Saya tak menyangka ternyata banyak orang, khususnya para wanita yang masih salah persepsi dalam menyikapi dan memahami tujuan dari test virginitas (Test Keperawanan). Banyak wanita yang menganggap test keperawanan itu bertujuan untuk mencari wanita perawan. Padahal, bukan itu tujuan mendasarnya tapi ada alasan lain. Yaitu lebih ke arah sisi moral.
Apakah termasuk Anda juga yang mempunyai pemahaman seperti itu?
Coba Anda simak dialog saya lewat chat BBM di BlackBerry dengan seorang teman di bawah ini sebagai salah satu contohnya.
Guest: Pagi Pak. Ada yang mau saya tanya :)
Joko Sutarto: Silahkan, Mbak. Apa yang bisa kubantu?
Guest: Temen saya kan mau ngelamar kerja, terus ada tes keperawanan, kalau pake alat yang bapak pasarin itu, bisa ngebantu dalam tes ga ya ?
Joko Sutarto: Wah, selaput dara buatan yang pernah saya tawarkan itu tidak bisa bantu untuk mengelabuhi test seperti itu, Mbak. Maaf, memang ngelamar kerja apa, kok sampai minta test begituan?
Guest: Jadi pramugari Pak.
Joko Sutarto: Oh, saya baru tahu kalau test pramugari memakai test seperti itu.
Joko Sutarto: Tapi tidak usah kawatir kalau tidak virginnya karena jatuh dan bukan karena hubungan seks tak masalah, kok Mbak. Bisa dibedakan.
Joko Sutarto: Ini cerita kalau test pada calon istri militer dan Polisi.
Guest: Temen saya kan diperkosa Pak. Maka itu kasihan.
Joko Sutarto: Diperkosa? :( Kalau ada visum dan bukti laporan ke kepolisian mestinya tak masalah.
Joko Sutarto: Sepanjang yang saya tahu test virgin itu lebih ke arah sisi moral yang dinilai. Bukan tidak virginnya secara fisik
Guest: Mmmm.. Temen saya ngerasa minder sama takut.
Joko Sutarto: Ini, Mbak contohnya mengapa calon istri militer virginitas istrinya dipermasalahkan? Karena itu bagian dari disiplin si suaminya.
Joko Sutarto: Kalau bukti visum karena diperkosa dan surat keterangan dari kepolisian teman Mbak itu ada tidak usah takut.
Joko Sutarto: Nah, kalau tidak ada. Ini yang berat karena tak ada buktinya yang menunjukkan dia pernah diperkosa.
Guest: Begitu ya Pak. Terima kasih atas sarannya Pak, siapa tahu bisa bikin semangat temen saya
Joko Sutarto: Sama-sama, Mbak
Itu petikan dialog yang sering sekali ditanyakan pengunjung hampir setiap hari dari blog ini kepada saya. Gara-garanya setelah membaca artikel saya yang ini. Baca “Tips Mengembalikan Keperawanan Yang Hilang.”
Untuk pertanyaan-pertanyaan yang lainnya saya tak bisa share disini, maaf karena dialognya terlalu pribadi. Kecuali yang ini karena saya menganggap mengandung informasi yang perlu diketahui dan mengedukasi banyak orang.
Jika Anda termasuk wanita malang yang mengalami kecelakaan akibat jatuh sehingga itu membuat robek selaput dara Anda, Anda tidak usah minder, takut dan kawatir. Metode test virginitas yang dilakukan di militer, contohnya, bisa membedakan robeknya selaput dara akibat berhubungan seks atau karena jatuh (kecelakaan).
Khusus wanita yang pernah diperkosa agar musibah itu tidak membawa petaka yang kedua. Yaitu berakibat Anda hamil akibat perkosaan, langkah-langkah yang harus Anda lakukan adalah selain lapor ke kepolisian adalah minta visum dokter atau rumah sakit. Karena setelah divisum dokter akan memberi obat pencegahan agar Anda tidak hamil. Ini yang penting. Silahkan baca artikel dr Vicky Laurentina di artikel ini "Pertolongan Pertama Korban Pemerkosaan" untuk lebih lengkapnya.
Catatan:
Kutipan chatting diatas beberapa kata sudah saya rubah redaksionalnya namun tidak mengurangi konteks kalimatnya secara menyeluruh.





























