting ini, kebetulan sedang tidak pakai BB. Kini, alasannya berbeda karena BB saya kena suspend RIM tanpa sebab yang jelas. Mungkin ini bisa saya tambahkan sebagai alasan yang ke-11 juga. Seharusnya! HaHaHa :D

    Palringo?! Saya saat ini pakai Fring untuk chatting, Mas. Tapi boleh saya coba juga. Terima kasih sharingnya.

    BalasHapus
  45. Saya dulu pecinta soner dan anti bb, tetapi skrng pengguna bb, perihal radio bs saya atasi dengan wireless soner yg sdh include radio. Ttp yg saya msh amat kehilangan adlh fitur vidcall, walaupun send video via bbm sdikit pelipur lara. Yang jelas kerja lebih produktif dgn bb, komunikasi dgn klien bisa personal dan tanpa ada batasan kecuali baterai drop serta backup baterai charge lupa bawa ;)

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Aku tambain satu lg ya mas. Bb bikin jempol kapalan :D

    BalasHapus
  48. pengen beli BB, tapi belum kesampaian..... secara mayoritas customers saya pemakai BB, dan mereka selalu menanyakan "PIN-nya berapa mas?"

    uh.... sebel deh..... haha

    BalasHapus
  49. TERIMA KASIH ATAS SEMUA INFORMASI YANG PRO DAN YANG KONTRA TERHADAP PRODUK BB NAMUN SAYA PEMAKAI BB PUNYA ALASAN KARENA CUKUP DAFTAR BIS BULANAN SEMUA KEGIATAN SUDAH BISA TERATASI THANKS BB............

    BalasHapus
  50. Oke semua informasi Mas Jerry Ramdhana atas perspektif anda mengenai BB karena saya juga pecinta dan pemakai BB karena segala yang saya butuhkuan ada di BB terutama BBM nya yang membuatku di dalam grup selalu terhubung dengan teman and tahu Informasi terkini yang diobrolkan didalam grup terima kasih BB ......... maju terus dan mudah2han Anak Indonesia juga punya produk yang lebih canggih dan kita tidak lagi tergantung dengan produk luar !!!!!

    BalasHapus
  51. BlackBerry emank bagus τǻρĭ° sayang gak ada video call nya,,
    Alasan kenapa pakai blackberry?
    Karna blackberry punya bbm (blackberry messenger)

    BalasHapus
  52. justru saya kalau ada rejeki,mau ganti lagi bb saya dgn yg lebih canggih...hidup sekali,mending mencoba dan menikmati kecanggihan dunia,daripada harus berdusta dgn hati sendiri...akhirnya dengki dgn orang lain...silahkan memilih apa yg anda suka...anda mampu beli,dan nikmati dunia ini,kapan lagi...ilmu mahal dan sngt berharga,dgn cara dan alat apapun ilmu bisa diraih,salah satunya teknologi...

    BalasHapus
  53. mending urus diri sendiri aja, mau blackberry mau ga tergantung orng nya, stop rasiss mass, toh yg pake blackberry yg rugi bukan mas kan klo iya ada ruginya juga.....
    blackberry is my life..
    I love blackberry ┣┫ム╋╋ム┣┫ム╋╋ム┣┫ム

    BalasHapus
  54. tetap saya anti BB...pernah pakai sebentar 3,4 dan 6 yang melekat dan sangat mengganggu sekali di pekerjaan...sya pernah diomelin bos karena tidak membalasa padahal kondisinya tidak memungkinkan untuk angkat telepon, istri sya pakai BB lupa diri dan sya lihat ke teman saya yang lain sama hampir 90% lupa keluarga ( yang saya kenal )malah ada yang sudah bercerai, menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh...tapi buat yang masih single bagus lah...tapi yang sudah berkeluarga pikir2 untuk pakai BB, atau punya prinsip hanya untuk bisnis dan pekerjaan...akhirnya sya memutuskan pakai HP biasa saja...hidup tenang gak ada gangguan ting ting ting...istri juga akhirnya insyaf...dan lebih perhatian ke saya...sya anti BB mudah2an tuh RIM bangkrut sebentar lagi

    BalasHapus
  55. Blackberry sangat hebat, secara garis besar saya sangat menikmati dan mengiyakan pembelaan comentar bb, so far- bb tak terbantahkan kecanggihanNya - salam hanggat Mas, Selamat Lebaran 1433 H

    BalasHapus
  56. ​ Oººωн....‎​ iyaɪ̣̝̇ı̣̣̣ɣўɑ̣̣̝̇̇ɑ̤̥̈̊ά̲̣̥α̇̇̇°˚º˚°‎ Mas, saya ijin copas ya mas pedebatan ini, untuk artikel blog saya, terima kasih -_-

    BalasHapus
  57. Terus terang.. Meskipun saya juga pengguna BB (selain Nokia), namun rasanya lebih nyaman dan bersahabat dgn NOKIA E90 jadul saya.. Dulu pernah kepincut dan makai iPhone, namun ternyata tdk bisa menceraikan saya dgn E90..

    BalasHapus
  58. Buat cari uang mas browww!!!! Semua pelanggan pakai itu, mau gimana lagi. Kalu 2-3 taon lagi pelanggan beralih android, ya ikut pakai android. AKu beli bb bukan untuk gaya hidup, tapi untuk cari uang. Thx

    BalasHapus
  59. wah ..sepertinya tulisan anda sudah banyak yang tidak relevan lagi dengan situasi sekarang mas bro, maklum karena udah lama.
    Saya pemakai BB dan yang saya rasa fine2 aja tuh. meski sekarang lagi gembor2nya android terutama pabrikan samsung, tapi saya lebih nyaman di BB. Saya sering nyoba pake android punya teman saya, lebih dari itu setiap kali ke mall nyicipin android terbaru, sama aja..."membosankan" mungkin karena aplikasi yang monoton (maaf itu bagi saya)
    Terus terang awalnya niat saya membeli BB hanya untuk dapetin PIN shg bisa ber BBM an ria, dan kalo ada yang nanyain PIN maka saya udah punya jawaban hehehe. Diluar itu gak nyangka karena saya pebisnis ternyata BB punya layanan Push Email yang terbaik dari semua tipe handphone yang saya kenal. Nah terakhir, kebetulan BB saya menggunakan OS 7.1 (terbaru)yang menawarkan beberapa fitur baru yang cukup bagus dan layak untuk dicoba misalnya fitur Mobile WiFi Hotspot, Radio FM, Panggilan via WiFi, BlackBerry Tag dan Auto suggest.
    Jadi mau pilih hp yang mana ya tergantung kita juga, penggunaannya untuk apa?
    kalau soal pilih memilih antara iPhone/android dengan BB pastinya saya pilih BB.
    Apalagi dengan Nokia, hahhh gak banget dh. Sepertinya produsen hp yang dulunya terkenal sampai pelosok ini sudah mati suri. Walaupun mereka tetap mengembangkan keunggulan ponselnya, tapi realita sekarang boleh kita lihat pemakai Nokia. Cuma tinggal Nokia jadul heheheh. No offense.... (karena saya juga pemakai nokia, samsung, sony ericsson, tapi paling nyaman pake BB)

    BalasHapus
  60. BB emang top untuk push email... iphone emang top untuk entertaiment nya...

    sy pakai 2 2 nya... dan saya pakai sesuai kebutuhannya...

    Pakai bb lebih dominan ke push emailnya...
    Untuk iphone saya sangat suka dengan layar lebarnya... nyaman kalau lagi buka youtube, browsing, dengar lagu favorit atau pun sekedar main game" ringan/berat untuk menghilangkan kepenatan.

    Baik BB maupun Iphone sama" mempunyai kelebihan dan kekurangan...

    saya sangat setuju sekali dengan komentar dari bung Ismed Nahdi/Gbi

    "justru saya kalau ada rejeki,mau ganti lagi bb saya dgn yg lebih canggih...hidup sekali,mending mencoba dan menikmati kecanggihan dunia,daripada harus berdusta dgn hati sendiri...akhirnya dengki dgn orang lain...silahkan memilih apa yg anda suka...anda mampu beli,dan nikmati dunia ini,kapan lagi...ilmu mahal dan sngt berharga,dgn cara dan alat apapun ilmu bisa diraih,salah satunya teknologi..."

    saat ini tidak ada HH yang bisa mengakomodir keperluan untuk korporat maupun entertaiment sekaligus.
    Anda mampu beli 2 2 nya... belilah...
    hidup cuma sekali...

    Berkata yang bijak itu, coba dulu produk nya dan rasakan sisi positif maupun negatifnya, baru berkomentar.
    Bergunanya barang itu tergantung kebutuhannya, dan hasil yang nilai positif maupun negatif setiap orang pun mungkin beda".

    BalasHapus
  61. BlackBerry booting nya lama, lebih cepet iPhone 4S.

    BalasHapus
  62. mksh mz atas infonya tentang blackberry jd yg sebelumnya sy kepingin beli bb jd sy ingin beli nokia saja..

    BalasHapus
  63. Ciri - ciri dan keanehan orang Indonesia :
    LATAH - tidak punya PENDIRIAN.
    BEBEL - tidak mau berfikir
    SOK - tidak tau Diri
    TENGIL - bergaya tidak jelas

    Coba Hilangkan itu semua,Saya yakin negara ini bisa memproduksi sesuatu yang bisa dibanggakan didunia.
    Jangan hanya bisa COMMENT,RIVIEW dan KEBERPIHAKAN.
    Sampai saat ini Saya pake :
    1.BB Serie PORSCHE P'9981
    2.Nokia Lumia 900
    3.Ipad 3 64Gb
    4.Samsung Galaxy sIII
    (sampai saat ini pula sy hanya bisa pakai dua tombol- hijau dan merah )untuk semua alat tsb.
    Maklumlah ,,,duit bagi saya bukan masalah....
    Yang menjadi masalah adalah karena saya orang Indonesia.jadi sifat yang diatas tadi melekat erat ditubuh saya.Kalo Saya bisa melepas sifat2 tsb kemungkinan saya akan bikin pabrik gadget dengan brand BEBEL...dengan OS LATAH 1.0 yang fungsinya bisa merangkum keempat model HP saya diatas ( gabungan BB,Win,Androids,Apple).
    Dengan Harapan Produk ini bisa menyatukan VISI dan MISI kita Bangsa Indonesia....MERDEKA

    BalasHapus
  64. SAYA HAMPIR BACA SEMUA ARTIKEL MAS PANDU, I LIKE IT SO MUCH ,,,JADI PENGEN KE COUNTER TUKER I-PHONE HAHAHHA]]

    BalasHapus
  65. Saya pebisnis, juga banyak relasi dari luar negeri tapi kenapa sampai detik ini saya tidak berminat memakai Blckberry..
    Kalau rekan2 bilang sesuai kebutuhan bisnis, akan lebih tepat kalau sesuai kebutuhan jaman.
    Karena tanpa BB pun, dari tahun 1999 sampai 2013 bisnis saya juga lancar. Semua merk sudah sama2 memberikan yang terbaik untuk pemakainya sesuai dengan kebutuhan, mau untuk bisnis, multimedia atau apapun

    BalasHapus
  66. Anda Terlalu Repot Jadi Orang, Biasa Aja Kali, kalau anda Tidak Suka BB ya Sudah, Jgn Ajak Orang Lain Untuk Sama Pikiran Dengan Anda.. Itu Saja, Sampai Harus Di Ancam Pake Autis, Saya Berbicara Begini Bukan Karena Saya Menggunakan BB,

    BalasHapus
  67. hahaa sama pak, saya juga tidak pakai BB. saya lebih memilih pakai Gadget Android sadja...
    Untuk enghindari jadi Robot, Cowok Bispak & Interupsi setiap waktu. Kalau pas tidak ingin diganggu saya matikan koneksi data internetnya

    BalasHapus
  68. saran saran dan pendapat pendapat yang sangat bermanfaat ...... terima kasih semua ....

    BalasHapus