Sabtu, 10 Juli 2010

Antara Blogger Non-Blok dan Komentar

NgeblogSetelah sekian lama saya ngeblog dan sering mengadakan blogwalking kesana-kemari, saya jadi sedikit tahu dan bisa membedakan ternyata ada banyak kelompok blogger di blogosphere ini. Dan masing-masing kelompok blogger punya komunitas atau blok blogger dalam ngeblognya.

Saya lihat solidaritas diantara mereka cukup kuat, bahkan sangat kuat menurut saya, layaknya komunitas pertemanan dalam komunitas social media maupun komunitas dalam dunia offline umumnya. Ini bisa terlihat dari aktivitas mereka yang sangat kompak untuk saling berkunjung, saling berkomentar dan tak jarang terlibat dalam diskusi yang cukup seru.

Biasanya mereka berkelompok karena punya ketertarikan dalam bidang atau topik blogging yang sama. Contoh misalnya ketertarikan tentang tema Bisnis Online atau tema blogging dengan segala pernak-perniknya, yang memang kenyataannya selalu menarik untuk dibahas dan didiskusikan sesama blogger di komunitas mereka.

Atau jika tidak, karena mereka biasanya sudah saling memfollow atau sudah saling ber-Tukar Link sehingga masing-masing bloggernya punya keterikatan pertemanan dalam bloggingnya dengan saling mengunjungi.

Satu hal yang saya amati biasanya mereka seperti sudah ada kesepakatan tak tertulis untuk saling mengunjungi secara reguler dan saling meninggalkan komentar. Makanya, saya sering menemukan sebuah blog tak jarang isi komentatornya adalah itu-itu saja orangnya. Yaitu dari komunitas mereka sendiri. Jarang atau sedikit sekali isi komentator blognya adalah orang yang berbeda-beda di setiap artikelnya.

Bagi yang awan, atau bukan seorang blogger, termasuk anggapan saya dulu waktu di awal-awal saya ngeblog, jika sebuah blog dipenuhi dengan banyak komentar di setiap artikelnya, saya beranggapan bahwa blog itu pastilah blog populer dan sangat terkenal di internet layaknya seperti Blog Seleb. Dan pasti artikelnya sangat berbobot, menarik-menarik semua sehingga mendapat sambutan apresiasi luar biasa dengan datangnya banyak komentar ke blog.

Ternyata, dugaan saya salah. Untuk ngeblog dan membuat artikel blog agar banyak dikomentari bukan selalu harus karena artikelnya memang bagus dan dituntut harus berbobot sehingga selalu dapat apresiasi banyak komentar. Karena tak jarang saya menemui artikel-artikel blognya justru biasa-biasa saja, bahkan terkadang hanya berupa cerita tentang pengalaman kehidupan sehari-hari dari narablognya sendiri tetapi sudah cukup menarik untuk mengundang datangnya banyak komentar.

Dan sebaliknya, jika artikel blog temanya berat justru malah sedikit komentarnya. Karena kalau artikel terlalu berat biasanya orang justru akan ragu-ragu dan bingung apa yang mau dikomentari dan ditambahkan dalam komentar di artikelnya. Saya pun kadang begitu kesulitan meninggalkan komentar pada artikel yang temanya berat seperti itu.

Jika ada yang bertanya bagaimana caranya agar blog bisa selalu ramai dikomentari? Jawaban kuncinya sebenarnya hanya satu. Aktiflah di sebuah komunitas blogger, pilih salah satu dan rajin-rajinlah selalu meninggalkan komentar Anda di sana, tentu komentar yang positif, maka saya jamin Anda pun akan mendapatkan sebaliknya, artikel-artikel blog Anda akan ramai juga dikomentari oleh blogger teman-teman komunitas Anda.

Dan setelah sekian lama saya ngeblog saya sedikit mulai hafal blogger-blogger mana yang selalu rajin membalas kunjungan dengan melakukan kunjungan balik dan sekaligus berkomentar. Dan blogger mana yang mau menerima komentar tapi tak pernah berkunjung balik atau jarang meninggalkan komentar balik.

Nah, seiring dengan jam terbang Anda ngeblog dan seringnya blogwalking saya yakin nanti pasti Anda akan tahu mana blogger-blogger yang saya maksud tersebut.

Jika Anda kebetulan termasuk blogger yang punya blog tapi tidak banyak komentarnya seperti blog ini dan menghendaki agar blog Anda ramai dikomentari, silahkan pakai cara di atas. Saya bisa menjamin, maaf tapi tanpa garansi, ya. He.... He......, blog Anda akan ramai dikomentari.

Terakhir, jangan menjadi Blogger Non-Blok seperti saya, atau tak punya komunitas dan jarang blogwalking supaya blog Anda ramai dikomentari. Kecuali, jika Anda sejak lahir ngeblog memang seleb sehingga tak perlu melakukan cara-cara ini tapi tetap akan mendapatkan banyak komentar.



Bookmark and Share

8 komentar:

  1. betul skali bung...
    makasih atas pencerahannya.

    BalasHapus
  2. Nah betul sekali itu mas, pasti orang-orang yang comment hanya itu-itu saja.
    Seperti saya sekarang komentar itu sangat penting bagi saya, karena saya baru masuk ke dunia blogger (masih newbie) jadi masih membutuhkan bimbingan yang lebih dan meng-explore apa itu blog dalam arti sesungguhnya.

    Salam kenal yah mas.

    BalasHapus
  3. Hmm.. Mas Joko seru nih postingannya! =]. Memang bener mas, hal yang paling mudah untuk mendapatkan komentar adalah dengan membuat komunitas, seperti halnya aku mas. =]. Tapi tentu saja, dalam komunitas itu aku ngga sengaja menemukan orang-orang yang sepaham sehingga dalam setiap tulisan bisa nyambung.

    Pada dasarnya tulisan yang ringan tapi bermakna bagi orang lain lah yang akan mendapatkan banyak komentar. Aku sendiri juga ngga paham, ada juga tipe blog yang isinya seperti diary tapi justru mengundang banyak komentar. Tapi itulah kenyataannya.

    Yang aku belum tau mas ya, ada sebuah gaya dalam blogosphere yaitu memfollow. Pribadi, kalau aku nge-follow orang tu ya karena aku suka dengan informasi yang ada. Tapi ada kebiasaan yang kalau orang nge-follow trus diminta follow balik. Keuntungannya apa yah? Masii bingung..

    BalasHapus
  4. sabry:
    Sama-sama, Mas Sabry

    Harits Mugni N:
    Komentar memang penting, Mas tapi bukan segala-galanya. Yang lebih penting seharusnya apakah ada manfaat content kita di blog itu buat orang lain. Salam kenal juga, Mas Harits.

    Eldo Arfendika P:
    Kalau kebiasan saling follow, dugaan saya, sih lebih karena alasan agar blognya tampak keren atau narsis, Mas Eldo biar nampak terlihat banyak penggemar dengan memasang widgetnya di sidebar blog.

    BalasHapus
  5. Saya sebenarnya termasuk non-blok blogger pak. hehehe..

    Terkadang saya mengikuti suatu blog (sperti halnya blog diptara ini), tapi saya hanya berkomentar bila saya merasa ada yang perlu ditanggapi. Bila tidak ada yang harus ditanggapi, ya saya baca aja dan selanjutnya pergi. Bukankah komentar itu tidak harus terpaksa?

    Mungkin memang benar, ketertarikan saya di dunia blog adalah membahas sesuatu mengenai dunia blog dan wordpress. Bila ada yang membahas tentang tips blogspot, ya saya tidak punya ide untuk berkomentar.

    Kalau tulisan di atas membahas mengenai dunia blog dan warna-warninya, sehingga saya mengerti dan tergelitik untuk berkomentar :)

    BalasHapus
  6. Rismaka:
    Jika disuruh memilih saya juga sama seperti Mas Adi, memilih menjadi Blogger Non-Blok saja. Karena dengan menjadi Blogger Non-Blok saya bisa bebas berteman dengan siapa saja tanpa ada keterikatan dan keterpaksaan dengan komunitas blogger tertentu. Masalah komentar itu betul. Saya juga tak suka dipaksa dan tak mau mendapat Komentar Terpaksa pula.

    BalasHapus
  7. saya cukup setuju dengan mas dan komen yg lain, karna saya pun blogger non-blok walaupun tergolong sgt baru dan baru sedikit sekali blogwalking tp saya berpendapat serupa dan memutuskan blogger non block sbg jln hidup sepertinya,hehe..:)

    BalasHapus
  8. TJ:
    Ibarat negara yang memilih Non-Blok saat perang dingin, menjadi Blogger Non-Blok juga sebuah pilihan, Mbak. Dan setiap pilihan punya konsekuensi.

    BalasHapus