
Perpisahan memang selalu menyisakan gurat kesedihan. Dulu, setahun yang lalu (07/2010), saya pernah sedih sekali waktu kehilangan karena harus berpisah dengan salah satu sahabat blogger saya, Mas Anis Fahrunisa. Dia secara tiba-tiba berhenti ngeblog dan mengucapkan kata selamat tinggal pada saya. Dan siapa yang paling sedih kalau berpisah? Biasanya yang ditinggalkan. Betul?
Tapi ada yang datang dan pergi bukankah itu sudah hal biasa? Lumrah. Karena manusia hidup pada akhirnya juga akan berpisah satu sama lainnya. Yang tak biasa dan perlu disesalkan adalah kalau ada yang datang, sudah pernah mengisi hari-harimu lalu tiba-tiba dia pergi tanpa meninggalkan pesan sepatah katapun apalagi mengucapkan kata selamat tinggal. Bukankah ini tak biasa? Ada apa? Pasti itu pertanyaannya.
Sekali lagi, ada apa? Dan ini yang saya alami sekarang ini. Ada seseorang —teman yang sebetulnya belum lama saya kenal, baru tiga bulan lamanya saya mengenalnya lewat blog dan sosial media— secara tiba-tiba memutus tali pertemanan dengan saya. Bahkan bukan hanya itu saja, dia juga pergi dan memblokirku pula. Memblokir saya di kontak BlackBerry Messenger (BBM), sosial media Facebook dan juga Twitter sekaligus. Tempat dimana kami —saya menyebutnya kami karena dia teman bersama saya dengan beberapa sahabat saya lainnya di dunia maya— biasa saling menyapa bercanda ria.
Apa salah saya?
Tidak jelas! Saya tak tahu. Saat terakhir hari Minggu (16/10/2011) lalu waktu kutanya kenapa BBM saya tiba-tiba diremove waktu itu dia bilang singkat ke saya lewat DM Twitter: “Masa sih mas ga kok”. Lalu dia kembali DM saya untuk yang kedua kali dan memberi nomor PIN-nya ke saya: “Error kali mas Pin:268***F3.”
Itu jawaban dia. Saya tanpa punya prasangka apa-apa lalu coba invite kembali dan dia langsung approve. Tapi kini saya tak perlu lagi menduga-duga alasannya yang untuk kedua kali. Kenyataannya dia sudah meremove saya kembali dan tidak peduli lagi dengan kebingungan saya. Apakah saya harus menanyakan ini kepada dia lagi? Tidak! Untuk apa? Anggap saja dia seperti para teman angin lalu saya yang tiba-tiba invite BBM atau YM saya lalu pergi remove saya begitu saja, setelah dia mendapatkan apa yang diinginkannya.
Di internet saya banyak menjumpai tipe-tipe teman atau orang seperti itu. Datang dan pergi. Jadi kenapa saya harus merasa kehilangan? Masih banyak para teman dan sahabat di luar sana yang tulus mau berteman dengan saya, betul?
Tiga post terbaru blog saya kali ini, yang ini “Cinta dan Kehilangan”, “Ada Saatnya Anda Harus Pergi Lengser” dan artikel ini “Pergi Tanpa Ucapkan Kata Selamat Tinggal”. Semua bercerita menyuarakan tentang sebuah perpisahan. Saya tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Ini suatu kebetulankah? Entahlah. Mungkin ada yang bisa bantu saya untuk menjawabnya? :-)
Sumber Foto: visualizeus.com






