twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label 3G. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3G. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2015

Tips Bikin Hotspot Murah Pakai WiFi Sharing Dock dan Modem 3G/4G

Vodafone WiFi
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis sebuah artikel tentang cara Bikin Hotspot Biaya Murah Pakai Speedy. Kali ini saya ingin kembali menulis tips yang sama. Topiknya masih sama seputar cara membuat Hotspot murah. Untuk percobaan ini saya tidak menggunakan koneksi internet ADSL tapi menggunakan koneksi mobile broadband telepon seluler 3G/4G dengan perangkatnya saya pakai modem USB yang saya pasangkan dengan WiFi Sharing Dock sebagai routernya.

Karena kebetulan saya mempunyai dua modem USB nganggur di rumah, lama tidak terpakai. Satunya modem Huawei K4605 dan satunya Huawei E1550. Saya memikir otak apakah kira-kira ada tidak, ya router 3G/4G murah yang bisa saya gunakan untuk membuat Hotspot dengan memanfaatkan modem ini?

Selasa, 16 November 2010

Era Baru Layanan Mobile Broadband 3

HSPA+

Saat ini era internet mobile broadband kecepatan tinggi benar-benar sudah bisa kita rasakan di negara kita. Khususnya, bagi Anda pelanggan Flash Kartu Halo Telkomsel, sebagaimana klaim resminya di akhir tahun 2009 lalu. Baca "Era Baru Layanan Mobile Broadband". Kini bagi Anda yang tinggal di pusat-pusat kota berikut: Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya sudah bisa menikmati kecepatan internet mobile broadband berkecepatan tinggi dengan teknologi HSPA+ atau setara dengan teknologi hampir 4G.

Kemarin, hari Senin, 15 November 2010 pukul 08:00 WIB bertempat di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan jalan Malioboro saya telah melakukan test speed kecepatan internet saya. Saya melakukan test dengan bantuan SpeedTest.Net mencoba Ping server dari Yogyakarta ke Semarang.

Dan hasilnya, sungguh mengejutkan. Kecepatan internet saya sempat menyentuh level tertinggi di angka 5 Mbps. Jauh melesat tinggi melebihi kecepatan internet tertinggi yang pernah saya capai pada bulan Januari 2010 lalu, yang sempat nembus ke angka 3 Mbps. Baca "Era Baru Layanan Mobile Broadband 2"

Silahkan Anda lihat bukti capture print screennya di bawah ini:


Speed Mobile Broadband HSPA+

Bagi Anda yang punya mobilitas tinggi dan ingin mendambahkan kecepatan internet mobile broadband berkecepatan tinggi, saatnya kini Anda bisa beralih dan menjajal kemampuan Flash Kartu Halo dari Telkomsel. Kalau Anda ingin tahu detilnya silahkan bisa baca-baca dulu introduction-nya dari situs Telkomsel di sini


Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lebih dulu sebelum Anda memutuskan untuk memilih sebuah layanan internet mobile broadband, apa pun itu ISP-nya. Yaitu: Kekuatan sinyal di lokasi Anda, seberapa banyak jumlah pengakses internet mobile broadband yang sama di lokasi Anda, lokasi server internet yang sering Anda akses atau tuju kemana, dan jenis paket internet yang akan Anda pilih apa, prabayar apa pasca bayar. Mengapa? Karena faktor-faktor inilah yang akan mempengaruhi kecepatan internet Anda. Dan yang terakhir, yang tak kalah penting adalah teknologi peripheral modem dan spesifikasi komputer Anda tentunya juga turut berpengaruh.


Catatan: Artikel ini bukan sebuah Advertorial. Hanya murni review dari seorang pemakai saja. Dan saya menulis review ini samasekali tidak dibayar oleh Telkomsel.


Sumber Foto: Maxmobile


Bookmark and Share

Minggu, 04 Oktober 2009

Era Kemunduran 3G part III

3GTanpa bermaksud makin merendahkan, mencaci buruknya Kecepatan Koneksi dari provider ISP di negara kita, berikut saya kutip email dari seorang kawan dari Milis Telematika, sekedar sebagai wawasan betapa negara kita memang ketinggalan banget jika dibandingkan negara lain dalam hal kecepatan akses internet:

Selama 3 minggu di USA, broadband begitu nyaman, kapan saja dimana saja, bisa lihat movie, kirim2an berita, poem, e-book dan artikel. Gambar design baju, dekorasi, file gede2 lancar tanpa tersiksa spt kalo di tanah air tercinta.

Patokan kecepatan yang saya pakai...you tube high res tdk ndut2tan. Ini sbg batas minimum speed. Dan selalu lebih cepat...

Kami ada acara engagement keponakan saya, keluarga besan dari London, shg persiapan pakaian / dekorasi / pesan barang cari toko dan alamat di NYC dsbnya berterbangan antar benua. Apalagi ada yang sakit di Jepang, yang akhirnya wafat. Jadi komunikasi semakin terasa demikian lancar just because of internet. Kegiatan kantor juga hrs kami bahas melalui internet, sehingga bbrp hal yang hrs diputuskan sblm masa liburan bisa terselesaikan. Tanpa skype, bb chat, yahoo chat, magic jack, berapa tuch biaya komunikasi kami? Teleconference Jkt Smg NYC suaranya jelas terdengar, meski yg Semarang suka tersendat sendat sebab up load di"cekik".

Yang ingin saya katakan, kalau pelayanan fasilitas internet masih ndut2tan buat you tube, jangan harap ada kemajuan berarti dalam berbagai content dan pemanfaatan internet. Jaman skrg bukan www lagi tapi wwc world wide computing, alias transaksi lewat "cloud".

Nah utk Indonesia, tanpa FO antar pulau hingga setiap propinsi / kabupaten tersambung FO (palapa ring) jangan harap.... Jangan dibahas.... Karena kita tahu hasilnya nihil...

Mhn maaf lahir dan batin...mumpung masih suasana Lebaran, sambil menghimbau Mastel "paksakan" para pembuat keputusan utk mewujudkan jaringan fasilitas palapa ring, yang sungguh kita butuhkan....


Dan fakta yang pernah saya contohkan dengan kuota Telkomsel Flash yang diturunkan, Indosat IM2 Broom Prabayar yang mulai dihentikan untuk yang paket 100 ribuan, merupakan bukti bahwa tidak ada cara lain yang paling cepat bisa ditempuh oleh para operator ISP untuk mengurangi penurunan kualitas akses internet mobile broadband di negara kita, karena kita tahu pada internet mobile broadband yang bersifat share network, dengan mengurangi kuantitas jumlah pemakainya sedikit bisa mengurangi beban leletnya akses.

Ingat, analogi pizza yang pernah saya ceritakan lalu. Jika anda tidak mampu membuat pizza yang cukup gede agar bisa memuaskan sepuluh orang yang memakannya, maka jalan terbaik dan tercepat adalah kurangi jumlah orangnya yang makan agar masing-masing orang puas mendapatkan potongan pizzanya.

Demikian trilogi posting saya yang berjudul Era Kemunduran 3G akhirnya harus saya akhiri sampai disini. Dan satu kabar gembira buat pemakai Telkomsel Flash Unlimited, pada bulan Oktober 2009 ini, yang pada bulan September lalu kuota akses Flash sempat diturunkan, pada bulan ini dinaikkan kembali menjadi 2 Giga. Mudah-mudahan ini bukan keputusan temporer karena akibat banyaknya pelanggan yang complain, tetapi kita berharap keputusan ini sebagai bentuk Telkomsel yang peduli dan memperhatikan ekspetasi pelanggannya. (Tamat)



Bookmark and Share

Jumat, 02 Oktober 2009

Era Kemunduran 3G part II

3G
Sampai dengan hari ke-3 bencana gempa bumi yang menimpa Sumatera Barat. Dari banyaknya korban jiwa yang terus bertambah sampai dengan hari ini, dan rusaknya beberapa infrastruktur fasilitas publik tak terkecuali sarana telekomunikasi, satu hal yang saya amati nama besar dan luasnya jaringan ternyata tidak menjamin tetap berfungsi baik pada saat bencana besar terjadi seperti ini.

Pagi ini saya terima email dari Onno W Purbo dari milis Telematika yang mengutip sumber informasi dari frekuensi 11.415MHz USB (edu.amikom. ac.id port 7575 room link-gempa), saat ini di kota Padang dan sekitarnya sarana telekomunikasi yang bisa digunankan disana hanya dari provider seluler seperti Esia, XL dan Flexi. Termasuk jaringan XL data untuk layanan Blackberry dan internet tetap normal disana. Saya malah tidak melihat dua nama operator terbesar negara kita yang digembar-gemborkan luas dan kuat sinyal jaringannya karena di dukung dengan banyaknya BTS (Base Transceiver Station), maaf seperti Telkomsel dan Indosat tetap berfungsi disana. Ironinya malah XL yang selama ini saya pandang sebelah mata tetap eksis disana.

Tanpa bermaksud merendahkan Telkomsel dan Indosat, sebagai pelanggan tentunya kita seharusnya tidak harus terpaku dengan satu brand (brand minded) pada satu operator saja tapi tetap harus membuka wawasan untuk bisa menerima yang lainnya. Saya melihat dua nama operator seperti Esia dan XL cukup inovatif untuk mengejar ketinggalannya diantara kuatnya persaingan provider seluler dalam merebut simpati pelanggan terutama mencoba bersaing dari kuatnya dominasi kedua operator terbesar tersebut.

Akhirnya pilihan tetap saya serahkan kepada anda di Era Kemunduran 3G seperti sekarang ini untuk memutuskan operator mana yang tepat dan bisa mengakomodir semua keinginan anda. Maaf saya sebut mundur meskipun sebenarnya 3G sudah bergerak maju kearah 3.5G, tapi bagi saya, saya anggap seperti mundur karena buruknya akses internet mobile broadband yang makin hari makin turun kecepatannya karena tidak bisa mengimbangi penetrasi pemakai internet mobile di negara kita. (Bersambung)

Note: Lewat posting ini sekaligus saya mengucapkan: "Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Semoga tuhan memberikan kekuatan, ketabahan pada keluarga yang ditinggalkan, Amin."



Bookmark and Share

Minggu, 27 September 2009

Era Kemunduran 3G

3G
Berbicara tentang koneksi 3G atau 3.5G, angan kita pasti akan langsung membayangkan sebagai sebuah kecepatan koneksi internet broadband berkecepatan tinggi yang speednya bisa mencapai 3.6 Mbps, secara teori. Anda tidak usah membayangkan dulu betapa cepatnya jika koneksi internet anda bisa mencapai speed sampai 3.6 Mbps tersebut apalagi berandai-andai seperti negara ginseng Korea selatan yang speed internetnya paling tinggi di dunia karena sudah bertengger di speed 20.4 Mbps. Amerika saja menurut laporan lembaga Communications Workers of Amerika butuh waktu sekitar 15 tahun untuk mengejar ketinggalannya ini agar bisa menyamai Korsel, apalagi negara kita bisa-bisa sampai 20 tahun lebih jika kondisi kecepatan internet kita masih saja berkutat di kisaran 1 Mbps.

Sekali lagi, tidak usah muluk-muluk membayangkan kecepatan broadband segitu tingginya kalau tujuan anda mengakses internet cuma untuk browsing, chatting, email, ngeblog, buka facebook dan sesekali streaming video Youtube atau konten video TV yang buka link watch TV-nya di internet. Mengapa? Karena sebenarnya dengan speed kisaran 400 kbps saja sudah cukup untuk menstreaming video internet tanpa tersendat kecuali kalau anda adalah maniak download dari internet memang semakin tinggi speednya semakin bagus karena anda akan merasa memindahkan file dari internet ke komputer anda tak beda seperti copy paste antar folder saja jika speednya tinggi.

3G, gaungnya di negara kita memang tidak semenarik waktu pertama kali di dengungkan oleh pihak operator seluler beberapa tahun yang lalu ketika kini prakteknya kecepatan internet 3G ternyata cuma beda tipis satu lapis saja diatas koneksi EDGE atau EGPRS yang speednya sudah mencapai 236.8 Kbps. Betapa tidak? Penetrasi pemakai internet di negara kita yang sedemikian tingginya, terlebih setelah hadirnya layanan BlackBerry- Tahun 2009 ini saja jumlah pengakses internet di negara kita sudah mencapai 30 juta orang- ternyata tidak diimbangi dengan bandwidth yang cukup memadai untuk mempertahankan kualitas kecepatan akses jaringan internet 3G yang digembar-gemborkan katanya super cepat tersebut.

Mungkin analogi yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan ini adalah bagaimana rasanya menikmati lezatnya sepotong pizza yang berbentuk lingkaran tapi harus dipotong-potong kecil karena harus berbagi bersepuluh dengan teman-teman anda. Tentulah rasanya jauh dari memuaskan, bukan?

Dan puncaknya disaat kualitas 3G yang disediakan operator seluler tidak begitu memuaskan para pelanggannya seperti saya, sebuah kabar sangat mengejutkan datang dari Telkomsel. Yaitu mulai 1 September 2009 untuk pelanggan paskah bayar yang berlangganan flash unlimited terjadi penurunan kuota akses cukup drastis. Bayangkan, pada Paket Basic speed 256 Kbps yang awalnya dengan biaya Rp 125 ribu perbulan diberi kuota akses sampai 2 Giga sekarang dipangkas kuotanya menjadi hanya 500 MB perbulan. Ironinya, dipangkas tapi tanpa ada kompensasi apapun dari penurunan ini. Inilah yang saya sebut sebagai Era Kemunduran 3G.

Era Kemunduran 3G. Ya, bagaimana tidak? Telkomsel yang sebagai market leader perusahaan telekomunikasi seluler di Indonesia yang menguasai lebih dari 50% pelanggan seluler di negara kita ternyata memberikan contoh preseden buruk sebuah apresiasi yang cukup mengejutkan saya sebagai pelanggan yang sudah sangat setia menggunakan produk Telkomsel selama 7 tahun dari mulai tahun 2002 hingga sekarang.

Kalau saja penurunan ini diimbangi dengan perbaikan lebar pita bandwidth yang memadai tanpa mengorbankan kualitas, saya rasa kita masih maklum. Nah, ini sudah kualitas makin turun. Maaf, boleh saya sebut lelet tapi pricingnya malah dibuat naik.

Akhirnya sekarang tidak ada pilihan lain, saya akan siap-siap pindah ke lain hati mencari operator lain yang tentunya harus lebih memuaskan saya. Baik segi layanan dan harga tentunya. Apakah anda ada saran buat saya untuk beri referensi operator mana yang bagus? Monggo saya tunggu sharingnya. (Bersambung)



Bookmark and Share