Sabtu, 17 April 2010

Benarkah, Personal Branding Seperti Lomba Burung?

Personal BrandingMenulis di blog atau istilah populernya menjadi blogger tidak selalu bertujuan untuk cari duit di internet. Ada yang bilang lagi katanya ngeblog baik untuk Personal Branding, untuk Pencitraan diri, makanya ada yang mendengungkan ini sebagai salah satu tujuannya untuk ngeblog. Terlepas saya juga seorang blogger, kata-kata ini bisa jadi adalah benar, meskipun menurut pendapat saya, ini sedikit Munafik. Mengapa? Karena semuanya, toh pasti akhirnya UUD (ujung-ujungnya duit). Anda tidak percaya? Silahkan kalau ada yang berbeda pendapat, tidak percaya atau berniat membantah pendapat saya ini. Tapi cerita berikut ini mungkin bisa sedikit menjadi penjelasannya.

Suatu waktu ketika saya masih tinggal di kota Malang, saya pernah ngobrol dengan seorang kawan saya yang kebetulan adalah seorang penghobi burung. Kawan saya ini gemar sekali mengikuti kontes lomba burung. Dalam benak saya yang awan tentang lomba perburungan, saya berpikir lomba burung itu juga sama seperti lomba-lomba pada umumnya. Peserta tertarik ikut lomba pasti karena tertarik dengan hadiahnya.

Tapi ternyata dugaan saya salah. Bukan hadiah yang hendak dicari, tapi ternyata hanya piagam penghargaan dan pengakuan serta publikasi bahwa burungnya adalah burung juara dari orang-orang yang berkompeten dalam hal perburungan, yaitu juri lomba dan pesertanya, sesama komunitas penghobi burung. Ternyata itu yang menjadi tujuannya.

"Hanya itu?" Tanya saya setengah tak percaya. Terlebih saat tahu hadiahnya hanya sebuah sepeda gunung dan hanya sebuah TV 21 inch yang harganya hanya sejutaan, tak semahal harga Netbook atau ponsel Blackberry dan smartphone canggih terkini.

Akhirnya kawan saya kemudian menjelaskan, hadiah memang bukan tujuan utamanya, tapi kalau burung sudah mendapat piagam penghargaan dan dinyatakan juara, itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi sang pemiliknya. Dan ujung-ujungnya, harga jual burung akan langsung meroket berlipat-lipat jika hendak dijual. Inilah tujuan akhirnya yang saya katakan UUD tadi. Ujung-ujungnya pasti duit.

Dan kisah lomba burung tersebut mungkin bisa saya ibaratkan seperti orang ngeblog. Seorang blogger boleh saja berkilah ngeblog tidak untuk cari duit di internet, hanya menjadi Kolumnis untuk Personal Branding tapi, toh semua pada akhirnya pasti ujung-ujungnya duit. Dan lomba burung tadi saya rasa sudah cukup mewakili serta bisa menjelaskan arti gramatikal Personal Branding dalam ngeblog seperti yang sudah saya sebutkan muka tadi.

Atau apakah Anda punya makna lain tentang arti gramatikal pada kata Personal Branding dalam blog?

Satu pertanyaan saya: Jika blog Anda sudah menjadi sangat tenar di dunia maya, dan Anda sudah menjadi blogger seleb, apakah Anda sanggup menolak datangnya duit dari efek keterkenalan Anda di internet?



Bookmark and Share

9 komentar:

  1. Uang dan ketenaran adalah efek dari personal branding yang sukses. Ini tidak bisa kita pungkiri. Saya pribadi nggak mempermasalahkan mereka yang all out membangun branding untuk tujuan bisnis online.

    BalasHapus
  2. Saya nggak mangkir bahwa tujuan ngeblog saya memang ujung-ujungnya adalah duit. Tujuan saya jadi tenar, supaya nanti saya bisa memanfaatkan nama saya untuk cari penghasilan.

    Tapi sekarang ada yang menarik perhatian saya. Efek samping dari tenar ternyata adalah kehilangan privacy, dan justru itu yang tidak saya sukai. Nampaknya uang bukan lagi tujuan saya, karena saya lebih bahagia dengan hidup tanpa kekhawatiran bahwa setiap sisi kehidupan saya diawasi oleh orang lain.

    BalasHapus
  3. nice post juragan....gw spendapat ma posingan situ...

    BalasHapus
  4. Agus Siswoyo: Setuju jadikan tujuan Personal Branding sebagai target awal dulu. Uang dan ketenaran sebagai efek samping dan bonus.

    Vicky Laurentina: Saat kita sudah menjadi tenar, sesuatu yang merupakan privacy kita adalah komoditi yang bisa dieksploitasi oleh orang lain. Suka atau tidak suka, Mbak Vicky.

    blanknnet: Terima kasih sudah mampir dan beri komen.

    BalasHapus
  5. Personal Branding/Blog Branding/ pencitraan,saya tdk sepenuhnya setuju spt lomba burung,Blog/Personal Branding saya umpamakan seperti Works Accomplishment/Academic Achievement kalau dalam menulis Curiculum Vitae. he, sukses mas joko

    BalasHapus
  6. Nah, ini pendapat yang saya tunggu-tunggu. Terima kasih, Mas Lintang sudah menyampaikan pendapatnya. Dan meski kita tidak sependapat, tapi saya tetap hargai

    BalasHapus
  7. @Mas Yuda, santai aja hehehe, biasa beda pendapat, sengaja kok, hihihi

    BalasHapus
  8. Contoh lainnya gemana ya pak? Apakah misalnya: seorang Romi Satria Wahono menulis konten yang menginspirasi di blognya. Entah direncanakan untuk sepopuler sekarang atau tidak. Lalu karena tulisannya itu, beliau diundang sebagai pembicara dimana-mana. Lalu tidak boleh dibayar? Atau menolak dibayar/memasang tarif? :)

    BalasHapus
  9. Pertanyaan retorik saya yang ada di akhir artikel itulah nanti yang akan menjadi pertanyaan sekaligus jawabannya, Mas Dani.

    BalasHapus