twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Minggu, 15 Agustus 2010

Apakah Cinta Itu Porno?

Pemblokiran situs pornoApakah Anda termasuk yang sudah mendengar kabar tentang pemblokiran situs porno di negara kita? Bagaimana kalau menurut pendapat Anda? Kalau saya boleh beropini, sebetulnya niatnya baik. Ada baiknya kita patut turut mendukungnya, karena ini demi kebaikan kita bersama.

Kalau Anda adalah para orang tua yang sudah punya anak yang mulai beranjak dewasa, bagaimana jadinya kalau tiba-tiba tahu anak Anda yang belum saatnya melihat tontonan khusus dewasa tiba-tiba melihat tayangan porno tersebut di internet? Bagaimana jadinya? Makanya, kita patut mendukung itikad baik ini demi masa depan generasi muda kita.

Tapi yang membuat saya tidak habis pikir dalam realisasinya mengapa KOMINFO blokirnya sangat ngawur. Beberapa layanan internet yang tidak ada unsur pornonya pun ikut juga diblock. Dari mulai iklan di Detik, Kompas, Adsense, sampai layanan blogger seperti blogspot dan picasa sulit sekali diakses. Dan parahnya, situs yang tidak ada unsur pornonya pun dihantam kromo ikutan diblokir semua. Jangan-jangan tulisan ini pun akan diblokir pula karena mengandung kata kunci porno di dalamnya. Bah!

Sudah seminggu ini koneksi internet saya pun ikut terkena getahnya. Menjadi sangat lemot akibat filtering atau blokir memblokir ini. Padahal, saya menggunakan Flash Telkomsel yang terkenal jaringannya paling kuat dan luas seantero nusantara. Dan akses internet saya juga dari kawasan Malioboro Jogja yang hampir sinyal semua operator kuat dan kenceng di lokasi saya dikarenakan sudah sinyal HSDPA. Saya sampai bolak-balik ganti modem dari Telkomsel ke AXIS sekedar memastikan apakah ada yang salah dengan jaringan saya, seperti keluhan saya pada AXIS pada bulan Mei lalu.

Topik blokir memblokir internet ini sampai dengan tulisan ini saya tulis masih cukup ramai diperbincangkan kawan-kawan saya di milis Telematika. Berikut salah satu petikan email dari salah seorang kawan yang mengeluh karena situs yang sering dikunjunginya tiba-tiba diblokir oleh ISP (Internet Service Provider) akibat instruksi pemblokiran yang diwajibkan oleh KOMINFO.



Re: [Telematika] Re: It's blocked
From: as <as@jmn.net.id>
To: Telematika@yahoogroups.com

Pokoknya yang mengandung Love dihajar habiis.. :-)

On Sat, 2010-08-14 at 10:49 +0000, irf1n wrote:
> Oh... i'm touched. Dan semoga para teknisi yg ngeblok situs http://www.lovepoemsandquotes.com/ juga tersentuh utk segera memperbaiki ya hehe. Klo ga males tar malam nilpon CS nya telkomsel minta disampain ke bagian teknis utk dibuka aksesnya. Btw situsnya klo diakses tertulis:
>
> ACCESS IS DENIED DUE TO SECURITY POLICY ENFORCEMENT
>
> ada hubungannya ma SECURITY ya? SECURITY moral kah? wkwkwk lebay
>
>
>
>
> --- In Telematika@yahoogroups.com, as <as@...> wrote:
> >
> > On Sat, 2010-08-14 at 09:45 +0000, irf1n wrote:
> > > napa kok http://www.lovepoemsandquotes.com/ diblok oh operatorku (Telkomsel) ???
> > >
> > >
> >
> >
> > Love is a mirror
> > it sees and reflects back...
> >
> > It even has the ability
> > to show you sides of yourself
> > that you never knew existed...
> >
> > And if love is true
> > every side is your best side.
> >
> > - ZaMar Mbatha -
> >
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links


Apa iya hanya gara-gara memuat kata "Love" URL-nya dianggap sebagai situs porno terus diblokir? Pertanyaan saya: Apakah Cinta Itu Porno? He...He....

Sumber Foto: website-blocker


Bookmark and Share

Rabu, 11 Agustus 2010

Jika Terpaksa Menipu, Menipulah Dengan Cara Kreatif dan Cerdas

SOSMungkin Anda sudah terlalu bosan menerima SMS yang mengaku-ngaku dari operator yang mengabarkan Anda mendapatkan hadiah uang tunai atau mobil. Tapi tunggu dulu, rasanya para pelakunya tak pernah bosan-bosannya mencoba menipu dengan modus usang seperti itu. Memang, semakin murahnya tarif SMS sekarang ini, dampak negatifnya adalah membuat orang-orang tertentu mencoba keberuntungannya dengan coba-coba menipu lewat SMS.

Dan kemarin dalam sehari saya terima dua SMS. Yang satu mengaku dari Telkomsel mengabarkan kalau saya dapat hadiah mobil Suzuki APV. Sementara ponsel saya yang satunya lain lagi, sebuah SMS lagi-lagi, tapi yang ini mungkin benar atau tak menipu, mengaku katanya dari bank asing yang cukup terkenal menawarkan sebuah kredit cukup menggiurkan karena tanpa agunan.

Masih terkait dengan maraknya pengiriman SMS itu, pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 lalu ponsel istri saya juga menerima SMS dari nomor 087842322963. Sebuah nomor yang juga tak dikenal. Saya jadi tersenyum geli sewaktu istri saya menyuruh saya membacanya. Meskipun kabar yang disampaikan sebuah kabar sedih tapi tak urung tetap saja saya tak bisa menahan tawa saya karena saking lucu dan konyolnya. Kenapa? Karena SMS-nya mengabarkan tentang permintaan tolong konyol, yaitu minta bantuan isi pulsa karena ada seorang teman yang katanya lagi sakit dan membutuhkan pertolongan.

Berikut bunyi dari pesan singkat dalam SMS-nya:


"Sy YANTI, mnt tlg krmkn pulsa ke No. 085294176959 Brpa aja buat hub keluarga tmn sy,yg kecelakaan di tengah hutan, kondisinya sangat kritis, sblmnya trima kasih."


Mungkin daftar pertanyaan di bawah ini bisa jadi penegasnya apakah ini minta tolong sungguhan, ataukah memang hanya sekedar menipu:
  • Jika benar butuh pertolongan mengapa tak minta dikirimi bantuan Tim SAR saja, kenapa malah minta pulsa?
  • Mengapa orang yang mengaku Yanti tersebut tak langsung SMS saja ke keluarganya agar dihubungi saja?
  • Atau apa karena keluarga korban tak punya ponsel dan hanya punya telpon rumah saja sehingga tak bisa terima SMS?
  • Jika jawaban terkait pertanyaan di atas adalah "Ya", jaman sekarang bukankah agak aneh kalau ada sebuah keluarga punya telpon rumah (PSTN) tapi tak satu pun ada yang punya ponsel di rumahnya. Betul tidak?

Gimana kalau menurut pendapat Anda? Apa Anda tidak ketawa juga membaca SMS-nya? Atau jangan-jangan saya yang terlalu berburuk sangka?

Hem, sama seperti tulisan saya tentang spammer bernama Rina Indria dulu, jika Anda terpaksa menipu, menipulah dengan cara-cara yang lebih kreatif dan cerdas. Oh, mungkin cara di atas termasuk kreatif karena berbeda dengan cara-cara menipu umumnya. Tapi sayangnya, kreatif yang seperti ini masih kurang cerdas untuk menipu orang bodoh seperti saya.

Sumber Foto: SOS



Bookmark and Share

Sabtu, 07 Agustus 2010

3 Cara Melindungi Artikel Blog Anda Dari Copas

Semakin menjamurnya blog dan banyaknya informasi yang tersedia di internet membuat kita hampir tak ada informasi satu pun yang tidak bisa ditemukan di internet. Karena semua informasi tersebut sangat melimpah tersedia di internet. Tentu fakta ini bagi blogger atau pencari informasi di internet membuat jadi mudah untuk mencari bahan tulisan buat artikel, paper atau keperluan karya tulis lainnya, tak terkecuali untuk dimuat kembali di internet sebagai posting di blog. Namun sayangnya, atmosfir ini membuat orang-orang tertentu menjadi malas berkreatifitas dan lebih senang mencopas artikel orang lain daripada berpikir dengan membuat artikel sendiri.

Tanpa berniat untuk menyombongkan diri, sekedar sebagai bukti saja kepada Anda, bahkan saya sudah tak ingat lagi sudah berapa banyak artikel saya yang dimuat di blog ini telah dicopas diam-diam oleh blogger lain. Baik yang mau mencantumkan sumbernya, maupun yang tanpa rasa pekewuh (sungkan) kepada saya dengan mengklaim diri sebagai miliknya. Baca Getah Kepopuleran.

Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah menulis di blog ini tentang Cara Elegan Mencopas Artikel Orang Lain. Kalau Anda tertarik ingin menerapkan cara-cara mencopas yang elegan, saya persilahkan Anda membaca artikel tersebut.

Dan untuk kali ini saya akan sedikit berbagi tips bagaimana mencegah artikel kita agar tak mudah dicopas oleh orang lain di internet. Cara-cara ini memang tak bisa menjamin seratus persen aman, namun setidaknya bisa sedikit menghambat tindakan plagiat yang akan dilakukan oleh orang lain terhadap artikel di blog Anda.

Berikut adalah 3 Cara Melindungi Artikel Blog Anda Dari Copas:

1. Memasang javascript di halaman blog agar tulisan tidak bisa disorot atau di-highlight sehingga ini sedikit menyulitkan apabila ada orang yang hendak mencopas tulisan Anda. Cara ini dulu saya dapatkan dari sahabat blogger saya, Mas Gardino. Kalau Anda tertarik pakai cara ini, silahkan Anda copy script yang ada di bawah ini dan pasang di sidebar blog Anda:


<script type="text/javascript">
function disableSelection(target){
if (typeof target.onselectstart!="undefined") //IE route
target.onselectstart=function(){return false}
else if (typeof target.style.MozUserSelect!="undefined") //Firefox route
target.style.MozUserSelect="none"
else //All other route (ie: Opera)
target.onmousedown=function(){return false}
target.style.cursor = "default"
}
disableSelection(document.body)
disableSelection(document.getElementById("mydiv"))
//Sample usages
//Disable text selection on entire body
// //Disable text selection on element with id="mydiv"

</script>

<body oncontextmenu="return false;">
<body document.onselectstart="return false">


2. Berikan sisipan kata, kalimat, atau link sebanyak mungkin yang sifatnya personal dan hanya Anda sendiri yang tahu sehingga orang lain akan menjadi repot untuk mencopasnya karena akan disibukkan oleh banyaknya edit terhadap artikel Anda. Kedua, sesuatu yang personal tersebut gunanya, jika suatu saat artikel Anda dicopas orang lain dan orang tersebut mengklaim sebagai karyanya maka Anda bisa gunakan pertanyaan rahasia Anda dengan mengacu pada kata personal tersebut kepada si pencopas artikel Anda.

3. Melakukan setting di dashboard blog Anda agar duplikat content dari artikel Anda yang dicopas oleh orang lain tak bisa muncul di SERP (Search Engine Result Page) Google. Cara ini akan membuat hanya artikel di blog Anda, satu-satunya yang bisa muncul. Ini tentu saja akan merugikan si pencopas karena artikelnya tak bisa mendatangkan pengunjung dari search engine kecuali hanya artikel di blog Anda saja yang tetap diindex oleh Google.

Caranya, cari kode berikut di setting template widget di dashboard blog Anda. Lalu sisipkan kode HTML yang berwarnah merah persis seperti contoh dibawah ini.


<b:if cond='data:post.title'>
<h3 class='post-title entry-title'>
<b:if cond='data:post.link'>
<a expr:href='data:post.link'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<b:if cond='data:post.url'>
<a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
<link expr:href='data:post.url' rel='canonical'/>
<b:else/>
<data:post.title/>
</b:if>
</b:if>
</h3>
</b:if>


Jika Anda bukan pengguna blog blogspot dan tertarik pakai cara yang ketiga ini, kalau ingin tahu cara settingnya lebih lanjut, silahkan baca tutorialnya selengkapnya di blog sahabat saya Blog Buat Blogger.

Pesan saya di akhir tulisan ini. Kebiasaan copas hanya akan mematikan kreatifitas. Hindarilah! Karena pada akhirnya orang yang gemar mencopas akan rugi sendiri sebab copas membuat daya cipta dan kreatifitas pelan-pelan akan mati. Mudah-mudahan tulisan semacam ini kelak sudah tidak diperlukan lagi.

Sumber foto: COPY & PASTE TSHIRT


Bookmark and Share

Selasa, 03 Agustus 2010

Pantaskah Tulisan di Blog Disebut Sampah?

Blog Sampah

Banyak cara blogger dalam menyebut diskripsi content dari blognya dengan berbagai macam nama dan istilah. Dari yang umum menyebut tulisan di blognya sebagai artikel, tak mau menyebut sebagai artikel, menyebut tulisannya hanya sebagai pelepasan katarsis bloggernya, sebagai pelampiasan unek-unek atau curhat dari bloggernya, sampai ada yang menyebut isi blognya, maaf hanya sebagai tempat sampahan dari bloggernya saja.

Khusus beberapa sebutan yang terakhir, kalau saya menilai ada dua alasan mengapa banyak blogger bersikap seperti itu. Alasan pertama, karena bloggernya berusaha menunjukkan atau bersikap rendah hati dengan tak mau meninggikan diri dan tulisannya sebagai sesuatu yang layak dihargai sangat tinggi oleh orang lain. Alasan kedua, sebuah bentuk disclaimer bloggernya secara diam-diam, yang ingin berkilah dari tuntutan pihak lain jika ternyata artikel yang telah dimuat blognya ternyata tidak tepat atau ada yang salah di dalam artikelnya.

Terlepas apa pun itu alasannya, sah-sah saja kalau menurut pendapat saya kalau ada blogger menamai content di blognya demikian. Kalau saya tak terlalu ambil pusing dengan nama atau istilah-istilah di atas. Jika saya memposisikan sebagai pengunjung blog, saya bersikap, selama isi blog itu memberi nilai tambah buat pengunjung blog seperti saya, why not saya terima isinya, apa pun itu namanya? Mau disebut informasi sampah atau apa pun, itu tak menjadi soal buat saya. Karena, selama ini dalam membaca bukankah sebaiknya menerapkan teknik Membaca Analitis & Sintopikal. Artinya, jika informasi itu sesuatu yang penting dan perlu dikaji lebih dalam, selayaknya Anda melakukan compare dengan banyak sumber yang lain, atau tidak terfokus hanya pada satu sumber referensi saja.

Nah, kalau saya memposisikan diri sebagai blogger, saya hanya bisa bilang menulis ngawur pun justru bagi saya malah sulit apalagi membuat sebuah rekayasa atau kebohongan besar. Kalau nulis ngawur dan berbohong sekali dua kali mungkin masih mudah. Tapi bagaimana kalau melakukannya sampai berkali-kali dalam blog yang jumlahnya bisa mencapai ratusan artikel? Apakah itu tetap mudah? Bukankah faktanya kalau kita berbohong butuh energi lebih besar daripada berkata jujur?

Itulah mengapa saya tak mahir menulis cerita fiksi dan lebih menyukai menulis artikel. Mengapa? Karena dalam tulisan fiksi ada dua hal sekaligus: Kebohongan dan fakta sekaligus. Cerita fiksi memang sebuah kebohongan karena bukan fakta tapi ceritanya adalah sesuatu yang riel, yang artinya sebuah fakta yang ada di alam imajinasi penulisnya. Dan fakta di alam imajinasi ini biasanya selalu digali dan diadaptasi dari sesuatu yang nyata dari pengalaman dan pergumulan hidup penulisnya. Tidak lahir ujug-ujug dari langit begitu saja dari imajinasi penulis. Jadi untuk membuat cerita fiksi, bagi saya pribadi justru lebih sulit ketimbang menulis artikel. Entah bagaimana dengan Anda.

Jadi kesimpulannya, mau disebut apa pun content di sebuah blog, saya rasa sebuah tulisan di blog tetap lahir dari sebuah proses kreatif, yang diawali dari proses menggali ide, Membaca Kreatif, bergumul dengan pengalaman hidup penulisnya dan kemudian menuangkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam bentuk sebuah tulisan. Bukankah proses seperti ini patut kita hargai dan seharusnya tak boleh disebut sesuatu yang remeh? Pantaskah produk yang dihasilkan dari proses kreatif seperti itu layak disebut bukan sebagai apa-apa apalagi direndahkan hanya sebagai sampah? Kecuali, maaf kalau tulisan di blog Anda memang hanya dihasilkan dari reflek menulis saja tanpa berpikir apa-apa maka saya sependapat tulisan Anda layak disebut bukan apa-apa, bukan sebuah artikel dan sangat pantas disebut sampah.

Ada yang tidak sependapat dengan saya?



Bookmark and Share