Minggu, 30 Oktober 2011

Cara Mudah Menguatkan Posisi Artikel Lama di SERPs Google

Winner
Untuk membuat artikel tertentu di blog terus bertahan lama dan selalu muncul dalam daftar hasil pencarian (SERPs) Google, terutama di halaman pertama, memang gampang-gampang susah. Kenapa? Karena dengan berjalannya waktu artikel lama biasanya akan tenggelam karena kalah bersaing dengan munculnya artikel-artikel baru yang lebih fresh dan up to date. Google —boleh saya simpulkan demikian untuk urusan yang seperti ini— sepertinya mengikuti kaidah kita, manusia. Yaitu lebih suka dengan barang baru ketimbang barang lama, kecuali kalau tidak ada pilihan dalam memberikan hasil pencariannya baru disodorkan artikel lama.

Tak percaya? Coba saja Anda riset di Google. Cari dan ketikkan kata kunci sembarang di kotak telusur Google. Amati list situs (SERPs) yang disodorkan oleh Google. Kebanyakan adalah artikel posting yang baru update, atau tidak ada yang berasal dari tahun jadul. Atau kalau itu berasal dari artikel lama dari forum atau blog, kebanyakan adalah artikel yang lagi ramai dithread atau dikomentari pengunjung.

Kedua, kalaupun itu artikel lama yang disodorkan biasanya karena ada alasan tertentu yang menjadi alasan Google mengapa artikel lama tersebut tetap dilist dalam pencariannya.

Alasan tertentu? Ya. Sekarang pertanyaannya, adakah cara mudah dan yang penting alamiah (organik) tanpa mengeluarkan biaya yang bisa kita lakukan buat menguatkan posisi artikel lama di blog agar terus bertahan lama di SERPs halaman pertama pencarian Google? Jawabnya ada dan ini yang akan saya bahas di artikel ini.

Anda ingin tahu, cara yang biasa saya lakukan untuk menguatkan artikel lama blog saya adalah dengan terus menerus membuat artikel baru yang punya relevansi topik yang sama dengan artikel lama tersebut. Terus saya berikan tautan backlink menuju artikelnya. Setidaknya, cara ini sudah saya praktekkan dan hasilnya ampuh buat menguatkan posisi beberapa artikel Advertorial saya. Artikel yang saya backlink terus bertahan lama di SERPs Google dan menjadi Popular Post meski sudah mendekati setahun lamanya saya publish di internet. Contoh artikel ini “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang”, meski sudah ada blog lain, salah satunya malah PR-nya lebih tinggi dari PR blog ini (PR 4), yang mencopas artikel tersebut tetap saja blog ini yang sering muncul di halaman pertama SERPs Google.

Ya, karena persaingan kata kunci di artikel itu cukup ketat, bahkan ada yang pasang iklan Google AdWords, artikel saya hanya bisa bertengger di urutan ke-3 dari 10 besar SERPs Google. Lihat gambar hasil capture pencariaannya di bawah.

SERPs Advertorial Hymen
SERPs Advertorial Hymen


Dan fakta mengejutkan yang kedua, ada satu lagi artikel yang saya buat sebagai penguat posisi advertorial malah dihadiahi PR 2 oleh Google. Artikelnya bisa Anda lihat di sini “Cara Mudah Belanja E-Commerce ke Luar Negeri”. Artikel ini sebetulnya saya buat sebagai pengumpan atau untuk menguatkan artikel advertorial “Internet Buying Pembelian Barang Ke Luar Negeri Harga Murah” tapi oleh Google malah dihadiahi PR 2. Dan saat saya cek dengan kata kunci “Cara belanja e-commerce ke luar negeri” justru muncul berderet di nomor 1 sampai dengan 3 di halaman pertama pencarian Google.

SERPs Advertorial Internet Buying
SERPs Advertorial Internet Buying


Kesimpulan: Tidak perlu harus jago SEO kalau hanya ingin menguatkan artikel lama blog di SERP. Juga tidak perlu nyepam kemana-mana dengan cari backlink sebanyak-banyaknya ke banyak blog lain. Pakai cara sederhana seperti yang saya lakukan diatas ternyata sudah lumayan ampuh buat mempertahankan artikel lama dalam SERPs Google. Tak percaya atau Anda ingin mencoba? Selamat bereksperimen.

Sumber Foto: blog.massagetoday.com


Bookmark and Share

32 komentar:

  1. Sejauh artikel kita yang paling relevan saya pikir baru tidaknya artikel tidak berpengaruh sob :)

    BalasHapus
  2. MisterXWebz:
    He2.... Saya tidak nyindir blog Mas Didik, lho ya. :D

    gardino:
    Syarat relevan, baik relevan menurut Google dan relevan dari segi content dari sudut pandang kita (manusia) itu sifatnya dinamis dan selalu berubah terus, Mas Gardino. Dan ini berkorelasi positif dengan umur artikel. Betul? Artinya yang baru selalu menawarkan informasi lebih baik dan up to date dan ini berarti relevansinya semakin lebih baik dari artikel lama. Itulah makanya saya simpulkan artikel lama, lama-lama akan tenggelam kalah dengan artikel baru. Terima kasih, Mas Gardino. Lama tidak mampir, nih Mas. :)

    BalasHapus
  3. Percaya bro
    Masalahnya yang akan dikuatkan banyak ....
    Linknya jadi kebanyakan ya......

    BalasHapus
  4. siapa yang tersindir dan siapa yang menyindir mas?..ha..ha....
    ___________________________________________

    teknik internal buliding ternyata masih ampuh di banding tips tehnik ribet lainnya...

    tapi anehnya saya tidak pernah menerapkan tips ini pada blog saya,karena dulu tanpa tehnik apapaun beberapa artikel blog saya bisa mampu bersaing di banSERP ggogle,walaupun itu artikel lama,hanya mengandalkan kekuatan artikel saja mas..

    kenapa saya sekarang tidak pernah menerapkan tips SEO seperti ini?jawabannya simple,saya masih sakit hati sama google,gara2 kena banned,mau pake trik apapun ,artikel saya tidak akan mampu bersaing...

    nasib gratisan mas..ha..ha..ha....

    BalasHapus
  5. Saya lebih memilih untuk membuat pencarian presisi, jadi daripada membuat menjadi nomor satu di halaman hasil penelusuran, lebih baik membuat pengunjung tiba dengan mencari kata kunci yang tepat untuk informasi yang sesuai yang mereka harapkan.

    BalasHapus
  6. PHOTOSHOP DASAR:
    Linknya banyak sehingga Google menganggapnya penting. Itu yang jelas, betul?

    wid:
    He2... Mas Widodo kok tahu aja. Itu hanya contoh saja, kok Mas. Bukan buat sindir-menyindir.

    Internal link building sepertinya masih tips SEO yang tetap relevan hingga sekarang, Mas selain cari link dari eksternal. Sebetulnya kalau artikel normal, bukan yang buat advertorial, saya juga beri tautan internal secukupnya saja dan tentu yang masih ingat pasti saya pertautkan supaya bisa jadi penjelas artikelnya. Saya meniru konsep situs Wikipedia.

    Cahya:
    Bagi saya yang ngeblog juga buat nyari duit pasti sasaran utama SEO saya adalah ingin muncul di halaman pertama Google, Mas. Tapi tentu saya juga berusaha untuk memberikan hasil pencarian (content) yang terbaik buat pengunjung. Jadi, kalau bisa dua-duanya, Muncul di depan dan juga harus relevan (presisi).

    BalasHapus
  7. berarti kuncinya sering update blog ya pak.. biar slalu diutamakan google untuk keyword yg dicari orang

    BalasHapus
  8. tomi:
    Iya sepertinya begitu, Mas. Harus sering update dan memberi tautan ke artikel yang ingin dikuatkan posisinya di SERPs

    BalasHapus
  9. Hmmmm cenderung mengarah ke artikel pilar ya? cuman dalam case ini meng-advertisekan advertorial hahhahah :D

    BalasHapus
  10. Graha Nurdian:
    Untuk contoh ini iya, menguatkan advertorial di SERPs. Tapi praktek yang saya lakukan ini bisa juga diterapkan pada semua artikel blog lainnya.

    BalasHapus
  11. knp y saya selalu kalah dengan Wikipedia ?

    BalasHapus
  12. Lintaslirik:
    Untuk mengalahkan Wikipedia sangat susah, Mas. Karena Wiki banyak backlink satu arah dari situs lain. Dan kedua, Wikipedia banyak menjadi rujukan banyak situs makanya dia selalu meuncul bagus di SERPs

    BalasHapus
  13. Baca-baca lagi , hhihii....
    Sugeng enjing mas Joko :)

    BalasHapus
  14. Google Mix algorithm it's so cool and calm ;)

    BalasHapus
  15. Mari kita bersaing secara baik untuk menciptakan master SEO yang baik pula tanpa ada kecurangan.

    BalasHapus
  16. artikelku yang dulu berada di halaman pertama google sekarang banyak yang tenggelam gan. google memang memang edan lah bikin puyeng masalah seo

    BalasHapus
  17. Info yang benar-benar bagus dan berkualitas serta bermanfaat untuk para blogger. thanks ya.

    BalasHapus
  18. Haduh ternyata masih banyak sekali yang belum saya saya tahu, semoga bisa terus belajar memperbaiki apa yang salah dan apa yang kurang, salam

    BalasHapus
  19. wah keren sob, patut dicoba tips ini

    BalasHapus
  20. Sip infonya.. Postingnya bermanfaat nih ! :D

    Hmm.. Mau tanya nih, cara ini hanya bisa dipake waktu artikel masih baru atau bisa untuk semua artikel lama ?

    BalasHapus
  21. Cakrawala dan Art:
    Bisa diterapkan untuk semua artikel, termasuk artikel lama. Yang penting artikel pembacklinknya harus artikel yang relevan.

    BalasHapus
  22. oke bang makasih infonya

    BalasHapus
  23. kalo sudah terlanjur hilang dari halam google apa masih bisa di kembalikan posisinya dengan cara diatas teks.

    BalasHapus
  24. oh, ini toh rahasianya!
    saya sering kebingungan ketika menemui masalah seperti ini!
    makasih infonya :)

    BalasHapus
  25. saya juga sebenarnya masih bingung dengan google salah satu artikel lama saya tetap berada di halaman 1 padahal tidak pernah dibacklink dan artikelnya juga pendek sedangkan artikel baru yang sempat masuk halaman satu hilang.

    BalasHapus
  26. cukup bisa untuk dimengerti caranya.

    BalasHapus
  27. sama gan, ane juga ga jago seo tapi blog baru ane udah muncul dihalaman google bahkan di rangking 1 hehe tapi itu untukkeyword yang mudah persaingannya, kalo keyword yg banyak persaingan mungkin butuh teknik seo lanjutan seperti bangun backlink itu perlu kyaknya sih gitu hehe cmiww

    BalasHapus
  28. thanks mas atas infonya...
    salam kenal yaaa. sering2 mampir ke sini..



    Pasang iklan baris gratis cepat terindeks google + Backlink gratis
    Iklan Baris Gratis

    BalasHapus
  29. Makasih, Mas. Jadi ngerti :)

    BalasHapus