Minggu, 19 Desember 2010

Klangenan Itu Bernama Blogging

Klangenan Perkutut

Apakah Anda termasuk yang risau dan mulai merasakan kurang bergairah dalam ngeblog? Karena blogging Anda serasa berputar-putar, jalan ditempat seperti tak punya arah? Dan yang lebih parah, Anda menganggap kegiatan blogging Anda sebagai sesuatu kegiatan yang teramat sia-sia karena sampai dengan detik ini blog Anda tak menghasilkan apa-apa (uang)?

Jika jawaban Anda "Ya", tenang, Anda tak sendirian karena meski blog ini sudah pernah menghasilkan uang tapi hasilnya tetap tak seberapa, tak sebanding dengan biaya berlangganan internet saya yang nilainya beberapa ratus ribu rupiah, yang harus saya keluarkan setiap bulannya.

Kadang banyak orang yang berpikir begini: Ngapain kita susah-susah capek nulis di blog kalau tidak menghasilkan konversi (uang) dari kegiatan blogging kita. Pendapat ini tak sepenuhnya salah, namun satu hal yang perlu Anda pahami juga, kadang Anda harus seperti bekerja sosial di satu sisi untuk keseimbangan hidup. Jangan hanya melulu bekerja saja untuk cari uang.

Contohnya? Mungkin blogging ini salah satunya sebagai contoh kerja sosial itu. Sebagai keseimbangan hidup. Toh, Anda rata-rata juga sudah punya pekerjaan, bukan? Sudah berkecukupan materi, tak kekurangan makan, bukan? Buktinya, Anda masih sempat baca tulisan ini dan mampu ngeblog yang bagi kebanyakan orang kita berinternet adalah hanya kebutuhan mahal yang nomor ke sekian setelah kebutuhan pokok yang utama.

Saya percaya hukum konversi dari Tuhan itu saya yakin pasti ada. Kalau pun dari blog Anda, Anda belum mendapatkan apa-apa tapi Tuhan pasti membukakan rejeki dari pintunya yang lain karena Anda sudah menunaikan kebajikan dengan memberi content yang berguna buat orang lain.

Jika profitable (blog yang menghasilkan uang) itu yang menjadi tujuan menggairahkan dan akhir Anda untuk terus ngeblog, saya pikir tidak mesti selalu harus begitu. Sebagai orang Jawa, maaf kalau Anda bukan orang Jawa, bukankah klangenan (kegemaran/kesukaan) itu perlu untuk sebuah keseimbangan dan Kebahagiaan Hidup. Dan saya pikir ngeblog bisa jadi salah satu pengisi klangenan tersebut. Sama seperti kegemaran para laki-laki Jawa dengan memelihara perkutut yang umumnya terjadi di kalangan masyarakat Jawa.

Bukankah itu juga sebuah timbal balik konversi yang tak ternilai harganya? Bukankah klangenan itu juga bisa jadi Tujuan Anda Blogging juga? Nah, kalau menurut pendapat Anda bagaimana?


Renungan:
Hidup memang selalu butuh uang. Ngeblog pun sama, butuh uang. Uang memang segalanya dan segalanya butuh uang tapi uang tak bisa membeli yang namanya kebahagiaan.

Sumber foto: Perkutut


Bookmark and Share

23 komentar:

  1. saya setuju nih. terasa gue banget gitu loh :D

    Kadang saya melihat ada yang bahkan mengeluarkan berpuluh-puluh juta hanya untuk sebuah hobby. nah, saya mungkin karena senang menulis makanya saya anggap ngeblog adalah hobby atau kegemaran, atau kesukaan atau apapun itu :p

    BalasHapus
  2. Tulisan di atas sangat mencerahkan bagi saya. Memang sebaiknya begitulah landasan utama ngeblog kita. Perkara uang atau konversi, biarlah sebagai efek samping. Yang penting berusaha menikmati sepenuh hati dari aktivitas ngeblog yang kita lakukan.

    Selain bernilai sosial, ngeblog juga bisa memberikan kepuasan batin tiada tara. Di satu sisi kita bisa memberi manfaat bagi orang lain. Di sisi lain kita juga bisa memperoleh kepuasan batin.

    Yang penting semuanya didasari oleh kecintaan dan keikhlasan. Energi cinta dan ikhlas tersebutlah yang akan kembali pada diri kita secara berlipat ganda. Mungkin memang tidak berwujud uang atau materi. Sebab uang dan materi memang bukan jaminan kebahagiaan.

    BalasHapus
  3. Bagi saya blogging merupakan sebuah hobby baru dan proses belajar yang mengasyikkan.

    BalasHapus
  4. saya setuju, uang memang tak bis amembeli kebahagiaan.

    salam
    Omjay

    BalasHapus
  5. baru pernah terpikir ngeblog itu bisa dipandang oleh orang sebagai sebuah kesia-siaan...

    ada benernya juga sih *menurut mereka*

    buat saya ngeblog itu seperti sebuah latihan renang

    masalah nanti saya bisa atau tidak menjadi atlit renang nasional bukan masalah utamanya

    yang terpenting saya bisa berenang dan saat suatu hari terjadi banjir saya nggak akan mati kelelep

    *walaupun sebenarnya nggak bisa berenang*

    *kenapa harus mencontohkannya dengan berenang ya?*

    BalasHapus
  6. andi sakab:
    Ada orang yang sampai mengeluarkan uang berpuluh-puluh juta untuk menekuni hobi. Betul itu, Mas Andi. Dan saya rasa ngeblog tak sampai harus sebesar itu sehingga pantas disebut perbuatan sia-sia.

    Mari terus menekuni klangenan nulis ini, Mas Andi untuk sebuah kebahagiaan kita.

    iskandaria:
    Akh, kayaknya kita berdua berada pada satu kondisi yang sama, Mas Iskandaria. Sudah mulai menemukan kebahagiaan dari blogging itu.

    Terima kasih, bahagia saya mendengarnya kalau tulisan ini bisa mencerahkan Mas Iskandaria.

    irmawaty:
    Hobi kalau ditekuni dengan kesenangan dan hati pasti mengasyikkan, Mbak Irma. Jenuh, kan kalau tiap hari hanya nyuntik orang melulu? :)

    wijaya kusumah:
    Terima kasih Omjay jauh-jauh dari Kompasiana datang mampir ke blog saya. Ya, begitulah kenyataannya, Omjay.

    Rhohani syawaliah:
    Ngeblog sebuah kesia-siaan! Banyak yang bilang begitu. Khususnya bagi orang yang selalu memframe kebahagiaan itu hanya datangnya dari materi, Mbak Hani.

    BalasHapus
  7. Bagi saya sejak dulu ngeblog bukan sebuah kesia-siaan. Saya senang aja menulis di blog dan berbagi cerita ke semuanya. Bahkan, saya merasa ngeblog banyak memberikan manfaat ke saya. Selain, membiasakan diri menulis (dan semakin lama saya merasa semakin baik menulis), di blog saya ketemu banyak teman. ^^;

    Dan, saya ga pernah berniat untuk nyari uang di blog. Ng... dulu pernah sih. Coba2 pasang adsense, tapi ditolak. =)) Habis dari situ saya malas cari uang di blog. Hahaha... Sudahlah, ngeblog saja secara tulus ikhlas. Klo kata ndorokakung: ngeblog dari hati. :D

    BalasHapus
  8. Gambar burungnya menarik sekali lho Pak,...salut...jadi pingin punya hehe,..salam dari pekalongan

    BalasHapus
  9. gmn ya menjaga konsistensi nge blog di tengah gempuran mikroblog spt twitter dan facebook...sm2 bisa menghasilkan uang...

    BalasHapus
  10. Setuju juga neh..
    saya sendiri sadar akalu nyari duit lewat blog, saya tidak akan dapat seberapa. hehehe. makanya ga dipasangi iklan satu pun.

    ngeblog itu..bagi saya, ya itu tadi, sebagai "klangenan". Sebagai penyeimbang, akrena saya suka nulis. hanya karena suatu kegiatan tidak menghasilkan uang, bukan berarti kegiatan tersebut jadi sia-sia kan?

    selama kegiatan itu membuat saya merasa lebih baik dan menjadi manusia yang lebih baik. it's totally fine!

    so, blogging is definitely worthed for me.

    BalasHapus
  11. Wow! Memang begini seharusnya blogging! :D Sangat amat setuju pak. Dengan memberi porsi 'klangenan' pada aktivitas ngeblog, kita bisa lebih memanusiakan diri dari sekedar memenuhi hasrat google-isme.

    Wah wah, fikiran saya mendadak terang nih, trims Pak Joko atas inspirasinya yg nendang abis! :D

    BalasHapus
  12. Kimi:
    Banyak teman itu juga manfaat lain yang saya dapat, Mbak Kimi. Selain klangenan dari menulis itu sendiri. Saya jadi punya banyak teman yang tak pernah bisa saya bayangkan sebelumnya kalau saja dulu saya tak memutuskan untuk ngeblog.

    teguhsasmitosdp1:
    Sebagai priyayi Jawa terasa ada yang kurang Pak Teguh kalau kita tak punya klangenan perkutut di rumah. Hem, minum kopi sambil merokok di rumah terasa kurang kalau tanpa diiringi manggungnya suara perkutut. :D

    sirih merah:
    Sebagai seorang blogger kalau saya justru melihat microblogging sebagai kawan yang saling melengkapi. Bukankah keduanya bisa disinergikan, blog dan microblogging, tanpa harus kehilangan salah satunya?

    Huda Tula:
    Mari, Mas Huda terus ngeblog untuk tujuan mulia itu. Menjadi manusia yang lebih baik dengan blogging.

    Darin:
    Mas Darin, saya nulis ini sebetulnya juga inspirasinya dari tulisan Mas Darin. Saya sadar apa yang saya alami selama ini, selama hampir 3 tahun saya blogging, ternyata tak beda jauh dengan pengalaman blogging Mas Darin selama 2 tahun itu.

    Saya jadi merenung semalaman dan hasilnya lahir lah tulisan ini.

    BalasHapus
  13. sekarang saya merasa komentar saya tadi itu so' banget.. hahahaha. (menjadi manusia yang lebih baik?? seriously?)

    hehehehe...

    BalasHapus
  14. sepakat..salaman dulu mas joko..saya setuju kali ini dengan pendapat sampeyan...

    anggap saja blogging sebagai klangenan,karena memang saya percaya para pemilik blog adalah orang yang hidupnya di atas rata-rata....dan kalaulah ada profit yang masuk,anggap saja sebagai akibat dan doorprize yang jangan di harap pengulangannya...

    dan memang harga sebuah kepuasan mahal...

    jika di pikir untung rugi,jelas rugi,sudah berapa duit buat beli laptop,belum lagi modem,belum lagi biaya interkoneksi jaringan,sedangkan sampai saat ini belum terbesit untk menjadikan blog supaya profitable...

    tapi semua terbayar tuntas dengan "kepuasan"...

    BalasHapus
  15. Huda Tula:
    Tidak ada yang salah dengan perkataan itu. Berkata yang positif itu bisa menstimulus otak kita agar melakukan tidakan yang positif. Betul, kan?

    widodo:
    Yuk, mari kita bersalaman, Mas Widodo. :) Ternyata klangenan kita sama.

    BalasHapus
  16. Saya menganggap blogging sebagai pekerjaan. Lebih dari itu, blogging juga hobi buat saya. Karena itu, ngeblog bagi saya sesuatu yang menyenangkan. Selain dibayar, saya juga banyak dikenal, punya arsip pribadi di internet, dst.

    BalasHapus
  17. Jeprie:
    Idealnya, sih begitu, Mas Jeprie. Kita menekuni hobi dan hobi itu punya efek samping bisa mendatangkan uang sehingga hobi itu sekaligus bisa sebagai pekerjaan. Tapi seandainya hobi itu tak bisa mendatangkan apa-apa (uang), minimal sudah mendatangkan kepuasan (kebahagiaan) buat orang yang menekuninya.

    BalasHapus
  18. banyak blogger blm menghasilkan uang,tapi saya liat semangat selalu tinggi,berarti blog ga mesti menghasilkan uang,kl ada ga gpp juga ya.

    BalasHapus
  19. Kalimat pembukanya mengingatkan saya pada sales letter produk informasi terkenal. Hehehe...

    BalasHapus
  20. situs online:
    Seharusnya ya begitu. Semangat itu harusnya terus dipompa sampai berhasil mendapatkan uang kalau memang itu yang menjadi tujuan bloggingnya. Tapi tunggu, blog Anda, kok sepertinya bukan yang seperti itu? Hanya buat klangenan juga, toh?

    Agus Siswoyo:
    Kalau para pemain lama seperti Mas Agus ini sudah pasti hafal betul dengan jenis2 sales letter yang berbusa-busa itu. :D

    Hem, sayangnya kali ini saya ndak jualan busa. Hanya jualan makanan bernama klangenan. He He He

    BalasHapus
  21. Memang lebih menyenangkan jika menganggap blogging sebagai sebuah kesenangan,tanpa beban dan dapat tersalurkan minatnya :)

    BalasHapus
  22. Nice post broth..
    Mampir jg dong k blog saya kak.. :)

    BalasHapus
  23. sekarang saya merasa komentar saya tadi itu so' banget.. hahahaha. (menjadi manusia yang lebih baik?? seriously?)

    hehehehe.

    BalasHapus