Senin, 03 Agustus 2009

Antara search engine di toko buku dan internet

buku dan internet

Search engine toko buku yang saya maksud ini mungkin bagi sebagian orang sudah terlalu familiar jikalau anda adalah penghobi baca dan sering berkunjung ke toko buku. Ya benar, search engine yang saya maksud adalah seperangkat PC yang diletakkan di toko buku yang fungsinya persis seperti search engine di internet karena fungsinya bisa mencarikan buku yang kita cari.

Saya tidak tahu persis sejak kapan fasilitas tersebut ada di setiap toko buku seperti Gramedia misalnya. Pasalnya, perilaku saya setiap ke toko buku selalu sama polanya: datang, lihat-lihat, tertarik kemudian beli. Tidak pernah fanatik ke pengarang tertentu kemudian mencari buku-buku karangannya. Namun suatu kali gara-gara karena ada promosi dari kartu kredit BCA yang memberikan discount 10% untuk pembelian buku terbitan Gramedia, saya akhirnya tertarik memanfaatkan PC search engine tersebut untuk search buku yang saya cari. Dan hasilnya, PC search engine ini sangat membantu saya untuk mengcrawler isi buku seluruh toko persis Google menjelajahi situs di dunia maya. He… He…..

Nah, sekarang ke pokok bahasannya. Lantas, apa hubungannya antara search engine di toko buku dan internet? Ehm, sebelum saya ulas mungkin kalau anda pernah membaca posting saya sebelumnya tentang internet dan buku. Baca “Apakah munculnya internet akan menggeser buku” dan “TRUST”. Mudah-mudahan ini trilogi yang terakhir yang mengulas tentang perbandingan buku dan internet.

Baiklah, saya akan bahas dulu dengan search engine internet. Beberapa tahun terakhir ini saya mengamati list hasil pencarian search engine sekarang banyak yang mulai tidak relevan lagi- saya biasa menggunakan Google- karena banyak muncul list rujukan menuju ke blog yang berisi, maaf “artikel-artikel sampah” yang sengaja dibuat penulisnya untuk menjaring uang dari internet. Apakah ini yang dimaksud sebagai era kematian SEO (search engine optimization) sudah semakin dekat seperti yang pernah diramalkan para internet marketer karena search engine sudah banyak dikotori oleh trik-trik Black Hat SEO? Ataukah mesin pencari Google sendiri yang kalah pinter dengan pelaku SEO yang makin cerdik dan tahu memanfaatkan kelemahan Google. Entahlah, Saya bukan pakar SEO sehingga untuk ini saya belum bisa bantu jelaskan.

Berbeda dengan search engine internet kalau di toko buku hasil pencariannya sangat relevan dan bersih dari iklan- iklan dan tidak tidak dikotori oleh pelaku “Black Hat SEO” seperti di internet, tapi benar-benar murni database informasi buku yang disodorkan kepada customer. Saya baru merasakan manfaatnya PC search engine ini sewaktu memberikan hasil pencarian buku yang saya minta. Hasilnya sangat membantu memberikan pertimbangan kepada pembeli untuk menentukan buku mana yang tepat untuk kita beli berdasarkan parameter pertimbangan sebagai berikut: Judul, nama pengarang, penerbit, jumlah halaman maupun harganya. Dan hebatnya, dilengkapi layout pemetaan lokasi raknya dimana.

Nah, akhirnya note saya untuk posting ini adalah selama internet masih dipenuhi banyak kecurangan dan ketidakjujuran, sulit rasanya untuk bisa mensejajarkan internet dengan buku sebagai sumber informasi yang sama- sama bisa dipercaya.


Bookmark and Share

2 komentar:

  1. Menarik, memang kadang aku juga kesal kalau hasil perncarianku malah menemukan web-web yang tidak relevan

    BalasHapus
  2. Tetapi diakui atau tidak, pengaruh internet mengurangi perkembangan buku2 dan koran sangat dirasakan kog :)

    BalasHapus