Rabu, 06 Juli 2011

Tanggapan Telkomsel Terkait Complain simPATI Gratis Internetan Berjam-jam

simPATI gratis internetan berjam-jam
Hari selasa, 5 Juli 2011 kemarin complain saya ke Telkomsel mengenai promo Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam, baca “Telkomsel Diam-diam Curang Dalam Paket Promo simPATI Gratis Internet Berjam-jam”, akhirnya mendapatkan respond positif dari pihak Telkomsel. Bapak Aditya Vendy Pradana selaku Marketing Planning Area Jawa Bali PT Telkomsel akhirnya berkenan menanggapi dan menjawab complain saya. Bapak Vendy lewat telpon dan email resmi dari Telkomsel menjawab kritikan saya yang telah menuding Telkomsel bermain curang dalam promo simPATI Gratis Internetan Berjam-jam.

Dan sore harinya sekitar pukul 15: 30 WIB pertanyaan saya yang sempat saya layangkan lewat DM di Twitter ke Telkomsel pada hari Sabtu kemarin akhirnya juga mendapat tanggapan dari pihak Telkomsel.

Karena secara sepihak kemarin saya sudah mengkritik Telkomsel dan mempublishnya di blog ini, tentu rasanya tidak fair kalau saya tidak memberi hak jawab kepada Telkomsel mengenai apa, sih yang sebenarnya terjadi dalam paket promo tersebut. Dan agar pembaca juga tahu jawaban resmi terkait masalah promo itu, baiklah saya akan jelaskan kepada Anda tanggapan resmi dari pihak Telkomsel sesuai email dan penjelasannya yang telah disampaikan kepada saya.

Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam sejak awal launchingnya bulan April 2011 — meski awalnya sekitar April hingga pertengahan Juni sempat bandwidthnya tidak dibatasi, dibuka unlimited kuotanya — sebetulnya adalah paket internetan yang ditujukan buat penggguna simPATI yang ingin berinternet lewat ponsel. Bukan ditujukan buat pelanggan yang menggunakan nomor simPATI-nya untuk internetan lewat komputer dengan menjadikan nomor simPATI atau ponselnya sebagai modem.

Itulah mengapa dalam promonya ― meski dalam tanda kutip belum diberlakukan di awal ― ada Syarat dan ketentuan yang berbunyi Terdapat terminate session per tiap 5 MB. Dengan asumsi karena untuk pengguna ponsel besaran data 5 MB itu sudah lebih dari cukup buat interneten, serta sifat koneksi internetan ponsel yang cenderung putus nyambung dan tidak terlalu besar bandwidthnya, tidak seperti halnya kalau lewat komputer, pembatasan per 5 MB putus dan nyambung lagi itu sangat pas dengan tipikal pengguna internet dari ponsel.

Jadi, yang lebih tepat memang terjadi missed, salah persepsi disini. Di sudut saya (pelanggan) karena secara eksplisit Telkomsel tak memberi keterangan bahkan larangan yang menjelaskan hal seperti diatas bahwa itu tidak disarankan buat komputer. Makanya, sebagai pelanggan kita tergoda ― saya pernah menjajal dan mereviewnya di artikel Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer ― untuk menggunakan promo itu buat internetan tidak hanya lewat ponsel tapi lewat komputer juga. Dan hasilnya pemberlakuan terminate session per tiap 5 MB itu yang diberlakukan mulai sekitar pertengahan bulan Juni kemarin berujung cukup mengganggu kenyamanan berinternet karena, sekali lagi, memang promo itu bukan ditujukan untuk internetan lewat komputer tapi khusus buat pengguna ponsel.

Nah, itulah missed komunikasi marketing yang terjadi dalam paket promo tersebut. Jadi sesuai penjelasan dari Bapak Vendy Marketing Planning Area Jawa Bali tidak ada niatan sedikitpun dari pihak Telkomsel untuk membohongi atau berbuat curang dalam paket promo internetan tersebut. Akhirnya saya bisa merima penjelasan itu walaupun dengan sedikit catatan masukan kepada Telkomsel.

Masukan saya kepada pihak Telkomsel adalah seharusnya ketentuan seperti itu ― yang tidak berlaku buat internetan lewat komputer ― sejak awal secara tegas dan eksplisit dijelaskan dalam syarat dan ketentuannya sehingga tidak tercipta missed komunikasi marketing pada promonya. Contoh, saya memberi masukan seperti yang ada dalam TOS (Terms of Service) ketentuan langganan BIS (BlackBerry Internet Service) Telkomsel. Dari awal pelanggan saat daftar paket Blackberry sudah diinformasikan dalam disclaimernya Telkomsel ― paket internet unlimited pada BlackBerry hanya khusus interneten lewat handset ― tidak berlaku buat penggunaan sebagai modem sehingga pelanggan dari awal sudah jelas dan tidak akan coba-coba.

Demikian penjelasan saya. Semoga tulisan ini bisa memuaskan semua pihak, terutama beberapa sahabat blogger saya yang kemarin menunggu kelanjutan dari kasus ini, serta beberapa pengunjung yang sempat bertanya kepada saya dengan meninggalkan komentarnya di blog ini, terima kasih.


Bookmark and Share

43 komentar:

  1. Beginilah kalau produk dilepas dengan ketidakjelasan, mungkinkah perlu buku panduan berbahasa Indonesia yang lengkap sehingga tidak menyesatkan konsumen?

    Tapi seharusnya ketika satu komplain dari Pak Joko ditanggapi, mungkin sebaiknya selain melalui jalur personal namun juga melalui website resmi mereka (termasuk jejaring sosialnya), karena hal ini sudah menimbulkan kesalahpahaman yang cukup meluas jika saya mengikuti diskusi di dua tulisan sebelumnya. Apakah hal ini sudah dilakukan oleh pihak Telkomsel?

    BalasHapus
  2. Dari awal sih saya emang sudah kepikiran kalo promonya paling buat nge-net di Handphone.
    Makanya ga tertarik dengan promo2 baru :-D operator. banyak nipunya dah

    BalasHapus
  3. saya punya temen yang kerja di Telkomsel di Jakarta. sempet berniat untuk nanyain dia, cuman soalnya ada janjian kopdar dengan temen. tadinya ada pakdhe Cholik yang mau ke Jogja ternyata sibuk rapat dengan teman2 reuninya sehingga batal kopdaran. Tapi sukses ketemu blogger dari Balikpapan yang main ke Jogja. Ada untungnya menulis di blog agar bisa menjernihkan semuanya.

    Saya cuman numpang hotspot dari kantor di deket rumah saya jadi gak terlalu mikirin beli modem (udah minta ijin loh).

    kalo perlu semua provider dicobain Pak, hehehe...

    BalasHapus
  4. jadi unlimited hanya pada ponsel saja

    BalasHapus
  5. berarti space kuota yang disediakan memang terbatas

    BalasHapus
  6. Saya belum pernah mencoba memakai layanan ini jadi ya belum pernah membaca term and agreement nya gimana :)

    Apa yang saya lihat menarik di sini adalah ada komunikasi antara brand dan user. :)

    BalasHapus
  7. oooo begitu.... berarti memang khusus buat ponsel ya? :)

    BalasHapus
  8. Cahya:
    Wah, kalau usulan Mas Cahya itu sudah hak prerogatifnya Telkomsel. He..He... Saya hanya orang luar di luar corporetanya Telkomsel. Tapi setidaknya penjelasan yang saya tulis di artikel ini mudah-mudahan bisa menjawab. Minimal ke pengunjung blog saya yang sering ke sini. Semoga usulan Mas Cahya dibaca oleh orang Telkomsel. Mumpung artikel lagi ini dipantau oleh mereka.

    @bangsaid:
    Syurlah kalau belum sempat mencobanya, Mas. Kalau saya mencoba karena kemarin mereviewnya sehingga saya mesti menjajal sendiri sebelum menuliskannya. Tak tahunya jadi ikut terseret dan ikut komplin masalah ini ke Telkomsel.

    Ratnawati Utami (Ami):
    Wah, asyik, Mbak bisa kopdaran. Kok tidak ngajak-ngajak? Dan asyik yang kedua dapat numpang Hotspot itu. Saya juga mau kalau ada yang gratis gitu. Di rumah saya ada juga hotspot. Sayang, berbayar, harus langganan dulu.

    Jasa Seo:
    Ya, unlimited tapi ada terminate session per tiap 5 MB. Artinya setiap kelipatan 5 MB harus disconnect dulu dan disambung kembali.

    Perawatan Wajah:
    Sebetulnya mirip unlimited tapi periode downloadnya aja yang dibuat pakai interval per 5 MB putus harus nyambung lagi. Begitu seterusnya.

    jarwadi:
    Ya, Mas akhirnya terjalin komunikasi antara produsen dan konsumen. Mereka (Telkomsel) akhirnya menanggapi keluhan konsumennya.

    Andi Sakab:
    Iya, Mas. Mirip dengan paket BIS pada Blackberry. Internetnya khusus hanya buat ponsel saja. Kalau BB malah akan dikenakan charge tersendiri jika menggunakan BB sebagai modem. Yang paket ini tidak, tapi bandwidthnya dicekik per kelipatan 5 MB.

    BalasHapus
  9. Masalah utama ada pada nama produknya yang terlalu bombastis. "Gratis Internetan Berjam-jam" Harusnya ditanyakan dulu pada ahli bahasa arti kalimat ini.

    Saya saat ini sudah tidak tertarik dengan handphone. Salah satunya karena kasus semacam ini. Saya lebih suka hidup susah (susah dihubungi, susah menghubungi) daripada terus-terusan ditipu.

    BalasHapus
  10. keren ya, dengan social media kita konsumen bisa lebih dekat dengan sebuah brand dan lebih dihargai oleh brand

    BalasHapus
  11. terlalu sibuk perang iklan jadi lupa kasih tos.

    BalasHapus
  12. Mengingat banyaknya orang yang telah terkecoh (sebenarnya sih tertipu) oleh bahasa promonya, jawaban dan penjelasan Telkomsel di atas kesannya kok menggampangkan dan terkesan apologies.

    Sekarang kita bertanya-tanya, kalau saja tidak ada dua post kemarin di blog ini, mungkinkah Telkomsel mau memberikan jawaban dan penjelasan serta penegasan semacam itu?

    Dan dulu, ketika blog ini menayangkan post "Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer", kenapa tidak ada pihak dari Telkomsel yang mau berbaik hati memberikan ralat atau penjelasan yang benar, sehingga calon konsumen tidak tertipu?

    Mendukung usul Mas Cahya di atas, Telkomsel seharusnya memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penjelasan mengenai hal tersebut di web resminya, juga di tempat mereka membuka forum online, karena bahasa promosi mereka yang mengecoh itu telah membuat banyak orang tertipu dan dirugikan.

    BalasHapus
  13. wah itu termasuk jebakkn atau pancingan ,karena terjadi salah presepsi,berarti tujuan dari telkomsel berhasil,biar salah presepsi kan banyak yang trtarik.

    BalasHapus
  14. Lagian kalau bener paketnya seperti itu, Simpati bener2 ngasi tarif gila2an. Padahal lahan pangan internet sekarang lagi meledak kan? :P

    BalasHapus
  15. sejak dari awal say apegang HP jaman SMA sampai sekaran gsudah kerja saya malah belum pernah mas pake produknya Telkomsel, kalau say aitung udah lebih dari 8 tahun say asetia ma indosat, hehehe

    BalasHapus
  16. Nah, masalah syarat dan ketentuan ini memang sering kurang transparan. Saya tidak ingin mengatakan bahwa ini adalah kesengajaan untuk menjebak calon konsumen. Cara-cara marketing yang cenderung berusaha membodohi konsumen sudah saatnya ditingalkan. Harusnya pihak marketing Telkomsel belajar dari banyak kasus kesalahpahaman seperti ini.

    Intinya, bagian keterangan berupa syarat dan ketentuan yang berlaku harus ditulis secara jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Jika perlu, libatkan ahli tata bahasa dalam hal ini.

    Selain itu, orang-orang dalam divisi marketing juga seharusnya mengerti dengan baik tata bahasa Indonesia. Jika perlu, belajar lagi bahasa Indonesia yang baik dan benar deh.

    BalasHapus
  17. @Hoeda Manis: Setuju! Bukan sekadar tanggung jawab moral, harusnya tanggung jawab secara hukum. Cuma sayangnya, setahu saya di negara kita tidak ada hukum. :(

    BalasHapus
  18. Semoga ke depannya setiap promo didahului dengan penjelasan agar tidak terkesan ada penipuan terselubung ya, Pakdhe,,

    BalasHapus
  19. Klo saya boleh tambahin klo memang promo itu untuk ponsel yang kesannya make quota internet nggak terlalu besar, knapa ada kata2 yang berbunyi "Siapa bilang pakai ponsel gak bisa nonton video di youtube?" padahal file2 di youtube sudah jelas lebih dari 5mb, walaupun biasanya bila nonton video di youtube lewat ponsel di compres, tapi tetap aja kebanyakan file video lebih besar dari 5mb.

    BalasHapus
  20. Jeprie:
    Apa mungkin sudah menjadi trademark bahasa marketing, ya kalau tidak ngebom kurang bombastis, Mas. :) Selama tak menuai banyak interpretasi dalam bahasanya sehingga tidak menimbulkan complain sah-sah saja. Tapi celakanya, umumnya tidak.

    Lha, ini juga yang menyusahkan saya kalau misalnya mau nelpon Mas Jeprie. :D

    beoding:
    Ya, itulah kelebihan internet. Bisa mendekatkan yang jauh. Contoh nyatanya dalam kasus ini, produsen dengan konsumennya.

    faceleakz:
    Antara lupa dan tidak memberikan info yang lebih jelas, Mas. Itu kalau pendapat saya sehingga timbul salah persepsi.

    Hoeda Manis:
    Sebetulnya itikad awal Telkomsel baik, Mas Hoeda. Maaf saya tak membela Telkomsel, ya. Awalnya Telkomsel sengaja memberikan akses data unlimited, tidak memberlakukan Terminate Session 5 MB itu demi menyenangkan pelanggannya. Setelah tahu penggunanya banyak (mungkin) dan dihitung-hitung rugi akhirnya Telkomsel memberlakukan ketentuan Terminate Session itu untuk membatasi aksesnya.

    Jadi itikad baik jadi berbuah complain karena dimata pelanggan perubahan itu seolah merubah ketentuannya. Harusnya dari awal hal-hal seperti itu diperhitungkan sehingga tidak sampai terkesan seolah sengaja menjebak. Dan benar, waktu mereka membaca review saya yang mengulas bisa dipakai di komputer harusnya mereka segera meluruskan kalau promo itu tidak disarankan buat komputer.

    bopfive5:
    Terlepas ini jebakan promosi atau tidak, fakta realnya seolah-olah begitu, Mas. Karena awalnya unlimited tanpa batasan, terakhir tiba-tiba dirubah ketentuanya secara praktek. Meski secara TOS sebetulnya mereka benar. Tapi pertanyaannya, kan pasti kalau gitu kenapa di awal2 TOSnya yang masalah terminate session tidak diberlakukan?

    BalasHapus
  21. Kaget:
    Ya, benar gila-gilaan karena murah banget. Bayangkan yang dini hari hanya Rp 1000 bisa akses internet unlimited dari pukul 00 s/d 06. Itu menggiurkan sekali. Kalau banyak yang pakai bisa jebol bandarnya. Makanya akhirnya dirubah jadi limited per 5 MB.

    Yos:
    Pengguna Indosat, Mas? Syukurlah bukan termasuk yang kecewa. :)

    iskandaria:
    Saran-saran Mas Is semoga dibaca oleh orang Telkomsel. Ya, saya juga sependapat masalah bahasa ini vital. Salah bahasa atau kurang jelas sedikit saja bisa ditafsirkan beda oleh pelanggan. Jika mreka mau belajar dari kesalahan seperti ini harusnya lebih berhati-hati lagi kedepan dalam memberikan syarat dan ketentuannya dalam setiap promonya.

    Jeprie:
    Kata orang, sih hukum di negeri ini itu milik 3 kelompok orang. Pertama penegak hukum (penguasa). Kedua, orang yang ngerti hukum dan ketiga orang yang banyak duitnya sehingga bisa membeli hukum. :(

    giewahyudi:
    Nah, itu harapan kita semua sebagai konsumen, Mas Gie. Biar ndak ada ribut-ribut lagi semacam ini.

    Danixxx:
    Anda sangat jeli dan kritis. Iya kata-kata itu bertolak belakang. Kalau dipakai streaming video, meski lewat ponsel tetap saja pembatasan terminate session per 5 MB itu mengganggu. Bisa berhenti (mandeg2) streamingnya kalau sudah terlewati terminate sessionnya.

    BalasHapus
  22. Wah. .
    ahirnya dapat tanggapan juga pak joko .
    selamat. .
    nha ini yang penting,
    harusnya dari awalnya sudah dijelaskan,agar pelanggan tidak salah presepsi. .tapi kalo emang mw disamar2kan,nha ini jadinya..
    kena deh posting di blog.
    catatan buat telkomsel,agar makin jaya ,bisa diperbaiki TOS dan promonya..
    kalo jelas,pasti pelanggan telkomsel bakal mendukung..
    Toh,telkomsel terkenal sinyalnya lho ...

    BalasHapus
  23. Kan emang hampir semua provider iklannya selalu gitu
    mengecoh dulu, konsumen yang engga teliti ya main embat aja..

    BalasHapus
  24. ada-akbar.com:
    Harusnya gitu Mas Akbar. Betul. Semoga kedepan Telkomsel, khususnya dan umumnya semua provider lebih berhati-hati lagi dalam mengemas promo-promo marketingnya.

    Iya, satu alasan mengapa saya masih tetap setia sama Telkomsel sejak tahun 2002 hingga sekarang adalah sinyalnya itu, Mas.

    Itik Bali:
    Semua provider gitu, ya Mbak Ayu?

    *Saya tak pura-pura gak tahu aja, deh :D

    BalasHapus
  25. Saya sebenarnya sudah lama kesel sama ulah-ulah promo pihak operator yang tidak transparan, mulai dari ngobrol gratis, sms gratis dan lain-lain. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

    Pernah saya terjebak dengan mengganti paket yang katanya murah, tapi kenyataannya malah bertambah mahal sehingga saya terpaksa mengganti kartu yang sudah lama saya pakai. hiiikkksss...

    Saya mau saja tidak menggunakan alat komunikasi khususnya HP, tapi keluarga bisa susah menghubungi saya karena usaha saya di pedalaman dan hanya satu operator besar yang sinyalnya cukup kuat.

    BalasHapus
  26. Entahlah, dari dulu saya nggak tertarik pakai produk Telkomsel. Kebanyakan saya pakai Indosat.

    BalasHapus
  27. nah itu susahnya, wkwk untung saya gak pernah coba promo2 ga jelasnya telkomsel, dan sekarang terbukti banyak korban missed promo

    BalasHapus
  28. Cukup disayangkan jika promo yang ada tidak diimbangi dengan keterangan jelas. Dari sudut pandang bisnis mungkin bisa saja hal ini di permaklum, karena ini juga terkait dengan calon pelanggan yang mungkin saja tertarik.

    Seperti iklan di TV misalnya, kalau ada keterangan mengenai promo sebuah produk, kalau ada keterangan biasanya kecil, atau durasi tayangnya sangat singkat.

    Semoga saja operator atau produk apapun jika berpromosi memberikan keterangan yang sejelasnya, jangan sampai pelanggan dibuat kecewa karenanya.

    BalasHapus
  29. dipake bwt doly y gan :ngakak

    BalasHapus
  30. Rudy Azhar:
    Nah, itu juga salah satu alasan saya juga kenapa pakai HP. Biar keluarga mudah menghubungi saya. Selebihnya ya urusan kantor, Mas dan bisnis pribadi.

    Saya coba tebak "hanya satu operator besar yang sinyalnya cukup kuat" jangan-jangan operatornya yang lagi saya bahas ini. He...He...

    Agus Siswoyo:
    Berarti Mas Agus sudah brand minded sama Indosat, Mas. Lanjutkan!

    Putu Yoga:
    Sebetulnya saya pun awalnya ndak tertarik, Mas. Berhubung karena saya pernah menulis advertorial tentang promo ini maka mau tak mau saya harus menjajal sendiri produknya.

    Sukadi:
    Itu harapan semua konsumen seperti kita, Mas. Betul. Semua produsen harusnya peduli dengan hal-hal seperti itu. Menjelaskan dan memberi keterangan yang jelas pada setiap promonya agar tak terkesan seperti menjebak.

    BalasHapus
  31. Seringkali ada tanda bintangnya, yang pasti berarti syarat ketentuan berlaku, namun syarat ketentuan nya apa nggak ada...

    BalasHapus
  32. Miftah:
    Salam kenal juga Mas Miftah.

    Sriyono Semarang:
    Kalimat itu (tanda *) biasanya yang jadi senjata, Mas. Itu semacam TOS tersembunyi dan bisa diubah-ubah seenaknya oleh produsen atau penyedia jasanya.

    BalasHapus
  33. Mas Joko,

    Ya iyalah Mas, sebagai pelanggan saya sudah cukup banyak menelan pil pahit. Tapi apa mau dibuat, kita hanya bisa pasrah saja.he...he..he....

    BalasHapus
  34. Mas Joko: numpang lewat mau ngamen... *dari telkomsel* .... #backsound iklan dengan lirik dari telkomseeeeelllllllllll

    BalasHapus
  35. Mana ada sih operator yang mau buka-bukaan secara detail? :D
    Mereka mah asal iklan aja dan yang terpenting banyak pelanggan yang kejebak dengan tarif yang mereka berlakukan :D

    BalasHapus
  36. Kalo saya berpikir praktis saja Pak Joko..
    Jangan "terlalu" percaya dengan Gratisan.. Logikanya, yang bayar saja banyak masalah apalagi yang gratis.. :D Karena dalam segala hal usaha, Dalam hal ini Telkomsel dodolan pulsa tentunya kan mencari profit sebanyak-banyaknya.. wkwkwkwk
    Ini menurut terawangan saya, Telkomsel gak salah, yang salah itu negara,Kenapa sudah tau rakyatnya banyak yang hoby ngeblog dan charting kok gak dibikinin jaringan yang mantaf dan murah..

    BalasHapus
  37. Rudy Azhar:
    Berarti tebakanku ndak meleset? He2... Pasrah dan berdoa Mas Rudy semoga tak pil pahit terus yang ditelan. :D

    honeylizious:
    Boleh kalau ngamen tapi saya ndak punya uang receh, ya. Hi2...

    Zippy:
    Huss... Hati-hati, lho Mas. Artikel ini sedang dipantau oleh orang Telkomsel. Link artikel ini sudah saya kirim ke mereka, lho. :D

    tonykoes:
    Logika itu sama dengan kata-kata "Murah, kok njaluk selamet?" Betul, Mas? Ha2.... Saya pakai simPATI Berjam-jam ini awalnya karena pernah mereview promo ini, Mas. Dan ternyata setelah ramai yang pakai akhirnya Telkomsel membatasi bandwidthnya. Awalnya ndak, lho.

    BalasHapus
  38. Wah, untuk pengguna komputer, paling aman memang langganan saja pascabayar Telkomsel Flash. :)

    BalasHapus
  39. mudah2an pihak telkomsel selalu punya waktu untuk memantau tulisan2 seperti ini.iya sih,saya sendiri sering merasa ketipu setelah gonta-ganti kartu dari telkomsel.masalahnya setiap ada promo baru selalu menjanjikan layanan yg muluk2,tp kenyataanya keluar jalur.harapan saya sbg pengguna jasa telkomsel,seyogyanya dalam memberi kata2 dalam promonya harus jelas dan jelas.dongkol setengah mati lho kalau merasa ketipu.

    BalasHapus
  40. ada trik baru kok hahahag

    BalasHapus
  41. hallo... Met malam.. ^_^
    saya ikut numpang keluhan juga tetang paket internet dari operator telkomsel
    saya membeli paket internet ultima yang Rp.60 rb sms aktivasi paket uda di terima dan paket dinyatakan aktif da pulsa uda terpakai tetapi saya di coba saya tidak dapat sambungan internet tsb. sinya full dan connetion HSDPA tetapi kl di PING yg ada request time out !!
    saya beli kartu baru dari telkomsel Simpati Loop saya liat ada bonus sebesar 12Gb tetapi di pake 100Mb dan saya cek kembali bonus tsb sudah tidak ada atau Habis. saya beli kembali paket telkomsel ultima dng price Rp.60Rb saya cek status qouta saya ada 1Gb untuk 2g 1Gb untk 3G dan 1 Gb untuk malam hari . tadi pagi saya liat masih ada sisa 1,3Gb saya pake Download dan baru di gunakan 300Mb. posisi connection internet saya langsung request Time out ...
    saya check kembali qouta saya dan ternyata suda O Mb. apa ada masalah dengan Paket internet ULTIMA dari telkomsel di bulan agustus,2013 sampai hari ini sept.8,2013 terima kasih ..

    BalasHapus
  42. Saya udah lama pakai Simpati, dan skarang saya bener2 kecewa nih ma simpati alias TELKOMSEL, saya beli internetan GROOVY harga 99.000, malah ga bisa buka internet sama sekali, telp ke CC sabar aja lagi ada gangguan, di tanayin estimasinya berapa lama?? ga jawab.. parah banget kan, jangan sia-sia perusahaan yang udah berkembang, hanya gara2 sepele bikin plnggan pada bubarrrrrrrrrrrrr.

    BalasHapus