twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Sabtu, 26 Februari 2011

Gratis Tak Selamanya Berujung Menyenangkan

SMS GratisSesuatu yang gratis memang tak selamanya berujung menyenangkan semua orang. Betul? Meskipun sebetulnya saya juga suka dengan barang yang gratisan tapi kalau akibat pemberian 'Gratis' tersebut terus berbuah sesuatu yang mengganggu apa iya masih menyenangkan?

Contoh, saat ini lagi marak adanya pemberian bonus SMS (short message service) gratis dari para operator seluler di negara kita. Yang jumlah bonusnya tak tanggung-tanggung bisa mencapai ribuan SMS gratis per hari. Anda ingin tahu apa dampak dari adanya pemberian gratis ini? Gara-gara bonus SMS gratis ini arus SMS marketing dan SMS Spam begitu deras nyepam ke semua pemakai ponsel, tak terkecuali ke ponsel saya.

Untung lah ponsel saya sudah saya bentengi dengan aplikasi SMS Spam Manager jadi berbagai bentuk SMS marketing dan SMS spam sudah tidak bisa lolos menerobos masuk ke inbox ponsel saya. Namun, bagaimana kalau pengguna ponselnya belum mengerti dan mempersenjatai dengan aplikasi semacam SMS Spam Manager atau aplikasi Mr. Number Call Block seperti pada ponsel BlackBerry? Tentu akan sangat terganggu, bukan?

Mari flasback sebentar ke masa 11 tahun tahun silam, tepatnya ke masa awal tahun 2000-an. Pada tahun itu, tahun pertama kali saya punya ponsel, seingat saya harga SMS per pesan sekali kirim waktu itu masih belum semurah sekarang. Yaitu sekitar Rp 350/SMS kalau yang prabayar dan Rp 250/SMS untuk yang pasca bayar untuk per sekali kirimnya.

Awalnya, SMS hanya bisa dikirim dari sesama pengguna dalam operator yang sama, belum bisa bebas dikirim lintas operator. Keadaan serba terbatas ini justru di sisi lain cukup membuat nyaman pengguna ponsel karena sedikitnya para penyepam yang kirim SMS marketing lewat ponsel.

Sampai akhirnya kemudian terjalin kerjasama antar operator sehingga SMS bisa bebas dikirim ke nomor operator seluler manapun, tak terkecuali operator dari dan keluar negeri. Termasuk gateway (jalur) SMS dari internet semacam SMS Broadcast pun bisa dibuka seperti waktu sekarang ini.

Biaya pengiriman SMS pun semakin murah dari hari ke hari atau tahun ke tahun sehingga saat ini malah digratiskan samasekali sebagai bentuk bonus. Contoh, operator Telkomsel memberikan bonus 1000 SMS gratis pada pemakai Kartu As, kemudian berturut-turut AXIS, XL, Indosat dan masih banyak lagi operator yang lain juga ramai-ramai memberikan bonus berupa SMS gratis.

Fakta yang menjadi ironinya, sampai saat ini adanya pemberian bonus SMS gratis ini justru dianggap sangat menguntungkan di sisi operator karena memberikan kontribusi cukup besar dalam hal akuisisi jumlah pelanggan baru. Selain itu juga memberikan sumbangan pada kesetiaan pelanggan.

Telkomsel sebagai market leader yang menguasai lebih dari 50% pelanggan seluler di negara kita setelah sebelumnya menentang keras dengan adanya pemberian bonus gratis SMS ini akhirnya pun ikut berbalik arah dan ganti menawarkan SMS gratis lintas operator sama seperti para operator lainnya. Telkomsel menawarkan SMS gratis karena himbauannya agar layanan itu distop tidak indahkan para operator lainnya.

Sebagai pengguna jasa telekomunikasi seluler, saya hanya berharap regulator seperti BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) segera turun tangan mengatasi masalah ini. Jika layanan bonus SMS tidak segera dihentikan maka akan semakin tumbuh subur SMS-SMS marketing dan SMS Spam yang terus mengganggu pengguna ponsel.

Pertanyaan saya kepada Anda. Sebagai pengguna ponsel apakah Anda juga mengalami hal yang sama, yaitu terganggu akibat adanya SMS marketing dan spam yang banyak masuk ke ponsel seperti sekarang ini? Atau samasekali tak terganggu dan justru menikmati adanya pemberian bonus gratis SMS ini?


Bookmark and Share

Rabu, 16 Februari 2011

Benarkah Pembajakan Itu Salah dan Samasekali Tidak Bisa Ditolerir?

Plagiat
Urusan lisensi, bajak membajak dan menjiplak (plagiat) karya orang lain, saat ini lagi menjadi isu menarik. Sampai tulisan ini saya tulis masih menjadi topik hangat karena jadi ajang threat diskusi di milis saya. Awalnya, gara-gara situs SalingSapa yang ramai dibicarakan di media. Kemudian berlanjut ke masalah lisensi yang dipakai situs SalingSapa yang katanya menggunakan CMS milik JCows. Dan diluar diskusi di milis, saya lihat beberapa kawan blogger saya juga tidak sedikit yang mengulas tentang SalingSapa, juga masalah HAKI, plagiat dan lisensi ini.

Kali ini saya ingin mengulas dari sisi yang berbeda. Pertanyaan saya: Benarkah tindakan pembajakan itu salah dan samasekali tidak bisa ditolerir? Bagaimana kalau menurut pendapat Anda?

Sebelum Anda menjawab pertanyaan saya, saya ingin menyampaikan tiga fakta berikut ini kepada Anda. Semoga tiga contoh yang akan saya beberkan kepada Anda ini sedikit bisa memberi warna, bukan hanya sekedar hitam dan putih atau salah dan benar, mengapa pembajakan dan plagiat itu prakteknya masih tumbuh subur. Dan beberapa negara malah melegalkannya. Saya akan bahas satu persatu.

1. Fakta tentang negara China


Kemampuan membuat barang tiruan (imitasi) bangsa China memang luarbiasa mengantar negaranya menjadi raksasa penguasa ekonomi dunia seperti sekarang ini. China tidak perlu pengakuan dari siapapun atas fakta ini. Keberhasilan mereka dalam mencapai kemajuan bangsanya sebagai raksasa ekonomi terbesar di dunia yang terus tumbuh akibat dari salah satunya melakukan praktek meniru atau menjiplak produk negara lain. Betul?

China, apa sih barang yang sekarang ini tidak ditiru oleh China? Dari mulai aksesories seperti arloji, tas, pakaian, ponsel, produk elektronik sampai motor semua bisa dijiplak persis oleh China. Anda ingin tahu apa argumentasi orang China tentang hal ini? Ternyata China punya paham yang berbeda dalam memandang urusan yang satu ini.

Meniru. Bagi China adalah sah-sah saja mereka lakukan apa yang sebetulnya kita sebut sebagai plagiat, sebab bagi mereka itu justru adalah hak. Hak? Aneh, kan terdengarnya? Tapi itu benar. Karena menurut mereka (bangsa China) memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) yang umumnya dimiliki oleh negara-negara maju (barat) tersebut. Bangsa China mengklaim telah menyumbangkan warisan kekayaan intelektual secara cuma-cuma kepada seluruh umat manusia dan negara maju untuk meningkatkan peradaban mereka sejak jaman dahulu kala.

Bahkan, ini saya mengutip dari email di milis Telematika, salah seorang menteri China dalam suatu pidato resminya pernah mengatakan bahwa apabila bangsa barat menuntut hak atas kekayaan intelektual (HAKI) masa kini maka seharusnya mereka juga mengakui kekayaan intelektual masa lalu yang telah menjadikan mereka maju seperti sekarang ini. Termasuk membayar semua kerugian atas ide imperialisme dan industrialisasi kaum kapitalis sejak pasca jaman renaissance yang telah menyengsarakan umat manusia di belahan timur dan selatan.

2. Fakta tentang penjajahan di negara kita

Saya berandai-andai kalau saja negara kita tak pernah dijajah oleh negara-negara barat, kalau menurut Anda apakah bangsa ini tetap akan terpuruk, tertinggal kemajuannya dengan negara maju lainnya seperti sekarang ini? Belum tentu, kan? Bayangkan saja selama 350 tahun kita dihisap, dijajah bangsa barat, dieksploitasi kekayaan alamnya sampai selama itu. 350 tahun itu kalau yang jadi patokan adalah AHH (angka harapan hidup) orang Jogja, 73 tahun, bayangkan itu artinya hampir selama lima turunan (generasi).

Jika saja negara kita sudah berdiri mandiri dan tidak dijajah oleh negara barat sejak jaman Majapahit misalnya, belum tentu kita akan tertinggal jauh seperti sekarang ini, kan? Betul?

Kalau tindakan China yang suka meniru atau menjiplak hasil kekayaan intelektual dari bangsa lain, maka bagaimana kalau saya berpendapat sama untuk negara kita? Anggap saja ini impas juga dengan masa lalu karena mereka (negara barat) sudah pernah menjajah kita setelah sekian lama. Jadi kalau pun kita membajak, contoh software, karena salah satunya orang di negara kita memang miskin, tak mampu beli yang legal. Faktanya memang rata-rata begitu, kan?

Boleh saya sebut itu sebagai bentuk Penjajahan Terbalik dari perbuatan dulu karena mereka pernah lakukan penjajahan pada negara kita? Apakah menurut Anda argumentasi saya tersebut salah dan tetap tidak bisa ditolerir?

3. Fakta tentang para underground

Berbicara masalah lisensi dan bajak membajak ada satu komunitas yang eksistensinya harus diakui juga. Yaitu komunitas para underground atau kubu anti lisensi, paten, royalti dan penganut copyleft yang menganggap HAKI adalah produk pemberian dari Tuhan sehingga tidak pantas diperjualbelikan. Mereka ini malah menganggap sistem lisensi ini adalah paham kapitalis liberal yang melakukan penghisapan manusia atas manusia. Salah satu alat imperialisme baru. Salah satu contoh saja, misalnya dalam kasus hak atas virus yang ternyata dimiliki eksklusif oleh industri farmasi negara maju dengan memanfaatkan otoritas lembaga dunia PBB seperti WHO.

Dan kalau Anda pernah membaca buku “Di Balik Kisah-kisah HACKER Legendaris” yang ditulis oleh Wicak Hidayat dan Yayan Sopyan maka di salah satu halamannya ada sebuah kutipan menarik yang ditulis oleh seorang Hacker yang menyebut dirinya bernama “The Mentor, 1986”. Mereka membuat sebuah statement yang sangat menarik, yang merupakan ‘Manifesto Hacker’. Sebuah bentuk ketidakpuasan. Berikut saya kutip sebagian isi kata-katanya:

“….Kalian menyebut kami penjahat.. karena kami menggunakan layanan yang sudah ada tanpa membayar, padahal layanan itu seharusnya sangat murah jika tidak dikuasai oleh orang-orang rakus….”

Bukankah ketiga fakta yang saya sebutkan di atas, yaitu fakta di China, penjajahan di negara kita dan ‘Manifesto Hacker’ itu sebuah fakta yang tak bisa kita pungkiri juga di sisi lain?

Terakhir kesimpulannya. Maaf, kali saya tidak akan menyimpulkan masalah plagiat atau bajak membajak ini. Sama seperti judul dalam artikel ini yang berupa sebuah pertanyaan, saya hanya bertanya kepada Anda. Selanjutnya silahkan jawab dan putuskan sendiri sikap Anda.

Sumber Foto: Plagiarism


Bookmark and Share

Senin, 14 Februari 2011

Review Buku: Belajar Goblok Dari Bob Sadino

Bob SadinoParadigma saya sekolah dan mengenyam hidup selama 38 tahun runtuh sudah. Itu semua karena Bob Sadino. Gara-gara membaca bukunya seperti telah dicuci otak saya. Benar-benar dicuci bersih dan seperti dilahirkan kembali. Ha Ha Ha.

Bagaimana tidak, falsafah-falsafah bisnis dan hidup Bob Sadino sudah menjungkirbalikkan fakta tentang keyakinan yang banyak diyakini orang pintar selama ini. Apa itu? Falsafah Goblok.

Berikut salah satu pernyataannya yang bisa membuat saya dan barangkali Anda juga menjadi tersenyum kecut, atau kening sampai berkerut-kerut bahkan mungkin bisa kebakaran jenggot karena pernyataannya yang tentu bertolak belakang 180 derajat beneran kalau dilihat dari kacamata pinter orang sekolah.

Kalau ingin sukses berbisnis Jangan pakai tujuan. Jangan pakai rencana. Jangan pula pakai harapan. Mengalir saja jalani apa adanya. Dan juga tak perlu sekolah. Catat tak perlu sekolah. Ini pesan "Goblok" tapi sebetulnya pinter yang disampaikan oleh Bob Sadino dalam sebuah bukunya yang baru selesai saya baca.

Mengapa dibilang Goblok? Karena tak pernah ada pelajaran pinter sekolah ilmu manajemen modern universitas manapun yang mengajarkan demikian. Apalagi nyuruh jangan sekolah. Hanya Bob Sadino lah satu-satunya orang yang mengajarkan pakai cara "Goblok" yang tak lazim ini.

Mengapa Bob Sadino berani bilang tak perlu sekolah? Bila Anda termasuk orang yang membangga-banggakan sekolah atau ijazah Anda, semoga Anda tak semakin marah apalagi mencak-mencak mendengar ucapannya lagi tentang sekolah. Sekolah itu racun. Catat sekali lagi, hanya membodohi Anda dengan racun informasi basi seperti sampah yang tak berguna.

Maksud dari ucapan Bob Sadino yang bisa saya tangkap adalah intinya kalau ingin pinter, salah satunya pinter berbisnis, ya bisnis saja dengan langsung praktek, just do it, tak perlu banyak mikir ini dan itu yang membuat Anda menjadi takut karena kebanyakan pertimbangan. Kebanyakan mikir malah tak jalan-jalan. Dan celakanya, kebanyakan sekolah hanya mendidik orang menjadi penakut akibat terlalu banyak dicekoi pelajaran sampah yang semakin membuat takut orang berbisnis. Ini faktanya.

Ucapan itu bukan tanpa alasan dan guyonan tapi sangat serius. Dan dalam banyak kesempatan seperti saat diundang untuk seminar-seminar atau diwawancarai media kata-kata itu sering meluncur dari mulut Bob Sadino.

Sebagai bukti ucapannya, jangan ditanya setidaknya Bob Sadino sudah membuktikan kesuksesan berbisnisnya pada dirinya sendiri dengan memakai cara-cara "Goblok". Coba bayangkan dari awalnya menjajakan telur door to door sampai akhirnya bisa punya rumah megah, mobil Jaguar dua sampai punya supermarket Kem Chick yang terus berkembang pesat dan punya pabrik sosis & ham Kem Food dan juga punya pabrik pengolah sayur Kem Farm.

Apa itu masih belum cukup untuk membuktikan bahwa teori "Goblok" Bob Sadino sebetulnya adalah pinter?

Dalam konteks melakukan apapun adakalanya tujuan, adanya banyak atau sederet rencana dan harapan justru malah membelenggu kita. Kita memang fokus pada rel tujuan namun fokus di sini justru menafikan peluang lain yang ada di luar rencana atau tujuan kita, yang sebetulnya adakalanya malah lebih menjanjikan. Betul?

Itulah setidaknya penggalan pesan yang bisa saya tangkap dari maksud Bob Sadino mengapa berbisnis itu tak perlu pakai tujuan, tak perlu pakai rencana seperti kontingensi plan, adanya banyak plan-plan seperti plan A, plan B, plan C, dst. Dan juga tak perlu sebuah harapan.

Anda ingin tahu selengkapkanya bagaimana belajar pakai cara "Goblok" agar menjadi pinter, silahkan baca bukunya. Baca buku "Belajar Goblok Dari Bob Sadino" yang ditulis oleh Dodi Mawardi.

Maaf, ini bukan Advertorial tapi hanya review saja. Saya tidak dibayar sepeser pun dengan mereview buku ini. Yang ini tolong Anda catat juga. biggrin



Bookmark and Share

Sabtu, 12 Februari 2011

Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang

Di negara timur, salah satunya di negara kita Indonesia, keperawanan seorang gadis masih dianggap sesuatu yang sangat penting oleh semua orang. Betul? Mengapa sangat penting? Karena keperawanan gadis adalah tanda atau simbol bahwa seorang wanita masih suci atau belum pernah dijamah oleh laki-laki manapun. Tepatnya tanda belum pernah melakukan hubungan seks.

Wedding

Jika seorang wanita belum menikah tapi sudah kedapatan tidak perawan, dengan salah satunya ditandai telah robeknya selaput dara (hymen) yang ada dalam organ intimnya maka tentu saja ini adalah sebuah aib besar. Terlebih, robeknya selaput dara ini memang akibat benar-benar karena sebuah kesengajaan. Yaitu karena telah melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Namun, tidak selamanya seorang gadis yang tidak perawan diakibatkan karena seks pranikah, tetapi ada juga yang robeknya selaput dara dikarenakan karena jatuh seperti kecelakaan misalnya, atau karena berolahraga.

Sebagai seorang yang mewakili kaum laki-laki hampir bisa saya pastikan sulit untuk tidak menjudge bila mendapati seorang gadis tidak perawan bukan karena alasan seks pranikah, atau karena alasan nomer yang kedua di atas. Yaitu karena kecelakaan atau berolahraga. Karena secara umum hilangnya keperawanan seorang gadis kebanyakan memang oleh hubungan seks. Karena akibat penetrasi pertemuan dua organ seks yang menyebabkan robeknya selaput dara (hymen).

Terlepas masalah keperawanan ini masih dianggap penting atau tidak, faktanya tuntutan sebagian besar pria kepada wanita calon pasangannya kebanyakan adalah menuntut calon istrinya tetap perawan di malam pertamanya. Tuntutan ini saya rasa sangat wajar karena sebagai seorang calon suami pasti mendambakan kepada calon istrinya agar dialah pria yang pertama kali menjamah istrinya. Bukan orang lain. Kecuali kalau dari awal si wanitanya memang seorang janda, itu lain soal.

Bagaimana kalau misalnya ada seorang gadis yang sudah tidak perawan lagi tapi ingin mendambakan agar bisa perawan kembali? Jawabnya bisa, salah satunya dengan melakukan operasi pembuatan selaput dara. Tapi, masalahnya biaya operasi ini tak murah sehingga kebanyakan gadis tak mampu melakukannya.

Nah, saya ada solusi murah bagaimana mengembalikan selaput dara tanpa harus dengan operasi. Saya punya tips mengembalikan keperawanan yang hilang menjadi akan benar-benar nampak utuh seperti masih gadis beneran. Yaitu masih akan keluar darah beneran saat berhubungan seks seperti layaknya gadis yang masih perawan.

Solusinya, dengan memakai alat bernama Virginity Hymen. Apa itu Virginity Hymen? Yaitu sebuah alat yang secara harfiahnya bisa diartikan sebagai selaput dara buatan. Pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Jepang yang kemudian dikembangkan secara luas oleh manufaktur di China. Alat ini diciptakan dengan maksud mengatasi masalah pada wanita yang telah hilang mahkota keperawanannya.

Bagaimana cara kerja alat Virginty Hymen ini? Sistem kerja alat ini adalah ketika terjadi penetrasi dalam hubungan seks, hymen yang sebelumnya telah dipasang dalam liang senggama seorang wanita akan rusak dan pecah, kemudian akan mengeluarkan sedikit cairan berwarna merah yang mirip dengan darah seorang perawan.
Terakhir, saya perlu menegaskan. Meski saya memberikan tips ini kepada Anda tapi saya tegaskan sekali lagi bahwa saya sangat tidak setuju dengan free sex. Tidak setuju dengan seks pranikah yang dilarang oleh agama dan norma di masyarakat kita. Jadi, tips ini hanya saya khususkan untuk membantu gadis-gadis yang hilang keperawanannya karena jatuh akibat kecelakaan, jatuh karena berolahraga, atau hilang keperawanannya akibat karena pemerkosaan. Dan bukan karena hilang secara disengaja akibat pernah berhubungan seks secara bebas.

Jika diantara pembaca ada yang membutuhkan alat Virginty Hymen ini, saya persilahkan hubungi Bu Erna di nomor Telpon 0274-4541674, HP/WA 085743457343 (Indosat), PIN BB 2B537DA9 atau bisa hubungi penulis melalui link Contact yang ada di blog ini. Demikian tips dari saya, semoga informasi ini bermanfaat.

*** Tips ini bermuatan Advertorial (jualan). Segala kerahasiaan seluruh pemesan dijamin dan akan dirahasiakan.


Bookmark and Share