Minggu, 20 Juni 2010

5 Tips Mudah Menulis Artikel

writing tipsSebelum saya mengulas tentang 5 Tips Mudah Menulis Artikel di posting saya kali ini, saya ingin bertanya kepada Anda dengan pertanyaan saya kemarin di artikel "Saran Saya: Berhentilah Ngeblog!" Apakah Anda benar-benar serius ingin berhenti ngeblog? Apakah bad mood itu benar-benar menghinggapi Anda hingga saat ini? Jika jawabannya "Ya" mungkin Anda perlu membaca tulisan saya yang ini.

Tips ini mungkin tak murni seratus persen baru. Tapi saya yakin secara tanpa sadar Anda pasti sudah pernah melakukannya dalam kegiatan Anda sehari-hari namun mungkin Anda belum menyadarinya. Apa saja ke-5 Tips Mudah Menulis Artikel tersebut? Mari kita bahas bersama-sama:
  1. Membaca Cermat. Banyak orang yang bilang tanpa banyak membaca orang akan susah untuk menulis. Sebaliknya, kalau orang suka membaca maka lebih mudah untuk menulis. Betul? Jawabnya, tergantung dulu bagaimana cara Anda membaca. Kalau cara Anda membaca cenderung tergesa-gesa atau speed reading ya percuma. Tetap susah untuk menghasilkan sebuah letikkan ide yang bisa membuat Anda mudah untuk menulis. Belajarlah jadi pembaca yang cermat. Cermat disamping mengamati isi dari tulisan yang Anda baca, juga yang tak kalah penting adalah cermat mengamati gaya atau style dan detil-detil kata per kata,  kalimat per kalimat, paragraf per paragraf yang ditulis oleh penulisnya dari sudut pandang Anda sesama penulis. Dari sini nanti mudah-mudahan, Insya Alloh Anda jadi lebih mudah untuk menulis.
  2. Teknik Menulis dengan Mind Map. Apakah Anda pernah membaca buku-buku "Mind Map" dari Tony Buzan? Jika belum saya menyarankan kepada Anda untuk membaca buku tersebut. Di buku tersebut banyak diajarkan bagaimana cara-cara membangkitkan dan mengembangkan sebuah ide, membuat Anda akan menjadi tercengang betapa banyak bergelimangan ide di sekitar Anda siap dijadikan sebuah bahan tulisan. Saya tak perlu bicara panjang lebar lagi untuk membahas buku tersebut, nanti dikira saya lagi jualan buku Tony Buzan lagi. Lol. Silahkan Anda beli dan buktikan sendiri.
  3. Lupakan Teori Menulis. Banyak buku sudah mengajarkan teknik-teknik cara menulis yang baik, sekolah-sekolah yang mengajarkan bagaimana teknik mudah untuk menulis. Bukannya saya tak suka apalagi tak percaya dengan buku dan sekolah-sekolah tersebut. Tidak. Tetapi terlalu banyak teknik atau teori justru semakin membuat Anda semakin minder dan susah untuk menulis. Itu faktanya. Percayalah teori itu bisa dipelajari pelan-pelan sambil Anda praktek menulis. Keahlian menulis sebenarnya hanya masalah jam terbang saja. Semakin sering Anda menulis insting dan skill menulis Anda akan semakin terasa tajam. Percayalah!
  4. Menulis Artikel Tutorial. Menulis tutorial lebih mudah dari menulis sebuah opini, esai atau sebuah cerita seperti cerpen dan novel, yang murni berbasiskan keahlian Anda untuk mengolah kata, meramu masalah, mengolah argumen, mengelola plot seperti dalam cerita dan lain sebaginya untuk menjadi sebuah tulisan yang menarik, yang tentu saja ini sangat menuntut full skill kreativitas menulis yang baik agar tulisan Anda tampak menarik untuk dibaca. Ini berbeda dengan menulis tutorial. Menulis tutorial lebih menekankan ke arah teknis, bukan skill menulis itu sendiri, teknis tentang bahasan dari tutorial topik yang sedang Anda usung. Jadi jika Anda masih kesulitan menulis, mulailah menulis tutorial atau tips-tips yang menjadi bidang keahlian atau hobi Anda. Contoh, menulis tutorial tentang blogging dengan segala macam pernak-perniknya. Jangan melakukan hal sebaliknya, menulis hal yang kurang Anda kuasai dan sukai. Contoh yang lain, meski tulisan ini bukan berupa tutorial tapi anggap saja ini juga tulisan berupa tutorial yang berisi tips-tips untuk menulis. He...He....
  5. Menulis dari Catatan Harian. Anda pernah membaca buku fenomenal Karya A. Fuadi "Negeri 5 Menara" yang menjadi best seller itu? Anda perlu tahu si penulisnya pernah bilang di Goodread kalau Novel itu ditulis karena dinspirasi kehidupan pribadi penulisnya sendiri. Dan itu benar-benar mengambil dari kumpulan catatan harian dari penulisnya sendiri yang pernah dibuatnya di masa lalu. Nah, belajar dari cerita penulis Novel Negeri 5 Menara, bukankah Catatan Harian atau diary bisa menjadi sumber ide tulisan yang bisa dituangkan dalam artikel? Tapi tentunya dengan sedikit modifikasi sehingga menjadi lebih menarik. Dan Anda tahu banyak penulis besar melakukan cara-cara ini. Mengapa cara ini tidak Anda lakukan juga agar Anda bisa mudah untuk menulis?

Demikian kelima tips dari saya kali ini yang bisa saya sharing kepada Anda. Next akan saya sambung tulisan ini dengan tips-tips menulis lain yang lebih menarik lagi. Semoga artikel ini bermanfaat. Happy blogging!

Catatan:
Jika ada yang bertanya kepada saya apakah saya penulis profesional dengan menulis tips ini, sebagaimana umumnya artikel semacam ini biasanya ditulis oleh penulis profesional, saya bisa jawab "Bukan", saya hanya blogger biasa yang kebetulan memang suka tulis menulis. Artikel ini saya tulis murni dari pengalaman saya sendiri dan sudah saya praktekkan pada blog ini.



Bookmark and Share

23 komentar:

  1. Ini baru tutorial mantap Mas,

    Saya tidak tahu persis apakah cara membaca saya sudah cermat atau belum, yang jelas style tulisan Mas Joko sulit saya contek, kayaknya jam terbang saya masih sedikit. Hal inilah yang membuat saya menulis artikel tutorial basi karena lebih mudah.

    Thanks.

    BalasHapus
  2. Yuda
    Jangan bilang basi begitu, Mas Yuda. Meski di tulisan ini saya menyebut menulis Tutorial itu lebih mudah, tapi tidak untuk saya kalau kasusnya saya disuruh menulis seperti Tutorial Photoshop, Tutorial Modifikasi HTML Blog dsb. Bidang ini tetap sulit buat saya karena bukan bidang keahlian saya.

    BalasHapus
  3. Seperti pisau, kemampuan menulis kita akan semakin baik jika terus menerus diasah. Kalau gaya menulis, biasanya akan terbentuk sendiri seiring dengan bertambahnya jam terbang si penulis. Menulis di kolom komentar juga bisa jadi ajang latihan menulis. Ya ngga?

    BalasHapus
  4. Saya rasa menyadur sebuah opini, tips dan tutorial tidak menjadi masalah. Asalkan sesuai dengan etika dan lisensinya (biasanya creative common)

    BalasHapus
  5. Adhie/DesainQu
    Ya, Betul Mas Adhie menulis komentar juga termasuk menulis opini pendek, asal jangan komentarnya yang ngasal tanpa berpikir dengan kalimat pendek satu baris seperti: Pertamax, Thank infonya, Nice artikel dll. He...He... Betul, kan Mas Adhie?

    ArdianZzZ
    Saya kurang mengerti apa maksud dan relevansi komentar Mas Ardian ini dengan artikel saya.

    Namun jika yang dimaksud Mas Ardian kalau Menyadur sebuah tulisan itu termasuk tips mudah untuk menulis juga, saya sudah pernah mengulasnya di artikel saya, baca artikel saya di sini

    BalasHapus
  6. Dibandingkan menulis, membaca (menurut saya) justru jauh lebih sulit! Sulit karena kita harus menerobos sekian banyak tanda dan simbol yang terkadang begitu tebal menyelimuti motivasi sesungguhnya dari si penulis.

    Kita tentu tidak perlu heran melihat perbedaan tulisan seseorang yang ditulisnya ketika dia berada di balik terali besi dengan apa yang ditulisnya ketika dia mulai "terkooptasi" oleh status quo. hehe...

    Soal membaca ini, saya teringat pesan salah seorang senior saya di dunia persilatan bahwa, adalah tidak perlu kita mengharapkan akan bisa langsung memahami sebuah karya dalam satu kali baca. Pemahaman mungkin akan datang ketika kita membaca buku tersebut pada kali ketiga atau keempat. Selanjutnya kita akan mampu mengkritisi isi buku tersebut pada kali keenam, ketujuh, atau kali-kali berikutnya.

    Terus terang, saya kagum dengan senior saya tersebut. Selain pandai berkelahi, dia pun mahir memotivasi. hahaha...

    Oke kalo begitu, salam boxer untuk semuanya: Box! :)

    BalasHapus
  7. Anis Fahrunisa
    Betul, Mas Anis. Saya pernah membaca buku yang ditulis oleh seorang wartawan senior bernama Amirrudin Zuhri, di bukunya tersebut, kebetulan tema bukunya tentang Menulis, satu bab khusus menjelaskan secara detil teknik membaca dan kaitannya dengan menulis.

    Dari buku tersebut saya bisa menangkap dan simpulkan bahwa kemampuan membaca dan memahami tulisan orang lain itu sangat penting buat seorang penulis. Secara lebih detil tingkatan membaca ada 4 tingkatan, yaitu:

    1. Membaca Elementer
    2. Membaca Inspeksional
    3. Membaca Analitis
    4. Membaca Sintopikal.

    Kedua tingkatan yang terakhir inilah yang termasuk tingkatan tersulit dalam membaca sehingga adakalanya kita harus membaca berulang-ulang, membolak-balik halaman sebuah buku untuk sekedar memahaminya.

    Pada tingkatan membaca Sintopikal, bukan buku yang menjadi guru dan kita muridnya tapi justru buku yang justru melayani kita. Tugas kita tidak hanya sekedar memahami tapi memperbandingkan dengan buku lain berdasarkan subyek tertentu.

    Itu benar-benar tingkatan tersulit dalam membaca yang biasanya banyak dilakukan oleh para penyusun buku.

    BalasHapus
  8. kalo kata joe vitale penulis hynotic writing itu sih...kita musti membuat alam bawah sadar kita terus memproduksi tulisan tanpa kita sadari. Salah satu latihannya adalah memaksa diri untuk menulis apa saja sebanyak 200 kata setiap pagi.

    Dengan memicu alam bawah sadar ini nantinya ketika dibutuhkan untuk menulis sesuatu alam sadar akan mengikuti dengan sendirinya :D

    BalasHapus
  9. Informasi yg menarik !

    Kalau saya, menulis sesuai dengan apa yang saya rasa, dan juga apa yg ada dalam pikiran saya.. gaya bahasa yg saya sadurkan juga alamiah...

    terkadang jika tidak dpet inspirasi saya nyadur dari bahan orang laen hee...
    gimana itu mas ?? sah sah saja kan ?? ;)

    BalasHapus
  10. bukan detikcom
    Terima kasih poin tambahannya, Mas Gardino. Di point ke-5, saya menyarankan perlunya menulis Catatan Harian untuk mencatat apa-apa yang perlu dicatat setiap hari. Kita sama-sama sepakat menulis adalah praktek dan pembiasaan diri, bukan hanya sekedar belajar teori tanpa membiasakan diri dengan terus menerus menulis.

    Iyoong
    Kalau urusan sadur-menyadur sah-sah saja dilakukan, Mas. Bukankah dikalangan para penulis juga sering terjadi iklim seperti itu? Menyadur, kutip-mengutip, saling menginspirasi dsb. Yang penting kita tetap punya sisi kreatif sendiri yang membuatnya bisa punya nilai berbeda dan syukur-syukur bisa lebih baik.

    BalasHapus
  11. Wah ... mas Joko sukanya merendah tuh (LOL) kayaknya susah lho nulis kayak mas Joko heheheh ... semoga lewat tulisan ini, banyak hal yang bisa kita raih, ternyata banyak hal yang tak terduga dalam pikiran kita yang notabene adalah ide-ide baru ...

    BalasHapus
  12. MisterXWebz
    Jangan terlalu memuji begitu, Mas. He... He.... Tidak ada yang susah, Mas. Ilmu katon kabeh iki. Semua bisa dipelajari.

    BalasHapus
  13. Tips menarik.

    Saya baru publish artikel, 5 Faktor yang membuat tutorial berkualitas. Mungkin bisa jadi rujukan juga.

    Mengenai tutorial lebih mudah, saya rasa itu relatif. Tergantung jam terbang individu, saya terbiasa menulis tutorial, jadi menurut saya tutorial lebih mudah. Mungkin untuk orang lain beda. Apalagi jika mengacu pada standar artikel saya yang terbaru.

    BalasHapus
  14. Jeprie
    Syukurlah, kalau Mas Jeprie bisa menangkap apa yang saya maksud. Awalnya saya ketar-ketir jangan-jangan ada yang salah menginterpretasikan maksud saya. Dan menganggap poin ke-4 saya sebagai pernyataan yang merendahkan tulisan jenis tutorial karena saya katakan mudah.

    Betul sekali, Mas Jeprie mudah disini sangat relatif jika itu berbasis pada contentnya. Yang saya maksudkan disini adalah dari subyek penulisannya. Mungkin Mas Jeprie bisa saya jadikan contohnya di sini jika tak keberatan. He.... He.....

    BalasHapus
  15. Menulis hmmmmm... memang diperlukan latihan, latihan, walaupun dari beberapa sisi bakat adalah awal dari sesuatu, dan yang paling terpenting adalah kemauan menurut saya. Kemauan untuk melangkah, karena kalau hanya kemauan tanpa tindakan, Nothing ...
    Terima kasih mas, maaf kalau saya kesini cuma bisa menerima belum bisa memberi masukan hehehehe ...

    BalasHapus
  16. MisterXWebz
    Sama-sama, Mas. Ah, tidak harus selalu memberi masukan. Dengan memberi komentar di sini bukankah itu sudah sama dengan memberi?

    BalasHapus
  17. lagi blog walking ney. salam kenal... ^_^

    BalasHapus
  18. waduh....kalo saya menulis sesuai yang ada di pikiran saia, kadang2 kata2 yang saya buat tidak nyambung di dalam blog alias ngelantur heheheh!! kalo boleh saya minta sarannya pak bozzzzz, tentang blog saya, di bagian mana yang perlu saya perbaiki heheheh!!

    BalasHapus
  19. oiya maap blog saya http://www.chuckysharpeye.co.cc/

    BalasHapus
  20. Focus and Relax:
    Salam kenal juga

    chuckySharpeye:
    Oke, nanti saya coba lihat blog Anda.

    BalasHapus
  21. menulis itu kayak air ngucur g seh mas?intiny memulai menuangkan ke dalam media kata dan kalimat yang harus di latih bukan begitu ya mas.tank sharingnya

    BalasHapus
  22. yang saya gunakan saat ini masih yang no.4 dan no.5, jadi harus lebih giat nich..

    BalasHapus
  23. mangstab tipsnya. saya ssebenarnya suka menulis. klo pas lagi mood, lancar deh nulis. tapi y gitu, sering terkesan bertele2.

    mw ke langsung ke point utama juga gak enak. seakan2 ga ada pengantarnya.

    semoga dengan menambah jam terbang, lama2 semakin lancar dan semakin prof.

    thanks tipsnya!!

    BalasHapus