twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Senin, 05 Oktober 2009

Apakah Anda Hidup Bahagia?

hidup bahagia

Anda ingin hidup bahagia? Jangan jadi orang kaya. Jangan tinggal di Surabaya. Jangan (apalagi) tinggal di ibukota dan sekitarnya, Jabodetabek maksud saya, tetapi tinggallah di kota Yogyakarta. Atau kalau mau tinggalah di negara Kanguru Australia.

Aha… Anda jangan keburu gusar dulu dengan pernyataan saya ini, jika kebetulan anda adalah salah satunya yang saya sebut! Mengapa? Karena kalau anda adalah orang Jawa pasti akan paham dengan maksud saya.

Tetapi jika anda adalah orang Jawa yang mulai kehilangan taste ‘Jawa’nya, atau sama sekali bukan orang Jawa, maaf, tanpa bermaksud menyinggung rasis dan mengunggulkan suku Jawa dari suku lainnya, dengarkan dulu penjelasan saya. Nanti anda akan mengerti dan paham apa maksud saya.

Sedikit saya mengutip apa yang ditulis Ndoro Kakung di blognya. Berikut ini tulisannya:

Kebahagiaan memang salah satu ciri negeri itu (Australia). Dalam survei tentang Australia, The Economist edisi sepuluh tahun silam, mengutip satu pengumpulan pendapat yang membandingkan rasa bahagia orang di pelbagai negara. Diketahui bahwa orang Australia berada di tingkat atas. Orang Jepang, pekerja keras pembangun mukjizat pertumbuhan ekonomi itu, meletakkan diri di tingkat bawah.
Kenapa? Jawabnya: orang Australia adalah orang Jawa yang jauh lebih kaya. Mereka paham betul apa arti hidup yang tak ngoyo — persis seperti orang Jawa pada umumnya.


Dan ini menurut data PBB yang dikeluarkan Senin (5/10/2009). Berdasarkan data yang dikumpulkan sebelum krisis ekonomi global menunjukkan salah satunya orang di Norwegia, termasuk Australia, dan Islandia memiliki standar hidup terbaik.

Nah, sekarang sedikit paham, kan maksud saya? Dengan hidup sumeleh, narimo ing pandum dan tidak ngoyo. Ini falsafah orang Jawa yang tetap diugemi, dianut oleh sebagian besar masyarakat Jawa di Jogja, menjadikan orang Jogja rata-rata hidupnya bahagia dan berumur panjang. Dan ini dikuatkan dengan data statistik yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 tentang indikator kesejahteraan bangsa Indonesia, penduduk Jogja mempunyai usia harapan hidup yang tertinggi di Indonesia yaitu sampai 73 tahun.

Berikut saya tambahkan update data terbaru dari seorang sahabat dan tetangga baik saya di BPS Bantul, Jogja berkaitan dengan Angka Harapan Hidup (AHH) di D.I.Y untuk tahun 2007, sebagai berikut : Kulonprogo = 73,35; Bantul = 70,95; Gunungkidul = 70,85; Sleman = 73,85; Propinsi D.I.Y = 73,17. (Sumber: Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2007)

Dan satu lagi fakta mengapa orang kaya cenderung tidak bahagia hidupnya? Berikut pendapat Edwad Diener, Psikolog dari University of Illionis, betapa kemewahan atau kekayaan ternyata tidak berkorelasi positif dengan apa yang disebut sebuah kebahagiaan itu. Edwad Diener menemukan tingkat kecemasan orang yang sudah memiliki banyak uang lebih tinggi dibandingkan kebahagiaannya. Hasil penelitiannya pada 400 orang terkaya se- Amerika menunjukkan mereka mengalami reference anxiety, yakni kecemasan yang timbul setelah membandingkan kepunyaan mereka tidak sebagus milik orang lain. Bahayanya, reference anxiety ini semakin meningkat ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki barang-barang lebih mewah dan mahal.

Kesimpulannya, uang dan kekayaan memang mempunyai kuasa untuk membeli apa saja, namun untuk hal yang lebih bermakna dari itu, yaitu arti sebuah kebahagiaan, uang tidak mampu untuk membelinya.

Pertanyaan saya sekarang: "Apakah anda ingin hidup bahagia?" Jika ya, maka jadilah seperti orang Jawa yang benar-benar Jawa agar bisa hidup bahagia.



Bookmark and Share

Minggu, 04 Oktober 2009

Era Kemunduran 3G part III

3GTanpa bermaksud makin merendahkan, mencaci buruknya Kecepatan Koneksi dari provider ISP di negara kita, berikut saya kutip email dari seorang kawan dari Milis Telematika, sekedar sebagai wawasan betapa negara kita memang ketinggalan banget jika dibandingkan negara lain dalam hal kecepatan akses internet:

Selama 3 minggu di USA, broadband begitu nyaman, kapan saja dimana saja, bisa lihat movie, kirim2an berita, poem, e-book dan artikel. Gambar design baju, dekorasi, file gede2 lancar tanpa tersiksa spt kalo di tanah air tercinta.

Patokan kecepatan yang saya pakai...you tube high res tdk ndut2tan. Ini sbg batas minimum speed. Dan selalu lebih cepat...

Kami ada acara engagement keponakan saya, keluarga besan dari London, shg persiapan pakaian / dekorasi / pesan barang cari toko dan alamat di NYC dsbnya berterbangan antar benua. Apalagi ada yang sakit di Jepang, yang akhirnya wafat. Jadi komunikasi semakin terasa demikian lancar just because of internet. Kegiatan kantor juga hrs kami bahas melalui internet, sehingga bbrp hal yang hrs diputuskan sblm masa liburan bisa terselesaikan. Tanpa skype, bb chat, yahoo chat, magic jack, berapa tuch biaya komunikasi kami? Teleconference Jkt Smg NYC suaranya jelas terdengar, meski yg Semarang suka tersendat sendat sebab up load di"cekik".

Yang ingin saya katakan, kalau pelayanan fasilitas internet masih ndut2tan buat you tube, jangan harap ada kemajuan berarti dalam berbagai content dan pemanfaatan internet. Jaman skrg bukan www lagi tapi wwc world wide computing, alias transaksi lewat "cloud".

Nah utk Indonesia, tanpa FO antar pulau hingga setiap propinsi / kabupaten tersambung FO (palapa ring) jangan harap.... Jangan dibahas.... Karena kita tahu hasilnya nihil...

Mhn maaf lahir dan batin...mumpung masih suasana Lebaran, sambil menghimbau Mastel "paksakan" para pembuat keputusan utk mewujudkan jaringan fasilitas palapa ring, yang sungguh kita butuhkan....


Dan fakta yang pernah saya contohkan dengan kuota Telkomsel Flash yang diturunkan, Indosat IM2 Broom Prabayar yang mulai dihentikan untuk yang paket 100 ribuan, merupakan bukti bahwa tidak ada cara lain yang paling cepat bisa ditempuh oleh para operator ISP untuk mengurangi penurunan kualitas akses internet mobile broadband di negara kita, karena kita tahu pada internet mobile broadband yang bersifat share network, dengan mengurangi kuantitas jumlah pemakainya sedikit bisa mengurangi beban leletnya akses.

Ingat, analogi pizza yang pernah saya ceritakan lalu. Jika anda tidak mampu membuat pizza yang cukup gede agar bisa memuaskan sepuluh orang yang memakannya, maka jalan terbaik dan tercepat adalah kurangi jumlah orangnya yang makan agar masing-masing orang puas mendapatkan potongan pizzanya.

Demikian trilogi posting saya yang berjudul Era Kemunduran 3G akhirnya harus saya akhiri sampai disini. Dan satu kabar gembira buat pemakai Telkomsel Flash Unlimited, pada bulan Oktober 2009 ini, yang pada bulan September lalu kuota akses Flash sempat diturunkan, pada bulan ini dinaikkan kembali menjadi 2 Giga. Mudah-mudahan ini bukan keputusan temporer karena akibat banyaknya pelanggan yang complain, tetapi kita berharap keputusan ini sebagai bentuk Telkomsel yang peduli dan memperhatikan ekspetasi pelanggannya. (Tamat)



Bookmark and Share

Sabtu, 03 Oktober 2009

Satuan Watt Membohongi Publik

wattAnda perlu tahu, satuan watt yang dipakai untuk mengukur energi listrik membohongi publik! Satuan pemakaian daya listrik menggunakan watt yang telah dikenal masyarakat lebih dari 100 tahun, sudah saatnya ditinggalkan dan digantikan dengan satuan joule yang dihitung dari konsumsi energi. Bukan saja hitungan watt acapkali membingungkan, tetapi satuan ini ternyata sudah membohongi publik.

Ketua Jurusan Mekatronika, Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Mikael, Krishasmoromurti seperti ditulis di harian Kedaulatan Rakyat, Jumat (2/10/2009) kemarin menyebutkan, satuan watt tidak pernah memiliki hitungan pemakaian daya ‘per’, seperti liter air per hari, liter bensin per kilometer dan sebagainya. Padahal, dalam penggunaan energi, sebenarnya watt dapat didefinisikan sebagai satu joule per detik, dan ini tidak pernah dipahami, bahkan kalangan insinyur listrik sekalipun.

Memberi gambaran sederhana saat seminar Renewable Energy di kampus ATMI Internasional, Rabu (30/9), Murti menyebutkan, ketika orang dihadapkan pilihan dua kulkas masing-masing disebutkan konsumsi daya listrik 70 watt dan 100 watt, orang akan memilih kulkas dengan daya 70 watt dengan dalih lebih hemat listrik. Padahal, jika dihitung dengan satuan joule bisa saja pemakaian daya listrik kulkas yang disebutkan berdaya 70 watt lebih boros penggunaan energi ketimbang kulkas 100 watt.

Itu bisa terjadi, karena kulkas berdaya 100 watt mempunyai kompresor yang lebih efisien dan hanya perlu bekerja 1.000 detik per jam, sedangkan kulkas berdaya 70 watt menggunakan kompresor yang bekerja 3.000 detik per jam.

“Keterangan konsumsi energi tersebut tidak pernah disebutkan dalam spesifikasi produk peralatan elektronik, sehingga konsumen sebenarnya telah ditipu, karena keterangan daya bukanlah keterangan konsumsi energi,” ungkapnya.

Alat Ukur

Dalam kaitan itu pula, ATMI saat ini tengah mengembangkan alat ukur konsumsi energi dengan menggunakan satuan joule, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara persis seberapa besar sebenarnya konsumsi energi yang digunakan. Hitungan konsumsi energi dengan satuan yang lebih tepat, menurutnya sangat diperlukan, karena terkait dengan krisis energi yang mau tidak mau harus diikuti dengan penciptaan energi terbarukan.

Demikian halnya Agustinus Joko Istaji dari Pusat Studi Energi Universitas Atmajaya Yogyakarta, mengatakan, efisiensi dan konservasi energi saat ini sudah menjadi tuntutan mutlak. Banyak orang memahami gerakan hemat energi pada porsi tidak pas. Bahkan tak jarang orang berpandangan, penghematan penggunaan listrik 50 watt per rumah misalnya, dianggap tak berarti apapun. Padahal, jika hal itu diakumulasikan pada seluruh pengguna listrik, nilai penghematan yang diperoleh mencapai miliaran rupiah.

Karenanya dia menilai, persoalan energi ini tidak sederhana, sebab menyangkut banyak hal, termasuk perilaku masyarakat. Belum lagi jika bersentuhan dengan regulasi yang hingga kini tidak pernah jelas.

tips hemat energiTips Hemat Energi

Berikut beberapa Tips dari saya berkaitan dengan penghematan energi listrik:

1. Gantilah lampu setelah mencapai lifetimenya meskipun bohlam belum putus. Karena lampu yang sudah melewati masa lifetimenya, contoh lampu TL lifetimenya 10.000 jam, selain lux (satuan kekuatan cahaya) yang dipancarkan menjadi turun juga efisensi pemakaian energinya menjadi turun sehingga mengakibatkan boros listrik.

2. Hindari penggunaan lampu pijar dan selalu gunakan lampu-lampu hemat energi di rumah anda. Untuk memilih lampu yang hemat energi silahkan lihat satuan lumen pada spesifikasi teknis pada lampunya. Lampu dikatakan baik atau hemat energi apabila rasio satuan lumen dibagi wattnya semakin tinggi. Dan ini biasanya banyak dijumpai pada jenis lampu-lampu TL, PLS, PLC, Metal Halide dll.

3. Pada peralatan lampu yang penyalaannya sudah teratur seperti pada lampu teras rumah, taman dan halaman belakang ada baiknya anda menggunakan saklar otomotis seperti timer atau photosel untuk mengatur on off-nya secara otomatis sehingga menghindari nyala yang tidak perlu atau telat mematikan pada siang hari.

4. Untuk peralatan listrik yang menggunakan trafo dan ballast dalam komponen listriknya, pilihlah peralatan yang sudah menggunakan jenis trafo dan ballast yang berjenis elektronik. Hindari penggunaan trafo dan ballast konvensional yang masih menggunakan kumparan atau lilitan karena model seperti ini lebih boros listriknya.

5. Gantilah gas refrigerant (freon) pada kompresor AC dan kulkas anda dengan gas yang non CFC seperti dari hidrokarbon. Karena selain gas ini lebih hemat energi sekitar 25%, juga ramah lingkungan karena tidak merusak lapisan Ozon.

6. Pada peralatan mekanik seperti AC, kulkas dll yang mempunyai komponen utama mekanik berupa kompresor, seiring dengan hour lama pemakaian peralatan kinerjanya akan semakin menurun dan ampere konsumsi listrik yang dibutuhkan justru menjadi makin naik sehingga idealnya, seharusnya setelah 5 tahun agar diganti yang baru.

Demikian info dan tips dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat. Jika ada yang bermaksud menambahkan saya persilahkan.



Bookmark and Share

Jumat, 02 Oktober 2009

Era Kemunduran 3G part II

3G
Sampai dengan hari ke-3 bencana gempa bumi yang menimpa Sumatera Barat. Dari banyaknya korban jiwa yang terus bertambah sampai dengan hari ini, dan rusaknya beberapa infrastruktur fasilitas publik tak terkecuali sarana telekomunikasi, satu hal yang saya amati nama besar dan luasnya jaringan ternyata tidak menjamin tetap berfungsi baik pada saat bencana besar terjadi seperti ini.

Pagi ini saya terima email dari Onno W Purbo dari milis Telematika yang mengutip sumber informasi dari frekuensi 11.415MHz USB (edu.amikom. ac.id port 7575 room link-gempa), saat ini di kota Padang dan sekitarnya sarana telekomunikasi yang bisa digunankan disana hanya dari provider seluler seperti Esia, XL dan Flexi. Termasuk jaringan XL data untuk layanan Blackberry dan internet tetap normal disana. Saya malah tidak melihat dua nama operator terbesar negara kita yang digembar-gemborkan luas dan kuat sinyal jaringannya karena di dukung dengan banyaknya BTS (Base Transceiver Station), maaf seperti Telkomsel dan Indosat tetap berfungsi disana. Ironinya malah XL yang selama ini saya pandang sebelah mata tetap eksis disana.

Tanpa bermaksud merendahkan Telkomsel dan Indosat, sebagai pelanggan tentunya kita seharusnya tidak harus terpaku dengan satu brand (brand minded) pada satu operator saja tapi tetap harus membuka wawasan untuk bisa menerima yang lainnya. Saya melihat dua nama operator seperti Esia dan XL cukup inovatif untuk mengejar ketinggalannya diantara kuatnya persaingan provider seluler dalam merebut simpati pelanggan terutama mencoba bersaing dari kuatnya dominasi kedua operator terbesar tersebut.

Akhirnya pilihan tetap saya serahkan kepada anda di Era Kemunduran 3G seperti sekarang ini untuk memutuskan operator mana yang tepat dan bisa mengakomodir semua keinginan anda. Maaf saya sebut mundur meskipun sebenarnya 3G sudah bergerak maju kearah 3.5G, tapi bagi saya, saya anggap seperti mundur karena buruknya akses internet mobile broadband yang makin hari makin turun kecepatannya karena tidak bisa mengimbangi penetrasi pemakai internet mobile di negara kita. (Bersambung)

Note: Lewat posting ini sekaligus saya mengucapkan: "Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Semoga tuhan memberikan kekuatan, ketabahan pada keluarga yang ditinggalkan, Amin."



Bookmark and Share