Sabtu, 16 Oktober 2010

Ngeblog Tanpa Tujuan, Buat Apa?

Tujuan ngeblogNgeblog tanpa tujuan, buat apa? Itu pertanyaan di kepala saya yang sempat terlintas akhir-akhir ini. Buat apa ngeblog kalau tak punya tujuan. Hem, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seorang blogger juga? Sudah jelas kah tujuan Anda ngeblog? Dan masihkan Anda konsisten dengan tujuan Anda tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tadi penting untuk Anda tanyakan pada diri Anda sendiri jika kebetulan Anda mulai merasakan tidak nyaman (enjoy) dan kehilangan gairah (passion) dalam ngeblog. Karena, tidak ada hal yang paling menyedihkan di dunia ini jika melakukan perbuatan sia-sia tanpa ada satu pun tujuan (goal) ada di dalamnya. Bukankah begitu?

Jika Anda sedang jalan-jalan di internet (blogwalking) dan menemukan blog dengan ciri-ciri yang akan saya sebutkan di bawah ini, Anda patut curiga kalau bloggernya memang tak serius, tidak punya tujuan jelas dalam ngeblog. Alias hanya ngeblog untuk membunuh waktu luangnya saja. Dan jangan berharap akan lama umur blog yang seperti ini. Saya bisa memastikan blognya adalah calon penghuni Kuburan Dunia Maya di masa depan. Percayalah!

Ciri-ciri blog yang tak punya tujuan jelas biasanya akan memenuhi kriteria-kriteria seperti berikut ini:



  1. Tanpa ada satu pun banner atau teks iklan komersial ada terpasang di blognya.
  2. Tema blog campur aduk, tak spesifik atau tidak ada hubungannya samasekali dengan lingkaran profesi, pendidikan dan hobi dari bloggernya.
  3. Menutup semua kolom komentar blog tanpa ada alasan yang jelas.
  4. Posting blognya tak banyak, tidak teratur dan sangat jarang update.
  5. Hanya menulis posting dan tak pernah peduli dengan komentar apalagi membalas komentar yang datang.
  6. Postingnya hanya berupa tulisan (content), maaf Artikel Sampah yang kurang memberikan manfaat buat orang lain.
  7. Bloggernya tak jelas (anonym), alias tak mau menyebutkan jelas siapa jati dirinya.

Jika Anda menjumpai blog yang memenuhi paling tidak tiga saja dari ciri-ciri yang saya sebutkan seperti di atas, hanya ada satu sebutan yang pantas disandang oleh bloggernya. Yaitu, Blogger Aneh, blogger yang ngeblog tak punya tujuan jelas. Titik.

Kalau Anda tidak ingin disebut blogger yang aneh dan ngeblog tak punya tujuan jelas, sebaiknya Anda hindari ketujuh ciri-ciri di atas. Okey, tetap semangat ngeblog, Keep Blogging!


Sumber Foto: Goal Setting

Bookmark and Share

34 komentar:

  1. Ya, atau bisa jadi blogger pemula. Saya juga punya dua blog tak terurus di wordpress dan blogspot, sisa waktu dulu belajar.

    Sekarang juga punya blog baru, http://jeprie.desaindigital.com. Yang ini tidak jelas updatenya karena memang bukan blog penting.

    BalasHapus
  2. Jeprie:
    He... He... Saya juga punya blog yang seperti itu, Mas Jeprie. Mau saya delete, kok eman-eman. Opini ini sebenarnya lebih saya tujukan buat blog-blog personal yang dimiliki satu-satunya oleh seorang blogger. Bukan blogger yang punya lebih dari satu blog.

    BalasHapus
  3. Pada awal ngeblog saya juga merasa punya banyak blog yang terdapat diciri2 tersebut mas,sekarang aja masih tersisa blog-blog tersebut di dunia maya,kadang ada juga pengunjungnya walau telah almarhum blognya.

    BalasHapus
  4. Artikel yang sangat menarik.
    Sebelumnya saya mohon maaf, karena baru bisa memberi komentar lagi, ini pun karena sangat penasaran membaca tulisan Unik Mas Joko.

    Kalau saya jarang update biasanya karena mengalami paceklik ide (lol), maklum keahlian saya terbatas. Awal tujuan saya ngeblog adalah untuk mengingatkan apa yang pernah saya pelajari dan menyimpannya dalam sebuah blog setidaknya bermanfaat bagi saya sebagai media penyimpanan. Syukur-syukur dapat bermanfaat bagi yang lain.

    Seiring waktu tujuan saya berkembang "agar dapat menghasilkan" dengan memasang beberapa iklan walaupun dalam tahap coba-coba.

    Terima kasih Mas Joko sudah mengingatkan tujuan saya. Keep Blogging.

    BalasHapus
  5. grandchief:
    Pada masa awal kita ngeblog rata-rata blogger begitu. Pakai blog yang gratisan dulu untuk trial, belajar ngeblog dan juga bereksperimen dengan membuat beberapa blog dengan Niche yang berbeda-beda. Setelah waktu berjalan akhirnya hanya blog yang sesuai dengan jiwa kita lah yang tetap bertahan, sisanya biasanya akan ditinggal.

    Yuda:
    Sebetulnya posting ini saya tulis sebagai cermin buat saya sendiri, Mas Yuda. Entah kenapa akhir-akhir ini gairah ngeblog saya mulai memudar. Saya seperti tak punya arah dan tujuan yang jelas lagi dalam ngeblog.

    Kalau Mas Yuda, dengan memasang iklan di blog Link Sukses itu artinya Mas Yuda sudah memiliki tujuan yang sangat jelas dalam ngeblog. Sudah tak perlu untuk diragukan lagi.

    BalasHapus
  6. Saya jadi tergelitik untuk berkomentar nih :D
    Betul yang dikatakan mas joko yaitu sangat menyedihkan jika apa yg kita perbuat slama ini adalah hal yg sia-sia. Ok, kita semua setuju.

    Yang perlu ditekankan adalah bahwa kesuksesan blogging bukan semata diukur oleh (maaf) online earning. Ada sesuatu yg lebih menarik dr blog, yaitu misalnya sbagai porto folio pribadi, sharing pengetahuan, saling tukar fikiran, dan paling tidak ya sebagai ajang latihan menulis yg dipubilkasi scara gratis.

    Namun tujuan (goal) ngeblog memang bisa saja melenceng dr niat awal, karena prkembangan informasi yg teramat cepat dengan iming2 yg tak bisa begitu saja dilewatkan. Dan hal itu lumrah bin wajar, toh blogger jg manusia, betul? :)

    Hmm, sepertinya kurang puas jika saya mmberikan opini topik menarik ini di kotak komentar. Ok lah, insya Allah saya akan posting tuk menanggapi hal ini, mas Joko, takut kepanjangan soalnya :D

    Ini bakal jadi bahan diskusi yg menarik mas :) Salam hangat.

    BalasHapus
  7. Darin:
    Terima kasih sebelumnya karena Mas Darin tertarik untuk diskusi dan coba menanggapi opini saya ini. Saya akan tunggu artikel tanggapan dari Mas Darin.

    BalasHapus
  8. Wah, jujur saya merasa tergelitik dengan postingan Pak Joko di atas...
    Karena kenyataannya, saya sering kali menjumpai blogger-blogger diluar sana yang isi artikel nya rata-rata seperti yang Pak Joko bilang di atas (Maaf : SAMPAH)...
    Bagi saya, artikel yang tidak karuan itu merupakan kebebasan yang dimiliki oleh seorang blogger untuk mengutaraka pendapat yang dia miliki.
    Bukankah kita hidup di negara yang demokratis ?! Lalu kenapa bila seseorang menghabiskan waktunya untuk hal yang sia-sia seperti menulis blog ?!
    Apakah orang tersebut merugikan sekitar nya ?!
    Sepertinya tidak...

    BalasHapus
  9. Sekarang saya sudah memaksakan diri dengan menjadwal posting minimal 3x seminggu. Kadang kalau ada posting tamu di situs luar, bisa 4x seminggu.

    Berdasarkan pengalaman saya setelah rutin ngeblog, skill menulis dan mendesain saya berkembang pesat. Practice makes perfect.

    Saya kan memang kerjanya menulis, jadi blog adalah lahan berlatih dan bereksperimen di luar kerja.

    BalasHapus
  10. NoRLaND:
    Saya sebenarnya tak sampai hati mengatai tulisan seorang blogger sebagai sampah, tapi ada, lho Mas blogger yang terang-terangan menyebut diri tulisannya sebagai sampah atau tak mau menyebut sebagai artikel. Kalau saya berpendapat seburuk apapun tulisan seseorang itu adalah buah pemikiran seseorang jadi kita tetap harus hargai.

    Jeprie:
    Kalau Mas Jeprie sudah tidak diragukan lagi apa yang menjadi tujuannya ngeblog.

    BalasHapus
  11. Kalau ngeblog tujuannya uang, maka blog menjadi tak berjiwa.

    Kalau ngeblog tujuannya cari banyak temen, bisa keteter kita. Sering diteleponin, di sms gak jelas, minta ketemuan, diundang nikahan orang yang belum kita kenal hanya karena mereka mengenal kita lewat blog.

    Kalau tujuannya biar eksis, tar malah frustasi kalau gak eksis-eksis.

    Lalu tujuannya apa? Gak usah pake tujuan, ikhlas dan bermanfaat. Hoho

    BalasHapus
  12. Bayu:
    Mas Bayu, tulisan ini saya buat sebenarnya untuk memotivasi diri saya sendiri. Syukur-syukur bisa buat orang lain. Jika tidak cocok atau tak sesuai dengan tujuan Anda ngeblog, lupakan saja.

    Pertanyaan saya: Seperti kata Anda, ngeblog ikhlas dan bermanfaat, secara implisit bukankah itu termasuk tujuan juga? Terus membuat website/ blog dan mendedikasikan buat murid-murid Anda, bukankah itu tujuan juga?

    Maaf, kalau saya salah menginterpretasi maksud dari kata-kata Anda.

    BalasHapus
  13. hello!This was a really fabulous subject!
    I come from roma, I was luck to look for your topic in digg
    Also I learn much in your subject really thank your very much i will come every day

    BalasHapus
  14. Saya protes kalau blog yang tanpa iklan dianggap blog tidak jelas. Saya rasa kita tidak bisa langsung menghakimi bahwa blog tanpa iklan itu blog yang tidak punya tujuan. Bisa jadi ia punya tujuan akhir untuk monetisasi nantinya, tapi berhubung belum layak untuk dipasangi iklan saat ini, maka sengaja dibiarka tanpa iklan dulu.

    Toh, buat apa masang iklan jika trafik masih kecil? Tujuan ngeblog pun bukan semata uang, bukan? Bisa saja tujuan utamanya cuma untuk berbagi atau menyalurkan hobi menulis. Itu pun layak dianggap punya tujuan yang jelas.

    Perkara menutup kolom komentar, pasti ada alasan kuatnya. Yang jelas, itu sama sekali tidak bisa kita kaitkan dengan tujuan ngeblog.

    BalasHapus
  15. Iskandaria:
    Sabar, Mas Iskandaria. Mengapa Anda tak bertanya ke saya dulu bukankah blog ini juga sama memenuhi kriteria tersebut? Tak ada satu pun iklan komersial di blog saya. Berarti sama, kan saya juga tak punya tujuan jelas seharusnya?

    Tetapi bukan itu maksud saya. Yang saya maksud tanpa tujuan jelas itu adalah punya tujuan tapi tujuannya masih implisit, tak terlihat karena masih dalam tahap berkembang dan mencari bentuk, bukan blog dengan analogi seperti kapal berlayar yang tak tahu arah. Sekali lagi bukan begitu maksud saya.

    Ini hanya opini saya, Mas Iskandaria. Dan bisa saja ciri-ciri yang saya sebutkan di atas tak tepat atau meleset. Anda boleh, kok tak sependapat atau tak setuju dengan pendapat saya. Dan saya tetap menghargai jika ada yang berbeda pendapat dengan saya.

    BalasHapus
  16. Lintang Hamidjoyo19 Oktober 2010 17.15

    Sebenarnya bukan ga ada tujuan mas, tapi masih binggung mau ngapain mas. heheheh, atau bisa juga sedang adaptasi :p

    BalasHapus
  17. Lintang Hamidjoyo:
    Tapi ada, lho Mas Lintang yang ngeblog benar-benar tanpa ada tujuan. Itu pengomentar bernama Mas Bayu bilang tak ada tujuan. Bahkan jargon blognya juga ditulis blog tanpa tujuan. :D

    BalasHapus
  18. bisa jadi blogger pemula, bisa jadi blogger lama yang mulai bosan. dulu saya juga rajin pasang tautan di sidebar, atau pakai kinja yang sudah almarhum itu dan nyambangi satu-satu setiap ada update teman. akhirnya saya kewalahan. waktu kerja pun termakan. sesempatnya dan secukupnya saja :D

    BalasHapus
  19. mpokb:
    Blogger pemula yang masih nyari bentuk, betul dan blogger lama yang mulai bosan. Yang terakhir ini kayaknya mulai melanda saya, Mpokb.

    BalasHapus
  20. Betul itu mas...

    Paling tidak,
    Tujuan terkecil adalah untuk belajar menulis.

    BalasHapus
  21. Numpang lewat mas.. Saya lebih setuju dengan pendapat mas bayu.. Jalani saja :D

    BalasHapus
  22. ImamS:
    Ya, menulis juga bisa jadi tujuannya, Mas Imam.

    Sebuah Nama:
    Sisi positif ngeblog yang seperti itu adalah kita ngeblog menjadi tanpa beban karena kita tak mematok target apa pun. Mengalir saja!

    BalasHapus
  23. ha..ha...rame banget diskusinya...sampai2 mas Iskandaria yang saya kenal sebagai pribadi santun ikutan protes...
    dan saya juga sedang mencoba konsistensi dari sang author mengenai point2 yg di tulis di atas...
    "Hanya menulis posting dan tak pernah peduli dengan komentar apalagi membalas komentar yang datang"

    BalasHapus
  24. Widodo:
    Ada Mas Widodo meninggalkan komentar di tulisan ini semakin membuat bertambah rame, Mas. :D

    Semoga dengan membalas komentar ini saya bukan termasuk yang tidak konsisten itu, Mas.

    BalasHapus
  25. ha..ha...satu lagi blogger yang "sedikit gila" yang saya temukan di jagad blogging di antara sekian banyak blogger waras yang hanya menulis tentang sampah tutorial...
    sekali lagi.salam kenal mas,senang sekali jika mas joko mau menerima uluran jabat tangan saya...

    BalasHapus
  26. Widodo:
    Dengan senang hati saya terima uluran tangan persahabatannya, Mas Widodo. Mari ikut-ikutan gila seperti Mas Erianto Anas di Blogernas. :D

    BalasHapus
  27. point 1 dan 2 mirip dengan saya. :p

    untung saya melihat komentar yang masuk. hehe soalnya saya juga memiliki blog lainnya yang lumayan engga ke urus

    BalasHapus
  28. Andi Sakab:
    Point 1 dan 2 juga sama, Mas Andi, mirip juga dengan blog ini. He He

    BalasHapus
  29. mungkin bisa ditambahkan.
    8 pemiliknya SOK nggurui dan merasa LEBIH dan menganggap REMEH orang (pemilik) blog lain, dan tidak pernah merasa dulunya belajar itu bagaimana

    Tanpa menyebutkan nama pemilik wajar saja PENGARANG/PENYAIR juga pake nama SAMARAN malah kadang nggak mau nyebut namanya....malah jadi TERKENAL.

    BalasHapus
  30. Pikir saya akan komentar dan mengatakan tema rapi, apakah Anda membuatnya sendiri? Benar-benar luar biasa!.

    BalasHapus
  31. Tuhanpun tidak melarang Makhluknya untuk memiliki blog. Ini hanya perkara bisa atau tidaknya menghargai orang lain, mau sampah dsb, semua tergantung sang penilai, ini adalah era kebebasan.

    BalasHapus
  32. d_boo:
    Anda sangat demokratis. Terima kasih, ya sudah mampir. :)

    BalasHapus
  33. Pretty nice post. Aku hanya tersandung pada blog Anda dan ingin mengatakan bahwa saya telah benar-benar menikmati browsing posting blog Anda. Dalam hal apapun saya akan berlangganan feed Anda dan saya harap Anda menulis lagi segera!

    BalasHapus
  34. Kalau menurut saya, blog yang ga diurus tiba-tiba sebulan bahkan lebih menghilang ga ada tulisan baru hehe

    BalasHapus