Sabtu, 21 Mei 2011

Pelanggan Seluler Pasca Bayar Diantara Dominasi Pengguna Prabayar

Prepaid Cellular
Saat ini pengguna seluler pasca bayar (post paid) di negara kita angkanya memang masih sangat kecil. Masih di bilangan satu digit, tidak lebih dari 10% dari total semua pelanggan seluler. Sesuai data yang saya ambil dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada pertengahan tahun 2009, jumlah pelanggan selular di negara kita telah mencapai 147,44 juta pelanggan. Dengan perincian pelanggan pasca bayar sekitar 3,65 juta dan prabayar (prepaid) sekitar 143,78 juta pelanggan. Artinya, secara prosentase pelanggan pasca bayar hanya 2.48% jika dibandingkan dari pengguna prabayar yang angkanya mencapai 97.52%. Angka yang masih sangat kecil.

Hari gini menggunakan nomor pasca bayar? Mahal gitu loh. :D Iya, saya mengakui memang pakai nomor pasca bayar lebih mahal dari nomor prabayar. Namun bukan berarti pakai nomor pasca bayar tak ada keuntungannya samasekali. Tidak! Ada beberapa kelebihan pada nomor pasca bayar yang sebetulnya tidak dimiliki oleh prabayar. Diantaranya bisa saya sampaikan kepada Anda berikut ini.

Perbedaan lama waktu mendial

Secara teknis saya tidak bisa jelaskan berapa angka persis lama waktu perbedaannya. Tapi secara sistem nomor pasca bayar mempunyai selisih waktu lebih cepat daripada nomor prabayar dalam hal kecepatan mendial atau menelpon. Pada nomor prabayar sedikit lama karena ada jeda waktu untuk cek pulsa lebih dulu, apakah pulsa mencukupi apa tidak sebelum provider melakukan pairing sambungan telpon. Sementara pada pasca bayar tidak mengenal pengecekan itu di awal waktu akan menelpon. Proses dial akan langsung disambungkan, baru kemudian sistem billing provider seluler secara bersamaan dengan waktu panggilan berlangsung akan melakukan log pencatatan pemakaiannya.

Mungkin selisih waktu di atas tak terlalu significant atau kelihatan jelas perbedaannya. Namun akan terasa perbedaannya saat nomor prabayar mendekati habis pulsanya atau mendekati akhir masa aktif nomornya. Saat pulsa mendekati habis jika digunakan untuk menelpon sebelum proses dial disambungkan ke nomor tujuan akan dirunning dulu ke voicemail operator seluler. Anda diberi peringatan agar melakukan proses pengisian pulsa lebih dulu baru kemudian dial akan disambungkan. Hal ini tak pernah terjadi pada nomor pasca bayar.

Perbedaan prioritas dalam jaringan

Saya akan ambil contoh pada provider telpon seluler Telkomsel. Di operator Telkomsel ada segmentasi dalam hal skala prioritas dalam jaringan antara pengguna pasca bayar dan prabayar. Nomor pasca bayar akan didahulukan atau mendapatkan prioritas pertama secara kecepatan dalam menggunakan sharing network internet dalam jaringan dibandingkan dengan pelanggan prabayar. Artinya, kalau Anda pengguna prabayar akan mendapatkan prioritas yang kedua setelah pengguna pasca bayar.

Anda bisa lihat pada tabel pembagian kecepatan Telkomsel Flash di website Telkomsel. Di Telkomsel kalau Anda pengguna Kartu Halo maka Anda akan mendapatkan pembagian atau proritas kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna Flash reguler dari nomor prabayar simPATI dan Kartu As.

Secara praktek saya juga sudah membuktikannya sendiri. Baca artikel saya “Paket simPATI Gratis Internetan Berjam-jam Ternyata Berlaku Buat Internet Lewat Komputer”. Di artikel tersebut saya menggunakan nomor prabayar simPATI freedom untuk berinternet. Dan kecepatannya memang dilock, paling banter hanya mentok dikisaran angka 500-an kbps. Sementara, kalau saya menggunkan Flash Kartu Halo Paket Advance kecepatannya sudah tidak di angka kbps lagi, tapi sudah bertengger di satuan Mbps. Waktu pengukuran kecepatan yang pernah saya dapat sudah menembus angka 5 Mbps. Baca review saya di artikel ini “Era Baru Layanan Mobile Broadband 3”.

Perbedaan prioritas dalam pelayanan

Perbedaan pelayanan ini jelas. Karena pelanggan pasca bayar adalah pelanggan premium, punya profiling sangat jelas, umumnya loyal, dan punya nilai ARPU (Average Revenue Per User) di atas rata-rata dan pemakaian minimumnya bisa dipatok nilainya berapa kalau dibandingkan pelanggan prabayar yang ARPU-nya tidak bisa dikalkulasi karena fluktuatif. Saya ambil contoh pada pelanggan pasca bayar Kartu Halo ada namanya Halo Priority, dimana pelanggan mendapatkan banyak sekali keistimewaan, salah satunya keistimewaan pelayanan kalau datang ke Grapari. Dilayani di loket khusus (VIP) tanpa perlu mengantri.

Contoh lain, Telkom juga memberikan tempat pelayanan khusus buat pelanggan pasca bayar korporat. Anda tak perlu mengantri lama tapi langsung dilayani secara personal. Saya pernah punya pengalaman waktu mengurus perubahan NPWP nomor Flexy Classy saya ke kantor Telkom Kotabaru Yogyakarta. Saya tak perlu mengantri lama dan langsung dilayani di ruangan VIP khusus pelanggan korporat.

Kesimpulannya, semua pada akhirnya memang masalah pilihan. Jika Anda memang tipe orang yang berprinsip sangat hitungan dalam mengeluarkan biaya komunikasi, maka nomor pasca bayar tidak tepat buat Anda. Tapi, kalau Anda adalah orang-orang korporat atau orang bisnis yang mementingkan kualitas jaringan dan layanan maka nomor prabayar tentu bukan pilihan. Karena tentu lancarnya komunikasi yang menjadi prioritas utama Anda, bukan? Dan itu pilihannya hanya ada di nomor pasca bayar.

Pertanyaan saya di akhir tulisan ini, kalau Anda pelanggan seluler apa jenis seluler yang Anda ambil, pasca bayar apa prabayar, dan apa alasan Anda memilih paket tersebut?

Sumber Foto: Prepaid Cellular


Bookmark and Share

24 komentar:

  1. Masih prabayar saja,
    angka angka diatas untuk jumlah pelanggan prabayar saya pribadi meragukan validitasnya, soalnya mereka dalam menghitung angkanya perusahaan tidak mendelete nomor yang sudah hangus, mereka tetap menghitung demi kepentingan divisi marketingnya, jika seseorang dalam setahunterakhir gant nomor 4 kali, satu orang itu dihitung 4....
    (hahahahha... setelah sekian tahunbaru paham istilah all marketers are liar...) :D

    BalasHapus
  2. Saya pake prabayar, Pak. Alasannya simpel aja: praktis. Meski prabayar, kartu Simpati yang saya pake juga udah cukup memuaskan bagi saya (salah satu kelebihannya: sangat jarang ngirim SMS sampah seperti operator lainnya).

    Tapi baca uraian di atas, saya ngiler juga lihat perbedaan kecepatan akses internet antara pabayar dengan pascabayar.

    BalasHapus
  3. Sriyono Semarang:
    Mas Sriyono orang marketing? Kalau iya berarti sama-sama pembohong kalau gitu. HaHaHa :) Bercanda, Mas! Kalau saya selama itu sekedar trik untuk menarik pelanggan tak masalah, Mas asal ya itu kebohongannya tidak dilakukan pada produk atau jasa yang diberikannya.

    Tentang validitas jumlah pengguna prabayar saya pun meragukannya kecuali yang pasca bayar pasti valid karena data registrasinya benar-benar diverifikasi. Hem, kalau saja negara kita seperti Korsel yang memberikan aturan ketat dalam hal registrasi pelanggan seluler ini maka saya bisa menjamin pasti datanya akan valid. Masalahnya disini pakai data-data palsu saja bisa buat ngedaftar ke 4444.

    Hoeda Manis:
    Mas Hoeda pengguna simPATI juga rupanya?

    Ya, Mas perbedaan yang paling mencolok ya itu. Prioritas yang didapatkan dalam akses jaringan. Pelanggan prabayar tak akan mendapatkan speed secepat pada pelanggan pasca bayar. Dan ini saya sudah membuktikannya sendiri.

    BalasHapus
  4. Pasca bayar itu mahal, ya memang begitu. Tapi untuk nomor pasca bayar, saya biasanya bayar di depan juga (sistem debit), karena malas bulak-balik. Toh tagihannya biasanya hanya sekitar sepuluh ribu perak setiap bulan. Alias, kartunya jarang dipakai karena mahal, jadi saya membiasakan diri hanya berkomunikasi via seluler jika perlu saja. Sisanya, pakai surat elektronik :D.

    BalasHapus
  5. Yang pasca kayaknya hanya didominasi oleh orang tajir, Pakdhe,,
    Yang biasa-biasa ya mending prabayar saja

    BalasHapus
  6. lama g kesini, kalau pulsa abis kontak saya mas, saya jual pulsa. tapi bayar pakai paypal :D

    BalasHapus
  7. soalnya praktis,juga bisa gak kaget dapat tagihan yg berjibun,hehe..

    BalasHapus
  8. Buat internetan kalau pakai pasca bayar lebih kenceng ya mas?? Mantebb lah...

    BalasHapus
  9. saya menggunakan AS, IM3, AXIS, dan 3 yang prabayar semuanya...

    lebih gampang aja sih..

    soalnya jarang juga kehabisan pulsa...

    jadi handphone digunakan untuk hal yang benar-benar penting...

    belum terdesak juga mau menggunakan pascabayar...

    hehehehe

    BalasHapus
  10. Cahya:
    Ah, yang benar aja, Mas, masak tagihan cuma sepuluh ribu perak? :) Berarti kalau sering pakai email, coba saya tebak tagihan data (internet) lebih besar dari pemakaian voice dan SMS. Benar?

    giewahyudi:
    Saya pengguna nomor pasca bayar, Mas tapi belum tajir makanya saya mengimbangi nelpon dengan prabayar biar hemat.

    Guusn:
    Sesama pedagang pulsa rupanya. HaHaHa. Sama, Mas cuma kalau saya buat ngisi pulsa nomor sendiri aja. Biar ndak repot kalau kehabisan pulsa.

    I-one:
    Ndak kebalik? Kalau yang praktis justru yang pasca bayar karena tanpa ribet kehabisan dan isi pulsa. Tapi kalau kaget, ya. Kalau tak bisa kontrol memang pasca bayar bisa nguras kantong.

    dHaNy:
    Iya, Mas. Ini kalau pada nomor Telkomsel. Kurang tahu kalau pada operator lain.

    honeylizious:
    Kalau masih dalam batas penggunaan personal, prabayar masih bisa mengakomodir. Tapi kalau sudah untuk kepentingan korporat dan bisnis prabayar bikin repot karena harus sering reload pulsa.

    BalasHapus
  11. Saya masih menggunakan yang prabayar hingga saat ini (menyesuaikan dengan budger juga dan biar bisa lebih terkontrol aja pemakaiannya).

    Masalah loyalitas, sebenarnya pengguna prabayar juga banyak yang loyal sih. Cuma mungkin mereka kurang terdeteksi saja sebagai pengguna loyal (padahal mungkin sudah bertahun-tahun menggunakan produk/layanan dari brand A misalnya).

    Dari fakta tersebut, menurut saya kurang adil juga jika prioritas hanya ditujukan bagi para pengguna pasca bayar. Akan jauh lebih baik jika prioritas layanan berdasarkan lama/masa penggunaan layanan tersebut oleh pelanggan. Jadi, mereka yang belum lama menggunakan, walaupun memilih paket pasca bayar, tetap harus mengalah pada pengguna lama yang sudah terbukti loyal (walau ia memilih paket prabayar).

    Bukankah data pengguna prabayar juga terdaftar di database operator? Bisa jadi, banyak di antara mereka masih setia menggunakan satu nomor sejak bertahun-tahun. Kalaupun berganti nomor, bisa juga mereka tetap menggunakan layanan operator yang sama.

    Kan bisa tetap dideteksi tuh, sepanjang nama dan data yang mereka daftarkan saat mengaktifkan kartu/nomor mereka adalah data/nama asli.

    BalasHapus
  12. Sedikit menambahkan lagi. Saya sendiri sempat dikecewakan oleh Telkomsel saat kartu Halo saya diblokir (kira-kira 6 bulan yang lalu). Padahal saya termasuk pelanggan setianya, terutama layanan Internet unlimited bulanannya, walau menggunakan paket prabayar.

    Walau begitu, saya tetap menggunakan layanan Telkomsel yang lain sebagai pengganti, yaitu Flash (hingga saat ini). Kalau dihitung, mungkin sudah setahun lebih saya setia menggunakan layanan Internet dari Telkomsel. Sebab kualitas jaringannya memang yang terbaik di kota saya.

    BalasHapus
  13. Saya pake kartu halo juga. Alasannya karena orangtua yang nyuruh dan aku pun tak kuasa menolak permintaan orangtua. Ahahahahaha...

    BalasHapus
  14. Saya pakai prabayar. Alasannya, supaya saya bisa mengontrol pulsa yang saya pakai.

    Ayah saya pakai pasca bayar Halo. Kalau pakai Flash, ternyata kecepatannya sama aja dengan pra bayar.

    Sebenarnya menyenangkan jika Flash cukup kencang di komputer, sayangnya kalo lagi internetan di komputer, HP terpaksa mati karena kartunya kan lagi dipake di komputer.

    BalasHapus
  15. iskandaria:
    Saya kebetulan adalah pengguna nomor pasca bayar dan prabayar sekaligus, Mas Is. Nomor saya ada 4 nomor, yang satu nomor buat modem Flash. Dengan perincian 3 pasca bayar dan 1 prabayar. Saya akan coba menanggapi komentar Mas Is dari sisi yang netral, sebagai pengguna keduanya.

    Tidak adil? HeHe. Saya tersenyum baca komentar Mas Is. Kalau melihat fakta yang saya ungkapkan tersebut, terutama yang masalah prioritas dalam jaringan yang menganaktirikan prabayar maka kesan yang tertangkap bagi para pengguna prabayar adalah tidak adil. Benar. Saya sependapat.

    Tetapi kalau dilihat dari sisi pengguna pasca bayar, mereka pun akan jawab sebaliknya, itu sudah sepantasnya. Karena pelanggan pasca bayar adalah pelanggan premium. Tarif nelponnya saja lebih mahal dari prabayar. Jadi sepantasnya diperlakukan lebih istimewa ketimbang prabayar.

    Contoh, saya kalau memposisikan diri sebagai pelanggan pasca bayar suka ngiri dengan pelanggan prabayar. Bagaimana tidak? Kartu Halo contohnya, biaya nelpon ke GSM permenit yang termurah masih Rp 600. Sementara simPATI dengan paket TM-nya hanya modal seribu rupiah saja bisa nelpon satu jam lamanya ke nomor Telkomsel lain. Saya juga bilang: Wah, ini tak adil buat pelanggan pasca bayar seperti saya. Makanya saya akhirnya terpaksa pakai nomor simPATI di ponsel ketiga saya.

    Tentang pernah diblokir, saya pun juga pernah mengalaminya pada kartu Halo saya, Mas Is. Pernah diblokir gara-gara tagihan saya melonjak tinggi, sampai Rp 1,2 juta sehingga kuatir saya tak mampu bayar terus diblokir. Padahal, saya pelanggan loyal yang sudah pakai kartu Halo selama 8 tahun dan tak pernah telat membayar.

    Kimi:
    Berarti kita sama-sama pelanggan Kartu Halo, Mbak Kimi. :)

    Vicky Laurentina:
    Kalau sudah pakai flash kartu Halo tapi kecepatannya masih tak lebih baik dari flashnya prabayar, itu patut dipertanyakan ke operatornya, Mbak Vicky. Karena di websitenya jelas-jelas terpampang masalah perbedaan prioritas kecepatannya ini.

    Kalau satu nomor dipakai buat dua2nya, ya modem, ya buat voice kelemahannya memang disitu. Pas dipakai buat modem otomatis nomor tak bisa dihubungi. Eh, tapi kalau ponselnya Nokia dan konek internetnya menggunakan PC suite Nokia lewat kabel data, bisa, kok Mbak Vicky. Saat digunakan sebagai modem masih bisa diinterupsi kalau ada panggilan atau SMS masuk.

    BalasHapus
  16. Pak Joko, hahaha. Makasih banyak atas tanggapannya. Kirain saya pelanggan pasca bayar nggak pernah merasa nggak adil atau ngiri pada pelanggan prabayar :)

    Tapi usul saya mengenai prioritas layanan yang didasarkan pada tingkat loyalitas kayaknya bagus juga kan? Jadi, tak semata berdasarkan jenis paket yang dipilih pelanggan. Sudah saatnya para operator lebih menghargai dan mengapresiasi para pengguna loyal.

    Tanpa mereka, operator mungkin tak ada apa-apanya.

    BalasHapus
  17. diantara yang dituliskan pak joko tadi, yang saya rasakan adalah kalau menghubungi costumer service, 111, hampir selalu diangkat cs dalam panggilan pertama

    BalasHapus
  18. iskandaria:
    Eh, ada yang salah ketik rupanya. Biaya simPATI TM itu yang benar Rp 2000, bukan Rp 1000, Mas Is.

    Saya waktu terkena kasus diblokir juga gitu. Merasa tak terima. Lha, sudah pelanggan loyal 8 tahun, kok masih diperlakukan begitu. Ya, kita sama-sama berharap kedepan agar mereka, para operator, memperhatikan hal ini. Loyalitas pelanggan.

    jarwadi:
    Gitu, ya Mas. Beda, ya kalau hubungi CS ke 116 lewat prabayar dibanding ke 111 dari kartu Halo. Saya malah tak pernah memperhatikan hal ini. Karena meski ada masalah dengan kartu simPATI, saya tetap nelponnya lewat Kartu Halo, lewat 111.

    BalasHapus
  19. Saya awalnya adalah pelanggan prabayar, selang 2 tahun kemudian saya migrasi kartu prabayar saya ke pasca bayar. Awalnya hanya ikut-ikutan saudara, karena kemudahan yang ditawarkan dan tarif yang diberlakukan. Tapi lama-lama saya merasa nyaman dan merasakan perbedaannya.



    Sekedar meluruskan, kalau anggapan pascabayar hanya buat mereka yang berduit atau seorang yang berpenghasilan besar, itu adalah anggapan yang (mungkin) keliru. Pada kartu pascabayar (dalam hal ini kartu yang saya pakai kartu Halo), ada beberapa pilihan, penggunaan pun juga bisa dibatasi, program promosi juga ada.

    Semua kembali pada pilihan, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, yang penting kita nyaman menggunakannya.. :)

    Salam

    BalasHapus
  20. Sukadi:
    Pengguna Kartu Halo juga rupanya. Pakai paket Halo apa, Mas?

    Wah, saya termasuk pengguna pasca bayar seperti yang Mas Sukadi sebut itu. Pakai pasca bayar tapi tak berpenghasilan besar. HeHe...

    Tapi memang umumnya begitu, Mas. Meski pakai pasca bayar sekarang sudah tersedia banyak pilihan paket yang murah dan bisa dilimit tapi tetap saja promo nelpon dan SMS murah kebanyakan masih diperuntukkan buat prabayar. Kalau pasca bayar jarang sekali dapat promonya, Mas.

    BalasHapus
  21. saya pake prabayar :D klo pasca bayar juga rasanya berat waktu bayar :D

    BalasHapus
  22. Saya pakai Halo Hybrid, Pak. Yang (menurut saya) paling bisa diajak kompromi dibanding paket yang lain. Sesekali masih ada promo, meski terkadang juga tak saya manfaatkan he.he..

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  23. sibair:
    Lha, ya kalau bayar dibelakang memang gitu, Mas. Berat bayar. :)

    Sukadi:
    Halo Hybrid? Ini yang paket kartu Halo double sama simPATI. Setahuku yang paket ini kelebihannya untuk pemakaian Halonya bisa dilimit. Saya waktu itu sempat tertarik dengan paket ini tapi karena fitur simPATI-nya tak bisa aktifkan TM batal jadinya saya, Mas

    BalasHapus
  24. Kalo saya ya mas...
    Pake 3 hp, 2 gsm dan 1 cdma...
    Buat penghemat...
    Hp yg cdma dual simcard
    jd saya px 4 nmr
    dmana 4-4x prabayar
    pertama mentari
    kedua xl
    ketiga starone
    keempat smartfren
    pertama-keempat diurut dr yg trpenting-yg kurang penting...
    Jd nmr utama saya yg mentari, pernah nelpon 100, mw nanya apa bsa migrasi ke matrix, kata csx bisa, tp khusus buat nmr mentari awalan 0815 dan 0816, tp mentari yg sya pakai 0858, jd gag bsa upgrade ke matrix...
    Ya udh slamax aja make prabayar, padahal pengenx make matrix

    BalasHapus