Sabtu, 29 Agustus 2009

Tips agar terhindar dari belitan hutang Kartu Kredit

Tips Hutang Kartu Kredit

Berikut ini adalah beberapa tips yang saya dapatkan dari berbagai sumber serta berdasar pengalaman pribadi saya agar kita terhindar dari belitan hutang pada Kartu Kredit:

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Setiap anda berbelanja dengan kartu kredit, tanyalah selalu pada diri sendiri apakah barang yang akan anda beli ini benar-benar anda butuhkan? Adakalanya kita belanja karena berdasar keinginan semata dan tidak benar-benar membutuhkan barangnya. Dengan membiasakan bertanya pada diri sendiri sebelum belanja, mudah-mudahan anda bisa terhindar dari hutang kartu kredit di kemudian hari.

Jangan belanja melebihi kemampuan
Belanjalah sesuai dengan kemampuan anda. Jangan pernah belanja melebihi anggaran budget pengeluaran anda. Karena sering orang awalnya menggampangkan hal semacam ini, karena belanja tinggal nggesek saja pakai kartu kredit kemudian tanpa sadar berakibat pada penumpukan hutang karena pengeluaran melebihi pendapatan.

Hati-hati dengan tawaran cicilan
Kartu kredit memang tak henti-hentinya sering memberikan tawaran cicilan yang menarik dengan bunga 0% misalnya. Tapi meski menarik berpikirlah secara jernih apakah anda memang butuh barang tersebut? Karena tak jarang penawaran ini biasanya berupa barang-barang yang sudah anda punyai di rumah. Jangan pernah mengikuti nafsu untuk selalu mengikuti model terbaru yang belum tentu sepadan dengan harga yang anda bayar.

Jangan selalu membawa kartu kredit
Kalau anda tipe orang konsumtif, ada baiknya anda tinggal kartu kredit anda di rumah sehingga jika muncul keinginan belanja, misal saat ke mall anda tidak bisa menggesek kartu kredit dengan gampang.

Pakailah kartu debit daripada kartu kredit
Lebih baik gunakan kartu debit untuk membayar setiap pembelajaan anda. Gunakan kartu kredit pada saat darurat saja. Contoh misal secara tiba-tiba anda atau keluarga anda harus rawat inap di rumah sakit sementara anda tak cukup punya uang simpanan untuk membayar, maka kartu kredit bisa digunakan untuk alat pembayaran darurat.

Pembayaran dengan sistem auto debet
Dan pertahanan lapis terakhir agar anda tidak terbelit hutang pada kartu kredit, silahkan ubah sistem pembayaran kartu anda menjadi auto debet 100% dari rekening bank anda untuk menghindari lupa membayar yang bisa berakibat terkena late charge atau bunga. Dan dengan diauto debet secara penuh anda akan selalu mengukur antara batas kemampuan bayar dan pengeluaran anda setiap belanja menggunakan Kartu kredit.

Apakah anda termasuk butuh kartu kredit?
Nah, satu lagi jika anda bukan kategori orang yang sering mondar-mandir bepergian Keluar Negeri atau seorang pengusaha yang pentingnya untuk mengatur cash flow keuangan perusahaan anda serta bukan orang yang sering bertransaksi Ecommerce di internet, saya malah lebih menyarankan anda tidak perlu memiliki kartu kredit. Mengapa? Karena hampir semua fungsi kartu kredit kini bisa tergantikan fungsinya oleh kartu debit.

Demikian sharing tips dari saya. Mudah-mudahan info ini bermanfaat dan akhirnya bisa menghindarkan kita semua dari jeratan hutang pada kartu kredit yang bisa saja membelit siapa saja.


Bookmark and Share

3 komentar:

  1. Tips bagus pak. Saya sendiri merasa tidak butuh kartu kredit. Sayangnya kalau beli membership resource desain di internet jadi lebih mahal. Sepertinya, kalau pun buat kartu kredit tujuan saya buat itu saja, mengaitkan dengan PayPal.

    BalasHapus
  2. Jeprie:
    Kalau lebih mahal pakai debit apa tidak sebaiknya bikin kartu kredit saja, Mas Jeprie. Kartu kredit Visa/ Master yang silver iuran tahunannya murah, kok. Hanya Rp 120 ribu s/d Rp 150 ribu pertahun. Bahkan saya beberapa kali di kantor ada yang nawari kartu kredit yang bebas iuran tahunan seumur hidup. Kalau dihitung ini impas dengan pemotongan biaya administrasi bank pada kartu debit yang jumlahnya Rp 10 ribu perbulan.

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak untuk tipsnya.
    Jangan lupa juga diasuransikan kartu kredit yang kita punya.

    BalasHapus