
Anda ingin hidup bahagia? Jangan jadi orang kaya. Jangan tinggal di Surabaya. Jangan (apalagi) tinggal di ibukota dan sekitarnya, Jabodetabek maksud saya, tetapi tinggallah di kota Yogyakarta. Atau kalau mau tinggalah di negara Kanguru Australia.
Aha… Anda jangan keburu gusar dulu dengan pernyataan saya ini, jika kebetulan anda adalah salah satunya yang saya sebut! Mengapa? Karena kalau anda adalah orang Jawa pasti akan paham dengan maksud saya.
Tetapi jika anda adalah orang Jawa yang mulai kehilangan taste ‘Jawa’nya, atau sama sekali bukan orang Jawa, maaf, tanpa bermaksud menyinggung rasis dan mengunggulkan suku Jawa dari suku lainnya, dengarkan dulu penjelasan saya. Nanti anda akan mengerti dan paham apa maksud saya.
Sedikit saya mengutip apa yang ditulis Ndoro Kakung di blognya. Berikut ini tulisannya:
Kebahagiaan memang salah satu ciri negeri itu (Australia). Dalam survei tentang Australia, The Economist edisi sepuluh tahun silam, mengutip satu pengumpulan pendapat yang membandingkan rasa bahagia orang di pelbagai negara. Diketahui bahwa orang Australia berada di tingkat atas. Orang Jepang, pekerja keras pembangun mukjizat pertumbuhan ekonomi itu, meletakkan diri di tingkat bawah.
Kenapa? Jawabnya: orang Australia adalah orang Jawa yang jauh lebih kaya. Mereka paham betul apa arti hidup yang tak ngoyo — persis seperti orang Jawa pada umumnya.
Dan ini menurut data PBB yang dikeluarkan Senin (5/10/2009). Berdasarkan data yang dikumpulkan sebelum krisis ekonomi global menunjukkan salah satunya orang di Norwegia, termasuk Australia, dan Islandia memiliki standar hidup terbaik.
Nah, sekarang sedikit paham, kan maksud saya? Dengan hidup sumeleh, narimo ing pandum dan tidak ngoyo. Ini falsafah orang Jawa yang tetap diugemi, dianut oleh sebagian besar masyarakat Jawa di Jogja, menjadikan orang Jogja rata-rata hidupnya bahagia dan berumur panjang. Dan ini dikuatkan dengan data statistik yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 tentang indikator kesejahteraan bangsa Indonesia, penduduk Jogja mempunyai usia harapan hidup yang tertinggi di Indonesia yaitu sampai 73 tahun.
Berikut saya tambahkan update data terbaru dari seorang sahabat dan tetangga baik saya di BPS Bantul, Jogja berkaitan dengan Angka Harapan Hidup (AHH) di D.I.Y untuk tahun 2007, sebagai berikut : Kulonprogo = 73,35; Bantul = 70,95; Gunungkidul = 70,85; Sleman = 73,85; Propinsi D.I.Y = 73,17. (Sumber: Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2007)
Dan satu lagi fakta mengapa orang kaya cenderung tidak bahagia hidupnya? Berikut pendapat Edwad Diener, Psikolog dari University of Illionis, betapa kemewahan atau kekayaan ternyata tidak berkorelasi positif dengan apa yang disebut sebuah kebahagiaan itu. Edwad Diener menemukan tingkat kecemasan orang yang sudah memiliki banyak uang lebih tinggi dibandingkan kebahagiaannya. Hasil penelitiannya pada 400 orang terkaya se- Amerika menunjukkan mereka mengalami reference anxiety, yakni kecemasan yang timbul setelah membandingkan kepunyaan mereka tidak sebagus milik orang lain. Bahayanya, reference anxiety ini semakin meningkat ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki barang-barang lebih mewah dan mahal.
Kesimpulannya, uang dan kekayaan memang mempunyai kuasa untuk membeli apa saja, namun untuk hal yang lebih bermakna dari itu, yaitu arti sebuah kebahagiaan, uang tidak mampu untuk membelinya.
Pertanyaan saya sekarang: "Apakah anda ingin hidup bahagia?" Jika ya, maka jadilah seperti orang Jawa yang benar-benar Jawa agar bisa hidup bahagia.









