Jumat, 02 Oktober 2009

Era Kemunduran 3G part II

3G
Sampai dengan hari ke-3 bencana gempa bumi yang menimpa Sumatera Barat. Dari banyaknya korban jiwa yang terus bertambah sampai dengan hari ini, dan rusaknya beberapa infrastruktur fasilitas publik tak terkecuali sarana telekomunikasi, satu hal yang saya amati nama besar dan luasnya jaringan ternyata tidak menjamin tetap berfungsi baik pada saat bencana besar terjadi seperti ini.

Pagi ini saya terima email dari Onno W Purbo dari milis Telematika yang mengutip sumber informasi dari frekuensi 11.415MHz USB (edu.amikom. ac.id port 7575 room link-gempa), saat ini di kota Padang dan sekitarnya sarana telekomunikasi yang bisa digunankan disana hanya dari provider seluler seperti Esia, XL dan Flexi. Termasuk jaringan XL data untuk layanan Blackberry dan internet tetap normal disana. Saya malah tidak melihat dua nama operator terbesar negara kita yang digembar-gemborkan luas dan kuat sinyal jaringannya karena di dukung dengan banyaknya BTS (Base Transceiver Station), maaf seperti Telkomsel dan Indosat tetap berfungsi disana. Ironinya malah XL yang selama ini saya pandang sebelah mata tetap eksis disana.

Tanpa bermaksud merendahkan Telkomsel dan Indosat, sebagai pelanggan tentunya kita seharusnya tidak harus terpaku dengan satu brand (brand minded) pada satu operator saja tapi tetap harus membuka wawasan untuk bisa menerima yang lainnya. Saya melihat dua nama operator seperti Esia dan XL cukup inovatif untuk mengejar ketinggalannya diantara kuatnya persaingan provider seluler dalam merebut simpati pelanggan terutama mencoba bersaing dari kuatnya dominasi kedua operator terbesar tersebut.

Akhirnya pilihan tetap saya serahkan kepada anda di Era Kemunduran 3G seperti sekarang ini untuk memutuskan operator mana yang tepat dan bisa mengakomodir semua keinginan anda. Maaf saya sebut mundur meskipun sebenarnya 3G sudah bergerak maju kearah 3.5G, tapi bagi saya, saya anggap seperti mundur karena buruknya akses internet mobile broadband yang makin hari makin turun kecepatannya karena tidak bisa mengimbangi penetrasi pemakai internet mobile di negara kita. (Bersambung)

Note: Lewat posting ini sekaligus saya mengucapkan: "Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Semoga tuhan memberikan kekuatan, ketabahan pada keluarga yang ditinggalkan, Amin."



Bookmark and Share

1 komentar: