twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Minggu, 29 Juli 2012

Spirit Entreprenur dan Kemajuan Bangsa

Buku BOM Business Owner Mentality
Setelah beberapa waktu yang lalu saya pernah mereview sebuah buku dengan menulis posting "Mengapa Perusahaan Besar sering Ganti Kepemilikan" yang mereview buku BOM Business Owner Mentality yang ditulis oleh Hendrik Lim, MBA, maka kali ini saya ingin sharing kembali isi buku tersebut melalui posting ini. Rasanya kurang lengkap kalau saya tidak lanjutkan dengan share apa isi dari buku tersebut.
Berikut saya nukil sebagian isi dari bab-bab di buku BOM yang menurut saya sangat menarik karena mengungkap beberapa fakta menarik tentang Entreprenerurship dan kegagalan usaha yang dilakukan banyak perusahaan besar. Selamat membaca:

Siapapun bisa terbang kemana saja. Kalau ia lepas dari apa yang mengkukungnya saat ini. Dua dari tiga orang menjawab tertarik untuk menjadi entreprenur, dan 34.9 % diantaranya berkata siap terjun  "Bila ada kesempatan"[1].  Dari data tenaga kerja, jumlah pekerja formal kita saat ini ada sekitar 30 juta. Ini berarti ada sekitar 20 juta orang yang punya animo "Calon entreprenur". Mereka punya keinginan dan rasa salut terhadap jiwa dan spirit entreprenurship. Namun menurut Ciputra Foundation, saat ini hanya ada sekitar 0.18 %  penduduk indonesia yang jadi Entreprenur. Hanya 2 diantara 1,000 orang yang jadi entreprenur. Kalau banyak yang mau, sedikit yang  bisa. Itu berarti ada issue yang belum terungkap. Sebagian besar terjun ke dunia yang amat kompetitif ini dengan trial dan errror. Delapan dari 10 berhenti tengah jalan dan rugi. Boro-boro mau jadi kaya, yang ada malah jadi bangkrut. Halaman buku ini memastikan Anda tidak terjerat pada pola yang sama. Tidak itu saja. Jika spirit entrepreneurship ini dibawa kedalam kultur perseroan, maka perseroan Anda akan melesat, melampau batas penghalang selama ini.

Pengalaman Menarik Transaksi Dengan Situs E-Commerce Selandia Baru

Beberapa hari yang lalu saya transaksi e-commerce ke situs Selandia baru. Anda tahu? Orang Selandia baru ternyata sangat percaya dengan saya, orang Indonesia yang katanya di mata dunia luar dianggap paling banyak penipunya. Gudangnya scammer dan transaksi fraud kartu kredit.
Palpung Bookstore New Zealand

Bayangkan, saya belum membayar, tepatnya payment belum mereka terima tapi barangya sudah dikirim duluan. Bukankah ini menyalahi aturan transaksi e-commerce di internet yang umumnya pasti menganut sistem pre order. Ada uang baru barang dikirim. Betul?

Sabtu, 30 Juni 2012

Mengapa Perusahaan Besar Sering Ganti Kepemilikan?

Buku BOM Business Owner Mentality
Saat ini banyak perusahaan besar di Indonesia yang mengalami pergantian kepemilikan. Anda tahu pergeseran atau ganti kepemilikan adalah salah satu tanda ketidaksanggupan industrial competitives di pasar. Pergeseran kepemilikan perseroan, seperti arus bawah yang deras, tidak kelihatan di atas permukaan, seolah-olah tidak ada pergerakan, tetapi di bagian dasar ada arus yang sangat deras.

Pergeseran kepemilikan dalam jumlah prosentase besar, umumnya merupakan salah satu indikator perseroan tidak sanggap bertahan melawan globalisasi dan akhirnya dijual kepada pihak lain. Persaingan bebas dalam konteks globalisasi itu seperti bertarung melawan cerita Spartan Goliath, Simson dan Hercules. Hasilnya? Competiveness kalah, akibatnya pemilik berganti. Peta berubah. Meskipun konsumen dipermukaan tidak merasakan perbedaan substantial.

Lihat tabel berikut ini. Ini adalah contoh nyata perusahaaan nasional yang telah saya sebutkan di muka tadi.

Minggu, 17 Juni 2012

Pemahaman Yang Salah Dalam Memahami Kurs Valuta Asing

Sampai hari ini, terkait bisnis Jasa Importir Pembelian Barang Luar Negeri saya, tak jarang saya sering menemui pertanyaan dari klien yang belum bisa membedakan antara Kurs Jual dan Kurs Beli bank untuk penukaran valuta asing. Banyak orang yang bertanya ke saya kalau mau belanja ke situs e-commerce luar negeri yang menggunakan mata uang asing (dolar) itu yang digunakan pakai kurs apa. Pakai kurs bank jual apa kurs beli?
Exchange Rate Valas

Maaf, tanpa bermaksud untuk menggurui atau merendahkan bagi yang kurang paham tentang masalah kurs ini apakah salah satunya termasuk Anda yang belum paham masalah kurs ini? He2… Baik, saya coba terangkan bagi yang belum mengerti.

Kalau Anda pegang mata uang rupiah (IDR) ingin membeli barang ke luar negeri yang pakai mata uang asing dolar (USD) maka kurs yang dipakai adalah kurs jual yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalau Anda punya dolar, contoh karena Anda bekerja online yang berpenghasilan dolar dan ingin menukar ke rupiah maka nilai kurs yang dikenakan adalah kurs beli.