Kamis, 21 Oktober 2010

3 Alasan Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memonetasi Blog

Get paid bloggingKapan sebaiknya mulai memonetasi blog? Kapan waktu yang tepat? Ada yang bilang nanti jika trafik blog sudah ramai itulah waktu yang paling tepat untuk mulai memonetasi blog. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua, ada yang berpendapat lagi tak ada salahnya, kan sekali berlayar dua tiga pulau terlampaui? Betul juga, sambil mulai belajar ngeblog dan nulis sekalian pasang iklan saja di blog.

Tetapi ada yang berpendapat berbeda, saya ngeblog tidak untuk cari uang, hanya untuk menyalurkan hobi saya saja? Apa pendapat Anda? Tentu saja tak apa-apa dan sah-sah saja, kan Ngeblog Tanpa Tujuan demi uang, meskipun menurut saya kata-kata ini, maaf sedikit munafik kalau menurut saya.

Anda jangan gusar dulu dengan saya kalau kebetulan Anda termasuk blogger yang saya sebut terakhir, ngeblog bukan karena cari uang. Coba baca tulisan saya yang ini dulu "Benarkah, Personal Branding Seperti Lomba Burung?" Bukankah ngeblog sedikit mirip dengan lomba burung?

Kembali ke topik kapan waktu yang tepat untuk memonetasi blog. Kalau saya boleh berpendapat karena kebetulan blog ini berbahasa Indonesia maka waktu yang tepat untuk mulai pasang iklan di blog adalah sebagai berikut:

  1. Jika saatnya nanti Google Adsense untuk konten sudah support untuk konten berbahasa Indonesia.
  2. Saat PPC lokal sudah mulai lebih profesional dari yang sekarang ini. Tak suka mengubah TOS dengan seenak perutnya sendiri. Baca "AdsenseCamp Tidak Profesional?" Dan yang paling penting kalau menurut saya adalah jika muatan iklannya tidak terus nawari untuk cepat menjadi kaya mendadak dari internet seperti sekarang ini.
  3. Ada bisnis online lain selain pasang iklan PPC yang lebih mudah, tanpa banyak syarat dan cepat menghasilkan duit dari internet.


Anda punya pendapat lain tentang waktu yang paling tepat untuk memonetasi blog? Atau barangkali punya bisnis online paling gampang dan cepat menghasilkan duit? Silahkan kalau mau sharing dengan saya, terima kasih.


Sumber Foto: Get Paid to Blog


Bookmark and Share

12 komentar:

  1. Kalau situs desain luar, biasanya menggunakan Buy Sell Ads (BSA). Google adsense dan semacamnya cuma sampingan. Ada lagi carbonads, mirip-mirip BSA.

    BSA, pemiliknya masih orang desain juga. Selain mengatur iklan, dia sendiri masih nge-tweet berita-berita desain bagus. Idealismenya juga sama dengan maistream blogger/desainer. Jadi, kualitas tetap terjaga.

    Ini yang belum ada di Indonesia, sepertinya kita masih terpatok pada PR, Alexa, dst sehingga kontrol kualitasnya sendiri kurang. Termasuk kualitas iklannya sendiri. Saya ingat pernah buka situs tutorial komp lokal, pertama datang muncul popup kumpulblogger isinya iklan salep oles kejantanan, dst.

    Di sini berlaku GIGO, garbage in garbage out. Sampah setara dengan sampah, kualitasnya bakal sama-sama. Selama kualitas tidka membaik, blogger berkualitas pasti akan memilih menjauh dari iklan dan fokus pada branding situsnya saja.

    BalasHapus
  2. Kalau monetize ketika blog masih bayi saya kurang setuju kecuali hanya untuk belajar karena hanya akan menguntungkan pihak pengelola.

    Dulu pemikiran saya untuk memonetize blog berbahasa Indonesia adalah saat pengunjung cukup banyak, tetapi setelah saya coba buktikan sendiri dengan tehnik dan waktu yang saya pikir cukup, hasilnya tidak memuaskan. Banyak hal aneh yang pernah saya alami.

    Untuk saat ini saya sependapat dengan Mas Joko pada point 1-3. Kalau Mas Joko melihat iklan pada blog Link Sukses, itupun masih dalam tahap coba-coba itung-2 latihan nempelin script iklan (LOL)

    Terima kasih Diptara.

    BalasHapus
  3. Jeprie:
    Tentang iklan di Kumpul Blogger itu, ya saya juga terkejut waktu disodori iklannya sewaktu berkunjung ke sebuah blog. Iklan yang tentu saja membuat semua pria jadi tersenyum karena tawarannya. :D

    Karena tak ada pilihan iklan PPC yang menarik, saya mending tak milih saja, Mas Jeprie.

    Yuda:
    Kalau untuk eksperimen silahkan saja diteruskan Mas Yuda. Namun jangan lupa terus dievaluasi, jika earningnya tak setimpal saran saya (sekedar saran) ganti saja dengan jenis iklan lain, yang lebih enak dipandang. Tapi iklan jenis apa, ya? Saya juga belum nemu iklan sejenis PPC lokal yang menarik.

    Kalau menurut Mas Yuda iklan Google Adsense yang dimanipulasi agar bisa muncul di konten berbahasa Indonesia apakah kira-kira aman? Karena saya lihat banyak blogger yang melakukan cara ini.

    BalasHapus
  4. Sampai saat ini saya masih berusaha untuk mentaati TOS GA, bukan sok Idealis tetapi salah satu alasannya karena saya merasa lebih tenang.

    Mengenai GA yang dimanipulasi akan sangat beresiko diban-nya kenggotaan, dan sekali diblack list dengan salah satu identitas yang sama akan sulit kembali bergabung di GA. Memang kini banyak cara untuk bisa bergabung dengan GA tetapi lebih baik pelihara saja yang sudah berjalan normal.

    Alternatif PPC Indonesia? apa ya?...saya sendiri bingung Mas Joko, kita do'ain aja semoga GA bisa support bahasa Indonesia.

    BalasHapus
  5. Yuda:
    Terima kasih buat sharing pengalamannya, Mas Yuda. Ternyata sangat beresiko, ya? Sependapat, sebaiknya memang kita tak gambling dengan coba-coba melanggar TOS-nya. Sangat beresiko! Ya, kita berdoa aja semoga Google Adsense secepatnya bisa support bahasa Indonesia.

    BalasHapus
  6. Lebih Cepat Lebih Baik . . .

    Hanya saja saya tak pernah tau apakah iklan yang terpasang di blog saya benar2 sudah ada hasilnya atau belum.??? (bingung.com tak tau bagaimana cara nge-ceck dan ambil uangnya)
    Hehehe...wong ndeso

    BalasHapus
  7. ImamS:
    Lebih Cepat Lebih Baik, sayangnya kemarin kalah dalam Pilpres, Mas Imam. Ha...Ha....

    Podo, Mas. Saya juga wong ndeso je, yang baru belajar gimana cara cari duit di internet.

    BalasHapus
  8. 1. kalo monetise blog hanya untuk dipasang iklan GA atau PPC, hasil yang diperoleh masih terlalu sedikit dibandingkan dengan PTR, pak.

    2. Waktu yang tepat untuk monetise blog adalah mulai dari sekarang (kalau tujuan ngeblog adalah mencari uang).

    BalasHapus
  9. kalo memperhatikan 3 syarat di atas, sepertinya kesimpulannya untuk saat ini belum tepat waktunya :D

    BalasHapus
  10. seojaguars.com:
    Ya, Mas Onny PTR bayarannya bisa lebih gede dari PPC apalagi PPS (Pay Per Sale) bisa lebih besar lagi. Untuk PTR saya belum nemu yang cocok. Karena rata-rata bayarannya kecil semua, di bawah $10 per review. Mas Onny ada referensi PTR yang bagus?

    adin:
    Ya, betul, Mas. Saya masih belum nemu yang cocok.

    BalasHapus
  11. Pernah pasang PPC, tapi cuma bentar. Blog berat, dan penghasilan tak seimbang. :)

    BalasHapus
  12. Madjongke berpendapat lebih baik sambil berjalan. Nanti kalau sudah jadi blog populer akan banyak cara baru bermunculan.

    BalasHapus