Selasa, 23 November 2010

Apa Tujuan Anda Blogging?

Tujuan blogging

Mau pakai dalih apa pun, sebetulnya saya tetap tak percaya kalau ada orang yang bilang ngeblog tak ada tujuannya. Itu jelas-jelas bohong! Semua pasti ada tujuannya. Entah ngeblog sekedar ingin mengeluarkan unek-unek isi kepala, menyalurkan hobi, belajar menulis, sekedar ingin sharing, atau sekedar mau cari perhatian, narsis, ingin jadi terkenal dan lain sebagainya.

Apakah itu semua bukan sebagai tujuan?

Memang, tujuan akhir ngeblog tak melulu selalu karena cari uang, meski mohon maaf, sebetulnya kata-kata ini menurut saya sedikit munafik dan juga sebuah ironi. Mengapa munafik? Sebelum Anda membantah pernyataan ini saya persilahkan baca dulu artikel saya yang ini. Baca "Benarkah Personal Branding Seperti Lomba Burung?"

Dan mengapa pula saya sebut sebuah ironi? Karena, di luar sana betapa banyak orang miskin kelaparan tak bisa makan. Betapa banyak orang yang tak mau melewatkan waktu produktifnya sedetik pun untuk banting tulang siang dan malam cari duit sekedar untuk mencari sesuap nasi. Masak kita malah enak-enakan buang-buang waktu buat nulis di blog tanpa tujuan apa pun? Buang-buang duit untuk beli laptop dan berlangganan internet, yang prakteknya tak murah untuk orang kebanyakan?

Masih ada yang mau mengelak lagi?

Jika Anda menjawab "Tidak", yuk mari bersama-sama kita fokuskan tujuan blogging kita mulai dari sekarang, apa pun itu tujuan Anda.

Namun, bilamana Anda tetap kekeh menjawab Ngeblog Tanpa Tujuan, cepat segera close halaman blog ini dan lupakan kalau Anda pernah membaca tulisan ini! Karena, Anda sudah membuang-buang waktu Anda untuk membaca tulisan sampah yang samasekali tak berguna buat Anda.

Catatan:
Opini ini saya tulis karena saya tergelitik setelah membaca posting sahabat blogger saya, Mas Darin di artikel yang berjudul "Cheshire Cat is Right" dan sekaligus melanjutkan artikel saya sebelumnya, baca "Ngeblog Tanpa Tujuan, Buat Apa?" yang sempat menuai polemik pro dan kontra dari beberapa blogger lain.


Sumber Foto: Blogger Hell

Bookmark and Share

43 komentar:

  1. Tujuan saya nge-blog apa ya... Baiklah, Sebuah pengakuan....

    awalnya aku nge-blog hanya untuk bersenang-senang tapi ketika iklan2 ini ( http://imroee.wordpress.com/2010/09/22/penampakan-google-adsense-di-blog-imroee-wordpress-com/ ) tanpa sebab yang jelas nongol di blog saya, saya pun kabur dari wordpress ke blogspot. dan saat itu saya sudah tahu apa tujuan saya nge-blog.

    BalasHapus
  2. Ya, saya setuju jika personal branding adalah jalan untuk menuju monetisasi blog atau memperoleh penghasilan yang tinggi kelak (baik dari blog maupun dari dunia nyata).

    Kalau ada yang bilang tujuan ngeblognya untuk personal branding, saya rasa bukan berarti dia munafik. Toh dia pasti ingin membentuk karakter dan nilai (value) dirinya terlebih dahulu sebelum nanti menjual citranya yang telah terbentuk tersebut untuk memperoleh penghasilan.

    Jadi, esensinya bukan pada masalah apakah tujuannya untuk personal branding atau duit. Namun lebih pada bagaimana ia berproses untuk memperoleh penghasilan dari blognya kelak.

    BalasHapus
  3. ciwir:
    Kenapa, Mas? :D

    ImRoee:
    "Saya sudah tahu apa tujuan saya nge-blog."
    Harusnya, ya memang begitu, Mas.

    iskandaria:
    Betul, Mas Iskandaria. Dan blog ini termasuk salah satu contohnya yang masih berproses tersebut.

    BalasHapus
  4. saya ngeblog untuk apa yaa???
    untuk menyalurkan hobi, cari temen walau didunia maya...trus sharing2 aja...

    BalasHapus
  5. Aming:
    Terima kasih untuk jawaban jujurnya, Mas Aming. Keep and happy Blogging! :D

    BalasHapus
  6. kalo aku sih, ngeblog itu utk berbagi informasi dgn siapa pun,plus tambah wawasan toh akhirnya jg kita bs tambah tmn meskipun gak bs ngliat muka mreka langsung...
    daripada punya musuh, mending byk tmn kan???

    BalasHapus
  7. soal munafik memang banyak blogger yang munafik...
    koar-koar katanya ngeblog untuk berbagi,nyatanya komentar di moderasi,bagaimana bisa di katakan berbagi jika tidak mau mendengar pendapat orang lain?...
    koar-koar ngeblog untuk belajar,tetapi ketika menerima kritikan emosi naik 600derajat,bagaimana bisa belajar kalau tidak mau melihat penilaian orang lain?

    jika tidak siap menerima perbedaan dan pendapat orang lain,itu bukan berbagi namanya,tapi buang sampah bernama artikel..

    dan masih banyak lagi blogger munafik lainnya...dan masih banyak juga blooger yang tidak siap dengan perbedaan,tapi kembali lagi ke tujuan awal blogging juga sih...

    BalasHapus
  8. kalimat di bawah ini saya kutip dari artikel beberapa hari yg lalu di blog ini dan menurut saya agak bias,boleh di bilang hanya mencari aman saja ..:

    "Tema blog campur aduk, tak spesifik atau tidak ada hubungannya samasekali dengan lingkaran profesi, pendidikan dan hobi dari bloggernya"

    justifikasi yg ngawur,karena saya juga tidak melihat hal itu di sini,blog ini juga campur aduk,tak spesifik...

    tapi saya sudah bisa menduga,anda pasti akan menjawab "karena itu sesuai dengan lingkaran profesi dan hoby saya" ..jawaban yang mencari aman serta pernyataan yang sekedar mencari aman...

    lalu juga terjadi ketidak konsistensi narablog pada pernyataan ini :
    "Posting blognya tak banyak, tidak teratur dan sangat jarang update"
    karena blog ini sendiri juga hanya terdapat 8 artikel update di bulan agustus,2 artikel di bulan september,oktober hanya 9 artikel,november menjelang akhir bulan 5 artikel....

    inti yang saya tangkap,ternyata semua blogger mempunyai penyakit sama,penyakit "sok tahu..."

    tapi seru juga ketika saya membaca diskusi di artikel itu...

    BalasHapus
  9. klo saya ngeblog buat ikut PPC kliksaya. Traffic saya 300 visitor per bulan kliknya sekitar 10 klik per hari, goal saya ingin dapet income PPC sama dengan UMR. Pak Joko nggak buat facebook fanspage untuk blog diptara ? seperti punya saya udah hampir 5000 fans bisa untuk dongkrak traffic seperti punya mario teguh punya 2 juta fans sehari dapet 1000 komen.

    BalasHapus
  10. @hendra>> blog yang mana mas? saya tidak melihat widget pencatat traffic di blog sampean mas..
    bahkan kalau boleh mengutip dari blog ini,ke 3 blog sampean malah terkesan seperti kuburan dunia maya...
    dan saya juga tidak melihat iklan PPC dan PTC di blog anda...
    wah..ngibul nih orang...
    #pro-motivation
    #blogging formula
    #panduan marketiva

    BalasHapus
  11. penghuni60:
    Tentu, kita pasti milih banyak teman ketimbang banyak musuh.

    widodo:
    #Komentar Anda yang tajam, lugas tanpa basa-basi dan tidak suka menjilat itu sudah menunjukkan bahwa Anda bukan contoh blogger yang suka munafik tersebut.

    #Terima kasih buat kritikannya, Mas. Kritik Anda saya terima. Komentar yang seperti ini yang saya harapkan agar bisa jadi penyeimbang dan instropeksi diri saya supaya kedepan bisa menulis lebih baik lagi.
    Dan tentang justifikasi Anda bahwa semua blogger mempunyai penyakit sama, penyakit "sok tahu..." Tanggapan saya, jangan digeneralisasi lah, Mas. Nanti ada yang tidak terima, lho.

    hendra community:
    Terima kasih sarannya, Mas Hendra. Tapi saya merasa belum tepat untuk buat Fan page blog untuk saat ini. Alasannya, karena saya belum mampu untuk mengelolanya. Dulu alasannya pernah saya tulis di artikel ini Mengapa Perlu Fans Page Blog?

    Widodo:
    Anda kritis sekali, Mas. Komentar pun tak luput dari sasaran kritik juga. He...He... Saya malah belum memperhatikan blog-blog yang disebut oleh Mas Hendra itu.

    BalasHapus
  12. mas joko >> ..ha..ha...salam kenal mas..
    tingkat emosi mas cukup stabil..pancingan kata2 "sok tahu" di tanggapi sangat dingin dan nikmat...
    jujur saya juga suka dengan artikel mas Joko,tadi saya sempat membuka lemari arsip blog sampeyan,tajam..kritis..juga menghargai perbedaan...dan penguasaan perbendaharaan kata mas Joko cukup luas,lain hal dengan saya..basic saya jalanan,sulit untuk berbasa-basi...

    tapi saya menikmati pilihan saya untuk tidak berbasa-basi,dan mau tahu resiko yg sering saya terima?..di caci..ha...ha..ha....

    BalasHapus
  13. Widodo:
    Salam kenal juga, Mas Widodo. He He Saya juga orang dari Jatim, Mas. Kota kelahiran saya di Lamongan. Pernah tinggal 10 tahun di kota Surabaya, 6 tahun di Malang dan 2 tahun di Sidoarjo jadi kulturnya hampir sama dengan Mas Widodo, seperti mayoritas orang Jatim yang tak suka dengan basa-basi.

    Dengan menulis di blog artinya kita harus siap untuk menerima perbedaan pendapat, dikritik bahkan dicemooh oleh orang lain. Beberapa kali sempat juga ada kritik seperti Lempar Batu Sembunyi Tangan (anonim) mampir juga di blog ini. Dan itu sudah cukup membuat saya harus belajar banyak bagaimana seharusnya menyikapi sebuah perbedaan. Menyikapi sebuah kritik.

    BalasHapus
  14. Rencananya sih mau memperoleh penghasilan tetap dari situs sendiri. Tapi, saat ini saya masih bingung dengan proses monetisasinya. Sekarang saya banyak menggunakan blog untuk menyimpan inspirasi pribadi dan sekaligus sharing.

    Ini terasa kemarin pak. Harddisk saya jebol, tapi karena inspirasi desain banyak tersimpan di situs, tidak ada masalah besar buat saya.

    @Hendra: "Traffic saya 300 visitor per bulan kliknya sekitar 10 klik per hari,"

    300 orang pengunjung per bulan berarti perhari 10 orang. Setiap orang klik 1x, berarti rasio pengunjung/klik 100%. :] Hebat juga bisa begitu ya.

    BalasHapus
  15. Jeprie:
    Kalau tentang monetisasi blog, sama juga, Mas Jeprie. Saya juga belum nemukan niche bisnis apa yang cocok buat blog saya ini. Beberapa alasannya beberapa waktu yang lalu pernah saya ulas di artikel 3 Alasan Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memonetasi Blog.

    Itulah salah satu keuntungannya kalau kita nyimpan di banyak tempat. Jika data hilang tidak hilang semuanya.

    Tentang situs Mas Hendra. Kalau rasio kliknya sampai 100% apa tidak malah berbahaya? Misal jika terjadi pada Google Adsense bisa langsung dibanned itu, karena dianggap klik tak wajar.

    BalasHapus
  16. mungkin harus rajin blogwalking biar trafficnya bisa naik lagi.

    @widodo : blog (bukan PTC) PPC PR3 alexa 700.000 memang tdk saya tampilkan takut click fraud, ke3 blog saya bukan blog kuburan karena setiap posting saya share di fanspage sekitar 100 visitor yg masuk. setiap share difanspage.

    BalasHapus
  17. hendra..>> tampilkan dong blog anda yang katanya ber PR3 dan ber-rank 700.000,biar nggak terjadi miss,kalau cuman omong doang saya juga bisa..
    bisa saja saya bilang blog saya berPR8,rank 10.000,tapi saya tidak pernah bisa nunjukin blognya,sama juga bodoh...
    taruh saja url di sini,mas Joko pasti berkenan jika blognya di jadikan tempat menaruh link sperti ini :
    facebooker jablay ...
    ha,,ha,,,ha,,,,

    BalasHapus
  18. wah pak joko apakah widodo ini teman online apakah ofline. Kok semua blogger di serang dengan kritikan apakah dia seorang HACKER yg membahayakan??? posting aneh tentang fanspage saya terus untungnya sempat marah2 karena ngeklik www.hurr-durr.com

    BalasHapus
  19. hendra..>>> berarti anda tidak memperhatikan komentar sebelum anda..saya baru kenal mas joko kemarin malam...teliti sedikit dong sob...

    BalasHapus
  20. Mas Joko,
    Tujuan saya sampai dengan saat ini, blog hanya digunakan sebagai pembunuh waktu. Naif?
    Saya memilih blog karena bekerja jauh dari keluarga. Dari pada mikirkan yang ndak-ndak, mendingan mikirkan materi postingan, kerja otak jadi sehat.
    Monetasi?
    Suatu saat nanti waktunya akan tiba :D

    BalasHapus
  21. Hendra Community:
    Mas Hendra, kritik itu juga perlu sesekali untuk penyeimbang. Anggap saja itu seperti minum jamu, pahit rasanya namun khasiatnya sangat bermanfaat buat kita. Kalau saya mending dikritik langsung daripada di depan berlaku manis tapi di belakang ngrasani saya.

    Jadi, agar Mas Hendra tidak terus dikritik dan dituduh bohong saran saya sebaiknya ditunjukkan aja sebagian screenshoot blognya. Kalau takut dengan click fraud, ya link blognya diblur atau sembunyikan aja.

    Widodo:
    Mas Widodo, please mohon disudahi, kasihani tuh Mas Hendra jangan duhujani kritik terus. :D

    Aldy~PF:
    Bukan naif, juga bukan membunuh waktu, Mas Aldy tapi itu mengalihkan perhatian dengan blogging agar tidak punya hobi yang aneh-aneh. Maklum, cobaan orang yang jauh dari istri atau keluarga itu kelewat gede. Saya juga pernah mengalaminya selama 5 tahun jauh dari istri. He...He....

    BalasHapus
  22. Saya tidak menyanjung Hendra, Pak Joko. Saya juga heran dan merasa tidak mungkin bisa sampai 100% pengunjung klik iklan.

    Saya saat ini punya sekitar 300 pengunjung dengan 1000+ page view per hari dan sepertinya tidak ada seorang pun yang mau klik iklan. Jadi makin penasaran....

    BalasHapus
  23. Jeprie:
    Kalau blog ini masih kalah jauh dengan Desain Digital, terlebih page viewnya karena rata-rata pengunjung perharinya masih di kisaran 250 orang dan page viewnya masih kurang dari dua kalinya atau sekitar 400-an.

    Dulu, saya sempat pasang banner MLM tapi sama, jarang sekali yang ngeklik jadi akhirnya saya copot kembali karena tak membuahkan hasil.

    Dan untuk Mas Hendra, nah, kan makin banyak saja yang tak percaya dengan data statistik blog sampean.

    BalasHapus
  24. Ngeblog ya ngeblog aja
    mau bertujuan apa ya ngga apa2
    yang penting ngga merugikan orang lain. Bahkan kalo bisa menguntungkan orang.

    BalasHapus
  25. trafik saya 300 visitor per hari bukan perbulan jd ralat salah tulis, klo 300 per bulan perhari 10 visitor dan hasilin 10 klik, makanya kok semua pada bilang rasio 100%. Rasio saya sekitar 1% saya menyetting layout di bawah judul blog ada iklan dan di bawah readmore trus banner melayang. jadi sekitar 10 klik per hari, hari ini 16 klik, pageview bulan kemaren 39.000 saat ini mencapai 42.000 rata2 pageview per hari 1.500 income per hari Rp 3.000 jadi butuh usaha 10 kali lipat lagi untuk berincome menyamai UMR

    komen saya di sini sebenarnya cm mau sharing supaya ada yg bantu kasih tips ningkatin traffic.

    Trus yang mau saya sharing membuat blogging dengan menggunakan fanspage apakah merupakan fenomena baru yg bisa mengalahkan script wordpress org.yang terkenal hebat plugin SEO nya contohnya fanspage mario teguh setiap posting wall. artikel komen nya rata2 seribu orang sedangkan blog traffic terbanyak yg saya tau jokosusilo.com coment nya sekitar 200 orang

    BalasHapus
  26. @Hendra: Jumlah komentar tidak jadi takaran kepopuleran sebuah situs. Bisa berbeda, tergantung pada budaya juga.

    Misalnya, di komunitas desain pengunjung jarang berkomentar tapi lebih suka share, terutama twitter. Di blog lokal, orang lebih suka berkomentar/berdiskusi tapi ga suka share.

    Kalau di lokal, setahu saya yang paling banyak komentarnya situs motor http://triatmono.wordpress.com. Komentarnya bisa sampai 500. Dia sudah punya komunitas sendiri, plus postingnya berkualitas dan selalu rutin.

    BalasHapus
  27. Itik Bali:
    Oke, Mbak Itik Bali. Take easy aja, yang penting tak merugikan orang lain dan kalau bisa menguntungkan.

    Ini tujuan juga, nggak, ya? :D

    hendra community:
    Kalau tentang banyaknya comment, sama seperti pendapat dari Mas Jeprie. Tidak bisa dijadikan ukuran, Mas Hendra. Budaya di blog beda dengan di FB. Pengunjung yang berkomentar di blog itu mayoritas hanya blogger, bukan pengunjung umum. Dan jika menghendaki banyak yang klik pada iklan PPC maka datangkan sebanyak-banyaknya unique visitor dari Search Engine yang biasanya kurang bisa membedakan mana content dan mana iklan sehingga timbul klik.

    Kalau pertanyaannya bagaimana cara menaikkan trafik maka istilah Content is King masih tetap relevan sampai kapan pun untuk menaikkan trafik blog, Mas Hendra.

    Jeprie:
    Saya baru dengan blog motor itu, Mas Jeprie. Luar biasa sampai 500 komentar. Berarti sudah bisa dikira-kira berapa jumlah pengunjungnya itu setiap harinya. Bisa dalam angka ribuan itu.

    BalasHapus
  28. Wah, banyak sahabat2 senior saya pada diskusi di sini rupanya.

    Saya sependapat dengan Mas Iskandar mengenai personal branding yang merupakan salah satu jalan untuk menuju monetisasi dimasa yang akan datang. Kenapa? Justru narablog yang tidak memonetize blognya saat ini kemungkinan akan memiliki reputasi yang sangat baik dengan berbagi informasi melalui blog yang ia bangun.

    Setelah itu saya pikir keuntungan dapat datang melalui reputasi yang telah dibentuk sejak lama walaupun keuntungan tesebut bukan melalui blognya yang sekarang kita lihat.

    Saya do'akan semoga Mas Joko menjadi salah satunya, tapi jangan lupa teman lama ya :)

    BalasHapus
  29. Yuda:
    Lha, Mas Yuda juga termasuk blogger senior juga di sini, kan? HeHeHe. Betul, Mas Yuda. Yang namanya rejeki tak akan lari kemana. Kalau kita sudah membangun branding yang kuat dan banyak berbagi ilmu, sebagai gantinya Tuhan akan memberi rezeki buat kita. Saya percaya itu.

    Amin. Terima kasih buat doanya, Mas Yuda.

    BalasHapus
  30. Tampaknya bola salju ini akan terus menggelinding :D

    Apa yang saya tulis di postingan kala itu bisa jadi menggelitik blogger2 lain juga seperti halnya Pak Joko. Dan memang, saya agak 'liar' dalam menuangkan opini, jadi kesan bias sering muncul. Padahal yg saya suarakan adalah rentetan pemikiran, bukan sesuatu yang fix.

    Saya juga ngga munafik dan cepat atau lambat saya jg akan terjun ke monetasi blog, karena saya yakin disana ada sesuatu yg menjanjikan, sesuatu yg lebih memberi 'alasan kuat' tuk memperjelas passion dalam blogging.

    Pada akhirnya, yeah, waktu jua lah yg berbicara, betul begitu Pak Joko? :D

    BalasHapus
  31. Saya blogging pada awalnya hanya pengen nulis dan punya blog aja.

    Tapi semenjak 1 tahun yang lalu blogging baginya udah menjadi hobi yang harus di manfaatkan.

    Ya... dan akhirnya sekarang internet udah menjadi uang jajan tambahan buat saya.

    BalasHapus
  32. Darin:
    Betul, Mas Darin. Sudah tinggal selangkah lagi kita. Sedikit saya mengutip dari blognya Mas Fadly Muin: "Jangan Mau Ngga Bisnis Selamanya!"

    Danu Akbar:
    Wah, bagus itu berarti, Mas Danu. Artinya uang jajan sudah bisa dikurangi dan ndak nodong ke orang tua lagi. :D

    BalasHapus
  33. saya buat blog juga karena senang aja belum terpikir untuk cari tambahan jajan ,habis belum tahu caranya ,kayaknya enak punya blog 'mili duit'.tapi saya masih baru belajar belum mahir.kayaknya boleh dong tuleran link biar mudah berkunjung, boleh ? aku pasang duluan ya dan salam kenal. asal tahu aja blog saya lagi sakit.

    BalasHapus
  34. saya sendiri di awal punya blog hanya untuk duit.
    tetapi setelah setahun berjalan tak sepeserpun saya dapatkan. ternyata personal branding itu yang paling utama.
    kalau kt sudah dikenal orang dan punya pengaruh yang baik pasti blog kita pun ikut2an terkenal
    thanks mas atas artikelnya.

    BalasHapus
  35. Maria:
    Sama, Mbak saya juga masih belajar dan saya rasa proses belajar itu tak mengenal kata berhenti.

    Wah, saya malu, Mbak kalau diajak tukar link dan blog saya harus mejeng dijejerkan dengan blog-blog yang berpagerank 3 dan 4 di blogroll Anda

    Periapan AWAL $1000/bulan:
    Sabar, akan tiba saatnya nanti $1000/bulan benar-benar jadi kenyataan asal Anda ulet dan terus berusaha. Keep spirit!

    BalasHapus
  36. thanks artikelnya, memang benar segala sesuatu hal pasti mempunyai tujuan, niat yg sekecil apapun itu merupakan suatu tujuan, salam kenal

    BalasHapus
  37. Abd Gani:
    Ya, mesti ada tujuan. Mosok tidak? :D Terima kasih sudah mampir. Salam kenal kembali, Mas.

    BalasHapus
  38. Salam kenal Mas, saya tertarik dengan tulisan Mas Joko ini. Saya masih belajar ngeblog juga Mas, yang ingin saya tanyakan apakah belajar ngeblog juga bisa di kategorikan dalam sebuah tujuan? thanks sebelumnya.

    BalasHapus
  39. Tedi:
    Tentu saja bisa, Mas. Belajar adalah tujuan juga. Karena belajar adalah sarana untuk meraih tujuan2 selanjutnya. Salam kenal juga

    BalasHapus
  40. Terima kasih Mas. Saya jadi tambah bersemangat nih :D

    BalasHapus
  41. Kalau saya untuk saat ini masih berkutat untuk mempromosikan dan mengembangkan usaha saya agar banyak dikenal oleh pengguna internet

    BalasHapus
  42. iseng iseng gak tau kesiapa mau curhat... kalo galauuuuuu

    BalasHapus