Senin, 19 Juli 2010

Tips IM: Inilah Cara Marketing Amatir Tapi Cukup Jitu

Spam EmailBeberapa hari yang lalu ada Email dari seseorang di milis. Awalnya saya sempat abaikan dan tak su'udon atau berprasangka buruk kalau orang itu sebenarnya seorang Spammer dan berniat nyepam lewat email di milis. Karena terus terang orangnya memang seolah-olah bertanya beneran. Dia bertanya ke milis Telematika cara mengaktifkan sebuah software game komputer yang katanya dilock oleh pembuatnya, karena tidak bisa dipakai di beberapa komputer.

Dan saya baru ngeh kalau itu benar-benar nyepam setelah ada salah satu anggota milis membalas emailnya dengan kata-kata seperti ini:



ini nanya apa iklan? :-)
udah 3x kirim email ke milis ini koq isinya semua mengarah ke web yang sama.

cara marketing baru ya :-)

salam,
Wieok

Meta Tion wrote:
> senior smuanya.....
>
> gw baru beli software di salah satu toko komputer di mangdu. kyk game tuk anak kecil gitu. tp keren dhe dpt ada 1 alat yg mirip flash disk gitu. di manual dibilang itu tuk aktifin software nya.
>
> tadinya beli buat ponakan gw. trus sodara gw yg laen minta di copy. tp gak bisa nih. bisa sih cdnya di copy. tp gak bisa dijalanin di computer sodara gw i



Itu penggalan emailnya. Saya jadi kaget kemudian tertarik ingin membuktikan sendiri apakah benar kalau email dari orang tersebut memang sebuah Spam email. Saya kemudian coba buka email saya lewat web. Dan hasilnya benar. Tiga kali email dari orang tersebut muncul di inbox saya —yang satu email mengandung link yang sengaja dimasking. Dan dua URL link di email lainnya berbeda. Tapi, semuanya kalau dibuka ujungnya sama, mengarah ke salah satu website pembuat security sistem, yaitu securemetric.com.

Dan saya makin bertambah geleng-geleng kepala setelah salah satu kawan milis kembali mereply email tersebut.



He he he, bener Pak, semuanya mengarah ke securemetric.
Saya menemukan dia posting ke sedikitnya 8 milis berbeda.

Sudah masuk ke list spammer di saya :-)

Sam Ardi wrote:
>
> Ini orang di beberapa (tidak hanya telematika) milis postingannya sama
> semua, soal link ini dan itu dan kesemuanya soal produk....tiada
> posting tanpa link,
>
> Pada 14 Juli 2010 14:24, Meta Tion > menulis:
>
> senior smuanya.....
>



Terlepas cara itu tidak etis dan tidak bisa dibenarkan tapi saya baru tahu sekarang ternyata ada cara internet marketing kreatif dan nakal seperti itu. Pura-pura bertanya tapi diam-diam nitip link dengan nyepam ke banyak milis sekaligus. Selama ini setahu saya Spammer email biasanya nyepam secara acak ke beberapa email saja, tak sampai ribuan sekaligus apalagi ke milis.

Coba Anda bayangkan, kalau satu milis saja anggotanya 5000-an orang dan dikali 8 milis, wah lumayan jitu trik internet marketing itu membrondong puluhan ribu anggota milis di internet. Bahkan mungkin ini efeknya lebih dasyat dari SMS Broadcast yang biasanya dikirim corporate besar kepada pelanggannya, yang paling banter jumlahnya sekali kirim hanya dalam kisaran ratusan. Benar-benar cara marketing, maaf amatiran tapi hasilnya sangat jitu dan mengena sasaran.

Just sharing. Meski judul artikel ini saya sebut sebagai Tips Internet Marketing, semoga setelah membaca artikel ini, Anda tidak benar-benar terus tertarik dan mencoba ikut-ikutan pakai cara marketing amatir dan tidak etis ini untuk nyepam ke Milis.



Bookmark and Share

11 komentar:

  1. Sebenarnya Email marketing (marketing lewat email) Sudah ada sejak lama dan cukup ngetrend saat ini. Dari pengelaman diketahui bahwa tidak semua orang menyukai email marketing sehingga mereka mengkategorikannya menjadi Spam (iklan yang tidak diinginkan, mengintimidasi).

    Sebenarnya tidak ada yang salah dengan email marketing, bahkan bisa menjadi sangat bermanfaat. Asalkan dapat mengakomodasi User Experience dengan baik dan hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. :)

    BalasHapus
  2. hmm..kerjaan scammer memang ada2 aja ya

    BalasHapus
  3. He he he ada saja cara spammer email ya ... betul mas joko nih,, cara jitunya perlu di contoh hihihihihi,, siapa tau dengan cara ini bisnis kita bisa jalan, hahahahaha... latihan jadi spammer xixixixiixixixixi...

    BalasHapus
  4. walah janganlah kalau ke milis. Triknya baru y? kalau g pengalaman pasti ga tau kalau itu spam.

    BalasHapus
  5. ArdianZzZ:
    Pada kasus yang saya ceritakan ini sedikit berbeda dengan pengiriman email marketing umumnya, atau sebuah sales letter yang memang jelas umumnya berisi persuasi untuk mengajak membeli sebuah produk. Terus terang, email yang saya terima di milis ini membuat terkecoh karena caranya mengelabuhi itu yang menipu, dengan pura-pura bertanya. Namun sayangnya, dia tidak cukup cerdas dengan mengirimkannya sampai beberapa kali dan ke beberapa milis sekaligus. Dia lupa ada orang yang ikut beberapa milis sehingga akhirnya bisa tertebak kalau itu sebuah Spam.

    Mr,Kem:
    Begitulah, dengan segala cara orang melakukannya dan mengabaikan etika. Milis pun di-Spam juga.

    MisterXWebz:
    Boleh juga, Mister. Asal jangan ke milis Telematika dan pakai modus operandi yang sama, dengan pura-pura bertanya lagi. Silahkan pakai cara lain yang lebih kreatif, ya. He....He......

    Pashmina:
    Ya, saya juga keberatan kalau milis di-spam. Kalau penawaran lewat news letter tidak masalah karena orangnya memang sudah dengan suka rela subcribe dan ada fasilitas unsubscribenya juga kalau ingin berhenti berlangganan.

    BalasHapus
  6. Hehe.. 2010 masih menggunakan spam? sepertinya sudah tidak efektif lagi.

    Konsumen justru berasumsi, Pemasaran yang buruk mengindikasikan produk yang buruk. Mungkin dari sisi periklanan dapat dikatakan "berhasil" tetapi tanpa mendatangkan profit percuma saja. :D

    BalasHapus
  7. yang kasihannya sekarang banyak pengguna internet "karbitan" yang kenal net dari facebook dulu dan bahkan gak kenal google, web berita, forum, bahkan email pun cuma sekedar buat daftar.

    Alhasil gampang banget nih kena sama spammer gini dan dikira beneran. Syukur kalo cuma marketing, banyak juga email-email yang nipu, private message di forum yang nipu.

    Dan sayangnya sekali lagi banyak pengguna internet sekarang yang gak aware sama beginian, karena lebih dulu kenal fb yang notabene jaringan teman yang menurut mereka mudah dipercaya. Jadi ketika mereka keluar fb dan main di email, forum atau yang lain tingkat kewaspadaan dan pengetahuannya soal beginian pun rendah.

    BalasHapus
  8. ArdianZzZ:
    Kenapa ya, para pengiklan seperti itu tidak memilih pasang iklan Adword atau pasang banner iklan di situs berita dan social media saja daripada nyepam?

    Benar, Mas Ardian terlepas mau sehebat apa barang yang ditawarkan, kalau cara marketingnya amatiran seperti itu, saya pun ogah untuk membelinya.

    bukan detikcom:
    Jadi mengingatkan saya dulu waktu awal-awal mengenal internet 10 tahunan yang lalu dan waktu awal-awal masih belum belajar apa itu ilmu Internet Marketing. Orang-orang yang Mas Gardino ceritakan itulah sasaran empuk para Spammer di internet.

    BalasHapus
  9. Bisa dikatakan Jitu atau tepat nya saya menyebutnya tak sengaja jitu, :p

    BalasHapus
  10. Bisa juga karena kebocoran di forumnya. Misal forumnya tidak pernah di-update, jadi ada bot yang otomatis ngirim email ke para anggotanya. Saya pernah mengalami ini dari forum photoshop21.com, akhirnya saya kapok ikutan forum.

    BalasHapus
  11. Lintang Hamidjoyo:
    "Jitu" hanya istilah saya saja, Mas Lintang. Marketingnya saya anggap Jitu karena broadcastnya yang menyebar kemana-mana, tapi tak cukup jitu untuk mengelabuhi banyak orang kalau itu hanya sebuah iklan.

    Jeprie:
    Beberapa kali milis saya (Telematika) juga kelolosan ada email bot yang di dalamnya berisi link dikirimkan oleh anggota milis, Mas Jeprie. Untuk kasus ini sepertinya manual karena bahasanya bagus seperti posting email biasa, berbeda-beda, tak ada persuasi apa pun, hanya titip link saja sebagai rujukan dari pertanyaan authornya.

    BalasHapus