DIPTARA blog

Sebuah Opini dan Catatan Harian

Latest Post

MUDAHNYA DAFTAR PAYPAL TAPI MAKIN SULIT DAFTAR DI EBAY

Kemudahan ini, selayaknya memang patut disambut gembira buat yang belum punya account Paypal dan berniat daftar karena dulu agak susah daftar Paypal kalau belum punya kartu kredit. Kalaupun punya jika kartu kreditnya diterbitkan oleh bank lokal ..... READ MORE

Popular Post

ANTARA BLACKBERRY DAN AGNES MONICA

Kalau saja saya adalah orang berduit atau owner dari operator seluler penyelenggara layanan BlackBerry di Indonesia, mungkin saya akan membanting harga, memberikan langganan BIS (BlackBerry Internet Service)......READ MORE

10 Alasan mengapa saya tidak suka Blackberry

BlackBerry



Berikut ini adalah opini dan alasan pribadi saya mengapa saya tidak suka, bahkan tidak pernah mau pakai Blackberry. Nah, ini alasan-alasan saya serta fakta yang perlu anda tahu tentang Blackberry jika kebetulan anda sama seperti saya, belum sebagai pengguna Blackberry. Saya urutkan mulai dari atas dari yang paling tidak saya sukai:

1. Kepemilikan
Kalau pada ponsel biasa kita hanya mengenal IMEI, International Mobile Equipment Identity saja yang mengidentifikasi atau sebagai nomor seri ponsel kita maka kalau pada Blackberry masih ditambah satu lagi, yaitu Personal Identification Number (PIN) yang mengidentifikasi handset dan siapa pemilik Blackberrynya. Akibat adanya PIN ini, urusannya menjadi ribet jika kita akan menjual dan membeli Blackberry second. Mengapa? Karena account pada PIN Blackberry ini harus direlease dulu ke perusahaan Research In Motion Limited (RIM) Kanada, vendor Blackberry, lewat operator tempat kita berlangganan Blackberry Internet Service (BIS) agar status kita selaku pemilik yang lama didelete, sebelum kita berniat menjualnya. Sebab jika tidak, pembeli Blackberry second kita akan ditolak RIM sewaktu create email baru saat pertama kali mengaktifkan push email pada Blackberrynya.

2. Harga
Meski dari hari ke hari harga Blackberry makin turun, tetapi biaya operasional untuk menggunakan Blackberry masih terbilang cukup mahal menurut saya untuk rata-rata kantong orang Indonesia. Karena ada tambahan abonemen biaya mulai dari 100 ribu hingga 180 ribu untuk berlangganan BIS agar bisa berchatting ria lewat BBM atau menikmati Push email menggunakan Blackberry. Harga tersebut belum termasuk biaya pemakaian pulsa untuk nelpon dan SMS yang juga perlu anda bayar pada pemakaian Blackberry anda.

3. Robot
Bagi anda yang kebetulan salah satu orang penting, yang termasuk karena jabatan stategisnya bisa mendapatkan fasilitas Blackberry gratis dari kantor, jangan keburu senang dulu dan berbangga hati atas penghargaan ini. Mengapa? Dengan memegang Blackberry, siap-siaplah anda menjadi robot atau mesin yang bisa diremote pimpinan anda sewaktu-waktu, melebihi umumnya 8 jam orang kerja per harinya. Karena dengan memegang Blackberry, nantinya tidak ada alasan lagi buat anda untuk tidak menerima atau mengabaikan email atau instruksi penting dari Bos anda karena email bak SMS akan dikirim dan diterima secara realtime lewat Blackberry anda.

4. Cewek Bispak
Sama seperti alasan nomor tiga. Jika anda seperti saya, tipe orang yang tidak suka mengOn-Off ponselnya setiap hari, silahkan siap-siap juga, maaf, menjadi seperti ‘Cewek Bispak’ yang siap menservis 24 jam siapa saja. Bisa teman, relasi atau bahkan atasan anda sesama pengguna Blackberry, yang trendnya lebih senang menggunakan YM dan BBM yang gratis daripada SMS yang mesti harus bayar pulsa lagi. Kalau pada ponsel biasa kita masih punya alasan untuk mengabaikan dan tidak membalas SMS teman dengan alasan kehabisan pulsa misalnya, maka kalau pada pengguna Blackberry, alasan ini sudah tidak berlaku lagi.

5. Autis
Dengan memakai Blackberry, siap-siaplah bergabung dengan komunitas para manusia Autis pemakai ponsel cerdas atau smartphone lainnya. He…He… Seorang Reynald Kasali bahkan dalam sebuah seminar motivasi yang diikuti seluruh jajaran manager dari seluruh cabang pada company di perusahaan tempat kami bekerja, pernah menyindir kami demikian karena banyaknya menjumpai orang sekarang yang lebih asyik mengutak-atik ponselnya daripada membaca buku atau memperdulikan orang lain disekitarnya. Ingin tahu lebih jauh ciri-ciri orang Autis itu seperti apa? Baca artikel saya Hati-Hati Terkena Syndrom Autis

6. Interupsi setiap waktu
Dengan memakai Blackberry, siap-siaplah sepanjang hari waktu anda akan selalu mendapat alert interupsi berupa pemberitahuan ada Chatt BBM atau YM masuk, maupun adanya email masuk yang tak henti-hentinya memberondong anda sepanjang waktu terjaga anda setiap hari. Kalau dulu jamannya kita yang harus pull, menjemput informasi, dengan menenteng Blackberry, arus informasi yang ngepush ke kita setiap hari, suka atau tidak suka.

7. Rahasia Penting
Dengan memakai push email seperti dari layanan Blackberry, Ini juga berlaku pada semua layanan push email vendor lainnya, tanpa dihindari ada pihak ketiga selain pihak kedua penyedia layanan email anda tentu saja, punya hak akses dan bisa membaca dan mengetahui rahasia penting pada isi email anda, selain anda sendiri. Bayangkan account Paypal anda tahu-tahu dibobol hanya gara-gara passwordnya dibaca atau dicuri oknum orang dari RIM yang tidak bertanggung jawab misalnya. Atau bisa aja data anda meski sudah dienskripsi lalu lintas datanya oleh RIM tiba-tiba para Cracker membajak datanya. Ini tentu saja berbahaya, terlebih anda adalah orang penting seperti Presiden Obama misalnya.

8. Maniak Gadget
Saya bukan tipe orang yang setia dengan ponsel, meskipun juga bukan tipe orang yang sering gonta-ganti ponsel setiap kali ada model baru. Tetapi dengan lebih memilih ponsel bukan Blackberry, paling tidak, saya tidak menemui keribetan seperti pada Blackberry setiap kali akan ganti ponsel karena handset dan simcard seperti sengaja dipasangkan seumur hidup (dilock) sehingga menjadi ribet kalau suatu saat harus ganti ponsel. Tidak seperti ponsel biasa yang tinggal ganti handset, pasang simcard, selesai.

9. iPhone
Saya kalau disuruh memilih malah lebih kepincut iPhone 3G daripada Blackberry, selain lebih powerful featurenya, canggih, juga lebih punya gengsi daripada Blackberry yang sekarang sudah jadi ponsel pasaran. Tidak usah terlalu jauh membandingkan dengan iPhone 3G, deh, dengan Nokia aja kalau diadu malah banyak yang kalah dalam hal feature dan kecanggihannya. Terlebih, Nokia juga punya Email Nokia yang juga bisa menyamai Push emailnya Blackberry. Dan hebatnya, gratis tanpa berlangganan BIS kecuali hanya bayar biaya GPRS saja.

10. Alim Markus
Pernah lihat iklan Alim Markus, Bos Maspion itu? “Cintailah produk-produk Indonesia,” begitu katanya, dengan lidah cedalnya, saat mengkampanyekan pembelian produk factorynya, Maspion, dalam sebuah iklan TV Swasta. Lalu apa ada hubungannya dengan Blackberry? Ya ada, Blackberry adalah produk asing. Terlebih RIM, vendornya sangat egois, harus dipaksa Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Depkominfo dulu baru mau buka service centernya di negara kita. Jika saja dia bisa seperti Nokia yang begitu banyak service centernya di indonesia, paling tidak kue bisnisnya, kan tidak dikemaruki (dimakan sendiri, Red), bisa melibatkan orang kita yang ikut mencicipi kue bisnisnya dengan ikut terlibat di companynya seperti umumnya bisnis waralaba asing yang ada di negara kita.

Nah, barangkali ada yang penasaran bertanya lalu ponsel saya apa, dong kalau gitu? Apa iPhone 3GS yang membuat kepincut saya di alasan saya no-9? Saya jawab jujur, NO. Saya hanya pakai ponsel cerdas buatan Nokia yang sekarang harganya hanya 2.5 jutaan dan saya pasangkan dengan Flash unlimitednya Telkomsel.

Tanpa bermaksud 'Kemlinthi' hampir semua fungsi Blackberry ada di ponsel saya. Mungkin hanya fasilitas BBM aja yang tidak ada tapi sudah tergantikan Fring yang memfasilitasi fungsi canggih mirip Blackberry. Mau YM saya bisa. Mau Gtalk saya bisa. Mau memBroadcast atau ngeTweet saya bisa. Mau Facebookan bisa. Mau call me dengan Skype bisa. Mau ngepush email saya bisa. Mau sharing location dengan saya pakai Google Maps Latitude bisa. Bahkan khusus yang Google Maps tanpa menjadi teman dan harus approve dengan saya, anda bisa cek my location saya secara realtime lewat blog saya. Coba lihat sidebar saya! Itu adalah posisi saya sekarang. Tapi ssst....Kalau kebetulan anda yang baca ini adalah teman saya dalam satu company, jangan bilang-bilang ke atasan saya, ya. Nanti saya bisa dicek kemanapun saya pergi. Hi....Hi.....

Demikian sharing dan opini saya. Jika anda kebetulan belum pemakai Blackberry, semoga ini bisa menambah wawasan buat anda sebelum memutuskan untuk beli dan berlangganan Blackberry. Tetapi apabila yang membaca posting ini kebetulan orang yang sudah pakai dan berlangganan Blackberry. Maaf, kalau kata-kata saya mungkin menyinggung anda. Mohon koreksi atau pencerahannya bila ada yang terlewat atau mungkin keliru dengan fakta yang ada. Bersambung



Bookmark and Share

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

15 komentar:

  1. diantoro said...
     

    IPHONE 3GS LBH OKE, TAPI MUAHALLL

  2. The CC said...
     

    klu saya pribadi merasa belum butuh, disamping juga gak mampue beli dan membiayai :)
    Pake HP dan Laptop aja dah OK

  3. arif rahmawan said...
     

    belum minat pake blackberry, 160ribu/bulan mendng buat langganan internet di rumah

  4. Phuad said...
     

    setuju mas..
    gtw knpa ya kok bnyk yg pake blackberry..
    kalo ak pribadi gk suka bentuknya..
    gedhe cuy,nglebar..
    susah bwt di kantongin,hehe..
    mnding IPhone3G,tpi y gtu mahal,hehe..
    aku jga pernah baca koran,kalo hp blackberry mnjadi alasan bnyk org yg bunuh diri gara2 alasan yg mas tulis nomer 3..mereka stress karena kerjaan yg diberikn oleh bos..gtw d negara mana,lupa aku,hehe..
    pdhl blackberry diluar negeri katanya gak laku..tpi kok di indonesia laku keras ya??hmm...

  5. Lisha Boneth said...
     

    sejujurnya...
    saya ndaaak sanggup beli.. :(( :((
    jd saya pake hape yg tnpa merek tp berfitur lgkp, jd ga pake mahal gituh..hihihihihi

    duh gitu, BB pasaran bgt bok..
    di tmpt saya tinggal ajeh.. *masih kota kecil loh anak SMA ajah dah pegang BB.. wuaaaaa.... kalah saing saya..

  6. Jokostt said...
     

    Dari semua yang komentar disini, kok teman saya tidak ada satupun yang suka dengan Blackberry?
    Ditunggu komentar lainnya, yang mewakili suka dengan Blackberry.

  7. blogwidiya said...
     

    ga minat juga pake blackberry coz ga da duit na... hehehe... :-P

  8. Arkand said...
     

    Sekedar menanggapi saja, berbagi pengalaman. :)

    1. PIN merupakan proteksi atas kepemilikan device, tak perlu tambahan software. Sementara untuk device lain yang harganya mahal biasanya diproteksi dengan software anti-theft yang harganya lumayan.

    2. BIS 180 ribu mahal? Tergantung melihat dari mana. Unlimited browsing, upload, download, dan pushmail dari mana saja dan kapan saja. Sementara menggunakan non-BlackBerry masih harus membayar semua hal tadi.

    3. Robot? Itu bergantung pada posisi dan sikap kita. Jika Bos mengirim sms dan kita tidak meresponnya dengan alasan tak ada pulsa maka bersiaplah untuk 'diam di tempat' atau bahkan di-phk.

    4. Saya adalah seorang business consultant, dengan client paling banyak dari luar negri dan itu artinya akan banyak message berdatangan di malam hari. Hal ini tak mengganggu sama sekali sebab tak ada suatu aturan bahwa message harus dibaca dan dibalas seketika masuk ke dalam BlackBerry. Sementara alert bisa diatur secara otomatis kapan berbunyi dan kapan silent.:)

    5. Dengan atau tanpa BlackBerry seseorang dapat menjadi 'autis'. Ini bukan masalah BlackBerry-nya melainkan masalah sikap pemilik device. Dengan device apa saja (meski hp jadul) seseorang bisa menjadi 'autis'. Tak memiliki device pun bisa menjadi 'autis' dengan terbenam di warnet asyik nge-blog atau facebook. Kemajuan teknologi harus disikapi dengan kedewasaan.

    6. Bentuk alert untuk setiap pesan email, messenger, dan sms, dapat di-set berbeda sehingga kita bisa mengetahui apa bentuk pesan yang masuk. Dan kita pun dapat mengatur profile waktu jam berapa sampai jam berapa device silent secara otomatis. Tak perlu melakukan on/off manual karena bisa diatur untuk otomatis on dan off.
    Ini adalah masa informasi, tertinggal informasi merupakan sebuah 'kekalahan' terutama dalam dunia bisnis.

    7. Ketakutan yang berlebihan untuk masalah berkaitan dengan PayPal. PayPal saya tak pernah terganggu sejak awal mula (tanpa BlackBerry) dan hingga kini (dengan BlackBerry). Dalam BlackBerry ada satu feature yang luar biasa yaitu PIN message dimana message langsung dikirim ke BlackBerry tujuan tanpa 'disimpan' di server atau (RIM). Hal ini sangat berbeda dengan sms yang 'disimpan' oleh server provider (kalau tak salah selama 2 tahun).

    8. Simcard di BlackBerry dapat diganti dengan mudah. Saya sudah tiga kali mengganti simcard di BlackBerry. Kecuali masih termasuk dalam kelompok gaptek tentu akan menemui kesulitan dalam mengganti simcard. Bahkan untuk aktivasi saja harus datang ke service provider card, padahal dengan mudah dapat dilakukan dari device. :)

    9. Saya pernah memakai Nokia N95 dan sekarang juga masih memakai TouchPro. Beaya GPRS untuk browsing internet, upload, download dan pushmailn darimana saja dan kapan saja adalah lebih mahal daripada menggunakan BlackBerry.

    10. :) well, jika kita memiliki
    device dan service yang sebaik Nokia atau BlackBerry tentu sewajarnya kita memakai produk dalam negeri. Masalahnya Nokia pun bukan produk dalam negeri.

    Menggunakan TelkomFlash Unlimited (saya menggunakan TelkomFlash Unlimited juga untuk akses internet dari notebook) adalah sebuah solusi untuk mengatasi beaya GPRS yang mahal.
    Dulu saya pun tak ingin menggunakan BlackBerry karena mengira bahwa 'hanya pushmail' tetapi ketika sudah melihat dan memahami mengapa BlackBerry maka BlackBerry adalah sebuah device yang sangat perlu untuk bisnis, kecuali kita hanya ingin sekedar menjadi karyawan saja...
    Mohon maaf jika ada kata yang menyinggung, saya hanya bermaksud berbagi pengalaman.
    Salam, Arkand.

  9. Jokostt said...
     

    Terima kasih sebelumnya, Mas Arkand meskipun anda orang sibuk tapi tetap bisa meluangkan waktu untuk berbagi pengalamannya dengan saya dengan mengomentari posting ini. Setidaknya ini bisa sebagai masukan buat saya dan pembaca blog ini dari sudut pandang berbeda, dari orang yang sudah memakai dan dimudahkan urasannya oleh BlackBerry. Sebenarnya komentar yang seperti ini yang saya tunggu dan harapkan agar ada fakta sebagai penyeimbang posting ini.

    Namun saya perlu sedikit menjelaskan kembali beberapa point opini saya yang sebagaian sudah anda tanggapi dengan interpretasi yang berbeda. Berikut penjelasan saya terkait tanggapan dari anda.

    1. Benar sekali, kalau pada handset biasa, non BB kita harus beli lagi untuk memproteksi kepemilikan ini. Namun sayangnya tidak semua orang membutuhkan software atau feature semacam ini seperti yang ada di BB, disamping salah satunya alasannya mahal seperti kata anda (Ada yang berharga sekitar $ 10) juga sayang karena software semacam ini hanya melekat pada handsetnya, bukan simscardnya. Yang tentu saja ini bertolak belakang dengan kegemaran kebanyakan orang yang lebih sering ganti handset sampai beberapa kali per tahun tapi tetap setia dengan nomor ponselnya. Dan kalau pada BB, suka atau tidak suka, butuh atau tidak butuh, fasilitas ini ada dan melekat pada BB-nya, hal yang bagi sebagian orang dianggap membuat ribet (contoh saya) tapi ada sebagian lagi (contoh anda) malah menguntungkan.

    2. Benar sekali, saya setuju dengan anda, mahal atau tidak tergantung sudut pandang dan tingkat kebutuhannya. Kalau saya pribadi biaya segitu tak jauh beda dengan biaya Flash yang saya keluarkan setiap bulannya.

    3.Jangan terlalu extrem, dong Mas sampai di-PHK segala. Itu sudah menyalahi aturan dari Disnaker karena tidak ada PP di perusahaan mana pun bisa memPHK orang demikian mudahnya hanya karena tidak merespond sms atau email di luar jam kerja. Kalau pun bisa ada tahap-tahapannya yang cukup panjang untuk bisa sampai proses ke arah sana.

    4, 6. Benar, tidak ada keharusan pada kita, terlepas kita seorang karyawan atau seorang business man, untuk membalas sesegera mungkin chatt atau email yang masuk. Tapi secara umum orang akan tergerak, penasaran ingin segera membaca jika ada pesan baru dan jika sudah membaca apa isi pesannya, otomatis otak kita akan merespondnya. Dan bilamana itu pesan penting yang perlu segera kita execute karena menyangkut sesuatu yang penting, kebiasaan orang juga akan membalasnya segera. Ini faktanya.

  10. Jokostt said...
     

    5. Benar sekali.

    7. Bukan masalah ketakutan, Mas, hanya warning agar waspada. Kebetulan disamping saya sebagai karyawan, disela-sela kegiatan saya sehari-hari saya juga seorang pelaku bisnis online di internet (Internet Marketer) dan punya account di Paypal juga yang menampung semua penghasilan saya dari internet. Sampai sekarang, alhamdulillah aman2 saja meskipun menggunakan push email. Maksud saya hanya memberikan pemahaman saja barangkali ada yang kurang memahami bagaimana alur data atau sistem kerja email pada layanan push email. Karena di internet tidak ada satu pun pihak yang bisa menjamin data kita bisa 100% secure, aman. Kalau kita jeli kata-kata ini banyak dicantumkan di Disclaimer sebelum kita mengaktifkan sebuah layanan.
    Nah, pada kasus push email, kita tahu bahwa pada saat kita create email baru pada BB atau push email lainnya, suka atau tidak suka, kita sebenarnya sudah memberikan kuasa penuh kepada pihak ketiga untuk mengakses email kita lewat username dan password email yang sudah kita berikan. Dan username dan password ini akan selalu direcord di server push emailnya sana sesuai data yang kita berikan saat create push email pertama kali. Untuk sekedar ngetest apakah benar direcord, silahkan ubah password email anda dengan login ke server emailnya langsung, jangan lewat BB. Setelah itu BB akan mengalami error dan tidak bisa ngepush emailnya lagi, selama anda tidak memperbaruhi password email bersangkutan pada BB anda. Jadi maksud saya yang tidak aman dan patut diwaspadai adalah ini, selain juga muatan isi emailnya yang dipush. Mungkin analoginya sedikit mirip dengan akses internet pakai Proxy kalau di PC, jejak kita akan direcord oleh server Proxy. Dan Proxy bisa dibuka oleh adminnya. Sekedar perbandingan pada push email gratisan seperti Seven fasilitas PIN message ini juga ada.Jadi tidak hanya BB, satu-satunya yang bisa seperti ini.

    8. Kalau saat ganti simcard mungkin tidak ada bedanya antara ponsel biasa dan BB, Mas. Maksud saya yang berbeda adalah saat ganti handset, yang mana pada ponsel biasa tidak ada keribetan seperti ini. Kalau pada BB jika kita ganti handset otomatis PIN akan ikut berubah mengikuti handset yang baru. Artinya, kontak nama kita dalam BBM yang tercatat di address book semua relasi kita akan ikut berubah juga, sehingga kita perlu meminformasikan kembali ke semua relasi agar ikut diperbaruhi. Ini yang saya maksud ribet kecuali kalau kita chatnya lewat layanan pihak ketiga seperti YM, Skype dll ya tidak masalah. Atau PIN bisa dibuat tetap sama meskipun handsetnya berubah-ubah ya tidak jadi masalah.

    10. Benar sekali, Mas Nokia dan BB sama-sama kita tahu adalah produk asing. Yang berbeda adalah Nokia sudah banyak service centernya, hampir di seluruh kota-kota besar sudah ada sehingga banyak orang Indonesia yang ikut menggantungkan periuk nasinya kepada Nokia. Sementara BB berbeda, baru ada di beberapa kota aja, tidak sebanyak Nokia. Itu pun nunggu disomasi atau dipaksa dulu oleh BRTI baru mau buka service centernya di Indonesia. Ini yang saya maksud, Mas.

    Demikian penjelasan saya menanggapi komentar dari anda, mudah-mudahan bisa memuaskan semua pihak dan dialog ini bisa dibaca dan dipahami dengan interpretasi sesuai yang kita harapakan. Dan selanjutnya, biar pembaca sendiri lah yang memutuskan apakah tetap mau pakai BlackBerry atau tidak. Karena tujuan saya posting ini tidak ada niatan untuk menjelek-jelekkan Blackberry apalagi medeskreditkan pemakainya, tapi berusaha mengemukakan fakta, sisi lain yang jarang diungkap tentang BlackBerry, ditengah euforia kegandrungan orang pada gadget ini yang semata-mata demi gengsi belaka, bukan demi manfaat besar yang diberikannya seperti yang sudah anda rasakan.

    Kalau anda baca posting saya yang ini justru saya merekomendasikan gadget ini sebagai salah gadget wajib yang harus dibeli. Terima kasih

  11. Ruddy said...
     

    Saya bangga punya teman secerdas anda,bnyk hal positif bisa kita pelajari.
    Menanggapi BB saya mau comment mewakili pribadi saja,saya pemakai BB karena semua fasilitas by Company baik handset maupun langganannya jadi tidak terlalu dipusingkan dengan budget BB.Kebetulan ada commitment dari company bhw diluar jam kerja tdk wajib menanggapi email dsb,email sebatas informasi dan bersifat say hello antara satu dengan lainnya.
    Saya juga sedikit Gaptek sehingga penggunaan FB.YM,BBM dll hanya sebatas refreshing saja sesama keluarga hehehe
    Sukses Pak Joko see you at Jogjakarta...

  12. Jokostt said...
     

    Waduh, Pak Ruddy! He...He...
    Saya jadi malu dan merasa tersanjung dipuji begitu. Terima kasih sudah mampir dan memberi sharing pengalamannya sebagai orang yang mewakili, selaku pengguna BlackBerry.
    Saya tunggu kedatangannya di Jogja.

  13. Anonymous said...
     

    Halo, sumbang pendapat ya Mas :)

    1. PIN. Membeli BB second memang tidak terlalu disarankan. Merepotkan atau tidaknya sangat relatif, karena sebenarnya release PIN hanya tinggal menghubungi CS Operator.

    2. Harga. Sebelum pakai BB, tagihan GPRS saya sekitar 200-300 ribu per bulan untuk pull email & browsing ringan. Total tagihan selalu melebihi Rp 500rb.
    Sekarang, dengan 180 ribu, saya dapat push email plus browsing unlimited, tagihan telepon pun tidak pernah melebihi Rp 500rb. BB sangat ekonomis bagi user seperti saya. Sebaliknya, tentu akan sangat boros bagi yang tidak membutuhkannya.

    3. Robot. Etika tetap berlaku di dunia BB. Saya tidak akan mengirim email ke rekan kerja saya tengah malam & berharap mendapat jawaban saat itu juga. Lagipula, kalau memang benar-benar diperlukan, saya akan menelepon, meskipun dia tidak memakai BB. Tidak ada bedanya.

    Banyak user BB membiarkan signature standar "sent from my Blackberry", karena itu artinya: maaf saya tidak sedang di meja, saat ini saya memiliki akses terbatas terhadap pekerjaan, jadi anda bertanya bagaimanapun, jawaban saya akan sangat singkat.
    Jangan berharap jika rekan anda punya BB, urusan komunikasi selalu lebih lancar dengannya, belum tentu. Waktu, sikon, & etika tetap bicara.

    4. Cewek Bispak. YM bisa di-sign out. Memang BBM tidak bisa. Namun sama saja, fungsi & etikanya sama seperti sms.

    5. Autis. Tergantung orang sebenarnya. Novel Harry Potter juga bisa bikin autis, tidak harus Blackberry.

    6. Interupsi setiap waktu
    Email bisa difilter mana yang ingin di-push ke handset, mana yang tidak. Bisa kelihatan pula masuk folder mana. Bisa disetting juga alertnya. Jadi anda bisa tahu perlu tidaknya membuka email hanya dengan melihat folder mana yg ada tanda bintang, atau bunyi alert apa yang terdengar. Saya tidak merasa ter-interrupt dengan melakukan setting sederhana ini.

    7. Rahasia Penting
    Saya tidak mengerti bagian ini, because it never happens.

    8. Maniak Gadget
    As I said before, ribet atau tidak sangat relatif. Banyak rekan saya yang dulunya maniac gadget akhirnya berhenti setelah memakai Blackberry. Lagipula maniac gadget sejati tinggal menambah saja koleksi handphone-nya, tidak perlu menjual dulu BB-nya kan? :)

    9. iPhone. Kalau ini sudah masalah preferensi & kebutuhan. Jelas Mas tidak membutuhkan Blackberry & lebih menyukai multimedia phone, dan itu sah-sah saja. iPhone atau Nokia-pun memang handset bagus untuk pangsa pasar masing-masing. Namun push email BB belum ada tandingannya. Saya pernah kok pakai push email Nokia yang anda maksudkan. Kompresi Nokia masih belum maksimal, akibatnya proses send/receive masih "ngos-ngosan".

    10. Alim Markus
    Benar, RIM memang terlambat & sempat memandang sebelah mata pasar Indonesia. Namun sudah beres toh masalahnya?

    Blackberry itu handset yang didesain mainly untuk keperluan pekerjaan. Membandingkannya tentu harus dengan handset "serupa" seperti Palm, keluarga Htc, atau Nokia E series. Membandingkan dengan iPhone tentu kurang tepat. Nice posting by the way, isinya memang mewakili pendapat non BB user kebanyakan :)

    Salam,
    Pandu

  14. Jokostt said...
     

    Terima kasih Mas Pandu sudah mampir di blog saya dan memberikan sumbang pendapat buat saya dan pembaca blog ini.

    Saya sampai saat ini masih sebagai pemakai Nokia E series. Sebenarnya saya ingin mencari handset yang feature bisnisnya bisa powerfull seperti BB dan juga powerfull feature multi medianya menyamai iPhone. Tapi sayangnya, belum ada HP yang bisa mengakomodir dua keinginan saya itu sekaligus kedalam satu handset.

    BB dan iPhone tetap punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan memang benar seperti kata anda tidak bisa diperbandingkan karena bukan dalam satu tipe dan peruntukan yang sama. Karena masing2 beda segmentasinya.

  15. Anonymous said...
     

    pake M600i + im2 unlimited 100rb/bln

    jau lebi murah dan hemat ketimbang HP 2.5jt an anda + flash


    smw fitur msk~ + aplikasi :D
    gaya dg touchscreen n warna putih~~

    kerenn kan XDD XDD

Post a Comment



 

LeftHit Indonesia Hihera.com BlogRankers.com Add to Technorati Favorites Internet Business Directory - BTS LocalBlogging Tips Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryTopOfBlogs blogarama - the blog directory Find broken links on your website for free with LinkTiger.com blog-indonesia.com