Rabu, 23 Desember 2009

Simbiosis Mutualisme Dalam Blog

simbiosis mutualisme

Simbiosis Mutualisme, Anda masih ingat dengan salah satu pelajaran biologi yang menerangkan hal ini, kan? Kalau saya kutip artinya dari Wikipedia, bisa baca disini, Simbiosis Mutualisme, artinya kurang lebih adalah hubungan sesama mahkluk hidup yang saling menguntungkan kedua pihak. Contohnya ada pada hubungan beberapa mahluk hidup seperti berikut ini:



  • Ikan Remora dan Ikan Hiu

  • Bunga Sepatu dan Lebah

  • Burung Jalak dan Kerbau

  • Kupu-kupu dan bunga.


Sekarang, lupakan dulu pelajaran biologi tersebut. Mari saya akan berbagi pengalaman saya yang ada kaitannya dengan Simbiosis Mutualisme seperti dalam mahluk hidup tersebut, tapi ini terkait dengan ilmu SEO (search engine optimization) dalam blog. Begini ceritanya, awalnya saya menemukan ini tanpa sengaja, yaitu jejak Feedjit sudah memberi tahu saya ada sebuah pengunjung blog saya datang dari search engine Google dengan kata kunci “foto Badai Salju di Amerika dan Eropa”, tidak tanggung-tanggung Google sudah melisting blog saya masuk dalam urutan ke-6 (masuk 10 besar Google) dari hasil pencarian total sebanyak 5.760 website di internet yang memuat kata kunci tersebut. Lucunya, saya sama sekali tidak pernah posting artikel dengan topik tersebut di blog saya. Aneh, kan?

Dan sebelum-sebelumnya saya juga pernah menemukan hal serupa, ada pengunjung datang dari search engine dengan kata kunci tertentu, maaf saya lupa apa kata kuncinya, tapi yang jelas kata kuncinya sama sekali tidak nyambung atau ada hubungannya dengan posting artikel di blog saya. Ini benar-benar aneh, pikir saya waktu itu. Sampai-sampai pikiran saya tentang ramalan akan kematian SEO sudah semakin dekat melintas kembali dalam benak saya. Betapa tidak? Sekarang ini, karena sudah terlalu banyak yang melakukan cara-cara curang black hat SEO maka Google seringkali menampilkan informasi yang tidak relevan dalam pencariannya. Anda tentu pernah kan mengalami seperti ini? Hasil pencarian tidak relevan dengan apa yang kita cari.

Balik lagi ke pokok bahasan Simbiosis Mutualisme tadi. Selidik punya selidik akhirnya saya baru “ngeh” apa yang yang menjadi penyebab mengapa blog saya bisa muncul di 10 besar Google dengan kata kunci yang tidak relevan dengan artikel postingan saya. Ini jawabannya. Gara-garanya adalah salah satu sahabat di blogroll saya, Ruang Hati, menulis artikel tersebut di blognya. Lho, kok bisa? Gimana caranya, kok bisa nyasar ke blog saya dulu dan bukan malah diarahkan oleh Google ke blog kawan saya langsung? Mungkin anda bertanya demikian. Hem, ternyata ini rahasia yang menjadi penyebabnya. Karena Preview Latest Update judul blog kawan saya tersebut mejeng di sidebar blogroll saya. Hal ini ternyata diendus oleh robot Google sehingga blog saya dianggap relevan dengan kata kunci tersebut.

Nah, ini adalah sisi yang tentu saja sangat menguntungkan buat blog saya, saya mendapatkan traffic gratis dari search engine tanpa melakukan usaha apa-apa. Menyenangkan, bukan? Dan kini tentu anda akan berpikir lagi, lantas apa ada sisi menguntungkan buat blog sahabat saya? Saya jawab ada. Karena seringkali saya juga menemukan, lagi-lagi dari jejak Feedjit yang sudah memberitahu saya, seringkali pengunjung yang datang ke blog saya juga pergi meninggalkan blog saya lewat klik pada link dari Preview Latest Update judul blog sahabat saya yang nampang di sidebar blog saya.

Sedikit akan saya ulas masalah Preview Latest Update pada blogroll ini, sengaja memang setting blogroll saya saya customize dengan menampilkan Preview 10 Latest Update judul blog sahabat saya dengan menampilkannya secara bergiliran berdasarkan update terbaru postingnya. Siapa yang sering atau baru update blog, otomatis sering mejeng di 10 besar blogroll di sidebar saya. Dulu saya berpikir dengan pertimbangan bahwa setting seperti ini lebih fair menurut saya ketimbang setting urut sesuai alphabetic (abcd) atau urut sesuai urutan waktu dari sahabat yang lama ke yang baru. Karena apa? Karena tentu saja yang rajin posting akan dapat appresiasi lebih dibanding dengan yang jarang update. Dan keuntungan bagi saya sendiri setiap kali saya online di blog saya, saya bisa tahu blog-blog sahabat saya yang mana aja, yang barusan update blognya, sehingga memudahkan saya sekaligus memberikan prioritas kepada saya mana yang lebih dulu harus saya kunjungi setiap harinya. Tips buat para sahabat saya: Buatlah judul yang menarik dan memancing agar saya dan pengunjung blog saya terpancing untuk datang ke blog anda.

Sekarang, boleh saya ambil sebuah kesimpulan bahwa hal seperti ini juga termasuk Simbiosis Mutualisme. Karena terjadi hubungan kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Dan anda boleh saja melakukan hal yang sama seperti yang sudah saya lakukan agar blog anda mendapatkan traffic gratis dari search engine. Dan terakhir, ini yang penting: "Pemilihan judul yang tepat dan mengandung kata kunci, serta kalau bisa yang sedikit memancing sangat berperan dalam ilmu SEO".

Demikian, mudah-mudahan sharing pengalaman ini bisa bermanfaat juga buat anda, terima kasih.



Bookmark and Share

4 komentar:

  1. nice info gan!

    *duh gaya blogger yang ngak pake mbaca bangeettt.. :P

    lagi2 soal traffic google..

    klo mau ketemu kemacetan ke jkt aja jam 3-5 sore ato jam 7-10 pagi mas.. dijaminnnnn... traffict smua dah tuh seluruh jagat jakarta :P :P

    *masih blom tertarik sm traffict dan rank, meskipun pointnya dah mulai dapet :lol:

    BalasHapus
  2. Salah seorang kawan saya bilang: "Blog tanpa SEO akan mati karena SEO bisa mendatangkan traffic. Dan traffic membuat blog tidak akan sepi seperti sebuah kuburan."

    Hem, begitu bilangnya. Tapi ada juga orang (contoh kamu) yang gak peduli dengan tetek bengek apa itu SEO, PR, Alexa dll. Yang penting, nulis ya nulis aja. Gitu aja, kok repot! He2

    BalasHapus
  3. hehehe.. nah itu..

    itu gw bangettt.. sebodo sama rengking dsbnya.. yang penting aye bisa nulis sesuka hati aye.. nggak pake bayar lagih.. hihihi

    BalasHapus
  4. terimakasih gan infonya, saya kadang mengalami hal yang sama dengan website saya ini

    BalasHapus