Minggu, 27 September 2009

Era Kemunduran 3G

3G
Berbicara tentang koneksi 3G atau 3.5G, angan kita pasti akan langsung membayangkan sebagai sebuah kecepatan koneksi internet broadband berkecepatan tinggi yang speednya bisa mencapai 3.6 Mbps, secara teori. Anda tidak usah membayangkan dulu betapa cepatnya jika koneksi internet anda bisa mencapai speed sampai 3.6 Mbps tersebut apalagi berandai-andai seperti negara ginseng Korea selatan yang speed internetnya paling tinggi di dunia karena sudah bertengger di speed 20.4 Mbps. Amerika saja menurut laporan lembaga Communications Workers of Amerika butuh waktu sekitar 15 tahun untuk mengejar ketinggalannya ini agar bisa menyamai Korsel, apalagi negara kita bisa-bisa sampai 20 tahun lebih jika kondisi kecepatan internet kita masih saja berkutat di kisaran 1 Mbps.

Sekali lagi, tidak usah muluk-muluk membayangkan kecepatan broadband segitu tingginya kalau tujuan anda mengakses internet cuma untuk browsing, chatting, email, ngeblog, buka facebook dan sesekali streaming video Youtube atau konten video TV yang buka link watch TV-nya di internet. Mengapa? Karena sebenarnya dengan speed kisaran 400 kbps saja sudah cukup untuk menstreaming video internet tanpa tersendat kecuali kalau anda adalah maniak download dari internet memang semakin tinggi speednya semakin bagus karena anda akan merasa memindahkan file dari internet ke komputer anda tak beda seperti copy paste antar folder saja jika speednya tinggi.

3G, gaungnya di negara kita memang tidak semenarik waktu pertama kali di dengungkan oleh pihak operator seluler beberapa tahun yang lalu ketika kini prakteknya kecepatan internet 3G ternyata cuma beda tipis satu lapis saja diatas koneksi EDGE atau EGPRS yang speednya sudah mencapai 236.8 Kbps. Betapa tidak? Penetrasi pemakai internet di negara kita yang sedemikian tingginya, terlebih setelah hadirnya layanan BlackBerry- Tahun 2009 ini saja jumlah pengakses internet di negara kita sudah mencapai 30 juta orang- ternyata tidak diimbangi dengan bandwidth yang cukup memadai untuk mempertahankan kualitas kecepatan akses jaringan internet 3G yang digembar-gemborkan katanya super cepat tersebut.

Mungkin analogi yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan ini adalah bagaimana rasanya menikmati lezatnya sepotong pizza yang berbentuk lingkaran tapi harus dipotong-potong kecil karena harus berbagi bersepuluh dengan teman-teman anda. Tentulah rasanya jauh dari memuaskan, bukan?

Dan puncaknya disaat kualitas 3G yang disediakan operator seluler tidak begitu memuaskan para pelanggannya seperti saya, sebuah kabar sangat mengejutkan datang dari Telkomsel. Yaitu mulai 1 September 2009 untuk pelanggan paskah bayar yang berlangganan flash unlimited terjadi penurunan kuota akses cukup drastis. Bayangkan, pada Paket Basic speed 256 Kbps yang awalnya dengan biaya Rp 125 ribu perbulan diberi kuota akses sampai 2 Giga sekarang dipangkas kuotanya menjadi hanya 500 MB perbulan. Ironinya, dipangkas tapi tanpa ada kompensasi apapun dari penurunan ini. Inilah yang saya sebut sebagai Era Kemunduran 3G.

Era Kemunduran 3G. Ya, bagaimana tidak? Telkomsel yang sebagai market leader perusahaan telekomunikasi seluler di Indonesia yang menguasai lebih dari 50% pelanggan seluler di negara kita ternyata memberikan contoh preseden buruk sebuah apresiasi yang cukup mengejutkan saya sebagai pelanggan yang sudah sangat setia menggunakan produk Telkomsel selama 7 tahun dari mulai tahun 2002 hingga sekarang.

Kalau saja penurunan ini diimbangi dengan perbaikan lebar pita bandwidth yang memadai tanpa mengorbankan kualitas, saya rasa kita masih maklum. Nah, ini sudah kualitas makin turun. Maaf, boleh saya sebut lelet tapi pricingnya malah dibuat naik.

Akhirnya sekarang tidak ada pilihan lain, saya akan siap-siap pindah ke lain hati mencari operator lain yang tentunya harus lebih memuaskan saya. Baik segi layanan dan harga tentunya. Apakah anda ada saran buat saya untuk beri referensi operator mana yang bagus? Monggo saya tunggu sharingnya. (Bersambung)



Bookmark and Share

1 komentar: