Sabtu, 07 Agustus 2010

3 Cara Melindungi Artikel Blog Anda Dari Copas

Semakin menjamurnya blog dan banyaknya informasi yang tersedia di internet membuat kita hampir tak ada informasi satu pun yang tidak bisa ditemukan di internet. Karena semua informasi tersebut sangat melimpah tersedia di internet. Tentu fakta ini bagi blogger atau pencari informasi di internet membuat jadi mudah untuk mencari bahan tulisan buat artikel, paper atau keperluan karya tulis lainnya, tak terkecuali untuk dimuat kembali di internet sebagai posting di blog. Namun sayangnya, atmosfir ini membuat orang-orang tertentu menjadi malas berkreatifitas dan lebih senang mencopas artikel orang lain daripada berpikir dengan membuat artikel sendiri.

Tanpa berniat untuk menyombongkan diri, sekedar sebagai bukti saja kepada Anda, bahkan saya sudah tak ingat lagi sudah berapa banyak artikel saya yang dimuat di blog ini telah dicopas diam-diam oleh blogger lain. Baik yang mau mencantumkan sumbernya, maupun yang tanpa rasa pekewuh (sungkan) kepada saya dengan mengklaim diri sebagai miliknya. Baca Getah Kepopuleran.

Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah menulis di blog ini tentang Cara Elegan Mencopas Artikel Orang Lain. Kalau Anda tertarik ingin menerapkan cara-cara mencopas yang elegan, saya persilahkan Anda membaca artikel tersebut.

Dan untuk kali ini saya akan sedikit berbagi tips bagaimana mencegah artikel kita agar tak mudah dicopas oleh orang lain di internet. Cara-cara ini memang tak bisa menjamin seratus persen aman, namun setidaknya bisa sedikit menghambat tindakan plagiat yang akan dilakukan oleh orang lain terhadap artikel di blog Anda.

Berikut adalah 3 Cara Melindungi Artikel Blog Anda Dari Copas:

1. Memasang javascript di halaman blog agar tulisan tidak bisa disorot atau di-highlight sehingga ini sedikit menyulitkan apabila ada orang yang hendak mencopas tulisan Anda. Cara ini dulu saya dapatkan dari sahabat blogger saya, Mas Gardino. Kalau Anda tertarik pakai cara ini, silahkan Anda copy script yang ada di bawah ini dan pasang di sidebar blog Anda:


<script type="text/javascript">
function disableSelection(target){
if (typeof target.onselectstart!="undefined") //IE route
target.onselectstart=function(){return false}
else if (typeof target.style.MozUserSelect!="undefined") //Firefox route
target.style.MozUserSelect="none"
else //All other route (ie: Opera)
target.onmousedown=function(){return false}
target.style.cursor = "default"
}
disableSelection(document.body)
disableSelection(document.getElementById("mydiv"))
//Sample usages
//Disable text selection on entire body
// //Disable text selection on element with id="mydiv"

</script>

<body oncontextmenu="return false;">
<body document.onselectstart="return false">


2. Berikan sisipan kata, kalimat, atau link sebanyak mungkin yang sifatnya personal dan hanya Anda sendiri yang tahu sehingga orang lain akan menjadi repot untuk mencopasnya karena akan disibukkan oleh banyaknya edit terhadap artikel Anda. Kedua, sesuatu yang personal tersebut gunanya, jika suatu saat artikel Anda dicopas orang lain dan orang tersebut mengklaim sebagai karyanya maka Anda bisa gunakan pertanyaan rahasia Anda dengan mengacu pada kata personal tersebut kepada si pencopas artikel Anda.

3. Melakukan setting di dashboard blog Anda agar duplikat content dari artikel Anda yang dicopas oleh orang lain tak bisa muncul di SERP (Search Engine Result Page) Google. Cara ini akan membuat hanya artikel di blog Anda, satu-satunya yang bisa muncul. Ini tentu saja akan merugikan si pencopas karena artikelnya tak bisa mendatangkan pengunjung dari search engine kecuali hanya artikel di blog Anda saja yang tetap diindex oleh Google.

Caranya, cari kode berikut di setting template widget di dashboard blog Anda. Lalu sisipkan kode HTML yang berwarnah merah persis seperti contoh dibawah ini.


<b:if cond='data:post.title'>
<h3 class='post-title entry-title'>
<b:if cond='data:post.link'>
<a expr:href='data:post.link'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<b:if cond='data:post.url'>
<a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
<link expr:href='data:post.url' rel='canonical'/>
<b:else/>
<data:post.title/>
</b:if>
</b:if>
</h3>
</b:if>


Jika Anda bukan pengguna blog blogspot dan tertarik pakai cara yang ketiga ini, kalau ingin tahu cara settingnya lebih lanjut, silahkan baca tutorialnya selengkapnya di blog sahabat saya Blog Buat Blogger.

Pesan saya di akhir tulisan ini. Kebiasaan copas hanya akan mematikan kreatifitas. Hindarilah! Karena pada akhirnya orang yang gemar mencopas akan rugi sendiri sebab copas membuat daya cipta dan kreatifitas pelan-pelan akan mati. Mudah-mudahan tulisan semacam ini kelak sudah tidak diperlukan lagi.

Sumber foto: COPY & PASTE TSHIRT


Bookmark and Share

32 komentar:

  1. Saya tidak begitu tertarik mengurusi masalah copy paste ini.

    Mencegah highlight teks seperti dijelaskan di langkah 1 saya pikir malah membebani pengunjung.

    Menambah banyak link ke halaman internal menurut saya jangan dilakukan untuk mencegah copy paste, tapi untuk memberi referensi tambahan. Intinya, kita tetap fokus saja pada kualitas.

    Saya tidak begitu memikirkan masalah ini, mungkin nanti saja jika memang sudah banyak yang copy paste dalam taraf mengganggu,

    BalasHapus
  2. Jeprie:
    Cara nomor satu dulu pernah saya aktifkan di blog ini, Mas Jeprie. Dulu, tapi kini sudah tidak lagi. Saya sudah tak peduli lagi apakah artikel yang saya tulis mau dicopas atau nggak, yang penting menulis saja. Bagi artikel yang dicopas semoga itu menjadi pahala buat saya.

    Kalau cara dua (membenamkan link), ya. Saya juga sependapat. Kini saya pun sama, hanya memberi tautan secukupnya saja. Kecuali yang sentuhan personal saya masih tetap pertahankan sampai sekarang.

    Untuk cara nomor tiga, saran saya tetap perlu Mas Jeprie agar Google tahu kalau kita lah yang menulis duluan. Meskipun Alloh juga sebenarnya tahu siapa yang nulis dan siapa yang copas. Lol

    BalasHapus
  3. Kalau saya ketika membaca kadang sambil meng-highlight teks juga. Ini membantu untuk fokus pada teks. Kadang ada desain blog yang antara teks dan latarnya kurang kontras, cara mempermudah membaca adalah dengan meng-highlight teksnya. Kadang kita ingin meng-copy paste sebagian artikel ke kolom komentar. Menonaktifkan highlight bagi saya sangat mengganggu sekali.

    Kalau logika saya sederhana. Lihat saja situs-situs besar, misalnya Mashable, Smashing Magazine, atau Facebook. Mereka tidak mencegah highlight atau melakukan hal-hal aneh semacam itu. Kenapa kita yang situs kecil malah berlebihan?


    Sebetulnya kalau memang sangat khawatir di-copy paste lebih baik jangan mau publish di internet sekalian. Lebih baik nulis saja buat buku.

    BalasHapus
  4. Jeprie:
    Iya resikonya memang itu sangat mengganggu pengunjung. Dan celakanya, pengunjung baik, yang tak berniat copas jadi terkena getahnya juga.

    Betul, setahu saya hampir semua situs besar tidak ada yang menghighlight halaman situsnya atau mematikan klik kanan misalnya untuk melindungi dari copy paste. Karena mencopas artikel situs besar sangat mudah dikenali sebab banyak orang yang tahu artikelnya.

    BalasHapus
  5. Mas Joko,
    Dari ketiga cara diatas menurut saya yang baik dan dianjurkan hanya cara ketiga bahkan oleh google sendiri sebagai pemilik blogspot.

    Cara pertama dan kedua, saya sepaham dengan mas Japri.

    BalasHapus
  6. Wah penginnya sih dicopast mas wkwkkwk (plus link loh) tapi apa daya tulisan saya belum sebagus mas joko, jadi ga gitu kawatir wkwkwkwkwkw...

    dan akhirnya yang saya tunggu2 mas joko udah komen tulisan saya.. ga mantep klo mas joko belum komen di blog saya ... ada yang kurang ... :)

    l
    l
    v
    MisterXWebz

    BalasHapus
  7. Saya hanya menggunakan metode ketiga saja… :)

    Untuk metode 1 & 2 berdampak buruk pada usabilitas, saya pikir Pak Joko sudah tahu sebabnya.

    Bahkan saya mengkustomisasi highlight text pengunjung lebih nyaman saat melakukan highlighting. :)

    BalasHapus
  8. Trims scriptnya! Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!

    BalasHapus
  9. Untuk semuanya Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!

    BalasHapus
  10. "Kalau logika saya sederhana. Lihat saja situs-situs besar, misalnya Mashable, Smashing Magazine, atau Facebook. Mereka tidak mencegah highlight atau melakukan hal-hal aneh semacam itu. Kenapa kita yang situs kecil malah berlebihan?"

    perlindungan terhadap karya cipta dalam hal ini tulisan adalah bentuk dari idealisme. facebook dsj jelas komersil. dan tahukah ada orang2 yang melindungi blognya dari copasan sebagai tanda kegeraman untuk sebuah plagiarisme.

    BalasHapus
  11. aldy~PF:
    Cara pertama dan kedua, betul Mas Aldy. Untuk yang membenamkan link yang terlalu banyak, itu juga berefek buruk buat kenyamanan pengunjung di satu sisi.

    Untuk cara kedua, saya lebih condong pakai sentuhan personal saja. Contoh, saya pernah menulis artikel tentang PLN dan membuat kalimat begini:

    Pada akhir tahun 2002 saya pernah menghadiri sebuah seminar sosialisasi TDL 2003 yang diselenggarakan oleh PLN yang dihadiri beberapa perwakilan perusahaan dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setempat di kota Malang.

    Saat artikel itu dicopas, pencopas saya tanya dengan pertanyaan dimana tempat seminarnya. Dan orangnya sudah pasti akan kesulitan jawab karena bukan penulisnya.

    MisterXWebz:
    Terima kasih, Mister. Sama, komen Mister juga saya tunggu di sini. He... He...

    ArdianZzZ:
    Ya, Mas Ardian. Tidak semua pengunjung berniat untuk copas. Ada juga yang baik, yang memang cari informasi. Dengan mematikan highlight teksnya itu menurunkan usabilitas sebuah blog.

    aura pelupa:
    Sama-sama, Pak.

    nuansa pena:
    Selamat menunaikan ibadah puasa juga, Pak.

    Samandayu:
    Salah satu tujuannya, betul untuk melindungi dari plagiat di satu sisi.

    BalasHapus
  12. Saya juga sudah tidak terlalu memusingkan copy-paste ini pak. Bagi saya, marah-marah kepada pelaku copas itu tiada guna dan hanya menghabiskan waktu kita saja.

    Saya lebih setuju dengan apa yang diutarakan pak joko, yaitu mendidik pemilik blog agar mereka bisa sadar etika dalam mempublikasikan tulisan orang lain.

    Biasanya, pelaku copas itu adalah seorang newbie yang baru ngeblog. Mungkin solusinya adalah mari kita rangkul mereka dan mendidik mereka sebagai teman. Semoga mereka mengikuti nasihat kita untuk lebih beretika, tanpa kita harus marah-marah kepada mereka :)

    BalasHapus
  13. rismaka:
    Betul, Mas Adi saya lihat rata-rata blogger yang gemar copas artikel saya adalah blogger newbie. Saya juga sependapat agar mereka dirangkul, jangan dimusuhi.

    BalasHapus
  14. Thanks bro artikelnya. Lumayan blog saya sudah sedikit "aman". Karena saya juga sudah punya pengalaman dengan blog saya yang lain, isinya di COPAS habis tanpa ada sisa sedikitpun, dan yang bikin saya sedikit kesal, tanpa di sertakan sumber atau link blog :(... Thanks sekali lagi.

    BalasHapus
  15. mantap bos,setalah dicoba ternyata benar benar berhasil.

    BalasHapus
  16. makasih gan infonya,langsung saya terapkan di blog saya.maklum udah ada yg copas juga

    BalasHapus
  17. kalo isi blog hani kebanyakan curhat dicopas nggak ya? ehheememememmemmmmmm

    BalasHapus
  18. Wah, artikel bagus ini, Pak.. malah baru baca sekarang saya. Saya rasa kebanyakan pelaku copas tidak sadar/tidak tahu bahwa perbuatannya sama dengan mencuri. Kalau sudah tahu, ya semoga lama2 sadar sendiri.. :)

    BalasHapus
  19. Rohani syawaliah:
    Mungkin belum aja, Mbak Hani. :D

    mpokb:
    Ya, Mpok. Saya juga berharap begitu. Mereka nyadar kalau copas itu tak baik.

    BalasHapus
  20. Saya sangat setuju jika rekan blogger mau berkarya dengan membuat tulisan yang original. Copy dan paste adalah bukan pekerjaan yang pantas untuk rekan blogger sejati.Kita mesti menghargai karya dan kreativitas orang lain. Kalau cuma copy dan paste, anak SD pun bisa melakukan. Sisi yang tidak etis lainnya adalah bahwa copy paste teramat dan sangat merugikan penulis asli, jadi saya sangat setuju dengan pendapat Mas Joko agar melindungi tulisan kita. Untuk sesama blogger ya tetap latihan dan terus berlatih dalam membuat tulìsan sampai tulisan tersebut disukai pembaca dan mudah di index oleh search engine. salam kenal ya mas joko. Jangan lupa mampir ke blogku yang tak begitu bagus. terima kasih

    BalasHapus
  21. Bukan Luna Maya:
    Aha, bukan Luna Maya tapi avatarnya Luna Maya, nih. He He He :D

    Sebetulnya disamping merugikan orang lain tindakan copas juga merugikan diri sendiri, lho karena bisa mematikan kreativitas kita sendiri. Copas mendidik kita menjadi pemalas.

    Terima kasih, salam kenal juga. :)

    BalasHapus
  22. mas diptara mau tanya ne...
    apakah cara yang pertama mematikan html textera juga...

    BalasHapus
  23. lathif:
    Saya kurang mengerti maksud pertanyaan Anda. Maksudnya tidak bisa melihat HTML textnya gitu? Kalau ingin contoh blog yang highlightnya dimatikan silahkan berkunjung ke blog sahabat saya di sini http://hoedamanis.blogspot.com/

    BalasHapus
  24. Mas, saya copy script anti highlight nya ya. thx.

    BalasHapus
  25. Yessa:
    Silahkan. Semoga bermanfaat buat Anda. :)

    BalasHapus
  26. Makasih ya dengan cara ini orang lain tidak bisa mencopas artikel pada blog saya

    BalasHapus
  27. Info bagus gan..Ane mau mengaplikasikan no.3 aja dech... heheheh. Ditunggu kunjungan baliknya

    BalasHapus
  28. jujur gan,,, kebnayakan isi blog ane adalah kopas.. tapi ane setahun belakanagn ini udah mulai tobat ,, ane yakin yang dicari saat ini bukannlah kuantitas dari blog tapi kualitas.. ane meyakini itu makanya ane berusaha bikin tulisan sendiri walau cuma mampu seminggu sekali sesuai kemmpuan dan hal2 yaang ane taw,

    BalasHapus
  29. berhasil,,berhasil,,berhasil ,,hore,,,makasi ya mas,,tipsnya,, :)

    BalasHapus
  30. bos dari ketiga cara diatas mana yang bos pakai nih biar untuk referensi aja, karena yang pertama gak bos pake sepertinya, terbukti artikelnya masih bosa disorot, kalau untuk no 3 aman ga bos, jangan2 artikel asli kita juga ikutan ilang di SERP hehe CMIIW..

    BalasHapus
  31. cobain cara ke-3 aja deh :)

    BalasHapus