twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Rabu, 24 Agustus 2011

3 Peluang Korupsi Yang Sering Terjadi di Bea dan Cukai

Korupsi Bea dan Cukai
Setelah membaca artikel Mas Aming di artikel “Stop Gratifikasi” saya jadi terusik untuk menuliskan hal yang sama. Yaitu kasus serupa tentang korupsi di Bea dan Cukai. Bedanya, kali ini yang akan saya ceritakan murni dari pengalaman saya sendiri, juga pengalaman sahabat saya yang sudah berkali-kali berurusan dengan petugas kantor Bea dan Cukai.

Kalau Anda sering belanja barang online (e-commerce) ke luar negeri tentu tidak asing lagi dan pasti akan berurusan dengan yang namanya kantor Bea dan Cukai. Jadi tidak hanya waktu berpergian ke luar negeri saja yang harus berurusan dengan Bea dan Cukai. Karena, alur pengiriman barang (paket) dari luar negeri sebelum sampai ke tempat tujuan Anda akan discreening pemerikasaan dulu di kantor Bea dan Cukai yang ada di kota Anda, baru kemudian dikirimkan ke alamat Anda.

Lalu apa saja peluang kecurangan atau korupsi yang sering terjadi di kantor Bea dan Cukai? Berikut ini adalah beberapa kecurangannya:

1. Barang ditilep

Peluang korupsi yang pertama ini bukan merugikan negara tapi merugikan wajib pajak. Ini yang pernah saya alami. Yaitu barang saya diutil (baca ditilep) 1 pcs saat diperiksa Bea dan Cukai sebelum dikirimkan Pak Pos ke alamat saya. Saya pernah pesan barang buat dagangan online saya ke situs Alibaba. Pesanan saya jumlahnya 10 pcs. Waktu saya buka di rumah ternyata quantitynya sudah berkurang satu, tinggal 9 pcs.

Pertanyaannya, apa mungkin pengirimannya dari Alibaba hanya 9 pcs? Saya pastikan tidak karena dipackingnya saya amati dengan seksama posisi dusnya untuk 10 pcs barang. Ada bukti dusnya sedikit longgar, pas untuk 1 pcs. Jadi saya bisa memastikan dari sananya memang sudah dikirim pas 10 pcs.

Tips untuk menghindari barang Anda ditilep. Saat kurir atau petugas Pos mengantar paket ke rumah Anda, silahkan langsung dibuka dengan disaksikan petugas Pos atau kurirnya yang kirim barang. Dokumentasikan dengan difoto dan bila perlu buatkan Berita Acara dengan ditandatangai bersama Pak Posnya jika barangnya berkurang. Ini untuk memudahkan Anda komplin keberatan ke kantor Bea dan Cukainya dan agar mereka tidak mengelak.

2. Besaran pajak dikecilkan

Peluang korupsi yang kedua, yaitu memainkan besaran harga di pajak bea masuknya. Karena, seperti kita tahu besaran pajak ditentukan berdasarkan prosentase angka taksiran harga barangnya. Lalu peluang korupsinya ada dimana? Ada di besaran pungutan pajaknya yang sengaja disunat. Caranya, laporan pajaknya dikecilin dari pengenaan pajak yang sesungguhnya.

Hem, Anda masih bingung? Saya ambil contoh barang paket senilai Rp 1.210.000 maka pajak Bea masuknya akan dikenakan PPN sebesar 10% kemudian terkena Pph Pasal 22 sebesar 7.5% sehingga total besaran pajak yang seharusnya disetorkan ke kas negara adalah sebesar Rp 212 ribu. Lalu, ini contoh, oleh Bea dan Cukai laporan nilai barangnya sengaja direduse menjadi, misalnya Rp 1 juta sehingga besaran pajaknya akan lebih rendah lagi. Selisihnya ditilep masuk kantong pribadi petugas Bea dan Cukainya.

Tips agar peluang korupsi ini tidak terjadi, bayarkan pajaknya langsung ke kantor Pos. Jangan melalui petugas Bea dan Cukainya. Sebab, kalau sudah Anda setorkan langsung ke kantor Pos maka uang setoran pajak Anda saya bisa pastikan akan aman masuk ke kas negara.

3. Kongkalikong dengan wajib pajak

Korupsi yang ketiga ini juga seringkali terjadi. Yaitu terjadi kongkalikong antara petugas Bea dan Cukai dengan wajib pajaknya. Seperti saya sebutkan di nomor dua, penentuan pajak bea masuk di Bea dan Cukai ditentukan oleh petugasnya dengan mentaksir nilai barangnya. Biasanya itu bisa dinego kalau kebetulan taksiran harganya keliru, misal kemahalan.

Nah, peluang korupsinya wajib pajak buat kesepakatan di bawah tangan dengan petugas Bea dan Cukai untuk mereduse (mengecilkan) nilai pajaknya menjadi bebas pajak. Wajib pajak hanya membayar senilai 50% dari pajak yang seharusnya dia bayarkan ke kas negara kepada petugas Bea dan Cukainya. Jadi negara tidak dapat apa-apa karena pajak tidak masuk kas negara tapi masuk ke rekening pribadi petugas Bea dan Cukainya.

Contoh, saya punya teman yang jadi importir barang dari Korea dan juga buka Jasa Pembelian Barang ke Luar Negeri dan melakukan kecurangan (kongkalikong) ini dengan kepala kantor Bea dan Cukainya. Teman saya ini cerita mengeluh ke saya. Sudah dapat untung dari hasil korupsi seperti itu, dan barangnya sering diutil tapi kepala Bea dan Cukainya masih juga minta upeti macam-macam. Weleh-weleh!

Itulah 3 Peluang Korupsi Yang Sering Terjadi di Bea dan Cukai. Semoga tulisan ini bermanfaat buat yang belum pernah atau tidak punya pengalaman belanja barang ke luar negeri. Dan apabila post ini dibaca oleh orang Bea dan Cukai, semoga Anda menjadi tersadar dan segera kembali ke jalan yang benar tidak korupsi lagi. Amin.

Sumber Foto: KPK-Bea dan Cukai


Bookmark and Share

Senin, 15 Agustus 2011

Cara Mengatasi Trouble “Print Spooler Service is not Running” di Windows

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengalami kejadian laptop saya tiba-tiba tidak bisa mendeteksi keberadaan printer yang sudah terinstall di komputer saya. Beberapa settingan printer ― termasuk settingan printer virtual WinPDF ― yang sudah saya install di OS Windows XP saya tiba-tiba lenyap dari Control Panel. Celakanya, setiap kali saya coba Add Printer selalu gagal. Selalu muncul pesan error seperti ini:

“Operation could not be completed. The print spooler service is not running”

Saya sempat bingung menghadapi pesan tersebut. Sempat berpikir apakah OS Windows saya lagi korup, ya sehingga muncul pesan error seperti itu. Hampir saja saya punya keinginan untuk melakukan format ulang Windows saya. Untungnya saya kemudian googling dan menemukan cara mengatasinya di sini.

Karena tutorial yang saya temukan dalam bahasa Inggris dan belum dilengkapi dengan gambar petunjuk, untuk memudahkan Anda, saya coba tulis ulang tutorialnya kedalam bahasa Indonesia agar lebih mudah. Siapa tahu ini berguna buat Anda yang kebetulan mengalami problem yang sama seperti yang saya alami.

Berikut langkah-langkah untuk untuk mengatasi Print Spooler Service is not Running di Windows:

  1. Dari layar Windows aktif silahkan tekan logo Windows key+R di keyboard setelah itu akan muncul jendela pop-up Run.

    Langkah 1

  2. Langkah 1


  3. Ketikkan kata “services.msc” (tanpa tanda petik) pada kotak Open di jendela Run lalu click OK.

    Langkah 2

    Langkah 2


  4. Akan muncul jendela pop-up Service. Cari dan double click pada Printer Spooler.


  5. Langkah 3

    Langkah 3


  6. Setelah jendela Print Spooler muncul ubah Startup type-nya menjadi Automatic. Dan click OK.

    Langkah 4

  7. Langkah 4


  8. Restart komputer Anda. Setelah restart Windows komputer Anda akan kembali normal dan bisa mengenali printer Anda.


Saya sudah mencoba tips ini dan berhasil. Ternyata mudah, bukan cara mengatasinya? Semoga tips ini bisa membantu, terima kasih.


Bookmark and Share

Minggu, 14 Agustus 2011

Google Bisa Membaca Gambar?

Pencarian Gambar Google
Saya menemukan ini tanpa sengaja waktu menggunakan mesin telusur Google untuk mencari gambar. Apakah Google sekarang sudah mengerti dan bisa membaca gambar tanpa kita tuntun dengan memberi atribut Alt pada gambarnya? Entahlah. Tapi yang jelas ini metode baru dalam mencari gambar yang disediakan oleh Google. Anda tinggal seret (drag) gambar dan letakkan gambarnya dalam kotak pencarian Google. Dan selanjutnya Google akan menjalankan perintah Anda mencari gambar yang serupa.

Hasil pencarian yang pertama waktu saya gunakan mencari gambar dengan keyword “depressed woman” Google hanya menyodori saya dengan duplicat content gambar yang saya sodorkan. Lihat hasil pencariannya seperti di bawah ini.

Hasil Pencarian Image Google-1

Pencarian yang kedua sedikit lebih baik. Waktu saya coba seret lagi gambar yang lain ke kotak pencariannya, Google menyodori saya gambar-gambar dengan kata kunci yang senada dengan gambar yang saya berikan. Contoh, saya mencari gambar dengan keyword “lacrime d amore” dan hasilnya Google menyodori gambar yang senada tapi bukan duplicat contentnya. Lihat hasil pencariannya berikut ini.

Hasil Pencarian Image Google-2

Pencarian ketiga, saya coba kembali mencari gambar dengan keyword “depressed woman” dengan modus pencarian gambar di Google. Bedanya dengan yang pencarian pertama, saya menggunakan perintah dengan memasukkan teks, bukan gambar kedalam mesin telusur Google. Dan hasilnya, Google menyodori saya dengan gambar yang amat beragam namun semua relevan. Paling tidak, sampai 13 halaman pencarian saya disodori gambar wanita yang hampir 99% semua ekspresi wajahnya depresi. Good, ini lebih baik dari test yang pertama dan kedua. Berikut hasil pencariannya.

Hasil Pencarian Image Google-3

Saya belum bisa menyimpulkan, pertama apakah Google benar-benar sudah bisa membaca gambar tanpa kita tuntun dengan pemberian diskripsi Alt. Faktanya, ini berdasarkan kata kunci yang masuk ke blog saya, Google tetap tak selamanya relevan dalam menyodorkan SERPs pencarian. Buktinya di blog saya sampai saat ini terus masuk pengunjung dengan keyword teks “gambar porno”. Padahal, saya samasekali tak memajang gambar vulgar seperti yang biasa dipajang dan dicari pengunjung ke situs-situs porno. Bisa Anda lihat di artikel ini “Teknik Marketing Ala Gambar Porno dan Joger Bali”. Artikel saya ini masuk di halaman dua pencarian Google dengan kata kunci “gambar porno”.

Kedua, hasil pencarian mesin telusur Google tetap lebih baik hasilnya dengan perintah kata kunci berbentuk teks dibanding perintah pakai gambar. Artinya, pilihan yang ada dalam inovasi terbaru pencarian Google ini belum sebaik dengan modus pencarian umum yang biasa dipakai netter, yaitu pakai teks. Saya berkesimpulan Google tetap punya keterbatasan, baca perlu bantuan manusia dalam mengcrawl gambar situs di internet, tetap tak sebaik dalam membaca teks dalam mencari content gambar yang relevan.

Tentang keterbatasan Google itu, saya pernah menuliskannya di blog ini. Baca "6 Alasan Mengapa Anda Perlu Memberikan Gambar Dalam Blog."

Kesimpulan akhir yang bisa saya tarik dari eksperimen ini, Google tetap perlu bantuan kata kunci teks untuk memberikan hasil pencarian terbaiknya. Ini analisa saya. Bagaimana kalau menurut pendapat Anda?


Bookmark and Share

Pemahaman Yang Keliru Tentang Test Virginitas

Test KeperawananSaya tak menyangka ternyata banyak orang, khususnya para wanita yang masih salah persepsi dalam menyikapi dan memahami tujuan dari test virginitas (Test Keperawanan). Banyak wanita yang menganggap test keperawanan itu bertujuan untuk mencari wanita perawan. Padahal, bukan itu tujuan mendasarnya tapi ada alasan lain. Yaitu lebih ke arah sisi moral.

Apakah termasuk Anda juga yang mempunyai pemahaman seperti itu?

Coba Anda simak dialog saya lewat chat BBM di BlackBerry dengan seorang teman di bawah ini sebagai salah satu contohnya.

Guest: Pagi Pak. Ada yang mau saya tanya :)

Joko Sutarto: Silahkan, Mbak. Apa yang bisa kubantu?

Guest: Temen saya kan mau ngelamar kerja, terus ada tes keperawanan, kalau pake alat yang bapak pasarin itu, bisa ngebantu dalam tes ga ya ?

Joko Sutarto: Wah, selaput dara buatan yang pernah saya tawarkan itu tidak bisa bantu untuk mengelabuhi test seperti itu, Mbak. Maaf, memang ngelamar kerja apa, kok sampai minta test begituan?

Guest: Jadi pramugari Pak.

Joko Sutarto: Oh, saya baru tahu kalau test pramugari memakai test seperti itu.

Joko Sutarto: Tapi tidak usah kawatir kalau tidak virginnya karena jatuh dan bukan karena hubungan seks tak masalah, kok Mbak. Bisa dibedakan.

Joko Sutarto: Ini cerita kalau test pada calon istri militer dan Polisi.

Guest: Temen saya kan diperkosa Pak. Maka itu kasihan.

Joko Sutarto: Diperkosa? :( Kalau ada visum dan bukti laporan ke kepolisian mestinya tak masalah.

Joko Sutarto: Sepanjang yang saya tahu test virgin itu lebih ke arah sisi moral yang dinilai. Bukan tidak virginnya secara fisik

Guest: Mmmm.. Temen saya ngerasa minder sama takut.

Joko Sutarto: Ini, Mbak contohnya mengapa calon istri militer virginitas istrinya dipermasalahkan? Karena itu bagian dari disiplin si suaminya.

Joko Sutarto: Kalau bukti visum karena diperkosa dan surat keterangan dari kepolisian teman Mbak itu ada tidak usah takut.

Joko Sutarto: Nah, kalau tidak ada. Ini yang berat karena tak ada buktinya yang menunjukkan dia pernah diperkosa.

Guest: Begitu ya Pak. Terima kasih atas sarannya Pak, siapa tahu bisa bikin semangat temen saya

Joko Sutarto: Sama-sama, Mbak

Itu petikan dialog yang sering sekali ditanyakan pengunjung hampir setiap hari dari blog ini kepada saya. Gara-garanya setelah membaca artikel saya yang ini. Baca “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang.”

Untuk pertanyaan-pertanyaan yang lainnya saya tak bisa share disini, maaf karena dialognya terlalu pribadi. Kecuali yang ini karena saya menganggap mengandung informasi yang perlu diketahui dan mengedukasi banyak orang.

Wanita depresi

Jika Anda termasuk wanita malang yang mengalami kecelakaan akibat jatuh sehingga itu membuat robek selaput dara Anda, Anda tidak usah minder, takut dan kawatir. Metode test virginitas yang dilakukan di militer, contohnya, bisa membedakan robeknya selaput dara akibat berhubungan seks atau karena jatuh (kecelakaan).

Khusus wanita yang pernah diperkosa agar musibah itu tidak membawa petaka yang kedua. Yaitu berakibat Anda hamil akibat perkosaan, langkah-langkah yang harus Anda lakukan adalah selain lapor ke kepolisian adalah minta visum dokter atau rumah sakit. Karena setelah divisum dokter akan memberi obat pencegahan agar Anda tidak hamil. Ini yang penting. Silahkan baca artikel dr Vicky Laurentina di artikel ini "Pertolongan Pertama Korban Pemerkosaan" untuk lebih lengkapnya.

Catatan:
Kutipan chatting diatas beberapa kata sudah saya rubah redaksionalnya namun tidak mengurangi konteks kalimatnya secara menyeluruh.


Bookmark and Share