
Apakah Anda seorang blogger (penulis)? Pertanyaan saya, apakah Anda memposisikan diri sebagai Kolumnis di blog Anda, atau sebagai pebisnis? Kolumnis, artinya kalau Anda menulis murni, pyur untuk menyalurkan hobi, pandangan, dan pikiran maupun idealisme Anda kedalam bentuk tulisan tanpa ada maksud kepentingan komersial di dalamnya. Pebisnis, kalau Anda menulis di blog bertujuan (akhir) untuk mencari duit. Entah sebagai sampingan (sambian) yang akhirnya menghasilkan uang, atau dari awal ngeblog memang karena tujuan monetize, berharap dapat uang.
Jujur, jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, saya pun akan bingung juga untuk menjawabnya. Mengapa? Karena khusus di blog ini sebetulnya tujuan saya menulis, mengisi content di blog hanya sebagai kolumnis, sebagai penyalur hobi menulis, untuk menyalurkan keresahan-keresahan, pandangan dan opini saya. Lain tidak. Jika Anda mengikuti blog ini sejak awal, awalnya memang terlintas pernah ingin mengkomersialkannya di awal-awal ngeblog. Kemudian dengan berjalannya waktu keinginan itu berubah haluan tidak untuk monetize sehingga tagline blog ini pun seperti Anda tahu dan baca hanya tertulis “Sebuah Opini dan Catatan Harian”. Bukan bertagline Bisnis Online seperti umumnya blog yang ditujukan untuk monetize, bertujuan untuk mencari duit dari internet.
Tapi kini, semuanya sudah berubah. Berubah? Ya, saya sudah tidak menjadi kolumnis murni lagi di blog ini. Karena demi kebutuhan perut, alasan klasik, seiring makin ramainya blog ini serta mampirnya beberapa tawaran job menulis dari beberapa produsen membuat saya terpaksa harus menulis iklan di sela-sela postingan-postingan saya untuk memenuhi pesanan dari para advertiser.
Lewat tulisan ini, jika Anda yang baca tulisan ini adalah pembaca rutin blog ini, baik yang berkunjung secara langsung maupun yang berlangganan lewat RSS dan email, saya dengan tulus memohon maaf kepada Anda atas ketidaknyamanan ini, bila suatu saat artikel yang Anda baca ternyata berupa iklan, tidak seperti artikel yang seperti biasanya saya tulis.
Hem, kedengarannya pemberitahuan ini sedikit telat, ya? Bukankah sebelum saya menulis ini sudah pernah beberapa kali menulis iklan Advertorial di blog ini? Benar, namun mungkin baru sedikit dan belum ajeg (rutin). Kedepan, karena beberapa advertiser sepertinya mulai melirik blog ini untuk meminta direview produknya maka dalam sebulan paling tidak, harapan saya, nantinya akan ada satu advertorial saya tulis di blog ini.
Lantas cara untuk membedakannya artikel dan iklan gimana? Gampang, antara artikel umum dan tulisan iklan, silahkan Anda lihat di bawah judul artikelnya. Untuk tulisan pesanan pengiklan, labelnya akan saya tandai dengan tanda khusus dengan label “Advertorial”. Jadi, apabila suatu saat Anda berkunjung ke blog ini menjumpai dan membaca ada postingan yang bertag Advertorial, itu adalah tulisan yang saya maksud. Tulisan iklan berbayar untuk memenuhi pesanan produsen atau pihak advertiser.
Akhirnya, sama seperti tulisan saya di artikel ini, baca “Antara Idealisme, Tuntutan Independen, dan Inkonsistensi Seorang Blogger”, meski saya beriklan tapi independensi dan kejujuran tetap akan saya junjung tinggi. Artinya, saya tetap konsisten memegang prinsip ini. Saya tak akan menulis A jika kondisinya B. Tak akan menulis review baik jika kondisinya buruk. Bahkan akan tegas menolak jika produk pengiklannya buruk sehingga tak pantas untuk direview. Saya tetap berkomitmen tak akan mengorbankan reputasi saya demi segebok uang dengan menggadaikan ini. Kejujuran. Ini janji sekaligus komitmen saya.
Meski saya berharap Anda tak keberatan akan perubahan ini tapi perlu juga saya tanyakan kepada Anda. Pertanyaan saya, apakah Anda tidak berkeberatan dengan pemasangan iklan di blog ini? Terima kasih sebelumnya saya ucapkan bagi siapa saja yang mau meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ini.










